Meimonews.com – Puncak peringatan Dies Natalis ke-70 Universitas Negeri Manado (Unima) dilaksanakan di Training Center Unima Tondano Jumat (26/9/2025).

Hari bersejarah bagi perguruan tinggi negeri ini tidak sekedar diperingati secara seremonial melainkan dijadikan sarana refleksi dan deklarasi arah baru universitas menuju pendidikan yang lebih inovatig dan transformatif,

Puncak peringatan ini diwarnai Sharing Session bersama 2 pejabat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemsiktisaintek RI) yakni Khairul Munadi (Dirjen) dan Chatarina Muliana (Irjen).

Kehadiran dua pejabat penting ini menambah bobot acara sekaligus mempertegas posisi Unima sebagai perguruan tinggi yang siap melangkah lebih jauh di kancah nasional.

Selain itu, Monitoring dan Evaluasi Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang menjadi salah satu program strategis Unima dalam menyiapkan tenaga pendidik profesional.

Momentum ini sekaligus menunjukkan keseriusan universitas dalam menjaga kualitas pendidikan dan memastikan output lulusan sesuai dengan kebutuhan zaman.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan ini juga dilakukan kegiatan Panen Perdana Tanaman Nilam di area kebun percobaan Unima.

Panen simbolis ini menandai langkah nyata universitas dalam mengembangkan riset berbasis potensi lokal, sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat melalui inovasi di bidang pertanian dan kewirausahaan.

Dengan mengusung tema Dies Natalis sebagai Momentum Deklarasi Inovasi dan Implementasi Pendidikan Transformatif dan Kampus Berdampak, Rektor Unima Joseph Philip Kambey menekankan, momen ini adalah komitmen nyata universitas untuk menghadirkan perubahan.

“Tema ini menjadi penegasan arah baru Unima. Bukan hanya seremonial, tetapi refleksi atas tanggung jawab kami untuk bertransformasi,” ujarnya ketika memberikan sambutan.

Dalam paparannya, Chatarina Muliana mengingatkan pentingnya menjaga marwah perguruan tinggi sebagai ruang akademik yang sehat, inklusif, dan bermartabat. Ia menegaskan bahwa kampus harus bebas dari segala bentuk kekerasan dan menjadi tempat aman bagi dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa.

Khairul Munadi menyampaikan apresiasi atas capaian Unima yang berhasil meraih Akreditasi Unggul. Menurutnya, pencapaian ini bukanlah titik akhir, melainkan pijakan untuk melahirkan generasi unggul yang mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Menutup rangkaian acara, Rektor Unima menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam suksesnya Dies Natalis ke-70.

Mantan Dekan FEB dan mantan Wakil Rektor 2 Unima ini menegaskan bahwa kebersamaan dan kerja kolektif menjadi energi utama Unima untuk terus maju. “Melalui momentum ini, Unima mendeklarasikan kesiapan untuk melangkah lebih jauh demi menghadirkan kampus yang benar-benar berdampak,” ujarnya. (*/FA)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar Sidang Terbuka Senat untuk Pengukihan 8 guru besar di Auditorium Unsrat Manado, Senin (29/9/2025).

Sidang senat yang dipimpin RALF Kairupan ini turut dihadiri Wakil Walikota Manado dr. Richard Sualang dan istri dr. Merry Mawardi, Sp.A (mewakili Walikota Manado Andrei Angouw) dan undangan lainnya.

Kedelapan guru besar yang dikukuhkan Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng, IPU berdasarkan SK Mendiktisaintek RI Brian Yuliarto tersebut berasal dari Fakultas Kedokteran (1 orang), Fakultas Teknik (3 orang), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (1 orang), Fakultas Hukum (1 orang) dan Fakultas Peternakan (2 orang).

