Meimonews.com – Dalam sepekan terakhir, sebanyak 826 warga baik yang tinggal di Manado maupun beberapa daerah di luar Manado telah divaksinasi di Gerai Vaksin Presisi Polresta Manado.

Warga yang mendapat vaksinasi oleh tim yang berasal Bidang Dokkes Polda Sulut, Pemkot Manado dan Polresta Manado tersebut terdiri dari berbagi macam profesi atau latar belakang.

Ada yang masuk kategori masyarakat umum, lansia, pelajar, pekerja pemerintah, TNI/Polri, pelayanan publik, SDM kesehatan, pendidik, tokoh agama dan wartawan.

Menurut data Humas Polresta Manado, pada 9 Agustus ada sebanyak 101 warga yang telah divaksin. Pada 10 Agustus 113 orang, 12 Agustus 124 orang, 13 Agustus 153 orang, 15 Agustus 110 orang, 16 Agustus 145 orang dan 18 Agustus 80 orang.

“Total yang divaksin baik vaksin pertama maupun kedua di Gerai Vaksin Presisi Polresta Manado di sepekan terakhir berjumlah 826 orang,” ujar Kepala Humas Polresta Manado AKP Yusak Parinding kepada Meimonews.com di sela pelaksanaan vaksinasi, Rabu (18/8/2021).

Bila ditambah dengan jumlah warga yang telah divaksin sejak 30 Juni 2021 (waktu pertama kali pelaksanaan vaksinasi mendukung Program Presiden Joko Widoda untuk sejuta vaksin setiap hari ini maka sudah ribuan orang yang mendapat pelayanan vaksinasi gratis di Gerai Vaksinasi Presisi Polresta Manado ini.

Pelaksanaan vaksinasi di Gerai Vaksinasi Presisi Polresta Manado ini, menurut pemantauan Meimonews.com senantiasa dipantau oleh Kapolresta Manado Kombes Pol. Elvisnus Laoly, Wakapolresta AKBP Faisol Wahyudi dan sejumlah Pejabat Utama Polresta Manado seperti Kasumda Kompol Agnes Timbuleng.

Bahkan, tak segan mereka turun memberikan arahan agar peserta program vaksinasi tetap mengikuti prokes yang telah ditetapkan. (lk)

Meimonews.com – Wanita Angkatan Udara (Wara) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58, Kamis (12/8/2021). Acara diselenggarakan baik fisik namun terbatas dan memgikuti prokes serta secara virtual.

Upacara puncak peringatannya dipimpin oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto, S.H., M.D.S dihadiri perwakilan Perwira Tinggi, Perwira Menengah dan Perwira Pertama Wara dalam ruang Auditorium Markas Besar TNI AU Cilangkap, Jakarta serta secara virtual diikuti oleh Wara se-Indonesia, termasuk Wara di Pangkalan TNI AU (Lanud) Sam Ratulangi, yang mengikuti rangkaian acara dari ruang Rapat Mako ‘Tentara Langit’ Lanud Sam Ratulangi, Manado.

Lima Srikandi Udara Lanud Sam Ratulangi Manado sebagai Lanud yang berada di bawah komando Koopsau II, menyimak dengan seksama sambutan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., yang dibacakan oleh Wakasau di hadapan seluruh Wara Indonesia.

Kasau berharap, Wara dapat senantiasa mengembangkan potensi diri sebagai prajurit TNI AU sekaligus mampu menjaga kehormatan diri sebagai wanita Indonesia.

Perjalanan bangsa Indonesia, menurut Kasau, tidak pernah lepas dari peran kaum wanita. Tidak sedikit wanita Indonesia yang turut berjuang bahu-membahu bersama prajurit pria untuk meraih kemerdekaan Negara Indonesia,” ungkap Kasau.
.
Dikemukakan, dalam organisasi TNI AU sendiri keterlibatan wanita juga sudah dimulai sejak tahun 1963, dalam berbagai bentuk penugasan militer baik langsung maupun tidak langsung di berbagai misi operasi TNI AU.

Seiring berjalannya waktu, peran tersebut pun semakin meningkat dan beragam. “Kini, prajurit wanita tidak hanya dilibatkan dalam tugas administratif belaka tetapi juga di berbagai bidang lainnya, mulai dari operasi militer hingga misi perdamaian dunia,” papar Kasau seperti dikutip Wakasau.

Pada awal tahun ini, TNI AU juga telah mengirimkan perwakilan Wara dalam kegiatan Women Peace and Security Symposium di Hawai.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, diharapkan menambah pengalaman dan wawasan serta meningkatkan profesionalisme Wara. Terlebih lagi, Wara dapat berdiri sejajar dengan para wanita hebat di berbagai Angkatan Udara negara lainnya.

