Meimo News

Meimonews.com – Tim Subdit I Ditresnarkoba Polda Sulut berhasil mengamankan seorang pengedar narkotika jenis sabu, di wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara.

“Tersangka pengedar sabu yang diamankan seorang pria berinisial FM (40), warga Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara,” ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Michael Irwan Thamsil kepada wartawan di Mapolda Sulut, Senin (3/3/2025).

Tersangka diamankan beserta sejumlah barang bukti terdiri dari, 3 paket sabu dengan berat kurang lebih 5,53 gram, 2 buah korek api gas, 5 buah sedotan plastik warna putih, dan 1 buah handphone.

Awalnya, jelas Kabid Humas, petugas menerima informasi dari warga masyarakat mengenai peredaran narkotika yang diduga dilakukan seorang pria berinisial FM di wilayah Kecamatan Ratatotok.

“Petugas merespons informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan di sekitar lokasi, dan menemukan indikasi kuat adanya aktivitas mencurigakan di rumah tersangka FM,” ujarnya.

Hasil penyelidikan, petugas memastikan bahwa yang bersangkutan melakukan peredaran narkotika, kemudian menggerebek rumah tersangka. Dalam penggeledahan, petugas menemukan tiga paket narkotika jenis sabu.

FM beserta barang bukti kemudian diamankan pada Selasa (28/2/2025) dan kini berada di Mapolda Sulut untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Modus operandinya, tersangka membeli sabu kemudian mengedarkan dalam paket kecil di wilayah Kecamatan Ratatotok, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Tersangka mengakui telah tiga kali membeli dan mengedarkan sabu di wilayah tersebut.

“Ditresnarkoba Polda Sulut masih melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika ini,” sebut Kabid Humas.

Terhadap tersangka dikenakan pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukumannya 4 sampai 20 tahun penjara.

Direktur Resnarkoba Polda Sulut Kombes Pol. Budi Samekto menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus memerangi jaringan narkoba di wilayah Sulut. Pihaknya akan terus melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap mereka yang terlibat dalam jaringan narkoba.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dalam membantu kami memerangi jaringan narkoba. Jika memiliki informasi tentang jaringan peredaran narkoba, silahkan hubungi kami di nomor telepon 081340091111,” ujarnya.

Ditresnarkoba berharap, penangkapan ini dapat menjadi contoh bagi mereka yang terlibat dalam jaringan narkoba bahwa, kepolisian tidak akan ragu-ragu untuk menindak mereka yang melanggar hukum.

“Kami juga berharap, masyarakat dapat terus mendukung kami dalam memerangi jaringan narkoba,” ujarnya. (AF)

Meimonews.com – Salah satu janji kampanye Yulius Selvanus (YS) saat menjadi calon Gubernur Sulut adalah memperindah Danau Tondano agar menjadi tujuan wisata favorit di Sulut.

Sekarang YS telah terpilih dan untuk membantunya mewujudkan rencananya, tukang bridge mencoba memberi masukan dengan menampung berbagai masukan dari WA Group Memajukan Tondano.

Rencana Pembangunan Pariwisata Danau Tondano (RPPDT) direncanakan dengan tujuan Meningkatkan pendapatan masyarakat lokal melalui pariwisata; Mengembangkan Danau Tondano sebagai destinasi pariwisata yang berkelanjutan; Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan.

Sasarannya adalah Meningkatkan jumlah pengunjung Danau Tondano sebesar 20% dalam 2 tahun; Meningkatkan pendapatan masyarakat lokal dari pariwisata sebesar 30% dalam 3 tahun; Mengembangkan 5 destinasi pariwisata baru di sekitar Danau Tondano dalam 5 tahun.

Ada empat strategi terkait dengan RPPDT. Pertama, Pengembangan Infrastruktur yakni membangun dan memperbaiki jalan akses ke Danau Tondano; membangun fasilitas umum seperti toilet, tempat parkir, dan restoran.

Kedua, Pengembangan Destinasi Pariwisata dengan Mengembangkan 5 destinasi pariwisata baru di sekitar Danau Tondano, seperti taman wisata, pantai, dan desa wisata; dan Mengembangkan paket wisata yang menarik dan berkelanjutan.

Ketiga, Pengembangan Sumber Daya Manusia dengan Melatih dan mengembangkan kemampuan masyarakat lokal dalam bidang pariwisata; dan Mengembangkan program pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan.

