Meimonews.com – Keberhasilan Tim Tinju Sulawesi Utara di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 Papua terletak pada kekompakan semua stake-holder (pemangku kepentingan).

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengprov (Pengurus Provinsi) Pertina (Persatuan Tinju Nasional) Sulut Reyno Franciano Bangkang dalam percakapan lewat telefon dengan Meimonews.com, Rabu (14/10/2021).

“Kunci keberhasilan Tim Tinju Sulut di PON kali ini adalah karena adanya kekompakan semua pihak, pemangku kepeentingan baik petinju, pelatih, pengurus, Pemprov Sulut, Pemkot Manado dan dukungan dari masyarakat,” ujar Bangkang.

Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Manado ini menjelaskan, bila tidak ada kekompakan tersebut, ia tidak meyakini Tim Tinju mendulang keberhasilan seperti yang dicapai yakni dua medali emas, satu perak dan satu perunggu dari lima petinju yang diutus ke ajang PON Papua.

Pada PON 2016 di Jawa Barat, Tim Tinju Sulut hanya berhasil meraih dua perunggu yakni dari Irvan Tetonda dan Novly Engkeng dari enam petinju yang diutus.

“Oleh karena keberhasilan ini, saya selaku Ketua Umum Pengprov Pertina Sulut menyampaikan terima kasih atas kekompakkan semua pihak dan dukungan dari masyarakat,” ujarnya.

Tim Tinju Sulut untuk PON 2021 dilatih oleh Bonix Saweho (Ketua Komtek dan Kepelatihan Pengprov Pertina Sulut), I Wayan Sudia dan Patrick Timbowo. Para petinjunya adalah Veronika Nicolas (kelas 54 kg putri), Juandly Abbas (kelas 46 kg putra, Adrianus Salamisy (kelas 60 kg putra),. Farrand Papendang (kelas 64 kg putra), dan Toar Sompotan (kelas 81 kg putra).

Sebelum keberangkatan tim, Bangkang mengungkapkqn target yang akan dicapai setelah melihat latihan yang dilakukan Tim Pelatih dan motivasi yang diberikan adalah dua medali emas. Dan, ternyata berhasil. Bukan hanya dua medali emas tapi juga ditambah satu perak dan satu perunggu.

Dengan keberhasilan ini, perolehan medali Tim PON Sulut jadi bertambah dan meningkatkan urutan perolehan medali dan peringkat secara keseluruhan.

Secara terpisah, Bonix Saweho mengungkapkan rasa terima kasihnya atas keberhasilan ini karena adanya keterlibatan dan dukungan dari banyak pihak dan (terutana) perkenanan Tuhan.

“Terima kasih untuk semuanya itu,” ujar Camat Tuminting itu kepada Meimonews.com. (lk)

Meimonews.com – Suatu Prestasi luar biasa ditorehkan Tim PON Sulut dari Cabang Olahraga (cabor) tinju di Pekan Olahraga Nasional.(PON) 2021 Papua.

Di momen hari – hari terakhir penyelenggaraan PON, cabor pimpinan Rayno Bangkang ini berhasil mendapatkan dua medali emas lewat petinju Juandri Abast (kelas 46 kg) dan Farrand Buyung Papendang (kelas 64 kg).

Di partai final Juan (sapaan akrab Juandri) berhasil mengalahkan petinju tuan runah (Papua) Syariel Rumaropen dengan angka mutlak sementara Farrand mengandaskan harapan Albino Nanlohi, petinju asal Jawa Barat, juga dengan kemenangan mutlak.

Satu petinju lagi yang masuk final yakni Toar Sompotan yang turun di kelas 81 kg berhasil meraih medali perak setelah dalam pertandingan di babak final dikalahkan dengan knock-out oleh petinju Jawa Barat Bram Betaubun.

Petinju lain yakni Veronica Nicolas berhasil meraih medali perunggu. Satu petinju lainnya kalah di babak sebelumnya sehingga belum berhasil menyumbangkan medali.