“Seiring dengan peran Wara serta tantangan tugas TNI AU ke depan, maka penguasaan terhadap Iimu pengetahuan serta peningkatan wawasan menjadi sebuah kewajiban untuk terus dikembangkan dan ditingkatkan. Oleh karena itu, setiap Wara harus menumbuhkan budaya untuk belajar sepanjang hayat serta mendorong diri untuk meningkatkan literasi. Sehingga kalian dapat menjawab berbagai tantangan tugas di masa depan!,” sebut Wakasau mengutip sambutan Kasau.

Turut hadir secara online dalam acara ini adalah Inong Fadjar Prasetyo selaku Ketua Umum PIA Ardhya Garini sekaligus sebagai Ibu Winayadhati Kanya Sena. Sedangkan hadir secara fisik, Wakil Ketua Umum PIA Ardhya Garini Ana Fahru Zaini, Irjenau, Koorsahli Kasau, para Asisten Kasau, serta Kabagbinwara Letkol Kal Rachmi Restiani S.E.

Sebelumnya, Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9 Daerah II Lanud Sam Ratulangi, Reni Satriyo Utomo di dampingi Komandan Lanud Sam Ratulangi Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo, S.H., memberikan kado istimewa bagi lima Wara Lanud Sam Ratulangi berupa bingkisan bagi Wara yang adalah seorang Ibu namun militan.

“Selamat Ulang Tahun Srikandi Udara Lanud Sam Ratulangi. Semoga makin kesatria, militan, loyal dan profesional,” pesan Reni Satriyo Utomo saat penyerahan bingkisan HUT kepada Mayor Sus Sanra Michiko Moningkey (Kapen); Mayor Sus Yeni Fitriana Luntungan, SH (Kakum), Kapten Sus Miryam Trivenny Manoppo (Kaurluhgakkum), Letda Pom Gesti Magdalena Sarante, S. Tr.Han (Danunitpaspom) serta Serda Salsabila Devina Riyadi (Bintara Perawat Umum) sebagai Wara paling yunior di Lanud Sam Ratulangi. (lk)

Meimonews.com – Buah-buahan di Indonesia banyak sekali macam dan jumlahnya. Namun demikian, masyarakat Indonesia masih banyak yang belum memiliki kebiasaan untuk mengonsumsi buah-buahan. Melalui Gerakan Buah Nusantara (GBN), Pemerintah mengajak masyarakat untuk memperbanyak konsumsi buah terutama buah nusantara.

Demikian rilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia yang dikeluarkan, Kamis (12/8/2021).

Buah-buahan merupakan sumber berbagai vitamin, mineral, dan serat pangan, yang turut membantu proses metabolisme di dalam tubuh, sedangkan antioksidan mampu menangkal senyawa-senyawa hasil oksidasi, radikal bebas, yang mampu menurunkan kondisi kesehatan tubuh.

“Buah-buahan berwarna hitam, ungu, merah selain sebagai sumber vitamin, mineral, serat juga mengandung antioksidan. Sementara buah berwarna kuning, merah, merah jingga, orange, biru, ungu, dan lainnya, pada umumnya banyak mengandung vitamin, khususnya vitamin A dan antioksidan,” tulis Kemenkes.

Masyarakat Indonesia terutama balita dan anak usia sekolah dianjurkan untuk mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan 300-400 gram per orang per hari, remaja dan orang dewasa sebanyak 400-600 gram per orang per hari. Sekitar dua-pertiga dari jumlah anjuran konsumsi tersebut adalah porsi sayur.

Konsumsi buah yang sangat manis dan rendah serat sebaiknya dibatasi, karena mengandung fruktosa dan glukosa yang tinggi. Asupan fruktosa dan glukosa yang sangat tinggi dapat berisiko meningkatkan kadar gula darah.

Dalam mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari, jelas Kemenkes, sebenarnya kita perlu mengikuti Pedoman Gizi Seimbang sesuai Permenkes No. 41 Tahun 2014.

Sebanyak 3-4 porsi sayur dan 2-3 porsi buah setiap hari atau setengah bagian piring berisi buah dan sayur (lebih banyak sayuran) setiap kali makan.

Supaya porsi makanmu tetap terkontrol, atur isi porsi makananmu sesuai #IsiPiringKu. Gerakan ini menerapkan konsep satu piring makan terdiri dari makanan pokok dengan porsi 2/3 dari ½ piring, lauk pauk dengan porsi 1/3 dari ½ piring, sayur dengan porsi 2/3 dari ½ piring & buah dengan porsi 1/3 dari ½ piring.

