Meimo News

Meimonews.com – Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan melakukan telusur pasien secara langsung, Sabtu (28/2/2026).

Dirut melakukan telusuran tersebut walau ada titik tertentu mengalami gangguan listrik karena adanya maintenance dari PLN pada pukul 08.00-17.00 Wita.

Kegiatan tersebut dilakukan bersama para perawat, dokter, tenaga kesehatan (nakes) lainnya, serta dokter penanggung jawab pasien (DPJP).

Dalam telusur tersebut, Dirut meninjau langsung kondisi pasien di ruang perawatan sekaligus memastikan pelayanan yang diberikan berjalan sesuai standar operasional dan prinsip keselamatan pasien.

Dirut berdialog dengan pasien dan keluarga untuk mendengar secara langsung masukan terkait pelayanan yang diterima.

Tak hanya itu, Dirut turut berdiskusi dengan DPJP dan tim medis mengenai perkembangan kondisi pasien, rencana tindakan, hingga kendala yang dihadapi di lapangan.

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya manajemen dalam memperkuat koordinasi tim serta memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan yang optimal, profesional, dan humanis.

Kegiatan telusur pasien ini merupakan langkah konsisten pimpinan dalam membangun budaya mutu dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan rumah sakit. Dengan turun langsung ke ruang pelayanan,

Dirut menegaskan, peningkatan kualitas layanan bukan hanya menjadi komitmen tertulis, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. (“/Fer)

Meimonews.com – Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Manado Pastor Stenly Pondaag MSC memberikan pembekalan seputar liturgi ekaristi dan liturgi sabda kepada Tim Katekese Paroki St. Fransiskus de Sales Kokoleh, Minahasa Utara di Aula Paroki, Sabtu (28/2)2026).

Tim Katekese Paroki St Fransiskus de Sales Kokoleh, sebut Pastor Stenly, memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman mendasar pada umat seputar liturgi ekaristi kudus.

Oleh karenanya, Tim Katekese Paroki perlu memahami dan menyampaikan secara benar dan mempraktekkan apa yang diajarkan gereja Katolik soal liturgi dalam perayaan ekaristi.

Pastor Stenly mengajak Tim Katekese Paroki St Fransiskus de Sales Kokoleh untuk membenahi praktek yang kurang tepat yang dilakukan oleh umat saat mengikuti perayaan ekaristi.

Dosen Liturgi pada Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng (STF-SP) ini menjelaskan, dalam praktek liturgi, Gereja Katolik telah menyusun Buku Tata Perayaan Ekaristi (TPE)  baik untuk Imam maupun Umat TPE tahun 2020.

Dalam buku itu, umat diberikan petunjuk, praktek, simbol dan arti dari setiap bagian dalam liturgi, agar ada keterlibatan dan partisipasi umat selama Perayaan berlangsung.

“Di dalamnya, ada tata gerak liturgi sejak pembukaan hingga berkat penutup. Didahului dengan tanda salib, sikap berdiri, berlutut, duduk, mengatupkan tangan, semuanya ada artinya mengarah pada spiritualitas penghayatan terhadap liturgi,” ujarnya.

Demikian pula dengan lagu-lagu liturgi yang tematis, lagu misa; lagu pembukaan hingga penutup, yang diatur sebagaimana berlaku dalam liturgi Gereja Katolik.

Selain itu, altar dan ambo serta mimbar bacaan digunakan sesuai pemanfaatannya, baik oleh Imam maupun pemimpin ibadah yang berasal dari kaum awam. Termasuk asesoris dan hiasan bunga di seputar altar.

“Bunga tidak boleh menutupi altar. Altar harus transparan dan mudah dilihat Umat. Hal-hal ini patut disampaikan kepada umat,” tegasnya.

Terkait pakaian liturgi bagi lektor, Pastor Stenly menjelaskan, menggunakan alba, termasuk pemimpin liturgi sabda oleh kaum awam. “Apalagi saat memimpin ibadah yang melibatkan umat dari agama lain. Gunakan pakaian liturgi,” ujarnya.

Sedangkan gerak liturgi penumpangan tangan dan pemberian berkat dengan tanda salib besar oleh pemimpin ibadah yang berasal dari kaum awam, tidak diperkenankan. Karena penumpangan tangan dan pemberian berkat dengan tanda salib besar, hanya dilakukan oleh imam.

