Meimo News

Meimonews.com – Serbuan Vaksinasi oleh “Tentara Langit” Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi Manado tetap gencar dilaksanakan selama dua hari (Jumat – Sabtu, 16-17/7/2021) di Gedung Balai Prajurit (belakang Kantor Satuan Polisi Militer TNI AU Lanud Sam Ratulangi).

“Sekitar empat ribu warga Sulut telah divakdinasi dalam program Serbuan Vaksinasi di Lanud Sam Ratulangi Manado,” ujar Kepala Dinas Personil Lanud Sam Ratulangi Kolonel Adm Darwis Akmal P seperti dikutip Kepala Penerangan Lanud Sam Ratulangi Mayor Sus Michiko Moningkey kepada Meimonews.com di Manado, Sabtu (17/7/2021).

Banyaknya warga yang ingin divaksin, menurut Darwis, karena antusiasme masyarakat Sulut terhadap program pemerintah sangatlah tinggi.

Komandan Lanud Sam Ratulangi Manado Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo S.H., menjelaskan dalam arahannya bahwa Serbuan Vaksinasi adalah bagian dari tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Serbuan vaksinasi ini mengacu pada Keputusan Presiden RI Joko Nomor 12 Tahun 2020 tanggal 13 April 2020 tentang penetapan bencana non-alam penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebagai bencana nasional dan hasil rapat terbatas Presiden RI pada 31 Mei 2021 tentang percepatan vaksinasi di seluruh propinsi.

Sehingga Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto telah memerintahkan seluruh satuan TNI, berdasarkan Telegram Panglima TNI Nomor TR/599/2021 tertanggal 14 Juli 2021 untuk melaksanakan Serbuan Vaksinasi TNI di 34 provinsi secara serentak dan masif di wilayah masing-masing.

Secara berjenjang, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo telah pula memerintahkan satuan-satuan TNI AU untuk melaksanakan, menyiapkan tempat, maupun vaksinator, fasilitas serta sarana prasarana pendukung, sebagai tempat pelaksanaan serbuan vaksinasi Covid-19 di wilayahnya. Di bawah koordinasi Kepala Pusat Kesehatan TNI (Kapuskes TNI).

Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Minggit Tribowo telah menginstruksikan seluruh Lanud di jajaran Koopsau II, salah satunya Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi, untuk menggelar Serbuan Vaksinasi setelah selesai pelaksanaan gelombang serbuan vaksinasi pada awal Juli lalu.

“Penekanan pemerintah agar kita pedomani dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Lanud Sam Ratulangi senantiasa berkoordinasi dengan instansi Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dalam kegiatan nasional ini,” sebut Danlanudsri.

Vaksinasi ini diarahkan untuk anak-anak usia dua belas tahun ke atas, dengan tetap memberikan suntikan vaksin kepada masyarakat usia dewasa dan lansia.

“Masyarakat diharapkan sudah mendaftar secara online pada https://www.vaksinhebat.idsolution.co.id/, untuk memudahkan registrasi, namun Lanud tetap melayani pendaftaran secara offline/manual,” ujar perwira kelahiran Tarakan (Kalimatan Utara) 47 tahun lalu itu.

Vaksin yang disediakan adalah vaksin dari Biofarma atau Zinovac untuk anak-anak. Untuk usia dewasa digunakan vaksin Astra Zeneca.

Serbuan Vaksinasi ini dipantau secara virtual oleh Panglima TNI dan pejabat-pejabat TNI serta pejabat TNI AU lainnya melalui video conference, termasuk Serbuan Vaksinasi TNI di 34 provinsi secara serentak dari tempat vaksinasi masing-masing. (lk)

Meimonews.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI secara resmi memulai program vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) bagi 1,4 juta tenaga kesehatan (Nakes) di Indonesia pada Jumat (16/7/2021).

Penyuntikan vaksinasi dimulai di RSCM dengan diikuti sebanyak 50 Guru Besar FKUI dan sejumlah dokter.