Mereka adalah Prof. Dr. dr. Jeanette Irene Christiene Manoppo, Sp.A(K), Prof. Ir. Isri Ronald Mangangka ,M..Eng, Ph,D, Prof. Dr. Eng Ir. Liany Amelia Hendrata, M.Si, Prof. Dr. Eng Meita Rumbayan, ST, M.Eng, Prof. Dr Eng Ir. Lusia Manu, M.Sc, Prof. Dr. Emma Valentina Teresha Senewe SH, MH, Prof. Dr. Ir Jola Josephien M. Roosje Londok M.Si, IPU, ASEAN Eng dan Prof . Dr. Ir .Lusia Toar, MP.

Sebelum dikukuhkan para guru besar tersebut menyampaikan orasi ilmiah. Prof. Manoppo memaparkan orasi ilmiah dengan judul Peran gut brain axis pada tumbuh kembang bayi prematur. Prof. Isri tentang Bangunan terjun miring USBR tipe IX dengan stulling basin. Prof. Hendrata tentang Perubahan penggunaan lahan di daerah tangkaan air tantangan dan strategi pengelolaan berkelanjutan.

Prof. Rumbayan tentang Pengembangan energi terbarukan yang berdampak dan berkelanjutan dari peta jalan ke penerapan. Prof. Manu tentang Integrasi oseanografi dan marikulutur : strategi adaptif budiadaya lobster tropis dalam dinamika perubahan iklim.

Prof. Senewa tentang Harmonisasi kebijakan luar negeri Indonesia dalam menangani perdagangan manusia melalui kerjasama kawasan Asean regional coorperation. Prof. Londok tentang Optimalisasi potensi fitobiotik dalam pakan pada produksi daging ayam fungsional. Prof. Toar tentang Inovasi pemanfaatan serangga sebagai pakan ternak yang ramah lingkungan.

Rektor Unsrat dalam sambutannya mengungkapkan, Universitas Sam Ratulangi berdiri di tanah Minahasa yang diwarisi falsafah luhur (dari GSSJ Sam Ratulangi – Red) Si Tou Timou Tumou Tou/ST4 (Manusia hidup untuk memanusiakan manusia).

“Falsafah ini sejalan dengan hakikat guru besar bahwa ilmu pengetahuan bukan hanya untuk dikumpulkan melainkan untuk dimanfaatkan demi membangun sesama, bangsa dan dunia,” ujar Prof. Sompie.

Ditegaskan, dengan bertambahnya 8 guru besar hari ini, kita semakin percaya diri untuk memperkuat Unsrat dalam tiga hal.

Pertama, meningkatkan kualitas pembelajaran dan inovasi akademik. Kedua, mendorong penelitian unggulan yang relevan dengan kebutuhan bangsa khususunya kawasan Timur Indonesia. Ketiga, memberi kontribusi nyata dalam menjawab tantangan global – transformasi digital, keberlanjutan lingkungan, dan kesehatan masyarakat – dengan tetap berpijak pada kearifan lokal.

“Peran ini sejalan dengan visi Universitas Sam Ratulangi yaitu menjadi Unsrat unggul dan berbudaya berstandar internasional,” ujar Rektor.

Visi ini, sambung Rektor, hanya dapat diwujudkan bila para guru besar tampil sebagai garda terdepan dalam memimpin pengembangan ilmu, menjaga integritas akademik dan memperkuat budaya universitas yang berdaya saing global namun tetap berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.

Sejalan dengan itu, komitmen Unsrat juga mendukung agenda nasional yang digariskan dalam Asta Cita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, khususnya Asta Cita ke-4 yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas.

“Universitas Sam Ratulangi melalui peran para guru besar siap menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut, sekaligus berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Rektor berharap, momen pengukuhan guru besar ini sebagai semangat baru untuk terus berkarya berinovasi dan mengabdi.

Dengan sinergi seluruh sivitas akademika, sebutnya, Universitas Sam Ratulangi akan semakin kokoh – bukan hanya sebagai rumah ilmu tapi juga rumah pengabdian yang menebar terang bagi bangsa dan dunia. (FA)

Meimonews.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti mengadakan kunjungan ke daerah Sulawesi Utara, untuk beberapa kegiatan.