Para peserta yang merupakan Tim Katekese Paroki diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdialog seputar liturgi sabda dan Emekaristi, dan realita praktek liturgi oleh umat Paroki St Fransiskus de Sales Kokoleh.

Mengakhiri pembekalannya, Pastor Stenly mengajak Tim Katekese untuk terus memberikan literasi kepada umat. (*)

Meimonews.com – Universitas Katolik (Unika) De La Salle Manado dan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Ranting St. Theresia Stasi Benedictus Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen menggelar Signum Fidei Community Service (aksi nyata atau pengabdian yang dilakukan sebagai perwujudan iman).

Kegiatan yang diadakan di kompleks gedung gereja stasi yang sementara dalam pembangunan, Sabtu (28/2/2026) ini didukung Kaum Ibu Katolik (KIK) Sta. Beatrice Da Silva yang diketuai Conny Wewengkang dan Kaum Bapak Katolik (KBK) St. Petrus Stasi Benedictus yang diketuai John Mangundap dan diikuti ratusan umat stasi.

Kegiatan yang dilaksanakan sebagai wujud nyata implementasi semangat Aksi Piasa Pembangunan (APP) tahun 2026 ini berbentuk pemeriksaan kesehatan gratis serta pembagian bibit pohon dan buah gratis.

Hadir pada acara pembukaan di antaranya Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen Pastor Noldy Karamoy Pr, Pastor Rekan Pastor Siprianus Moto Pr, Ketua WKRI Sta. Theresia Steify Mariane Sepang dan Koordinator Signum Fidei Indonesia Unika De La Salle Manado Noula Josefine Mokorimban, Ketua Stasi Maria Sengkey serta pengurus KIK dan KBK Stasi Benedictus.

Turut melihat pelaksanaan kegiatan ini Rektor Seminari St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen Pastor Danny Surentu Pr.

Umat terlihat berbondong-bondong ke lokasi ketika mendapat/memgetahui adanya informasi adanya kegiatan ini. Sejumlah orang lanjut usia (lansia) kendatipun berjalan tertatih-tatih antusias ingin memanfaatkan kesempatan ini.

Demikian pula, banyak umat/warga yang ingin mendapatkam bibit pohon dan buah berdatangan untuk mendapatkannya karena gratis.

Pemeriksaan kesehatan di antaranya pemeriksaan gula darah, kolestrol, asam urat, mata dan fisioterpi.

Bibit yang diberikan, yang diserahkan secara simbolis oleh Pastor Moto, adalah advokat, pala, sirsak, mahoni, rambutan, kopi, jabon putih, kemiri, aren dan pala.

Kepada Meimonews.com di sela kegiatan, Pastor Karamoy mengapresiasi kegiatan yang diadakan di momen Prapaskah ini dan berterima kasih kepada Pimpinan Unika De La Salle Manado dan Pimpinan WKRI Ranting Sta. Theresia serta pimpinan organisasi yang mendukung kegiatan ini

“Saya senang dan bersyukur atas pelaksanaan kegatan ini yakni pemeriksaan kesehatan gratis serta pemberian bibit pohon dan buah secara gratis,” ujarnya.

Pelaksanaan fisioterapi sangat bermafaat karena langsung dirasakan dan terlihat hasilnya. “Saya merasakan langsung manfaat kegiatan fisioterapi ini karena difisioterapi oleh terapis profesional,” ujar Pastor Karamoy.

Pemberian bibit pohon dan buah gratis ini, menurutnya, akan memiliki dampak positif bagi kelestarian lingkungan, sejalan dengan ensiklik Laudato Si’ (Terpujilah Engkau).

Diketahui, Laodato Si adalah ensiklik kedua Paus Fransiskus yang diterbitkan pada 2015, berfokus pada ekologi integral dan kepedulian terhadap bumi sebagai “rumah kita bersama”.

Dokumen ini mengkritik konsumerisme, pembangunan merusak, serta mengajak “pertobatan ekologis” global untuk mengatasi perubahan iklim.

Yuke Keles, salah satu penerima manfaat pemeriksaan kesehatan gratis yang tinggal di Kelurahan Kakaskasen Lingkungan 1 berterima kasih dengan adanya kegiatan ini. “Bagus. Senang. Terima kasih karena saya bisa mendapat pemeriksaan kesehatan gratis. Ada dapa kacamata gratis juga,” ujarnya kepada Meimomews.com, usai pemeriksaan.