Pemberian vaksinasi booster kepada tenaga kesehatan ini merupakan upaya untuk memberikan perlindungan yang optimal terhadap kesehatan dan keselamatan nakes saat bertugas memberikan pelayanan kepada pasien.

“Karena sebagai garda terdepan dalam penanganan pandemi, mereka sangat rentan terpapar Covid-19,” sebut Kemenkes dalam rilisnya, Jumat (16/7/2021).

Vaksin yang digunakan adalah vaksin jenis Moderna. Vaksin Covid-19 Moderna secara resmi telah mendapatkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization) dari Badan POM pada Jumat, 2 Juli 2021. Dengan terbitnya EUA ini membuktikan bahwa vaksin tersebut aman, bermutu dan berkhasiat.

Sejauh pelaksanaan vaksinasi, dilaporkan tidak ada efek samping serius yang ditimbulkan. Para tenaga kesehatan vaksinasi mengaku tidak merasakan gejala maupun reaksi yang signifikan.

“Setelah resmi dimulai hari ini, diharapkan penyuntikan vakin dosis ketiga (booster) bagi tenaga kesehatan ini, bisa segera dilaksanakan di seluruh daerah di Indonesia agar cepat selesai,” tegas Kemenkes. (lk)

Meimonews.com – Vaksinasi massal yang digelar Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Cipayung Plus di Margasiswa 1 PP PMKRI, Menteng (Jakarta Pusat), Rabu (14/7/2021) dipantau Kapolri, Panglima TNI dan Menkes.

OKP Cipayung Plus tersebut terdiri dari PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia), GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), HMI (Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhamadyah), LMND (Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi), KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia), HIKMAHBUDHI (Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia), dan KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia).

Kepada wartawan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marseka dan Menteri kesehatan Budi Gunadi, memberikan dukungan dan semangat kepada OKP Cipayung Plus agar terus bersama-sama melanjutkan upaya penanganan pandemi Covid 19 termasuk kegiatan vaksinasi.

Kapolri secara khusus mengapresiasi keterlibatan kelompok OKP Cipayung Plus dalam memutus mata rantai pandemi Covid 19. Kapolri juga memberikan dukungan 750 paket sembako kepada seluruh penerima vaksin.

Mewakili Pimpinan OKP Cipayung Plus, Ketua Presidium PP PMKRI Benidiktus ‘Beni’ Papa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolri, Panglima TNI dan Menkes dalam agenda pembukaan vaksinasi Gelombang I Cipayung Plus.

“Kami mengapresiasi kehadiran Kapolri, Panglima TNI dan Menkes, ini memberikan semangat bagi kami untuk terus melibatkan diri dalam penanggulangan pandemi yang sedang dialami bangsa Indonesia,” ujar Beni.

Dijelaskan, vaksinasi massal yang menyasar mahasiswa dan masyarakat umum tersebut rencananya diikuti 1.000 orang dengan dengan dibantu vaksinator dari Polri, dan TNI.

Vaksinasi massal ini, sebut sumber PP PMKRI kepada Meimonews.com, diagendakan dilaksanakan pada tiga titik yang dimulai Rabu (14/7/2021) di sekretariat Margasiswa I PMKRI Jln. Samratulangi No. 1, titik kedua dijadualkan Kamis (15/7/2021) di Gedung Student Center PP GMKI Jln. Salemba Raya No. 10 Jakarta Pusat, dan titik ketiga dijadualkan pada Sabtu (17/7/2021) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jln. R Mangun Muka Raya No. 11 Jakarta Timur. (lk)

Meimonews.com – Sekitar 1.000 pelajar dan masyarakat berhasil divaksinasi pada kegiatan Serbuan Vaksinasi Korem 131/Stg yang digelar di Markas Kodim 1309 Manado, Rabu (14/7/2021).

Vaksinasi Covid-19 jenis Biofarma tersebut dilakukan Tim Kesehatan Gabungan yang terdiri dari Kesdam XIII/Mdk, Rumkit Tkt II R.W Mongisidi Manado dan Denkesyah 13.04.01 Manado.

