Meimonews.com – Rumah Sakit Gigi dsn Mulut (RSGM) Unsrat mengadakan pemeriksaan gigi gratis di kompleks rumah sakit, Rabu – Jumat (19-21/11/2025).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka bulan Kesehatan Gizi Nasional (BKGN) Tahun 2025.

Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel, Kepala PSPDG Unsrat, Dirut RSGM Unsrat, Dirut RSGM Daerah Manado dan perwakilan PT Unilever Indonesia membuka kegiatan ini secara bersama-sama,

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan selama datang kepada peserta kegiatan di RSGM Unsrat.

“Selanat datang di RSGM Unsrat. Jang ragu untuk berkonsultasi. Manfaatkan kesempatan emas ini untuk merawat gigi dan gusi anda bersama keluarga. Ingat itu lebih baik daripada mengobati,” ujarnya.

Rektor berterima kasih juga kepada PT Unilever Indonesia atas kolaborasi yang konsisten selama ini dan berharap terus berlanjut di waktu-waktu mendatang.

Terima kasih juga disampaikan kepada panitia, staf dan pegawai serta seluruh yang terlibat dalam kegiatan ini. “Semoga kegiatan 3 hari ini dapat berjalan dengan lancar,” harap Rektor,

Rektor juga mengungkapkan tentang komitmen Unsrat melalui PSPDG dan RSGM untuk menjadi garda terdepan dalam mewujudkan tema BKGN Tahun 2025 yakni Gigi dan guzi sehat, senyum Indonesia sehat.

Pelayanan pemeriksaan dan perawatan gigi gratis yang dilakukan ini, menurut Rektor, merupakan bukti nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan falsafah GSSJ Ratulangi yakni Sitou timou tumou tou (Manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain).

“Hari ini, melalui pelayanan pemeriksaan dan perawatan gigi gratis, kita sedang menghidupkan semangat tersebut, dengan membantu sesama mendapatkan hak atas kesehatan,” ujar Rektor. (FA)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie menjadi salah satu narasumber (narsum) Sarasehan Nasional yang mengangkat tema Obligasi Daerah sebagai Salah Satu Alternatif Pembiayaan Daerah dan Instrumen Investasi Publik.

Sarasehan ini dilaksanakan di Aula CJ Rantung Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Rabu (19/11/2025).

Narasumber lainnya adalah Ketua Banggar MPR RI Melchias Mekeng, Deputi Komisioner Pengawas OJK Eddy Manindo Harahap, sementara keynote speacker adalah Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus.

Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga keuangan untuk membahas peluang dan tantangan penerbitan obligasi daerah sebagai skema alternatif pembiayaan pembangunan serta instrumen investasi publik.

Kehadiran Rektor Unsrat menegaskan pentingnya dukungan dan kajian akademis dalam mematangkan rencana penerbitan obligasi daerah.

Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay, Forkopimda Sulut, pejabat instansi vertikal, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Provinsi Sulut, sejumlah Kepala Daerah se-Sulut, serta undangan lainnya.

Gubernur Sulut, dalam paparannya, menekankan bahwa penerbitan obligasi daerah dan sukuk daerah adalah skema creative financing yang harus kita cermati.

Sulut memiliki potensi besar di berbagai sektor, dan instrumen ini dapat menjadi jembatan untuk mendapatkan dana besar guna membiayai proyek-proyek produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (FA)

Meimonews.com – Beberapa Kepala Jurusan (Kajur), Kepala Program Studi (Kaprodi) dan Koordinator Pusat (Kapus) pada Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) di Lingkungan Unima dilantik dan diambil sumpah/janji jabatan.

Acara tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Pusat Unima Tondano, Selasa (18/11/2025).

Pelantikan dilakukan Rektor Unima Joseph Philip Kambey di dampingi Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu, Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, Kepala LP3M Patricia M. Silangen dan Karo Kepegawaian, Keuangan dan Umum Joudia Meyke Rangkang.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pesan dan ajakan penting untuk mereka yang dilantik dan diambil sumpah/janji jabatan tersebut.

Rektor berpesan untuk bekerjasama dengan baik, berkinerja dengan baik, menjaga integritas kita dalam bekerja seperti yang sudah dibacakan tadi yakni menjauhkan diri dari perbuatan tercela, menjaga etika jabaran, menghindari diri dari suap dan gratifikasi terutama juga pungli.

