Meimo News

Meimonews.com – Sejumlah tindakan dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado bersama Pemkot Manado, BPBD Sulut Polri, TNI, Basarnas dan sejumlah pihak terkait dengan dampak cuaca ekstrim yang terjadi di Sulut khususnya Kota Manado, Sabtu (16/1/2021).

“BPBD bersama Pemkot Manado, BPBD Sulut, TNI, POLRI, BASARNAS, USU, RAPI, Balai Sungai, Bankom Garda Sakti melakukan evakuasi, pendataan dan pertolongan/evakuasi korban,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Minggu (17/1/3021).

Selain itu, tambahnya, BPBD melakukan assessment di lokasi bencana, pengungsian, dan membagikan makanan siap saji kepada para pengungsi.

Tindakan-tindakan demikian akan terus dilakukan pihaknya bila cuaca ekstrim masih berlanjut dan mengakibatkan korban.

Menyinggung tentang kendala yang dihadapi, mantan Camat Wenang ini mengungkapkan tiga kendala.

Pertama, saat kejadian bencana untuk keamanan listrik dipadamkan dan hal ini berdampak ke koneksi internet yang juga padam sehingga kesulitan dalam koordinasi dan penyampaian informasi.

Kedua, beberapa titik di jalan raya digenangi banjir sehingga jalanan macet dan memperlambat tim evakuasi tiba di lokasi bencana.

Ketiga, saat evakuasi banyak warga yang enggan dievakuasi dengan alasan bisa bertahan di lantai 2 rumah atau gedung dan pada saat ketinggian banjir meningkat mereka minta dievakuasi dan juga kesulitan dalam distribusi makanan.

Terkait dengan kejadian bencana, Sambuaga mengungkapkan empat hal yakni tanah longsor, banjir, pohon tumbang, angin kencang dan pelayaran.

Tanah longsor terjadi di Kelurahan Paal IV Lingkungan 6 Kecamatan Tikala tepatnya di Aspol Polsek Tikala di rumah Aiptu Kifni Kawulur telah terjadi tanah longsor yang menimbun Anggota Polri Aiptu Kifni (49 tahun, anggota Polsek Tikala). Korban meninggal di RS Bhayangkara.

Di Kelurahan Perkamil Lingkungan V Kecamatan Paal Dua Manado (tepatnya di rumah Jems Sanjaya yang menyebabkan 3 korban meninggal dunia yaitu Fanny Poluan (50 tahun), Arni Laurens (44 tahun)
dan Chelsea (8 tahun)

Di jalan Sea Kelurahan Malalayang Satu Barat Lingkungan II yang menimpa 2 rumah warga. Dua korban tertimbun yakni
Meiny Pondaag (62 tahun) meninggal dunia dan Hasan (30 tahun) masih dalam pencarian

Di Kelurahan Ranotana Weru Lingkungan X terjadi tanah longsor yang mengenai rumah milik Keluarga Kokomore – Langi (kerugian materil). Di Kelurahan Ranotana Weru Lingkungan X terjadi tanah longsor yang mengenai rumah milik Keluarga Pogaga – Lompoliuw. Di Kelurahan Tikala Baru Lingkungan V telah terjadi tanah longsor yang menimpa rumah warga.

Banjir terjadi akibat derasnya hujan dan posisi air laut sedang pasang penuh
(Sungai Bailang meluap dan DAS Tondano dan DAS Sawangan).

Wilayah yang terdampak banjir dengan ketinggian air dari 50 cm sampai 300 cm
terjadi di sembilan lokasi yakni Kecamatan Sario (Kelurahan Sario dan Kelurahan Titiwungen), Kecamatan Bunaken, (Kelurahan Bailang), Kecamatan Tuminting (Kelurahan Mahawu), Kecamatan Mapanget (Kelurahan Kairagi).