Dengan hasil dua medali emas, satu perak dan satu perunggu tersebut berarti target Pemprov Pertina Sulut di bawah kepemimpinan Reyno Bangkang sebagai Ketua Umum telah tercapai.

Sebab, sebelum keberangkatan tim tinju asuhan Bonix Saweho sebagai pelatih Kepala , Pemprov Pertina Sulut telah menargetkan dua medali di ajang PON kali ini. (Meimonews.com 23 September 2021 : Cabor Tinju Targetkan Dua Medali Emas di PON Papua 2021).

“Untuk PON Papua (tahun 2021, kami menargetkan atlit / petinju kita mendapat dua medali emas,” ujar Ketua Umum Pengprov Pertina (Persatuan Tinju Nasional) Sulut Reyno Franciano Bangkang kepada Meimonews.com di Manado, Kamis (23/9/2021) siang.

Target demikian, menurut Bangkang, tidak muluk – muluk karena persiapan yang dilakukan sudah cukup memadai. Apalagi Sulut adalah gudang petinju nasional dan sangat diperhitungkan di kancah nasional.

Kerja keras dari baik para petinju, pelatih (Bonix Saweho, I Wayan Sudia dan Patrick Timbowo) maupun Pengurus telah menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi Daerah Sulut. (lk)

Meimonews.com – Cabang olahrqga (cabor) tinju targetkan mendapat dua medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 Papua. Target demikian dikarenakan persiapan yang dilakukan sudah cukup memadai.

“Untuk PON Papua (tahun 2021, kami menargetkan atlit / petinju kita mendapat dua medali emas,” ujar Ketua Umum Pengprov Pertina (Persatuan Tinju Nasional) Sulut Reyno Franciano Bangkang kepada Meimonews.com di Manado, Kamis (23/9/2021) siang.

Target demikian, menurut Bangkang, tidak muluk – muluk karena persiapan yang dilakukan sudah cukup memadai. Apalagi Sulut adalah gudang petinju nasional dan sangat diperhitungkan di kancah nasional.

Dikemukakan,. Pengprov Pertina Sulut menargetlan demikian agar para petinju berusaha untuk mencapai target tersebut. “Dengan demikian, para petinju akan fokus bertanding dan berusaha meraih prestasi tertinggi (medali emas),” ujar Bangkang.

Ketika disinggung dari kelas mana saja yang akan mendapat medali emas, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Manado ini enggan menyebutkan. “Rahasia,” tegasnya singkat sambil tertawa.

Kendati demikian, Bangkang menyebutkan, semua petinju berpeluang mendapat medali emas. Apalagi nereka semua (para petinju Tim PON Sulut) sudah berlatih keras di bawah koordinasi Ketua Komtek dan Kepelatihan Bonix Saweho.

Semuanya, jelas Bangkang adalah hasil seleksi yang ketat dari petinju – petinju terbaik di daerah ini.

Menyinggung tentang daerah – daerah mana saja yang menjadi lawan terberat, Bangkang menegaskan, “semua daerah. Apalagi semua daerah .baik DKI, Papua, Sumatera dan lain terlihat cukup siap dan tak mau kalah dengan target medali emas.

“Itulah sebabnya kita tidak boleh pandang enteng. Harus fokus, full perhatian, harus mengerahkan semua kekuatan yang ada,” tandas mantan Kapolsek Malalayang ini.

Lima petinju Sulut yang dipersiapkan untuk berlaga di ajang PON Papua 2021adalah Veronika Nicolas (54 kg putri), Juandly Abbas (46 kg putra), Adrianus Salamisy (60 kg putra), Farrand Papendang (64 kg putra) dan Toar Sompotan (81 kg putra).

Mereka dilatih oleh Bonyx Saweho, I Wayan Sudia dan Patrick Timbowo. (lk)

Meimonews.com – Lima petinju Sulawesi Utara dipersiapkann untuk berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021.

Kelima petinju tersebut akan turun di kelas .54 kg putri (Veronika Nicolas), kelas 46 kg putra (Juandly Abbas), kelas 60 kg putra (Adrianus Salamisy),.kelas 64 kg putra (Farrand Papendang), dan kelas 81 kg putra (Toar Sompotan).