Hal senada disampaikan Olwin Pongai, warga Kelurahan Kakaskasen Lingkungan 1 yang memanfaatkan kesempatan untuk fisioterapi.

“Setelah tangan saya diterapi, kebas-kebas tangan saya mulai hilangm Jari-jari tangan saya mulai bergerak lancar. Mulai terasa enak,” ujarnya.

Toni Lepar, warga Kelurahan Kakaskasen Lingkungan 1 yang menerima bibit gratis senan dan berterima kasih dengan adanya kegiatan ini. “Terima kasih atas pemberian bibir gratis ini,” ujarnya. (lex)

Meimonews,com – Komitmen Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta Rampengan dalam memastikan pelayanan prima kembali terlihat pada Jumat (27/2/2026).

Di dampingi Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian serta pejabat terkait, Dirut dari ordo Dipteraturun langsung memantau pelayanan di sejumlah unit, mulai dari ruang rawat inap, Instalasi Gawat Darurat (IGD), hingga bagian pelayanan penunjang.

Dalam agenda tersebut, Dirut melakukan visitasi pasien di Irina B dan Irina C dan IGD. Ia tidak hanya meninjau kondisi pasien, tetapi juga memberikan edukasi terkait pola makan sehat sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan.

Bahkan, Dirut turut mewawancarai pasien secara langsung untuk mengetahui pengalaman mereka selama menjalani perawatan di RS Kandou.

Interaksi aktif juga dilakukan bersama dokter penanggung jawab, dokter residen, serta perawat yang menangani pasien.

Dirut menggali informasi terkait perkembangan kondisi pasien, sekaligus memastikan pelayanan berjalan sesuai standar operasional.

Tak hanya fokus pada pelayanan klinis, Dirut turut mengecek sistem rujukan rumah sakit guna memastikan alur rujukan berjalan optimal. “Koordinasi dilakukan dengan pihak rawat inap untuk memantau ketersediaan tempat tidur, sehingga pasien rujukan dapat terlayani dengan maksimal tanpa hambatan, ” ujarnya.

Di IGD, Dirut menanyakan secara langsung waktu tunggu pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, radiologi (foto), dan layanan diagnostik lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan respons cepat bagi pasien yang membutuhkan penanganan segera.

Perhatian Dirut juga menyentuh lini pelayanan non-medis. Customer Service, bagian registrasi, dan kasir tak luput dari pemantauan guna menjamin kenyamanan dan kelancaran proses administrasi pasien.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke ruang rekam medik (medrek) untuk memastikan tata kelola dokumen pasien berjalan tertib dan profesional.

Selain aspek pelayanan, sarana dan prasarana menjadi perhatian khusus. Kondisi pendingin ruangan (AC) di sejumlah titik serta atap selasar yang mengalami kebocoran turut dicermati untuk segera ditindaklanjuti.

Langkah ini menegaskan keseriusan manajemen RSUP Kandou dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan secara menyeluruh, baik dari sisi medis, administrasi, hingga fasilitas penunjang, demi kenyamanan dan keselamatan pasien. (Fer)

Meimonews.com – Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Gorontalo bersama rombongan melaksanakan kunjungan benchmarking ke Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) SulutGo dalam rangka memperkuat sinergi program dan penyelarasan data sasaran.

Kunjungan tersebut disambut Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan.Gizi Regionsl Sulawesi Utara dan Gorontalo Billy Kristian Kereh, di!Kantor BGN SulutGo Senin (23/2/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus koordinasi strategis guna memastikan keterpaduan data penerima manfaat, khususnya dalam mendukung program intervensi gizi bagi sasaran 3B (ibu hamil, ibu menyusui dan Baduta Non- Paud).

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, kedua belah pihak melakukan penyamaan dan validasi data agar pelaksanaan program di lapangan berjalan tepat sasaran dan terukur. Selain itu, turut dibahas rencana dukungan operasional bagi Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas mengantarkan layanan kepada sasaran.

Bantuan berupa sepeda direncanakan untuk mendukung mobilitas kader dalam menjangkau keluarga penerima manfaat, namun pelaksanaannya masih menunggu pengaturan teknis serta standar operasional prosedur (SOP).