Sebelum kembali kembali ke Jakarta, Mendikdasmen menyempatkan diri mendatangi SMA Negeri 8 Manado, yang berlokasi di Jalan Buha Kairagi 2 Kecamatan Mapanget, Manado, Jumat (26/9/2025).

Ketika tiba di kompleks sekolah, Mendikdasmen disambut tarian cakalele, nyong dan noni Smandel serta atraksi para siswa yang tergabung dalam gerakan Pramuka sekolah.

Di kompleks sekolah, Mendikdasmen di dampingi SKM Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Dirjen PAUD Dikdasmen, Sesditjen PAUD Dikdasmen dan Direktur SMA memantau perkembangan pembangunan revitalisasi dengan anggaran Rp. 1,5 miliar

Secara seksama, Mendikdasmen di dampingi Direktur SMA dan tim melihat langsung kondisi yang ada dan mendengar penjelasan dari Kepala SMA Negeri 8 Manado Mediatrix Maryani Ngantung serta pelaksana dan pengawas proyek.

Setelah melihat kondisi yang ada dan mendengar penjelasan tersebut, Mendikdasmen menegaskan, menambah anggaran pembangunannya besar Rp. 250 juta.

“Ditambah Rp 250 juta sehingga anggaran pembangunannya menjadi Rp. 1,550 miliar,” ujar Mendikdasmen, yang disambut tepuk tangan pimpinan sekolah, sejumlah staf dan siswa, Kepala Dikda Sulut Femny Suluh, Kepala BPMP Sulut Febry HJ Dien, Kabid SMA Sri Ratna Pasiak, dan tamu lain.

Usai memantau proyek revitalisasi tersebut, Mendikdasmen dan rombongan melewati salah satu ruangan kelas yang ada para siswa yang tergabung dalam Palang Merah Remaja. Setelah berbincang sejenak dengan para siswa tersebut, Mendikdasmen memberikan pesan dan motivasi kepada mereka.

Setelah itu, Mendikdasmen dan rombongan menuju ke aula sekolah yang sudah ditunggu sejumlah siswa serta para guru dan staf, kemudian menuju ke sebuah gazebo untuk melihat produk Kamberu (Kampanye Bertani Urban) dan Taman Numerasi (Mahir Numersasi, Majukan Negeri).

Di gazebo ini, Mendikdasmen dan tim mendapat informasi seputar Kamberu (inovasi hijau, program unggulan sekolah) serta terkait apa yang ada di Taman Numerasi.

Sebelum meninggalkan kompleks sekolah, Mendikdamen menyempatkan menyumbangkan dua lagu bersama band siswa sekolah, di halaman sekolah, di bawah kerindangan pohon.

Mendikdasmen mengapresiasi siswa sekolah yang memiliki bakat seni dan memotivasi untuk terus berkarya di samping tetap semangat menempuh pendidikan untuk masa depan.

Kepada sejunlah wartawan, Mendikdasmen berhararap dengan adanya revitalisasi ini, bisa meningkatkan pemenuhan sarana dan prasarana di sekolah ini yakni pembangunan beberapa ruang kelas baru dan laboratorium, berlantai dua. (Fer)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) kembali mencatatkan capaian penting dalam upaya mencetak tenaga pendidik berkualitas dengan mengukuhkan 104 lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Gelombang 2 Tahun 2024.

Kegiatan yang dihadiri pimpinan universitas, pejabat pendidikan, dosen, guru pamong, staf serta keluarga lulusan ini diadakan di Hotel Peninsula Manado, Kamis (25/9/2025).

Pengukuhan ini menjadi bukti konsistensi Unima dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan profesionalisme guru di Indonesia.

Melalui PPG, para lulusan dibekali kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, sekaligus semangat pengabdian sebagai pendidik yang berintegritas.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey memimpin prosesi pengukuhan dan memberikan arahan strategis. Arahan dan pesan rektor menjadi peneguhan bahwa Unima menempatkan profesi guru sebagai pilar utama peradaban bangsa.

Rektor menekankan pentingnya peran guru dalam membentuk generasi cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman, sejalan dengan visi Unima sebagai perguruan tinggi unggul, mandiri, dan kompetitif.