“Sehingga kita boleh sama-sama Universitas Negeri Manado lebih baik lagi ke depannya,” ujar Rektor.

Untuk Kaprodi, diminta untuk menjadi garda terdepan, bileh jadi berkat bagi mahasiswa yang akan berkuliah di prodi masing-nasing karena mereka adalah customers kita.

“Jadi, sebagai customers kita harus melayani mereka dengan sebaik-baiknya, jangan jadikan mereka obyek untuk meminta-minta uang,” ujarnya.

Jika ini terlaksana dengan baik, menurutnya, maka mahasiswa-mahasiswa akan menjadi alumni dan mereka-mereka ini akan menjadi marketer kita. (FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) mendapat kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) untuk mengadakan Sosialisasi Program Ekosistim Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari).

Dari sekian banyak universitas yang ada, Unima salah satunya yang mendapat kepercayaan tersebut. Olehnya, Rektor Unima Joseph Philip Kambey menyampaikan terima kasih kepada Kemdiktisaintek karena mendapat kesempatan untuk mensosialisasikan kegiatan ini.

Sosialisasi ini, menurut Rektor sangat penting bagi Unima sebagai universitas dengan akreditasi Unggul dan ingin berprestasi lebih baik lagi. Oleh karenya, Rektor berharap semua pimpinan untuk mengikuti dengan cermat karena kegiatan ini juga akan membantu kita semua secara institusi.

 

Aris Winarna saat memaparkan materi yang dimoderatori Kepala LPPM Unima Armstrong F. Sompotan

“Mari kita ikut sosialisasi ini dengan baik sehingga kita boleh mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya,” ujarnya ketika memberikan sambutan pada pembukaan Sosialisasi dan Penandatangan Komitmen Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Usaha Mikro dan Kecil (UMK), Selasa (18/11/2025).

Kegiatan yang diikuti pimpinan dan staf di lingkungan Unima ini diadakan di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Pusat Unima Tondano.

Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan upaya Unima dalam mendukung program pemerintah yang mendorong optimalisasi penggunaan produk dalam negeri di lingkungan instansi pendidikan tinggi.

Penandatanganan komitmen bersama oleh pimpinan Unima menjadi salah satu bagian penting dalam program ini dan menegaskan keseriusan institusi dalam mengimplementasikan kebijakan P3DN secara terstruktur, terukur dan berkelanjutan.

Aris Winarna (Kemdiktisaintek) dalam pemaparan materinya yang berjudul Semesta Bestari Saintek (Laboratorium hidup, menyamai tradisi memanen inovasi) mengawali dengan menjelaskan tentang transformasi saintek untuk menuju masyakat ilmu pengetahuan.

Dijelaskan input dari program ini yang terkait dengan Kebijakan dan anggaran, SDM saintek (dosen, peneliti), Rekasi, jejaring kemitraan, infrastruktur saintek; Aktivitas yang terdiri dari diseminasi dan publikasi pemanfaatan saintek, Diplomasi saintek melalui pemberdayaan asosiasi keilmuan; Penguatan ekosistem dan budaya saintek; Pembangunan repositori; Prakondisi : Dukungan dari sisi angaran dan Adanya sinergi lintas sektor.

Untuk output terdiri dari Produk saintek yang termanfaatkan oleh masyarakat, Exposure saintek ke publik, Kemitraan dan kolaborasi bidang saintek, Dokumen depositori dampak saintek.

Untuk Short Term Outcomers meliputi saintek menjadi agenda publik, perguruan tinggi menjadi katalisator untuk membumikan saintek di masyarakat, serta meningkatnya nilai tambah potensi lokal.

Untuk Medium Term Outcomers meliputi Membuminya saintek pada kehidupan masyarakat sehari-hari, meningkatnya produktivitas pendapatan masyarakat/komunitas, terbangunnya masyarakat yang rasional.

Winarna lantas menguraikan tentang bagimana membentuk masyarakat yang rasional, yang membutuhkan sinergi kreasi masyarakat dan akademisi untuk sains dan teknologi nusantara (Semesta) yakni science literacy, public understanding, public engagement.

Diuraikan pula tentang Mengapa laboratorium hidup, Apa yang dilakukan di laboratorium hidup, Posisi riset ekosistim hidup dan perbandingan model laboratorium dalam proses inovasi.

Setelah memberikan penjelasan awal, Winarna di dampingi Kepala LPPM Unima Armstrong F. Sompotan sebagai moderator, lalu memaparkan Pengenalan program bestari saintek.

