Meimo News

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Sosialisasi dan Penandatanganan Komitmen Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Kegiatan yang diikuti oleh, antara lain, Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu, Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, pimpinan Senat Unima, pimpinan Senat, pimpinan dan staf tingkat univeritas lainnya serta para Dekan, Wakil Dekan, dan Kaprodi ini diadakan di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Pusat Unima, Tondano, Selasa (18/11/2025) ini.

Ada empat poin penting disampaikan Rektor untuk menjadi perhatian dan ditindaklanjuti terkait nama baik Unima yang kini mendapat predikat Unggul. Empat poin itu adalah soal IKU (indeks kinerja utama), soal surat izin dan soal Plh (Pelaksana Harian) Dekan.

Soal pungli (pungutan liar) terus menjadi perhatian karena hal itu masih terjadi di Unima, sebagaimana data yang dimiliki Rektor baik dari internal maupun eksternal Unima.

Rektor mengingatkan kepada seluruh pimpinan dan staf di lingkungan Unima untuk tidak melakukan punggutan liar (pungli) karena ada sanksinya,

Rektor menegaskan, berulang kali ia sampaikan soal hentikan pungli dan gratifikasi. Ia mendapat laporan dari mahasiswa masih terjadi pungutan liar. ‘Saya ulangi lagi, masih terkadi pungutan kiar di program studi dengan berbagai bentuk modus. Saya tahu prodi mana itu. Jadi, saya ingkatkan kembali, tolong, tolong hentikan pungutan liar di program studi,” ujarnya.

Mantan Plt.Wakil Rektor 2 Unima ini mengungkapkan bahwa ia mendapat laporan bukan hanya dari internal Unima tapi dari eksternal Unima juga. Ada laporan dari luar masuk kepadanya. Rektor lantas memaparkan kromologis terjadinya proses pungli. Nama orang tersebut dan dari fakultas/prodi mana, ada padanya.

Pembacaan Pakta Integritas oleh Sekretaris Rektor Unima Imelda Marcia Watulingas yang diikuti seluruh peserta yang menandatangani pakta integritas

“Sampai saat ini masih terjadi (pungli). Tadi malam saya mendapat laporan dari BEM Unima. Mereka akan mengadakan demo lagi di salah satu fakultas oleh karena ada pungli. “Jadi, sekali lagi, tolong hentikan pungutan liar,” tandas Rektor.

Menurutnya, sebagai pimpinan yang sudah mendapat tunjangan, tukin (tunjangan kinerja) dan gaji, itu sudah cukup. Jadi, diingatkan untuk jangan lagi melakukan pungli.

Diungkapkan, akan ada satu pejabat yang akan mendapat/diberikan sanksi. Rektor berharap, semoga ini (pemberian sanksi) menjadi pembelajaran buat yang lain.

Mantan Dekan FEB Unima ini menyebutkan, ketika dilantik sebagai Rektor, soal pungli ini adalah pesan utama dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek). Ia merasa malu waktu itu.

Pada waktu 70 pejabat yang dilantik (termasuk dia red), ungkapnya, Menteri hanya memberikan pesan kepadanya, “Pak Rektor, hentikan pungli di Unima.”

Dan, itu merupakan tugas yang diberikan kementerian. Oleh karenanya, Rektor berharap kepada pimpinan dan staf di lingkungan Unima yang diangkatnya untuk memberantas pungli di Unima.

“Sampai saat ini masih ada laporan pungli di Unima. “Anda diangkat, dilantik dan anda menandatangani pakta integritas. Jangan lupakan itu,” ujarnya, mengingatkan.

Soal IKU, Rektor mengungkapkan, pada waktu upacara hari Pahlawan tanggal 10 November 2025, ia telah menyampaikan bahwa kalau ada prodi (program studi) yang IKUnya belum tercapai sampai akhir tahun 2025 maka akan diganti.

Semoga ini diperhatikan betul-betul oleh setiap pimpinan jurusan dan Kaprodi. Hal itu selalu ia state berulang dan sudah kedua kali karena ini akan menentukan kinerja dekan dan rektor. Ia tidak main-main untuk ini. Untuk prodi yang tercapai kinerjanya, akan ada konsekuensi.