Melalui Gerakan ini, diharapkan masyarakat lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah, membatasi konsumsi gula, garam dan lemak, sehingga mengurangi resiko penyakit diabetes dan obesitas.

“Itu pola makan yang sebaiknya kita terapkan untuk memulai pola hidup bersih dan sehat,” tegas Kemenkes seraya mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum peringatan Gerakan Buah Nusantara dengan perbanyak konsumsi buah nusantara untuk meningkatkan imunitas tubuh terutama saat pandemi Covid-19. (lk)

(Oleh : Dr. Paulus Januar S, drg, MS)

Meimonews.com – Meningkatnya mereka yang meninggal akibat Covid-19 membuat resah. Risiko kematian karena Covid-19 sama sekali tidak dapat diabaikan.

Data hingga juli 2021 menunjukkan, dari seluruh penderita Covid-19 di Indonesia, sebanyak 2,7 persen yang akhirnya meninggal (Case Fatality Rate / CFR = 2,7 persen). Meski persentasenya tidaklah besar, tapi menjadi tragis bila yang meninggal kerabat, sahabat, atau bahkan mungkin diri kita yang akan mengalami. Dengan demikian tetap harus sekuat tenaga mengusahakan agar jangan sampai kasus Covid-19 berakhir dengan kematian.

Sebagian besar penderita Covid-19 yaitu sekitar 80 persen tidak menunjukkan gejala atau gejalanya ringan hingga sedang dan dapat sembuh tanpa perawatan yang intensif. Sebagaimana diketahui, virus Korona Baru (SARS-CoV-2) yang menyebabkan Covid -19 bersifat self-limiting, yakni setelah beberapa waktu akan berhenti sendiri perkembangan kehidupannya, hingga penderita mengalami penyembuhan.

Meskipun tidak bergejala ataupun hanya ringan gejalanya, namun isolasi terhadap penderita Covid-19 tetap perlu dilakukan. Isolasi ini dilakukan terutama agar tidak menularkan pada orang lain di sekitarnya.

Kemudian sekitar 20 persen penderita Covid-19 akan mengalami kesulitan pernapasan dan memerlukan perawatan di rumah sakit untuk penyembuhannya. Sedangkan penderita Covid-19 yang akhirnya meninggal sebagian terbesar merupakan mereka yang memiliki komorbib (penyakit penyerta), yakni disertai penyakit lain yang selama ini diidapnya. Data menunjukkan lebih dari 90 persen dari seluruh penderita Covid-19 yang meninggal adalah mereka yang memiliki komorbid.

KOMORBID
Penyakit komorbid merupakan faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan meninggalnya penderita Covid-19. Penyakit komorbid umumnya merupakan penyakit kronis yang sudah cukup lama diderita.

Penyakit komorbid dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh, serta mungkin pula menyebabkan kerusakan organ tubuh. Kondisi tubuh yang demikian akan meningkatkan keparahan bila orang tersebut menderita penyakit Covid-19.

Dengan terdapatnya penyakit komorbid yang sudah ada sebelum terkena Covid-19 akan mengakibatkan kondisi penderita menjadi lebih parah lagi. Selain itu infeksi virus Covid-19 juga meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi dari penyakit komorbid. Bila keadaannya menjadi sangat parah dapat berakhir dengan kematian.

Penyakit komorbid yang memperbesar risiko meninggalnya pasien Covid-19 terutama adalah diabetes melitus, penyakit jantung, penyakit pernapasan kronis, hipertensi, dan kanker. Selanjutnya berdasarkan catatan klinis terdapat pula penyakit komorbid lainnya yang menjadi faktor risiko memperparah Covid-19 meliputi: asma, bronkitis, stroke, penyakit ginjal, penyakit hati, hepatitis B, penyakit syaraf, penyakit limpa dan keadaan immunosupresi (penurunan sistem kekebalan tubuh).

Faktor risiko lain yang dapat memperparah keadaan apabila terkena penyakit Covid19 adalah kebiasaan merokok, kegemukan (obesitas), dan faktor usia yaitu kalau sudah berumur lebih dari 60 tahun.

Tidak benar kalau ada yang mengatakan bahwa merokok dapat mematikan virus Covid-19. Bagi mereka penting untuk melakukan protokol kesehatan guna mencegah Covid-19 serta menjalankan pola hidup sehat agar meningkatkan daya tahun tubuh. Apabila daya tahan tubuh baik maka virus korona yang masuk bisa dikalahkan dan Covid-19 akan sembuh.

