Meimonews.com – Bentuk komitmen terhadap program percepatan penurunan stunting (PPS), Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Gorontalo Diano Tino Tandaju menyerahkan bantuan sosial (bansos) kepada keluarga beresiko stunting.

Ada dua keluarga beresiko stunting di Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) yang diberikan bansos pada Jumat (20/2/2026).

Kepada Meimonews.com, lewat WhatsApp, Sabtu (21/2/2026), Tandaju menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas intervensi pencegahan stunting melalui dukungan langsung kepada keluarga yang membutuhkan.

Saat menyerahkan bansos, Tandaju menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang baik, serta pemantauan rutin tumbuh kembang anak guna memastikan anak terhindar dari risiko stunting.

Keluarga penerima bantuan menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah dan berkomitmen untuk memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan sebaik-baiknya demi kesehatan dan masa depan anak-anak mereka. (lex)

Meimonews.com – RSUP Kandou berkolaborasi dengan Yayasan Humanis Insani Indonesia (HATI) menggelar Bakti Sosial di Aula Klinik Kesehatan SMK Negeri 1 Tondano, baru-baru.

Kegiatan yang mengusung tema Berbagi Kasih, Solidaritas Nusantara Bagi Sesama ini dirangkaikan dengan pembagian paket sembako serta layanan pengobatan gratis bagi 100 lanjut usia (lansia).

Aksi ini menjadi wujud kepedulian sosial untuk meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong di momen Hari Kasih Sayang (Valentine Day).

Sebagai rumah sakit rujukan nasional di Sulawesi Utara, RSUP Kandou menurunkan tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga farmasi guna memberikan pelayanan kesehatan dalam baksos tersebut.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan mata, pemberian obat-obatan dasar dan vitamin, serta penyediaan alat kesehatan habis pakai yang dibutuhkan dalam pelayanan.

Direktur Utama RSUP Kandou Manado, Starry Hamenta Rampengan turut hadir dan turun langsung dalam kegiatan tersebut.

Dirut menyapa para lansia, memantau jalannya pelayanan kesehatan, serta memastikan seluruh proses pemeriksaan berjalan optimal dan humanis.

Dirut menyatakan bahwa keterlibatan RSUP Kandou dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk memperluas akses layanan kesehatan (yankes), khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia.

“Kami menyambut baik kolaborasi bersama HATI Indonesia dan komunitas lokal. Lansia merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, sehingga kehadiran layanan kesehatan gratis ini diharapkan dapat membantu menjaga kualitas hidup mereka,” ujarnya.

Ketua Wanita Ne Toudano Patris Rumbayan menegaskan, organisasinya hadir sebagai wadah untuk menumbuhkan empati, kepedulian, dan semangat berbagi.

“Kami percaya bahwa gerakan sosial yang lahir dari ketulusan hati akan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus bersama rakyat,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, RSUP Kandou dan HATI Indonesia berharap semangat solidaritas dan kepedulian sosial terus tumbuh, serta akses pelayanan kesehatan yang bermutu dapat semakin dirasakan masyarakat hingga ke daerah. (Fer)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Manado Town Square (Mantos) yang diadakan di Mantos 3, Rabu (18/2/2026).

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas ESDM Sulut Fransiscus Maindoka, General Manager PLN UID Suluttenggo Usman Bangun, Kepala Dinas Kominfo Kota Manado Noviyanti Mongkau, Manager PLN UP3 Manado Revi Aldrian, Direktur Operasional Manado Town Square Rudy Wijaya, serta undangan lainnya.

Peresmian ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik serta percepatan transisi menuju energi bersih di Indonesia.

SPKLU berdaya 120 kW kini tersedia di area parkir Manado Town Square dengan dua slot pengisian.

Fasilitas ini diharapkan tidak hanya melayani pengguna kendaraan listrik yang sudah ada, tetapi juga menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk beralih ke penggunaan energi ramah lingkungan.

Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan dukungan terhadap kehadiran SPKLU di Manado Town Square dan berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Kota Manado, khususnya dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik ke depannya. (elka)

Meimonews.com – Bersamaan dengan momen Hari Valentine Tahun 2026, RSUP Kandou menggelar peringatan Hari Kanker Anak Sedunia Tahun 2026.

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati mewakili Direktur Utama Starry Homenta Rampengan ini diadakan di Ruang Perawatan Estella, baru-baru.

Peringatan Hari Kanker Anak Sedunia ini menjadi wujud komitmen RSUP Kandou dalam memberikan dukungan tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga dukungan moral dan emosional bagi pasien dan keluarga, sehingga mereka tidak merasa sendiri dalam perjuangan melawan kanker.

Dalam suasana penuh kebersamaan, Yune bersama jajaran manajemen membagikan bunga bagi masyarakat dan cokelat kepada pasien anak yang tengah menjalani perawatan di Ruang Estella.

Senyum dan keceriaan tampak menghiasi wajah anak-anak yang menerima perhatian dan kasih sayang tersebut.

“Saat ini, kita merayakan Hari Kanker Anak Sedunia, sekaligus memperingati Hari Kasih Sayang (Valentine). Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menebarkan cinta, perhatian, dan semangat bagi anak-anak hebat yang sedang berjuang melawan kanker,” ujar Yune.

Sebagai Direksi RSUP Kandou, Yune mengajak seluruh pihak untuk mendoakan anak-anak yang tengah menjalani pengobatan agar diberikan kekuatan, kesehatan, serta kesembuhan.

“Kiranya anak-anak dan keluarga senantiasa diberi kesehatan, kesembuhan, semangat, dan harapan dalam setiap proses pengobatan yang dijalani,” ujarnya.

Yune turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para dokter, perawat, serta tenaga kesehatan dan seluruh pihak yang telah berdedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien anak penderita kanker. (Fer)

Meimonews.com – Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31, civitas RSUP Kandou Manado menggelar kegiatan Jalan Sehat, Jumat (13/02/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan pegawai ini dilepas secara oleh Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta  Rampengan.

Turut hadir Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian, serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto.

 

Kegiatan jalan sehat ini menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat di lingkungan RSUP Kandou Manado.

Rute jalan sehat dimulai dari Kantor Pusat Administrasi RSUP Kandou dan berakhir di Manado Beach Walk (MBW).

Setibanya di garis finis, kegiatan dilanjutkan dengan senam sehat bersama serta sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan civitas hospitalia dalam suasana perayaan HUT.

Dalam salabutannya, Dirut menegaskan pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik yang teratur.

Diingatkan agar olahraga dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan serta kondisi lingkungan sekitar.

“Kesehatan harus dijaga, salah satunya dengan berolahraga. Namun tetap perhatikan keselamatan dan lingkungan, agar aktivitas yang kita lakukan benar-benar memberi manfaat,” ujarnya.

“Ketua Panitia HUT RSUP Kandou Manado yang juga Manajer Tim Kerja OSDM Ns. Abram Babakal menyampaikan apresiasi dan atas dukungan penuh pimpinan rumah sakit sehingga seluruh rangkaian kegiatan HUT dapat berjalan dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktur Utama Prof Starry Rampengan, beserta jajaran direksi yang terus memberikan dukungan dan support kepada panitia, serta kepada seluruh tim yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan,” ujarnya. (Fer)

 

Meimonews.com – Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta Rampengan membuka kegiatan Learning IPM in Manado & Bunaken 2026 (LIM26) yang diadakan di aula lantai dua RSUP Kandou, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (15/2/2026) ini menjadi wadah pembelajaran komprehensif manajemen nyeri intervensional berbasis ultrasonografi bagi tenaga medis di kawasan Indonesia Timur.

Kegiatan ini diselenggarakan secara kolaboratis oleh RSUP Kandou melalui Kandou Pain Rehab Center (KPRC) dan Klinik Eksekutif Mawar Sharon, Program Studi Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (IKFR) Fakultas Kedokteran Unsrat, Perdosri Cabang Sulawesi 1, Pain Management Network, Puskesmas Bunaken, serta AMSA Unsrat.