Aris Winarna saat tiba di kampus Unima Tondano, yang dijemput Karo PKSHM Unima Vivi Saroinsong

Secara umum, Bestari Saintek merupakan pemanfaatan saintek berbasis potensi daerah yang menghimpun komomitas, talenta dan jejaring lokal untuk menghasilkan solusi yang tepat guna dan terukur.

Siklus kerjanya mencakup penjaringan kebutuhan pemangku kepentingan, perancangan bersama, pengujian di lingkungan nyata, penyempurnaan berbasis umpan balik, hingga adopsi.

“Arah program bertumpu pada nilai tambah,” ujarnya seraya menyebut rinciannya yakni mutu produk dan jasa, efisiensi rantai pasok, pembukaan akses pasar, serta peningkatan ekonomi warga dan daerah melalui praktik usaha yang tangguh, adaptif dan berkelanjutan.

Dijelaskan pula tujuan umum dan khusus program inii, siapa sasaran dan targetnya, siapa mitranya, berapa besaran pendanaannya, bagaimana ruang lingkup program ini, bagaimana mekanisme literasilinya, apa luaran akhir program ini, seperti apa alur seleksi program ini, apa yang dinilai pada usulan program ini, kapan mulai mendaftarnya.

Panduan perumusan Semesta Bestari Saintek dipaparkan oleh Winarna yakni agenda dan living labs serta merincikannya satu persatu. (FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Sosialisasi dan Penandatanganan Komitmen Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Kegiatan yang diikuti oleh, antara lain, Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu, Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, pimpinan Senat Unima, pimpinan Senat, pimpinan dan staf tingkat univeritas lainnya serta para Dekan, Wakil Dekan, dan Kaprodi ini diadakan di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Pusat Unima, Tondano, Selasa (18/11/2025) ini.

Ada empat poin penting disampaikan Rektor untuk menjadi perhatian dan ditindaklanjuti terkait nama baik Unima yang kini mendapat predikat Unggul. Empat poin itu adalah soal IKU (indeks kinerja utama), soal surat izin dan soal Plh (Pelaksana Harian) Dekan.

Soal pungli (pungutan liar) terus menjadi perhatian karena hal itu masih terjadi di Unima, sebagaimana data yang dimiliki Rektor baik dari internal maupun eksternal Unima.

Rektor mengingatkan kepada seluruh pimpinan dan staf di lingkungan Unima untuk tidak melakukan punggutan liar (pungli) karena ada sanksinya,

Rektor menegaskan, berulang kali ia sampaikan soal hentikan pungli dan gratifikasi. Ia mendapat laporan dari mahasiswa masih terjadi pungutan liar. ‘Saya ulangi lagi, masih terkadi pungutan kiar di program studi dengan berbagai bentuk modus. Saya tahu prodi mana itu. Jadi, saya ingkatkan kembali, tolong, tolong hentikan pungutan liar di program studi,” ujarnya.

Mantan Plt.Wakil Rektor 2 Unima ini mengungkapkan bahwa ia mendapat laporan bukan hanya dari internal Unima tapi dari eksternal Unima juga. Ada laporan dari luar masuk kepadanya. Rektor lantas memaparkan kromologis terjadinya proses pungli. Nama orang tersebut dan dari fakultas/prodi mana, ada padanya.

Pembacaan Pakta Integritas oleh Sekretaris Rektor Unima Imelda Marcia Watulingas yang diikuti seluruh peserta yang menandatangani pakta integritas

“Sampai saat ini masih terjadi (pungli). Tadi malam saya mendapat laporan dari BEM Unima. Mereka akan mengadakan demo lagi di salah satu fakultas oleh karena ada pungli. “Jadi, sekali lagi, tolong hentikan pungutan liar,” tandas Rektor.

Menurutnya, sebagai pimpinan yang sudah mendapat tunjangan, tukin (tunjangan kinerja) dan gaji, itu sudah cukup. Jadi, diingatkan untuk jangan lagi melakukan pungli.

Diungkapkan, akan ada satu pejabat yang akan mendapat/diberikan sanksi. Rektor berharap, semoga ini (pemberian sanksi) menjadi pembelajaran buat yang lain.

Mantan Dekan FEB Unima ini menyebutkan, ketika dilantik sebagai Rektor, soal pungli ini adalah pesan utama dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek). Ia merasa malu waktu itu.