Selain itu, Kecamatan Tikala (Kelurahan Banjer), Kecamatan Singkil, (Kelurahan Ternate Baru, Kelurahan Ketang Baru, Kelurahan Karame, Kelurahan Ternate Tanjung), Kecamatan Paal Dua, (Kelurahan Perkamil, Kelurahan Dendengan Dalam, Kelurahan Dendengan Luar), Kecamatan Wenang (Kelurahan Komo LuarLuar) dan Kecamatan Wanea, (Kelurahan Pakowa)

Pohon tumbang terjadi di Jalan Pogidon, Kelurahan Maasing Lingkungan III Kecamatan Tuminting. Pohon Tumbang menimpa satu rumah warga dan menutup akses jalan ; di Kelurahan Singkil Dua Lingkungan V Kecamatan Singkil tepatnya di Jalan Edy Gagola, pohon tumbang yang menutup akses jalan; di Kelurahan Malendeng Kecamatan Paal II Lingkungan I di belakang Rutan Malendeng tiang listrik roboh yang mengakibatkan listrik padam

Dampak dari angin kencang mengakibatkan 5 rumah di Kelurahan Singkil rusak sedang (bagian atap rumah terangkat)

Hal pelayaran dijelaskan, Pelabuhan Manado Kecamatan Wenang cuaca buruk hujan deras arus gelombang besar. Kegiatan keberangkatan beberapa kapal melalui Pelabuhan Manado dihentikan sementara sambil menunggu perkembangan cuaca selanjutnya.

Hal dampak bencana, dipaparkan, korban jiwa meninggal dunia akibat bencana tanah longsor 5 orang yaitu 3 orang di Kelurahan Perkamil, 1 orang di Kelurahan Malalayang dan 1 orang di Kelurahan Paal 4; satu orang masih dalam pencarian; kerusakan rumah (2 rumah rusak berat dan 10 rumah rusak sedang); 500 jiwa mengungsi. (lk)

Meimonews.com – Hujan lebat yang melanda pada Sabtu (16/1) mengakibatkan terjadinya banjir, tanah longsor dan pohon roboh sehingga berdampak pada pasokan listrik kepada masyarakat.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Suluttenggo melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manado bertindak cepat dalam memulihkan pasokan aliran listrik di beberapa titik lokasi di Kota Manado dan sekitarnya.

Hingga pukul 21.00 WITA, tulis akun Facebook PLN Suluttenggo, Sabtu (16/1/2021), PLN telah berhasil menyalakan 208 gardu dari jumlah 420 gardu yang terdampak, dan masih sekitar 212 gardu yang belum menyala.

Sedangkan untuk jumlah pelanggan yang terdampak yaitu sekitar 46.620 pelanggan, PLN telah berhasil menyalakan sekitar 23.088 pelanggan, dan sekitar 23.532 pelanggan yang belum menyala.

Adapun daerah-daerah yang masih dalam tahapan recovery yaitu mencangkup daerah Tikala, Banjer, Komo, Pall 4, Wusa, Kpg Baru, Teep, Kayawu, Wailan, Watudambo, Kaima, Baypass, Minawerot, Paslaten, Kauditan, Kuala Batu, Ranowangko, Mangatasik, dan Popo.

“PLN Bergerak cepat dalam mengamankan lokasi-lokasi yang terdampak, untuk meminimalisir bahaya tersengat listrik terhadap masyarakat, PLN menyiapkan Posko Siaga 24 jam untuk layanan pengaduan dan melakukan pengawasan didaerah yang berpotensi banjir dan longsor, ” sebut Manager PLN UP3 Manado Andre Lengkong

Kepada masyarakat diimbau ketika cuaca ekstrem seperti ini untuk segera melaporkan potensi bahaya kelistrikan kepada PLN untuk kenyamanan dan keselamatan bersama.

Kepada masyarakat diimbau, pertama, mau merelakan pohon dirabas yang mendekati jaringan PLN yang berpotensi gangguan listrik saat hujan; kedua, mematikan listrik dari Miniature Circuit Breaker (MCB) (apabila ada genangan air); ketiga, cabut seluruh peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak.

Keempat, naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman; kelima, masyarakat diminta segera melaporkan ke PLN untuk penghentian pasokan tenaga listrik apabila sudah terdapat potensi terkait banjir yang datang untuk keselamatan masyarakat.

PLN akan mengupayakan penormalan terlaksana dengan cepat dan berusaha mengantisipasi agar hal ini tidak terjadi kembali. PLN juga akan terus menjaga pasokan listrik tetap andal dan beroperasi secara optimal.

Masyarakat dapat melaporkan potensi bahaya dan gangguan kelistrikan melalui Contact center PLN 123 yang dapat diakses lewat telepon (kode area) 123, media sosial PLN 123, dan aplikasi smartphone PLN Mobile demi kemudahan layanan kapan saja di mana saja. (lk)

Meimonews.com – Sulawesi Utara termasuk Kota Manado diguyur hujan yang disertai dengan angin keras selama dua hari berturut-turut (15-16/1/ 2021) sehingga terjadi banjir dan longsor di beberapa titik, serta mengakibatkan korban materi bahkan sampai dengan korban jiwa.