Rangkaian kegiatan meliputi webinar, simposium, dan workshop luring pembelajaran manajemen nyeri intervensional berpandu ultrasonografi.

Usai membuka kegiatan, Dirut didaulat panitia untuk menyampaikan materi bertajuk Beyond Relief: Pain Clinics as the Future of Quality Healthcare.

Dalam paparannya, Dirut menekankan pentingnya penguatan layanan klinik nyeri sebagai bagian integral dari transformasi mutu layanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan pasien, kualitas hidup, dan keberlanjutan sistem pelayanan.

“Pengelolaan nyeri yang komprehensif dan berbasis teknologi mutakhir bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kehadiran klinik nyeri yang terstandar akan menjadi wajah baru layanan kesehatan berkualitas, khususnya di rumah sakit rujukan nasional seperti RSUP Kandou,” ujarnya.

Selain penguatan kapasitas tenaga kesehatan, LIM26 juga menghadirkan bakti sosial pengobatan gratis bagi masyarakat Kepulauan Bunaken yang menderita nyeri berat dan berkepanjangan.

Kegiatan ini memberikan layanan intervensi nyeri berpandu ultrasound dengan nilai manfaat yang signifikan bagi masyarakat. Sebagai bagian dari medical tourism, peserta juga mengikuti kegiatan fun diving serta pelatihan selam bersertifikat PADI.

Dengan LIM26, puluhan dokter umum dan residen mendapatkan pembelajaran manajemen nyeri, sementara puluhan dokter spesialis memperoleh pelatihan intervensi nyeri berpandu ultrasound pada lutut dan bahu, termasuk penggunaan viskosuplementasi dan agen regeneratif. Sebanyak 15 dokter mengikuti pelatihan scuba diving hingga meraih sertifikat open water dan advanced open water diving dari PADI.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari LIM23 yang diselenggarakan pada 1–6 Agustus 2023 dengan pola serupa. LIM dirintis oleh Dr. dr. Theresia CT Novy, SpKFR, FIPM, FIPP, CIPS, pengajar dan penguji kredensial intervensi nyeri dunia (WIP), dan telah menjadi rujukan pembelajaran manajemen nyeri berkualitas. Sejak 2019, Pain Management Network secara konsisten menyelenggarakan pelatihan manajemen nyeri berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan LIM, Kota Manado bersama RSUP Kandou kian mengukuhkan diri sebagai pusat pembelajaran intervensi nyeri berkualitas di kawasan Indonesia Timur. Keberadaan Kandou Pain Rehab Center (KPRC) di Klinik Eksekutif Mawar Sharon juga memperkuat posisi RSUP Kandou sebagai pusat layanan pengobatan nyeri paripurna bagi masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou atau RS Kandou) Manado merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 di Aula Lantai 2 Kantor Pusat Administrasi RSUP Kandou, Senin (9/2/2026).

Kegiatan yang mengusung tema One Spirit, One Commitment ini menjadi penguatan dan komitmen seluruh insan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan berorientasi pada pasien.

Turut hadir pada momen istimewa ini, Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut.

Kehadiran Gubernur dan Forkopimda disambut Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta Rampengan di dampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Diklat Yune Laukati, Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto.

Dirut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Sulut beserta Forkopimda yang telah meluangkan waktu untuk hadir langsung dalam peringatan HUT ke-31 RSUP Kandou.

Kehadiran mereka, menurut Dirut, merupakan kehormatan dan penyemangat besar bagi seluruh civitas hospitalia RS Kandou. “Ini menjadi bukti dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan layanan kesehatan di RSUP Kandou,” ujar Dirut ketika memberikan sambutan.

Menyinggung tentang tema peringatan yakni One Spirit, One Commitment, Dirut menjelaskan, tema ini mencerminkan semangat kolektif seluruh civitas hospitalia RS Kandou untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

“One Spirit, One Commitment adalah simbol bahwa seluruh insan RS Kandou harus melayani dengan hati dan terus bertransformasi untuk negeri. Ini menjadi komitmen bersama dalam mewujudkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berkesinambungan,” ujarnya.

