Meimonews.com – Sejumlah kegiatan telah dan akan mewarnai Peringatan Dies Natalis ke-63 Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Manado yang diketuai Weldi R. Poli, SP, MA dan akan berpuncak pada 12 Mei 2023.

Acara pembukaan dies natalis dilakukan pada Jumat (14/4/2023) di halaman fakultas yang dihadiri Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktavian Berty Alexander Sompie, M.Eng, IPU, Kadis Perkebunan Sulut Yeiti F. Roring, SP (mewakili Gubernur Sulut), Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsrat Ir. Rita Maya Dondokambey Tamuntuan, Wakil-wakil Rektor Unsrat, pimpinan, staf dan mahasiswa Faperta serta tamu/undangan lainnya.

Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan pada acara pembukaan tersebut yakni Senam jantung sehat, Lomba line dance, Peresmian laboratorium teknik biosistem, Aksi kemanusiaan donor darah dan pemeriksaan mata gratis, Tarian tradisional dan Band mahasiswa Faperta.

“Setelah acara pembukaan dengan beberapa kegiatan tersebut, akan dilaksanakan sejumlah kegiatan lain dalam rangka Dies tahun ini,” ujar Dekan Faperta Ir. Dedie Toy, M.Si, Ph.D kepada Meimonews.com, Kamis (27/4/2023).

Kegiatan lainnya yang akan diadakan dalam rangkaian Dies Natalis Faperta tahun ini, sebut Ketua Harian Panitia Dr. Ir. Maxi Lengkong, MS yang dihubungi terpisah, terdiri dari Lomba Pidato dan Lomba Tiktok dengan tema Mari jo ba kobong dengan peserta siswa kelas 11 SMA/SMK se-Sulut.

Ketua Harian Panitia Dies Natalis ke-63 Faperta Unsrat Dr. Ir. Maxi Lengkong, MS

Kemudian, Lomba bisnis plan bagi mahasiswa Unsrat,  Lomba kupas kelapa, Green way festival yang mengangkat tema Shout (Show off your talent), bangkit dari pandemi bersama Faperta, tunjukkan prestasimu lewat bakat dan semangat  sportivitas dan jadilah juara.

Selain itu, kegiatan Temu alumni, Ziarah dan Anjangsana, Pengabdian kepada masyarakat, seminar nasional dan internasional, dan ditutup dengan acara Puncak Dies Natalis ke-63.

“Acara puncak Dies akan dilaksanakan pada 12 Mei dengan kegiatan Sidang senat terbuka, Orasi ilmiah, Penerimaan mahasiswa S-2 dan S-3 serta Temu alumni,” jelas Lengkong yang adalah Ketua Jurusan Hama dan Penyakit Tanaman Faperta Unsrat. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat pimpinan Ir. Dedie Tooy, MSi, Ph.D (Dekan) menggelar Dies Natalis ke-63 dengan mengangkat tema Mari Jo Ba Kobong.

Dalam sambutannya pada acara pembukaan di Kompleks Faperta Unsrat Manado, Kamis (14/4/2023), Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng, IPU menyebutkan, tema Dies yakni Mari Jo Ba Kobong ini mencerminkan suatu ajakan melakukan aksi kreatif inovatif.

Tema ini, “langsung menjawab kebutuhan masyarakat khususnya bidang pertanian,” ujar Prof. Sompie pada kegiatan yang turut dihadiri para Wakil Rektor Unsrat, civitas akademika Faperta dan undangan lainnya

Rektor mengajak untuk bersama-sama menyusun strategi dan menetapkan langkah-langkah kedepan untuk terus meningkatkan capaian kinerja institusi terutama mencapai visi kedepan yakni menjadikan Unsrat sebagai Institusi Pendidikan yang Unggul Berbudaya Menuju World Class University.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang diwakili Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulut Yeiti F. Roring, SP dalam sambutannya mengatakan, Gubernur memberikan apresiasi kepada Fakultas Pertanian dalam mengajarkan mahasiswa tentang teknik dan strategi bidang pertanian yang baik dan benar.

Dengan demikian, “mahasiswa mendapat ilmu pengetahuan yang teoritis, tetapi juga dapat pengalaman praktis di lapangan,” sebut Gubernur.