Pada waktu 70 pejabat yang dilantik (termasuk dia red), ungkapnya, Menteri hanya memberikan pesan kepadanya, “Pak Rektor, hentikan pungli di Unima.”

Dan, itu merupakan tugas yang diberikan kementerian. Oleh karenanya, Rektor berharap kepada pimpinan dan staf di lingkungan Unima yang diangkatnya untuk memberantas pungli di Unima.

“Sampai saat ini masih ada laporan pungli di Unima. “Anda diangkat, dilantik dan anda menandatangani pakta integritas. Jangan lupakan itu,” ujarnya, mengingatkan.

Soal IKU, Rektor mengungkapkan, pada waktu upacara hari Pahlawan tanggal 10 November 2025, ia telah menyampaikan bahwa kalau ada prodi (program studi) yang IKUnya belum tercapai sampai akhir tahun 2025 maka akan diganti.

Semoga ini diperhatikan betul-betul oleh setiap pimpinan jurusan dan Kaprodi. Hal itu selalu ia state berulang dan sudah kedua kali karena ini akan menentukan kinerja dekan dan rektor. Ia tidak main-main untuk ini. Untuk prodi yang tercapai kinerjanya, akan ada konsekuensi.

Ada dua fakultas (Rektor menyebut dua fakultas tersebut red) yang sudah diberi perhatian khusus. Kepada Kajur dan Kapordi diminta untuk memperhatikannya. Karena hal ini terkait dengan kinerja mereka.

Soal izin, Rektor mengungkapkan bahwa kemarin, ia mendapat surat izin yang diteruskan dari dekan karena eebagai dosen akan tugas di luar daerah. Ketika dilihat dan baca, surat itu dikeluarkan oleh satu Dinas (disebutkan dinas tersebut  red) untuk menghadiri salah satu kegiatan.

Rektor menyampaikan kepada dekan-dekan bahwa untuk mendapat izin Rektor, maka dinas terkait itu harus bersurat dalam bentuk surat permohonan. Karena kemarin yang diterima adalah surat perintah. Surat perintah kepada dosen Unima untuk menghadiri. Ia sempat Kabag untuk menanyakan dosen ini kerja di Unima atau dinas tersebut ?

Jadi, kalau ada surat izin, izin dari Rektor. Kepada orang yang diberikan izin, tolong beritahukan kepada intstansi luar Unima yang akan menggunakan keahlian anda atau apalah bermohonlah kepada Rektor untuk diberikan izin.

“Jangan surat perintah. Kalau tidak ada surat permohonan, saya tidak akan memberikan surat izin. Tapi kalau ada saya akan memberiksn surat izin. Karena ini bisa menjadi masalah buat anda ke depan,” ujarnya,

Poin terakhir adalah soal Pelaksana Harian (Plh) Dekan. Rektor mempersilahkan Dekan mengusulkan. Tapi biasanya WD 1 karena berkaitan dengan kegiatan-kegiatan akademik, kecuali WD 1 berhalangan maka WD 2. Kalau WD 2 berhalangan, WD 3. “Tapi permohonannya kepada Rektor, jangan main tunjung sendiri karena aturannya seperti itu,” tandasnya.

Di akhir sambutannya/arahannya, Rektor menegaskan, lebih baik bicara pahit di muka supaya menjadi pembelajaran bersama dan supaya manis di belakang. “Jangan manis-manis di muka kong pait (lalu pahit red) di belakang,” tandasnya.

Di momen tersebut, para Wakil Rektor memberikan pemaparan/penjelasan terkait beberapa program/kegiatan yang telah dilaksanakan/dicapai oleh masing-masing bidang dan rencana ke depan, termasuk menanggapi pertanyaan dan masukkan/saran dari peserta.

Terkait seringnya Rektor mengingatkan soal hentikan pungli, Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Unima Vivi W. Saroinsong kepada Meimonews.com di sela kegiatan, menjelaskan hal itu merupakan komitmen untuk mewujudkan Unima WBK (wilayah bebas korupsi). (FA)

Meimonews.com – Unsrat Expo dan Pameran Riset, Inovasi, Seni, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Prisma) yang diselenggarakan di Mantos 3 Manado dibuka pelaksanaannya oleh Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, Senin (17/11/2025).

Dalam sambutannya, Rektor mengungkapkan,: kegiatan Unsrat Expo dan Prisma ini memperlihatkan kepada publik bahwa Universitas Sam Ratulangi terus bergerak, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang kompeten.

