Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado sukses menggelar Festival Bung Karno Manado (FBKM) 2025, yang dipusatkan di Pasar Wisata Bunaken, Manado, Jumat – Sabtu (20-21/6/2025).

Ribuan orang baik peserta kegiatan, pendukung maupun penonton/warga baik kota Manado maupun luar kota Manado memadati lokasi kegiatan yang akrab disebut Pasar Tematik.

Para pejabat mulai dari tingkat kota Manado hingga kelurahan terlihat hadir baik pada hari pertama maupun hari kedua kegiatan.

Sejumlah pihak swasta termasuk UMKM (usaha menengah, kecil dan mikro memanfaatkan momen ini dengan menawarkan dagangannya baik makanan, minuman maupun souvenir.

Walikota Manado Andrei Angouw, Wakil Walikota Manado Richard Sualang dan Ketua TP PKK Manado Irene G, Pinontoan saat pelepasan lomba lari

Fedtival ini dibuka dan ditutup pelaksanaannya oleh Walikota Manado Andrei Angouw di dampingi Wakil Walikota Richard Sualang serta dihadiri sejumlah pejabat terkait serta Ketua TP PKK Manado Irene G. Pinontoan dan Sekretaris TP PKK Kota Manado Merry Mawardi.

Kadis Dukcapil Manado dan Plt. Kadis Kominfo Manado Erwin Kontu turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah

Sejumlah kegiatan/lomba diselenggarakan pada festival ini yakni lomba lari (5 km, 10 km dan 21 km), lomba pidato, lomba pembacaan naskah dedication of life, lomba line dance, K Pop, fashion trunk, donor darah serta pesta rakat show.

Persiapan lomba pembacaan naskah dedication of life

Pada kegiatan kemanusiaan (donor darah) nampak sejumlah pejabat, ASN dan warga mengambil bagian dengan mendonorkan darahnya.

Untuk kegiatan lomba lari (Bung Karno Run 2025) dilepas oleh Walikota dan Wakil Walikota di dampingi Ketua TP PKK Manado.

Salah satu peserta lomba line damce sedang menunjukkan kebolehen mereka

Kategori Half Marathon 21K dimulai dari Malalayang Beach Walk, sementara 5K dan 10K start dari Pasar Tematik Tongkaina. Seluruh peserta finish di lokasi yang sama yakni Pasar Tematik Tongkaina.

Sabtu, 21 Juni 2025, Wali Kota Manado, Bpk. Andrei Angouw, menutup rangkaian acara Festival Bung Karno Manado 2025 yang digelar di Pasar Tematik Tongkaina.

Tim Dinas Kesehatan Kota Manado juara pertama lomba line dance

Dalam sambutannya saat menutup rangkaian kegiatan FBKM 2025, Walikota menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi luar biasa dari masyarakat dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Festival Bung Karno Manado 2025.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menegaskan, kegiatan ini dilaksanakan untuk terus menghidupkan semangat juang proklamator bangsa, serta sebagai pengingat agar perjuangannya dapat dilanjutkan demi mewujudkan bangsa yang maju dan sejahtera masyarakatnya.

Turut hadir, Pj. Sekdakot Manado Steaven Dandel, Ketua BKSAUA Kota Manado Pdt. Judi Tunari, panitia FBKM 2025, serta para undangan lainnya. (Afer)

Meimonews,com – Memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Minahasa Utara menggelar IPeKB Bergerak Peduli Stunting se-Sulut di Desa Kauditan 1, Minahasa Utara, Kamis (19/6/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi serentak yang dilaksanakan oleh IPeKB di 15 kabupaten/kota se-Sulawesi Utara.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene, Deputi Bidang Peran Serta Masyarakat BKKBN RI Sukaryo Teguh Santoso, Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan serta Kepala Dinas Kependudukan dan KB Minahasa Utara Jeanne Simons.

Pada kesempatan itu, ada penyerahan bantuan nutrisi kepada anak Alifa Bangulengo, yang berasal dari keluarga berisiko stunting dengan tingkat kesejahteraan Desil 1.

Bantuan ini merupakan bagian dari program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), program strategis Kemendukbangga/BKKBN dalam upaya percepatan penurunan stunting secara nasional.

Program Genting bertujuan menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk menjadi Orang Tua Asuh (OTA) bagi anak atau keluarga berisiko stunting.

Bantuan yang diberikan mencakup pemenuhan kebutuhan nutrisi secara rutin, pemantauan tumbuh kembang anak, serta perbaikan kondisi lingkungan, termasuk rumah tidak layak huni.