Kaper berharap kunjungan ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program pembangunan keluarga dan percepatan peningkatan status gizi masyarakat.

Sinergi antara BKKBN dan BGN diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih terintegrasi, responsif, dan berdampak langsung bagi keluarga di wilayah Gorontalo. (lex)

Meimonews.com – Upaya dari Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dalam pembentukan Posbakum (Pos Bantuan Hukum) Kelurahan di Kota Manado mendapat apresiasi dari Kementerian Hukum Republik Indonesia (Kemenhum RI).

Apresiasi itu terwujud lewat pemberian penghargaan yang diserahkan Menteri Hukum (Menhum) RI Supratman Andi Agtas kepada Walikota Manado pada rangkaian acara pengukuhan Kakanwil Kementerian Hukum Sulut, Peresmian Posbankum serta Pembukaan Pelatihan Paralegal Desa/Kelurahan se-Sulawesi Utara.

Kegiatan ini dilaksanakan di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Kamis (26/2/2026) ini diawali dengan Pengukuhan Kakanwil Kemhum Sulut Hendrik Pagiling oleh Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus.

Hadir dalam kegiatan ini Forkopimda Sulut, Bupati dan Wali Kota se-Sulut, pimpinan instansi vertikal, serta undangan lainnya. (elka)

Meimonews.com – Guna penjajakan kerjasama dalam kaitannya dengan pembukaan Fakultas Kedokteran (Fakes) Unima, pimpinan Unima yakni Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita (mewakili Rektor Joseph Philip Kambey) dan Ketua Tim Pendirian Faked Unima Joy Rattu bertemu pimpinan RS Siloam Manado.

Pertemuan yang berlangsung di kantor rumah sakit, baru-baru tersebut terkait dengan upaya Unima untuk terus memperkuat langkah strategis dalam rangka persiapan pembukaan Faked Unima.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana konstruktif dan penuh semangat kolaborasi ini membahas peluang sinergi antara kedua institusi, khususnya dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran di PTN yang memiliki visi Unima unggul, mandiri, kompetitif dan entrepreneurial ini.

Pimpinan RS Siloam Manado menyampaikan komitmennya untuk memfasilitasi Unima dalam menjalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan Siloam International Hospitals sebagai bagian dari penguatan jejaring kerjasama di bidang layanan kesehatan dan pendidikan klinik.

Selain itu, kedua pihak juga merencanakan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) secara langsung antara Unima dan RS Siloam Manado yang akan mengatur bentuk dukungan operasional, akademik, serta kolaborasi dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, dalam waktu dekat akan dilaksanakan pertemuan lanjutan guna membahas secara lebih rinci substansi dan ruang lingkup PKS yang akan disepakati bersama.

Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen Unima dalam memastikan kesiapan institusi, baik dari aspek akademik maupun kemitraan strategis, untuk menghadirkan Faked yang berkualitas dan berdaya saing.

Melalui kolaborasi ini, Unima optimistis dapat memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan kedokteran di Sulawesi Utara, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan di daerah. (*/FA)

Meimonews.com – Kaper BKKBN Gorontalo Diano Tino Tandaju mengapresiasi atas dedikasi para anggota Juang Kencana yang tetap aktif dan produktif mesti telah memasuki masa purna tugas.

Apresiasi tersebut disampaikan Kaper ketika melakukan kunjungan silaturahmi ke kelompok Juang Kencana Sulawesi Utara yang merupakan salah satu kelompok Lansia Berdaya (SIDAYA), Rabu (25/2/2026)

Kunjungan ini menjadi momentum penguatan peran para sesepuh Juang Kencana dalam mendukung keberlanjutan Program Bangga Kencana di wilayah tersebut.

Mantan Kaper BKKBN Sulut ini menegaskan, pengalaman dan pengabdian para sesepuh merupakan aset berharga dalam pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting.

“Kami berharap para sesepuh Juang Kencana tetap sehat, kuat, dan terus semangat. Pengalaman dan keteladanan bapak ibu semua adalah energi besar bagi generasi penerus dalam menjalankan Program Bangga Kencana,” ujarnya.

Ketua Juang Kencana Sulut Onnyke Masengi menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Gorontalo.