Pantauan Meimonews, kelima petinju tersebut lagi intens melakukan di Kompleks GOR Wolter Robert Mongisidi, Sario Manado baik fisik maupun teknis.

Mereka dilatih oleh Bonyx Saweho, I Wayan Sudia dan Patrick Timbowo.

Tim Sulut pada PON 2016 Jawa Barat meraih dua perunggu dari kelas 49 kg atas nama Irvan Tetonda dan kelas 52 kg atas nama Novly Engkeng.

Untuk PON 2021 Papua, sebut Bonix Saweho (Pelatih Tim Tinju Sulut), Pengprov Pertina Sulut menargetkan petinju Sulut mendapat 1 medali perunggu.

“Kalau Tuhan sayang dan berkenan, target tersebut bisa dicapai. Bahkan, bila dimungkinkan semua atlit bisa membawa pulang medali karena semua berpeluang mendapat medali,” ujar Camat Tuminting itu dalam percakapan dengan Meimonews.com di sela latihan, Rabu (22/9/2021) pagi. (lk)

Meimonews.com – Indonesia memiliki penduduk 270,20 juta menurut sensus tahun 2020. Ini sungguh banyak bahkan masuk negara nomor 4 dari segi jumlah penduduk, hanya kalah dari China, India dan Amerika Serikat.

Tapi dari sisi prestasi olahraga kita ketinggalan jauh.

Berkaca dari hasil Olympiade Tokyo 2020, Amerika Serikat dan China ada di peringkat 1 dan 2 peraih medali terbanyak. India ada di peringkat 48 sedangkan kita (Indonesia) berada di peringkat 55, kalah sama Filipina yang berada di peringkat 50.

Sepertinya, ada yang salah dengan pembinaan olahraga di negeri tercinta ini. Beruntung kita punya Presiden Jokowi yang begitu peduli dengan olahraga. Masih ingat sukses Asian Games 2018 dimana Presiden Jokowi waktu itu secara tepat membubarkan Satlak Prima yang memang terlihat cara menangani pembinaan atlet Asian Games kurang baik ?

Gebrakan ini berbuah manis dimana Indonesia melampaui target pencapaian perolehan medali emas.

Kepedulian Presiden Jokowi dalam pembinaan olahraga serta kehebatan dia dalam membantu memasarkan produk dalam negeri bisa dimanfaatkan untuk memajukan cabang olahraga.

Presiden Jokowi hanya perlu mengijinkan cabor untuk mempertandinglkan Piala Presiden dan belliau bersedia apakah membuka atau menutup event tersebut secara daring dari istana.

Kejuaraan Piala Presiden dibuat berjenjang. Pertama-tama perebutan Piala Bupati/Walikota. Selanjutnya para juara Piala Walikota/Bupati ini dipanggil bertanding pada event yang lebih tinggi yaitu Piala Gubernur. Nah pemenang Piala Gubernur akan bertanding di Grand Final perebutan Piala Presiden.

Tentu saja untuk menangani secara teknis Pengurus Besar dari induk organisasi, Pengurus Provinsi serta Pengurus Kabupaten/Kota dilibatkan.
Dengan cara ini maka pembinaan berjenjang akan tersusun secara otomatis dan pasti akan meramaikan Porda dan PON sehingga kasus mutase atlet juga bisa terpantau secara otomatis.

Saya ingin memberi contoh olahraga bridge yang saya geluti. Sampai saat ini Pengurus Provinsi sudah ada di 32 Provinsi. Jika 50 % saja Provinsi mau mengadakan turnamen maka itu sudah berarti ada 16 Provinsi.

Dengan hanya juara saja yang tampil di Piala Presiden maka berarti ada 16 tim yang akan berlaga.

Karena untuk cabang bridge ada nomor Open, Putri, Campuran dan Senior berarti ada 64 tim nanti yang berlaga.

Karena bridge bisa dipertandingkan secara online maka bisa dilakukan di masa pandemic covid-19 karena para atlet cukup bertanding dari rumah.