Keempat, Pengembangan Promosi dan Pemasaran dengannMengembangkan strategi promosi dan pemasaran yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan minat pengunjung; dan Mengembangkan kerjasama dengan agen perjalanan dan operator pariwisata untuk meningkatkan jumlah pengunjung.

YS mengungkapkan sejumlah rencana besar yang akan mengubah wajah danau ikonik tersebut.

Salah satu langkah awal yang telah disiapkan adalah alokasi dana sebesar Rp 1,26 triliun untuk membangun dan meningkatkan infrastruktur di sekitar Danau Tondano.

Menurutnya, dana yang cukup besar ini akan dimanfaatkan untuk membangun berbagai fasilitas yang dapat menarik lebih banyak wisatawan ke Sulawesi Utara.

Hal ini bertujuan untuk mempermudah akses pengunjung dan meningkatkan pengalaman wisata di lokasi yang sudah dikenal dengan keindahan alamnya.

Group Memajukan Tondano dibuat untuk memberikan masukan agar apa yang direncanakan bisa terwujud dan bermanfaat untuk masyarakat di DAS Danau Tondano dan sekitarnya.

Dari masukan yang diterima ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian yakni
pemberantasan enceng gondok. Ini yang harus menjadi prioritas utama.

Ada beberapa usul, pertama basmi tuntas; kedua, kalau tidak bisa dibasmi tuntas bertemanlah dengan encek gondok dengan memanfaatkannya.

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) memiliki banyak manfaat, di antaranya untuk kesehatan, pembersih air, bahan baku kerajinan, dan energi alternatif.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah kesehatan yakni menyehatkan kulit karena mengandung antijamur, antibakteri, dan antimikroba, antiperadangan, memperlancar pencernaan, menurunkan berat badan, meredakan gatal-gatal.

Pembersih air yakni menyerap zat-zat berbahaya seperti logam berat dan bahan kimia dari air mengolah air limbah yang mengandung logam berat dan ion terlarut, menyerap hidrokarbon minyak bumi.

Bahan baku kerajinan yakni kursi, meja, tali, hiasan dinding, gurniture, fompet, tas, taplak, gorden.

Energi alternatif yakni dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biogas karena kandungannya yang tinggi akan hemiselulosa dan selulosa.

Manfaat lain adalah habitat untuk satwa liar, seperti ikan, burung air, dan serangga air; penyerap karbon; penahan erosi; pakan ternak, terutama untuk sapi dan kambing.

Estetika lanskap. Masalahnya pilihan kedua ini tidak mudah karena perkembangan enceng gondok yang sangat cepat.

Selanjutnya menangani dengan sebaik-baiknya rencana revitalisasi Danau Tondano oleh Kementerian PUPR karena Danau Tondano masuk 15 Danau kritis di Indonesia.

Sayangnya, program yang dimulai sejak tahun 2016 tidak terlihat manfaatnya secara nyata.
Menangani dengan benar Peraturan yang mengatur penanganan danau di Indonesia, antara lain Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional; Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 28 Tahun 2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Danau.

Selain itu, Perpres Nomor 60 Tahun 2021 mengatur tentang Penetapan 15 Danau Prioritas Nasional; Koordinasi, sinergi, sinkronisasi, dan harmonisasi antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah; Pembentukan Tim Penyelamatan Danau Prioritas Nasional; fan Pendanaan penyelamatan danau prioritas nasional.

Sementara itu, Permen PUPR Nomor 28 Tahun 2015 mengatur tentang: Penetapan garis sempadan danau, Kewenangan dan tanggung jawab pengelolaan danau.

Prinsip-prinsip dasar pengelolaan danau adalah Terpadu, menyeluruh, dan berkelanjutan; Melibatkan pemangku kepentingan; Bersifat adaptif terhadap perubahan kondisi; Membagi tugas, fungsi, beban biaya, dan manfaat secara adil; Berlandaskan azas akuntabilitas
Upaya pemulihan ekosistem danau, antara lain Pembersihan gulma, Pembuatan kompos, Pemantauan kualitas air, Pengelolaan sampah.

Jika, hal-hal di atas sudah tertangani dengan baik maka baru dipikirkan mengenai infrastruktur penunjang seperti jalan lingkar luar Danau Tondano dan lain-lain.

Selanjutnya mengenai pemanfaatan Danau Tondano sebagai objek pariwisata.