Ada dua fakultas (Rektor menyebut dua fakultas tersebut red) yang sudah diberi perhatian khusus. Kepada Kajur dan Kapordi diminta untuk memperhatikannya. Karena hal ini terkait dengan kinerja mereka.

Soal izin, Rektor mengungkapkan bahwa kemarin, ia mendapat surat izin yang diteruskan dari dekan karena eebagai dosen akan tugas di luar daerah. Ketika dilihat dan baca, surat itu dikeluarkan oleh satu Dinas (disebutkan dinas tersebut  red) untuk menghadiri salah satu kegiatan.

Rektor menyampaikan kepada dekan-dekan bahwa untuk mendapat izin Rektor, maka dinas terkait itu harus bersurat dalam bentuk surat permohonan. Karena kemarin yang diterima adalah surat perintah. Surat perintah kepada dosen Unima untuk menghadiri. Ia sempat Kabag untuk menanyakan dosen ini kerja di Unima atau dinas tersebut ?

Jadi, kalau ada surat izin, izin dari Rektor. Kepada orang yang diberikan izin, tolong beritahukan kepada intstansi luar Unima yang akan menggunakan keahlian anda atau apalah bermohonlah kepada Rektor untuk diberikan izin.

“Jangan surat perintah. Kalau tidak ada surat permohonan, saya tidak akan memberikan surat izin. Tapi kalau ada saya akan memberiksn surat izin. Karena ini bisa menjadi masalah buat anda ke depan,” ujarnya,

Poin terakhir adalah soal Pelaksana Harian (Plh) Dekan. Rektor mempersilahkan Dekan mengusulkan. Tapi biasanya WD 1 karena berkaitan dengan kegiatan-kegiatan akademik, kecuali WD 1 berhalangan maka WD 2. Kalau WD 2 berhalangan, WD 3. “Tapi permohonannya kepada Rektor, jangan main tunjung sendiri karena aturannya seperti itu,” tandasnya.

Di akhir sambutannya/arahannya, Rektor menegaskan, lebih baik bicara pahit di muka supaya menjadi pembelajaran bersama dan supaya manis di belakang. “Jangan manis-manis di muka kong pait (lalu pahit red) di belakang,” tandasnya.

Di momen tersebut, para Wakil Rektor memberikan pemaparan/penjelasan terkait beberapa program/kegiatan yang telah dilaksanakan/dicapai oleh masing-masing bidang dan rencana ke depan, termasuk menanggapi pertanyaan dan masukkan/saran dari peserta.

Terkait seringnya Rektor mengingatkan soal hentikan pungli, Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Unima Vivi W. Saroinsong kepada Meimonews.com di sela kegiatan, menjelaskan hal itu merupakan komitmen untuk mewujudkan Unima WBK (wilayah bebas korupsi). (FA)

Meimonews.com – Unsrat Expo dan Pameran Riset, Inovasi, Seni, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Prisma) yang diselenggarakan di Mantos 3 Manado dibuka pelaksanaannya oleh Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, Senin (17/11/2025).

Dalam sambutannya, Rektor mengungkapkan,: kegiatan Unsrat Expo dan Prisma ini memperlihatkan kepada publik bahwa Universitas Sam Ratulangi terus bergerak, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang kompeten.

“Tetapi harus tampil sebagai pusat inovasi, pusat kreativitas serta pusat nilai tambah bagi masyarakat, baik melalui riset, teknologi, kesenian, maupun pengabdian yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat,” ujar Rektor.

Dengan tema Unsrat Berdampak Bagi Negeri, sebut Rektor, hari ini kita melihat wujud nyata, karya riset yang dipamerkan, setiap inovasi, produk kreatif mahasiswa, setiap poster pengabdian, adalah kontribusi Unsrat untuk Sulawesi Utara dan juga bagi Indonesia. (FA)

Meimonews.com – Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid menegaskan pentingnya sinergi seluruh personil dan instansi terkait.

Hal tersebut disampaikan Kapolresta Manado ketika memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Zebra Samrat 2025 di halaman Mapolresta Manado, Senin (17/11/2025).

Sejalan dengan itu, Kapolresta meminta petugas menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan tetap mengutamakan edukasi kepada masyarakat.

“Operasi Zebra bukan sekadar penindakan. Ini adalah upaya menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib, sekaligus persiapan menuju Operasi Lilin Samrat 2025,” ujarnya.

