Meimonews.com – Minggu (27/7/2025) waktu Indonesia, selisih 6 jam dengan Roma, Italia (Roma lebih cepat dari wilayah Indonesia Bagian Barat) seluruh umat Katolik di dunia memperingati Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia V di Minggu Biasa XVII.

Berkenaan dengan momen tersebut, Paus Leo XIV (Peminpin Gereja Katolik Sedunia) memberikan renungan “Pengharapan : Tuntunan pada Sukacita,” mengacu pada Kitab Kejadian 18:20-33, Kolose 2:12-14 dan injil Lukas 11:1-13).

Sebagian (poin-poin penting) atau seluruh renungan itu dibacakan/disampaikan Pastor/Pemimpin Misa di gereja setempat.

Di awal renungannya, Paus Leo XIV mengungkapkan, dalam perayaan ini mendiang Paus Fransiskus telah memilih tema Berbahagialah yang tidak kehilangan harapannya (Sir. 14:2).

Para kakek nenek dan lansia Paroki St. Fransisius Xaverius Pineleng foto bersama usai misa memperingati Hari Kakek Nenek dan Lansia V yang dipimpin Pastor Anis Salaki MSC

Pengharapan selalu menuntun kita pada sukacita dan kasih. Paus Fransiskus saat terakhir dirawat di RS menulis bahwa meskipun kondisi fisik kita lemah, tak ada yang dapat menghalangi kita untuk mengasihi, berdoa, memberi diri dan menjadi berkat bagi yang lain.

Menjadi lansia (lanjut usia) merupakan sebuah ritme alami yang akan dihadapi oleh semua orang. Karena itu kita diajak untuk tidak membiarkan para lansia kesepian dan kehilangan harapan. Kehadiran para lansia mengajak kita untuk merenungkan bahwa Tuhan kita setia dari masa ke masa.

Paus Leo XIV, dalam pesannya, mengajak kita untuk melihat pengalaman beberapa tokoh penting dalam KS, antara lain : Abraham dan Sara, Zakharia dan Elisabet, yang merasa kehilangan harapan akan masa depan karena tidak memiliki anak.

Kedua pasangan ini kemudian secara ajaib Tuhan tunjukan bahwa Dia setia pada janji-Nya dan mendengarkan jeritan hati semua orang yang berharap kepada-Nya. Mereka pun akhirnya dianugerahi buah hati.

Tokoh berikut adalah Musa. Musa dipanggil Tuhan pada saat dia sudah berusia 80 thn. Musa pun seakan kehilangan harapan karena sudah tua. Namun sekali lagi Tuhan menunjukkan bagaimana tangan-Nya yang perkasa memberi harapan pada Musa untuk berani mengambil keputusan membawa keluarga bangsa Israel keluar dari penderitaan di Mesir.

Akhirnya, harapan itu diteguhkan Yesus pada hari ini dengan mengajak kita untuk tidak malu meminta kepada Allah, Bapa kita. “Mintalah, maka kamu akan diberi,” kata Yesus. Yesus mengajarkan kita untuk tetap percaya dan berharap bahwa Bapa akan memberi yang terbaik bagi kita.

Paus Leo XIV mengajak, narilah kita menunjukkan cinta kita pada mereka yang telah lanjut usia, sebab dalam diri para lansia kita melihat tanda pengharapan bahwa Tuhan adalah kekuatan kita. Rasul Paulus, mengatakan, “Jika aku lemah maka aku kuat,” (2Kor. 12:10) karena Tuhan.(*)

Meimonews.com — Universitas Negeri Manado (Unima) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bintek) pendirian Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian.

Bimtek yang dipimpin Inspektur Jenderal Kemdiktiristek RI Chatarina Mulyana dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi ini diadakan di Artotel Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Mewakili Unima, hadir Rektor Joseph Philip Kammbey, Wakil Rektor Bidang Akademik Mister Gideon Maru, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Donal Matheos Ratu.

Selain itu, Ketua Tim Pembukaan Fakultas Kedokteran Angelheart Joy Maynard Ratu, Ketua Tim Pembukaan Fakultas Pertanian/Dekan FMIPA-K, Mokosuli Yermia, bersama tim persiapan pembukaan kedua fakultas tersebut.

Dalam forum ini, Unima memaparkan kesiapan institusional dalam mendirikan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian, yang mencakup aspek sumber daya manusia, infrastruktur, dan dukungan kelembagaan.

Paparan ini menjadi bagian dari proses evaluasi dan pendampingan dalam rangka memastikan kualitas dan kesiapan penyelenggaraan pendidikan tinggi di bidang kesehatan dan pertanian. (*/FA)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Manado menggelar Lomba Mewarnai Ibu dan Anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Kegiatan yang diadakan dalam rangka HUT ke-402 Kota Manado dsn Hari Anak Nasional Tahun 2025 ini dihadiri Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Manado Ny, Irene G. Angouw Pinontoan, Rabu (23/7/2025).

