Meimo News

Meimonews.com – Credrit Union (Koperasi Kredit) Kamberu Tanawangko menggelar Pelatihan Eco Enzym dan Misa Ekologis di Tambala,  Minahasa, Selasa (23/8)2022).

Pelatihan diadakan di rumah anggota CU (Keluarga Dareda Sumelang) sedang Misa Ekologis diadakan di Gereja Stasi Tambala Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Tanawangko.

Kegiatan pelatihan diikuti puluhan anggota CU dan  turut dihadiri Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Tanawangko Pastor Wilfrids Siunta Pr, Ketua Pengawas CU Kamberu Pastor Rhein Saneba Pr dan Pastor Eky Lalio Pr.

Kegiatan diawali kata pengantar Ketua Badan Pengurus CU Kamberu Pastor Clemens Joy Derry Pr kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan praktik pembuatan beberapa produk eco enzym.

Kemudian pemaparan materi oleh Tim Animasi Laudato Si Keuskupan Manado yakni Sr. Regina Fofid DSY (Ketua Komisi JPIC- KM,/Moderator Tim), Youla Sumakud (Dosen Faperta Unsrat), Lini Tambajong (Kepala Bapelitbang Manado) dan Daphne Esther Tololiu (Ketua Komunikasi Eco Enzyme Manado).

Sr. Regina dalam pemaparannya menjelaskan seputar eco enzym seperti apa itu eco enzym, mengapa eco enzym, cara membuat eco enzym dan manfaat eco enzym.

Walaupun hanya berjalan singkat, namun pelatihan berjalan menarik karena ada produk-produk yang dihasilkan pada program eco enzym oleh para narasumber. Selain itu, dibuat pula racitan produk yang dilatih, yang memang ramah lingkungan.

Menariknya, Uskup Manado didaulat untuk ikut dalam proses pembuatan sesuatu produk eco enzym. Mgr. Rolly, sapaan gembala kelahiran Lembean (Minut) tidak terlihat canggung saat mengiris bahan- bahan yang akan dibuat seperti pewangi dan sabun ramah lingkungan.

Selama beberapa menit, Mgr. Rolly ikut terlibat dalam proses peracitan tersebut sambil sesekali bertanya kemanfaatan dan proses pembuatan produk-,produk eco enzym, yang memanfaatkan bahan-bahan sisa atau yang akan dibuat.

Usai pertemuan, dengan berjalan kaki, Mgr. Rolly dan rombongan termasuk anggota Pengurus dan Anggota CU mendatangi Kantor Desa Tambala untuk penyerahan bantuan sembako.

Sebanyak 30 warga Desa Tambala dan 10 umat  stasi setempat mendapat paket sumbangan dari Lucia Taroreh (Anggota DPRD Minahasa), CU Kamberu dan OFS Manado, yang diserahkan Mgr. Rolly di dampingi Lucia Taroreh dan pengurus CU.

Usai penyerahan sumbangan, Mgr. Rolly dan rombongan kembali berjalan kaki menuju gereja Stasi Tambala untuk memimpin Misa Ekologis.

Saat memimpin misa yang juga diikuti umat stasi, Uskup di dampingi Pastor Joy, Pastor Siunta,  Eky dan Frater Diakon Dedianus Pati Pr.

Pastor Joy (sapaan akrab Ketua BP CU Kamberu) di dampingi Jonas Adam (Sekretaris CU) kepada Meimonews.com di sela kegiatan menjelaskan, koperasi kredit yang dipimpinnya memiliki program pertemuan rutin sebulan sekali dan bergilir ke rumah- rumah anggota.

“Dan, saat pertemuan, kami mengadakan pendidikan atau pelatihan walau dalam waktu singkat, yang bermanfaat bagi para anggota,” ujar mantan Ketua Komisi PSE-KM ini.

Pada pertemuan kali ini, sambungnya, pendidikan atau pelatihan yang diberikan kepada anggota, seberapa yang hadir, adalah terkait dengan program ramah lingkungan dan merawat bumi, sejalan dengan program Keuskupan Manado. (af)

Meimonews.com – Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Sulawesi Utara membuka kegiatan Bimtek (Bimbingan Teknik) Penggiat P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) Instansi Pemerintah yang diadakan di Hotel Mercuri Tateli, Minahasa, Selasa – Rabu (23-24/8/2022).

Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Lasut menjelaskan tentang pentingnya upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dalam kaitannya dengan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di samping pemberantasan yang dilakukan BNN dan Kepolisian.

Dijelaskan tentang pentingnya hal tersebut karena peredaran dan penyalahgunaan narkoba sudah sangat memprihatinkan. Ada peningkatan yang cukup signifikan penyalahgunaan / peredarannya baik secara nasional maupun di daerah termasuk di Sulut.

Di Sulut, ungkap Lasut yang di dampingi Kordbid P2M Sam G. Repy dan Subkorbid Berdaya Terry Tikoalu, ada peningkatan kasus penyalahgunaannya. “Berbagai upaya kami lakukan. Ada sejumlah kasus berhasil kami ungkapkan, diproses,” tandas Lasut.

Itulah sebabnya, sambung mantan Direktur Reserse Umum Polda Sulut ini, perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak termasuk instansi Pemerintah baik dalam upaya pencegahan maupun pemberdayaan masyarakat. Maka dalam rangka pemberdayaan masyarakat, BNN Sulut melakukan Bintek bagi Penggiat P4GN.

