Meimonews.com – Enam (6) imam baru Diosesan Manado ditahbiskan Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC pada Perayaan Ekaristi Tahbisan Imam di Gereja Paroki Hati Tersuci Maria (HTM) Katedral Manado, Sabtu (3/5/2025).
Mendampingi Uskup pada perayaan ekaristi yang dihadiri seribuan umat, sejumlah suster, frater, bruder dan ratusan imam termasuk Sekretaris Keuskupan Manado Pastor Poltje Pitoy MSC, Rektor Seminari Tinggi Pineleng HKY Pineleng Pastor Ambrosius Wuritimur Pr dan Pastor Melky Malingkas Pr serta Frater Diakon Damianus Daga Pr.
Enam imam baru Diosesan Manado (projo) yang ke-154-160 tersebut adalah Christian Theodorus Pontoh Pr, Frantosius Kadoang Pr, Yohanes Bosco Pontoh Pr, Gregorius Anselmus Legi Pr, Valentino Pandelaki Pr, dan Perdianus Poida Pr.

Melalui tahbisan suci ini para imam/pastor menerima anugerah Roh Kudus. Mereka ditetapkan atas nama Gereja untuk menggembalakan umat dengan sabda dan imamat Allah.
Tahbisan suci dianugerahlan melalui penumpangan tangan Uskup dan melalui doa tahbisan, melaluinya, Allah dipuji dan karunia Roh Kudus dimohonkan demi pemenuhan jabatan pelayanan.

Oleh karena itu, penunpangan tangan dan doa tahbisan merupakan elemen yang esensial dari setiap tahbisan. Ritus penumpangan tangan dan doa tahbisan merupakan pusat dari upacara tahbisan.
Ritus-ritus persiapan juga sangat penting di dalam perayaan tahbisan yakni pengajuan calon tahbisan, sapaan uskup, janji calon tahbisan dan litani para kudus.

Dalam sapaannya kepada calon tahbisan imam, ada sejumlah hal penting disampaikan Uskup, di antaranya dikatakan, kamu akan diangkat dan masuk ke dalam kalangan para imam. Kamu akan menjalankan tugas suci yaitu mengajar di dalam Kristus, Sang Pengajar. “Wartakan kepada semua orang Sabda Allah yang kamu sendiri telah terima dengan suka hati,” ujar uskup..
Maka, tambah uskup kelahiran Lembean, Minahasa (sekarang masuk wilayah Minahasa Utara) ini, hendaklah pengajaranmu menjadi pegangan bagi umat Allah dan cara hidupmu menjadi kesukaan bagi kaum kristiani agar dengan perkataan dan teladanmu, kamu membangun rumah yaitu Gereja Allah.

Demikian pula, kamu akan menjalankan tugas menguduskan di dalam Kristus. Karena oleh pelayananmu kurban rohani dari umat akan dipersembahkan dalam persatuan dengan kurban Kristus.
Di penghujung perayaan tahbisan, sebelum pengumuman penempatan tugas imam baru tersebut, uskup mengurai perjalanan panjang seseorang sebelum ditahbiskan menjadi imam.

Ada peran dari keluarga dan lingkungan masyarakat, pendidikan/pembinaan di sekolah dan seminari, tahun diakonal/pastoral dan lain-lainnya di samping panggilan pribadi mereka sehingga bisa menjadi imam.
Uskup mengingatkan perjalanan panjang dan peran banyak pihak yang telah memberikan pengorbanan, pemberian diri yang diwarnai pula dengan cucuran airmata, bahkan ada yang tidak mengenal tapi mendoakan sehingga para imam baru bisa ditahbiskan.

Pembinaan di seminari pun tidak berjalan singkat tapi panjang. Melewati proses dan waktu yang panjang termasuk di masa tahun rohani, pastoral, diakonal, bahkan ada yang bertambah waktunya di masa tertentu,
“Kita berharap, dengan peristiwa iman ini, tahbisan imam ini, para imam baru ini membawa damai sejahtera di manapun mereka berada, baik yang ditempatkan di paroki atau tempat-tempat khusus, di tengah-tengah umat di mana mereka berada,” ujarnya.

Dalam sambutannya mewakili para imam/pastor baru, Pastor Franstosius Kadoang Pr mengungkapkan, “Hari ini adalah hari syukur dan pengakuan akan kasih setia Allah dalam hidup kami. Di hadapan Gereja, melalui tangan bapa Uskup kami dipersembahkam.kepada Allah sebagai imam. Kami percaya, bukan karena kami layak tetapi karena Tuhan berbelas kasih dan memanggil kami dalam kasihNya yang tidak pernah berkesudahan.”
Hari ini, sambungnya, adalah hari di mana Tuhan menyentuh hidup kami secara baru, bukan dengan kilatan cahaya dari langit tapi dengan kasih yang nyata lewat tangan Gereja yang mengutus, dan lewat doa-doa umat yang senantiasa menyertai.
Ditegaskan, hari ini, bukanlah akhir dari perjalanan tapi awal dari perutusan. Kami datang bukan membawa kesempurnaan tapi membawa hati yang mau belajar, melayani dan mencintai
“Dalam perjalanan panggilan ini, kami masing-masing punya pengalaman pribadi bersama Tuhan. Ada saat hati kami berkobar-kobar, saat kami mendengar sabdaNya, saat kami merasa Tuhan hadir dan menyapa dengan sangat nyata,'” ujarnya.
Dalam kebersamaan itu, jelasnya, Tuhan berkata, marilah dan kamu akan melihatnya. Maka kami datang, kami melihat, dan kami mengalami bahwa hidup bersamaNya sungguh memberi arah dan harapan,
Disebutkan, di tengah perjalanan yang tidak mudah, kami pun berkata dengan iman sederhana : aku percaya, Tuhan. Dan hari ini kami berani berkata , Bertolaklah ke tempat yang dalam, sebab kami tahu bahwa Tuhan ingin kami menjala jiwa-jiwa dalam kasihNya. Sebab seperti dikatakan Yesus, Tuhan memerlukannya. Itulah keyakinan yang menguatkan kami untuk berkata, ya.
Kadoang dan rekan-rekan imam baru memohon dukungan doa dari umat Allah. Mereka hanyalah manusia biasa yang sedang.belajar menjadi gembala. Mereka akan jatuh dan terluka tapi mereka percaya dengan rahmat Tuhan dan dukungan umat,.mereka bisa tetap berjalan.
“Doakan kami agar kami menjadi imam yang tendah hati, setia dan penuh semangat melayani,” tandas imam yang mendapat tugas di Paroki St. Petrus Tolai, Sulawesi Tengah ini.
Usai perayaan ekaristi, tahbisan imam baru dilanjutkan dengan syukuran di Wisma Montini (kompleks keuskupan Manado) serta di kompleks Pastoran Gereja HTM Katedral. Kedua lokasi berjarak dekat.
Syukuran tahbisan ini turut dihadiri sejumlah undangan seperti anggota DPRD Sulut Louis Lucky Schramm dan Rhesa Waworuntu dan istri, wali umat (Argo Sumayku dan istri), para imam, suster, frater, bruder, keluarga dan umat parokinya imam baru serta umat Paroki HTM Katedral Manado. (elka)