Gubernur YS sudah merencanakan membuat 8 terminal atau dermaga di Danau Tondano hanya kalah dengan Danau Toba yang punya 12 terminal atau dermaga.

Sepertinya, yang cocok sebagai pusat adalah Dermaga di Benteng Moraya. Sebelum naik kapal mengelilingi Danau Tondano mereka bisa menikmati sajian di Benteng Moraya di mana ada aneka kuliner Minahasa, aneka cindera mata khas Sulut, pertunjukan drama Lahirnya Danau Tondano serta kisah heroic Perang Tondano, kemudian ada museum di Lodji Tondano yang sudah dipindahkan ke Benteng Moraya dan mungkin ada ide yang lain.

Sisa tujuh dermaga atau terminal bisa dimintakan untuk dibangun di kampung-kampung sekeliling Danau Tondano yang ada objek wisata seperti gereja tua di Eris, lapangan terbang Tasuka, pulau Likri, Sumaru Endo Remboken dan lain-lain.

Tentu saja perlu ditambah dengan kegiatan lainnya sehingga lebih menarik. Seperti dibentuk sanggar kesenian yang mengadakan pertunjukan terjadwal secara rutin.

Pulau Likri dibangun gereja oikumene dan dibuat duplikat bahtera Nabi Nuh. Restoran, café, tempat pemeliharaan ikan dibuat aturan sehingga tertib dan tidak mengganggu eko sistim danau.

Selanjutnya, dilanjutkan dengan penanganan teberan atau Sungai Tondano dilanjutkan dengan membuat fish market di pasar bawah Tondano serta night market untuk weekend di jalan dari pasar bawah ke pasar atas Tondano.

Dari uraian di atas,bada 5 objek wisata baru yang dibuat, yaitu 2 kampung wisata yang dipilih dari kampung-kampung yang mengelilingi Danau Tondano, Fish dan Night Market Tondano, wisata sungai Tondano dan Pulau Likri. Ditambah dua yang sudah ada yaitu Benteng Moraya dan Sumaru Endo Remboken berarti sudah ada 7 objek wisata. (Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Kepala Perwakilan (Kaper) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut Jeanny Yola Winokan menghadiri acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut.

Sertijab yang digelar dalam rapat paripurna DPRD Sulut yang dipimpin Fransiscus Andy Silangen di dampingi para Wakil Ketua Dewan ini dilaksanakan di Ruang Rapat DPRD Sulut, Selasa (4/3/2025).

Bersamaan dengan acara tersebut, diadakan pula sertijab Ketua TP PKK Sulut, Ketua Posyandu Sulut, dan Ketua Dekranasda Sulut.

Hadir pada acara tersebut, para anggota DPRD, Forkopimda, Sekprov Steve Hartke Andries Kepel, serta para pejabat di lingkungan Pemprov Sulut, Pengurus TP PKK Sulut, Pengurus Posyandu Sulut, Pemgurus Dekranasda Sulut dan undangan lainnya.

Mendampingi Kaper pada kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat DPRD Sulut, Selasa (4/3/2025) ini, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Umum, AdvokasiAdvokasi, KIE dan Kehumasan Ferow Ralan Imanuel Ratu.

Sertijab, menandai peralihan pimpinan dari Olly Dondokambey dan Steven Kandou (Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut lama) kepada Yulius Selvanus dan Johanis Victor Mailangkay (Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut baru).

Sertijab pimpinan daerah Sulut ini diwarnai pula dengan penyerahan memori jabatan dari Dondokambey (Gubernur Sulut sebelumnya) kepada Yulius yang akan memimpin Sulut periode 2025-2030 di dampingi Mailangkay.

Kemendukbangga/BKKBN Sulut dan jajaran akan terus berkolaborasi/bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulut di era baru kepemimpinan ini. (elka)

Meimonews.com – Hari ini (5/3/2025) umat Katolik di seluruh dunia membuka masa Prapaskah dengan Puasa dan Pantang. Masa ini ditandai dengan Perayaan Rabu Abu.

Penerimaan abu di kepala atau di dahi mau mengingatkan bahwa hidup manusia karena dosa sangatlah kecil dan rapuh di hadapan Tuhan.

“Seperti debu tanah yang diinjak orang, seperti yang kotor dan dipandang hina tak berguna, namun oleh karena belas kasih Allah, Ia mengangkat manusia menjadi sungguh berarti,” ujar Pastor Yohanes I Made Pantyasa Pr ketika memberikan homisi pada Misa Rabu Abu di Gereja Paroki Santu Josep Pelindung Pekerja (SJPP) Manado, Rabu (5/3/2025).