Dalam sambutannya, Runtuwene menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. “Permasalahan stunting adalah permasalahan kita bersama. Jika tidak ditangani dengan serius, stunting akan berdampak langsung pada kualitas generasi penerus dan menghambat kemajuan bangsa. Oleh karena itu, seluruh elemen—pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, dan media—harus bergandengan tangan,” ujarnya.

Santoso menegaskan pentingnya pelaksanaan program Genting secara konsisten dan berkelanjutan.

Santoso mengingatkan perlunya pemantauan ketat terhadap ibu hamil dan balita penerima bantuan agar upaya yang dilakukan benar-benar berdampak dalam memutus mata rantai stunting.

Melalui kegiatan ini, Kemendukbangga/BKKBN RiI menunjukkan komitmen kuat dalam menggerakkan masyarakat untuk aktif berperan serta dalam percepatan penurunan stunting, guna mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (Afer)

Meimonews,com – Walikota Manado Andrei Angouw melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi, yaitu Gelanggang Pacuan Kuda Balitka Mapanget, Pasar Wisata Bunaken di Kelurahan Tongkaina, dan Kelurahan Tumumpa Dua, Rabu (18/6/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Walikota meninjau langsung kondisi infrastruktur dan fasilitas di masing-masing lokasi.

Hal tersebut dimaksudkan sebagai bahan evaluasi untuk perencanaan dan perbaikan ke depannya, guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Kota Manado.

Khusus di Pasar Wisata Bunaken, Kelurahan Tongkaina, Walikota bersama Wakil Walikota Manado Richard Sualang meninjau kesiapan lokasi dalam rangka pelaksanaan Festival Bung Karno Manado yang akan berlangsung pada 20–21 Juni 2025. (Afer)

Meimonews.com – Memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2025, sejumlah kegiatan dilakukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI.

Salah satunya adalah Lomba Kampung KB (Keluarga Berkualitas). Dari beberapa Kampung KB yang ada di Sulawesi Utara, Kampung KB Kawangunan Kota Tomohon ditetapkan sebagai salah satu dari 12 Kampung KB yang lolos seleksi berkas untuk tingkat nasional.

Penilaian dilakukan secara daring melalui Zoom oleh Tim dari Direktorat Pemaduan Data dan Informasi Keluarga (Ditdamduk) Kemendukbangga/BKKBN RI. Kegiatan ini dipusatkan di Ruang Aula Kantor Walikota Tomohon, Selasa (17/6/2025).

Walikota Tomohon Caroll JA Senduk dalam sambutannya menyampaikan bahwa hingga saat ini telah diresmikan 44 Kampung KB di Kota Tomohon, berdasarkan SK Walikota Nomor 119 tanggal 25 April 2025.

Hal ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Tomohon dalam mendukung program pembangunan keluarga secara berkelanjutan dan terintegrasi.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Walikota Tomohon Sendy GS Rumajar, Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Sulut Lady D. Ante, Ketua Tim Kerja Pengendalian Penduduk Rosillia B. Wowiling, Kepala Desa Kawangunan Djemy Sarese bersama perangkat, Perwakilan CSR PLN, Kepala Dinas PPKB Kota Tomohon bersama jajaran dan PKB/PLKB.

Kegiatan penilaian juga dirangkaikan dengan dialog interaktif antara tim penilai dan pemangku kepentingan lokal, termasuk pemerintah desa, perwakilan CSR, dan OPD terkait.

Diskusi difokuskan pada sinergi, peranserta masyarakat, serta keterlibatan sektor swasta dalam pembentukan dan penguatan Kampung KB.

Kampung KB adalah satuan wilayah setingkat desa atau kelurahan yang menjadi tempat terintegrasinya berbagai program pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga di seluruh dimensinya.

Keberhasilan program ini diukur dari kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, keluarga, dan masyarakat. (Afer)

Meimonews.com – Wakil Walikota Manado Richard Sualang mewakili Walikota Manado Andrei Angouw membuka secara resmi Verifikasi Lapangan (verlap) Hybrid Evaluasi Kota Layak Anak Di Lingkungan Pemerintah Kota Manado. Senin, (16/6/2025)

Verifikasi ini bukan sekadar proses administratif, namun mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Manado dalam memastikan terpenuhinya hak-hak anak di segala aspek kehidupan.

Predikat kota layak anak bukan hanya sebuah penghargaan, melainkan tanggung jawab yang terus dijaga dan tingkatkan.