Dengan adanya event ini otomatis akan tumbuh klub di daerah yang nantinya akan menjadi ujung tombak pembinaan kedepan. (Bert Toar Polii)

(Oleh : Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Pada pertengahan November 2012, penulis mendapat panggilan untuk ikut Pelatnas Senior menghadapi The 41st World Team Championships yang akan berlangsung di Bali bulan September 2013.

Penulis tentu saja dengan senang hati menerima panggilan tersebut karena pada tahun 2013 sudah berhak untuk bertanding di kelompok senior 60 tahun ke atas. Walaupun baru berulang tahun ke 60 pada bulan Agustus tapi peraturan World Bridge Federation memperbolehkan karena pemain yang berhak adalah pemain yang akan berusia 60 tahun pada tahun 2013.

Pada awalnya penulis bersama alm. Memed Hendrawan dibebaskan bermain sistim apa saja karena bukan anggota Klub Djarum tapi bagi anggota diwajibkan untuk menggunakan sistim Djarum Precision.

Namun karena setiap pelatnas yang dibicarakan adalah sisitim Djarum Precision akhirnya kita berdua diminta juga mempelajari.

Penulis yang sudah terbiasa bermain sistim yang mirip dengan ini yaitu Medium Club Relay beberapa tahun yang lalu merasa tertarik dan tidak ada masalah untuk mempelajarinya. Partner penulis.(alm. Memed Hendrawan) juga terlihat antusias sehingga kami sepakat mempelajari sistim ini tapi secara bertahap.

Untuk tahap awal kami akan mematangkan pembukaan strong 1C yang cukup unik karena ada methode dua kali transfer.

Sayang sekali penulis menemukan problem untuk mempelajari sendiri karena buku Sistim Djarum Precision yang dibagikan tidak lengkap mengatur semua alur bidding. Bukan salah yang buat tapi memang kalau dibuat lengkat tentu saja akan semakin tebal. Hal lain, banyak alur bidding yang dianggap sudah diketahui oleh pemain Djarum sehingga tidak perlu ditulis.

Akibatnya, penulis.harus bertanya ke sana kemari dan sering juga ini menjadi hiburan tersendiri karena untuk satu pertanyaan yang sama mendapat jawaban yang berbeda-beda.

Dalam mempelajari sistim ini penulis berusaha menemukan pola dari setiap alur bidding dan ternyata cukup banyak yang mempunyai pola yang sama. Sayangnya, ada juga kasus yang tidak berpola yang sama atau ada pengecualian.

Berdasarkan pengalaman di atas, penulis ingin membuat petunjuk sederhana mempelajari sistim ini, semoga bermanfaat.

Transfer dan Transfer Dua Kali.

Salah satu yang menjadi “gacoan” dari sistim ini adalah “transfer dan transfer dua kali.” Ini salah satu hal yang paling sulit dipelajari terutama buat pemain yang belum pernah mengenal “relay syste.”

Terhadap pembukaan Strong 1C, jawaban responder semuanya transfer. Untuk tahap awal, penulis hanya akan berkonsentrasi pada jawaban posistif dimulai dengan jawaban balanced hand.

Kalau dalam sistim Precision jawaban balanced hand suka dibagi pada 3 penawaran yaitu 1NT, 2NT dan 3NT maka pada Djarum Precision hanya dibebankan pada 1 penawaran yaitu 1S. Ini yang menarik di tahap awal karena bisa dibayangin betapa beratnya beban 1S ini.
Jawaban 1S berarti pegangan balanced hand dan 8+ HCP.

Bagaimana rebid opener ?

Rebid opener dibagi dalam beberapa model pegangan yaitu pertama, Balanced hand, bisa 5332,5422, opener akan “accept” 1NT. Perhatikan kata “accept” karena selanjutnya akan banyak dipakai dalam pembahasan. Kedua, Unbalanced hand atau punya suit sendiri, opener akan bid suit tersebut. Di sini yang harus diperhatikan adalah bid 2C itu tidak harus 5 kartu karena pada situasi terpaksa bisa dilakukan dengan 4 kartu pada pegangan 3 suiter. Jadi 2C bisa saja dengan 4441 atau Singleton C.