Karena itu, tambah Pastor Rekan Paroki SJPP Manado ini, melalui bacaan pertama (Yoel 2 : 12-18), kita diingatkan untuk Berbalik kepada Tuhan dengan segenap hati, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh. Berbalik kepada Tuhan sebab Ia pengasih dan penyayang.

Ditegaskan, berbalik kepada Tuhan, bukan supaya nampak sebagai orang yang rajin, ikut terlibat di banyak hal, namun berbalik kepada Tuhan dengan kesungguhan bahwa apa yang dilakukan semata-mata untuk Tuhan.

“Entah melakukan kewajiban agama, entah memberi sedekah, entah berdoa, entah berpuasa, semuanya hendaknya dilakukan dalam relasi dengan Tuhan,” ujarnya.

Menurut, Ketua Komsos Keuskupan Manado ini, apa yang dilakukan hanyalah untuk Tuhan sendiri, bukan supaya dipuja dan dipuji orang tetapi agar Tuhan berkenan menganugerahkan rahmat pengampunan dan keselamatan kepada kita.

Maka, sebutnya, melakukan ‘dengan sembunyi’ menjadi tanda bahwa apa yang dilakukan hanyalah dalam relasi intim antara kita dan Tuhan. Pastor Made (sapaan akrabnya) pun mengutip bacaan kedua (2 Kor 5 : 20-6 : 2), Camkanlah, saat inilah saat perkenanan itu; hari ini adalah hari penyelamatan itu.

Di akhir homilinya, Pastor Made mengajak untuk membuka masa Prapaskah ini dengan syukur dan sukacita dalam sikap tobat dan penyerahan diri.

“Mari berlajar dari debu. Abu kecil bahkan sangat kecil. Dibersihkan karena dianggap kotor. Diinjak bahkan tidak ada yang peduli. Abu…kamu tak sendirian. Aku juga kecil, kotor tak berarti. Tapi syukurlah masih ada Dia. Meski ku kecil, Dia mengangkatku menjadi berarti,” ujarnya bernada ajakan.

Misa Prapaskah ini diwarmai pemberkatan abu hasil bakaran daun palma yang dipakai waktu Minggu Palma dan penandaan abu di dahi masing-masing umat yang mengikuti misa, serta penerimaan komuni bagi umat yang telah memenuhi syarat. (Fer)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menekankan pentingnya fokus dalam bekerja bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Manado, mengingat kontestasi politik telah usai.

“Saatnya semua pihak bersatu dalam membangun Kota Manado ke depan,” ujar Walikota Manado ketika memberikan sambuta pada Apel Perdana Bulan Maret 2025 Pemerintah Kota Manado di Lapangan Sparta Tikala Manado, Senin (3/3/2025).

Ditambankan, tidak ada lagi kontestasi. Sekarang kita bekerja bersama untuk membangun Kota Manado yang lebih baik.

“Kita juga berharap capaian pembangunan di Kota Manado dapat terus ditingkatkan melalui pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” ujar mantan Ketua DPRD Sulut ini.

Di awal sambutannya, AA (sapaan Walikota Manado) yang berpasangan dengan Richard Sualang (akrab disapa RS) terpilih kembali dan telah dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat Muslim di Kota Manado.

Apel perdana ini juga dirangkaikan dengan pembacaan Surat Keputusan terkait Kenaikan Pangkat Pengabdian dari IV/d ke IV/e serta pemberian Piagam Penghargaan bagi Sekretaris Daerah Kota Manado Micler Lakat.

Hadir dalam kegiatan ini para Asisten, Kepala-kepala SKPD, para Camat dan Lurah, serta jajaran Pemerintah Kota Manado. (Afer)

Meimonews.com – Ada 5 (lima) poin penting disampaikan Wakil Rektor 2 (Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum) Unima Donald Matheos Ratu saat memberikan arahan pada Apel Mingguan, Senin (3/3/2025).

Apel mingguan yang diikuti pimpinan, staf dan pegawai di lingkungan Unima ini dilaksanakan secara zoom yang dipimpin Ratu mewakili Rektor Unima Joseph Philip Kambey.

Kelima poin tersebut adalah pertama, apresiasi bagi semua prodi (program studi) yang telah melaksanakan perkuliahan sesuai kalender akademik.

