Meimo News

Meimonews.com – Mulai Minggu (30/11/2025), umat Katolik di seluruh dunia memulai lagi Tahun Liturgi baru dengan Masa Adven selama empat pekan sebagai persiapan menyambut peristiwa inkarnasi, Sang Sabda menjadi Manusia pada Hari Natal.

Selama Tahun Yubileum 2025, sebagai Peziarah Pengharapan umat Katolik sering menyanyikan salah satu bait lagu hymne Yubileum 2025 yakni “Angkat matamu gerak bersama angin. Bergegaslah saatnya Tuhan datang. Lihat putra jadi manusia. Beribu-ribu orang temukan jalan.

Demikian awal Surat Adven Uskup Keuskupan Manado 2025 yang ditandatangani Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC tertanggal 30 November 2025.

Surat Adven bertemakan Bersatu dan bersama dalam satu bahtera menjadi gereja sinodal dan misioner untuk perdamaian ini ditujukan kepada para pastor, freter, bruder, suster, dan umat Katolik di Keuskupan Manado yang tersebar di Provinsi Sulawesi Utara Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Surat Adven tersebut dibacakan di gereja-gereja saat misa Minggu Adven 1 oleh para imam/pastor dan diteruskan pula ke jejaring umat terasuk lewat group-group yang ada.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC

Berikut Surat Adven selengkapnya. Jalan seperti apa yang kita temukan untuk berjunpa Tuhan yang datang itu ? Sebagai masa persiapan,masa Adven adalah saatnya kita berefleksi, membuka mata, telinga dan hati kita, bergerak bergagas bersama mempersiapkan jalan yang lurus supaya dapat dengan jelas dan terang melihat arah dan cara yang tepat untuk berjumpa dengan Dia yang datang menjumpai kita.

Marilah dalam masa Adven kita betefleksi dan merealisasikan arah dan cara yang tepat sesuai dengan apa yang dihadapi dan dijalani oleh Gereja dan masyarakat sekarang ini.

Tahun-tahun terakhir ini, Gereja Katolik Universal dan Lokal telah memberikan kita arah dan cara yang realiatis dan konkrit sesuai dengan situasi masyarakat dan Gereja masa kini.

Sinode para Uskup dan perayaan tahun Yubileum 2025 melalui tema-temanya mengajak kita sebagai suatu persekutuan dengan pelbagai macam perbedaan dan kekhususannya, untuk berjalan bersama, berlayar bersama. Gereja sebagai unat Allah, sebagai peziarah-pezaiarah pengharapan dipanggil untuk menjadikan Gereja kita semakin bersatu, terlibat, berbelarasa dan bermisi.

Kita dipanggil melaksanakan semua itu dalam semangat sinodal sebagai Umat Allah yang “berada dalam satu bahtera/kapal yang sama,” sebagaimana diungkapkan oleh Paus Fransiskus.

Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) dan Sidang Sinodal Konferensi Gereja Indonesia tahun 2025 mengkonkritkan tema-tema para Uskup dan Tahun Yubileum itu dalam konteks Gereja dan masyarakat Indonesia.

Dalam spirit yang satu dan sama dengan Gereja Universal, Gereja Katolik Indonesia melalui Sidang Agungnya, sambil mengusung tema “Berjalan Bersama Sebagai Peziarah Pemgharapan : Menjadi Gereja Sinodal dan Misioner Untuk Perdamaian,” merasa terpanggil dan terutis serta berkomitmen untuk menjadikan Gereja Katolik Indonesia sebagai Gereja yang Sinidal dan Misioner untuk perdamaian.

Gereja Katolik di Indonesia dipanggil untuk menghidupi semangat sinodal sebagai umat Allah, saling mendengarkan dan berdialog dan terlibat aktif dalam perutusan Gereja di tengah- tengah masyarakat. Gereja juga mau berkomitmen untuk memembarui diri dan bertransformasi dalam imam, pengharapan dan kasih.

Dalam konteks ini, kita sebagai Gereja memberikan perhatian kepada kelompok yang terpinggirkan termasuk kaum muda, perempuan, lanjut usia dan difabel.