Ketiga, Special Rebid yang harus selalu diingat, yaitu 2NT keatas sampai dengan 3H.
2NT = 6 card C + 4 card D atau 6 card D + 4 card C
3C = 5 card C + 5 card any
3D = 5 card D 5 card H
3H = 5 card H dan 5 card S
3S = 5 card S dan 5 card D
Semuannya ini pointnya terbatas 16-20.

Pegangan seperti ini dengan point di atas 21 anda harus bid suit dan selanjutnya melakukan relay atau set jika ada suit opener yang fit atau break relay dengan bid suit sendiri. Salah satu hal yang perlu diingat tapi dengan catatan dari penulis agar tidak terlalu kaku, jika break relay maka distribusinya harus 6-4 atau 5-5.

Catatan lain yang perlu diingat bahwa ada perbedaan antara opener dan responder mengenai bid suit 5/5 yang berhubungan dengan transfer bid. Di sini opener bid 3C 5 card C dan 5 card suit lain. Kalau responder yang bid 3C maka artinya akan lain yaitu 5 card D dan 5 card major. Pola ini cukup konsisten dilakukan. Tapi ada juga anjuran, dengan pegangan “touching suit” lebih baik relay.

Selanjutnya mari kita lihat yang pertama, yaitu accept :
Setelah accept, tugas responder adalah memberitahukan pegangannya. Karena pegangannya hanya balanced hand maka menjadi tidak terlalu rumit.
1C 1S
1NT ?

Ada dua pegangan penting di sini yaitu HCP dan distribusi. Step pertama memberitahukan pegangan 8-10 HCP atau 1$+ HCP. Ini yang harus diingat pertama kali, yaitu 8-10 bergandengan tangan dengan 14+. Karena ini ada dua tipe pegangan maka jawaban akan berhenti disitu. Untuk mengetahui pegangan lebih lanjut, opener harus melakukan second relay.

Step kedua dan selanjutnya dipakai untuk pegangan 11-13 HCP.
2D = 44 major atau 4/4 minor
2H= 4 kartu S + 4 kartu minor (ingat transfer lagi karena responder)
2S = 4 kartu H + 4 kartu minor
2NT 4333 any, kalau mau Tanya 4 kartunya bid 1 step dan ingat transfer berlaku lagi.

Sebelum kita lanjutkan lebih dalam pembahasannya, mari kita kembali kepada jawaban 1 step.

Opener bid 1 step dalam hal ini 2D untuk menanyakan pegangan lanjutan. Tapi dalam hal, opener pegang balanced tapi ada suit 5 kartu dan hanya 19-19 HCP dianjurkan untuk “break relay” dengan bid suitnya, yaitu 2H/S/3C/3D. Ingat, kalau responder bid suit setelah itu maka itu berarti bid suit berarti doubleton dan 3 kartu support (asalkan hat-hati jangan sampai terlewat 3NT). Reponder bid NT berarti doubleton sedangkan support warna opener adalah 4 kartu support 4333.

Satu hal lagi yang perlu diingat, setelah responder bid 2D 44 major atau 44 minor, relay bukan 1 step seperti biasanya tapi 2NT karena 2H dan 2S adalah natural.

Lagi-lagi ini harus diingat karena berbeda dengan yang telah diuraikan di atas. Terhadap rebid 2H/2S responder menjawab doubleton dengan step.:
Kembali hati-hati untuk bid 3NT dengan pegangan 13+ HCP. Hal seperti ini menyangkut 3NT akan menjadi salah satu hal yang urgent dan harus diingat serta dipahami mengenai kapan itu menjadi to play, kapan itu waiting bid dan kapan itu Tanya distribusi dan lain-lain.

