Meimonews.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mengadakan pembukaan rangkaian kegiatan memperingati Dies Natalis ke-60 di aula FISIP, Jumat (6/9/2024).

Hadir pada kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng IPU Asean Eng adalah pimpinan dan civitas akademika FISIP Unsrat Manado serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsrat Dr Ralfy Pinasang, Dekan FEB Dr. Viktor Lengkong, Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Markus Lasut dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor mengimbau agar civiitas akademika FISIP Unsrat tetap menjadi pioner peradaban demokrasi terutama dalam penyelenggaraan pilkada 2024.

Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng IPU Asean Eng saat memberikan sambutan

“Di FISIP mengoleksi banyak dosen yang berkontriubusi langsung menjaga dan mengawal pemilu maupun pilkada,” ujarnya.

Dikemukakan, sebagai institusi pendidikan tinggi, FISIPOL (sebutan akrab FISIP) lahir dan berkembang melalui semangat dari putra-putri terbaik bangsa, dengan harapan FISPOL Unsrat akan menciptakan serta membentuk sumber daya manusia di bidang ilmu sosial dan politik.

Dekan FISIP Unsrat Manado Dr. Daud Markus ‘Ferry’ Liando, SIP, M.Si saat memberikan sambutan

Rektor berharap dengan semangat merdeka belajar kampus merdeka, kita diajak berkolaborasi dan bekerjasama dalam mencapai tujuan.

Dekan FISIP Unsrat Dr. Daud Markus ‘Ferry’ Liando, SIP, M.Si mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan Rektor Unsrat selama ini. “Kemajuan Unsrat, tentu menjadi kemajuan FISIP juga,” ujar Dekan.

Dalam sambutannya, Dekan melaporkan kegiatan yang telah direncakan panitia Dies Natalis seperti seminar internasional, seminar nasional serta kegiatan pengabdian pada masyarakat. (FA)

Meimonews.com – Pemilu Serentak 2024 telah selesai diselenggarakan, namun sejumlah permasalahan yang berkaitan dengan pesta demokrasi bangsa Indonesia tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang sulit untuk diselesaikan.

Evaluasi penyelenggaraan Pemilu dan upaya perbaikan sistem tahapan Pemilu yang adil bagi pemilih menjadi sangat penting untuk dilakukan.

Untuk maksud tersebut FISIP Unsrat akan menggelar seminar nasional (Semnas) tentang Tata Kelola Pemilu Ramah HAM di Aula FISIP Unsrat, Selasa (30/7/2024).

Hal tersebut disampaikan Dekan FISIP Unsrat Manado Dr. Daud Markus “Ferry” Liando, SIP, M.Sie kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (29/7/2024).

Evaluasi ini, sebutnya, bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dan faktor penyebab masalah kepemiluan yang terjadi pada penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024.

‘Evaluasi ini diperlukan untuk mengidentifikasi kelemahan dalam sistem tahapan Pemilu yang ada. Melalui evaluasi ini, diharapkan lahir suatu rekomendasi perbaikan yang dapat diimplementasikan untuk memperbaiki sistem tahapan Pemilu dan memastikan Pemilu yang adil dan ramah HAM bagi setiap pemilihan,” jelasnya.

Ketua Panitia Jovano Alva Palenewen menambahkan, semnas ini merupakan kerjasama dengan Komnas HAM dan akan menghadikan narasumber Wakil Ketua Komnas HAM Pramono Ubaid TantowiTantowi dan Rektor Unsrat Manado Prof, Dr! Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng IPU Asean Eng.

Peserta semnas terdiri dari aktivis penyelenggara Pemilu, aktivis perempuan, komunitas disabilitas, aktivis lingkungan, kelompok rentan, media, ormas, dosen dan mahasiswa. “Kegiatan dimulai pukul 12.00 wita yang diawali makan siang,” ujarnya. (FA)

Meimonews.com – Salah satu permasalahan utama dalam setiap kontestasi Pilkada (pemilihan kepala daerah) adalah masalah integritas. Belum semua stakeholder Pilkada betul-betul komitmen menjaga integritas itu.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Heddy Lugito saat memberikan materi pada seminar nasional yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsrat Manado di aula fakultas, Jumat (14/6/2024).

Hadir pada semimar yang mengangkat tema Peran Perguruan Tinggi Mengawal Pilkada Berintegirtas adalah Ketua Bawaslu Sulut Dr. Ardiles Mario Revelino Mewoh, SIP, M.Si, Dekan FISIP Unsrat Manado Dr. Daud Markus ‘Ferry’ Liando, SIP, M.Si, dosen dan mahasiswa FISIP Unsrat, PPK dan PPS serta undangan lainnya.

Lugito menyebutkan, pengalaman Pilkada sebelumnya ditemukan masih adanya dugaan mahar yang diwajibkan parpol terhadap calon, permainan politik uang oleh calon untuk mendapatkan suara pemilih, mark up dan mark down perolehan suara oleh penyelenggara, penyebaran berita bohong serta ASN dan Aparatur pemerintah yang tidak netral.