Menurut data Polresta Manado, seperti dijelaskan Kasubbag Humas Polresta Manado Iptu Yusak Parinding, STh kepada Meimonews.com, Minggu (17/1/2021), ada beberapa titik banjir, longsor dan korban jiwa yang terjadi di Kota Manado dan sekitarnya.

Pertama, Kelurahan Malalayang Satu Barat Lingkungan II (Lorong Cempaka) Kecamatan Malalayang telah terjadi bencana tanah longsor yang menimpa rumah warga, dengan korban
Meini Pondaag (51 tahun, guru, Kristen, Kelurahan Malalayang Satu Barat), Zan Hasan (48 tahun, Hansip, Islam, Kelurahan Malalayang Satu Barat)

Kedua, Kelurahan Perkamil Lingkungan V. Kecamatan Paal Dua telah terjadi tanah longsor yang mengakibatkan 2 unit rumah dan korban 3 otang meninggal dunia tertimbun runtuhan longsor yakni
Fanny Poluan (50 tahun, laki-laki, Kristen.
buruh, Perkamil), Arni Laurens (44 tahun, Kristen, IRT, Kota Tomohon) dan Chelsea (8 tahun, Kristen, pelajar)

Ketiga, Kelurahan Paal 4 Lingkungan V telah terjadi tanah longsor yang menimpa rumah keluarga Aiptu Kifni Kawulur, mengakibatkan Aiptu Kifni meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulut.

Keempat, kenaikan debit air di Sungai Sario sehingga adanya luapan air di beberapa titik yaitu genangan setinggi 1 meter di Kelurahan Sario Lingkungan I (Lorong Radiolen), Kelurahan Sario Kotabaru Lingkungan IV (belakang SDN 67 Manado) dan Lingkingman V, Kelurahan Sario Utara Jl. Siswa (Kampung Paso), Kelurahan Ranotana Lingkungan I dan VI dan Kelurahan Sario Tumpaan Lingkungan.

Untuk genangan air terjadi di Kelurahan Sario Utara (Gedung Pingkan Matindas), Lorong samping Samsung Servis dan Panca Lomba Lingkungan III, Kelurahan Titiwungen Utara Lorong RSU Pancaran Kasih, belakang RM Srisolo dan Lingkungan V, jalan raya.

Kelima, angin puting beliung disertai dengan hujan deras di beberapa titik Kecamatan Singkil sehingga mengakibatkan 7 rumah rusak yakni milik Andati (49 tahun, dosen) dengan kerugian 50 juta karena rusak total, milik Juliana Gagangsa (70 tahun) dengan kerugian 5 juta karena rusak pada bagian dapur.

Rumah milik Sriyanti Gagansa.(42 tahun, tiada) yang rusak pada bagian depan rumah, milik Ambe Lasut (63 tahun, swasta) karena rusak pada bagian dapur dengan kerugian sekitar Rp. 1 juta, milik Stefen Wenas (40 tahun, swasta) karena rusak pada bagian snap dengan kerugian Rp. 10 juta.

Milik Tedy Malamtiga (57 tahun, Polri) karena rusak pada bagian atap lamar dengan kerugian sekitar Rp. 7 juta, milik Wawo Madunde (62 tahun, swasta) yang rusak bagian atap dengan kerugian sekitar Rp. 4 juta.

Keenam, banjir di beberapa titik Kecamatan Bunaken sehingga mengakibatkan air menutup badan jalan di sekitar pertigaan Bailang. Ketujuh, banjir di beberapa titik Kecamatan Wanea sehingga mengakibatkan air menutupi badan jalan di Kelurahan Tanjung Batu, jalan Bethesda dan sekitar Stadion Klabat.

Kedelapan, Kecamatan Pineleng (ruas jalan Manado Tomohon) sempat macet akibat pohon yang roboh dan menutupi badan jalan.

Dengan adanya bencana tersebut, Kapolresta Manado Kombes Pol. Elvianus Laoli SIK., MH memimpin jajarannya untuk melakukan evakuasi dan memberikan bantuan bagi korban bencana alam di Kota Manado, Sabtu (16/1/2021).