Salah satu contoh, setelah fit major maka 3NT tidak mungkin to play.
1C 1S
2S 3D
3NT Waiting ask cue bid.
Contoh lain 3NT auto SPL
1C 1S
2C 2D
3NT Auto Splinter SPL D 16-19 HCP

3NT 8-10 dan 11-13
1C 1H
1NT 2D
2NT 3NT 11-13
1C 1H
1NT 2D
2NT 3C
3D 3NT 8-10

3NT SPL HR
1C 1H
2C 2NT
3C 3NT SPL HR
Ini beberapa contoh di antaranya.

Terhadap bid 2D maka responder akan menjawab seperti ini :
2H = 4 kartu S + 4 kartu minor
2S = 4 kartu H + 4 kartu minor
2NT = 4333 any
3C =Doubleton lower ranking 44 major
3D = Doubleton higher ranking 44 major
3H = Doubleton lower ranking 44 minor
3S= doubleton lower ranking 44 minor.

Salah satu lagi keunikan sistim ini yang harus diperhatikan, karena jawaban dibawa 3NT maka persoalan dua type pegangan HC yaitu 8-10 dan 14 HCP tidak diperhatikan. Hal ini ada hubungannya dengan konvensi yang disebut “Grobogan”, yaitu ketika opener sign off 3NT maka responder akan mengejutkan dengan bid 4C dan seterusnya yang berarti 14 HCP dan seterusnya ditambah 1 HCP.

Setelah jawaban ini maka opener bisa break relay dengan bid suit sendiri apabila memungkinkan tapi sudah 20-21 HCP. Selainnya lakukan relay atau set trump atau sign off. Set trump dalam pengertian, opener bid 4 card suit dari responder. Setelah set trump follow upnya cue-bid.

Di sini satu hal krusial yang harus diingat adalah setelah set trump di minor maka 4S adalah RKC dan jawabannya 0314 dan seterusnya, otomatis 4NT menjadi cue-bid S. Opener bid 4NT setelah relay adalah quantitative perlu diingat.

Salah satu pengecualian dari set trump ada pada sekuense ini, namun dalam pengalaman para pemain melupakannya tapi semua juga mengerti. Jadi pertanyaan saya apakah ini perlu tetap dipertahankan ?

1C 1S
1NT 2C
2D 2H
2S set trump sesuai pola
1C 1S
1NT 2C
2D 2S
3C set trump H melanggar pola.

Oleh sebab itu para pemain Djarum umumnya bid 3H sesuai pola. Hal ini juga akan berulang pada sekuense ini :
1C – 1S
1NT – 2H
3C
Di sini responder bid 4 step sama dengan kalau opener bid 2S bukan 3C. Pola ini juga berlaku setelah opener bid 2S 4 kartu H dan 4 kartu minor. Karena itu diteankan agar jangan break relay dengan 5 kartu C atau D sebaiknya relay terus.

Tadi sempat penulis menyebutkan set trump, follow-upnya cue bid dan ternyata itu tidak mutlak karena ada pengecualian terutama di level rendah.

Oleh sebab itu maka bid 3C sebagai set H muncul agar pola set trump dijawab distribusi bisa tetap berlaku karena jawaban masih dibawah 3NT. Ini juga pemikirannya karena responder belum memberitahu 4 kartu minornya.

Pertanyaannya, opener tidak ingin tahu minor responder dengan tidak relay tapi set trump kenapa responder harus memaksakan kasi tahu minornyo dengan melanggar pola set trump follow up cue bid.

Apakah bidding seperti ini tetap set trump ?
1C 1S
1NT 2C
2D 2H
2NT 3C 4 kartu D 8-10
3D 4 kartu C 8-10
3H 4 kartu C 14+
3S 4 kartu D 14 +
3H Set trump ? Setelah jawaban 3C dan 3D. Untuk 14+ rasanya tdk ada masalah. Ini hanya sekedar masukan.

Ini juga satu hafalan yang berpotensi untuk para pemain “lali” atau lupa.
1C 1S
1NT 2C
2D 2S
3D 5 kartu S 18+? Kenapa tidak bid 2S setelah 2D

Di sini tentu saja tidak bisa dijelaskan secara menyeluruh, untuk mengetahui lebih jelas perlu lebih rajin membaca buku Djarum Presicion.