“Demokrasi di Indonesia rusak karena politik uang (money politic),” tandasnya seraya berharap dalam Pilkada nanti tidak ada lagi money politic.

Lugito mengakui, perangkat aturan dan penyelenggara Pemilu sebetulnya sudah memadai. Namun kondisi di lapangan banyak terjadi pelanggaran yang melibatkan para kontestan, penyelenggara pemilu maupun masyarakat.

Di akhir penyampaiannya, Lugito yang di dampingi doktor Ferry (sapaan akrab Dekan FISIP Unsrat Manado), memuji Sulawesi Utara, karena pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif di daerah ini berjalan lancar dan paling sukses di seluruh Indonesia.

“Di mana indikatornya adalah tidak ada PSU (pemungutan suara ulang) di Sulawesi Utara,” tandas Lugito.

Doktor Ferry berterima kasih kepada pembicara dan peserta seminar yang diketuai Dr. Welly Waworundeng.(FA)

Meimonews.com – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unsrat Manado Dr. Daud Markus ‘Ferry’ Liando, SIP, M.Si menegaskan produk institusi pendidikan perguruan tinggi diarahkan tidak hanya berorientasi hasil atau output namun juga yang terpenting adalah berorientasi outcome atau dampak.

Penegasan tersebut disampaikan Ferry (sapaan akrabnya) dalam percakapan dengan Tim PodCast Unsrat Dr. Odi Kaunang di Kantor PTI Manado, Senin (3/6/2024).

Disebutkan, target lulusan perguruan tinggi tidak hanya sebatas pada capaian jumlah seperti target lulusan pertahun, jumlah mahasiswa mencapai IPK tertinggi, jumlah mahasiswa mendapat predikat tertinggi atau pencapaian lain yang sifatnya numerik atau angka.

Dalam kepemimpinan sebagai Dekan, Liando akan berupaya akan menjadikan para lulusan dipersiapakan tidak hanya pada bekal ilmu pengetahuan atau teori semata, namun perlu juga dibekali dengan keterampilan kerja dan karakter yang baik.

“Menjadikan mahasiswa cerdas, itu suatu kewajiban bagi institusi pendidikan. Namun cerdas saja tidak cukup untuk bisa berkompetisi di dunia kerja kelak. Mahasiswa harus punya skill dan karakter yang baik,” tandasnya

Dosen kepemiluan dan acapkali jadi pembicara di beberapa kegiatan/dialog ini akan merancang sebuah grand design pendidikan baik pembenahan tujuan pembelajaran masing-masing mata kuliah maupun metode pembelajaran.

“Kita tidak perlu mengubah mata kuliah, namun tujuan masing-masing mata kuliah harus diperbaiki. Masing-masing mata kuliah didorong untuk menghasilkan tiga capaian yakni penguasaan teoritik, skill atau keterampilan khusus dan pembentukan sikap atau karakter,” jelasnya.

Ditambahkan, agar mahasiswa memiliki bekal keterampilan maka para dosen perlu juga didorong untuk pengembangan dan pengalaman empirik. Secara teoritik, SDM di Fisip sangat mumpuni. Sebagian besar telah bergelar S3. Sebagiannya meski tidak S3 tapi mereka telah lama menjadi dosen, sehingga kapasitas mereka tidak diragukan.

Namun soal pengalaman empirik di dunia pekerjaan sebagian masih harus dikembangkan. Kita butuh dosen yang ahli dalam penyusunan peraturan seperti perundang-undangan, Perda dan Perdes. Kita akan mempersiapkan dosen ahli dalam bidang perencanaan pemerintahan seperti RPJMD, RKPD, ahli sebagai analis kebijakan pemerintahan, ahli dalam keuangan dan penyusunan anggaran pemerintahan, ahli dalam penyusunan APBD ataupun APBDes.

Menurutnya, di beberapa instansi pemerintahan memang memerlukan pendampingan. Di pemerintahan desa menyediakan banyak anggaran untuk pendampingan. Ada permintaan untuk pembuatan website desa, pendampingan pembuatan Perdes, APBDes serta tata kelola BUMDes.

Di DPRD membutuhkan tenaga ahli dalam penyusunan Perda. Di Bappeda Propinsi, Kabupaten dan Kota butuh ahli perencana dan analis kebijakan. Demikian juga dengan institusi lain yang kerap membutuhkan konsultan, tenaga ahli atau tim pakar.

Dalam hal kepemimpinan pemerintahan maka memerlukan dosen yang ahli dalam strategi pengambilan keputusan, resolusi konflik, mediator, public speaking. “Kita juga mempersiapkan dosen yang ahli di bidang teknologi pemerintahan, akuntansi pemerintahan, jurnalistik dan humas serta keahlian lain yang dibutuhkan mahasiswa ketika mereka masuk dunia kerja kelak,” ujarnya.