Dirut juga menekankan tentang pentingnya pelayanan yang berlandaskan empati serta transformasi berkelanjutan guna menjawab tantangan pelayanan kesehatan ke depan.

Gubernur Sulut dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pelayanan prima di seluruh fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit yang berada di bawah pemerintah daerah dan pusat.

Diingatkan agar tidak ada ego sektoral dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. “RS Kandou berada di Provinsi Sulawesi Utara dan melayani masyarakat Sulawesi Utara, sehingga patut mendapat perhatian bersama,” ujar Gubernur.

Gubernur juga berbagi pengalaman pribadi saat menjalani tindakan operasi jantung di RSUP Kandou. Gubernur menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran manajemen dan tenaga kesehatan RS Kandou atas pelayanan yang diterimanya.

“Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada Prof Starry Rampengan dan seluruh tim. Saya mempercayakan tindakan operasi jantung di RS Kandou, dan pelayanan yang saya terima sangat baik,” ungkapnya.

Memasuki usia ke-31, Gubernur berharap RSUP Kandou dapat menjadi role model bagi rumah sakit lainnya di Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.

Ditekankan pula tentang pentingnya kolaborasi antarfasilitas kesehatan, bukan kompetisi, dalam memperkuat sistem layanan kesehatan. “RS Kandou adalah rumah sakit milik Kementerian Kesehatan. Jadilah contoh bagi rumah sakit lainnya, tuntun dan bimbing rumah sakit di daerah agar pelayanan kesehatan semakin merata,” pesannya.

Rangkaian peringatan HUT ke-31 RSUP Kandou diwarnai pula dengan prosesi tiup lilin dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan dan pengabdian rumah sakit dalam melayani masyarakat Sulut dan sekitarnya. (Fer)

Meimonews.com – RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado (akrab disebut RSUP Kandou) menjadi lokasi pelaksanaan praktik lapangan bagi mahasiswa Akademi Teknik Radiodiagnosis dan Radioterapi (ATRO) Bali dengan peminatan kedokteran nuklir.

Kegiatan ini berlangsung selama hampir satu bulan (5 -31/1/2026, dan diikuti oleh lima mahasiswa ATRO Bali yang merupakan angkatan pertama pada jalur peminatan kedokteran nuklir.

Pelaksanaan praktik lapangan tersebut terlaksana berkat dukungan penuh Direktur Utama Starry Homenta Rampengan beserta Dewan Direksi RSUP Kandou Manado, yang secara konsisten mendukung pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.

Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSUP Kandou menyatakan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan melalui penerimaan dan fasilitasi mahasiswa praktik, dengan tetap mengacu pada tata tertib serta ketentuan yang berlaku di lingkungan rumah sakit.

 

Dokter Arlene Angelina selaku dokter spesialis Kedokteran Nuklir yang bertugas di Unit Kedokteran Nuklir RSUP Kandou Manado, menyambut baik kehadiran para mahasiswa ATRO Bali.

Ditegaskan, pelayanan kedokteran nuklir memerlukan dukungan sumber daya manusia yang lengkap dan kompeten, tidak hanya dari sisi dokter spesialis, tetapi juga tenaga radiografer yang memiliki keahlian khusus di bidang tersebut.

Kehadiran mahasiswa ATRO Bali dengan peminatan Kedokteran Nuklir, sebutnya, menjadi indikator positif bahwa bidang kedokteran nuklir semakin dikenal dan diminati oleh generasi muda tenaga kesehatan.

Hal ini diharapkan dapat mendukung pengembangan layanan kedokteran nuklir di masa mendatang, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Selama menjalani praktik lapangan, para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal secara langsung pelayanan kedokteran nuklir di rumah sakit, memahami alur kerja unit, serta mempelajari pemanfaatan teknologi kedokteran nuklir dalam menunjang proses diagnosis dan penanganan pasien.