Dalam konteks Indonesia yang kaya akan budaya, agama dan alam, Gereja Katolik Indonesia berkomitmen pula untuk mengedepankan budaya saling mendengarkan dan berdialog lintas iman dan budaya serta berkomitmen untuk menjadi sarana dan suara kenabian untuk menjaga dan melestarikan alam. Gereja juga dipanggil untuk berjalan bersama dengan pemerintah tanpa kehilangan daya kritis dan indenpendensinya.

Sebagai Geteja di Keuskupan Manado, kita juga mau mengkongkritkan semangat sinodalitas dan misioner itu dalam konteks masyarakat dan Gereja Keuskupan Manado. Sebagai Keuskupan, kita menpunyai Arah dan Visi : “Dalam Terang Sabda Allah, Persekutuan Umat Allah Keuskupan Manado Mengembangkan Jati Diri dan Martabatnya untuk Menyinari Kehidupan Bersama di Dunia,” yang dikongkritkan dalam tahapan lima tahun melalui rencana strategis setiap tahun.
Bulan September 2025 kita telah mengadakan Musyawarah Pastoral yang telah menghasilkan Rencana Strategis untuk tahapan II dari Arah Dasar Keuskupan Manado dengan visinya : “Gereja Keuskupan Manado mengembangkan jati diri dan martabatnya dalan Komunitas yang berbasis Sabda, Iman, Persaudaraan, Kerasulan dan Masyarakat.”

Sebagai kelanjutan Muspas 2025 maka di tingkat psroki telah dibuat pertemuan untuk membuat evaluasi dan perencanaan program serta anggaran tahun 2026. Sekarang ini sedang berlangsung Rapat-rapat kerja di tingkat Kevikepan.

Proses yang telah dan sementara dilangsungkan mulai dari Muspas di tingkat Kruskupan, tingkat Kevikepan dan Paroki bahkan sampai tingkat Stasi, Wilayah Rohani, Yayasan, Badan, Lembaga dan Kelompok Kategorial, sesungguhnya mau mengungkapkan dan menjalankan semangat sinodal dan misioner Gereja kita.

Semuanya itu mau mengungkapkan bahwa sebagai Gereja Keuskupan Manado kita berada dalam satu bahtera/kapal yang sama. Kita tidak hidup dan berjuang sendiri-sendiri sebagai paroki, stasi, wilayah rohani, yayasan, badan, lembaga atau kelompok apapun, orang tua, orang muda, anak-anak, lansia, difabel, miskin atau kaya dan lain sebagainya.

Di tingkat manapun atau kelompok apapun serta status apa saja kita semua dipanggil dan terutus untuk berperan dan terlibat dalam misi Gereja. Kita berjalan, berlayar dalam kapal.yang sama. Kita sukses atau bergembira, kita gagal atau menderita bersama.

Seperti apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus ; “Bergembira dengan orang yang bergembira dan menangis dengan orang yang menangis (Roma 12 : 15).

Kita telah memprogramkan dan menganggarkan kegiatan atau tindakan yang akan dibuat menurut bidang-bidang rencana strategis kita. Semua itu bagus, tetapi kita bertanya, di manakah dalam bidang-bidang itu sesungguhnya nampak wajah Gereja yang Sinodal dan misioner itu ?

Wajah Gereja yang sesungguhnya, nampak bukan pada bangunan dengan bentuk.atau modelnya yang indah, melainkan pada hidup.dan karya kita sebagai batu-batu hidup melalui hidup dan karya-karya kerasulan Gereja.

Mari dala masa Adven dan seterusnya kita sebagai peziarah pengharapan.mwngambil langkah kongkrit yang benar-benar untuk berjalan bersama mewujudkan wajah Gereja kita yang sinodal dan misioner untuk perdamaian.

Dilampirkan pula beberapa petunjuk untuk perhatian. (elka)

Meimonees.com – Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexander Sompie mengungkapkan, di tengah perkembangan teknologi yang serba cepat, kita turut menyaksikan sejumlah dinamika moral pemuda zaman ini.

Nilai gotong royong perlahan bergeser oleh perilaku individualistik. Media sosial yang sejatinya alat komunikasi berubah menjadi arena pertunjukkan popularitas.

