Meimonews.com – Festival Koor Manado Tahun 2026 yang akan digelar oada 19 – 22 November 2026 diluncurkan di Gedung Serbaguna Kantor Walikota Manado, Jumat (21/8/2026).

Peluncuran dilakukan secara bersama, antara lain oleh Wakil Walikota Manado Richard Sualang. Turut hadir Ketua LPPD Manado Merry Mawardi, Asisten 1 Setdakot Manado Julises Oehles dan sejumlah pejabat Penkot Manado.

Festival ini dimaksudkan untuk mendukung seni, pariwisata, ekonomi kreatif, dan identitas Manado sebagai kota musik ini.

Festival ini juga mengoptimalkan potensi Manado sebagai kota kreatif bidang musik. Tradisi paduan suara di berbagai kelompok masyarakat menjadi salah satu kekuatan penyelenggaraannya.

Festival ini diharapkan membuka kolaborasi bagi komunitas musik, pelaku seni, ekonomi kreatif, dan pemangku kepentingan.

Sualang yang adalah juga Ketua Panitia menegaskan, tradisi bernyanyi telah mengakar di masyarakat Manado. Menurutnya, paduan suara memperkuat kebersamaan sekaligus memperkenalkan Manado di tingkat nasional dan internasional.

“Festival ini menyatukan hati, merajut persatuan, dan membawa nama Manado ke panggung nasional maupun internasional,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Manado ini. (elka)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengadakan kunjungan kerja (kunker) ke Pemkot Manado, Jumat (21/8/2026).

Pemkot Semarang yang dipimpin Walikota Agustina Wilujeng dan rombongan diterima Walikota Manado dan tim di ruang Toar Lumimuut Kantor Walikota.

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Kepala Dinas Perhubungan Jeffry Worang, Kepala Dinas Perkim Peter Eman, Kepala Dinas Kominfo Noviyanti Mongkau, Kabag Prokopim Setda Kota Manado Gladly Taliawo, rombongan Pemkot Semarang, serta undangan lainnya.

Kunker tersebut dilakukan dalam rangka memperoleh informasi dan mempelajari pengalaman Pemkot Manado dalam pengelolaan Penerangan Jalan Umum (PJU), khususnya terkait penerapan sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) serta pemanfaatan PJU tenaga surya (solar cell).

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Semarang memaparkan secara umum kondisi Kota Semarang, meliputi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta kehidupan sosial kemasyarakatan.

Selanjutnya, Walikota Manado menyampaikan gambaran mengenai Kota Manado, mulai dari kondisi wilayah dan kependudukan, kehidupan sosial kemasyarakatan, hingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Pembahasan kemudian difokuskan pada pengelolaan PJU di Kota Manado. Walikota menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 15 ribu titik PJU di Kota Manado.

Pengelolaannya mencakup aspek operasional, pengawasan di lapangan, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk mekanisme kerja sama dengan PT PLN.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pengelolaan PJU adalah pola pengawasan yang melibatkan Ketua Lingkungan (Kaling). Menurut Walikota, Kaling memiliki peran penting karena mengetahui kondisi PJU di wilayah masing-masing.

Apabila ditemukan PJU yang tidak berfungsi, informasi tersebut dapat segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti oleh instansi teknis terkait, termasuk Dinas Perkim Kota Manado.

Selain sistem pemantauan berbasis IoT, pemanfaatan PJU tenaga surya (solar cell) turut menjadi salah satu materi yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan kemudian ditutup dengan pertukaran cendera mata antara Pemkot Manado dan Pemkot Semarang. (elka)

Meimonews.com – Warga Kima Atas Kecamatan Mapanget Kota Manado yang terkena dampak kekeringan dan kekurangan air bersih akibat fenomena El Nino diberi bantuan berupa air bersih.

Kegiatan kolaborasi Badan Penanggulangan Bemcana Daerah (BPBD) Kota Manado, PDAM Wenang Wanua dan Palang Merah Indonesia (PMI) Sulut ini dilakukan Kamis (20/8/2026).

Tak kurang dari 6.000 liter air bersih disalurkan pada kegiatan yang merupakan implementasi program Pemerintah kota Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang khususnya terkait dengan kemarau panjang dan dampak fenomena El Nino.

Berdasarkan pendataan sementara, sebut Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga, jumlah penerima manfaat yang telah terdata sebanyak 6 Kepala Keluarga (KK) dengan total 16 jiwa, yang berada di Lingkungan III Kelurahan Kima Atas.

Penerima bantuan tersebut, ungkap Sambuaga, berdasarksn masukkan dari Pemerintah Kelurahan.