Hadirnya lulusan PPG ini juga memiliki arti penting bagi Sulawesi Utara yang masih menghadapi kekurangan tenaga guru. Dengan sertifikasi profesi yang dimiliki, para lulusan diharapkan dapat berkontribusi dalam menjawab kebutuhan pendidikan, khususnya di daerah yang masih terbatas jumlah pendidiknya.

Selain itu, tantangan rendahnya literasi dan semangat belajar siswa di era digital menjadi perhatian penting. Para lulusan PPG didorong untuk menghadirkan inovasi dan kreativitas dalam pembelajaran sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana penunjang pendidikan.

Koordinator PPG Unima menegaskan, kehadiran program ini merupakan wujud komitmen universitas untuk mencetak guru profesional yang siap bersaing dan mengabdi di berbagai wilayah.

Dengan pengukuhan ini, Unima semakin meneguhkan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi nyata dalam membangun generasi emas Indonesia. (*/FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado lewat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarkat (LPPM) Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Gedung Pancasila Unima, Tondano, Kamis (25/9/2025).

Monev yang digelar dalam rangka mendukung program Kampus Berdampak dari Kementerian Kemdiktisaintek RI (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi ini menjadi momen penting unntuk meninjau kemajuan riset dan PKM yang dibiayai Kemediktisantek

Rektor Unima Joseph P.hilip Kambey hadir dan memberikan dukungan langsung kepada para dosen dan mahasiswa peserta program.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan bazar kewirausahaan mahasiswa. Sejumlah produk seperti kopi, jajanan khas, dan aneka makanan dipamerkan dan dijual oleh mahasiswa. Rektor bahkan ikut membeli produk sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat inovatif mahasiswa.

Kepala LPPM Unima Armstrong F. Sompotan menjelaskan, Monev ini tidak hanya mengevaluasi output riset, tetapi juga mendorong agar hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Penelitian tidak boleh berhenti di meja laboratorium. Harus berdampak, harus hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Tim reviewer internal diketuai Revolson A. Mege bersama para akademisi lintas bidang ilmu. Mereka mengevaluasi luaran riset dan PKM dari aspek kebermanfaatan, publikasi, dan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Melalui kegiatan ini, Unima semakin mantap dalam membangun ekosistem riset yang kuat, kolaboratif, dan berdampak, sejalan dengan visi sebagai kampus unggul dan relevan bagi masyarakat. (*/FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melakukan pembekalan kepada mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Tahun 2025.

Kegiatan pembekalan dilaksanakan di Auditorium Maria Walanda Maramis, Rabu (24/9/2025) yang diawali doa bersama dipimpin Kepala UPA Perpustakaan Unima I. Paraaoran Tamba.

Peserta KKN tersebut berjumlah 1.308 orang yang terdiri dari 500 mahasiswa skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan 808 mahasiswa reguler.

Kegiatan pembekalan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, di antaranya Ketua IKAI Lemhanas Sulut, Wakil Bupati Minahasa Selatan, Asisten II Setda Kota Manado, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan, serta pimpinan Unima.

Materi yang dibawakan menyoroti ketahanan nasional, pembangunan berkelanjutan, literasi, dan peran mahasiswa dalam inovasi dan pengabdian masyarakat.

Kegiatan turut dihadiri jajaran pimpinan Unima, para dekan, sekretaris senat, dosen pembimbing lapangan, serta undangan lainnya.

Selesainya pembekalan, ribuan mahasiswa Unima siap terjun ke desa-desa di Sulawesi Utara untuk menebarkan semangat literasi, memperkuat peran kampus di tengah masyarakat, dan menjadi agen perubahan di lapangan

Kepala LPPM Unima Armstrong F. Sompotan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung, termasuk Perpustakaan Nasional RI, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta pimpinan universitas.