Polresta Manado berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara masyarakat, terutama menghadapi masa libur akhir tahun.

Apel ini diikuti Wakapolresta Manado AKBP Eko Sisbiantoro, para PJU Polresta Manado, personil Polresta, unsur TNI, serta Dinas Perhubungan Manado.

Operasi Zebra Samrat 2025 bertemakan Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Lilin Samrat 2025.

Operasi Zebra berlangsung 14 hari (17-30/11/2025). Kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan. (AF)

Meimonews.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sulut menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan Zebra Zamrat 2025 yang berlangsung 14 hari dimulai Senin (17/11/2025) hingga Minggu (30/11/2025).

Tanda dimulainya kegiatan ini, diadakan Apel Gelar Pasukan di Lapangan Upacara Mapolda Sulut, yang dipimpin Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Harry Langie.

Apel diikuti personil Polri, TNI, Dinas Perhubungan Sulut, Sat Pol PP Sulut, Bapenda Sulut, dan Jasa Raharja Sulut, BPTD Wilayah Sulut, serta Pejabat Utama Polda Sulut,

Apel ditandai dengan penyematan pita tanda operasi dan penyerahan bekal kesehatan secara simbolis oleh Kapolda Sulut kepada perwakilan personel TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan.

Apel gelar pasukan ini diselenggarakan oleh seluruh satuan tingkat wilayah mulai dari tingkat Polda sampai dengan tingkat Polres di seluruh Indonesia.

Operasi Kepolisian Kewilayahan ini mengusung tema: Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Lilin Samrat 2025.

Kapolda Sulut usai apel mengatakan, inti dari Operasi Zebra ini adalah keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).

“Kita masih perlu melakukan mitigasi, dan ini adalah operasi humanis, salah satunya memberikan imbauan kepada masyarakat,” ujarnya.

Karena ada filosofi, jelas Kapolda, terjadinya kecelakaan itu diawali dengan pelanggaran. Ketika pengendara sudah tidak mau tahu dengan peraturan maka dia akan melanggar yang bisa mengakibatkan kecelakaan.

Menurut Kapolda, dalam berlalulintas terdapat tiga hal pokok yaitu siap diri, siap peralatan atau kendaraan, dan siap administrasi seperti SIM, STNK.

“Sehingga dalam momentum Operasi Zebra ini, mengedepankan tindakan humanis. Kita mengajak masyarakat untuk selalu melakukan mitigasi secara bersama dan memberikan imbauan,” sebut Kapolda.

Dijelaskan, di dalam penegakan hukum seperti sanksi tilang (bukti pelanggaran), itu hanya 5 persen dari keseluruhan kegiatan operasi. Dan 80 persen adalah imbauan.

Operasi Zebra Samrat 2025 ini melibatkan 475 personil Polri dan stakeholder terkait, yang tergabung dalam Satgasops Polda dan Satgasops Polres/ta.

Operasi bersifat terbuka dengan mengedepankan fungsi lalulintas untuk meningkatkan keselamatan dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan perundang-undangan lalu lintas secara profesional, bermoral, dan humanis.

Adapun sasaran operasi meliputi segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyata yang berpotensi menyebabkan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, baik pada saat maupun pasca Operasi Zebra Samrat 2025.

Target operasi tersebut meliputi, pengemudi yang menggunakan handphone saat mengemudi, melawan arus lalu lintas, pengemudi di bawah umur, berkendara melebihi batas kecepatan serta pengemudi yang mengonsumsi narkoba dan minuman keras. (AF)

Meimonews.com – PSM Unsrat mencatatkan prestasi yang gemilang di Karangturi International Choir Competition yang diselenggaraian di Senarang Jawa Tengah, Ravu – Sabtu (12-15/2025).

Di ajang internasional tersebut, PSM Unsrat Manado ini berhasil membawa pulang total 3 medali emas dan menyabet gelar 2 Champion (Juara Kategori) serta membuktikan dedikasi dan kualitas vokal mereka di mata juri internasional.

Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi PSM Unsrat sebagai salah satu paduan suara mahasiswa terbaik di Indonesia yang mampu bersaing dan unggul di tingkat internasional.