Pemerintah Kota Manado, menurut Wawali, berterima kasih atas dukungan semua pihak, dan verifikasi ini disambut sebagai kesempatan untuk semakin menyempurnakan kebijakan dan program perlindungan anak di Kota Manado.

‘Mewakili Walikota Manado, Bapak Andrei Angouw, saya secara resmi membuka kegiatan verifikasi lapangan hybrid evaluasi Kota Layak Anak Tahun 2025, dengan harapan Kota Manado dapat kembali meraih predikat Kota Layak Anak sebagaimana capaian pada tahun sebelumnya,” ujar Wawali.

Turut hadir mengikuti verifikasi, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah I Devi Nia Pradika, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kepala DP3A Sulut Wanda LC Musu, para camat dan lurah serta jajaran Pemerintah Kota Manado. (Afer)

Meimonews.com – Menyongsong Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulut bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Minahasa Selatan melaksanakan Pelayanan KB Serentak di Puskesmas Ongkaw, Minsel, Senin (16/6/2025).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan dan staf, yang disambut Kepala Puskesmas Ongkaw Vianny D. Ch. Maramis beserta jajaran tenaga kesehatan.

Para petugas kesehatan terlihat siap melayani masyarakat dengan berbagai pilihan metode kontrasepsi, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Pelayanan KB Serentak ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pelayanan keluarga berencana (KB) yang berkualitas, merata, dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat di daerah terpencil.

Kegiatan ini juga menjadi instrumen penting dalam strategi nasional percepatan penurunan stunting (PPS) melalui penguatan layanan kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga yang optimal.

“Melalui momentum Harganas, kita ingin mengingatkan kembali bahwa keluarga adalah fondasi utama pembangunan bangsa. Perencanaan keluarga yang baik akan berdampak langsung pada kualitas generasi mendatang,” ujar Kaper dalam sambutannya.

Harganas diperingati setiap tanggal 29 Juni untuk mengenang momen bersejarah kembalinya para pejuang ke pelukan keluarga pasca-perang pada tahun 1949, yang juga bertepatan dengan dimulainya gerakan Keluarga Berencana Nasional.

Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat, serta sebagai penguat ketahanan nasional.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam menciptakan generasi yang sehat, berdaya, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (Afer)

Meimonews.com – Sejumlah narasumber/pembicara ditampilkan pada Regional Internalisasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Tahun 2025–2029 dan Rencana Aksi (Renaksi) ke dalam Dokumen Perencanaan Daerah yang diselenggarakan Kemendukbangga/BKKBN RI di Hotel Four Point Manado, Jumat/13/6/2025).

Salah satu narasumber/pembicara pada kegiatan yang panitianya diketuai Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut Jeanny Yola Winokan adalah Deputi Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) Kemendukbangga/BKKBN RI Bonavasius Prasetya Ichtiarto.

Materi yang dibawakan Bonevasius adalah Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Tahun 2025–2029 dan Rencana Aksi (Renaks).

Dalam pemaparan materinya, Deputi Dalduk mengungkap hasil evaluasi Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) lima pilar. Dari data yang ada, hasil yang ada menunjukkan masih adanya tantangan

Beberapa hasil tersebut, menurutnya, pertama, GDPK belum mencakup keseluruhan pilar di beberapa daerah. Kedua, Konten GDPK antarwilayah cenderung seragam, tanpa mempertimbangkan konteks lokal.

Ketiga, Output GDPK seperti visi, misi, dan roadmap masih lemah dalam mendefinisikan arah pembangunan kependudukan berkelanjutan. Keempat, IPBK (Indeks Pembangunan Kependudukan) belum digunakan secara optimal sebagai indikator keberhasilan PJPK.

Dijelaskan kedudukan GDPK dan PJPK dalam sistem perencanaan pembangunan daerah dan nasional.

Dalam rangka memperkuat implementasi, Deputi Dalduk menyampaikan pula perkembangan instrumen pemantauan serta langkah-langkah operasional internalisasi PJPK ke dalam dokumen perencanaan daerah.

Deputi Dalduk berharap kegiatan ini mampu menghasilkan sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah dalam pengelolaan kependudukan yang lebih baik, serta mendorong tercapainya Indonesia Emas 2045 yang ditopang oleh SDM berkualitas, keluarga yang tangguh, dan tata kelola pembangunan yang berkelanjutan.