Kegiatan Bimtek yang digelar BNN Sulut dua hari tersebut diikuti 30 peserta utusan instansi- instansi pemerintah baik provinsi, kabupaten/kota di daerah ini.

Sejumlah narasumber ditampilkan yakni Kepala BNN Sulut yang membawakan materi Strategi Pencegahan dalam P4GN, Koorbid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) tentang Action Plan,  Wadir Reserse Narkoba Polda Sulut AKBP Raswin Bachtiar Sirait tentang Aspek Hukum dalam P4GN, Kerua KTN Lexie Kalesaran tentang Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam P4GN.

Dosen Politeknik Negeri Manado Beldie Tombeg tentang Group Dynamic, Psikolog Lengkana Nasman tentang Pengetahuan Dasar Adiksi Dasar Konseling dan Rehabilitasi, Direktur Lembaga Bimbingan Psikologi, Pendidikan,  Prestasi dan SDM  Jeanner J. Rawung tentang Pengembangan Karakter Individu sebagai Penggiat P4GN, serta Balai Bahasa Sulut  Dya Erta  Damayanti tentang Public Speacking dalam  rangka Penyampaian P4GN. (af)

Meimonews.com – Setelah pelaksanaan RUA (Rapat Umum Anggota) dengan agenda antara lain memilih mandataris RUA/Formatur Tunggal/Ketua Presidium PMKRI pada Mei 2022 dan Pelantikan DPC pada 30 Juli 2022 maka DPC PMKRI Cabang Manado menggelar Rakercab.

Rakercab (Rapat Kerja Cabang) DPC (Dewan Pimpinan Cabang) tersebut dilaksanakan di Margasiswa PMKRI, Kampung Kakas Jln Sam Ratulangi Manado, Jumat (19/8)2022). Raker dihadiri 20-an orang.

Semua PHC, biro dan lembaga yang ada di struktur DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PMKRI Manado Sanctus Thomas Aquinas Manado hadir dalam Rakercab yang dipimpin Avidian Kumarurung selaku Ketua Presidium PMKRI Cabang Manado.

Dalam Rakercab, masing-masing PHC dan lembaga mempresentasikan program kerja masing-,masing untuk satu periode kepengurusan (satu tahun) yakni 2022-2023.

“Setelah PHC dan Lembaga-lembaga menyusun rencana program kerja tersebut pada beberapa waktu lalu, maka di dalam Rakercab ini, program-program tersebut dipresentasikan karena akan menjadi program kerja DPC PMKRI Cabang Manado periode 2022-2023,” jelas Presidium Pengembangan Organisasi (PPO) Jufly Pandey.

Rakercab yang turut dihadiri sejumlah anggota tersebut, sambung Jufry, diharapkan agar mendapat masukkan baik berbentuk kritik, masukkan atau saran. “Dan, ada banyak masukkan yang diberikan,” ujarnya.

Disebutkan, setelah pemaparan tersebut ada banyak masukan yang diberikan oleh para anggota dan secara garis besar para anggota menuntut program kerja yang lebih inovatif, dan tetap bisa menjaga eksistensi PMKRI Cabang Manado itu sendiri, dan mengembangkan kader-kader yang ada di PMKRI Cabang Manado Sanctus Thomas Aquinas..

Sebagai Ketua Presidium yang baru dilantik, tentunya, Avidian Kumarurung menaruh harapan besar dan optimis akan Rakercab ini. “Semoga program-program yang telah dipaparkan oleh Dewan Pimpinan Cabang boleh memberi dampak positif untuk kemajuan cabang,”pintanya. (elka)

Meimonews.com – Setelah terhenti karena pandemi Covid-19 maka di situasi yang kondusif ini, kembali PPP (Perhimpunan Putra Putri) Brimob mengadakan sosialisasi Tiblantas (Ketertiban Berlalulintas) dan Keselamatan Berlalulintas (Kamsel) bagi anak usia dini.

Kali ini, yang mendapat sosialisasi.adalah siswa SD Katolik 21 Gunung Tabor Pakowa Manado. Kegiatan yang dilaksanakan, Jumat (19/8/2022) di kompleks sekolah diikuti 70-an siswa kelas 1, kelas 2 dan kelas 3, yang di dampingi sejumlah guru.

Kegiatan yang menampilkan narasumber/pemateri Lexie Kalesaran (Ketua PPP Brimob) dan Ipda Noviandy Hiola ini diawali pengantar kata oleh Kepala SD Katolik 21 Gunung Tabor Pakowa Linda Lelet.

Lelet menyambut positif kegiatan ini yang bertujuan memberi informasi dini dan bermanfaat jangka panjang kepada para siswa di sekolahnya, walau baru untuk kelas 1 sampai kelas 3.

“Terima kasih kepada PPP Brimob yang berkenan mengadakan sosialisasi Tiblantas dan Kamsel di sekolah kami. Terima kasih pula untuk para pembicara,” ujar Lelet.

Kegiatan ini, penting bukan hanya saat ini tapi juga untuk ke depannya. Pemberian informasi secara dini ini, menurutnya, sangat penting baik untuk bekal masa depan tapi sekaligus juga bisa langsung dirasakan saat ini, untuk keselamatan siswa itu sendiri karena sedari dini mereka sudah mengetahuinya dan bisa langsung diterapkan sepulang sekolah.