PSM Unsrat yang ikut dalam kompetisi bergegsi ini berjumlah 42 orang yang merupakan perwakilan dari 11 fakultas yang ada di lingkungan Unsrat. Mereka dilatih oleh Hernan Sinata sementara pimpinan rombongan/kontingen adalah Ronny Gosal. (FA)

Meimonews.com – Prestasi membanggaksn diukir Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Unsrat berhasil lolos ke babak Grand Prix dalam ajang bergengsi Karang Turi Choir Competition (KTCC) tingkat internasional, Jumat (14/11/2025).

Kompetisi yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah ini diikuti 69 peserta dari berbagai negara dan merupakan salah satu perlombaan paduan suara paling ketat di Asia Tenggara.

PSM Unsrat menampilkan performa terbaik mereka di hadapan tujuh dewan juri internasional yang berasal dari tiga negara yaitu Filipina, Malaysia, dan Indonesia.

Kelolosan ini menjadi bukti kerja keras dan dedikasi tim dan pendukung.

Dengan lolosnya PSM Unsrat ke Grand Prix, mereka akan kembali bersaing untuk memperebutkan gelar juara umum kompetisi.

Babak Grand Prix menjadi puncak dari KTCC, di mana hanya kelompok paduan suara terbaik yang akan saling unjuk kemampuan.

Dukungan dari civitas akademika Unsrat diharapkan dapat memberikan semangat tambahan bagi tim untuk membawa pulang penghargaan tertinggi dari Semarang. (FA)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie mengajak civitas akademika Fakultas Peternakan Unsrat untuk meneguhkan komitmen, bergerak serempak, melaju lebih cepat, menyalakan obor ilmu.

Ajakan Rektor tersebut disampaikan Wakil Rektor 3 (Bidang Kemahasiswaan dan Alumni) Ralfie Pinasang ketika memberikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka Fakultas Peternakan Unsrat dalam rangka acara puncak Dies Natalis ke – 62 fakultas tersebut yang diadakan di aula fakultas, Jumat (14/11/2025).

“Dan, dari laboratorium kita menumbuhkan inovasi dari desa-desa, kita menegakkan kemandirian,” ujar Pinasang mengutip sambutan Rektor.

Fakultas Peternakan (yang kini dipimpin Florencia Nery Sompie sebagai dekan), menurut Rektor, telah menunjukkan arah yang tepat dengan memperkuat kurikulum berbasis capaian pembelajaran, mendorong riset dan pengabdian yang adaptif, serta memperluas jejaring kemitraan agar transfer pengetahuan menjelma dalam praktik-praktik di lapangan.

Dikemukakan, usia 62 tahun bukan sekadar angka, itu adalah penanda kematangan, ketangguhan, serta kesinambungan membangun pendidikan tinggi yang berdampak bagi manusia dan alam. (FA)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado resmi melepas kontingen Kota Manado untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Sulawesi Utara Tahun 2025.

Prosesi pelepasan yang dilakukan Wakil Walikota Manado Richard Sualang mewakili Walikota Manado Andrei Angouw ini diadakan di Ruang Serbaguna Pemkot Manado, Jumat (14/11/2025.

Ada sebanyak 583 atlet yang akan bertanding pada 34 cabang olahraga di kegiatan Porprov, yang Ketua Umum Panitia Pelaksananya Walikota Manado.

Menurut Ketua Kontingen Kota Manado Reza Rumambi 583 atlet tersebut berasal dari cabang Atletik 21 orang, Arung jeram (10), Balap Sepeda (5), Bola Voli (28), Bola Basket (36), Bridge (15), Biliar (12), Bulutangkis (15), Catur (16), E-sport (41).

Futsal (12), Karate (16), Kick Boxing (14), Menembak (22), Panjat Tebing (14), Sambo (26), Pencak Silat (27), Panahan (22), Hapkido (14) ,Selam (12), Taekwondo (12),nTenis Meja (8), Tenis Lapangan (10), Tinju (19), Wushu (17), Binaraga (9) ,Renang/Aquatic (6) dan Sepak Takraw (12).

Dalam sambutannya, Wakil Walikota menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh unsur olahraga dan menegaskan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan.

“Pemerintah Kota Manado menyampaikan dukungan penuh kepada seluruh atlet dan berharap keikutsertaan ini dapat membawa prestasi terbaik bagi Kota Manado sebagai tuan rumah Porprov XII Sulut 2025,” ujarnya.