Bila terkena Covid-19, pasien yang mengidap penyakit komorbid akan lebih besar risikonya untuk mengalami kematian.

Berdasarkan data Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19, dibandingkan dengan yang tidak memiliki penyakit komorbid, pasien Covid-19 yang memiliki komorbid penyakit diabetes mellitus berisiko kematian 8,3 kali lebih besar.

Penderita Covid-19 dengan penyakit jantung meningkat risiko kematiannya sebesar 9 kali. Hipertensi akan meningkatkan risiko kematian sebesar 6 kali, penyakit ginjal akan meningkatkan risiko kematian sebesar 13,7 kali, sedangkan penyakit imunitas akan memperbesar risiko kematian sebesar 6 kali.

Pasien Covid-19 yang memiliki 2 jenis penyakit komorbid, berisiko meninggal 15 kali lebih tinggi dibandingkan yang tidak berpenyakit komorbid. Selanjutnya bila mengidap 3 jenis penyakit komorbid berisiko meninggal 29 kali lebih tinggi.

Di Indonesia, diabetes, penyakit jantung, dan kebiasaan merokok perlu diwaspadai karena berisiko parah bila mengalami Covid-19. Hasil RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasar) 2018 yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan 11 persen penduduk mengalami diabetes yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi. Sedang penyakit jantung diderita sekitar 1,5 persen penduduk. Kemudian kebiasaan merokok dilakukan 63 persen penduduk yang termasuk salah satu yang tingkatnya tertinggi di dunia.

BILA MENGIDAP KOMORBID
Dengan meluasnya penularan Covid-19, bila mengidap salah satu penyakit komorbid, sebaiknya diupayakan untuk segera diatasi, atau paling tidak dalam keadaan terkontrol. Dengan demikian perlu untuk secara rutin memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan agar penyakitnya dapat dikendalikan.

Selain melakukan kontrol secara rutin terhadap penderita penyakit komorbid, bagi mereka penting sekali untuk sungguh-sungguh melaksanakan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan agar tidak tertular Covid-19, karena bila terkena Covid-19 kondisinya akan parah.

Vaksinasi untuk mencegah Covid-19 penting dilakukan pada mereka yang mengidap penyakit komorbid. Vaksin Covid-19 dapat diberikan kepada penderita penyakit komorbid, bahkan dinilai aman dan bermanfaat, asalkan penyakit tersebut sudah terkontrol.

Dalam hal ini pemberian vaksin Covid-19 dilakukan secara hati-hati berdasarkan pertimbangan medis guna mencegah terjadinya efek samping yang membahayakan.

Akhirnya dengan meningkatnya penyebaran Covid-19, maka perlu lebih dilakukan perhatian dan penyadaran mengenai akibat yang timbul pada pengidap penyakit komorbid. Serta yang terutama adalah dengan melakukan pencegahan dan bila mengalami penyakit Covid-19 diberikan perawatan yang sebaik-baiknya, hingga dapat menekan jumlah kematian yang terjadi. (Penukis adalah pakar kesehatan masyarakat)

Meimonews.com – Kodim 1309 Manado menggelar Kerja Bakti dalam rangka Pembinaan Lingkungam Hidup di Hutan Kota Manado di Kompleks Paroki Hati Kudus Karombasan (HKY), Rabu (4/8/2021).

Sebanyak 40-an personil dikerahkan untuk kegiatan tahun anggaran 2021 yang mengusung tema Bersinergi dalam menjaga dan melestarikan lingkungam hidup tersebut.

Perincian personil adalah 20 orang Anggota Kodim 1309 Manado, 18 orang Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado dan 5 orang dari Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Pasiter 1309 Mamado Mayor Inf. Vencentius Mamarodia, Staf Bidang PSLB3 Seksi Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado Elfa Adam dan DPP HKY Karombasan Bidang Organisasi Dyonisius Turang

Mengutip Dandim 1309 Manado Kol. Inf. Y.R Raja Sulung Purba, Mamarodia kepada Meimonews.com menegaskan, pelaksanaan kerja bakti ini merupakan kepedulian TNI-AD membantu Program Pemerintah Daerah untuk mewujudkan kelestarian lingkungan hidup di Kota Manado. (lk)

Meimonews.com – Sejumlah kegiatan akan digelar Alumni Smanto (SMA Negeri Tondano) 170.1 di tahun 2021. Demikian dijelaskan Bert Toar Polii (salah satu pendiri Alumni Smanto 170.1) kepada Meimonews.com, Sabtu (31/7/2021).