Pemaparan materi tidak hanya secara lisan tapi diikuti pula dengan pemaparan alat-alat peraga rambu-rambu lalulintas dan praktik berlalulintas diberikan pembawa materi kepada para siswa yang terlihat senang.

Lebih menarik, saat praktik menyeberang jalan melewati zebra cross yang dipandu Ipda Hiola di dampingi Kalesaran dan Lelet, terlihat para siswa merasa gembira/senang, bahkan ingin mengulangi lagi, namun karena keterbatasan waktu maka hanya diberikan sekali saja tapi diikuti semua siswa.

Orangtua/wali siswa, karena merasa senang, terlihat mengambil gambar dan membuat video ketika para siswa praktik menyeberang jalan yang dipandu pemateri.

Kasat lantas Polresta Manado AKP Noldy Undap  memberikan respons positif terhadap kegiatan ini dan menugaskan personilnya yakni Ipda Noviandy Hiola untuk hadir dan memberikan materi pada kegiatan sosialisasi tersebut. (elka)

                          Oleh :
           Ferlansius Pangalila

Dirgahayu Republik Indonesia. Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke 77 Tahun Kemerdekaan RI. “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. Merdeka !!!

Sebagaimana setiap Hari Ulang Tahun (HUT) tentu punya doa dan harapan besar, maka menjadi doa dan harapan saya di hari raya Kemerdekaan Indonesia ini adalah Rakyat Indonesia (termasuk saya) Merdeka secara Finansial.

Setidaknya, saya memahami kemerdekaan ini adalah kemerdekaan dari penjajahan utang, terlepas dulu dari masalah utang yang seakan telah menjadi penjajah abadi dalam setiap fase kehidupan. Meskipun hal ini bagi saya masih sebatas harapan dan doa karena dalam kenyataan masih punya utang finansial yang tersebar dimana-mana (belum termasuk utang budi pada beberapa kawan).

Utang finansial dilain pihak sering menjadi pilihan terakhir ketika persoalan hidup diperhadapkan dengan situasi sulit yang setelah dihitung-hitung dapat terselesaikan setidaknya secara strategis dapat menyelesaikan sedikit soal hidup itu. Namun, sering menjadi pilihan gampang dan tidak bijaksana jika semua persoalan hidup diselesaikan dengan berutang, yang ada penjajahan abadi terus terjadi, rong-rongan  debt collector dan serangan moral rasa malu terus menghantui.

Kemerdekaan finansial memang tidak berarti bahwa kita tidak butuh uang lagi, justru yang saya setujui pada definisi dimana situasi saat “uang telah bekerja untuk kita, dan kita “tidak lagi” bekerja untuk uang.”

Tentu saja, mencapai situasi ini tidak segampang mendefinisikannya, apalagi saya sendiri dan banyak di antara kita masih bekerja untuk uang, setiap hari dipenuhi dengan kesibukan dalam bekerja demi bertahan hidup dan memenuhi target keuangan yang sebagian besar hanya untuk membayar cicilan dan membayar utang.

Tetapi doa dan harapan “Merdeka Finansial” tentu bukanlah hal yang tidak mungkin terealisasi dalam fase kehidupan kita. Ini bukan mimpi di siang bolong tetapi visi yang akan menjadi kenyataan jika kita tahu cara berjuang untuk bebas dari penjajahan utang ini. Setidaknya banyak hal yang bisa kita lakukan sembari kita masih bekerja demi uang untuk saat ini. Apa yang bisa kita lakukan dalam situasi penjajahan ini ?

Mental Kaya
Kita, saya dan Anda dilahirkan dengan situasi dan kondisi yang berbeda-beda dan memang tidak adil, kita memulai kehidupan dengan modal yang tidak sama. Ada yang lahir sudah dalam kondisi keuangan orang tuanya boleh dikata berada bahkan sudah merdeka finansial, sementara saya dan barangkali kebanyakan kita dilahirkan dengan kondisi terbatas kalau tidak mau dikata di garis “kemiskinan material” atau di bawahnya. Sehingga tentunya mengawali bahkan sampai di fase kehidupan  ini saya masih terseok-seok dan masih hidup dalam penjajahan utang.

Ada fakta atau setidaknya merupakan kabar gembira bagi kita yang miskin dan bahkan miskin papa,  “Berbahagialah kita yang masih miskin namun punya harapan” bahwa banyak juga orang yang di awal kehidupannya (miskin saat lahir) ternyata sekarang termasuk orang-orang yang kaya dan telah merdeka finansial.

Banyak contoh yang bisa disebut di sini (tapi tak perlu sebut nama dan merek, belum diijinkan oleh yang tersangkut). Mengapa mereka lahir miskin tapi sekarang hidup kaya, bahkan tidak sedikit di antara mereka meninggalkan warisan yang buaaanyak untuk anak dan cucunya ?

Penasaran akan hal ini, saya mempelajari kehidupannya dan pelajaran pertama yang saya temukan (sebenarnya ditemukan oleh banyak orang juga) bahwa pertama-tama orang-orang ini punya “mental kaya”, meski di awal perjuangannya hidupnya penuh dengan penderitaan, miskin dan juga ada yang terjajah oleh utang.