“Kegiatan penyaluran air bersih ini merupakan bentuk sinergi dan kerjasama lintas sektor antara BPBD Kota Manado, PDAM Wanua Wenang, dan PMI Sulawesi Utara di Kelurahan Kima Atas,” ujarnya.

Mereka yang mennerima bantuan tersebut karena dinilai layak/pantas untuk mendapat bantuan tersebut. (elka)

Meimonews.com – Bupati Malang HM Sanusi dan rombongan mengadakan kunjungan kerja (kunker) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Selasa (18/8/2026).

Bupati Malang dan rombongan diterima Walikota Manado Andrei Angouw di dampingi Asisten III Setda Kota Manado Donald Supit, serta para Kepala Perangkat Daerah lainnya di Aula Serbaguna Pemkot Manado.

Kunker Pemerintah (Pemkab) Malang ini dilaksanakan dalam rangka mendukung implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 5 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang Tahun 2025–2029, khususnya terkait percepatan pengembangan wilayah Malang Selatan melalui penguatan konektivitas wilayah, pengembangan ekonomi kelautan, pariwisata, investasi, serta inovasi pembangunan daerah.

Melalui kunker ini, Pemkab Malang bermaksud melakukan koordinasi sekaligus studi pembelajaran kepada Pemerintah Kota Manado terkait berbagai program dan inovasi pembangunan yang telah diterapkan di Kota Manado.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Malang menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan kerja sekaligus memaparkan gambaran umum Kabupaten Malang, meliputi kondisi kependudukan, wilayah, sosial kemasyarakatan, serta perkembangan ekonomi daerah, termasuk sektor industri dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, Walikota Manado menyampaikan gambaran umum Kota Manado, khususnya kondisi perekonomian daerah yang turut didukung oleh sektor perdagangan dan jasa.

Walikota menjelaskan, Kota Manado merupakan kota jasa dan perdagangan, sementara sektor pariwisata juga terus berkembang meskipun kontribusinya terhadap perekonomian daerah masih belum sebesar sektor perdagangan dan jasa.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini turut memaparkan perkembangan penduduk Kota Manado.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab yang membahas berbagai hal terkait penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, antara lain penerangan jalan umum (PJU), posisi Kota Manado sebagai wilayah transit bagi daerah-daerah di sekitarnya maupun negara tetangga.

Selain itu, digitalisasi pemerintahan, Command Center dan Call Center 112, peran Ketua Lingkungan, keterlibatan tokoh-tokoh agama, serta berbagai hal lainnya.

Pertemuan ditutup dengan pertukaran cendera mata antara Pemerintah Kota Manado dan Pemerintah Kabupaten Malang. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw mengingatkan, kedaulatan harus terus dijaga melalui persatuan dan keberamaan, keadilan diwujudkan melalui imtegritas serta keberpihakan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Walikota Manado ketika memberikan sambutan pada upacara memperongati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Imdonesia yang diadakan di Lapangan Sparta Tikala Manado, Senin (17/8/2026).

Untuk kemakmuran, sambung Walikota Manado yang menjadi Inspektur Upacara (Irup), dapat dicapai melalui kerja keras, kolaborasi, dan inovasi.

“Kemerdekaan bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab kita untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan karya nyata bagi kemajuan Kota Manado dan Indonesia,” ujar Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini Wali mengajak seluruh masyarakat untuk merefleksikan kembali makna kemerdekaan yang telah memasuki usia ke-81 tahun dengan mengusung tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

Hadir pada upacara ini, Wakil Walikota Manado Richard Sualang, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado Ny. Irene Angouw-Pinontoan dan.Merry Mawardi, jajaran Forkopimda Kota Manado, Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Ketua DWP Kota Manado Syenny Dandel-Tamuntuan.

Selain itu, Pimpinan dan anggota DPRD Kota Manado, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Direktur Utama BUMD Kota Manado, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Manado, dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh Walikota Manado dan pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Kota Manado Aaltje Dondokambey. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, menjadi anggota Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) bukan sekadar sebuah prestasi pribadi, melainkan kepercayaan dan kehormatan besar yang harus dijaga serta dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Penegasan tersebut disampaikan Walikota Manado ketika menjadi Inspektur Upacara dalam Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Kota Manado Tahun 2026, yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Sabtu (15/8/2026).

Pada upacara tersebut, sebanyak 38 anggota Paskibraka, terdiri dari 19 putra dan 19 putri, secara resmi dikukuhkan sebagai Paskibraka Kota Manado Tahun 2026.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Walikota Manado Richard Sualang, jajaran Forkopimda Kota Manado, Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Manado Sonny Takumansang, serta undangan lainnya.