Iptu Parinding menjelaskan, sampai saat ini di bawah komando Kapolresta Manado semua personil disiagakan untuk mengantisipasi banjir atau tanah longsor serta sebagian personil bersama stakeholder lainnya masih berada di lokasi banjir dan longsor untuk membantu masyarakat karena kenyamanan dan keselamatan masyarakat adalah yang paling utama.

Kapolres Manado, Kombes Laoli, seperti dikutip Parinding, mengimbau kepada masyarakat untuk tetap siaga dan apabila memerlukan bantuan Polri dapat langsung menghubungi melalui handphone di line 110. (af)

Meimonews.com – Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Sulut mengadakan penilaian lomba Kampung Tangguh di wilayah Sulut, Kamis (14/1/2021).

Penilaian kali ini dilakukan di Kampung Tangguh Nusantara (KTN) Winetin di Desa Paslaten, Kecamatan Kauditan, Minahasa Utara.

Penilaian dipimpin Dirbinmas Polda Sulut Kombes Pol. Dumadi yang di dampingi Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau, Camat Kauditan Royke Rampengan, sejumlah pejabat Polres Minut, Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat.

Kombes Pol. Dumadi menjelaskan, penilaian meliputi beberapa aspek ketangguhan yaitu memiliki pos kamling dan posko Covid-19, dan melakukan presentasi tentang keunggulan KTN Winetin yang bebas dari Covid-19.

Selain itu, tersedianya CCTV di perempatan jalan masuk Desa Paslaten, memiliki perkebunan sebagai sumber ketahanan pangan serta kreativitas warga berupa seni batik dan seni musik kolintang.

“Kita berharap di masa pandemi Covid-19 saat ini, semakin banyak Kampung Tangguh di Sulawesi Utara, yang tentunya sangat bermanfaat bagi warganya,” ujar Kombes Pol Dumadi.

Kegiatan dilanjutkan dengan panen padi, cabai dan ikan secara simbolis oleh Direktur Binmas Polda Sulut dan Kapolres Minut bersama Tim Penilaian KTN Polda Sulut. (af)

Meimonews.com – Selang sepekan di awal tahun 2021, Polda Sulut dan jajaran berhasil melakukan pengungkapan kasus perjudian jenis togel (togel).

Sebanyak 16 kasus berhasil diungkap, yang terjadi sejak 6 hingga 11 Januari 2021.

Pengungkapan kasus ini disampaikan dalam sebuah press conference di halaman Ditreskrimum Polda Sulut, Kamis (14/1/2021). Press conference dipimpin Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sulut AKBP Benny Ansiga di dampingi Kompol Selfie Torondek dari Bidang Humas Polda Sulut

AKBP Benny menjelaskan, pengungkapan kasus togel ini dilakukan di berbagai tempat yaitu di Manado, Minahasa, Tomohon, Kotamobagu, Minahasa Selatan, Bolmong, Talaud, Bitung dan Sitaro.

Dalam pengungkapan tersebut, Polisi mengamankan sebanyak 28 terduga pelaku judi togel dengan barang bukti berupa total uang tunai berjumlah Rp. 36.191.000.-, sisa saldo di Akun Home Togel sejumlah Rp. 9.203.860.-, 34 buah handphone berbagai merek, 7 lembar Kartu ATM dan Buku Tabungan berbagai Bank, 4 lembar kertas tabel shio, 13 buah buku dan 21 lembar rekapan togel.

Selain itu, ada 1 buah buku tafsiran mimpi, 3 buah kalkulator, 1 unit laptop merk Asus, 1 unit modem internet dan 1 buah tas tangan warna coklat.

Para terduga pelaku yang diamankan memiliki peran masing-masing yaitu ada yang berperan sebagai bandar, pengecer maupun penjual kupon togel.

Mereka dikenakan pasal 303 ayat 1 ke- 2.e KUHP tentang Perjudian dengan ancaman hukuman pidana penjara selama-lamanya 10 tahun, Jo Pasal 55, 56 KUHP.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol. Jules Abraham Abast menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang sudah bekerjasama dengan Kepolisian dalam memberikan informasi terkait praktek perjudian.

“Kepolisian terus berkomitmen memberantas semua praktek perjudian di Sulawesi Utara. Salah satunya, judi togel ini,” ujar Abast, di kesempatan terpisah.