Mental kaya yang saya maksudkan adalah ‘semangat perjuangan’ (boleh diartikan kerja cerdas) dan ‘kebijaksanaan’ teristimewa “kebijaksanaan finansial” yang mumpuni dalam menjalani pekerjaan dan kehidupan mereka.

Kerja cerdas dipahami oleh mereka bukanlah kerja keras saja karena keahlian dan kecerdasan intelektual yang diperoleh dari pendidikan formal seperti kebanyakan di antara kita, tetapi kerja cerdas merupakan keahlian dan kecerdasan yang terakumulasi dari ketekunan/keuletan  (bahasa lain Disiplin) pada apa yang mereka kerjakan, karena orang-orang kaya ini memiliki keyakinan atau mimpi atau visi bahwa mereka akan menjadi orang-orang yang merdeka finansial.

Maka secara spiritual mereka mendoakan apa yang mereka kerjakan, selalu bersyukur dengan apa yang mereka hasilkan dari pekerjaannya, dan bahkan menghidupinya (hasil kerjanya dikembangbiakan lewat penciptaan kerja dan karya-karya kehidupan lainnya). Uang yang diperolehnya digunakan secara bijaksana.

Mereka sangat bijaksana dalam bekerja demi uang dan memanfaatkan uang yang mereka dapatkan dari pekerjaan mereka secara bijaksana sehingga menghasilkan lebih banyak uang lagi. Dengan demikian lambat laun mereka menjadi kaya dan bebas dari penjajahan utang.

Mereka sangat bijaksana dalam bekerja demi uang dan memanfaatkan uang yang mereka dapatkan dari pekerjaan mereka secara bijaksana sehingga menghasilkan lebih banyak uang lagi. Dengan demikian lambat laun mereka menjadi kaya dan bebas dari penjajahan utang.

Mental kaya yang mereka miliki ternyata tidak tergantung pada kecerdasan intelektual/akademik/skolastika yang mereka peroleh dari bangku sekolah (bahkan tidak sedikit diantara mereka tidak lulus sekolah/sarjana).

Sekolah formal kita sibuk mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan yang kompleks, rumit, terlalu dalam dan melebar yang sering kali membosankan (setidaknya bagi saya), tapi lupa mengajarkan cara bagaimana merdeka finansial.

Sekolah banyak menciptakan ahli hukum, ahli ekonomi, ahli matematika dan banyak sekali ahli-ahli lainnya tetapi dalam kenyataannya sebagian besar ahli ini hidup dalam penjajahan utang, sedikit saja yang termasuk orang-orang kaya yang merdeka finansial.

Boleh jadi sekolah formal hanya menjadikan kita pintar dalam akademik tetapi tidak menjadikan kita pandai dalam kehidupan.

Menarik sekali, ternyata mental kaya ini adalah pelajaran kehidupan yang kita semua bahkan tahu tapi ternyata hanya sekedar tahu saja tanpa mengubah mental ini menjadi kebiasaan yang positif dalam setiap fase kehidupan kita sebagaimana maksud dan tujuan dari pelajaran kehidupan itu sendiri. Apa pelajaran kehidupan yang sederhana namun berdampak kaya dan merdeka finansial ini?

Hemat Pangkal Kaya, Rajin Pangkal Pandai
Saya yakin peribahasa ini kita tidak pernah lupa bagai doktrin yang diulang-ulang saat masih bersekolah dulu atau setidaknya pernah mendengarnya waktu sekolah dasar. Malahan ini sering menjadi bahan candaan “hemat pangkal pelit”, tetapi disisi tertentu ada benarnya bahwa “pelit” dalam arti lawan kata “boros” justru harus ditanamkan saat masih anak-anak dan bahwa selagi belum dijajah oleh utang atau setidaknya selagi masih ada uang atau gaji yang diperoleh sebagai hasil pekerjaan haruslah hidup hemat dalam arti jangan dihabiskan begitu saja untuk memenuhi “kebutuhan hidup” yang sering kali “kebutuhan” ditafsirkan dari kata-kata “keinginan” dan “godaan” hidup.

Meskipun pemenuhan kebutuhan dasar hidup (minimal pangan, papan dan pakaian) menjadi prioritas, tetapi hemat harus menjadi kebiasaan hidup di fase awal kehidupan kita. Kita belum terlambat untuk berhemat setidaknya belum terlambat mengajarkan anak-anak kita untuk hidup hemat dalam arti yang sebenarnya.

Pelajaran dari peribahasa “Hemat Pangkal Kaya” justru tidak bermakna menjadi “pelit” terlebih untuk diri sendiri dan untuk orang lain. Guru Bahasa Indonesia saya pernah mengajarkan bahwa “Hemat” artinya kita belajar menyisihkan sebagian atau beberapa persen dari pendapatan kita untuk disimpan atau ditabung. “Hidup hemat sebenarnya mau mengajarkan kita untuk terbiasa dan akhirnya menjadi budaya menabung.”

Tetapi apakah dengan menabung dapat membuat kita kaya dan merdeka finansial? Makanya peribahasa ini ada kelanjutannya yakni Rajin Pangkal Kaya.