Hadir dalam kegiatan tersebut
Pangdam XIII/Mdk Mayjen TNI Wanti Waraney F Mamahit, M.Si, Kasrem 131/Stg Kolonel Arm Frangky J.H Watuseke, Kerua Persit KCK PD XIII)/Mdk Ny. Yulianti Mamahit, Ketua PCK Cabang XVII Dim 1309/Mdo Ny. Dewi.S. Sipayung Purba, Asintel Kassam XIII/Mdk Kolonel Inf Ignatius Wiwoho, Asop Kasdam XIII/Mdk Kolonel Inf Sutrisno Pujiono, S.E., M.M.

Selain itu, Aster Kasdam XIII/Mdk Kolonel Inf Idris Soemantry Roni, Dandim 1309/Mdo Kolonel Inf Y.R. Raja Sulung Purba, SH, M.Tr(Han), Kasdim 1309/Mdo,. Letkol Inf Lucky S Maramis, M.Pd, Dandenkesyah 13.04.01 Mdo Letkol Ckm Alfrit Sengka, S.KM. MM, para Kasrem 131/Stg serta para Danramil dan Pa Staf Kodim 1309/Mdo.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com di sela kegiatan vaksinasi di Makodim 1309/Mdo, Rabu (14/7/2021) sore, Dandim 1309/Mdo Kolonel Inf Y.R. Raja Sulung Purba, SH, M.Tr (Han), awalnya, ada masyarakat yang takut dan ragu-ragu untuk divaksin.

“Namun, dengan adanya berbagai upaya yang kami lakukan maka semakin banyak masyarakat yang mau dan bersedia untuk divaksin,” ujarnya.

Dengan bertambahnya sekitar 1.000 orang yang divaksin tersebut, ungkap Pasiter Kodim 1309/Mdo Mayor Inf. Vencentius Mamarodia ketika ditemui terpisah, maka telah sekitar 5.000 orang yang telah berhasil divaksin Kodim 1309/Mdo dalam 12 kegiatan vaksinasi.

Dandim menjelaskan, kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan Kodim 1309 / Mdo tidak hanya terhenti pada saat itu, namun akan terus berlanjut dengan tempatnya akan ditentukan kemudian.

Kegiatan vaksinasi tersebut, menurutnya, adalah dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran covid-19. (lk)

Meimonews.com – Takut jarum suntik menjadi pemandangan yang umum di Rumah Sakit Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi Manado saat Serbuan Vaksinasi khusus bagi Anak di halaman parkir Rumah Sakit Lanud Sam Ratulangi Manado, Rabu (14/7/2021).

Kendati demikian, setelah adanya penjelasan dan pendampingan dari orangtua, anak tersebut mau divaksin dan senang-senang seperti biasa. Warga cerdas dan mau divaksin.

“Kami berharap kegiatan rutin vaksinasi ini dapat meng-cover seluruh lapisan masyarakat. Khususnya usia 12 – 17 tahun yang bertempat tinggal di sekitar lingkungan Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi, ujar Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Lanud Sam Ratulangi Mayor Kes dr. Ahmad Fauzi seperti dikutip Kapentak Lanud Sam Ratulangi Mayor Sus Michiko Moningkey kepada Meimonews.com di Markas Lanudsri, Rabu (14/7/2021).

Dijelaskan, manfaat kebaikan yang didapatkan dari vaksin adalah peningkatan kekebalan tubuh terhadap virus Corona. Sehingga, dengan sendirinya, akan memotong jalur penularan Covid-19.

“Selama pelaksanaan vaksinasi ini tidak ada lagi kendala yang berarti, sebab masyarakat sudah cukup cerdas bahkan telah menyadari pentingnya vaksinasi bagi ketahanan tubuh menangkal Covid-19,,” ujar Mayor Kes dr. Ahmad Fauzi.

Kristi (13 tahun), peserta Serbuan Vaksinasi, mengungkapkan, awalnya ada perasaan gugup dan takut untuk menerima vaksin, namun pendampingan orangtua sangat membantu mental anak untuk menerima injeksi vaksin di lengan atas penerima vaksin.