Kegiatan-kegiatan tersebut akan digelar secara bertahap mengingat situasi yang belum kondusif akibat pandemic covid-19.

Menurut penjelasan Ketua Alumni Smanto 170.1 Irjen Pol. Carlo Tewu kegiatan-kegiatsn tersebut adalah Kolintang Hybrid Event, Lomba Maengket, Kejuaraan Bridge memperebutkan Piala Ketua Alumni Smanto 170.1,Lomba Sepeda Mengelilingi Danau Tondano, Lomba Bahasa Makatana atau Bahasa Tondano, dan.Lomba Memilih Desa Wisata yang kemudian dijadikan projek percontohan.

Tewu menambahkan, mengapa cabang olah raga bridge yang dipilih, karena saat ini ada beberapa Alumni Smanto 170.1 yang memperkuat tim nasional Indonesia, Seperti salah satu pendiri Bert Toar Polii di timnas senior kemudian ada Lusje Bojoh, Joice Tueje di Mixed dan Putri serta Franky Karwur, Jemmy Bojoh, Leslie Gontha di bagian putra.

“Semua kegiatan ini akan dilakukan sesuai standart protocol Kesehatan yang ketat,” ujar Tewu yang saat ini menjabat Deputi Bidang Hukum dan Perundang-undangan Kementerian BUMN.

Selain itu, beberapa kegiatan lomba akan diadakan secara virtual dan nanti di acara puncaknya hanya akan diikuti para finalis sehingga tidak melanggar prokes.

Dengan ditayangkan secara virtual melalui berbagai media sosial maka akan membantu mempromosikan Minahasa yang mempunyai potensi sebagai salah satu pilihan untuk kunjungan wisata karena banyak keunikan yang bisa ditemui di Tondano.

Salah satu keistimewaan Tondano adalah letaknya yang di tepi Danau Tondano. Kondisi ini sangat langka di dunia ini.
Belum lagi hampir semua jenis wisata ada di sini. Misalnya, Kampung Koya dan Tataaran dengan permandian aerpanasnya.

Kemudian, Uluna salah satu mata air alami yang sangat jernih. Letaknya berada di kawasan hutan, airnya sangat jernih dan memiliki pemandangan bawah air yang sangat mempesona, Benteng Moraya (Wisata sejarah di area persawahan Tondano), Kampung Jawa Tondano dengan wisata sejarah Makam Kiay Modjo,

Sumaru Endo merupakan sebuah resort dan restoran yang cukup populer di Minahasa dan sekitarnya. Resort ini menjadi destinasi favorit bagi warga Tondano untuk menikmati masa liburan. Suasananya tenang serta dilengkapi dengan fasilitas yang asyik seperti kolam renang membuat para pengunjung betah berlama-lama bermain di sini. Berenang di kolam sambil menikmati indahnya panorama danau Tondano. Objek Wisata Goa Jepang Tonsealama dan lain-lain.

Kegiatan pertama yang akan digelar adalah Lomba Kolintang Hybrid yang nantinya akan diselenggarakan untuk memperingati HUT ke-2 Alumni Smanto 170.1 yang jatuh pada 13 Oktober 2021.

Kegiatan yang lain direncanakan apakah bertepatan dengan HUT Minahasa 2021 atau diadakan secara khusus pada bulan Desember untuk memperingati Hari Natal dan Tahun Baru seperti acara “Mareng Um Banua” 2019 yang lalu.

Menurut Ketua Bidang Sosial dan Ketua Yayasan mapalus Smanto 170.1 Andre Sumual, telah disepakati penyelenggaraan lomba kolintang Hybrid Event yang akan dikelola secara professional agar gaungnya mendunia.

Ia memastikan akan segera menyebarkan kegiatan ini secepatnya agar persiapan baik panitia maupun peserta bisa lebih baik. (lk)

Meimonews.com – Tak menunggu lama setelah terbentuk, Badan Pengurus Kaum Bapak Katolik (BP KBK) Paroki St. Christoforus Gorontalo melaksanakan aksi nyata berupa bersih-bersih dan menanam pohon di kompleks Pekuburan Katolik Kelurahan Donggala Kecamatan Hulontalangi Kota Gorontalo.

Aksi nyata yang digelar, Sabtu (31/7/2021) tersebut dipimpin Ketua BP KBK St. Andreas Paroki Gorontalo Alexander Josep Maramis dan diikuti sebagian anggota dan pengurus KBK dengan memperhatikan anjuran pemerintah untuk melaksanakan Protokol Kesehatan Covid-19.