“Menjadi anggota Paskibraka adalah misi mulia, yaitu menjaga kehormatan Sang Merah Putih, mengibarkannya dengan penuh tanggung jawab, serta menjadi teladan dalam menumbuhkan semangat nasionalisme, patriotisme, dan cinta tanah air,” ujar Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini mengajak seluruh anggota Paskibraka untuk menjadi generasi muda yang berakhlak baik, cerdas, berintegritas, serta memiliki semangat pengabdian yang tinggi bagi nusa dan bangsa.

Walikota menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orangtua dan pihak sekolah atas dukungan moral maupun material selama proses seleksi dan pelatihan.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para pembina dan instruktur atas dedikasi, kesabaran, serta kerja keras dalam membimbing dan mempersiapkan para anggota Paskibraka agar mampu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Selamat atas pengukuhan anggota Paskibraka Kota Manado Tahun 2026. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menyertai tugas dan pengabdian kita sekalian untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Walikota. (elka)

Meimonews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado melakukan pemantauan, evaluasi dan koordinasi kebakaran hutan dan lahan (Kahutla) di kelurahan yang terdampak.

Kegiatan yang masuk dalam program penanggulangan bencana ini dilakukan tim BPBD Manado yang dikoordiner Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Michael Andrian Karundeng di beberapa lokasi, pekan lalu.

“Beberapa lokasi telah didatangi tim dalam kegiatan ini,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan ini, menurut Sambuaga, bertujuan untuk mendeteksi titik api secara dini, menyelaraskan langkah penanggulangan lintas sektor, serta mengukur efektivitas kesiapsiagaan sumber daya daerah dalam menekan risiko bencana di musim kemarau.

“Sasaran kegiatan adalah meningkatkan efektivitas pencegahan, kecepatan penanganan darurat serta memperkuat sinergi lintas sektor guna meminimalkan luas wilayah terdampak dan risiko kerusakan lingkungan di daerah rawan,” ujarnya. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw telah mengeluarkan Keputusan Nomor 289/Kep/B.06/BPBD/2026 tentang Penetapan Statis Siaga Darurat Bencana Cuaca Ekstrem dan Musim Kemarau di Kota Manado Tahun 2026.

Menindaklanjuti keputusan Walikota Manado tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Rapat Toar Lumimuut Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Selasa (11/8/2026).

Rakor yang dibuka pelaksanaannya oleh Assisten 1 (Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat) Sekretariat Daerah Kota Manado Julises Oehlers ini diikuti antara pimpinan dari BPBD Manado, Damkar, Satpol PP, Kesbangpol, BMKG, Basarnas, Polresta Manado, BKSAUA, Dinas PU, Dinas Perkim, Dinas LH, PMI, POC, RAPI, dan perwakilan Kecamatan-kecamatan.

Rakor yang dipimpin Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga ini dimaksudkan untuk memperkuat koordinasi, sinergitas, dan kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah dan instansi terkait.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyusun langkah-langkah penanganan, pembagian tugas, kesiapan sumber daya, dan rencana aksi bersama dalam rangka meningkatkan efektivitas pencegahan dan penanggulangan bencana serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat di Kota Manado.

Beberapa pembicara tampil dalam rakor ini yakni Kepala Stasiun Metereologi Samratulangi Manado, Badan Meteorologi, Klimatoligi dan Geofisika (BMKG), Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado, Kabagops Polresta Manado Constantien Samuri (mewakili Kapolrestas Manado) dan Kepala Kantor SAR Kota Manado Berti Kowaas. (elka)

Meimonews.com – Tim Penilai Uji Petik Nomine Pemerintah Kota Manado memgadakan pertemuan dengan Walikota Manado Andrei Angouw di Ruang Rapat Mall Pelayanan Publik (MPP) Manado, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Ketua Kadin Manado, serta undangan lainnya tersebut terkait dengan Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Kota Manado.

Penilaian Kinerja PTSP dan PPB merupakan evaluasi yang dilakukan untuk mengukur kualitas penyelenggaraan pelayanan perizinan sekaligus melihat berbagai upaya pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi dan kemudahan berusaha yang semakin baik.

Penilaian ini juga mendorong peningkatan transparansi, akuntabilitas, efektivitas pelayanan, serta kualitas tata kelola pemerintahan daerah.

Dalam penilaian kinerja PTSP, sejumlah aspek yang menjadi perhatian antara lain efektivitas kelembagaan, ketersediaan sarana dan prasarana, kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta standar pelayanan publik pada Dinas Penanaman Modal dan PTSP (DPMPTSP).