“Saya sangat senang. Terimakasih kepada Pemerintah dan Rumah Sakit TNI Angkatan Udara Sam Ratulangi Manado yang telah menginisiasi vaksinasi bagi kami. Saya berharap agar semua masyarakat mendukung apa yang sudah diprogramkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Serangkaian dengan Serbuan Vaksinasi, kegiatan vaksinasi anak ini dilaksanakan rutin dua kali dalam seminggu yakni Senin dan Rabu di Rumah Sakit Lanud Sam Ratulangi.

Masyarakat yang ingin divaksinasi, Mayor Michiko mengingatkan untuk mendaftar secara online pada https://www.vaksinhebat.idsolution.co.id.

Di samping itu, tambah Wara (Wanita Angkatan Udara) ini, membawa pengenal diri serta mengisi formulir isian yang telah disediakan demi kelancaran penerimaan vaksin.

“Setiap pelaksanaan kegiatan vaksinasi,
protokol kesehatan ditegakkan sesuai perintah Komandan Lanud Sam Ratulangi Manado Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo S.H,” tandasnya. (lk)

Meimonews.com -Dua tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial RT (30 tahun) dan FN (33 tahun) yang adalah warga Minahasa Selatan berhasil diamankan Tim Paniki Rimbas 2 dan Tim Macan Polresta Manado, Jumat (9/7/2021).

Proses penangkapan kolabirasi tim Polresta Manado tersebut berawal dari adanya laporan kasus curanmor di salah satu rumah kost di Kelurahan Malalayang Dua .Manado yang terjadi pada Senin (28/6/2021) malam.

Laporan direspons oleh tim gabungan dengan melakukan penyelidikan mendalam hingga akhirnya menangkap kedua tersangka di lokasi berbeda.

Tim kemudian melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti (babuk). Namun, saat itu tersangka RT berusaha melawan dan melarikan diri. Tersangka pun diberikan tindakan tegas dan terukur oleh petugas, di bagian kaki kanan.

Kasubbag Humas Iptu Yusak Parinding mewakili Kapolresta Manado Kombes Pol. Elvisnus Laoly membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kedua tersangka beserta barang bukti 2 unit sepeda motor sudah diamankan di Mapolresta Manado untuk diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.

Tersangka, menurut Parinding, merupakan residivis kasus serupa. “Kasus ini masih dalam pengembangan, untuk mengungkap kemungkinan adanya TKP, barang bukti, bahkan tersangka lain,” sebutnya kepada Meimonews.com di Manado, Senin (12/7/2021). (lk)

Meimonews.com – Pangakalan TNI Angkatan Udara Sam Ratulangi (Lanudsri) Manado terus menggelar Serbuan Vaksinasi dalam upaya pencegahan Covid-19.

Kali ini, Senin (12/7/2021), kegiatan yang dilaksanakan di halaman parkir Rumah Sakit TNI AU Samrat Manado, sasaran vaksinasi adalah anak-anak yang berusia 12-17 tahun. Kendati demikian, orang dewasa yang datang untuk divaksinasi tetap dilayani.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Lanud Sam Ratulangi Mayor Kes dr. Ahmad Fauzi menjelaskan, pelaksanaan kegiatan vaksinasi ini mengutamakan protokol kesehatan.

Dinas Kesehatan Provinsi, ungkapnya seperti dikutip Kepala Penerangan Lanudsri Mayor Sus Michiko kepada Meimonews.com, Senin (12/7/2021), telah menunjuk Rumah Sakit Angkatan Udara Sam Ratulangi untuk melaksanakan vaksinasi bersama dengan fasilitas kesehatan lainnya.

“Mulai hari ini, vaksinasi dilaksanakan bagi anak-anak usia dua belas tahun sampai tujuh belas tahun, dan juga bagi orang dewasa. Pelaksanaannya mengutamakan prokes,” ujar Fauzi.

Ditambahkan, masyarakat harus sudah mendaftar secara online pada https://www.vaksinhebat.idsolution.co.id/. Dan, anak-anak harus menunjukkan NIK pada Kartu Keluarga.

