Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw dan Wakil Walikota Manado Richard Sualang (akrab disebut AARS) menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Manado dalam rangka Penyampaian Pidato Sambutan Walikota Manado Masa Jabatan 2025-2030.
Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kota Manado, Aaltje Dondokambey di dampingi Wakil-wakil Ketua DPRD Kota Manado ini dilaksanakan di Kantor DPRD Kota Manado, Rabu (5/3/2025).
Hadir dalam kegiatan ini, Kepala BKAD Sulut Clay Dondokambey (mewakili Gubernur Sulut) Ketua TP-PKK Kota Manado Ny. Irene Angouw-Pinontoan dan Ny. Merry Sualang-Mawardi, Anggota DPRD Kota Manado, Forkopimda Kota Manado, para Asisten, Kepala-kepala SKPD, Direksi BUMD, para Camat, pimpinan KPU dan Bawaslu Kota Manado, serta undangan lainnya.
Selain menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat muslim di Kota Manado dan rasa syukur karena kontestasi Pillada telah berlangsung dengan baik, walikota berbagi pengalamannya saat ikut retret di Magelang, baru-baru,
Diungkapkan, Presiden RI dan Gubernur Sulut menunjukkan perhatian besar terhadap pembangunan daerah, khususnya dalam sektor pariwisata, kebersihan lingkungan, serta berbagai proyek pembangunan lainnya.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah pengelolaan sampah dan kebersihan. Mantan Ketua DPRD Sulut ini menekankan bahwa Manado harus menjadi kota yang lebih bersih dan menarik.
Wali Kota juga menyoroti pentingnya efisiensi anggaran dalam pelaksanaan program pemerintahan. “Saya berharap adanya dukungan dari semua pihak dalam menangani program dan kegiatan, khususnya terkait ketersediaan air bersih,” ujarnya.
Target Pemkot Manado, menurut AA adalah memastikan bahwa hingga akhir masa pengabdian, 75 persen masyarakat Kota Manado dapat terlayani dengan baik dalam hal akses air bersih.
Orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut ini mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan langkah-langkah dalam penanganan transportasi umum di Kota Manado, yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Walikota juga menyoroti pentingnya peran media dalam memberikan pemberitaan yang akurat dan berbasis data, dan berharap untuk tidak hanya memberikan pujian, tetapi juga menyampaikan kondisi riil pembangunan yang sedang berjalan agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat.
“Mari kita rawat dan jaga demokrasi yang telah kita bangun bersama, karena semua ini demi kepentingan masyarakat Kota Manado,” ujar AA.
Walikota menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang berperan dalam penyelenggaraan Pilkada. “Semua ini merupakan amanah yang harus kami pertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Mahaesa, karena masyarakat telah memberikan kepercayaan untuk kembali memimpin Kota Manado,” ujarnya
Dalam kepemimpinannya, Walikota membawa semangat baru dalam membangun Kota Manado dengan prinsip utama membangun dan melayani masyarakat.
Walikota menyampaikan apresiasi pula kepada Forkopimda atas dukungan dalam program pembangunan Kota Manado selama ini. (Afer)
Meimonews.com – Empat (4) Dekan, Dua (2) Direktur Utama Rumah Sakit, satu (1) Dewan Pengawas dan satu (1) Direktur berbagi ilmu/pengalaman kepada 400-an mahasiswa dan dokter/dosen pada kegiatan Simposium Leadership by Example Medical Education and Hospital Management.
Simposium yang diselenggarakan Panitia Pelaksana Dies Natalis ke-65 Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat Manado ini diadakan di Auditorium Kantor Pusat Rumah Sakit Umum Pusat Dr. RD Kandou Manado, Kamis (23/5/2024).
Mereka yang berbagi ilmu dan pengalaman itu adalah Dekan Faked UPH Prof. Dr. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono, Sp.BS (K), Dekan Faked Unpad Prof. Dr. Youdi Mulyana Hidayat dr. SpOG, SubSp Onk DMAS, Dekan Faked Uncen dr. Inneke Viviane Sumolang, Sp.DVE dan Dekan Faked UPN Veteran Jakarta Dr. dr. Taufik Fredrik Pasiak, M.Kes, M.Pd.I.
Kemudian, Dirut RSUP Kandou Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes, Dirut RSUP Hasan Sadikin Bandung Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB Subsp.BD (K), Ketua Dewan Pengawas RSHS Bandung Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, DFM, SH, M.Si, Sp.F (K), serta Direktur Pelayanan PT Jasa Raharja Hervanka Tri Dianto, ST, MM, QRGP.
Para pembicara/narasumber yang adalah dokter berbagi ilmu dan pengalaman ketika mereka menjadi dokter dan saat menjalani profesi mereka di keadaaan yang masih sangat terbatas baik soal infrastruktur (sarana dan prasaran) serta alat kesehatannya maupun lainnya.