Dikemukakan, apabila masyarakat mengetahui keberadaan praktek perjudian seperti ini diharapkan segera melaporkan kepada aparat Kepolisian. (lk)

Meimonews.com – Hal menggembirakan terlihat pada angka pelanggaran lalulintas dan kejahatan saat pelaksanaan Operasi Kepolisian Lilin Samrat 2020 dalam rangka pengamanan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.
Angka pelanggaran lalulintas/tilang dan kejahatan saat operasi yang digelar 21 Desember 2020 – 4 Januari 2021 mengalani penurunan yang cukup signifikan.
Mengutip data Satgas Ops, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol. Jules Abraham Abast mengungkapkan, jumlah angka tilang tahun 2020 mengalami penurunan secara drastis bila dibandingkan dengan tahun 2019.
Pada operasi kali ini (tahun 2020) tilang hanya sebanyak 15 kasus atau turun 782 kasus (98, 11 persen) dibanding tahun 2019 yang mencapai 797 kasus.
“Penurunan tilang tersebut karena Operasi Lilin Samrat merupakan operasi kemanusiaan, yang lebih mengedepankan teguran bersifat pembinaan secara humanis,” ujar Abast, usai rapat analisa dan evaluasi di Mapolda, Selasa (5/1/2021).
Untuk bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mantan Kabid Humas Polda NTT ini menjelaskan, angka kejahatan juga mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan Operasi Lilin Samrat 2019.
Kalau tahun 2019 angkanya mencapai 257 maka pada tahun 2020 turun sebanyak 110 kasus (42,8 persen) menjadi 147 kasus.
Dalam hal upaya pencegahan penyebaran covid-19 selama Operasi Lilin Samrat 2020, Abast menjelaskan, petugas telah menegur 6.600 pelanggar protokol kesehatan (prokes) serta melakukan patroli pencegahan covid-19 di tempat-tempat keramaian.
“Patroli dilakukan sebanyak 1.500 kali, kemudian sosialisasi protokol kesehatan 2.730 kali, pembagian masker 7.200 kali, pemberian bantuan sosial 1.720 paket, serta pemasangan sticker Ayo Pakai Masker 2.500 kali,” rincinya.
Dikemukakan, pelaksanaan operasi 15 hari di wilayah Polda Sulut ini telah berjalan dengan baik. “Penjagaan ekstra ketat dilakukan petugas di seluruh gereja maupun lokasi-lokasi strategis lainnya saat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sehingga situasi kamtibmas di wilayah Sulut sampai saat ini tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Abast mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan Operasi Lilin Samrat 2020.
“Atas nama Kapolda Sulut, diucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI, Polri, Pemerintah Daerah dan seluruh instansi, masyarakat, serta pihak-pihak terkait lainnya yang sudah bersama-sama mendukung pelaksanaan Operasi Lilin Samrat 2020 sehingga operasi berjalan dengan maksimal, dan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujarnya. (lk)

Meimonws.com – Kapolda Sulut Irjen Pol. RZ Panca Putra memimpin Konferensi Pers Akhir Tahun 2020 yang digelar di Aula Catur Prasetya Polda Sulut, Selasa (29/12/2020).

Turut hadir pada kegiatan ini, Sekprov Sulut Edwin Silangen, Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wirana Prasetya Budi, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Prince Meyer Putong, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Rudi Darmoko, Kepala BPBD Sulut Joy Oroh, perwakilan Dinas Kesehatan Sulut, para PJU Polda dan para jurnalis.

Kapolda mengungkapkan, tindak pidana konvensioal yang terjadi di Sulut selama kurun waktu tahun 2020 menurun jika dibandingkan tahun 2019. “Jika dibandingkan tahun 2019, terdapat penurunan sebesar 15,9 persen di tahun 2020. Dimana pada tahun 2019 terdapat 5.070 kasus sedangkan pada tahun 2020 terdapat sebanyak 4.263 kasus,” ujar Irjen Panca.

Tindak pidana tersebut, sebutnya, masih banyak didominasi oleh kasus penganiayaan biasa, disusul kasus pencurian, penganiayaan berat, penggelapan, pengancaman dan penipuan.

Meski terjadi penurunan pada tindak pidana konvensional, namun tidak dengan kejahatan transnasional, kejahatan kekayaan negara dan kejahatan berimplikasi kontijensi.

