Meimonews.com – Kerjasama Univeritas Pembangunan Nasional Veteran (UPNV) Jakarta dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado terus berlanjut.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding/MoU (Nota Kesepahaman) antara UPNV Jakarta dan Unsrat Manado di ruang rapat Rektorat Unsrat Manado, Jumat (10/10/2025).

Penandatanganan dilakukan oleh Rektor UPNV Jakarta Anter Venus dan Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexander Sompie disaksikan Wakil-wakil Rektor, beberapa Dekan, Kepala Biro dan Ketua Dharma Wanita Persatuan dari kedua perguruan tinggi tersebut.

Rektor Unsrat Manado dalam sambutannya mengatakan, kerjasama dengan UPNV Jakarta ini merupakan perpanjangan dari MoU yang pernah ditandatangani tahun 2021, yang sudah berakhir November 2024.

“Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri Unsrat dapat melanjutkan kerjasama dengan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta,” ujar Sompie.

Apalagi, sambungnya, ada salah satu dosen Fakultas Kedokteran Unsrat (Taufik Pasiak) dipercayakan menjadi Dekan Faked UPNV Jakarta.

Nota kesapahaman ini, menurut Sompie, dimaksudkan sebagai pedoman bagi para pihak dalam rangka penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi dan bertujuan untuk mewujudkan kerjasama, koordinasi dan efektivitas penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi dalam rangka pengembangan kelembagaan untuk meningkatkan SDM para pihak.

Adapun ruang lingkup nota kesepahaman terdiri dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, implementasi program Kampus Berdampak, serta bentuk kolaborasi lainnya sesuai nota kesepahaman para pihak.

“Harapan kami setelah MoU ini akan dilanjutkan dengan perjanjian kekerjasama dengan fakultas/unit kerja lainnya dan kegiatan implementasi dengan intensitas yang cukup aktif,” ujar Sompie.

Rektor UPNV Jakarta dalam sambutannya mengungkapkan bahwa rombongan yang dibawa lengkap karena pihaknya memandang di wilayah Sulawesi Utara, kerjasama dengan Unsrat adalah kerjasama yang pertama dan penting untuk jejaring UPNV Jakarta.

“Unsrat bagi kami sangat penting. Dan sejauh ini kerjasama kita berjalan dengan bagus dan baik,” ujar pimpinan perguruan tinggi yang dulunya swasta tapi sekarang menjadi negeri tersebut. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsrat siap menggelar seminar nasional membahas pemisahan pemilihan umum di aula dekanat lantai 3, Jumat (10/10/2025).

Seminar dengan topik Prospek demokrasi pascaputusan Mahkamah Konstitusi : pemisahan pemilu nasional dan pemilu lokal ini akan menampilkan Ketua Umum Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Pusat Alfitra Salamm sebagai narasumber,

Alfitra dikenal publik sebagai mantan peneliti politik LIPI/BRIN dan jabatan terakhir adalah anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Seminar ini, menurut Dekan FISIP Unsrat Ferry Markus Daud Liando kepada Meimonews.com di Manado, Rabu (8/10/2025) dimaksudkan sebagai upaya pimpinan fakultas untuk terus memfasilitasi dosen dan mahasiswa agar memperoleh pengetehuan-pengetahuan baru terkait dengan perkembangsn politik, demokrasi dan pemilu di Indonesia.

Diketahui, belum lama ini Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan nomor 135 Tahun 2024 yang mengatur pemisahan pemilu nasional dan pemilu lokal.

Pemilu nasional terdiri dari pemilihan presiden/wakil presiden, pemilihan DPR RI dan Pemilihan DPD RI sedangkan pemilu lokal terdiri dari pemilihan Kepala Gubernur, Pemilihan Walikota/Wakil Walikota, Pemilihan DPRD Provinsi dan Pemilihan DPRD Kabupaten Kota.

Putusan itu juga mengatur keserentakan pemilihan dari masing-masing pemilihan. Kemudian mengatur jarak waktu antara pemilu nasional dengan pemilu lokal yakni 2 tahun 6 bulan.