Tantangan moral seperti intoleransi, ujaran kebencian, penyalahgunaan teknologi, hingga fenomena hedonisme mulai mengikis karakter luhur bangsa. Ini bukan gambaran menyeluruh, tetapi sebuah peringatan bahwa kita harus memperbaiki arah pembentukan jati diri pemuda.

Meski demikian Rektor percaya pemuda Indonesia khususnya para mahasiawa semester 1 Fakultas Pertanian Unsrat memiliki kemampuan untuk membalik keadaan.

Mahasiswa harus menunjukkan kematangan moral, menegakkan kejujuran, menumbuhkan empati, meningkatkan rasa kepedulian sosial, serta mengedepankan etika dalam setiap kesempatan.

“Jika karakter dan moral kokoh menjadi fondasi maka tidak ada tantangan yang tidak dapat dilakukan,” tegas Rektor dalam sambutan tertulis yang dibacakan Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Manado pada pembukaan Seminar Pendidikan Karakter yang diselenggarakan Faperta) Unsrat di Auditorium Fakultas Kedokteran Unsrat Manado, Sabtu (29/11/2025).

Sebagai generasi penerus bangsa, sambung Rektor, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mewarisi dan menjaga nilai-nilai luhur warisan para pendiri bangsa : Pancasila sebagai pedoman etika dan cara hidup, kejujuran dalam sikap, integritas dalam perilaku serta dedikasi terhadap kepentingan masyarakat.

Para narasumber foto bersama Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy dan Panitia Seminar Ruland A. Rantung dan Adaleyda MV Lumingkewas (Ketua dan Sekretaris)

Nilai tersebut, menurut Rektor, bukan sekedar slogan, melainkan kekuatan identitas yang harus terus dijunjung tinggi. Tidak hanya sebagai penerus, mahasiswa juga adalah generasi pengganti yang kelak memegang peranan strategis dan kepemimpinan bangsa. Karena itu, perguruan tinggi harus menjadi tempat untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus membangun karakter.

“Selain menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mahasiswa harus senantiasa memperkuat kecerdasan spiritual, sosial dan emosional. Pemimpin masa depan yang hebat tidak hanya cerdas berpikir tetapi juga bijaksana bertindak,” ujar Tooy mengutip sambutan Rektor.

Lebih jauh dari itu, tambah Rektor pada seminar yang mengusung tema Mahasiswa Unsrat berkarakter Pancasila yang semakin unggul, inovatif, bermakna dan berkelas internasional, mahasiswa adalah generasi pembaharu yang ditunggu kontribusinya. Dalam dunia yang terus berubah, mahasiswa harus menghadirkan gagasan-gagasan baru dan berani melakukan inovasi.

“Persoalan bangsa yang begitu kompleks membutuhkan solusi kreatif yang hanya dapat lahir dari keberanian intelktual pemuda Indonesia. Dan di atas semua itu, mahasiswa adalah semangat bangsa,” sebutnya.

Dikemukakan, energi yang mampu membangkitkan optimalisme nasional. Fisik yang prima, pemikiran yang progresif serta hasrat belajar yang tinggi adalah modal besar untuk membangun masa depan yang lebih baik.

“Mar kita bulatkan tekad, melangkah bersama sebagai mahasiswa yang semakin unggul, inovatif, bermakna dan berkelas internasional. Dengan ilmu di kepala, karakter di dada dan semangat di setiap langkah kita, mari kita wujudkan Indonesia yang maju, adil dan sejahtera,” ajak Rektor.

Seminar yang diikuti sekitar 300 mahasiswa Semester 1 Faperta Unsrat ini menghadirkan tiga narasumber yakni Kezia Theresia Mandagi (mantan Putri Tomohon) dan Marsda TNI Jorry S. Koloay (Komandan Sesko AU) di sesi yang membahas Pendidikan karakter bela negara, serta Maya Rumantir (Anggota DPD RI) di sesi yang membahas Pendidikan karakter untuk pengembangan diri.