Sementara itu, penilaian kinerja PPB mencakup berbagai aspek terkait kecepatan, kemudahan, dan kepastian dalam pelayanan perizinan berusaha berbasis risiko bagi investor maupun pelaku usaha.

Dalam pertemuan tersebut, tim penilai juga melakukan wawancara dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado terkait penyelenggaraan pelayanan PTSP dan berbagai upaya percepatan pelaksanaan berusaha yang telah dilakukan.

Tim penilai turut memberikan sejumlah masukan dan rekomendasi yang dapat menjadi perhatian Pemerintah Kota Manado dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas kinerja pelayanan.

Kota Manado sendiri telah tiga kali masuk dalam nominasi penilaian kinerja PTSP dan PPB dan pada penilaian sebelumnya berhasil menempati peringkat ketiga secara nasional.

Tim penilai berharap Pemerintah Kota Manado dapat menjaga konsistensi kinerja yang selama ini telah berjalan dengan baik serta terus melakukan berbagai inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan guna menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif.

Setelah penyampaian hasil dan arahan dari tim penilai, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Berita Acara dari Tim Penilai kepada Walikota Manado. (elka)

Meimonews.com – Saat ini sejumlah daerah termasuk Kota Manado mengalami fenomena pemanasan suhu permukaan air laut di atas batas normal. Fenomena ini mengubah pola angin dan arus laut global, sehingga memicu penurunan curah hujan drastis dan musim kemarau yang lebih kering.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado pimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado melakukan edukasi Siaga El Nino.

Kepada Meimonews.com, di suatu lokasi, Jumat (7/8/2026), Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga menjelaskan, ada enam poin yang diperlukan untuk menghadapi fenonena tersebut.

Pertama, E (Efisiensi menggunakan air). Yang bisa dilakukan adalah gunakan air secukupnya, perbaiki kebocoran kran dan pipa, tampung air hujan saat tersedia, gunakan ulang air yang masih layak untuk menyiram tanaman.

Saat El Nino, sebutnya, curah hujan cemderung berkurang sehingga ketersediaan air bisa menurun. “Air adalah sumber yang sangat berharga. Maka, gunakanlah dengan bijak !” ujarnya.

Kedua, L (Lindungi diri dari cuaca panas).Yang bisa dilakukan adalah gunakan topi atau payung saat beraktivitas di luar, perbanyak minum air putih, kurangi aktivitas berat pada siang hari, dan jaga kesehatan tubuh agar tetap fit dan terhindar dari headstroke.

Hal itu, jelas Sambuaga, karena suhu udara saat El Nino dapat terasa lebih panas dari biasanya.

Ketiga, N (No bakar sampah). Yang harus dihindari adalah membakar sampah sembarangan, membuang puntung rokok di area kering, dan menyalakan api di lahan kosong.

“Yang harus dilakukan adalah segera laporkan jika melihat titip api,” ujarnya seraya menyebutkan nomor telefon yang bisa dihubungi yakni Call Center 112atau WhatsApp 085161167112.

Menurutnya, cuaca kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi menyebabkan kebakaran. Satu percikan api dapat menjadi kebakaran besar saat musim kemarau. “Mari bersama menjaga lingkungan tetap aman,” imbau mantan Camat Wenang ini.

Keempat I (Ikuti informasi resmi). Sumber informasi resmi adalah BMKG, BPBD Kota Manado, dan Pemerintah Kota Manado.

Pantau perkembangan cuaca dan peringatan dini dari sumber terpecaya. “Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Informasi yang tepat menbantu kita mengambil.langkah yang tepat, selalu ikuti informasi resmi dan terpercaya,” ujarnya.

Kelima, N (Nyalakan kepedulian lingkungan). Yang bisa dilakukan adalah jaga kebersihan lingkungan, lakukan kerja bakti bersama warga, rawat tanaman dan ruang terbuka hijau, serta hemat air dan gunakan seperlunya.

Lingkumgan yang bersih dan terawat, menurutnya, lebih siap menghadapi dampak musim kemarau. “Lingkungan yang terjaga hidup lebih sehat dan resiko bencana berkurang,” jelasnya.

Keenam O (Optimalkan kesiapsiagaan). Dijjelaskan, kesiapsiagaan adalah kunci utama menghadapi dampak El Nino. “Tanggao, siap, selamat !” tandasnya seraya menambahkan, siap menghadai El Nino.

“Ingat ! Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan langkah kecil hari ini, kita bisa mencegah bencana besar di masa depan,” ujarnya. (elka)