Rajin bolehlah kita maknai seperti kerja cerdas di atas, yakni soal keuletan dan ketekunan (disiplin) dalam bekerja, mendoakan apa yang dikerjakan dan menghidupinya. Rajin dalam arti ini akan mengakibatkan diri kita menjadi pandai atau bijaksana.

Kebiasaan menabung dan kerja cerdas membawa kita pada satu titik dalam fase kehidupan kita memiliki uang yang cukup dan memiliki kebijaksanaan finansial sehingga kita menjadi pandai memanfaatkan uang tabungan kita untuk menghidupinya (berkembangbiak dalam kreasi pekerjaan dan karya kehidupan lainnya) sehingga boleh membawa kita ke depan pintu gerbang kemerdekaan finansial.

Pandai dalam arti bijaksana dalam keuangan (boleh dikata Kecerdasan Finansial) tentu bertujuan untuk menjadikan kita bagian dari orang-orang kaya yang merdeka finansial, lantas pelajaran berikutnya adalah memenfaatkan tabungan atau uang yang disisihkan dalam budaya menabung tersebut secara bijaksana, yakni berinvestasi.

Investasi
Tak ada cara lain dalam mewujudkan mimpi merdeka finansial adalah “uang bekerja untuk kita” selain dengan cara berinvestasi. Atau setidaknya memang baru cara ini yang saya pelajari dari orang-orang kaya yang merdeka finansial itu.

Menghemat dalam arti menabung saja tidak dapat membuat kita kaya, tetapi menginvestasikan uang yang kita sisihkan dalam tabungan adalah cara cerdas/bijak dalam meraih kemerdekaan finansial.

Banyak cara yang bisa dilakukan dalam berinvestasi. Misalnya jika cukup uang tabungan sebagai modal bangunlah bisnis sendiri (seperti perusahaan sendiri) atau jika belum cukup buat perusahaan sendiri, investasikan tabungan kita ke berbagai bentuk investasi lain baik membeli saham perusahaan yang sudah ada, dan atau investasikan ke produk/komoditi yang bernilai seperti emas atau perak dan lain sebagainya. Deposito/reksadana ataupun surat berharga/obligasi juga bisa menjadi pilihan dalam berinvestasi.

Tapi perlu pemahaman mendalam bahwa berinvestasi tidak sama dengan berjudi, Kecerdasan finansial menjadi syarat utama yang wajib kita miliki saat melakukan investasi dalam bentuk apapun. Lihat baik bentuk, legalitas dan logis jenis investasi yang akan dipilih untuk menaruh uang tabungan kita (ingat dimana hartamu berada, disitu hatimu juga).

Sesuaikan dengan tingkat risiko yang dimiliki masing-masing. Mental saja tidak cukup tanpa kebijaksanaan yang mumpuni. Tetapi bijaksana saja tanpa mental yang berani hanya membuat kita ragu-ragu dalam memulai investasi.

Oleh karena itu milikilah mental kaya dan milikilah kebijaksanaan finansial untuk berinvestasi, karena dengan demikian kita akan menjadi bagian dari kaum kaya yang merdeka finansial.

Selamat berjuang (untuk saya dan untuk kita) melawan penjajahan utang dan menuju gerbang kemerdekaan finansial.

Merdeka !  Merdeka Finansial ! (Penulis adalah Mahasiswa Doktoral Kriminologi Universitas Indonesia dan Wakil Sekretaris Jendral PP ISKA)

Meimonews.com – Wakil Kepala Polresta Manado AKBP Faisol Wahyudi, SIK menjadi Inspektur Upacara (Irup) Peringatan HUT Kemerdekaan RI Tahun 2022 yang diadakan di Mapolresta Manado, Rabu (17/8/2022).

Upacara peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI yang diselenggarakan Polresta Manado tersebut mengangkat tema Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat

Upacara yang ditandai pengibaran bendera merah putih dengan komandan upacara Iptu Sofyan Ramin tersebut turut dihadiri pejabat utama Polresta Manado

Peserta upacara terdiri dari para perwira Polresta Manado, gabungan Pama Polresta Manado, gabungan staf Polresta dan Polsek, Peleton Sabhara, Peleton gabungan Polwan, Peleton gabungan Lantas, gabungan Reskrim, Intel, Narkoba, gabungan Provos dan Gabungan PNS Polresta Manado.

Selesai melaksanakan upacara bendera dilanjutkan foto bersama oleh seluruh personil Polresta Manado. (elka)

Meimonews.com – Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto P. Sirait, SH, SIK memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) 7 pejabat di lingkungan Polresta Manado.dan jajaran di Mapolresta Manado, Selasa (16/8/2022).

Ketujuh jabatan yang diserahterimakan adalah
Kasat Reskrim dari Kompol Taufiq Arifin, S.Hut, SIK kepada Kompol Sugeng Wahyudi Santoso, SH, SIK, Kasat Resnarkoba dari Kompol Sugeng Wahyudi Santoso, SH, SIK kepada Kompol May Diana Sitepu, SH, SIK, .Kasi Propam dari AKP Arke Parasan, S.E. kepada Iptu Sundartami, SH.