Kejahatan transnasional naik 20,6 persen di tahun 2020, dari 68 kasus di tahun 2019 menjadi 82 kasus di tahun 2020. Sedangkan kejahatan kekayaan negara naik 35 persen di tahun 2020, dari 8 kasus di tahun 2019 menjadi 12 kasus di tahun 2020. Dan untuk kejahatan berimplikasi kontijensi naik 250 persen di tahun 2020, dari 2 kasus di tahun 2019 menjadi 7 kasus di tahun 2020.

Namun demikian, tambahnya, Kepolisian sudah membuat strategi untuk mengantisipasi kejahatan, di antaranya dengan mengaktifkan kembali Kring Serse, meningkatkan patroli di jam-jam dan daerah rawan, melaksanakan sinergitas bersama Forkopimda dan semua pihak, membentuk Timsus percepatan penanganan tindak pidana, memperkuat deteksi dini dan pembinaan jaringan serta pemolisian proaktif dengan mengeliminir setiap gangguan yang ada sejak dini.

Mantan Direktur Penyidikan KPK-RI ini berterima kasih kepada seluruh masyarakat Sulut dan semua pihak yang sudah berpartisipasi terwujudnya Pilkada yang damai dan sehat di daerah ini.

Di tengah pandemi covid-19 saat ini, Kapolda berharap seluruh lapisan masyarakat dapat terus mematuhi semua imbauan Pemerintah untuk tetap patuh pada protokol kesehatan pencegahan covid-19, memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan dengan sabun.

“Mudah-mudahan dukungan dan kerja sama yang sudah diberikan oleh Forkopimda, masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan teman-teman media dapat bermanfaat untuk kita semua dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif dan mewujudkan Sulut yang lebih baik lagi ke depan,” harapnya.

Kapolda juga menyampaikan permohonan maaf atas pelaksanan tugas yang belum sesuai dengan harapan masyarakat. “Saya mohon maaf kepada masyarakat apabila selama ini dalam pelaksanaan tugas Polda Sulut masih banyak kekuarangan, ada hal hal yang harus diperbaiki,” sebutnya.

Mudah-mudahan 2021 ke depan dengan semangat kebersaman, sambungnya, kita bisa mewujudkan dan memperbaiki segala kekurangan yang ada, terlebih khusus untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, dan menciptkan situasi kamtibmas yang kondusif di Sulut. (lk)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) khususnya BNN Kota Manado terus memberikan perhatian serius terhadap warga yang terpapar narkotika, psikotropika, dan bahan adektif/berbahaya (narkoba). Upaya rehabilitasi terus dilakukan.

Dari 52 orang yang terpapar narkoba pada tahun 2020 (turun dari 89 orang pada tahun 2019) sebanyak 52 orang telah direhabilitasi.

“Semuanya, baik tahun 2019 maupun tahun 2020 telah direhabilitasi,” ujar Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Manado dr. Gregori Tobing kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, baru-baru.

Di dampingi Staf Rehabilitasi Priety Padu, Tobing menjelaskan, rehabilitasi yang dilakukan adalah rawat jalan. Ada sejumlah kegiatan bagi pasien rehabilitasi.

Di antaranya adalah asesmen terhadap penyalahguna, konseling, motivasi, out bond dan games.

Dikemukakan, selang tahun 2020, BNN Manado khususnya Seksi Rehabilitasi telah melakukan sosialisasi/penyuluhan kepada lima instansi, tiga sekolah dan satu gereja.

“Selain itu, dilakukan pemulihan berbasis masyarakat di salah satu kelurahan di Manado pada sepuluh orang klien,” sebut Greg, sapaan akrab Tobing.

Berkaitan dengan visi dan misi rehabilitasi,.AKBP Drs. Reino F. Bangkang, MSi menjelaskan, visi rehabilitasi adalah sebagai fasilitas pelayanan rehabilitasi jalan terbaik babi pecandu dan penyalahguna narkotika di Manado.

Untuk misinya, sebut Reino, seperti dikytip Greg, adalah memberikan pelayanan rehabilitasi rawat jalan berkelanjutan, mengembangkan SDM bidang rehabilitasi, dan ikut berpartisipasi dalam rangka P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).

Keduanya (Greg dan Reino) mengajak warga untuk Hidup100 : Sadar, Sehat, Produktif, Bahagia. (lk)

Meimonews.com – Memperingati Hari Infanteri Tahun 2020, Kodim 1309/Manado menggelar Karya Bakti dengan tena Infanteri Profesional Kuat Bersama Rakyat.