Lebih dari 1.000 anak dari 100 lebih PAUD dan TK (Taman Kanak-kanak) se-Kota Manado turut ambil bagian dalam kegiatan yang diadakan di Pasar Tematik Tongkaina ini.

Lomba mewarnai ini menjadi salah satu sarana untuk membentuk karakter anak sejak usia dini serta menumbuhkan semangat dan kreativitas mereka melalui aktivitas yang menyenangkan dan edukatif.

Momentum ini juga menjadi pengingat akan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak, termasuk melalui kegiatan bersama yang membangun kedekatan dan nilai-nilai positif.

Menarinya, kehadiran Ketua TP PKK Kota Manado tidak hanya bersifat seremonial tapi menyatu/berbaur dengan peserta lomba.

Ia tak segan menyapa, menyalami, dan bahkan berfoto bersama dengan para anak-anak PAUD. Hal ini membuat suasana lokasi kegiatan jadi lebih meriah. (elka)

Meimonews.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Manado berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Pendidikan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTi) Wilayah Timur Indonesia dan Perhimpunan Agroteknologi Indonesia (PAGI) akan menggelar International Conference on Agriculture, Food, Environment and Energy (InCaffe) 2025.

Kegiatan yang mengangkat tema Strengthening Agricultural Higher Education Through Inovation and International Collaboration for Sustainable Food Environment Energy ini akan diadakan lewat zoom dan secara hibrid di Sintesa Peninsula Hotel Manado, Rabu – Jumat (6 – 8/8/2025.

Acara internasional yang dilaksanakan oleh Panitia yang diketuai Fabiola Saroinsong dengan Sekretaris Maya Montolalu ini, sebut Dekan Faperta Unsrat Manado Dedie Tooy, akan dirangkaikan pula dengan Lokakarya FKPTPI Wilayah Timur dan Kongree Nasional PAGI.

“Pak Rektor Unsrat Manado (Oktovian Berty Alexander Sompie), pak Gubernur Sulut (Mayjen Purn. Yulius Selvanus) serta International Coconut Community (ICC), Kementan RI dan Universitas Pertahanan Indonesia sangat mensuport kegiatan ini,” ujar Tooy kepada Meimonews.com via WhatsApp, Minggu (20/7/2025).

Gubernur Sulut, menurut Tooy, telah mengkonfirmasikan akan membuka dan memberikan sambutan pada kegiatan ini, sementara Rektor Univeritas Pertahanan (Unhan) Letjen Purn. Anton Nugroho telah menyatakan kesediaannya menjadi keynote speaker bersama dengan Menteri Pertanian RI Andi Sulaiman.

“Pak Rektor Unhan selain hadir dalam kegiatan ini, akan pula melakukan penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Unsrat Manado,” ujar Dekan penuh kreativitas ini.

Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy

Sejumlah pakar internasional menjadi pembicara InCAFFE. Mereka adalah Jean Marc Roda (Cirad Prancis), Fabian M. Dayrit (Atonoo Da Manila University Phillipines), Jefina C. Alow (International Coconut Community), Rajesh MK (International Covonut Comunity), Fahrul Zaman Huyop (Malaysia University of Technology), Tamara Jackson (Adolaida Univerity Australia), Jeremy Badgery Parker (Adolaida University Australia), Nurul Huda (Sabbah University Malaysia) dan Lily Ishak (Chair of FKPTPI Eastern Region). (FA)

Meimonews.com – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Wamendiktisaintek RI) Fauzan berdialog dengan pimpinan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Jumat (18/7/2025).

Dialog berlangsung di ruang Rektorat Unsrat Manado yang dihadiri Oktovian Berty Alexander Sompie, wakil-wakil Rektor, para Dekan dan pimpinan Unsrat Manado lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor mengatakan, program Kampus Berdampak merupakan inisiatif strategis sejalan dengan visi Unsrat, menjadikan universitas sebagai pusat solusi, di mana ilmu pengetahuan tidak hanya berkembang d iruang akademik tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha dan pemerintah daerah.

Rektor berharap, dialog dengan Wamendiktisaintek ini, memperoleh inspirasi tentang strategi penguatan program Kampus Berdampak dalam kerangka besar Diktisaintek Berdampak.

Wamemdiktisaintek RI dalam sambutannya mengatakan, Kampus sebagai problem solfer, harus melakukan perubahan tatakelola perguruan tinggi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.