Diketahui, sebagaimana diberitakan Meimonews.com sebelumnya (Baca : Wamen : Kehadiran pada Regional Internalisasi PJPK 2025-2029 dan Renaksi ke dalam Dokumen Perencanaan Daerah, Wujud Komitmen Bersama), Kemendikbangga/BKKBN RI menggelar Regional Internalisasi Peta Jalan Pembangunan Kependuduoan (PJPK) Tahun 2025-2029 dan Rencana Aksi ke dalam Dokumen Perencanaan Daerah di Four Point Hotel Manado, Jumat (13/6/2025).

Kegiatan yang dibuka pelaksanaan oleh Wakil Menteri Dukbangga/Wakil Kepala BKKBN RI Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka ini diikuti ratusan peserta dari Bappeda, OPD terkait Dalduk dan KB serta Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan provinsi-provinsi yang ada di Sulawesi.

Turut hadir, Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay yang juga memberikan ucapan selamat datang dan sambutan mewakili Gubernur Sulut Mayjen (Purn) Yulius Selvanus, dan sejumlah undangan lainnya.

Dalam kegiatan ini, ada empat materi yang disampaikan secara panel yakni Pengendalian dan pengawasan PJPK 2025-2029 dan renaksi; Dukungan teknis internalisasi PJPK dalam RPJMD dan renstra perangkat daerah, Peta jalan pembangunan kependudukan tahun 2025-2029 dan rencana aksi; serta Paparan dari masing-masing provinsi terkait internalisasi PJPK dalam dokumen perencanaan daerah. (elka)

Meimonews.com – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana (Wamen Dukbangga)/Wakil Kepala (Waka) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, turun langsung ke lapangan dalam kegiatan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Saronsong I, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Jumat (13/6/2025).

Didampingi Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan, Kadis Dukcapil Sulut Christodharma SM Sondakh, Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Pitra A. Ratulangi dan beberapa pejabat lainnya,, Wamen meninjau langsung kesiapan dapur MBG dan ikut membagikan makanan bergizi kepada peserta didik di SDN 2 dan SDN 3 Airmadidi.

Selain itu, makanan juga disalurkan kepada target sasaran Kemendukbangga/BKKBN yaitu ibu hamil dan ibu menyusui di Kelurahan Rap-Rap dengan memanfaatkan kendaraan dinas PLKB roda dua.

Wamen menyampaikan bahwa program MBG tidak hanya ditujukan bagi anak sekolah tetapi juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah dua tahun (baduta), sebagai bagian dari strategi nasional percepatan penurunan stunting.

“Program ini berjalan berdampingan dengan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) agar tidak terjadi tumpang tindih penerima manfaat. Evaluasi dan perbaikan terus dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat,” ujarnya.

Wamen juga menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam penyediaan data dan distribusi yang tepat sasaran.

Menurutnya, 1.000 hari pertama kehidupan adalah masa krusial yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengedukasi masyarakat tentang urgensi gizi yang cukup dan seimbang. Kita ingin stunting di Indonesia terus menurun. Ini bagian dari upaya mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” sebutnya. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw mengikuti sekaligus menerima penghargaan dalam kegiatan Indonesia Water & Wastewater Expo and Forum (IWWEF) 2025 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC).

Kegiatan yang dilaksanakan Rabu-Jumat (11-13/6/2025) ini diinisiasi oleh Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) dan berkolaborasi dengan penyelenggaraan International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan.

IWWEF 2025 mengusung tema besar “Transformasi Air Minum Menuju Swasembada Air.”

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Manado menerima piagam penghargaan kepala daerah atas komitmen dalam mendukung pembiayaan dan pengembangan sektor air minum. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto.

IWWEF merupakan agenda dua tahunan yang menghadirkan pameran inovasi teknologi terkini di bidang air minum dan air limbah, serta forum yang membahas isu-isu strategis berskala regional, nasional, hingga internasional.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat dan kepala daerah di Indonesia serta asosiasi air minum dan air limbah negara-negara Asean yang tergabung dalam Southeast Asian Water Utilities Network (Seawun). (Afer)

Meimonews.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia (RI) menggelar Regional Internalisasi Peta Jalan Pembangunan Kependuduoan (PJPK) Tahun 2025-2029 dan Rencana Aksi ke dalam Dokumen Perencanaan Daerah di Four Point Hotel Manado, Jumat (13/6/2025).

Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Sulut dipercayakan menjadi tuan rumah di mana Kepala Perwakilan (Kaper) Jeanny Yola Winokan menjadi Ketua Panitia kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari Bappeda, OPD terkait Dalduk dan KB serta Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan provinsi-provinsi yang ada di Sulawesi.