“Periihal portal akademik, saat ini, sudah pada fase perbaikan dan migrasi data untuk pengaktìfan,” ujar Ratu.

Poin kedua, pengisian LKD/BKD. Tentang hal ini, akan disesuaikan dengan aktifasi portal.

Poin ketiga, RPL baru sedang diaudit oleh LP3M.atas permintaan bidang akademik untuk dievaluasi kelanjutannya.

Poin keempat, diharapkan kepada para dosen untuk mulai menyiapkan proposal penelitian dan pengabdian untuk skema-skema riset.DRTPM baru yang diluncurkan minggu lalu. (FA)

Meimonews.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Kenendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut berkolaborasi dan memperkuat kerjasama pengentasan stunting di Sulawesi Utara.

Kolaborasi/kerjasama yang sudah terungkap saat Winokan dan tim berkunjung ke Kejati Sulut , Kamis, 6 Februari 2025 (Baca :
Dukung Program Genting, Kejati Sulut Siap Buat MoU dan Harap Kemendukbangga/BKKBN Sulut Sosialisasikan pada Rakorda Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Sulut) ini dimantapkan dengan adanya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Kejati Sulut, Manado, Jumat (28/2/2025).

Penandatanganan MoU dilakukan Kejati Sulut Andi Muhammad Taufik dan Kepala Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan, disaksikan Lady Deiby Ante (Sekretaris), para Ketua Tim Kerja serta jajaran Kejati Sulut.

Dalam sambutannya, Winokan menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk menyelesaikan persoalan stunting yang menjadi prioritas nasional.

Program Genteng (Gerakan orangtua asuh cegah stunting), sebutnya, akan menyasar aspek nutrisi, non-nutrisi, akses air bersih, dan juga edukasi, dengan kelompok sasaran yakni ibu hamil, ibu yang memiliki baduta/menyusui, baduta 0-23 bulan, balita 24-59 bulan dari keluarga berisiko stunting miskin.

Kajati Sulut menyampaikan komitmennya dalam mendukung program pemerintah (Genting) untuk menurunkan angka stunting di Sulawesi Utara.

Kejati Sulut, menurutnya, akan turut mendukung terlaksananya program Genting dan Kajati bersama jajarannya turut berkomitmen akan menjadi Orang Tua Asuh (OTA) kategori perorangan bagi sasaran Genting di Sulut karena program ini juga mendukung Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo yaitu cita ke-4 mewujudkan pembangunan SDM.

Selain itu, untuk pendampingan hukum dalam pelaksanaan program Genting di daerah ini. (elka)

Meimonews.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut mengadakan pelayanan KB dan KIE Kesehatan Reproduksi di Puskesmas Airmadidi, Rabu-Jumat (26-28/2/2025).

Kegiatan ini merupakan kegiatan nasional yang dilakukan Kemendukbangga/BKKBN se-Indonesia yang pembukaannya dilakukan secara serentak oleh Menteri Dukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dari Jawa Timur, Rabu (26/2/2025).

Kemendukbangga/BKKBN se-Indonesia mengikuti acara pembukaan secara daring. Perwakilan Sulut mengikutinya dari Puskesmas Airmadidi.

Perwakilan Sulut dihadiri Jeanny Yola Winokan (Kepala), Lady D. Ante (Sekretaris) dan tim serta Kadis Dalduk KB Minahasa Utara Janne MS Symon, Kepala UPTD Puskesmas Airmadidi Jansjye GL Luntungan, Sekcam Airmadidi Olly Pandean, Ketua IBI Minut Bidan Olly Koloway, Wahyu Tjahyono (mewakili Danramil), Kepala Puskesmas Kauditan Theresia Tiow.

Usai pembukaan secara serentak, Winokan, undangan dan mitra kerja melakukan peninjauan pelaksanaan pelayanan KB dan memberikan KIE kesehatan reproduksi bagi masyarakat yang ada di lokasi pasar tradisional Airmadidi, berdekatan dengan Puskesmas Airmadidi.

Winokan menyampaikan apresiasi yang setingginya atas kerja keras Tim Kerja AKL KB/KB Kemendukbangga/BKKBN Sulut, di mana semua PKB/PLKB telah berkolaborasi dengan Dinas PPKB/Dinkes dan IBI Minut serta mitra kerja terkait mulai persiapan sampai hari pelaksanaannya.

