Meimonews.com – Keluarga adalah pondasi utama dalam menopang pembangunan berkelanjutan. Pesan utama yang disampaikan tahun ini adalah urgensi membangun keluarga yang tangguh, sebagai prasyarat untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan adaptif terhadap dinamika zaman. Karena itu, ketahanan keluarga menjadi elemen krusial dalam penyusunan berbagai kebijakan strategis nasional.

Demikian penegasan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) / Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) R Wihaji dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan pada upacara memperingati Harganas kr-32 di Halaman Kantor Perwakilan Sulut, Senin (30/6/2025.

Penegasan tersebut terkait dengan tema peringatan Harganas (Hari Keluarga Nasional) tahun ini, yakni “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju”, yang menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam pembangunan nasional.

Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan memimpin upacara peringatan Harganas ke-32 dan membacakan sambutan Mendukbangga/BKKBN RI Wihaji

Disebutkan, Smsejak pertama kali ditetapkan pada tahun 1993, Harganas menjadi momen reflektif untuk menegaskan bahwa keluarga adalah pilar utama dalam menciptakan generasi masa depan yang unggul.

Dikemukakan, peringatan Harganas (29 Juni) tahun ini tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga dengan berbagai kegiatan edukatif dan kampanye sosial yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah.

Upaya ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para orangtua, mengenai peran penting keluarga dalam pembentukan karakter anak dan pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

“Harganas menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menanamkan nilai-nilai kekeluargaan,” tandasnya.

Ini, sambungnya, adalah ajakan bersama untuk menjadikan keluarga sebagai pusat kasih sayang, pendidikan, dan perlindungan, guna mewujudkan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan berakhlak mulia.

Peringatan kali ini, baik di tingkat nasional maupun perwakilan (provinsi se-Indonesia), seluruh peserta dianjurkan menggunakan pakaian tradisional/adat setempat.

Hal ini merupakani bentuk pelestarian budaya dan penanaman nilai cinta tanah air. Pakaian tradisional bukan sekadar simbol seremonial, melainkan sarana memperkuat identitas nasional dan keberagaman budaya Indonesia. (Afer)

Meimonews.com – Berbagai elemen masyarakat Sulut bersama Forkopimda Sulut melaksanakan kegiatan doa bersama di Godbless Park (Taman Berkat) Kota Manado, Selasa (28/11/2023) pukul 16.30 Wita, dengan tema Mari Ciptakan Kerukunan dan Situasi Kondusif di Wilayah Provinsi Sulawesi Utara, Torang Samua Basudara.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Jan de Fretes, perwakilan Forkopimda Sulut, para PJU Polda Sulut, Kakanwil Kemenag Sulut H. Sarbin Sehe, Sekretaris Daerah Sulut Steve HA. Kepel, Ketua FKUB Sulut, Ketua MUI Sulut, jajaran Pemerintah Kota Manado dan Kota Bitung, para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta mahasiswa, pelajar dan elemen masyarakat, yang jumlahnya sekitar 300 orang.

Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pengurus FKUB Sulut karena telah menggagas kegiatan ini serta menyiapkan kegiatan yang dilaksanakan.

“Apresiasi dan penghargaan kepada Pengurus FKUB Sulut karena telah menggagas kegiatan ini. Apresiasi juga kepada seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa dan pelajar serta seluruh elemen masyarakat yang sudah hadir di tempat ini.

“Antar kita sesama walaupun berbeda kami merasakan keindahan, kerukunan dan kebersamaan di Sulut sangat indah,” ujar Kapolda.

Kapolda berharap masyarakat Sulawesi Utara terus mempertahankan kerukunan antar umat beragama. “Mari kita pertahankan kerukunan antarumat beragama ini, kita harus tidak mudah terprovokasi. Kami berharap masyarakat bijak untuk menggunakan sosial media. Mari kita Introspeksi diri kita untuk kembali ke keadaan semula,” ujarnya.

Kapolda mengajak pemerintah dan semua elemen masyarakat untuk berkolaborasi bersama TNI dan Polri guna menjaga stabilitas kamtibmas sehingga dapat beraktifitas dengan aman. “Kita ucapkan bersama sama Torang Samua Basudara,” ujar Irjen Pol. Setyo dan diikuti oleh seluruh hadirin.