Menurut Koordinator Program Studi Politik FISIP Unsrat Jusuf Wowor, putusan tersebut tentu akan berdampak secara teknis maupun substantive. Secara subtantif diharapkan kualitas pemilu dan pilkada akan makain lebih baik dan demokratis.

“Untuk membahas itu, Dekan telah mengundang Ketua Umum AIPI Dr Alfitra Salamm untuk berbagi pengetahun tentang masa depan demokrasi pasca putusan tersebut,” jelas Wowor.

Kegiatan tersebut akan dibuka oleh Dekan FISIP. “Selain akan dihadiri oleh mahasiswa S1 dan mahasiswa S2, kami juga mengundang anggota KPUD dan Bawaslu untuk menghadiri kegiatan tersebut,” tambah mantan Ketua KPU Manado ini. (FA)

Meimonews.com – Nawawi Pomolango ketambahan gelar doktor menyusul keberhasilannya mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka promosi doktor yang diadakan di Aula Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) Lantai 5, Jalan Sumatera No. 41 Babakan Ciamis, Bandung (Jawa Barat), Selasa (7/10/2025).

Dalam sidang tersebut, Bam (panggilan akrab Nawawi) berhasil menyakinkan para penguji dan meraih predikat Sangat Memuaskan dengan IPK 3,92 untuk ilmu hukum.

Disertasi promovendus mantan Ketua Sementata KPK RI (Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia) ini adalah Penanganan bersama tindak pidana korupsi antar penegak hukum (Polri – Kejaksaan – KPK) ditinjau dari teori hukum interagatif.

Dengan kelulusan tersebut, pria kelahiran Manado pada 28 Februari 1962, alumni SMA Negeri 1 Manado dan alumni Fakultas Hukum Unsrat Manado tersebut, kini memiliki gelar doktor (Dr.), Sarjana Hukum (SH) dan Magister Hukum (MH).

Bam, yang kini memegang jabatan Ketua Pengadilan Tinggi Banjarmasin adalah lulusan ke-135 di lingkungan doktor ilmu hukum. (FA)

Meimonews.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga Kementerian Agama Republik Indonesia pimpinan Zaiyuddin (Rektor) berkunjung ke Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Selasa (7/10/2025).

Kunjungan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan tim UIN Salatiga (tujuh orang) selama berada di Manado, Senin-Kamis (6-9/10/2025).

Agenda di Unsrat, tim mengadakan Benchmarking tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Aspek pembiayaan dan akademik.

Tim diterima Wakil Rektor 1 Unsrat Arthur Gehart Pinaria (mewakili Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie) dan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu serta Pengembangan Pembelajaran (LPMP2) Unsrat Max RJ Runtuwene, Sekretaris Esry Laoh dan staf di kantor LPMP2.

Warek 1 (Bidang Akademik) menjelaskan, Unsrat merupakan lembaga (universitas) yang unggul sehingga UIN bisa datang benchmarking. “Ini kedatangan yang kedua,” ujarnya.

Tentunya, kedatangan kedua kali membuktikan ada yang baik dari Unsrat yang akan ditiru /dipelajari. Dalam hal ini tentang kelas RPL yang sudah dilakukan oleh Unsrat di Prodi Program Profesi Insinyur.

Ketua Tim (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Salatiga Muh. Saerozi) kepada wartawan mengungkapkan rasa terima kasih kepada civitas.akademika Unsrat yang telah menerika mereka. Ini adalah penghargaan yang tinggi karena telah menerima mereka dengan sepenuh hati.

Mereka bisa belajar tentang RPL untuk sebanyak-banyaknya mendapat masukkan dari lembaga pendidikan yang bukan hanya yang ada di Jakarta tapi juga di Manado karena Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) ini PTKIM itu belum sepenuhnya dan belum seluruhnya menerapkan.

“Kami ingin menerapkan ini dengan berbagai pertimbangan, dan pertimbangan itu didapat dari matang pengalaman. Salah satu yang saya anggap matang untuk membuat RPL ini di Universitas Sam Ratulangi,” ujarnya.

Di kesempatan terpisah, Runtuwene menjelaskan, Unsrat, dalam hal ini, LPMP2 Unsrat mendapat kunjungan dari UIN Salatiga dalam rangka mau belajar dan berdiskusi dengan kami tentang RPL dari sisi akademik dan pembiayaan.