Vaksin yang disediakan adalah vaksin dari Biofarma atau Zinovac untuk anak-Anak sedang untuk yang dewasa vaksin Astra Zeneca. Hari ini kuota yang diberikan sejumlah seratus vaksin.

“Kegiatan ini akan terus berlanjut sesuai dengan kebijakan Pemerintah. Rumah Sakit TNI AU Sam Ratulangi akan terus mendukung program pemerintah dengan sepenuhnya,” sebut Fauzi.

Komandan Lanud Sam Ratulangi Manado Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo, SH, secara terpisah, mengingatkan kepada seluruh Perwira Lanud Sam Ratulangi dalam pesan tertulisnya bahwa pelaksanaan vaksinasi harus sesuai protokol kesehatan.

“Pelaksanaannya tolong sesuai prokes ya, walaupun dilaksanakan di Rumah Sakit dengan space (ruang) terbatas. Sediakan kursi-kursi saat menunggu giliran, berjarak, flow mengalir teratur dan baik, serta first come first serve,” tulis Utomo.

Dalam pelaksanaan vaksinasi ini, Satuan POMAU Lanud Sam Ratulangi senantiasa siap bagi pengamanan terbuka serta melaporkan situasi pengamanan lalulintas kegiatan vaksinasi di RS TNI AU, serta mendukung ketertiban pemberian vaksin bagi masyarakat sekitar Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi, Mapanget, Manado. (lk)

Meimonews.com – Gerai Vaksinasi Presisi Polresta Manado yang mulai digelar sejak 30 Juni untuk jangka waktu yang belum dipastikan berakhirnya mendapat apresiasi dari warga Kota Manado.

Sejumlah warga yang ditemui usai vaksinasi menilai apa yang dilakukan Polresta Manado di bawah kepemimpinan Kombes Pol. Elvisnus Laoly sangat baik dan patut dihargai/diapresiasi karena membantu warga dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Sebagai warga Manado saya berterima kasih dan mengapresiasi kegiatan vaksinasi gratis yang dilakukan Polresta Manado ini,” ujar Priskia Sadu kepada Meimonews.com saat ditemui usai vaksinasi, Senin (12/7/2021).

Warga Kombos Timur ini sangat senang karena sudah divaksinasi, yang disediakan Polresta Manado. Apalagi vaksinasi ini dalam upaya pencegahan Covid-19, yang belum diketahui kapan berakhirnya.

Senada disampaikan Fictorio Louis Morgan Fatamorgana ketika ditemui terpisah di lokasi kegiatan, usai divaksin. “Terima kasih Polresta Manado. Vaksinasi gratis ini saya apresiasi, saya harga karena membantu warga dalam upaya pencegahan Covid-19,” ujar warga kelahiran Bogor ini.

Ketika datanya, tahu dari mana Polresta Manado mengadakan vaksin, Priskia mengungkapkan bahwa dia mengetahuinya lewat medsos. “Lewat online,” ujarnya.

Pantauan Meimonews.com di Gerai Vaksinasi Presisi Polresta Manado beberapa hari terakhir ini, terlihat cukup banyak warga yang datang untuk mendapatkan vaksinasi gratis.

Walau demikian, protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 tetap terjaga. Pimpinan Polresta Manado (Kapolresta Elvisnus Laoly dan Wakapolresta Faisol Wahyudi) terus memantau dari hari ke hari tentang pelaksanaan vaksinasi agar berjalam dengan lancar dan baik serta sesuai prokes yang ada.

Pimpinan Polresta ini dan petugas terus-meneruskan mengingatkan warga yang ada di lokasi untuk tidak mengabaikan aturan atau prokes yang sudah ditetapkan. Dan, warga pun disiplin menerapkannya.

Kegiatan vaksinasi yang digelar Polresta Manado, jelas Humas Polresta Manado Iptu Yusak Parinding ketika ditemui terpisah di lokasi vaksinasi, Senin (12/7/2021), adalah perwujudan dari Perintah Pimpinan Polda Sulut dan Polri sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo tentang sejuta vaksinasi setiap hari.