Kapolsek Tuminting dari Iptu Tommy Ambat, SH kepada AKP Winifred Cynthia Lenti, SH, Kapolsek Mapanget dari Iptu Yusi Kristiana, SE Kepada Iptu I Gusti Ayu Utami, Kapolsek Bunaken dari Iptu Erwin Hendry Mantiri, SH, MH kepada Ipda Tripo Datukramat, SH dan Kapolsek Pulau Bunaken dari Iptu Karim R.Hamzah kepada Ipda Putut Wiyono, SH.

Kapolresta Manado dalam sambutannya menegaskan, serah terima jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang biasa dilakukan. “Mutasi jabatan di lingkungan Polri merupakan suatu yang biasa dilakukan selain penyegaran dan kebutuhan organisasi mutasi juga untuk pengembangan karir,” ujarnya.

Menurutnya, dengan serah terima jabatan ini maka terjadi regenerasi kepemimpinan yang diharapkan dapat membawa ide-ide baru dan mampu menciptakan langkah-langkah kreatif dalam menjalankan roda organisasi

Kepada para pejabat baru, Kapolresta percaya bahwa dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman tugas yang telah dijalani selama ini akan mampu melaksanakan tugas dalam membatunya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Manado.

Kepada para pejabat lama, Kombes Pol. Sirait menyampaikan terima kasih atas kinerja dedikasi serta pengabdian yang sudah diberikan selama bertugas di Polresta Manado dan berharap kepada pejabat baru agar dapat melaksanakan tugas dengan baik dan mampu beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan yang baru serta menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat dan stakeholder yang ada di wilayah lingkungan tugas masing-masing. (elka)

Meimonews.com – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia pelbagai cara dan upaya dilakukan baik pemerintah, swasta, organisasi/lembaga atau kelompok dan masyarakat lewat berbagai kegiatan untuk memperingati momen penting dan istimewa tersebut.

Memperingati HUT Kemerdekaan Tahun ini, Viri Gregoriani Musica Sacra dan dan Pueri Cantores Musica Sacra Keuskupan Manado pimpinan Junior Melo menggelar Vesper (Ibadat Sabda) Mulia di Gereja Hati Tersuci Maria Katedral Manado, Selasa (16/8/2022).

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Direktur Musica Sacra Pastor Harry Singkoh MSC dan Frater Diakon Dedianus Pati Pr memimpin kegiatan yang dihadiri terbatas oleh sejumlah umat tersebut.

Dalam kotbahnya, Mgr. Rolly (sapaan uskup) menegaskan, Tuhan telah memberikan Indonesia kekayaan berupa susu dan madu yang melambangkan kesejahteraan. Makanya diajak merayakan peringatan HUT Kemerdekaan ini, sambil mengenang apa yang telah dibuat para perintis, pejuang, pahlawan sehingga kita boleh menikmati kesejahteraan yang Tuhan kehendaki.

“Para pahlawan telah berjuang bukan untuk kompoknya atau kaumnya sendiri tetapi kesejahteraan dan kemerdekaan bangsa kita. Mereka (para pahlawan – Red) tidak saja hanya melihat jauh ke depan tapi juga tindakan nyata yang kita tahu bahkan sampai mengorbankan diri, nyawa mereka demi, semata-semata, untuk kesejahteraan dan kemerdekaan Indonesia,” paparnya.

Mantan Provinsial MSC Indonesia kelahiran Lembean ini mengingatkan agar kita bersyukur karena pemberian anugerah Tuhan, yang torang jaman ini terima dengan cuma-cuma. Dan, dengan tantangan jaman sekarang ini, untuk mengambil bagian di dalam mengisi kemereekaan ini  agar bangsa kita menjadi lebih sejahtera, menikmati kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh perintis dan para pahlawan kita .

Kita mensyukuri apa yang sudah kita terima secara cuma-cuma itu dan tergerak seperti para perintis, para pahlawan memberikan kepada orang lain. Kita mengambil bagian, bersama- sama meneruskan apa yang menjadi tujuan, yang sudah diperjuangkan dari awal oleh  para perintis, para pahlawan. Kita  mengisinya dan mengembangkannya terus-menerus lewat kebersamaan, baik bersama pemerintah, masyarakat maupun LSM-LSM yang ada di dalam bangsa ini.

“Agar kita mengambil bagian dalam memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan ini supaya bangsa kita semakin cerdas, bukan hanya cerdas otaknya tapi juga cetdas hati dan rohaninya. Kita menjadi cerdas dan peka terhadap apa yang menjadi kebutuhan mereka yang ada di sekitar kita.

Kita bersama- bersama dari kekurangan dan dari kekayaan, sebut Mgr Rolly,  kita  memberi perhatian terhadap kebutuhan orang-orang yang ada di sekitar;  orang-orang yang miskin, yang tidak saja miskin harta, miskin pikiran, miskin kehidupan bersama, miskin penghayatan rohani, itu yang menjadi visi kita untuk mengisi kemerdekaan ini.

Dalam kata penutupnya, Direktur Musica Sacra Keuskupan Manado Pastor Harry Singkoh MSC mengungkapkan harapan agar kegiatan vesper mulia ini menjadi agenda tetap Keuskupan Manado. “Tahun lalu kita sudah buat, mudah-mudahan kegiatan ini menjadi agenda tetap di tahun- tahun mendatang,” ujarnya.