“Kami di sini (Unsrat – Red), ada program studi yang menyelenggarakan RPL yaitu Program Profesi Insinyur. Dan, kami sudah menjelaskan mulai dari segi pendaftaran, pelaksanaan pendidikannya, wisuda hingga pembiayaannya,” ujarnya.

Runtuwene mengungkapkan, Unsrat menerapkan RPL untuk Program Profesi Insinyur sejak 2018. Untuk program studi lain, sedang dipersiapkan tahapan pendaftaran atau untuk mendapatkan izin dari Kementerian (Kemendiktisaintek – Red).

“Sedang dalam tahapan mendapat izin pelaksanaan atau operasional dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi,” ujarnya di dampingi Reynal (Staf LPMP2 Unsrat). (FA)

Meimonews.com – Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Oktovian Berty Alexander Sompie menegaskan, Fatek Expo bukan sekadar pameran. Ini adalah manifestasi dari semangat inovasi, kreativitas dan ketangguhan yang menjadi ciri khas Fakultas Teknik Unsrat.

Hal tersebut ditegaskan Rektor Unsrat ketika membuka Fatek Expo yang diselenggarakan Fakuktas Teknik (Fatek) Unsrat di Manado Town Square, Senin (6/10/2025).

Oleh karena itu, Rektor mengajak untuk menjadikan Fatek Expo sebagai momentum berkolaborasi dengan mitra industri, menjalin sinergi untuk mengimplementasikan inovasi, bahwa kemajuan teknologi melayani kemaslahatan umat manusia dan kelestarian alam.

Fatek Expo ini, sebut Dekan Fatek Unsrat Fabian J. Manoppo kepada Meimonews.com, dilaksanakan selama dua hari, sampai Selasa (7/10/2025).

Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan selama Fatek Expo ini. Kegiatan tersebut adalah bincang santai / talk show bertema Fatek kemarin, hari ini dan esok, yang menampilkan tiga pembicara yakni Dekan Fatek Unsrat (Fabian J. Manoppo), Kadis Perkim Mitra/alumni) dan Ezra Talibonso (alumni), serta Talk show jurusan (sipil, arsitek, mesin, dan elektro).

Ada juga Talent Show dan.Grand final Nyong – Noni Fatek, Live painting, Sketsa mahasiswa prodi Arsitek, Talen show jurusan (elektro : Robot performance dan Arsitek Band), Talent show BEM, HIMA, UKMUKM, pertandingan meja, serta atraksi/hiburan.

Di momen tersebut, Rektor berkesempatan menyumbangkan lagu bersama Cross Fatek Band dan bermain tenis meja. (FA)

Meimonews.com – Suatu kepercayaan berharga diterima Kepala SMA Negeri 8 (Smandel) Manado Mediatrix Mariyani Ngantung dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sulut.

Pada program pelatihan khusus bagi calon kepala sekolah yang diadakan BGTK baru-baru tersebut, Mediatrix dipercayakan menjadi mentor.

Selama sesi mentoring, Kepala Sekolah Penggerak ini membagikan pengalaman manajerial, tantangan, serta solusi yang sangat berharga selama kurang lebih 18 tahun menjabat sebagai kepala sekolah di jenjang SMA.

Para bakal calon kepala sekolah juga diundang langsung ke SMA Negeri 8 Manado untuk melihat secara langsung manajemen sekolah dalam tataran perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program kerja, perkembangan sarana-prasarana, bagaimana membangun relasi dengan pihak lain demi memajukan sekolah, serta manajemen keuangan.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memantapkan pemahaman dan memperkuat keterampilan pengelolaan sekolah bagi para calon kepala sekolah di Sulawesi Utara. (Fer)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar acara pembukaan Dies Natalis ke-61 yang dibuka pelaksanaannya oleh Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie.

Acara pembukaan yang diadakan di Lapangan Unsrat, Jumat (3/10/2025) ini diikuti Wakil-wakil Rektor, pimpinan dan staf lingkungan Unsrat, Dekan-dekan dan pimpinan dan staf fakultas, sejumlah ASN/THL, perwakilan BEM Unsrat dan undangan lainnya.