Porprov ini, sebut Wawali, bukan sekadar pertandingan. Ini adalah kebanggaan dan kehormatan Kota Manado sebagai tuan rumah. Atlet harus bertanding dengan penuh semangat, sportif, dan menjaga nama baik kota.

Ketua KONI Manado Rio Dondokambey, dalam sambutannya mengingatkan, beberapa tahun lalu Manado sukses menjadi juara umum Porprov dengan raihan lebih dari 100 medali emas padahal saat itu bertanding di luar kota.

Tahun ini, sebutnya, kita bertanding di rumah sendiri, dekat dengan keluarga, dengan waktu istirahat lebih baik, persiapan lebih matang. “Karena itu, target kita 140 medali emas bukan sesuatu yang mustahil,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Kota Manado Steven Dandel,, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Bonyx Saweho. (elka)

Meimonews.com – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Meningjatkan Akreditasi Program Studi di Universitas Sam Ratulangi, Melalui Sertifikasi Kompetensi Bintek Materi Uji Kompetensi (MUK).

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat Manado Arthur Gehart Pinaria, mewakili Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie diadakan di Roger Hotel Manado, Jumat – Minggu (14-16/2025).

Kegiatan ini, jelas Kepala LPMPP Unsrat Max RJ Runtuwene kepada Meimonews.com di sela kegiatan, diikuti 63 peserta yakni pimpinan dan staf Unsrat serta utusan fakultas-fakultas di lingkungan Unsrat.

Untuk narasumber, tambahnya di dampingi Reynal Pakasi (Bendahara LPMPP Unsrat), berasal dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) seperti Soliatun (Master Asesor) dan dari LPMPP Unsrat di antaranya Kepala Pusat Pelatihan Kompetensi/Penanggung Jawab Kegiatan Reni Lucia Kreckhoff.

Pelaksanaan kegiatan ini, menurut Pinaria, merupakan bagian dari komitmen Unsrat untuk terus meningjatkan mutu pendidikan dan akreditasi program studi di lingkungan Unsrat.

“Akreditasi yang baik adalah cermin dari kualitas pendidikan yang kita tawarkan kepada masyarakat, dan ini tentu saja menjadi bagian penting dari upaya kita untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja,” ujarnya.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi, sebut Pinaria, Unsrat senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi seluruh sivitas akademika, baik dosen maupun mahasiswa.

Dengan mengikuti Bimtek MUK sertifikasi kompetensi, menurutnya, peserta tidak hanya memperkaya pengetahuan dan keterampilan, memperkuat fondasi dalam menghadapi tuntutan dunia pendidikan yang semakin kompetitif, juga sudah dapat menyelesaikan sebagian dari tahapan Unsrat menjadi penyelenggara sertifikasi kompetensi.

Pinaria mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan sesi FGD dengan sebaik-baiknya. “Mari berdiskusi, berbagi pengetahuan dan mencari solusi terbaik untuk mencapai tujuan peningkatan akreditasi yang lebih tinggi. Saya percaya bahwa melalui kerjasama yang solid, kita dapat mencapainya denga hasil yang optimal,” ajaknya.

Kepala LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Unsrat Ockstan Kalesaran menjelaslsn bahwa Unsrat sedang melewati pelatihan asesor dan kita menjadi asesor-asesor, walaupun sertifikatnyaa akan dikeluarkan oleh BNSP.

Langkah berikutnya, kita akan dan sudah membuat jadual MUK, sebelum kita diluluskan nanti. Pada hari ini, kita dengan narasumber akan membuat dan melihat MUK berdasarkan panduan dari BNSP dari skema yang ada.

“Kiranya dari FGD ini kita bisa menghasilkan dokumen-dokumen MUK agar supaya nantinya dalam waktu secepatnya, mudah-mudahan dalam dua minggu ke depan kita sudah mendapat dari BNSP seluruh asesmen,’ ujarnya seraya berharap, setelah itu, kita semua sudah memahami dan sudah memiliki MUK dan lulus uji kompetensi.

Ockstan juga berharap, dengan adanya MUK dan lisensi dari BNSP, para dosen memiliki sertifikat kompetensi sehingga lulusan kita bisa mendapat selain ijasah juga mendapat kompetensi sesuai skema yang ada.