Selanjutnya mari kita lihat kalau opener bid suit sendiri.
Di sini hal pertama yang harus diingat adalah konvensi No-OK OK, Yes-Yes. Konvensi ini hanya berlaku khusus untuk pegangan balanced hand.

Konvensi ini agak mirip dengan konvensi 5R pada sekuense 1C – response suit positive. Perbedaan utamanya kalau 5R bisa support dengan 3 kartu maka disini mutlak 4 kartu walaupun major.
Sama seperti sebelumnya pembagian point 6-10/14+ dan 11-13.
No itu berhubungan sama 4 kartu support dan HCP
No pertama 8-10/14+ tanpa support
No kedua 11-13 tanpa support
Hal yang sama berlaku untuk Yes.

Selanjutnya masalah relay. Ada yang menarik untuk dicermati. Setelah respondor bid no-no,yes-yes, opener bid natural.

Ada pengecualian khusus pada sekuense ini :
1C 1S
2C 2D/2H
2S Hati-hati ini bukan club plus spade tapi 3 suiter.

Selanjutnya responder relay 2NT dan opener memberitahukan pendeknya. Follow upnya set trump dilanjutkan dengan CAB tapi ingat 1 step 5 control.
Untuk memberitahukan 5 kartu club dan 4 kartu S berlaku prinsip “echo” dengan bid 2NT.

Beberapa sekuense yang perlu diingat :
1C 1S
2C 2D
3C 6+ club followupnya show stopper
3H/S Auto SPL
3NT Auto SPL D
4C Auto SPL D 20+ Karena yang 3NT 16-19.
Follow up cue-bid tapi ingat 4S adalah RKC. (Penulis adalah pemain bridge dan Hamas PB Gabsi)

Meimonews.com – PB Gabsi siap menggelar kembali Kejurnas Bridge Pelajar/Mahasiswa secara online melalui platform Bridge Base Online (BBO) pada 15 September – 9 Oktober 2021.

Pada kejurnas kali ini, jelas Ketua Bidang Komite Online PB Gabsi, Ronny A Lontoh seperti dikutip Humas PB Gabsi Bert Toar Polii kepada Meimonews.com, Senin (26/7/2021), akan mempertandingkan nomor beregu Antar SD, SMP dan SLA untuk pelajar serta nomor beregu putra dan putri untuk kategori mahasiswa.

“Kepada para pemenang akan mendapatkan hadiah sertifikat dari PB Gabsi serta master point online lanjutnya,” sebut Lontoh.

Ketua Umum PB Gabsi, Miranda S Goeltom menjelaskan, event ini kembali digelar karena animo peserta yang begitu tinggi di kalangan pelajar dan mahasiswa yang sudah haus untuk menikmati kembali suasana Kejurnas Bridge walaupun online di tengah Pandemi Covid-19 yang membuat event offline tidak mungkin diadakan,”

Pendaftaran dibuka pada 1 Agustus – 12 September 2021. Disilahkan mendaftar secara online melalui : http://s.id/pendaftaran_nama_team_kejurnas2021 dan input data pemain disini : s.id/data_pemain_kejurnas2021.

“Namun perlu diperhatikan setiap peserta wajib sudah terdaftar sebagai anggota Gabsi,” tegas Berce sapaan akrab Polii.

Untuk mengetahui apakah nama sudah terdaftar sebagai anggota Gabsi, silahkan cek dulu disini : http://s.id/lihatgabsi . Jika belum silahkan daftar disini : http://s.id/gabsi.
Bila menemui kesulitan disilahkan menghubungi Mirza Noprian U +62 852-8080-9559 atau Deddy Wirata +62 877-3152-8339.

Pertandingannya sendiri akan diawali babak penyisihan sistim Swiss sebanyak maksimal 9 session atau 9 hari karena setiap hari hanya memainkan 1 session.

Untuk kategori SD/SMP dan SLA dimainkan sore hari jam : 14.30 – 17.00 WIB sedangkan kategori mahasiswa bermain pada malam hari Mahasiswa : 19.30 – 22.00 WIB. Jika peserta yang ikut kurang dari 21 tim maka akan diatur tersendiri.