Tahun ini, penyelenggara kegiatan adalah empat unit kerja yakni Program Pascasarjana, Fakultas Kedokteran yang dipimpin Billy Kepel, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Victor Lengkong), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (Geral Tamuntuan) serta Program Pascasarjana (Markus Talintukan Lasut/Ketua Panitia).

Acara pembukaan yang ditandai pemukulan tetengkoren oleh antara lain Rektor, dan Wakil-wakil Rektor ini diwarnai senam bersama dan atraksi dari fakultas-fakultas termasuk Cakalele dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB)

Peringatan hari jadi perguruan tinggi yang memiliki visi Bersama menata Universitas Sam Ratulangi menjadi universitas unggul dan berbudaya tahun ini akan diwarnai beberapa kegiatan.

Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie saat memberikan sambutan

Dalam laporannya, Lasut (Ketua Panitia) menjelaskan bahwa sebelum acara pembukaan ini, panitia pelaksana yang mewakili Unsrat telah terlibat dalam kegiatan bakti sosial Kodam XIII/Mdk yakni Pasar Murah pada tanggal 20 dan 21 September lalu.

Kemudian, akan mengadakan ziarah ke makam para pendahulu/mantan Rektor, Pengabdian pada maayarakat, Expo (menampilkan semua pencapaian oleh civitas akademika Unsrat), Olahraga seperti pertandingan tenis eksekutif, catur, dan fun run, dan Seminar ilmiah serta acara puncak.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-61 Unsrat Markus Talintukan Lasut saat memberikan laporan

Rektor Unsrat dalam sambutannya mengungkan, sejak berdiri pada tahun 1961, Unsrat telah tumbuh dan berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di kawasan Timur Imdonesia.

Usia 64 tahun bukanlah perjalanan singkat. “Selama enam dekade lebih, Unsrat telah berkobtribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul, melahirkan pemikiran akademis serta menjadi mitra pembangunan daerah dan bangsa,” ujarnya.

Oleh karenanya, patut bersyukur bahwa berkat kerja keras para pendiri, pimpinan, civitas akademika dan alumni, Unsrat tetap eksis dan terus bertranaformasi menghadapi dinamika zaman.

Wakil Ketua Panitia Dies Natalis ke-61 Unsrat Billy Johnson Kepel ketika menyampaikan ucapan terima kasih di acara penutup kegiatan

Terkait tema dies natalis tahun ini yakni Unsrat berdampak bagi negeri, Rektor menjelaskan tema ini mengandung makna yang sangat mendalam. Bahwa keberadaan universitas bukan hanya untuk menghasilkan lulusan tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, daerah dan Indonesia.

Dampat tersebut, menurut Rektor, terlihat melalui Pendidikan yang menghasilkan lulusan berintegritas, inovatif dan adaptif; Penelitian yang menjawab persoalan lokal sekaligus memberi kontribusi pada isu global.

Selain itu, Pengabdian kepada masyarakat yang memperkuat peran Unsrat sebagai universitas kerakyatan; serta Kerjasama strategis dengan pemerintah, industri dan komunitas yang memperluas kiprah Unsrat di tingkat nasional dan internasional.

Di penutup acara pembukaan, sebelum sarapan pagi bersama, Wakil Ketua Panitia Billy Johnson Kepel (Dekan Faked Unsrat) menyampaikan terima kasih kepada Rektor dan jajaran, Dekan se-Unsrat dan pihak/mereka yang telah berpartisiasi dalam kegiatan ini. ((FA)

Meimonews.com – Berbagai terobosan terkait pengembangan akademik terus dilakuksn Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsrat Manado.

Setelah berhasil mendirikan dua program studi (prodi) magister yakni magister ilmu pemerintahan (MIP) dan Magister Administrasi Publik (MAP), kini fakultas berjulukan kampus reformasi itu akan mendirikan prodi Doktoral atau Strata 3 (S3).

Untuk mempersiapkan pendirian program tersebut, piminan fakultas mengadakan rapat koordinasi (Rakor) bersama para dosen bergeral doktor se-FISIP unsrat, di ruang rapat fakultas, Kamis (2/10/2025).