Gubernur mengajak seluruh mahasiswa untuk mengambil bagian dalam membangun pertanian berkelanjutan di Sulut dengan melakukan penanaman pohon, mengadakan pelatihan pertanian organik dan memperkenalkan teknologi yang lebih efektif dan efisien.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsrat Ir. Rita Maya Dondokambey Tamuntuan dalam sambutannya berharap semua yang hadir turut serta mendukung dan  memeriahkan, serta mensukseskan Dies Natalis ke-63 Fakultas Pertanian ini sebagai bentuk sikap menjaga nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang selama ini harmonis dan saling menopang.

Rita mengajak seluruh alumni untuk terus berkontribusi dalam pengembangan Fakultas Pertanian dan memperkuat ikatan kekeluargaan antara alumni dan Unsrat harmonis dan saling menopang. (FA)

Meimonews.com – Trainning of Trainers (TOT) Mitigasi Akademisi tahap IV Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) digelar di Aula Rektorat Unsrat Manado, Rabu- Kamis (22-23/2/2023).

Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie M.Eng diwakili Dekan Fakultas Pertanian Ir. Dedie Tooy M.Si, Phd membuka kegiatan ini.

Rektor Sompie dalam sambutannya yang dibacakan Dekan Tooy menyebutkan, TOT  Akademisi Untuk Peningkatan Kapasitas Akademisi Mewujudkan Pembangunan Rendah Emisi Dan Tangguh Terhadap Dampak Perubahan Iklim Sektor Pertanian, Kehutanan Dan Penggunaan Lahan Lainnya (AFOLU) Tahap IV ini adalah kegiatan strategis yang dilaksanakan Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mematuhi Transparency Perjanjian Paris (Paris Agreement).


“Kita tahu bersama bahwa Indonesia termasuk 194 negara yang telah menandatangani Persetujuan Paris 22 April 2016. Perjanjian Paris merupakan kesepakatan global yang monumental untuk menghadapi perubahan iklim. Komitmen negara-negara dinyatakan melalui Nationally Determined Contribution (NDC) untuk periode 2020-2030, ditambah aksi pra-2020,” sebutnya.

Indonesia, menurutnya, menyadari bahwa kehutanan dan pemanfaatan lahan adalah sektor yang paling signifikan dalam pengendalian perubahan iklim, terutama karena kawasan hutan yang luasnya mencapai 65 persen dari luas wilayah negara Indonesia 187 juta km2 yang juga merupakan tempat yang kaya akan keanekaragaman hayati.

Provinsi Sulut terletak di Garis Wallacea, merupakan zona transisi antara daerah biogeografis Indo-Malaya Raya and Australasia. Jutaan tahun berada dalam relatif isolasi menghasilkan fauna endemik yang luar biasa untuk berkembang di wilayah ini, termasuk di Sulut.

Diungkapkan, perubahan iklim disebabkan oleh kegiatan manusia yang menhasilkan emisi gas rumah kaca. Upaya untuk mengurangi atau menghentikan aktivitas manusia yang menghasilkan emisi gas rumah kaca membutuhkan kerjasama pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, khususnya para generasi millenial sebagai penerus kepemimpinan bangsa.

“Universitas Sam Ratulangi sebagai pilar pendidikan di Provinsi Sulawesi Utara memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam upaya mewujudkan pembangunan  rendah emisi dan tangguh terhadap dampak perubahan iklim,” tandasnya.

Sebagai Rektor, Prof. Sompie mengharapkan TOT akan meningkatkan kapasitas akademisi baik yang berasal dari Unsrat maupun dari universitas lainnya terutama terkait penurunan emisi gas rumah kaca dalam menunjang program transparency framework dan meningkatkan kontribusi akademisi untuk membangun sistem yang kuat dan berkelanjutan untuk implementasi NDC (National Determined Contribution) Indonesia.

Selain itu, turut berkontribusi dalam memantau kemajuan daerah dalam inventarisasi Inventarisasi GRK dan Monitoring, Pelaporan, Verifikasi (MPV) di sektor mitigasi.

Kegiatan TOT ini mencakup sektor pertanian, kehutanan dan penggunaan lahan lainnya (Afolu) dilaksanakan secara luring dan daring.

Sejumlah pembicara hadir langsung di Unsrat. Mereka antara lain Direktur Gas Rumah Kaca Monitoring Pelaporan dan Verifikasi (GRK-MPV) Kementerian KLHK Dr. Ir. Syaiful Anwar, pakar dari IPB Dr Ir Rozaldi Boer dan Dr. Ir. Ardiyansyah.