Pada kegiatan ini ditargetkan 850 akseptor di mana capaian yang dihasilkan 400 akseptor terlayani atau 47,06 persen. (elka)

Meimonews.com – Kepala Perwakilan (Kaper) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sulawesi Utara dan tim melakukan pemantauan program cegah stunting melalui Gerakan orangtua asuh cegah stunting (Genting).

Ada beberapa kecamatan di Kota Manado didatangi Kepala Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan dan tim yakni Lady D. Ante (Sekretaris), Tim Genting dan Kepala Dinas PPKB Kota Manado Mecky Gosal.

Saat berada di lokasi di sejumlah sasaran kegiatan yang adalah keluarga beresiko stunting, Jumat (28/2/2025), turut hadir aparat Kelurahan, kader dan PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana).

Adapun keluarga-keluarga sasaran yang dikunjungi terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita pasca persalinan.

Saat berada di okasi, Kaper melakukan dialog dengan keluarga serta menjelaskan program Pemerintah dan Kemendukbangga/BKKBN punya komitmen untuk berkolaborasi melibatkan banyak pihak secara gotong-royong.

“Program ini tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Genting sepenuhnya didukung oleh mitra kerja Penthalix. Kita bersinergi bersama,” ujar Kaper.

Program ini juga, tambahnya, mengedepankan metode berbasis data yang terintegrasi (by name, by address), memastikan bantuan tepat sasaran kepada anak-anak yang membutuhkan, sekaligus memantau perkembangan status kesehatannya untuk mencegah terjadinya risiko stunting.

Menurutnya, melalui program tersebut, bersama kepala daerah, provinsi dan kabupaten, kita akan bersama-sama bekerja keras untuk menyongsong generasi emas 2045.

“Melalui Genting, keluarga dengan balita berisiko stunting akan mendapatkan bantuan gizi, layanan kesehatan, serta edukasi untuk pemberdayaan keluarga,” jelasnya.

Disebutkan, langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas hidup anak-anak dan mengurangi risiko stunting secara signifikan. (elka)

Meimonews.com – Menyambut bulan suci Ramadhan 1446, Polda Sulut melaksanakan bakti sosoal (baksos) Polri Presisi bersama mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), Kamis (27/2/2025).

Kegiatan yang merupakan rangkaian kegiatan sosial serentak Polri di seluruh Polda jajaran ini dipusatkan di lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta yang dipimpin Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Untuk Polda Sulut dipusatkan di Lapangan Polda Sulut yang dipimpin Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Harry Langie dan dihadiri antara lain Wakapolda Brigjen Pol. Bahagia Dachi, para Pejabat Utama Polda Sulut, Forkopimda Sulut atau yang mewakili dan elemen mahasiswa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan video conference terkait pelaksanaan Baksos. Pada kesempatan ini Kapolri juga mengecek jalannya kegiatan Baksos beberapa Polda jajaran, kemudian menyerahkan bantuan.

Di Polda Sulut, Kapolda bersama Forkopimda atau yang mewakili menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa.

Setelah penyerahan bansos dilanjutkan pelepasan personil Bhabinkamtibmas yang akan menyalurkan bantuan Polda Sulut dan jajaran ke sejumlah calon penerima yang jumlahnys kurang lebih 2.000 paket senbako.

Kapolda Sulut mengatakan, tujuan utama pelaksanaan baksos ini adalah untuk menyambut bulan suci Ramadan 1446 H serta dalam rangka menjaga keamanan yang kondusif.

“Tujuan utamanya menyambut bulan suci Ramadan 1446 H. Supaya kita bisa ada suatu persatuan, persaudaraan. Yang paling penting kita menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggungjawab kita bersama,” ujarnya.

Sementara itu Ketua BEM Universitas Sam Ratulangi Manado, Jonathan Sompie mengapresiasi kegiatan Baksos ini. Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini dampaknya sangat baik bagi institusi Polri maupun masyarakat.

“Harapan kami mahasiswa adalah, Polri bisa bersahabat dengan masyarakat, khususnya dapat menghadapi masyarakat secara bersahabat. Jadi Baksos kali ini merupakan kegiatan yang tepat, dalam momentum yang tepat juga dalam memasuki bulan Ramadan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan di antaranya, Wakapolda Brigjen Pol Bahagia Dachi beserta para Pejabat Utama Polda Sulut, Forkopimda Sulut atau yang mewakili, dan elemen mahasiswa. (AF)