Jika para dosen kita sarankan memiliki keahlian khusus maka penerima manfaat bukan hanya bagi mahasiswa yang diuntungkan, namun juga bagi dosen yang bersangkutan. Sebab baik lembaga pemerintahan, swasta ataupun organisasi non pemerintah kerap membutuhkan konsultan, tim ahli, tim pakar dari perguruan tinggi.

Mereka menyiapkan banyak anggaran untuk itu. Yang dibutuhkan oleh lembaga-lembaga tersebut bukan hanya sekedar kepakaran di bidang keilmuan, namun dibutuhkan kepakaran dalam merancang sesuatu untuk menghasilkan produk pemerintahan seperti naskah akademik ataupun policy paper.

Keahlian para dosen juga akan sangat mendukung Indikator Kinerja Utama atau IKU dan akreditasi Prodi. Bahwa dosen harus didorong berkegiatan di luar kampus sebagai penunjang tri dharma perguruan tinggi.

Semua itu butuh proses panjang. “Saya yakin ini bisa. Apalagi terget ini sangat sejalan dengan Visi Rektor Prof. Dr. Ir. Oktovian Alexander Berty Sompie, MEng Asean IPU Eng yakni menjadikan Unsrat Unggul dan Berbudaya menuju World University,” tandasnya.

Dikemukakan, selain penguatan kurikulum dan pengembangan keahlian dosen, perlu juga pengembangan kegiatan extra kurikuler mahasiswa. Belajar di kelas tidak cukup untuk melatih mereka memiliki kapasitas yang dibutuhkan dunia kerja kelak. Sehingga pengembangan kepemimpinan mahasiswa harus di dorong lewat organisasi kemahasiswaan.

Terdapat beberapa mata kuliah yang harusnya wajib mensyaratkan kegiatan kemahasiswaan untuk bisa lulus. Misalnya mata kuliah Agama, wajib mahasiswa untuk ikut kegiatan-kegiatan kerohanian baik oleh BKK, KMK dan Badan Tadzkir. Mata kuliah organisasi dan manajemen diwajibkan bagi mahasiswa menjadi anggota di organisasi lingkungan kampus atau wajib mengikuti kegiatan LKMM fakultas atau universitas. Mata kuliah metodologi atau kapita selekta di wajibkan bagi mahasiswa untuk ikut lomba LKTI.

Jadi, nantinya tujuan pembelajaran masing-masing mata kuliah tidak hanya diarahkan pada penguasaan pengetahuan teoritik semata, namun pengalaman kepemimpinan mahasiswa harus dijadikan target juga guna mempersiapkan diri mereka untuk berkompetisi di dunia lapangan pekerjaan ketika mereka lulus kelak atau untuk pengembangan karier mereka dalam dunia kerja.

“Ada link and match antara mata kuliah yang diajarkan dengan kebutuhan dunia kerja,” tandas Ferry. (FA)

Meimonews com – Usai proses pemilihan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Periode Tahun 2020-2024 pada Rapat Senat Tertutup yang dipimpin Dr. Burhan Niode, MA pagi harinya, Dekan terpilih langsung dilantik sore harinya, Jumat (5/4/2024).

Dr. Daud Markus Liando, SIP, M.Si yang memperoleh suara terbanyak yakni 14 suara mengalahkan Dr. Drs. Johny Revo Elia Tampi, M.Si 6 suara, sementara Dr. Sherly Yvonne Viviane Irene Goni, S.Sos, M.Si tidak mendapat suara, pada proses pemilihan langsung dilantik Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng.

Dekan FISIP Unsrat Manado periode tahun 2024-2028 Dr. Daud Markus Liando, SIP, M.Si sedang menandatangani berita acara pelantikan

Dalam sambutan pada acara pelantikan, Rektor meminta kepada Dekan yang baru untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab demi kepentingan fakultas, universitas, bahkan negara Indonesia.

“Karena ke depan pasti banyak tantangan yang harus dihadapi untuk kemajuan fakultas dan universitas,” ujar Rektor.

Rektor minta juga agar Dekan baru untuk menjaga komitmen dan jalin kebersamaan dengan seluruh civitas akademika FISIP serta Unsrat untuk membangun fakultas dan universitas yang maju, terpercaya, berdaya saing, unggul dan berbudaya untuk menuju universitas kelas dunia.

Diminta juga untuk turut mendukung program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yaitu Kampus Merdeka.

“Kampus Merdeka menjadi salah satu indikator kinerja kita semua sehingga harus kita laksanakan secara bersama-sama,” ujar Rektor.

Pelantikan dekan baru ini ditandai pengambilan sumpah/janji Dekan FISIP periode tahun 2024-2028 dan penandatangan berita acara oleh Dekan baru dan Rektor.

Hadir pada acara pelantikan ini di antaranya para Wakil Rektor, pimpinan lembaga/badan Unsrat, Dekan-dekan Fakultas se-Unsrat, pimpinan dan senat Unsrat dan FISIP serta Panitia Pemilihan. (FA)