Interaksi dengan tenaga kesehatan serta pengalaman langsung di lingkungan klinis menjadi bekal penting dalam membangun pemahaman praktis, profesionalisme, dan kesiapan mereka sebagai calon tenaga kesehatan di bidang kedokteran nuklir. (Fer)

Meimonews.com – Kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang kepada warga miskin/membutuhkan bantuan terus terlihat.

Salah satu di antaranya adalah warga yang memiliki tanggung jawab membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) yang nilai objek pajaknya di bawah Rp. 100.000 tahun 2024 dan 2025 dibebaskan pembayarannya atau langsung lunas.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pelayanan PBB dan BPHTB Bapenda Manado Florentino Manalaysay dalam percakapan dengan Meimonews,com di ruang kerjanya, Kamis (5/2/2026).

Pembebasan pajak tersebut dilakukan Satuan Perangkat Pemerintah Daerah (SKPD) Bapenda Manado pimpinan Jefry FR Mongdong (Kepala Badan) dan Pricila Claudya Pinaria (Sekretaris Badan).

“Jadi untuk tahun 2024 dan 2025, nilai PBBnya mulai dari Rp. 0 – Rp. 100.000, PBBnya langsung lunas,” ujarnya.

Walaupun tahun ini (2026) program tersebut sudan tidak ada, namun pihaknya sementara melakukan evaluasi untuk adanya relaksasi. “Tapi, walaupun program relaksasi itu tidak ada lagi tidak berarti tidak ada lagi program relaksasi lainnya,” ujarnya,

Tahun 2026 program tersebut tidak ada lagi karena berdasarkan data yang dimiliki, ternyata pada dua tahun tersebut ada yang dibebaskan dari PBBnya tapi orang/warga tersebut tidak masuk kategori miskin atau yang membutuhkan.

Walaupun demikian, Florentino menegaakan bahwa Bapenda Manado sedang melakukan evaluasi untuk penerapan relaksasi lain agar warga yang mendapatkannya adalah yang memang benar-benar miskin atau yang membutuhkan bantuan.

Dalam hubunganya dengan relaksasi baru, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) terkait dengan pendataannya karena data dari Dinsos diyakini lebih akurat.

Pihaknya telah melakukan telaah dan kajian. Jadi, nantinya, begitu dapat datanya akan dibuat surat keputusannya untuk melakukan pendataan langsung ke kelurahan-kelurahan.

“Maret ini kami akan turun ke kelurahan-kelurahan untuk crosscek data-data yang masuk kepada kami,” sebutnya seraya menjelaskan, dengan demikian, data-data yang ada itu lebih tepat digunakan untuk program relaksasi berikutnya. (elka)

Meimonews.com – Direktur Layanan Operasional (Diryanops) RSUP Kandou Erwin Sondang melakukan peninjauan untuk melihat kondisi infrastruktur yang ada di RSUP Kandou, Selasa (3/2/2026).

Kondisi bangunan tua seperti lorong-lorong yang telah berdiri lebih dari tiga dekade, gedung Irine C, pendaftaran ruang rawat jalan, hingga taman dan pagar tak luput dari perhatian.

Beberapa titik menunjukkan tanda usia, seperti plafon yang rusak akibat kebocoran atap serta bangunan yang mulai lapuk.

Menurut Diryanops, kondisi tersebut tidak terlepas dari usia bangunan RSUP Kandou yang telah beroperasi di atas 30 tahun. Kendati demikian, pihak manajemen berkomitmen melakukan perbaikan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan keuangan rumah sakit.

Di tengah keterbatasan fisik bangunan, pelayanan kepada pasien tetap menjadi fokus utama.

Hasil pantauan di ruang rawat jalan menunjukkan seluruh layanan berjalan lancar dan pasien terlayani dengan baik.

Langkah ini menjadi bukti komitmen RSUP Kandou dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan pasien, sekaligus memastikan mutu pelayanan kesehatan tetap terjaga di tengah tantangan usia bangunan. (Fer)