Vesper dimulai dengan perarakan dari sakristi menuju altar. Ketika hendak berarak, uskup dan para petugas membungkuk ke arah salib sakristi . Musik organ mengiringi prosesi masuk.

Salib dan pembawa lilin berarak paling depan, diikuti para penyanyi, pastor Harry dan frater Dedianus, kemudian uskup yang didampingi caeremoniarius, yang di belakangnya petugas pembawa mitra dan tongkat uskup.

Lagu/madah pujian dan syukur serta doa untuk kemajuan negara dan bangsa Indonesia yang kini berusia 77 tahun mewarnai vesper mulia ini. Saat mengheningkan cipta, Mgr. Rolly mengajak kita mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Diajak pula untuk mengenangkan sosok mereka yang telah meninggal dan berjasa bagi kita. “Semoga kemurahan Tuhan terbuka atas mereka,” ujar Mgr. Rolly.

Dalam doa penutup, uskup mengajak mendoakan bersama di antaranya agar Tuhan Allah yang Mahaesa melindungi tanah air Indonesia agar tetap merdeka dan aman sentosa.

“Anugerahkanlah kepada bangsa Indonesia kemerdekaan sejati agar di seluruh wilayahnya berkuasalah keadilan dan damai, kesejahteraan dan kesehatan, peri kemanusiaan, kerukunan dan cinta kasih,” pinta uskup dalam doanya.

Setelah berkat episkopal dan sebelum perarakan keluar, dinyanyikam secara bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya. (elka)

Meimonews.com – Menindaklanjuti beberapa laporan terkait adanya bugs pada Aplikasi Dapodik versi 2023 yang dapat mengganggu kelancaran Satuan Pendidikan dalam melakukan pemutakhiran data semester 1 Tahun Ajaran 2022/2023, Kemendikbudristek, dalam hal ini Dirjen AUD Dikdasmen melakukan pemutahiran aplikasi Dapodiknya.

“Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Pauddikdasmen) Kemendikbudristek telah melakukan pemutakhiran Aplikasi Dapodik versi 2023.b yang telah dilakukan perbaikan,” sebut rilis Perbaikan Aplikasi Dapodik Versi 2023.b yang diposting, Selasa (16/8/2022).

Informasi perbaikan tersebut ditujukan
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala BBPMP dan BPMP, Kepala Satuan Pendidikan di seluruh Indonesia

Untuk memperbarui aplikasi dapodik 2023.a ke versi 2023.b, dapat mengikuti beberapa langkah berikut yakni unduh file patch dapodik 2023.b di sini; Install patch dapodik 2023.b; Refresh browser (ctrl+F5); Login Aplikasi Dapodik. Pastikan tampilan aplikasi sudah versi 2022.b;
Selesai.

Satuan Pendidikan dapat juga melakukan pembaruan Aplikasi Dapodik versi 2023.b secara otomatis dengan langkah yakni pastikan sudah terpasang aplikasi Dapodik versi 2023.a;
Pilih menu pengaturan pada aplikasi dapodik versi 2023.a; Pilih tombol cek pembaruan; Pastikan semua proses pembaruan “Berhasil”;
Refresh browser (ctrl+F5); Login aplikasi dapodik; Pastikan tampilan aplikasi sudah menggunakan versi 2023.b; Lakukan proses Tarik data; Selesai.

Berikut adalah daftar perubahan pada Aplikasi Dapodik versi 2023.b : Perbaikan bugs validasi pada kelas tingkat 3,6,9,12 bagi sekolah bukan penyelenggara IKM; Perbaikan bugs validasi JJM maksimal per rombel bagi kurikulum merdeka pada jenjang SD;

Perbaikan bugs saat pemilihan kurikulum merdeka bagi jenjang SMALB dan sekolah dibawah naungan Kemenag; Perbaikan saat menyimpan C2 dan C3 bagi kurikulum 2013 pada jenjang SMK; Perbaikan bugs saat memetakan peserta didik pada rombongan belajar mata pelajaran pilihan.

Unduh Aplikasi Dapodik Versi 2023.b pada tautan : https://cdn-dapodik.kemdikbud.go.id/rilis/Patch_Dapodik_2023.b.exe. http://ringkas.kemdikbud.go.id/dapodik2023b, https://bit.ly/dapodik2023b,  https://s.id/dapodik2023b,
https://cutt.ly/dapodik2023b. (elka)

Meimonews.com – UU No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran hingga saat ini masih cukup baik dan sesuai untuk mengakomodasi pengaturan praktik dokter/dokter gigi.

Dalam rangka mengantisipasi perkembangan serta kemajuan praktik dokter/dokter gigi dapat dilakukan pengaturan melalui Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, dan Peraturan Konsil.

Hal tersebut terungkap pada pertemuan PB PDGI dengan Pusat Panlak UU (Pemantauan Pelaksanaan Undang Undang) DPR RI untuk mendiskusikan evaluasi pelaksanaan UU No.29/2004 tentang Praktik Kedokteran. Pertemuan yang berlangsung secara daring tersebut diselenggarakan pada 5 Agustus 2022.

Pada pertemuan berdasarkan undangan dari Pusat Panlak UU DPRI RI tersebut, PB PDGI dipimpin Ketua Umum drg Usman Sumantri, MSc, dan Sekjen drg. Tari Tritarayati, SH, MHKes.