Mandagi membawakan materi Generasi muda yang berkarakter sebagai fondasi untuk keutuhan bangsa, Marsda Koloay tentang Menanam semangat bela negara dan cinta Tanah Air di kalangan generasi muda pertanian sementara Rumantir tentang Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila bagi kaum generasi muda untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan. (FA)

KMeimonews.com – Fakultas Teknik (Fatek) Unsrat melaksanakan pemilihan dekan (Pildek) untuk masa jabatan tahun 2026 – 2030.

Acara pildek dilakukan dalam sidang senat fakultas yang dipimpin Ketua Senat Jeremias Tjakra di ruang rapat fakultas, Kamis (27/11/2025) dan turut dihadiri Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, pengguna 35 persen suara.

Dari 3 calon yang ikut dalam kontestasi ini, Liany Amelia Hendrata meraih suara terbanyak sehingga terpilih sebagai Dekan Fatek Unsrat untuk masa empat tahun, menggantikan Fabian J. Manoppo (dekan saat ini).

Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexander Sompie saat menggunakan hak pilihnya (35 persen)

Liany mendapat 24 suara sementara sedangkan Steenie E. Wallah dan Steeva G. Rondonuwu masing-masing memperoleh 3 suara.

Suara yang memilih tersebut sudah termasuk 35 persen suara dari Rektor Unsrat yang langsung digunakan oleh Rektor. Ada dua anggota senat yang tidak hadir dalam pemilihan tersebut. (FA)

Meimonews.com – Permasalahan Danau Tondano yang berada di Kabupaten Minahasa terus jadi pembicaraan bukan hanya di daerah ini tapi (bahkan) secara internasional.

Bentuk kepedulian terhadap permasalahan Danau Tondano, yang sebenarnya memiliki potensi penting bagi daerah ini, membuat Unima dan Jepang melakukan kolaborasi.

Kolaborasi tersebut diawali penandatangan kerjasama antara Unima dan DEA Consultants, Inc Japan di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Pusat Unima, Kamis (27/11/2025).

Penandatangan telah dilakukan Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan Head of Survey and Measurement Department Fukasawa Takeshi (IDEA Consultants, Inc Japan).

Kolaborasi dengan Tim IDEA Jepang ini untuk melakukan penelitian di Danau Tondano seperti mengontrol perkembangan eceng gondok dan penanggulangan bencana.

Mendampingi Takashi adalah Researcher of Survey and Measurement David Erick Angmalisang dan tim dari IDEA Consultants, Inc. Japan. Dari Unima, hadir Wakil Rektor 3 Unima Lenny Leorina Evinita (mewakili Rektor) dan perwakilan fakultas-fakultas. (FA)

Meimonews.com – Bupati Bolaang Mongondouw Utara (Boltara) Sirajudin Lasena menegaskan, Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) bukan hanya dokumen tapi janji untuk membangun industri yang berbudaya, ramah lingkungan, membuka lapangan kerja dan menjadi kebanggaan generasi esok.

“Ia (RPIK – Red) adalah kompas yang akan menuntun pemerintah daerah dalam membangun ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Boltara Abdul Mutoh Daeng Mulisa membacakan sambutan Bupati pada Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen RPIK, Jumat (28/11/2025).

Kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Boltara, dalam hal ini Dinas Perdagangan dilaksanakan secara secara online.

Oleh karena itu Bupati mengajak untuk mengikuti FGD ini dengan hati yang terbuka, dengan pikiran yang jernih, dan dengan komitmen yang kuat. Karena daerah yang maju adalah daerah yang pemimpinya tak berhenti belajar, tak lelah berdiskusi, dan tak gentar menatap masa depan.

FGD ini diikuti beberapa perwakilan perangkat daerah seperti Bapelitbangda, Dinas PUTR, Dinas LH, Dinas PMPTSP, Bagian Hukum, Bagian Perekomomian dan SDA, serta Bagian Administrasi Pembangunan.

Empat Tenaga Ahli Sulut dihadirkan dalam FGD sebagai Tim Penyusun. Mereka adalah Rene Chales Kepel, Vicky AJ Masinambouw, Robert Winerungan, dan Een Walewangko.

Kepel membawakan materi Kriteria teknis kawasan peruntukan industri yang diatur dalam Permenperin No. 30 Tahun 2020, Masinambouw tentang Keterkaitan dokumen perencanaan dengan arah kebijakan RPJPD dan simulasi prediksi industri Kabupaten Boltara.