Karya bakti yang dipimpin Pasiterdim Mayor Inf. Vencentius Mamoradia itu dilakukan di kompleks Gereja Paroki Hati Kudus Karombasan, Manado, Rabu (16/12/2020).

Adapun kegiatan yang diadakan adalah pembuatan pagar gereja, pengecoran dan plesteran pos pintu gerbang gereja, pemasangan paving blok halaman gereja dan meratakan tanah, serta pengecoran atap pos.

Hadir dalam kegiatan ini, Pastor Paroki Teodorus Rumondor MSC, Danramil 1309-03/WSM Mayor Inf. Gabriel Sale, Anggota Dewan Pastoral Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan, 25 orang anggota Kodim, 4 orang aparat Pemerintah Kelurahan Karombasan Utara, serta 30 orang umat setempat.

Dandim 1309/Manado Kolonel Inf Y.R Raja Sulung Purba,
seperti diungkapkan Mamoradia menjelaskan, karya bakti tersebut dilaksanakan dalam rangka Hari Infanteri yang tahun ini adalah peringatan yang ke-72.

“Peringatan Hari Infanteri yang jatuh pada 19 Desember diperingati setiap tahunnya sebagai wujud keterpaduan TNI dan rakyat,” sebutnya.

Dukungan rakyat seperti terhadap keluarnya perintah kilat No. 1/PB/D/48 tanggal 19 Desember 1948 oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman inilah, tambahnya, nilai -nilai perjuangan yang ingin dilestarikan oleh TNI AD kepada generasi saat ini untuk selalu bersama dan manunggal dengan rakyat sebagai kekuatan pendukung dalam sisitim pertahanan negara kita.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com, Mamoradia menjelaskan tentang sejarah singkat Hari Infantri atau Hari Juang Kartika.
Pada 19 Desember 1948 pukul 06.00 WIB, Tentara Belanda dipimpin Jenderal Spoor terdiri dari Divisi A, B dan C yang modern di Jawa yang berupa gabungan 2 Divisi KNIL dan Divisi KL serta 3 Brigade di Sumatra melancarkan Agresi Militer II dengan mengebom Maguwo dan menerjunkan ‘Paratroppen’nya, selanjutnya dengan cepat menyerbu Kota Yogyakarta dan mengepung gedung Agung Yogya di mana sebagian besar pejabat negara ada di dalamnya.

Menghadapi situasi demikian, berdasarkan pertimbangan politik anggota Kabinet memutuskan untuk menyerahkan diri dan memberi mandat kepada Mr. Syarifudin Prawiranegara untuk membentuk Pemerintah Darurat Sementara (PDRI) di Sumatra guna melanjutkan perjuangan diplomasi.

Mengetahu Belanda melancarkan Agresi Militer II maka Panglima Besar Jenderal Soedirman pada pukul 08.00 WIB segera mengeluarkan perintah kilat No. 1/PB/D/48 tanggal 19 Desember 1948 (oleh Soepardjo Rustam teks Perintah Kilat tersebut diberikan kepada Utoyo Kolopaking agar disiarkan secara luas melalui RRI Yogya) yang ditunjukan kepada Angkatan Perang RI untuk melawan musuh dengan melaksanakan gerilya.

Saat melaporkan kepada Presiden Soekarno tentang situasi yang sedang dihadapi, Panglima Besar Jenderal Soedirman menyatakan akan tetap meneruskan perjuangan “met of zonder pemerintah, tentara akan berjuang terus”.

Kemudian, setelah mengamankan keluarganya di suatu tempat beliau segera berangkat keluar kota untuk memimpin gerilya melawan Belanda.
Aktifnya satuan-satuan TNI melaksanakan perang gerilya sangat merepotkan operasi Polisionil yang dilakukan oleh Militer Belanda. Hal ini tidak luput dari Komando Pengendalian yang kosisten oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Serangan-serangan sukses yang dilakukan satuan-satuan TNI saat itu, antara lain Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogya, Serangan Offensif 4 hari 4 malam di Solo 7-10 Agustus 1949 dan lain-lain di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan Keputusan Panglima Besar Jenderal Soedirman mengeluarkan Perintah Kilat No. 1/PB/D/48 tanggal 19 Desember 1978 maka satuan-satuan Angkatan Perang yang didukung masyarakat melaksanakan Perang Gerilya di seluruh daerah, karena persenjataan dan perlengkapan yang sangat terbatas dan seadanya tidak ada jalan lain kecuali menggunakan cara-cara Infanteri dalam menghadapi Tentara Belanda sehingga setiap Pertempuran dapat dimenangkan.