“Tetapi harus tampil sebagai pusat inovasi, pusat kreativitas serta pusat nilai tambah bagi masyarakat, baik melalui riset, teknologi, kesenian, maupun pengabdian yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat,” ujar Rektor.

Dengan tema Unsrat Berdampak Bagi Negeri, sebut Rektor, hari ini kita melihat wujud nyata, karya riset yang dipamerkan, setiap inovasi, produk kreatif mahasiswa, setiap poster pengabdian, adalah kontribusi Unsrat untuk Sulawesi Utara dan juga bagi Indonesia. (FA)

Meimonews.com – PSM Unsrat mencatatkan prestasi yang gemilang di Karangturi International Choir Competition yang diselenggaraian di Senarang Jawa Tengah, Ravu – Sabtu (12-15/2025).

Di ajang internasional tersebut, PSM Unsrat Manado ini berhasil membawa pulang total 3 medali emas dan menyabet gelar 2 Champion (Juara Kategori) serta membuktikan dedikasi dan kualitas vokal mereka di mata juri internasional.

Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi PSM Unsrat sebagai salah satu paduan suara mahasiswa terbaik di Indonesia yang mampu bersaing dan unggul di tingkat internasional.

PSM Unsrat yang ikut dalam kompetisi bergegsi ini berjumlah 42 orang yang merupakan perwakilan dari 11 fakultas yang ada di lingkungan Unsrat. Mereka dilatih oleh Hernan Sinata sementara pimpinan rombongan/kontingen adalah Ronny Gosal. (FA)

Meimonews.com – Prestasi membanggaksn diukir Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Unsrat berhasil lolos ke babak Grand Prix dalam ajang bergengsi Karang Turi Choir Competition (KTCC) tingkat internasional, Jumat (14/11/2025).

Kompetisi yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah ini diikuti 69 peserta dari berbagai negara dan merupakan salah satu perlombaan paduan suara paling ketat di Asia Tenggara.

PSM Unsrat menampilkan performa terbaik mereka di hadapan tujuh dewan juri internasional yang berasal dari tiga negara yaitu Filipina, Malaysia, dan Indonesia.

Kelolosan ini menjadi bukti kerja keras dan dedikasi tim dan pendukung.

Dengan lolosnya PSM Unsrat ke Grand Prix, mereka akan kembali bersaing untuk memperebutkan gelar juara umum kompetisi.

Babak Grand Prix menjadi puncak dari KTCC, di mana hanya kelompok paduan suara terbaik yang akan saling unjuk kemampuan.

Dukungan dari civitas akademika Unsrat diharapkan dapat memberikan semangat tambahan bagi tim untuk membawa pulang penghargaan tertinggi dari Semarang. (FA)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie mengajak civitas akademika Fakultas Peternakan Unsrat untuk meneguhkan komitmen, bergerak serempak, melaju lebih cepat, menyalakan obor ilmu.

Ajakan Rektor tersebut disampaikan Wakil Rektor 3 (Bidang Kemahasiswaan dan Alumni) Ralfie Pinasang ketika memberikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka Fakultas Peternakan Unsrat dalam rangka acara puncak Dies Natalis ke – 62 fakultas tersebut yang diadakan di aula fakultas, Jumat (14/11/2025).

“Dan, dari laboratorium kita menumbuhkan inovasi dari desa-desa, kita menegakkan kemandirian,” ujar Pinasang mengutip sambutan Rektor.

Fakultas Peternakan (yang kini dipimpin Florencia Nery Sompie sebagai dekan), menurut Rektor, telah menunjukkan arah yang tepat dengan memperkuat kurikulum berbasis capaian pembelajaran, mendorong riset dan pengabdian yang adaptif, serta memperluas jejaring kemitraan agar transfer pengetahuan menjelma dalam praktik-praktik di lapangan.

Dikemukakan, usia 62 tahun bukan sekadar angka, itu adalah penanda kematangan, ketangguhan, serta kesinambungan membangun pendidikan tinggi yang berdampak bagi manusia dan alam. (FA)

Meimonews.com – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Meningjatkan Akreditasi Program Studi di Universitas Sam Ratulangi, Melalui Sertifikasi Kompetensi Bintek Materi Uji Kompetensi (MUK).

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat Manado Arthur Gehart Pinaria, mewakili Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie diadakan di Roger Hotel Manado, Jumat – Minggu (14-16/2025).