“Polresta Manado setiap hari melayani warga untuk divaksin sebanyak seratus lebih sampe dua ratusan. Senin (12/7/2021) sebanyak 136 warga yang berhasil divaksin sehingga total dari 30 Juni hingga 12 Juli sudah mencapai 1.739 orang,” ujarnya. (lk)

(Oleh : Dr. Paulus Januar, drg, MS)

Meimonews.com – Peran tenaga kesehatan (nakes) dalam mengatasi keraguan terhadap vaksinasi Covid-19 sangat dibutuhkan. Masih terdapat cukup banyak masyarakat yang tidak menghendaki divaksin Covid-19.Meimonews.com

Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu cara pengendalian pandemi melalui  kekebalan komunitas atau herdiimmunity.

Survei oleh Kementerian Kesehatan RI bersama dengan UNICEF dan WHO di 34 provinsi di Indonesia pada September 2020 menunjukkan bahwa sekitar 64,8 responden setuju menjalani vaksinasi Covid-19, 27,6 persen ragu-ragu, bahkan 7,6 persen menolak.

Survei SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting) pada Desember 2020 menunjukkan hanya 37 persen warga yang bersedia menjalani vaksinasi Covid-19, sedangkan 17 persen tidak akan mengikuti, dan 40 persen masih pikir-pikir.

Hasil ini merupakan penurunan dari survei SMRC sebelumnya dimana yang bersedia sebesar 54 persen. Kemudian, survei IPI (Indikator Politik Indonesia) pada Februari 2021 menunjukkan masyarakat yang bersedia di vaksin hanya 55 persen.

Vaccine hesitancy
Keraguan terhadap vaksinasi, yang dalam literatur disebut vaccine hesitancy, menurut SAGE (Strategic Advisory Group of Expert on immunization) dari WHO didefinisikan sebagai penundaan penerimaan ataupun penolakan terhadap vaksinasi, meski tersedia pelayanan untuk vaksinasi.

Menurut WHO, keraguan terhadap vaksinasi merupakan salah satu dari 10 ancaman kesehatan global.

Faktor utama timbulnya keraguan terhadap vaksinasi Covid-19 adalah marak beredarnya informasi yang tidak benar hingga menimbulkan ketidakpercayaan. Penelitian oleh Nuzhath et al menyimpulkan bahwa terdapat 7 tema informasi negatif yang menimbulkan keraguan terhadap vaksinasi Covid-19.

Pertama, meragukan keamanan dan efektivitas vaksin. Kedua, menerima informasi yang tidak benar mengenai vaksin. Ketiga, menganggap terdapat teori konspirasi, seperti wabah dan vaksin merupakan tipu muslihat dari industri farmasi. Keempat, memiliki ketidakpercayaan terhadap para ilmuwan dan pemerintah.

Kelima, merasa enggan untuk mendapatkan vaksinasi. Keenam, meyakini bahwa kewajiban vaksinasi merupakan pelanggaran terhadap kebebasan individu. Ketujuh, memiliki alasan keyakinan/religi.

Media sosial, seperti facebook, twitter, youtube, whats up, dan website,  paling sering menjadi sarana beredar informasi yang tidak benar.

Meningkatnya arus informasi mengenai kesehatan terutama melalui internet dan media sosial sebenarnya bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi dapat pula berakibat buruk bila yang beredar adalah informasi yang tidak benar.

Apalagi Covid-19 sebagai penyakit yang tiba-tiba muncul dan banyak hal yang tidak diketahui, sehingga mudah memunculkan dugaan spekulatif.
Covid-19 bukan hanya pandemi, tetapi juga menimbulkan infodemi atau lubernya informasi secara cepat dan meluas. Di era infodemi Covid-19, yang beredar dapat merupakan informasi yang faktual, tapi sayangnya banyak juga yang tidak benar.

Berdasarkan kenyataan ini, terutama dari kalangan profesi kesehatan dan otoritas kesehatan, perlu senantiasa memantau dan menangkal bila terdapat informasi yang tidak benar.