Kegiatan ini merupakan langkah inisiatif untuk menghimpun potensi KBK untuk didagunakan semaksimal mungkin bagi kemajuan gereja dan umat di Paroki di Gorontalo ini

Maramis yang akrab dipanggil Engku Aleks menjelaskan, kegiatan KBK St Andreas Gorontalo ini merupakan langkah awal dan penanda kebangkitan semangat KBK untuk bergiat di tengah umat.

“Kegiatan ini berangkat dari kepedulian KBK untuk merawat pekuburan Katolik agar terlihat bersih dan rindang,” ujarnya kepada Meimonews.com, Sabtu (31/7/2021), usai kegiatan.

Selain itu tambahnya, kegiatan ini menjadi tanda dimulainya pelaksanaan beberapa kegiatan dan aksi KBK St Andreas Paroki St Christoforus Gorontalo sebagaimana tertuang pada rumusan visi misi dan program strategis pengurus KBK St Andreas Kota Gorontalo.

Tentu saja visi dan misi tersebut telah disesuaikan dengan Renstra paroki terkait dengan keberadaan kelompok kategorial KBK.

Engku Aleks menjelaskan, filosofi dasar pengembangan organisasi KBK di Paroki St Chrostoforus Kota Gorontalo berangkat dari pemikiran bahwa KBK harus menjadi aktor utama dan pertama kemajuan Gereja dan Umat Katolik di Gorontalo.

Strateginya yaitu pertama, KBK harus berperan memperkuat ketahanan rumah tangga untuk mewujudkan keluarga Katolik yang harmonis, rukun dan damai; kedua, KBK terpanggil untuk memperkuat ketahanan iman keluarga .

Ketiga, KBK ikut memikirkan upaya-upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga; keempat, KBK mendorong keterlibatan anggota secara maksimal dalam hidup menggereja ; kelina, KBK membuka diri untuk ikut berpartisipasi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan antara lain dengan ikut menumbuh-kembangkan moderasi beragama.

“Keenam, KBK harus mampu mendorong semakin kuatnya solidaritas sosial khususnya bagi anggotanya yang berkekurangan, sakit dan membutuhkan pendampingan,” ujarnya.

Ditegaskan, KBK itu tulang punggung paroki. “Bapak keluarga yang peduli akan menjadi pertanda baik bagi kegairahan hidup menggereja di paroki,” sebut ‘Pelakor’ (pelatih koor) dan aktivis kegiatan liturgi ini.

Srkretaris BP KBK St. Andreas Paroki St. Christoforus Gorontalo Andreas Lomalo selaku menjelaskan, Pengurus KBK St Andreas Kota Gorontalo akan segera berkoordinasi dengan Pengurus KBK Keuskupan Manado dalam rangka pengukuhan pengurus yang sudah dilantik oleh Pastor Roni Singal Pr selaku Pastor Paroki dengan harapan agar kepengurusan yang ada boleh ikut melibatkan diri dalam mendukung terlaksananya berbagai program dan kegiatan KBK Keuskupan Manado.

“Pengurus KBK St Andreas Paroki St. Christoforus Gorontalo akan terus berbenah, melaksanakan program-program realistis yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan gereja, umat, masyarakat dan anggota KBK itu sendiri. Dengan demikian, KBK sedikitnya dapat menjadi organisasi yang dibanggakan gereja dan umat,” ujar Andreas. (lk)

Meimonews.com -.Kawanua Berdoa edisi ke-10 yang digelar Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Pusat lewat zoom meeting, Selasa (27/7/2021) menampilkan testimoni (kesaksian) dua Tou Kawanua yang sembuh dari Covid-19.

Testimoni dari dua Tou Kawanua yakni Jane Tuju (dosen Fakultas Pertanian Unsrat Manado) dan Derky Ray (Dewan Pembina KKK Jawa Tengah tersebut,
ungkap Ketua KKK Pusat Ronny Sompie kepada Meimonews.com di Manado, Rabu (28/7/2021) dapat menguatkan kita semua ketika menghadapi pandemi Covid 19 ini.

Jane menjelaskan, betapa 10 hari berada di Rumah Isolasi yang disediakan Pemerintah Sulut menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga.

Karena pertolongan Yesus Kristus, ungkap Jane, dia bisa sembuh dari Covid-19.

Derky menjelaskan, pengalaman beliau selama 30 hari berada dalam perawatan menghadapi perjuangan melawan Covid 19, yang oleh tim dokter dinyatakan bahwa tidak cukup dengan kekuatan obat semata.