Winerungan tentang Penetapan imdustri unggulan dan Walewangkooo tentang Program industri daerah. (Fer)

Meimonews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado mengadakan Rapat Paripurna dalam rangka Pembicaraan Tingkat II terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Kota Manado Tahun Anggaran 2026.

Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Manado Mona Kloer di ruang rapat dewan, Kamis (27/11/2025) ini dihadiri Walikota Manado Andei Angouw, pimpinan dan anggota DPRD Kota Manado, jajaran Forkopimda Kota Manado, Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, para Kepala SKPD, para Camat, serta undangan lainnya.

Dalam rapat tersebut dilakukan Penandatanganan Keputusan DPRD dan Berita Acara atas Ranperda APBD Tahun Anggaran 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keputusan DPRD oleh Ketua DPRD Kota Manado Dra. Aaltje Dondokambey kepada Wali Kota Manado.

Dengan tuntasnya pembahasan Ranperda tersebut diapresiasi Walikota Manado. Mantan Ketua DPRD Sulut ini mengapresisi kerja keras dari TAPD dan Banggar.

“Dengan tuntasnya pembahasan ini, kita akan melanjutkan pada tahapan berikutnya hingga nantinya mendapatkan persetujuan dari Gubernur Sulawesi Utara,” ujar Walikota.

Orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut ini mengajak untuk mengawasi secara bersama agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik sebagaimana telah dirumuskan dalam APBD 2026. (elka)

Meimonews.com – Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus berharap melalui Liga Debat Mahasiswa Tahun 2025 akan lahir pemikir-pemikir muda yang siap menjadi pemimpin masa depan.

Selain itu, membawa solusi nyata dan aktif berkontribusi dalam mewujudkan visi Ekonomi Biru dan Hijau untuk Sulawesi Utara yang lebih makmur dan lestari.

Harapan tersebut disampaikan Gubernur ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan Liga Debat Mahasiswa Tahun 2025 yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsrat dan Unima di Luwansa Hotel Manado, Kamis (27/11/2025).

 

Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus berjabat tangan dengan Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie

Mendampingi Gubernur pada acara pembukaan tersebut adalah Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, Wakil Rektor 1 Unima Mister Gideon Maru (mewakili Rektor Unima Joseph Philip Kambey) dan Wakil Rektor 3 Unsrat Ralfie Pinasang

Ajang bergengsi ini menjadi wadah bagi mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Sulut untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, berargumentasi, dan menyuarakan ide-ide konstruktif.

Harapan yang disampaikan Gubernur tersebut sesuai tema yang diangkat dalam kegiatan itu yakni Menenun masa depan ekonomi biru dan hijau : Peran mahasiswa Sulawesi Utara dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Tema ini mengajak seluruh peserta dan pemangku kepentingan untuk fokus pada dua pilar utama pembangunan masa depan Sulut yakni ekonomi biru (blue economy dan ekonomi hijau (green economy).

Pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan, mengingat Sulut memiliki potensi maritim yang sangat besar. Pembangunan yang berfokus pada kelestarian lingkungan, efisiensi sumber daya, dan inklusivitas sosial.

Gubernur menekankan bahwa mahasiswa adalah motor penggerak utama yang akan membawa ide-ide segar dan inovatif untuk memastikan pembangunan di Sulut tidak hanya pesat, tetapi juga bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Kehadiran orang penting di Sulut menunjukkan dukungan kuat pemerintah daetahbfan institisi akademik terhadap pengembangsn potensi kepemimpinan dan kemampuan komunikasi mahasiswa, (FA)

Meimonews.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsrat Manado dan Unima Tondano mengadakan Lomba Debat Mahasiswa Tahun 2025.

Lomba yang diadakan di Hotel Luwansa Manado ini dibuka pelaksanaannya oleh Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, Kamis (27/11/2025), didampingi Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie dan Wakil Rektor 1 Unima Mister Gideon Maru (mewakili Rektor Unima Joseph Philip Kambey) dan Wakil Rektor 3 Unsrat Ralfie Pinasang.