Salah satu keputusan rapat yang dipimpin Dekan FISIP Unsrat Ferry Markus Daud Liando adalah pembahasan tentang nomenklatur progran pembahasan sumber daya dosen, kesiapan sarana prasaran dan pasar sebagai sasaran pembelajaran.

Liando menjelaskan, pendirian S3 bukan hanya untuk kepentingan reputasi institusi FISIP, namun lebih kepada kepentingan FISIP dalam menjawab kebutuhan masyarakat terkait pengembangan ilmu pengetahuan. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsrat yang kini dipimpin Vannetia R. Danes memggelar pembukaan Dies Natalis ke-16 di kompleks fakultas, Kamis (2/10/2025).

Beberapa kegiatan diadakan di awal momen memperingati hari bersejarah tersebut, di antaranya jalan sehat yang diikuti pimpinan, staf dan civitas akademika fakultas serta undangan lainnya.

Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie yang diwakili Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Arthur Gehart Pinaria dalam sambutannya mengatakan, dies natalis adalah momen istimewa bukan hanya untuk merayakan ulang tahun fakultas.

Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat Arthur Gehart Pinaria

“Tetapi menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan, pencapaian dalam mengembangkan ilmu kesehatan masyarakat, serta kontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa bahkan dunia,” ujarnya.

Rektor berharap, dengan bertambahnya usia, Fakultas Kesehatan Masyarakat semakin matang dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas, semakin aktif dalam penelitian berdampak pada kebijakan kesehatan.

Selain itu, semakin nyata dalam mewujudkan masyarakat Sulawesi Utara yang lebih sehat dan sejahtera. (FA)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie mengingatkan, sebagai insan akademik di Universitas Sam Ratulangi, kita memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menghafal sila-sila Pancasila tapi juga mengamalkannya dalam kehidupan nyata.

“Sebagai insan kampus kita harus menjadikan Pancasila landasan berpikir, bersikap dan bertindak,” ujar Rektor sebagai Inspektur Upacara ketika memberikan sambutan pada upacara Hari Kesaktian Pancasila di halaman kantor pusat Unsrat Manado, Rabu (1/10/2025).

Pada upacara dengan komandan upacara Ronny Mandagi yang diikuti pimpinan, staf dan pegawai di lingkungan kantor pusat Unsrat ini, Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Humas Stella Avanti Reppi membacakan Pembukaan UUD 45 sementara Kepala Biro Akdemik dan Kemahasiswaan William Pangemanan membacakan Ikrar.

Rektor menegaskan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukanlah sekedar seremoni melainkan momentun refleksi untuk meneguhkan kembali komitmen kita terhadap Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, sekaligus perekat bangsa Indonesia.

Momentum Hari Kesaktian Pancasila ini, sebut Rektor, hendaknya menjadi energi bagi kita untuk terus memperkuat integritas, menolak segala bentuk intoleransi, korupsi dan perpecahan serta mengokohkan rasa persaudaraan sebagai satu bangsa Indonesia.

“Hanya dengan demikian, cita-cita menuju Indonesia Raya, Indonesia yang maju, berdaulat, adil dan makmur dapat terwujud,’ ujar Rektor.

Rektor mengajak untuk menjadikan peringatan ini sebagai pengingat sekaligus peneguhan bahwa Pancasila adalah perekat bangsa dan tugas kita bersama adalah menjaga dan mengamalkannya sepanjang hayat.

Terkait tema peringatan tahun ini yakni Pancasila perekat bangsa menuju Indonesia Raya, Rektor menjelaskan, tema ini mengingatkan kita semua bahwa dalam keragaman suku, budaya, bahasa dan agama, Pancasila hadir sebagai kekuatan pemersatu, penuntun arah pembangunan serta sumber nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sejarah telah mengajarkan kepada kita bahwa bangsa Indonesia pernah menghadapi berbagai ujian, ancaman bahkan rongrongan terhadap ideologi Pancasila.

Namun, berkat kesadaran kolektif, semangat persatuan serta pengorbanan para pahlawan dan pendahulu kita, Pancasila tetap tegak sebagai ideologi negara yang tidak tergantikan. (FA)