Peran Nakes
Berdasarkan berbagai survei mengenai Covid-19, termasuk yang dilakukan di Indonesia, ternyata tenaga kesehatan (nakes) dan medis merupakan sumber informasi yang paling diandalkan masyarakat.

Masyarakat memandang tenaga kesehatan terutama tenaga medis merupakan pihak yang paling dapat dipercaya dan paling memahami mengenai vaksinasi.

Tenaga kesehatan dapat berperan penting dalam mengatasi keraguan masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19 agar terbentuk herd immunity, yaitu dalam bentuk mengkomunikasikan informasi yang tepat, menumbuhkan motivasi dan perilaku, memberikan keteladanan, dan melakukan kolaborasi  dengan dokter sejawat atau dengan pihak lain.

Mengkomunikasikan Informasi
Penyampaian informasi yang benar dan jelas dibutuhkan untuk menepis keraguan maupun misinformasi.
Tenaga kesehatan seharusnya dapat menyampaikan informasi mengenai keamanan, efektivitas, proses pembuatan, serta cara pemberian vaksin Covid-19.

Termasuk akibat sampingan dan persiapan untuk mengatasinya, serta perlu juga disampaikan mengenai vaksinasi yang harus dilakukan secara luas untuk tercapainya kekebalan komunitas.

Agar menumbuhkan kepercayaan masyarakat, informasi perlu disampaikan secara transparan, akuntabel, konsisten, dan sesuai dengan konteks sosial masyarakat.

Informasi dapat dikomunikasikan dengan cara yang konvensional, seperti pada waktu konsultasi pasien atau melalui penyuluhan kesehatan.

Namun, saat ini berkembang pula metode yang sangat efektif untuk diseminasi informasi melalui media sosial.

Mengenai Covid-19 selama ini masyarakat telah dibanjiri informasi dari berbagai sumber serta seringkali satu sama lain saling bertentangan.

Tenaga kesehatan sebagai yang dipercaya masyarakat berperan penting untuk menyampaikan informasi yang benar, komprehensif, serta bermanfaat.

Selain itu Informasi mengenai Covid-19 sangat dinamis dan selalu berkembang, sehingga tenaga kesehatan perlu senantiasa memutakhirkan diri.

Menumbuhkan Motivasi dan Perilaku
Seringkali, hanya dengan mengetahui informasi saja tidak cukup untuk membuat seseorang melakukan sesuatu.

Kesalahan yang sering terjadi adalah bila seseorang sudah mengetahui maka dianggap sudah pasti akan mengerjakannya, tetapi sebenarnya masih dibutuhkan seperangkat modalitas untuk mewujudkan perilaku dari pengetahuan.

WHO mengembangkan kerangka teori model BeSD (Behavioral and Social Drivers of vaccination) untuk mengatasi keraguan terhadap vaksinasi, serta meningkatkan pelaksanaan vaksinasi.
Menurut Model BeSD tersebut, motivasi merupakan inti dari perilaku menjalani vaksinasi.

Motivasi merupakan sikap bersedia dan ingin menjalani vaksinasi. Motivasi terbentuk dari apa yang dipikirkan dan dirasakan seseorang, juga dari proses sosial yang terdapat di lingkungan seseorang. Terutama menyangkut pertimbangan manfaat dan risiko vaksinasi, serta kepercayaan pada tenaga kesehatan yang melakukan vaksinasi.

Dengan demikian, untuk menumbuhkan motivasi perlu dikembangkan pola pikir dan lingkungan sosial yang sesuai.

Setelah adanya motivasi, baru akan terwujud perilaku menjalani vaksinasi bila vaksin tersedia dan dapat dijangkau.
Selain itu, juga dibutuhkan tersedianya pelayanan vaksinasi yang bermutu, aman, dan efektif.

Memberikan keteladanan
Mengingat tenaga kesehatan dipercaya oleh masyarakat, maka keteladannya akan menjadi penting dalam mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Selain itu, diperlukan pula keteladanan menjalani vaksinasi dari pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, pemimpin agama, serta para pesohor.