Kegiatan ini, jelas Kepala LPMPP Unsrat Max RJ Runtuwene kepada Meimonews.com di sela kegiatan, diikuti 63 peserta yakni pimpinan dan staf Unsrat serta utusan fakultas-fakultas di lingkungan Unsrat.

Untuk narasumber, tambahnya di dampingi Reynal Pakasi (Bendahara LPMPP Unsrat), berasal dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) seperti Soliatun (Master Asesor) dan dari LPMPP Unsrat di antaranya Kepala Pusat Pelatihan Kompetensi/Penanggung Jawab Kegiatan Reni Lucia Kreckhoff.

Pelaksanaan kegiatan ini, menurut Pinaria, merupakan bagian dari komitmen Unsrat untuk terus meningjatkan mutu pendidikan dan akreditasi program studi di lingkungan Unsrat.

“Akreditasi yang baik adalah cermin dari kualitas pendidikan yang kita tawarkan kepada masyarakat, dan ini tentu saja menjadi bagian penting dari upaya kita untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja,” ujarnya.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi, sebut Pinaria, Unsrat senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi seluruh sivitas akademika, baik dosen maupun mahasiswa.

Dengan mengikuti Bimtek MUK sertifikasi kompetensi, menurutnya, peserta tidak hanya memperkaya pengetahuan dan keterampilan, memperkuat fondasi dalam menghadapi tuntutan dunia pendidikan yang semakin kompetitif, juga sudah dapat menyelesaikan sebagian dari tahapan Unsrat menjadi penyelenggara sertifikasi kompetensi.

Pinaria mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan sesi FGD dengan sebaik-baiknya. “Mari berdiskusi, berbagi pengetahuan dan mencari solusi terbaik untuk mencapai tujuan peningkatan akreditasi yang lebih tinggi. Saya percaya bahwa melalui kerjasama yang solid, kita dapat mencapainya denga hasil yang optimal,” ajaknya.

Kepala LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Unsrat Ockstan Kalesaran menjelaslsn bahwa Unsrat sedang melewati pelatihan asesor dan kita menjadi asesor-asesor, walaupun sertifikatnyaa akan dikeluarkan oleh BNSP.

Langkah berikutnya, kita akan dan sudah membuat jadual MUK, sebelum kita diluluskan nanti. Pada hari ini, kita dengan narasumber akan membuat dan melihat MUK berdasarkan panduan dari BNSP dari skema yang ada.

“Kiranya dari FGD ini kita bisa menghasilkan dokumen-dokumen MUK agar supaya nantinya dalam waktu secepatnya, mudah-mudahan dalam dua minggu ke depan kita sudah mendapat dari BNSP seluruh asesmen,’ ujarnya seraya berharap, setelah itu, kita semua sudah memahami dan sudah memiliki MUK dan lulus uji kompetensi.

Ockstan juga berharap, dengan adanya MUK dan lisensi dari BNSP, para dosen memiliki sertifikat kompetensi sehingga lulusan kita bisa mendapat selain ijasah juga mendapat kompetensi sesuai skema yang ada.

Kepala Pusat Pelatihan Kompetensi Reni Lucia Kreckhoff saat memberikan materi

Kreckhoff dalam pemaparan materinya menegaskan pentingnya sertifikasi kompetensi berstandar yang, antara lain adalah tantangan kualitas SDM di era industri 4.0 dan merupakan tuntutan akreditasi terhadap outcame-based education (OBE).

Mengenai konsep dasar sertifikasi kompetensi, Kreckhoff menjelaskan, proses pemberisn sertifikat kompetensi kepada seseorang yang telah dinyatakan kompeten melalui asesmen yang dilakukan asesor kompetensi berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), standar internasional atau standar khusus.

Kreckhoff lantas menjelaskan tentang perbedaan antara kompetensi, sertifikasi dan lisensi.

Kompetensi adalah kemampuan nyata seseorang. Belum ada bukti resmi. Baru kemampuan yang dimiliki. Sertifikasi adalah bukti resmi bahwa seseorang terbukti kompeten. Sudah diuji asesor. Lisensi adalah izin menjalankan profesi tertentu. Lisensi hanya diberikan jika sudah kompeten dan tersertifikasi.

Kreckhoff lantas menguraikan antara lain produk tenaga kerja kompeten, peran LSP P1 dalam perguruan tinggi, penguatan rekognisi eksternal program studi (prodi), dan penguatan rekognisi eksternal prodi. (FA)