Amstrong berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater dan menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.
“KKN ini bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi ruang untuk belajar langsung dari masyarakat,” ujarnya.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey melalui Wakil Rektor Bidang Akademik Mister Gidion Maru mengingatkan mahasiswa pentingnya literasi sebagai bekal hidup. “Buku adalah guru paling sabar dan teman paling konstan. Melalui KKN ini, mahasiswa harus memastikan pengetahuan itu benar-benar sampai dan berguna bagi masyarakat,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Unima Lenny Leorina Evinita, ketika menutup kegiatan menyampaikan terima kasih kepada seluruh narasumber dan mengingatkan mahasiswa untuk siap menghadapi tantangan di lapangan. “Semoga bekal ilmu ini menjadi modal berharga dalam membawa perubahan positif di masyarakat,” ujarnya. (*/FA)

Meimonews.com – Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Oktovian Berty Alexander Sompie menegaskan, Program Beasiswa Mahasiswa Nusantara adalah program strategis pemerintah untuk menciptakan Sumber Daya Manusia yang unggul dan berdaya saing.

Hal tersebut ditegaskan Rektor Unsrat pada acara pembukaan Pembekalan Studi bagi Penerima Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Tahun 2025 di Auditorium Unsrat Manado, Kamis (25/9/2025).

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Ketua Tim PPI Asrama Mahasiswa Nusantara ID Simarmata ini berlangsung tiga hari hingga Sabtu (27/9/2025).

Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie saat memberikan sambutan

AMN, sebut Rektor, adalah wadah menumbuhkan rasa kebangsaan, toleransi, gotong royong, dan belajar hidup bersama untuk menjadi bekal berharga membentuk kalian menjadi pemimpin masa depan yang berwawasan luas.

Rektor berharap, pembekalan studi ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para mahasiswa AMN tersebut.

Diketahui, AMN adalah wadah untuk menyatukan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, dan dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2021.

AMN didirikan sebagai wadah untuk mempersatukan mahasiswa dari berbagai suku bangsa, bahasa, kebudayaan, dan agama yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan dari berbagai perguruan tinggi. (AF)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengadakan Rapat Koordimasi, Evaluasi dan Pengimputan Dokumen Pelaksanaan Zona Integritas yang ada di masing-masing unit kerja.

Rapat yang diadakan di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Pusat Unsrat Manado, Senin (22/9/2025) ini dihadiri, antara lain, Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, Wakil Rektor 2 Royke Montolalu dan Wakil Rektor 4 Stennie Edward Wallah.

Dalam arahannya, Rektor menegaskan, Zona Integritas (ZI) bukan sekadar slogan, tetapi merupakan komitmen nyata untuk mewujudkan universitas dengan tata kelola yang bersih, melayani, transparan dan bebas dari praktik korupsi.

Oleh karena itu, Rektor mengajak peserta untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dan melaksanakan prinsip integritas dengan pelayanan prima.

Dengan demikian, Unsrat akan semakin dikenal sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam akademik, riset, tetapi juga dalam tata kelola pelayanan publik. (FA)

Meimonews.com -Universitas Negeri Manado (Unima) mewisuda sebanyak 1011 orang Program Sarjana (S1), Magister (S2) dan Doktor (S3) Semester Ganjil Tahun Akademik (TA) 2025/2026).

Pelaksanaan wisuda dilakukan pada Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-70 Universitas Negeri Manado dan Wisuda Program Sarjana, Magister dan Doktor Semester Ganjil Tahap 1 TA 2025/2026 serta Penerimaan Dosen yang telah menyelesaikan studi Program Doktor.

Sidang senat yang dipimpin Herry Sumual (Ketua) ini dihadiri Rektor Unima Joseph Philip Kambey, Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu, Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, pimpinan lembaga/Biro, para Dekan, mantan Rektor Unima, wisudawan dan keluarga, undangan lainnya serta panitia wisuda yang diketuai Irwany Maki.

Pembacaan Surat Keputusan Rektor tentang Lulusan yang akan diwisuda dilakukan oleh Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Mister Gideon Maru.

Mereka yang diwisuda tersebar di Pascasarjana 53 orang yakni S3 6 orang dan S2 47 orang), FEB 157 orang, FISH 234 orang (S2 61 orang dan S1 173 orang), FBS 107 orang, FPMIPAK 95 orang (S2 2 orang dan S1 93 orang), FT 177 orang, FIPP 104 orang (S2 5 orang dan S1 99 orang), serta FIKKM 84 orang.