Masyarakat lazimnya akan mengikuti perilaku dari tokoh yang dipandangnya memberikan makna bagi dirinya. Keteladanan terutama dalam bentuk menjalani vaksinasi.

Lebih jauh lagi dapat pula dalam bentuk menceritakan alasan menjalani vaksinasi, pengalaman menjalani vaksinasi serta apa yang terjadi setelahnya.

Melakukan kolaborasi

Tenaga kesehatan dalam mendukung vaksinasi Covid-19 dapat secara individual, tetapi yang lebih baik bila dijalankan bersama dalam suatu kolaborasi.

Kolaborasi dapat dilakukan dengan para sejawat dalam kegiatan organisasi profesi.

Secara meluas kolaborasi dapat juga dilakukan dengan otoritas kesehatan, media massa, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan kalangan usaha.

Kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat akan sangat menguntungkan. Selain akan memperluas jangkauan, juga mereka dapat menyampaikan pesan sesuai dengan konteks sosial yang dikuasainya.

Kerjasama luas yang mengikutsertakan para tokoh masyarakat akan semakin menambah kepercayaan masyarakat terhadap program vaksinasi Covid-19.

Meski mungkin tidak terlalu mudah dalam pelaksanaanya, tetapi kolaborasi diharapkan dapat mendukung vaksinasi Covid-19 terlaksana secara serasi, selaras, dan saling menunjang.

Kesimpulan
Vaksinasi massal merupakan suatu cara yang efektif untuk mengakhiri pandemi Covid-19, tetapi di tengah masyarakat masih terdapat keraguan terhadap vaksinasi Covid-19 tersebut.

Keraguan tersebut terutama karena ketidakpercayaan yang ditimbulkan dari informasi yang tidak benar.

Tenaga kesehatan terutama tenaga medis paling diandalkan masyarakat dalam rangka menyampaikan informasi dan pemahaman mengenai vaksinasi Covid-19.

Tenaga kesehatan mengemban peranan penting dalam mengatasi keraguan terhadap vaksinasi Covid-19 dalam bentuk mengkomunikasikan informasi, menumbuhkan motivasi dan perilaku, keteladanan.

Selain itu menyelenggarakan program kegiatan dalam kolaborasi dengan kalangan profesi kesehatan maupun juga bersama-sama dengan masyarakat luas. (Penulis adalah Pakar Kesehatan Masyarakat dan Purna Dosen Kesehatan Masyarakat FKG Universitas Moestopo)

Meimonews.com – Indonesia kembali mendapatkan tambahan vaksin Covid-19 sebanyak 14 juta dosis bulk vaksin Sinovac yang tiba pada Rabu (30/6/2021) dan 998.400 dosis vaksin AstraZeneca bantuan dari Pemerintah Jepang pada Kamis (1/7/2021).

Dengan tambahan vaksin ini maka ketersediaan vaksin COVID-19 produksi AstraZeneca bertambah jadi 9.226.800 dosis, vaksin jadi Sinovac 3 juta dosis, olahan bulk Biofarma 85 juta dosis, vaksin Sinopharm 2 juta dosis.

“Total vaksin dari semua merek yang telah diterima Indonesia sebanyak 99.226.800 dosis,” demikian rilis Kementerian Kesehatan RI, Kamis (8/7/2021).

Dalam waktu dekat, Indonesia akan kembali kedatangan vaksin Covid-19 dari COVAX-GAVI, AstraZeneca, dan Pfizer. Dengan tambahan vaksin yang semakin banyak, Menkes mendorong agar pelaksanaan vaksinasi bisa semakin dipercepat dan diperluas.

Masyarakat kembali diimbau bahwa vaksinasi tidak menjamin seseorang kebal 100 persen terhadap paparan Covid-19. Vaksinasi merupakan ikhtiar untuk mengurangi tingkat kesakitan dan mencegah kematian, untuk itu kewaspadaan tetap harus kita lakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Jangan segan mengingatkan orang sekitar untuk segera vaksinasi Covid-19 dan disiplin menjalankan protokol kesehatan..Karena melindungi sesama adalah kewajiban kita semua,” imbau Kemenkes. (lk)