“Hanya perjuangan Pak Derky atas dukungan doa keluarga, handai taulan dan juga seluruh peserta doa bersama dalam Kawanua Berdoa membawa sukacita dan berkat Tuhan Yesus Kristus untuk menyembuhkan beliau,” ujar Ronnie mengutip testimoni Derky.

Kawanua Berdoa ini digagas Pendeta Audy Wuisang, STh, MSc (Wakil Ketua Umum DPP KKK dan Sekjen PIKI) bersama Hamba-hamba Tuhan Tou Kawanua yang berkerinduan untuk bersekutu dalam ibadah dan doa bersama untuk membangun Healing Community (upaya penyembuhan bersama) bagi pasien covid 19 yang sedang dirawat dan Isoman. (lk)

Meimonews.com – Rumah Sakit Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi (Lanudsri) Manado bersiap untuk kembali melaksanakan pelayanan kesehatan bersifat nasional yakni Serbuan Vaksinasi.

Persiapan itu terlihat Minggu (25/7/2921) di Gedung Balai Prajurit Lanudsri yang akan dijadikan lokasi vaksinasi.

Kepala Rumah Sakit TNI AU Sam Ratulangi Manado dr. Ahmad Fauzi telah merilis pamflet dengan judul tulisan menyolok dan bersifat mengajak, “Kami Melayani Serbuan Vaksin Dosis Pertama, dan Vaksin Dosis Kedua.”

Pamflet ini berisikan informasi tentang Serbuan Vaksinasi kepada masyarakat luas tersebut meminta kesediaan seluruh anggota “Tentara Langit” Lanud Sam Ratulangi untuk memancarkan ke seluruh grup WA yang diikuti. Dengan harapan, informasi ini akan menjangkau berbagai lapisan masyarakat Sulawesi Utara.

“Mohon ijin bantu share. Khusus untuk giat vaksin tanggal 26 Juli hanya untuk suntikan dosis pertama, sedangkan untuk suntikan dosis kedua mulai Selasa tanggal 27 Juli sampai dengan 4 Agustus 2021. Registrasi dibuka mulai jam delapan sampai jam dua belas Wita. Terima kasih,” demikian Kepala Rumah Sakit TNI AU Sam Ratulangi seperti dikutip Penerangan Lanudsri Manado kepada Meimonews.com, Minggu (25/7/2021).

Disebutkan, di samping kegiatan Serbuan Vaksinasi ini, dengan jumlah Nakes yang tersedia rumah sakit TNI AU tetap melayani pemeriksaan kesehatan masyarakat melalui poli kesehatan yang ada. “Tenaga kesehatan akan bekerja sepenuh hati untuk membangun imunitas bangsa melalui Serbuan Vaksinasi lanjutan ini,” jelas Fauzi.

Sebelumnya, Komandan Lanudsri Manado Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo, SH telah menginstruksikan kepada beberapa satuan kerja agar mempersiapkan kegiatan pelayanan kesehatan ini dengan baik.

“Untuk kegiatan lanjutan serbuan vaksin, mulai Senin di Balai Prajurit,  kita setting seperti yang dilaksanakan sebelumnya, tanpa ada pengurangan. Jika ada penambahan untuk konteks yg lebih baik, oke!!” perintah Galaxy (callsign komunikasi radio di Lanud Sam Ratulangi) bagi Komandan Lanud Sam Ratulangi Manado.

“Tim Nakes, siapkan mental dan fisik. Vaksin yang akan dipakai, hitung dan pastikan jumlahnya. Segera ajukan penambahan ke Kodam atau Dinkes terkait, jika kurang. Meja dan kursi-kursi diatur seperti sebelum-sebelumnya, baik di luar maupun dalam,” sebutnya.

Senkom (Sentral Komunikasi) digelar seperti sebelum-sebelumnnya. Siapkan layar proyektor, untuk Vicon dan pemutaran video serta musik. Site parkir atur yang rapih dan tertib seperti biasanya, area depan balai prajurit clear dari kendaraan-jendaraan.

Personil pendukung yang terlibat seperti sebelumnya, efektif dan efisien. Site meja pendaftaran upayakan tidak kosong. Harus ada yang mengarahkan masyarakat jika kebingungan. Yanpers, disiapkan ransum seperti biasanya serbuan vaksin di balai prajurit. Banner-banner yang diperlukan disiapkan dan digelar di balai prajurit.

Ditambahkan, jika ada booth utk masyarakat berfoto setelah suntik vaksin, desainkan dan cetak. “Bismillah, serbuan vaksin kali inipun semoga berjalan dengan sukses. Aamiin YRA.Terima Kasih,” sebut Utomo.