Sejumlah terobosan yang dibuat untuk penanganan masalah kesehatan pasien termasuk operasi-operasi yang awal-awalnya lebih banyak pasiennya ke luar negeri tapi dengan terobosan yang dibuat pasien bisa dioperasi di Indonesia walau dana yang dibutuhkan tidak sedikit.
Para pembicara sesi pertama
Pembicara/narasumber lainnya berbagi ilmu dan pengalaman yang mereka ketahui sesuai tupoksinya.
Simposium dibagi dua sesi dengan pemandu sesi pertama Dr. dr. Maximilliam Ch. Oley, Sp.BS (K) SPINE, FINPS, FINSS sedang sesi kedua Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang RSUP Kandou dr. Yehezkiel Panjaitan, SH, MARS.
Berbagi ilmu dan pengalaman ini dimaksudkan para pembicara/narasumber agar peserta bisa mendapat bahan/bekal agar ke depan mereka maju dan berkembang.
Para pembicara sesi kedua
Dokter Eka berbagi langsung cara ia berhadapan dengan kondisi yang ada mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana hingga saat ini.
Dengan penuh pengabdian dan dengan berbagai terobosan yang dilakukan sebagai seorang pemimpin sehingga berbagai persoalan yang ada mulai bisa tertanggulangi.
“Leadership dan enterpreneurship, menurut dokter Eka, menjadi kata kunci,” ujar Prof. Eka dalam materinya yang berjudul Tantangan Dunia Pendidikan.
Salah satu pembicara menyampaikan materi lewat daring
Dokter Taufik menegaskan, dokter itu perlu tahu tentang politik. Sebab, banyak kebijakan yang dibuat termasuk di bidang kedokteran dan pendidikan terkait dengan politik. Merupakan keputusan politik.
“Biar cuma sedikit para dokter musti paham tentang politik,” tandas mantan aktivis mahasiswa ini dalam pemaparannya yang berjudul Tantangan Dunia Pendidikan Kedokteran dalam Situasi Sosial, Politik dan Budaya.
Momen tanya-jawab
Dokter Jimmy dalam pemaparan tentang Development of Hospital Service Facilities mengulas soal sarana, prasarana dan alkes yang yang ada dan bagaimana memanfaatkannya untuk pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.
Dijelaskan tentang regulasi fasilitas rumah sakit, fasilitas rawat inal standar (KRIS) serta kinerja utilitas alkes (OEE).
Mantan Dirut RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado (akrab disebut RSUP Kandou atau RS Kandou) ini lantas menjelaskan soal penerapan sistem manajemen pemeliharaan dan pengelolaan aset Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung berbasis digital SAMRS.
Dokter Ivonne mengulas soal perundungan (bullying). Mengutip instruksi Menteri Kesehatan, dokter Ivonne lantas merincikan apa itu perundungan, bentuk-bentuk perundungan dan bagaimana mencegahnya, bahkan sanksi hukum bagi mereka yang melakukan perundungan.
“Bentuk-bentuk perundungan terdiri dari perundungan fisik, verbal, siber dan non fisik,” ujar dokter Ivonne seraya menjelaskan perundungan-perundungan tersebut, sebagaimana termuat dalam materinya Breacking the Silent : Eradicating Bullying.
Dokter Ivonne menegaskan bahwa di RSUP Kandou telah dibentuk 2 tim anti perundungan. Dan, tim ini telah bekerja termasuk melakukan pendampingan kepada pasien RSUP Kandou yang dibullying.
Dokter Sumolang memaparkan tentang peran pendidikan kedokteran dan era inovasi dan teknologi.
Pelbagai tantangan yang dihadapi dunia kedokteran di Papua termasuk di Faked Universitas Cendrawasih serta trik-trik mengatasi problematika yang dihadapi diungkapnya.
Prof. Yudi dalam pemaparannya menjelaskan tentang Curiculum transformations medical education in line with transfornation health service.
Prof. Agus memaparkan tentang perlindungan terhadap Pimpinan dan Tenaga rumah sakit. Sejumlah aturan.terkait itu dijelaskannya. Undang-undang yang mengatur hal tersebut dirincikan sebagai bahan pertimbangan/pegangan.
Pembicara terakhir adalah Direktur Pelayanan PT Jasa Raharja Hervanka Tri Dianto, ST, MM, QRGP yang memaparkan materi tentang Mengutamakan Pelayanan dan Meningkatkan Kendali Mutu.
Tupoksi Jasa Raharja yang diatur dalam Undang-undang nomor 33 dan 34 Tahun 1964 dijelaskannya. Diungkapkan pula perkembangan korban lalu lintas termasuk yang telah diberikan santunan oleh Jasa Raharja
Berbagi pengalaman tersebut mendapat respon positif dari peserta karena hal-hal yang dipaparkan tersebut sangat bermanfaat bagi mereka. Pada sesi tanya-tanya, sejumlah peserta memanfaatkannya dengan mengajukan pertanyaan dan memberikan masukkan untuk menjadi pengalaman bersama.