Onnyke menilai kunjungan tersebut menjadi bentuk penghargaan moral bagi para purnabakti yang selama ini telah mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Kepala Perwakilan. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkontribusi dan menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat, khususnya di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Kunjungan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi lintas wilayah dalam mendorong optimalisasi Program SIDAYA sebagai bagian dari upaya mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif. (lex)

Meimonews,com – Guna memperkuat kolaborasi/sinergi dan berbagi praktik baik percepatan penurunan stunting (PPS), Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Gorontalo Diano Tino Tandaju melakukan audiensi dengan Walikota Tomohon Carrol Joram Azarias Senduk, di ruang kerja walikota, Selasa (24/2/2026).

Audiensi ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pembelajaran lintas daerah, mengingat Kota Tomohon merupakan salah satu daerah dengan angka stunting terendah di Provinsi Sulawesi Utara. Keberhasilan tersebut dinilai tidak terlepas dari konsistensi intervensi berbasis data serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Dalam pertemuan tersebut turut dibahas data keluarga berisiko stunting (KRS) di Kota Tomohon yang menjadi dasar intervensi terarah.

Berdasarkan pendataan, jumlah KRS di Tomohon tercatat sebanyak 2.951 keluarga, yang tersebar di Tomohon Utara sebanyak 1.061 keluarga, Tomohon Tengah 530 keluarga, Tomohon Timur 402 keluarga, Tomohon Selatan 550 keluarga, dan Tomohon Barat 408 keluarga.

Data ini menjadi pijakan dalam menentukan prioritas sasaran serta strategi pendampingan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Kaper menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung pendekatan yang dilakukan Pemerintah Kota Tomohon dalam mengelola data dan memastikan intervensi berjalan optimal.

“Kami melihat Tomohon sebagai daerah yang berhasil menjaga angka stunting tetap rendah. Tentu ada strategi, konsistensi, dan komitmen kuat di balik capaian ini. Kami ingin belajar secara langsung agar praktik baik ini bisa direplikasi di Gorontalo,” ujarnya.

Ditambahkan, keberhasilan penurunan stunting tidak hanya ditentukan oleh program, tetapi juga oleh akurasi data dan pengawalan intervensi di lapangan.

“Ketika data keluarga berisiko stunting dipetakan dengan baik, maka intervensi gizi, edukasi, dan pendampingan dapat dilakukan lebih terukur. Inilah yang ingin kami dalami dari Kota Tomohon,” ujarnya..

Walikota Tomohon menyambut baik audiensi tersebut sebagai bentuk penguatan jejaring dan kolaborasi antar daerah.

“Penanganan stunting di Tomohon kami lakukan secara terpadu dan berbasis data. Seluruh perangkat daerah bergerak bersama, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Ditegaskan, komitmen dan konsistensi menjadi kunci utama dalam menjaga tren penurunan stunting. (lex)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie mengingatkan kepada para wisudawan/wati untuk tidak takut dan gentar pada proses dan tantangan.

Hal tersebut disampaikan Rektor pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Tahun 2026 yang dilaksanakan di Auditorium Unsrat, Manado, Kamis (26/2/2026).

“Jangan takut pada proses, jangan gentar pada tantangan, justru di situlah karakter saudara dibentuk,” ujar Rektor.

Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie dan Kepala Bapelitbang Sulut Yani Lukas

Dijelaskan, wisuda bukan hanya tentang gelar akademik, tetapi wisuda adalah simbol bahwa saudara telah ditempa secara intelektual, tetapi juga secara mental dan moral.

Oleh karenanya diingatkan kepada wisudawan dan wisudawati akan ada hari-hari sulit di depan,. Ada kegagalan, ada pintu yang tertutup, namun ingatlah pelajaran dari bulan suci dan masa perenungan ini bahwa kesabaran melahirkan kekuatan, dan pengorbanan melahirkan kemuliaan.

Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus yang diwakili Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Sulut Jani Lukas dalam sambutannya mengatakan, sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di kawasan timur Indonesia, Universitas Sam Ratulangi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten di berbagai bidang.

Selain itu, kontribusinya nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

Diingatkan agar jangan pernah merasa cukup dengan capaian hari ini. “Jadikan wisuda sebagai awal perjalanan untuk terus belajar memperluas wawasan dan mengasah keterampilan,” sebutnya. (FA)