Bertindak sebagai fasilitator dan panitia antara lain Ketua Program Studi (Kaprodi) Agronomi Pasca Sarjana Unsrat Prof. Dr. Rino Rogi, M.S, dan Kaprodi Agtoteknologi Faperta Dr. Ir. Sofia Wantasen, M.Si.

Syarat pelaksanaan TOT tersebut berlaku bagi perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan.

Program Kementerian KLHK ini memiliki masa waktu pelaksanaan 4 tahun dari tahun 2022 hingga 2025 dan TOT itu sendiri sudah dilaksanakan juga di Universitas Udayana Bali, Unpatti Ambon, Univ. Andalas Padang.

Syaiful Anwar sendiri menguraikan tujuan pelaksanaan ini Kementerian KLHK menerima bantuan dana dari GBF untuk CBIT yang terkait perjanjian Paris pasal 13 dengan memperkuat kapasitas teknis dan kelembagaan dalam mengimplementasikan komitmen tercapainya National Determinated Contribution (NDC) dan pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim.

Kegiatan di Unsrat tersebut akan berlangsung 7 sesi dan pada sesi 1 materi Institutional Aranggement GRK narasumber dari Kementerian KLHK kemudian Cross Cutting Issues atau pembahasan lintas sektoral yang dibawakan Kepala Balai PPI Sulawesi setelah itu terkait peran Unsrat dalam Mengarusutamakan Perubahan Iklim melalui Sinergitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. (FA)

Meimonews.com – Tiga topik penting dan strategis dibahas dalam Diskusi Nasional dalam bentuk Forum Group Discustion (FGD) Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Tekonologi Pertanian Indonesia (FKPTTPI) di Sutan Raja Hotel, Minahasa Utara, Jumat (25/11/2022).

Diskusi nasional ini dibuka pelaksanaannya oleh Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Ir. Dedie Toy, MSi, Ph.D mewakili Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, MSi, DEA bersamaan dengan acara Kongres Nasional FKPTTPI di hotel tersebut, Kamis (24/11/2022) malam.

Tiga topik tersebut, jelas Maria F. Sumual dan Leo H. Kalesaran  (Sekretaris dan Wakil Ketua Panitia Pelaksana) kepada Meimonews.com di sela acara pembukaan Kongres Nasional dan Diskusi Nasional FKPTTPI, adalah Implementasi Program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), Kerjasama antar Perguruan Tinggi – Program Studi, serta Ketahanan Pangan.

Untuk topik pertama tampil sebagai narasumber adalah Dr. Ni Made Ayu Suardani Singapurwa (Universitas Marwadewa) dengan judul presentasi Dukungan Peningkatan Kegiatan  Pertukaran Mahasiswa dalam Program MBKM. Topik kedua, narasumbernya adalah Dr. Ir. Feri Arlius, MSc (Ketua FKPTTPI/Universitas Andalas) dengan judul  Kolaborasi Pertanian Indonesia.

Topik ketiga menampilkan empat narasumber dengan empat judul presentasi yakni  Dr. Ir. Afriza Yelnetti, MP (Unsrat) dengan judul Pangan probiotik sebagai pangan fungsional guna peningkatan kesehatan masyarakat, Prof. Dr. Jeanne M. Paulus Unsrat dengan judul Pemanfaatan Grant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) untuk meningkatkan produksi tanaman pangan.

Selain itu, Dr. Grace Sanger (Unsrat) dengan judul Minuman rumput laut, serta Paulus Payung, STP, .MP (Universitas Papua) dengan judul Pengembangan alat pengolahan pasca panen pokem sebagai pangan lokal Papupa untuk menjaga ketahanan pangan.

“Ada lima moderator pada FGD ini,” ujar Maria seraya menyebut para moderator tersebut yakni Prof. Dr. Ir. Lucia Mandey, MS, Ir. Emy N.J.  Nurali, MSi, Dr. Ir. Christine F. Mamuaja, MS, Ireine Longdong, STP,  MP, dan Ir. Thelma D.J. Tuju, MSi.

Kongres Nasional dan Diskusi Nasional FKPTTPI Tahun 2022 dipercayakan pelaksanaannya kepada Fakultas Pertanian Unsrat. Pertemuan sebelumnya (tahun 2021) dilaksanakan di Jogyakarta.