Kepala Pusat Pelatihan Kompetensi Reni Lucia Kreckhoff saat memberikan materi

Kreckhoff dalam pemaparan materinya menegaskan pentingnya sertifikasi kompetensi berstandar yang, antara lain adalah tantangan kualitas SDM di era industri 4.0 dan merupakan tuntutan akreditasi terhadap outcame-based education (OBE).

Mengenai konsep dasar sertifikasi kompetensi, Kreckhoff menjelaskan, proses pemberisn sertifikat kompetensi kepada seseorang yang telah dinyatakan kompeten melalui asesmen yang dilakukan asesor kompetensi berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), standar internasional atau standar khusus.

Kreckhoff lantas menjelaskan tentang perbedaan antara kompetensi, sertifikasi dan lisensi.

Kompetensi adalah kemampuan nyata seseorang. Belum ada bukti resmi. Baru kemampuan yang dimiliki. Sertifikasi adalah bukti resmi bahwa seseorang terbukti kompeten. Sudah diuji asesor. Lisensi adalah izin menjalankan profesi tertentu. Lisensi hanya diberikan jika sudah kompeten dan tersertifikasi.

Kreckhoff lantas menguraikan antara lain produk tenaga kerja kompeten, peran LSP P1 dalam perguruan tinggi, penguatan rekognisi eksternal program studi (prodi), dan penguatan rekognisi eksternal prodi. (FA)

Meimonews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara (Bank SulutGo/BSG) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Maluku, dan Malut (SulutGoMalut) melaksanakan kegiatan “Gencarkan” (Gerakan Membangun kKeuangan Inklusif) di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Kegiatan dilaksanakan di Kantor Bupati Sitaro, Selasa (11/11/2025) ini dihadiri perwakilan dari berbagai instansi pemerintah, Forkopimda Sitaro, Administrasi Umum Sekda Samuel E. Raule, Manager Divisi Pengawasan PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan LMS OJK Provinsi SulutGoMalut Toar Kaesar Dotulong, serta Group Head Operational BSG Nolvy Kilanta, Pemimpin Cabang Siau, Cheryl Humiang.

Kehadiran para pejabat tinggi pratama, Kepala Bagian Setda, Camat, serta perwakilan dari bank lainnya seperti Branch Manager Bank Mandiri KCP Siau menandakan komitmen bersama dalam mendukung inklusi keuangan.

Acara ini dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro Denny D. Kondoj, mewakili Bupati.

Kegiatan Gencarkan ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi semakin banyaknya masyarakat Sitaro yang melek finansial dan memiliki akses yang lebih mudah terhadap layanan perbankan, sehingga pada akhirnya dapat mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Nentu U Langi.

Dalam sambutannya, Kondoj menyampaikan apresiasi dan mendukung penuh inisiatif yang digalakkan oleh OJK dan Bank SulutGo ini.

“Kegiatan Gencarkan ini sangat strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah kita. Dengan meningkatnya literasi keuangan dan akses terhadap permodalan, kami yakin usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta para pelaku ekonomi lainnya di Sitaro akan semakin bergeliat,” ujarnya.

Bersamaan dengan kegiatan ini dilaksanakan penyerahan secara simbolis bantuan permodalan dan produk tabungan kepada masyarakat Sitaro yang layak.

Bank SulutGo menyerahkan KUR Mikro Investasi sebesar Rp 50 juta kepada seorang petani untuk pengembangan usaha perkebunan pala. Selain itu, diserahkan juga KUR Super Mikro sebesar Rp 10 juta untuk pengembangan usaha warung sembako.

Tidak ketinggalan, sebagai bentuk perhatian terhadap pendidikan dan masa depan generasi muda, Bank SulutGo juga menyerahkan secara simbolis Tabungan Bohusami Young kepada dua orang pelajar SMA di Kabupaten Sitaro.

Tabungan ini diharapkan dapat menanamkan budaya menabung dan mengelola keuangan sejak dini.

“Penyerahan kredit dan tabungan hari ini adalah bukti nyata komitmen Bank SulutGo untuk hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai mitra dalam membangun ekonomi keluarga dan daerah,’ ujar Kilanta.

Kami berharap, sambungnya ketika memberikan sambutan, ini dapat memacu semangat berwirausaha dan menginspirasi masyarakat Sitaro lainnya. (Afer)