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Menteri Dukbangga/Wakil Kepala BKKBN RI Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka ini juga dihadiri Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Bonavasius Prasetya Ichtiarto, Inspektur Wilayah 1 Sunarto, Dirjen Bangda Kemendagri (via zoom) Rendy Jaya Laksmana, dan Forkopimda Sulut.

Dalam laporannya, Kaper menjelaskan, kegiatan ini bertujuan, pertama, untuk meningkatkan komitmen pemerintah daerah dalam menginternalisasikan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Tahun 2025-2029 dan Rencana Aksi ke dalam dokumen perencanaan daerah.

Kedua, meningkatkan pemahaman pengelola program daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota dalam teknis PJPK Tahun 2025-2029 dan rencana sksi ke dalam dokumen perencanaan daerah.

Terdapat lima sasaran utama yang menjadi fokus PJPK, antara lain pertama, Pengelolaan kuantitas penduduk: pengendalian angka kelahiran remaja dan pemenuhan kebutuhan ber-KB. Kedua, Peningkatan kualitas penduduk: akses yang merata terhadap pendidikan dan kesehatan.

Ketiga, pembangunan keluarga lewat program unggulan seperti i-Bangga, jaminan kesehatan, dan fasilitas dasar yang layak. Keempat, penataan persebaran penduduk guna menanggapi tantangan urbanisasi yang terus berkembang. Kelima, peenguatan tata kelola D data kependudukan sebagai dasar kebijakan yang akurat dan berkelanjutan.

Wamen foto bersama Kaper Kemendikbangga/BKKBN se-Sulawesi

Ketika memberikan ucapan selamat datang sekaligus membacakan sambutan Gubernur Sulut Mayjen (Purn) Yulius Selvanus Wahub Sulut menyampaikan 8 misi utama Sulawesi Utara untuk periode 2025-2029, salah satunya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Ditegaskan, pembangunan kependudukan bukan hanya menjadi tanggung jawab pusat, namun memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, dunia akademik, mitra pembangunan, dan seluruh komponen masyarakat.

Lewat kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan peta jalan yang lebih komprehensif, kontekstual, dan responsif terhadap dinamika serta tantangan kependudukan di Sulawesi Utara dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Wamen mengingatkan bahwa Visi Indonesia Emas 2045 adalah cita-cita bangsa Indonesia untuk menjadi negara maju dan sejahtera pada tahun 2045. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan upaya yang sistematis dan terstruktur dari seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah.

Wamen menekankan tantangan utama yang perlu dijawab, antara lain ketimpangan pembangunan antar wilayah, urbanisasi tanpa perencanaan yang jelas, kesenjangan pelayanan kesehatan ibu dan anak, masalah stunting, kekerasan dalam rumah tangga, serta pengangguran usia muda.

“Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk menyusun kebijakan desain pembangunan kependudukan yang komprehensif dan menyelaraskan dengan rencana pembangunan daerah,” ujarnya.

Dalam mendukung pencapaian RPJMN 2025-2029, sebut Wamen, Kemendukbangga/BKKBN menjalankan beberapa program quick wins, di antaranya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansi Berdaya serta Super Apps Keluarga Indonesia.

Wamen menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah hadir. “Kehadiran bapak/ibu adalah wujud nyata komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan pembangunan kependudukan yang inklusif, berbasis data, dan berorientasi jangka panjang,” ujarnya.

Sebagaimana kita pahami, sebutnya keberhasilan pembangunan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas manusia dan ketahanan keluarga. Penduduk bukan sekedar angka statistik, tetapi merupakan sumber daya utama pembangunan nasionsl.

Oleh karena itu, menurut Wamen, pembangunan kependudukan dan keluarga harus menjadi agenda utama dalam perencanaan pembangunan, baik di tingkat nasional
maupun daerah.

Dalam kegiatan ini, ada empat materi yang disampaikan secara panel. Panel pertama, ada dua materi yakni Pengendalian dan pengawasan PJPK 2025-2029 dan renaksi; serta Dukungan teknis internalisasi PJPK dalam RPJMD dan renstra perangkat daerah.

Panel kedua, dua materi juga yang disampaikan secara panel yakni Peta jalan pembangunan kependudukan tahun 2025-2029 dan rencana aksi, serta Paparan dari masing-masing provinsi terkait internalisasi PJPK dalam dokumen perencanaan daerah.

Usai pemaparan materi (sebelum acara penutupan), diadakan Penandatangan berita acara internalisasi peta jalan pembangunsn kependudukan dalam dokumen perencanaan daerah. (elka)