Sesuai laporan Ketua Panitia Dr. Ir. Lady Ch. E. Lengkey, M.Si, ada 76 peserta dari perguruan tinggi yang ada di Indonesia, yang menjadi anggota FKPTTPI hadir pada pertemuan tahunan ini. (Fer)

Meimonews.com – Kongres Nasional dan Diskusi Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Teknologi Pertanian Indonesia (FKPTTPI)  Tahun 2022 dibuka pelaksanaannya oleh Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Ir. Dedie Toy, MSi, PhD mewakili Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, MSi, DEA.

Kegiatan yang berlangsung di Sutan Raja Hotel, Minahasa Utara, Kamis-Sabtu (24-26/11/2022) dengan tuan rumah Faperta Unsrat Manado tersebut diikuti 76 peserta utusan perguruan tinggi se-Indonesia.

Topik yang diangkat dalam iven tersebut adalah Implementasi program merdeka belajar kampus merdeka, kerjasama antar perguruan tinggi, program studi/jurusan/departemen, teknologi pertanian menunjang kemandirian pangan.

Dalam sambutannya mewakili Rektor, Tooy mengawalinya dengan ucapan selamat datang kepada para para dekan dan utusan perguruan tinggi anggota FKPTTPI yang telah hadir pada kegiatan ini dan mengungkap beberapa keberhasilan yang telah diraih Unsrat Manado.

Unsrat, sebut Tooy, mendapat status PK-BLU sejak tahun 2018 dan patut bersyukur karena secara institusional berhasil meraih prestasi unggul saat ini, walau disadari bahwa banyak di antara perguruan tinggi peserta kegiatan ini yang juga hebat/luar biasa prestasi dan reputasi yang dimiliki.

“Oleh karena itu, menjadi perhatian Rektorat termasuk Fakultas untuk membina jejaring kerjasama yang lebih intens dengan perguruan tinggi bapak dan ibu sekalian,” ujarnya.

Dikemukakan, Unsrat termasuk Faperta diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya seiring dengan paradigma baru pengelolaan perguruan tinggi berbasis IKU. Maka melalui momentum kongres seperti ini pihaknya berharap jejaring kerjasama dan sinergitas antar perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang memiliki reputasi baik untuk berusaha mengembangkan dirinya dan membutuhkan uluran tangan.

Ketua FKPTTPI Feri Sipado dalam sambutannya menyampaikan terima kasih karena Faperta Unsrat dalam waktu dekat telah menyanggupi menjadi tuan rumah untuk melaksanakan pertemuan tahunan ini, dan diikuti cukup banyak peserta, lebih banyak dari pertemuan sebelumnya yang diadakan di Jogyakarta.

Ada banyak kawan-kawan (anggota FKPTTPI di seluruh Indonesia) yang datang/hadir mulai dari ujung Riau dan Jambi hingga ke Papua pada pertemuan yang cukup luar biasa kali ini.

Tentunya, pada pertemuan ini diharapkan memberikan kontribusi bagi perkembangan teknologi pertanian. Bagaimanapun, pertemuan-pertemuan seperti ini, baik formal maupun non-formal akan banyak masukkan-masukkan, despreksi yang dilakukan perguruan tinggi, oleh fakultas atau program studi, yang mungkin saja menginspirasi kita, membuat institusi atau lembaga kita bisa melakukan hal sama atau menginspirasi kita untuk depan yang lebih baik.

Disebutkan, dalam beberapa pertemuan, terungkapkan adanya kelebihan dari suatu daerah atau perguruan tinggi. Itu tentunya menjadi pelajaran, inspirasi bagi kita untuk masa depan lebih baik.

Di awal laporannya, Ketua Panitia Dr. Ir. Lady Ch. E. Lengkey, M.Si menyampaikan terima kasih atas kehadiran peserta dari berbagai daerah di Indonesia, dan apa yang diharapkan dalam pertemuan ini kiranya bisa terwujud.

Lengkey juga memaparkan sejumlah kegiatan yang akan dilangsungkan selama pelaksanaan kongres nasional dan diskusi nasional tahun 2022. (Fer)

Meimonews.com – Transformasi sektor pertanian berperan dalam kesejahteraan petani menjadi bahasan menarik pada Kuliah Umum dengan pembicara Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Teguh Dartanto, PhD, di lantai 3 Ruang Seminar Faperta Unsrat, Jumat (7/10/2022).