Lomba yang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulut ini diikuti 25 mahasiswa dari berbagai kampus di Sulut termasuk Unsrat (Universitas Sam Ratulangi) Manado dan Universitas Negeri Manado (Unima) Tondano,

Di sela kegiatan pembukaan, Gubernur, Rektor Unsrat, Wakil Rektor 1 Unima dan Wakil Rektor 3 Unsrat meriahkan acara dengan membawakan lagu secara bersama.

Persembahan lagu (Rumah Kita) ini mendapat apresiasi dari peserta dan hadirin.

Makna lagu yang dinyanyikan dijelaskan Gubernur untuk memotivasi mahasiswa agar menghargai ‘rumah kita yang ada di sini.’ (FA)

Meimonews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mianahasa Tenggara (Mitra) dalam hal ini Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan menggelar Focus Group Discussion (FGD) II di Ruang Rapat dinas tersebut, Rabu (26/11/2025).

FGD kali ini yang membahas Penyusunan dokumen rencana pembangunan industri Kabupaten (RPIK) Mitra ini menghadirkan perwakilan beberapa perangkat daerah seperti Bappeda, Bapelitbang, dan PUPR.

Tiga Tenaga Ahli Sulut dihadirkan sebagai narasumber dalam FGD yang dibuka pelaksanaannya oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindag Mitra Audy Steven Manuel Rondo itu.

Rene Charles Kepel (tenaga ahli) yang menjadi salah satu narasumber bersama Plt. Kadis Koperasi, UKM dan Perindag Mitra Audy Steven Manuel Rondo

Ketiga narasumber tersebut adalah Rene Charles Kepel yang membawakan materi Kriteria teknis kawasan peruntukan industri yang diatur Permenperin No. 30 Tahun 2020, Vicky AJ Masinambow tentang Keterkaitan dokumen perencanaan dengan RPIK, visi dan misi serta indikator khusus industri, dan Robert Winerungan tentang Industri unggulan.

Dalam bagian dari pemaparan materinya, Charles antara lain peran pemerintah daerah dalam penetapan KPI (Kawasan Peruntukan Industri).

Peran tersebut, menurut dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat ini, terkait dengan mengidentifikasi lokasi KPI; Menjamin daya dukung dan daya tampung lingkungan; Memastikan kesesuaian dengan rencana tata ruang; Memetakan dan identifikasi lahan yang sudah dimiliki imdustri namun lokasinya belum termasuk dalam KPI;

Menjamin ketersediaan infrastruktur industri bersama pemerintah dan/atau badan usaha; Menjamin keselarasan KPI di dalam rencana tata ruang provinsi dan kabupaten/kota; Mengembangkan KPI sesuai dengan karaktetistik dan potensi wilayah;

Menerbitkan perizinan sesuai dengan kewenangannya; Meningjatkan peluang investasi; serta Menjaga kestabilan harga lahan di lokasi KPI. (Fer)

Meimonews.com – Langkah/upaya penting yang dilakukan Pemerintah Kota Manado, dalam hal ini Dinas Kesehatan dan jajaran yakni Pusat Kesehatan Masyarakat terkait frambusia membuahkan hasil baik.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengapresiasi langkah/upaya yang dilakukan itu dengan memberikan Sertifikat Bebas Frambusia.

Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus di dampingi Wakil Gubernur Johanis Victor Mailangkay pada acara puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang diadakan di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Selasa (25/11/2025).

Hadir dalam kegiatan ini, Forkopimda Sulut, para Kepala Daerah se-Sulawesi Utara, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, perwakilan tenaga kesehatan, perwakilan organisasi profesi, serta undangan lainnya.

Momentum peringatan HKN 2025 yang mengusung tema Generasi Sehat, Masa depan hebat ini menjadi penguat komitmen pembangunan kesehatan di Provinsi Sulawesi Utara, sekaligus ajang konsolidasi untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan masyarakat Sulut yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Pemberian sertifikat ini karena Pemkot Manado berhasil mengeliminasi penyakit tersebut di ibukota Provinsi Sulut.

Keberhasilan ini merupakan hasil kerja berkelanjutan Pemkot Manado melalui Dinas Kesehatan dan 16 Puskesmas yang secara konsisten melakukan surveilans aktif, deteksi dini, serta penanganan kasus. (elka)