Tidak berlebihan bila tanggal 19 Desember 1948 tersebut merupakan Hari Kebanggaan “Infanteri”.

Dari peristiwa bersejarah dikeluarkannya Perintah Kilat No 1/PB/D/48 tanggal 19 Desember yang secara nyata telah memberikan bukti kepada dunia akan keberadaan Tentara Nasional Indonesia masih tetap Eksi serta memaksa Belanda untuk mengakui kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka tanggal 19 Desember ditetapkan sebagai Hari Infanteri dan diperingati setiap tahun. (af)

Meimonews.com – Guna membahas pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru (Pam Nataru) 2021 di Wilayah Sulut digelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor di Aula Catur Prasetya Polda Sulut, Rabu (16/12/2020).

Hadir pada rakor tersebut adalah Asisten 1 Pemprov Sulut, Kapolda Sulut Irjen Pol. RZ Panca Putra, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos G. Matondang, Danrem 131/Santiago Brigjen Pol Prince Meyer Putong, Danlantamal, Danlanudsri, Kabakamla, perwakilan Kejati, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Rudi Darmoko dan para PJU Polda.

Hadir juga stakeholder terkait, antara lain Gugus Tugas Covid-19, Basarnas, BPBD, Dishub, Jasa Raharja, Pertamina, PLN, BMKG, Disperindag, Balai Jalan serta para tokoh agama yang tergabung dalam FKUB Sulut.

DI awal sambutannya, Kapolda Sulut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang berjalan lancar dan damai

“Puji Tuhan, Alhamdulilah semua berjalan sesuai dengan tahapannya. Terima kasih atas dukungan dari seluruh lapisan masyarakat dan seluruh Pemerintah Daerah,” kata Kapolda.

Rakor Lintas Sektor ini, jelas Kapolda, dilaksanakan untuk menyiapkan dan meyakinkan seluruh masyarakat bahwa seluruh stake holder terkait di Sulut siap melaksanakan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru.

Beberapa tantangan yang akan dihadapi dalam perayaan Natal dan Tahun Baru ini, menurut Irjen Pol. Putra Panca, adalah masih masalah pandemi covid-19 dan tantangan alam yang akhir-akhir ini cenderung ekstrim.

Pandemi covid ini masih menjadi momok menakutkan apalagi saat ini katanya di Sulut terdapat 4 daerah yang berada pada zona merah menurut data Gugus Tugas Provinsi, yaitu Manado, Tomohon, Minahasa Utara dan Minahasa Tenggara.

“Ini cukup memprihatinkan dan harus kita tangani bersama. Natal memang membawa kebahagiaan bagi masyatakat tetapi kebahagian ini harus kita kelola sehingga penyebaran covid bisa kita cegah,” ujarnya.

Kapolda mengingatkan, jangan sampai gara-gara euforia Natal dan Tahun Baru berlebihan, membuat covid-19 juga semakin meningkat di Sulut.

Jenderal bintang dua ini menegaskan, tidak akan memberikan ijin berbagai keramaian, termasuk pawai dan pesta kembang api. “Pawai dan pesta kembang api ini perlu diwaspadai dan secara tegas kita tidak mengijinkan adanya pesta kembang api. Tujuannya adalah guna mencegah penyebaran pandemi covid,” ujarnya.

Ia jjuga mengimbau pelaksanaan ibadah Natal dan Tahun Baru diatur jadwalnya sehingga tidak terdapat konsentrasi jemaat yang banyak

Hal lain yang menjadi atensi juga adalah terkait cuaca ekstrim dan ketersediaan pangan jelang Natal dan Tahun Baru.

“Saya mohon dukungan semuanya terkait kondisi situasi kamtibmas di Sulawesi Utara. Mari kita satu langkah untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru ini,” pinta Kapolda.

Dalam Rakor tersebut juga dipaparkan kesiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru oleh masing-masing instansi terkait.

Rakor ini juga diikuti secara virtual melalui aplikasi zoom meeting oleh Forkopimda di Kabupaten dan Kota di Sulut. (lk)