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan, wisuda ini merupakan peristiwa yang patut disyukuri karena telah berhasil melalui berbagai tantangan dengan ditempah melalui proses belajar yang sungguh sangat luar biasa.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras, ketekunan dan semangat pantang menyerah. Namun, perlu kita sadari bahwa pencapaian hari ini bukanlah akhir melainkan awal dari perjalanan baru yang lebih menantang. Dunia kerja dan kehidupan masyarakat menanti kontribusi kalian,” ujar Rektor ketika memberikan sambutan.

Rektor mengajak kepada mereka yang diwisuda untuk menjadi insan yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga tangguh secara emosional dan berintegritas dalam bertindak.

Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama di.kampus ini diharap dapat menjadi bekal berharga untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.

“Hari Ini, saudara-saudara kami wisuda dengan resmi dan sekaligus kami terima untuk menjadi anggita Ikatan Alumni Unima. Jagalah nama baik almamater, teruslah belajar dan jangan pernah berhenti berminpi dan berinovasi,” ujar Rektor.

Abdikanlah dirimu dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab sehingga dapat visi strategis Unima yaitu Unima unggul, mandiri, kompetitif dan enterpreneurial.

Timothy Tangkau, mewakili para wisudawan diberika kesempatan untuk memberikan kesan dan pesan.

Dua dosen yang diterima kembali setelah menyelesaikan studi program doktor adalah Feibry Feronika Wiwenly Senduk dan Navie Oktaviandy Mangelep. (Afer)

Meimonews.com – Kabar gembira dan membanggakan terdengar dan tersebar menjelang 70 tahun kiprahnya Universitas Negeri Manado (Unima) di dunia pendidikan. Ini merupakan kado istimewa.

Kado istimewa tersebut berupa meningkatnya akreditasi Unima menjadi Unggul melalui Surat Keputusan BAN-PT (Badan Akresitasi Nasional Perguruan Tinggi) serta Peringkat 1 Kategori 2 pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK).

Kado tersebut disampaikan Rektor Unima Joseph Philip Kambey ketika memberikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka dalam Rangka Dies Natalis ke-70 Unima dan Wisuda Semester Ganjil Tahap I Tahun Akdemik 2025/2026.

“Melalui SK BAN-PT Nomor 2732/SK/BAN-PT/Ak/PT/IX/2025, Unima resmi menyandang predikat Unggul,” ujar Rektor pada Sidang Senat yang diadakan di Auditorium Maria Walanda Maramis Unima, Senin (22/9/2025)

Sidang Senat terbuka yang dihadiri para anggota Senat Unima,Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu, Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, pimpinan Lembaga/Biro, para Dekan, mantan Rektor Unima, wisudawan dan keluarga, undangan lainnya dan panitia wisuda yang diketuai Irwany Maki ini dipimpin Herry Sumual (Ketua Senat),

Akreditasi Unggul ini, menurut Rektor, merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa sekaligus pengakuan atas mutu pendidikan yang telah dibangun selama puluhan tahun. Bukanlah proses yang singkat menuju predikat Unggul ini.

“Keberhasilan ini juga merupakan buah dari upaya kepemimpinan yang sebelumnya dan berkesinambungan sampai saat ini,” ujar mantan Plt. Wakil Rektor 2 (Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum) Unima dan Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Unima ini.

Oleh karena itu, di kesempatan berbahagia dan terhormat ini, Rektor menyampaikan terima kasih kepada Deitje Adolfien Katuuk (mantan Rektor sebelumnya) yang telah merintis dan mempersiapkan berbagai langkah strategis menuju Akreditasi Unggul.

Tidak hanya kepemimpinan, keberhasilan ini lahir dari kerja keras seluruh unsur kampus. Tim Akreditasi yang diketuai Sjamsi Pasandatan, dosen, tenaga kependidikan, hingga pimpinan fakultas bekerja siang dan malam menyusun laporan kinerja, melengkapi dokumen serta memastikan standar mutu terpenuhi.