Kegiatan Serbuan Vaksinasi dapat dijangkau oleh masyarakat dengan cek poin Kantor Satuan Polisi Militer TNI AU Lanudsri. Gedung Balai Prajurit tepat berada di belakangnya, berada tidak jauh dari pintu gerbang bandara Sanrat Manado.

Lanudsri senantiasa berkoordinasi dengan instansi Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dalam kegiatan nasional ini. Vaksinasi ini diarahkan untuk anak-anak usia dua belas tahun ke atas, dengan tetap memberikan suntikan vaksin kepada masyarakat usia dewasa dan lansia.

Masyarakat diharapkan sudah mendaftar secara online pada https://www.vaksinhebat.idsolution.co.id/, untuk memudahkan registrasi, namun Lanud tetap melayani pendaftaran secara offline/manual. (lk)

Meimonews.com – Guna menekan bertambahnya angka kasus Covid-19 di Sulawesi Utara, Gubernur Sulut Olly Dondokambey kembali menerbitkan Surat Edaran (SE).

Kali ini, SE yang dikeluarkan bernomor 440/ 21.4377/Sekr-Dinkes tentang Antisipasi Peningkatan Kasus Cobid-19 di Provinsi Sulawesi Utara.

SE tertanggal 17 Juli 2021 tersebut ditujukan kepada Bupati/Walikota se-Sulut untuk diterapkan di wilayah masing-masing.

SE tersebut dikeluarkan mengacu pada Instruksi Mendagri No. 17 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Diseases 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Diseases 2019 sebagaimana telah diubah dengan lnstruksi Mendagri No. 20 Tahun 2021 tentang Perubahan lnstruksi Mendagri No. 17 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Diseases 2019,

SE ini berisi 15 poin penting yang harus diterapkan seluruh wilayah baik Kabupaten maupun Kota se-Sulut.

Poin-poin tersebut adalah pertama, bahwa sesuai kondisi epidemiologi di Provinsi Sulawesi Utara, wilayah Kabupahen/Kota masih dalam level kewaspadaan (risiko sedang) adalah : Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.

Kedua, Bupati/Walikota menetapkan level kewaspadaan dan mengatur pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro di wilayah Kecamatan, Desa/Kelurahan sesuai kaidah epidemiologi dan tingkat risiko penularan Covid-19;

Ketiga, melakukan monitoring dan rapat koordinai secara berkala dengan Satgas Covid-19 dan pemangku kepentingan terkait (stakeholders);

Keempat, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, Tempat Pendidikan dan Pelatihan) dilakukan secara daring;

Kelima, pelaksanaan kegiatan pada tempat kerja/perkantoran sektor non esensial diberlakukan 25 % (dua puluh Iima persen) Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;

Keenam, pelaksanaan kegiatan pada tempat kerja/perkantoran sektor esensial seperti keuangan dan perbankan, sistem pembayaran, teknologi Informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, industri orientasi ekspor diberlakukan 50 % (lima puluh persen) maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;

Ketujuh, pada sektor Pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 50 % (lima puluh persen) maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara karat;

Kedelapan, sektor kritikal sepeti energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan dan minuman serta penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air) serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari diberlakukan 100 % (seratus persen) maksimal Staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;

Kesembilan, kegiatan pertemuan seperti rapat dan sejenisnya yang dilakukan di dalam ruangan diberlakukan 25 % (dua puluh lima persen) kapasitas ruangan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat;

Kesepuluh, untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 Wita dengan kapasitas pengunjung 50 % (lima puluh persen);

Kesebelas, untuk apotik dan toko obat dapat dibuka selama 24 (dua puluh empat) jam;

Kesuabelas, pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat (restoran, warung makan, rumah makan, Kafe, pedagang kaki Iima, lapak jajanan) bank yang berada pada lokasi tersendiri, maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall dibatasi jam operasi sampai pukul 20.00 wita dengan kapasitas pengunjung 25 % (dua puluh lima persen);

Ketigabelas, resepsi pernikahan, acara duka dan acara syukur lainnya dihadiri maksimal 50 (lima puluh) orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan tidak menerapkan makan ditempat, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang;

Keempatbelas, kegiatan Keagamaan dilakukan di dalam ruangan dengan kapasttas 25 % (dua puluh lima persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat;

Kelimabelas, Surat Edaran ini mulai berlaku sejak tanggal 19 Juli 2021 sampai dengan 1 Agustus 2021 dengan memperhatikan perkembangan epidemiologi Covid-19. (lk)