“Kampus sebagai pusat peradaban memiliki tanggung jawab sebagai agen perubahan untuk menuju peradaban yang lebih baik,” ujarnya. (FA)

Meimonews.com – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek RI) Fauzan menegaskan, Universitas Negeri Manado (Unima) berpotensi melangkah lebih cepat.

Penegasan tersebut disampaikan Wamen di dampingi Rektor Unima Joseph Philip Kambey di sela kunjungan kerjanya di Unima, Tondano, Kamis (17/7/2025).

“Unima, secara institusional punya potensi untuk melaju lebih cepat lagi,” tandasnya.

Disebutkan, ia senang bisa berkunjung ke Unima. “Mudah-mudahan, Rektor bisa mengawal pikiran-pikiran kawan-kawan di Unima ” ujarnya.

Dan lagi, yang harus dicacat, sambungnya, adalah pikiran-pikiran yang muncul dari kawan-kawan itu adalah pikiran-pikiran solutif. (FA)

Meimonews.com – Dharma Wanita Persatuan Unima (Universitas Negeri Manado) yang diketuai Jeannet Kumaat mengadakan olahraga bersama, yang rutin dilaksanakan setiap Jumat.

Kali ini, Jumat (18/7/2025), di momen olahraga bersama yang dilaksanakan di kawasan Megamas Manado turut dihadiri Ny. Fauzan, istri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI.

Dari lingkungan Unima, selain pengurus dan anggota Dharma Wanita, dikuti pula oleh Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan beberapa pimpinan Unima lainnya.

Dalam olahraga bersama ini dilakukan jalan sehat dan senam bersama. Suasana keakraban dan kegembiraan terlihat di momen ini.

Ny. Fauzan mengungkapkan, ia sangat senang karena bisa berolahraga bersama di tempat yang indah pemandangannya. “Manado adalah kota yang sangat baik dan indah pemandangannya,” ujarnya. (FA)

Meimonews.com – Sebanyak 468 siswa baru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Manado mendapat pembekalan terkait dengan pengenalan lingkungan sekolah dan hal-hal positif lainnya ketika mereka menempuh pendidikan di sekolah ini.

Pembekalan tersebut dilakukan pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di kompleks sekolah yang beralamatkan di Jalan Totoliu Supit Kelurahan Tingkulu Manado, Senin – Jumat (14 – 18/7/2025).

Pembukaan kegiatan bagi para siswa yang tergabung dalam 13 rombongan belajar ini dilakukan Kepala SMA Negeri 7 Manado Willem Hanny Rawung.

Dalam percakapan dengan Meimonees.com di ruang kerjanya, Rabu (16/7/2025), Rawung menjelaslan, sejumlah hal terkait keadaan, potensi dan aturan sekolah dan lain-lan yang bermanfaat bagi siswa baru diberikan saat MPLS.

Ketua Panitia MPLS/Wakepsek Bidang Kesiswaan SMA Negeri 7 Manado Andika Lontoh

“Yang paling pokok, dalam MPLS ini dilakukan dengan penuh senyum dan ramah serta para siswa baru ini mengenal keadaan sekolah dan manfaat positif bagi masa depan mereka diperoleh lewat kegiatan ini,” ujarnya.

Mudah-mudahan, tambahnya, mereka (para siswa baru) bisa mengambil nilai-nilai positif untuk belajar dengan baik, mengembangkan potensi diri dan berprestasi untuk kemajuan mereka ke depan.

Wakepsek Bidang Humas SMA Negeri 7 Manado Maya Kalangi

Ketua Panitia MPLS/Wakepsek Bidang Kesiswaan SMA Negeri 7 Manado Andika Lontoh di dampingi Wakepsek Bidang Humas Maya Kalangi menjelaskan, selama MPLS ada beberapa materi yang diberikan dengan pembicara/narasumber baik dari internal maupun eksternal sekolah.

Materi yang diberikan di antaranya. Wawasan Wiyata Mandala, Tata tertib sekolah, Bahaya Narkoba, Public speacking, Anti Perundungan, Time management, Wawasan kebangsaan, Akademik dan sarana prasarana sekolah.

Selain itu, perkenalan (antar siswa baru serta guru/pimpinan sekolah dan organisasi sekolah), Games dan menghafal gerakan 7 kebiasaaan anak Indonesia hebat, Latihan PBB, Games tangkap kata, Lomba yel-yel, demo ekstrakulikuler, dan Pertunjukan bakat. (Afer)

Meimonews.com – Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) bukan hanya soal status kepegawaian, lebih dari itu, ini adalah panggilan tanggung jawab dan pengabdian kepada negara, kepada masyarakat dan secara khusus kepada Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

“Oleh karena itu, saya menekankan hal yang sangat mendasar tetapi sering dianggap sepele yakni disiplin kehadiran,” ujar Rektor Unarat Manado Oktovian Berty Alexandet Sompie ketika memberikan sambutan pada acara Pengambilan Sumpah/Janji dan Penyerahan Surat Keputisan Pengangkatan PNS Unsrat di Aula Rektorat Unsrat Manado, Rabu (16/7/2025).