Ketua Panitia Pelaksana Dies Natalis ke-65 Faked Unsrat Dr. dr. Mendy Hatibie Oley, Sp.BP saat memberikan laporan panitia
Ketua Panitia Dies Natalis ke-65 Faked Unsrat Manado Dr. dr. Mendy Hatibie Oley, Sp.BP (K) dalam laporannya menjelaskan, mulai 1 Maret 2024 SKP yang diakui hanyalah SKP yang terintegrasi dengan Pelataran Sehat. Kebutuhan akan SKP ini membuat panitia mencoba untuk mengkolaborasikan Dies Natalis ini agar dapat memberikan manfaat yang signifikan, jelas dan bermutu.
Hal ini tentu tidaklah mudah untuk dilakukan mengingat dengan begitu singkatnya waktu yang diberikan. Persiapan demi persiapan dilakukan guna menghasilkan kegiatan yang bermanfaat dan berkualitas.
Simposium (dan Mini Simposium yang pelaksanaannya usai simposium) ini memiliki nilai SKP. Sama halnya dengan kegiatan yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya (22/5/2024) yang dilaksanakan di Auditoriun Faked Unsrat dan kegiatan Jumat (24/5/2024) di Swadana Room RSUP Kandou.
Selaku ketua panitia tentunya sangat berterima kasih terhadap semua pemateri yang menyempatkan waktu dan boleh hadir saat ini. Para Dekan yang boleh menyempatkan waktu untuk datang bahkan dengan semangat mendukung kegiatan ini untuk terlaksana.
Panitia, menurut dokter Mendy, sangat berterima kasih kepada semua pemateri dan peserta yang telah menyempatkan diri hadir dan bersemangat mendukung kegiatan ini.
“Dukungan besar ini tentu menjadi penyemangat untuk kami panitia dan membuat kami berusaha agar kegiatan ini harus terlaksana,” ujarnya seraya menyampaikan terima kasih panitia kepada Direktur Utama Prof. dr. RD. Kandou dan jajaran yang boleh memberikan fasilitas tempat pelaksanaan kegiatan.
Hadir pada kegiatan simposium di antaranya Wakil Dekan 1 Dr. dr. Nurdjannah Jane Niode, Sp.DVE, Subsp.Ven (mewakili Dekan Faked Unsrat Prof. Dr. dr. Nova Hellen Kapantow, DAN, MSc, Sp.GK dan panitia pelaksana seperti Dr. dr. Erwin Kristanto, SH, SpFM, SubSpPF(K), FISQua. (FA)
Meimonews.com -Sejumlah kesan dan pesan disampaikan para lanjut usia (lansia) Paroki Bunda Hati Kudus (BHK) Kairagi yang mengikuti Temu Lansia di samping pastoran, usai Misa Lansia Sedunia di gereja paroki, Minggu (24/7/2022).
Kesan dan pesan disampaikan setelah sesi perkenalan dan berbagi pengalaman di masing-masing kelompok. Ada beberapa kelompok yang dibentuk pemandu diskusi yakni Pastor Paroki Troy Kalengkongan Pr, di mana di setiap kelompok ada beberapa Orang Muda Katolik (OMK) yang mendampingi.
Sekitar dua puluhan lansia termasuk kakek dan nenek nampak gembira karena bisa bertemumuka satu dengan yang lain, apalagi saat pandemi pertemuan tatapmuka dibatasi karena protokol kesehatan.
Banyak cerita diungkap lansia yang satu ke lansia yang lain, baik yang sudah saling kenal (tapi jarang bertemu) maupun yang baru kenal.
Saling berkenal secara akrab dan berbagi cerita lebih seru disampaikan pada saat Pastor Troy membagi para lansia dalam beberapa kelompok.
Saat Pastor Troy memberikan kesempatan kepada lansia untuk menulis pesan dan kesannya terutama untuk orang muda Katolik, banyak kesan dan pesan menarik yang ditulis kemudian dibacakan satu-satu perkelompok.
Beberapa di antaranya adalah pesan Jangan lupa berdoa; Semoga anak-anak muda sekarang dengar- dengaran pada orangtua dan sesama manusia; Jadilah orang muda yang peduli terhadap perkembangan gereja karena peran orang muda menentukan masa depan gereja.
Ada juga.pesan dari seorang lansia kelahiran 5 Desember 1947 bernama David yang.menulis dengan kata/kalimat singkat. “Jang bagate,” tulis Opa David di secarik kertas tentang pesan dan kesannya, yang ditujukan kepada OMK. (af)