Kegiatan dilanjutkan dengan orasi perdamaian oleh sejumlah tokoh agama dan tokoh adat serta dilanjutkan dengan doa bersama dipimpin 6 tokoh agama yakni Kristen, Islam, Katolik, Hindu, Budha dan Khonghucu. (AF)

Meimonews.com – Guna menciptakan karakter anggota yang humanis sehingga citra kepolisian di masyarakat dipandang lebih baik, Polresta Manado rutin melakukan pembinaan rohani dan mental (binrohtal).

Kegiatan ini rutin digelar setiap Kamis seusai Apel pagi, seperti Kamis (23/2/2023) di Mushola Kompleks Polresta Manado.

“Binrohtal sebagai wadah untuk membentuk karakter Anggota Polri menjadi lebih humanis, sehingga Citra Kepolisian di mata masyarakat di pandang lebih baik,” ujar Kasi Humas Polresta Manado Ipda Agus Haryono mengutip Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto Parlindungam Sirait kepada.wartawan, Kamis (23/2/2023).

Dijelaskan, tujuan kegiatan ini dilakukan yaitu meningkatkan karakter anggota Polri khususnya anggota personil Polresta Manado menjadi lebih humanis dan juga meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan, yang mana dengan di adakan kegiatan ini maka moral serta kelakuan yang buruk bisa menjadi lebih baik.

“Binrohtal ini rutin dilaksanakan setiap hari Kamis, selain meningkatkan keimanan dak ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, binrohtal juga bertujuan untuk membentuk karakter personil yang lebih humanis serta ikhlas pada setiap pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar Ipda Agus. (AF)

Meimonews.com – Dirut Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Kandou Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB, KBD mengingatkan tentang pentingnya penguasaan teknologi kesehatan sebagai bagian dari enam pilar transformasi.

“Digitalisasi layanan kesehatan sangat pesat perkembangannya saat ini. Dan itu, sangat berkaitan erat dengan pengelolaan keuangan rumah sakit,” ujar pada acara Capacity Building.

Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Perencanaan, Keuangan, dan BMN (Barang Milik Negara) RSUP Prof Kandou Manado di NDC Resort, Kamis – Sabtu (22-24/9/2022) tersebut mengangkat tema Care, Grow, Responsible.

Terlepas dari pesatnya perkembangan tekonologi kesehatan, sebut dokter Jimmy (sapaan akrabnya), namun teknologi itu bisa dikuasai. Karena itu, capacity building seperti ini, diyakini, menjadi penting menciptakan the man behind the gun khususnya di jajaran Direktorat Perencanaan, Keuangan, dan BMN.

Dokter Jimmy berharap, lewat kegiatan ini dapat mengembangkan karakter semua komponen secara maksimal di Direktorat Perencanaan, Keuangan, dan Barang Milik Negara (PK dan BMN) RSUP Prof Kandou.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia saat ini, ungkapnya,  terus melakukan upaya percepatan pembangunan yang utuh, mandiri dan berkeadilan.

“Kiranya dengan pembangunan karakter ini akan meningkatkan kerjasama tim Direktorat Perencanaan, Keuangan, dan Barang Milik Negara yang telah dibekali softskill mumpuni di masing-masing personil,” pinta Dirut.

Direktur PK dan BMN RSUP Prof. Kandou  Frets Melope, SE, MSi menjelaskan, kegiatan Capacity Building ini diikuti puluhan pegawai.

“Terima kasih atas dukungan Pak Direktur Utama RSUP Prof Kandou Dr. dr Jimmy Panelewen, dan telah membuka acara ini secara resmi,” ujar Frets.

Turut hadir pada pembukaan acara di antaranya, Koordinator Anggaran Ahnec Sepang, SE, Koordinator BMN Rini Novita Hamdani, SE, Ak, dan Koordinator Perencanaan dan Evaluasi Mercel Lahiang, SE.

Kegiatan Capacity Building menghadirkan narasumber di antaranya, Kabid Pengelolaan Kekayaan Negara Kanwil DJKN Suluttenggomalut Devi Lesilolo, Kabid Piutang Negara Kanwil DJKN Suluttenggomalut Jerry Max Nelson Piri, dan Praktisi Kesehatan dr. Zainuddin Wumu, SpB FINACS. (Fer)