“Kolaborasi lintas unit inilah yang akhirnya membuahkan pengakuan tertinggi dari BAN-PT,” tandas Rektor, yang disambut tepuk tangan hadirin.

Dikemukakan, di balik pencapaian tersebut, aktivitas akademik menjadi fondasi utama. Dosen Unima terus memperkaya keilmuan melalui penelitian yang relewan dengan kebutuhan masyarakat, publikasi di jurnal internasional bereputasi serta inovasi pembelajaran yang berdampak luas.

Kurikulum yang dirancang semakin membuka ruang kolaborasi dengan dunia industri, usaha dan lembaga pendidikan lain sehingga lulusan Unima mampu bersaing di kancah internasional.

Rektor kelahiran Filipina pada 6 Maret 1976 ini lantas memaparkan sejumlah keberhasilan yang diraih tersebut.

Kado istimewa lainnya adalah Unima mendapat peringkat 1 kategori 2 pelaksanaan UTBK. “Bangga Universitas Negeri Manado mendapatkan peringkat 1 atau yang terbaik untuk pelaksanaan UTBK pusat kategori 2 yang terdiri dari 29 PTN di Indonesia.

Untuk itu, Rektor berterima kasih kepada terkait termasuk Tim Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

“Puji Tuhan, ada begitu banyak pencapaian serta prestasi. Untuk itu, mari terus bersinergi dan bekerjasama untuk kemajuan lembaga yang kita cintai ini,” ujar Rektor.

Terkait dengan sejarah panjang Unima yang berdiri pada tahun 1955 dan akan memasuki usia yang ke-70 tahun, Rektor mengungkapkan, Unima telah mengalami banyak dinamika. Dari awal yang sederhana hingga menjadi institusi pendidikan tinggi yang diperhitungkan baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kita patut bersyukur dan bangga namun tidak boleh berpuas diri. Tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan duni kerja hingga tuntutan globalisasi pendidikan,” ujar Joje, sapaan akrab Rektor,

Menurut penghasil 19 karya ilmiah dan 4 karya buku selama mengajar di Unima ini menegaskan, dies natalis bukan sekedar perayaan ulang tahun tetapi merupakan momentum refleksi, evaluasi serta proyeksi tentang perjalanan yang telah ditempuh, pencapaian yang telah diraih serta tantangan yang harus dihadapi ke depan.

Oleh karena itu, sebutnya, tema dies natalis tahun ini yaitu Dies Natalis Unima sebagai momemtun deklarasi inovasi dan implementasi pendidikan transformatif dan kampus berdampak, menjadi sangat relevan.

“Tema ini mengingatkan kita untuk terus berinovasi, meningkatkan triharma perguruan tinggi serta terus mengadakan perubahan untuk membawa dampak yang baik bagi masyarakat dan dunia pendidikan,” ujarnya.

Rektor mengajak seluruh civitas akademika untuk bersama-sama menjaga semangat integritas, inklusivitas, dan inovasi. Jadikan universitas ini sebagai rumah intelektual yang tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten tetapi juga berkarakter dan berdampak positif bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang indah dan terhormat ini, Rektor menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden RI, Mendiktisaintek atas perhatian dan dukungan untuk Unima serta kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut, Bupati, Walikota, bersama seluruh pemangku kepentingan atas kebersamaan dan kerjasama yang telah diberikan.

Disebutkan, bulan lalu, Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus hadir di Unima dan memberikan Kuliah Umum, kunjungan dalam rangka Seminar Nasional di Unima oleh Ketua Komisi Kejaksaan RI, Anggota Bawaslu RI serta kehadiran para narasumber dari luar negeri pada acara International Conffetence Unima pada minggu yang lalu.

Di momen ini, Rektor melaunching logo 70 dan pembukaan secara resmi Pekan Dies Natalis, sementara Sekretaris Rektor Marcia Imelda Watulingas menjelaskan secara detail makna yang terkandung dari logo tersebut. (FA)