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 94 tahun 2021 tentang Disiplin PNS, sebut Rektor, ditegaskan, kehadiran adalah bagian dari kewajiban utama setiap PNS. Tidak hadir tanpa keterangan dalam jangka waktu tertentu dapat dikenai sanksi, bahkan sampai pada pemecatan.

Diingatkan, PNS yang tidak masuk kerja, tanpa alasan yang sah secara terus-menurus selama 10 hari kerja diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri.

PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah secara kumulatif selama 28 hari kerja atau lebih dalam 1 tahun diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri.

“Saya tidak ingin terjadi di lingkungan Universitas Sam Ratulangi,” tandasnya seraya menambahkan, kehadiran adalah bentuk paling dasar dari komitmen.

PNS, menurutnya, bisa saja memiliki kometensi yang luar biasa tetai jika tidak hadir tepat waktu maka kontribusi akan hilang nilainya. Unsrat ini hanya akan berjalan baik jika seluruh SDMnya memiliki disiplin, dan itu dimulai dari hadir secara fisik, hadir secara mental dan hadir secara tanggung jawab.

“Sumpah/janji yang saudara-saudari ucapkan hari ini adalah ikrar moral dan hukum. Ikrar di hadapan Tuhan, negara dan institusi. Maka jagalah sumpah itu,” tandas Rektor pada acara yang turut dihadiri pimpinan tingkat Unsrat dan Fakultas.

Dimintakan agar PNS yang menerima SK ini menghormati kepercayaan yang diberikan dengan bekerja disiplin, hadir tepat waktu dan melayani dengan sepenuh hati.

Dimintakan pula, mulai hari ini, setiap detik keterlambatan, setiap hari ketidakhadiran tanpa alasan, bukan hanya tercatat dalam sistem tetapi juga akan berdampak ada integritas dan karier ke depan.

“Mari bersama kita bangun Universitas Sam Ratulangi menjadi institisi yang semakin profesional, berintegritas dan dihormati, dimulai dari hal paling sederhana : hadir tepat waktu dan siap melayani,” ajak Rektor. (FA)

Meimonews.com – Sebanyak 4 (empat) orang sisw yang berasal dari luar daerah (Tertinggal, Terdepan dan Terluar/3T) diterima bersekolah di SMA Negeri 7 Manado dan tinggal di rumah-rumah guru yang berlokasi dekat sekolah.

Diterimanya keempat siswa tersebut karena sekolah yang beralamatkan jalan Tololiu Supit No. 25 Tingkulu Manado dipercayakan Pemerintah Pusat untuk ikut dalan program ADEM (Afirnasi Pendidikan Menengah).

Di Sulut ada sebanyak 45 siswa dari daerah 3 T dalam program ADEM yang disekolahkan di sejumlah SMA/SMK Negeri di Manado.

“Ya, kami mendapat jatah 4 orang siswa dari luar daerah untuk bersekolah di sini dan tinggal bersama beberapa guru kami, dengan biaya pemerintah,” ujar Kepala SMA Negeri 7 Manado Willem Hanny Rawung kepada Meimonews.com di ruang kepala sekolah, Rabu (16/7/2025).

Kepala SMA Negeri 7 Manado Willem Hanny Rawung

Keempat siswa yang ikut dalam program ADEM yang berasal dari daerah tertinggal, terdepan dan terluar tersebut berasal dari Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Talaud.

Keempat siswa tersebut adalah lulusan SMP Negeri 2 Satap Biaro (Alpianus Lalisang), SMP Negeri 5 Satap Tamako (Miranda Enjelita Senggaweng dan Hut Helda Gareta) serta SMP Negeri 1 Satap (Rainis di Tabang).

“Keempat siswa tersebut selama 3 tahun ajaran akan bersekolah di SMA Negeri 7 Manado dan tinggal di beberapa rumah guru yang tinggal di sekitar sekolah,” tambah Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Ketua Panitia MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) Andika Lontoh di dampingi Wakil Kepala SMA Bidang Humas Maya Kalangi yang ditemui terpisah di sela pelaksanaan MPLS di kompleks sekolah.

Keempat siswa tersebut dan 41 siswa lainnya yang ikut dalam program ini di dampingi orangtua mereka telah diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan Sulut Femmy Suluh di aula kantor dinas, Rabu (16/7/2025) pagi dan setelah itu diterima Rawung di ruang kerjanya, siang harinya. (afer)