Beberapa anggota PB PDGI yang turut serta adalah Dr. drg. Edi Sumarwanto,MM, MHKes, Dr. drg. Paulus Januar, MS, drg Khoirul Anam, SH, MHKes, SpOrt, Dr. drg. Kosterman Usri, MM, drg. Suryono, SH,PhD, drg. Diono Susilo, MPH, dan drg. Bulan Rahmadi, MKes. Sedang dari Pusat Panlak UU DPR RI diikuti unsur pimpinan dan beberapa tenaga analis hukum.

Organisasi Profesi
Pada kesempatan tersebut hangat didiskusikan mengenai PDGI sebagai organisasi profesi. Berdasarkan UU No. 29/2004 ditetapkan IDI sebagai organisasi profesi yang menghimpun dokter dan PDGI sebagai organisasi profesi yang menghimpun dokter gigi. IDI dan PDGI sebagai organisasi profesi terutama berperan dalam membina profesionalisme dan etika profesi para anggotanya.

Dalam hal menjaga etika dan profesionalisme anggotanya, maka organisasi profesi kedokteran menjalankannya terutama dalam bentuk pemberian sertifikat kompetensi, pengembangan profesionalisme berkelanjutan (Continuing Professionalism Development), serta rekomendasi dalam pengurusan Surat Izin Praktik. PDGI menetapkan kode etik dokter gigi serta terhadap pelanggaran etika profesi maka organisasi profesi akan memberikan sanksi dalam rangka mempertahankan keluhuran profesi kedokteran.

Organisasi profesi kedokteran sebagaimana di semua negara lain merupakan wadah tunggal agar dapat sepenuhnya melakukan pengembangan profesionalisme dan etika profesi. Hal ini dijalankan terutama dalam rangka upaya untuk mewujudkan hak asazi manusia agar setiap orang mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.

Selanjutnya disampaikan pula mengenai ikatan keahlian yang menghimpun para dokter gigi spesialis serta ikatan kepeminatan dokter gigi. Dalam hal ini ikatan keahlian dan ikatan kepeminatan yang bersifat otonom sama sekali bukan organisasi yang berada di luar PDGI. Ikatan keahlian dan ikatan peminatan merupakan satu kesatuan yang tergabung dalam PDGI.

Bila terdapat beberapa organisasi profesi kedokteran maka mungkin saja masing-masing organisasi menetapkan kode etik dan standar profesinya sendiri-sendiri, hingga dapat menimbulkan kerancuan dalam pelayanan kesehatan.

Selain itu, misalnya seorang dokter/dokter gigi yang melakukan pelanggaran etik untuk menghindari dijatuhi sanksi bisa saja kemudian berpindah ke organisasi profesi lainnya, atau malah mendirikan organisasi profesi baru.

Pada kesempatan diskusi tersebut, PDGI mengemukakan pula bahwa penataan organisasi profesi yang serupa juga terdapat pada profesi lain. Pada UU Tenaga Kesehatan ditetapkan bahwa setiap jenis Tenaga Kesehatan hanya dapat membentuk satu Organisasi Profesi dan kolegium masing-masing Tenaga Kesehatan merupakan badan otonom dan bertanggung jawab kepada Organisasi Profesi.

Sedangkan pada profesi advokat, meski pada saat penyusunannya telah terdapat beberapa organisasi, namun UU tentang Advokat menetapkan tentang pembentukan Organisasi Advokat yang merupakan satu-satunya wadah profesi advokat.

Pada diskusi yang berlangsung, di samping mengenai organisasi profesi, dalam kaitan dengan pelaksanaan UU Praktik Kedokteran, dibahas pula mengenai peran dan fungsi kolegium, pembinaan dan pengawasan terhadap praktik dokter gigi, serta perlunya pemerataan distribusi dokter gigi.

Pada kesempatan tersebut dikemukakan meskipun terdapat permasalahan dan hal yang harus diperbaiki, namun bagi profesi kedokteran gigi, secara umum dapat dikatakan sudah cukup baik pelaksanaan pengaturannya berdasarkan UU Praktik Kedokteran serta peraturan perundang-undangan lainnya yang terkait.

Perubahan UU Praktik Kedokteran
Meskipun UU Praktik Kedokteran masih relevan dan belum ada urgensi untuk merevisinya, namun kalaupun hendak dilakukan perubahan harus berlandaskan idealisme luhur untuk pengembangan profesi dokter/dokter gigi dalam rangka pengabdiannya bagi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia.

Proses perubahan UU Praktik Kedokteran harus dijalankan dengan partisipasi yang bermakna (meaningful participation) dari seluruh pemangku kepentingan, serta juga perlu memperhatikan spesifisitas profesi kedokteran gigi.

Pembahasan bersama mengenai pelaksanaan UU Praktik Kedokteran berlangsung selama hampir 3 jam, dan sebagai kerangka acuannya adalah 25 butir pertanyaan dari Pusat Panlak UU DPRI RI.

Dari proses diskusi yang berlangsung dipandang perlu ditindaklanjuti dengan lebih mendalami lagi penelaahan mengenai pelaksanaan UU No. 29/2004 tentang Praktik Kedokteran. (Dr. Drg. Paulus Januar, MS/Pakar Kesehatan Gigi Masyarakat dan Pengurus Besar PDGI )