Kuliah umum yang diselenggarakan Jurusan Sosial Ekonomi dan Bisnis Fakultas Pertanian,(Faperta) Unsrat itu dihadiri sekitar 200 mahasiswa dan dosen termasuk Prodi Agribisnis.

Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy, PhD merespon positif untuk permulaan kolaborasi Faperta Unsrat dengan FEB UI melalui kuliah umum yang menambah knowledge dan wawasan baik bagi mahasiswa maupun akademisi.

“Kuliah umum ini disambut dengan baik oleh para mahasiswa dan dosen di lingkungan Fakultas Pertanian Unsrat,” ujar Ketua Jurusan Sosial Ekonomi dan Bisnis Faperta Unsrat
Dr. Maya Montolalu, SP, M.Com, MSc kepada Meimonews.com.

Doktor Maya, sebut Tooy, menginisiasi kegiatan ini dengan menghadirkan doktor Dartanto karena Dekan FEB UI tersebut adalah supervisor utama doktor Maya dalam pendidikan strata 3 (doktor) di UI.

Dalam pemaparan kuliah umumnya, doktor Dartanto mengungkapkan, dalam memasuki dunia indutri 4.0 dan society 5.0, sepertinya sekor pertanian di Indonesia mulai terpinggirkan, sehingga terjadi mobilisasi tenaga kerja pertanian ke industri dan jasa. Namun ternyata tidak menjamin dengan berpindah ke sektor  lain lebih menjanjikan dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan.

Oleh karena itu, sebutnya, sangat perlu untuk mempertahankan lahan pertanian bagi rumah tangga petani dan perlu kolaborasi pemerintah dan akademisi untuk menghasilkan solusi inovasi dan bersinergi dalam meningkatkan nilai tambah komoditi mentah dan menunjang peningkatan pengetahuan, ketrampilan melalui pendidikan serta modernisasi pertanian.

“Modernisasi atau transformasi ini baik dalam bentuk aset maupun tekonologi yang bisa meningkatkan produktivitas melalui peningkatan human capital dan physical capital,” ujarnya.

Diungkapkan, berdasarkan data sumbangan sector agriculture berjumlah 13.5 persen dari total GDP sedangkan tenaga kerjanya 34.03 persen

Dari hasil observasi, dengan adanya dukungan BUMDEs pertumbuhan desa yang tertinggal terlihat pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan dengan strata desa yang lain, sehingga perhatian pemerintah seperti pendampingan dari segi permodalan, pasar dan alat dan mesin sangat penting ke depan.

Subsidi saat ini, menurutnya, memang masih perlu untuk mendongkrak tingkat kemiskinan petani. Apalagi tidak dapat dipungkiri sektor pertanian sangat mendukung food security dan kemandirian pangan dan juga untuk mengantisipasi masalah krisis pangan global. (Fer)

Meimonews.com – Berupaya agar nilai kelapa, yang menjadi andalan di Sulut, meningkatkan pendapatan petani dan daerah ini, Faperta Unsrat melaksanakan Diskusi Kolaborasi Gelorakan Kelapa sebagai Komoditi dengan Produksi dan Turunan Unggulan Sulawesi Utara.

Diskusi yang diadakan di Ruang Dekanat Faperta (Fakultas Pertanian) Unsrat Manado, Kamis (7/10/2022) dipimpin Dekan Ir. Dedie Toy, M.Si, PhD.

Diskusi dihadiri Direktur Executive International Coconut Community (ICC) Dr. Jelfina Alouw, Kadis Perkebunan Sulut Jeetij Roring, Kabanlitbang Sulut Dr. Jemmy Lampus , MKes, Kepala Balit Palma Kementan Dr. Steivie Karouw MSi, dan Kepala BPTP Sulut Dr. Femmy Noor Fahmi.

Dari Faperta, selain Dekan, hadir Wakil-wakil Dekan, Pimpinan Jurusan dan sejumlah dosen.

Dilaksanakannya diskusi ini, menurut Toy, karena pihaknya berkomitmen untuk bersinergi mengembangkan kelapa yang ada dan peremajaan termasuk meningkatkan nilai kelapa untuk peningkatan pendapatan petani dan di Sulut dan di Indonesia.

“Program ke depan akan dibuat grand desain kerjasama dengan mensinergikan masing-masing program agar berdampak maksimal bagi masyarakat, seperti teaching industri, ekoeduwisata, training bahkan program studi kelapa,” ujarnya kepada Meimonews.com. (Fer)