Selanjutnya ada babak knock out untuk 8 regu terbaik babak penyisihan, Babak 8 besar sampai dengan babak final akan memainkan masing-masing 4 session atau 4 hari.

Ketentuan lainnya, untuk kategori mahasiswa, pertama, setiap tim terdiri dari 4 – 8 orang, kedua, terdaftar sebagai mahasiswa yang dibuktikan dengan kartu mahasiswa atau surat keterangan dari Universitas. Khusus untuk mahasiswa yang diterima pada tahun 2021, bukti penerimaan dari Universitas dapat digunakan sebagai pengganti Kartu Mahasiswa.

Ketiga, mahasiswa dengan kelahiran 15 September 1993 atau sesudahnya. Keempat, mahasiswa yang telah wisuda tidak diizinkan untuk bermain. Kalina, gabungan antar universitas diizinkan namun tim tersebut hanya dapat menggunakan nama satu universitas. f. Pelajar SD / SMP / SMA tidak diizinkan untuk bermain pada kategori mahasiswa.

Untuk kategori oelajar, pertama, setiap tim terdiri dari 4 – 8 orang, kedua, terdaftar sebagai siswa SD / SMP / SMA yang dibuktikan dengan kartu pelajar atau surat keterangan dari sekolah. Ketiga, gabungan antar sekolah diizinkan namun tim tersebut hanya dapat menggunakan nama satu sekolah.

Keempat, pelajar SD boleh bergabung dengan pelajar SMP, namun harus bermain di kategori Beregu SMP. Kelima, pelajar SMP boleh bergabung dengan pelajar SMA, namun harus bermain di kategori Beregu SMA. Keenam, pelajar SD tidak boleh bergabung untuk main di kategori SMA. (lk)

Meimonews.com – Setelah dua tahun sejak 2020 World Bridge Federation (WBF) telah membatalkan semua Kejuaraan Dunia Bridge akibat pandemi covid-19, akhirnya memutuskan untuk memulai Kembali pada 27 Maret – 9 April 2022.

Kejuaraan Dunia pertama digelar setelah berhenti dua tahun adalah 45th World 2021 Bridge Team Championship yang mempertandingkan Bermuda Bowl, Venice Cup, d’Orsi Senior Trophy, Wuhan Cup dan World National Teams Trophy
Event ini akan digelar di Palazzo Dei Congressi Salsomaggiore Terme, Italia

“Meniru Euro 2020 dan Olympiade Tokyo 2020, walaupun event ini diselenggarakan tahun 2022 tetap mencantumkan tahun seharusnya diselenggarakan yaitu 2021. Akibatnya, pada tahun 2022, WBF akan menyelenggarakan dua Kejuaraan Dunia,” ujar Humas PB Gabsi Bert Toar Polii kepada Meimonews.com, Kamis (8/7/2021).

Satu lagi, sambung Berce (sapaan.akrabnya), adalah 2022 World Bridge Series (Rosenblum Cup, McConnell Cup, Rand Cup, Mixed Teams, Open/Women/Senior/Mixed Pairs) yang akan diselenggarakan di Wroclaw, Polandia pada tanggal 19 Agustus – 3 September 2022.

Perubahan tanggal penyelenggaraan ini, menurutnya, membuat tidak tabrakan dengan Asian Games 2022 di Hangzhou yang berlangsung 10-25 September 2022.

Dikemukakan, event 45th World 2021 Bridge Team Championship, pesertanya terbatas hanya diikuti juara-juara zone yang kuotanya telah ditetapkan yakni zone 1 Eropa (8 tim), zone 2 Amerika Utara (3 tim), zone 3 Amerika Selatan (2 tim), zone 4 Asia dan Timur Tengah (2 tim), zone 5 Sentral Amerika dan Karibia (1 tim), zone 6 Asia Pasifik (3 tim), zone 7 Pasifik Selatan (2 tim) dan zone 8 Afrika (2 tim).

Indonesia sendiri masuk zone VI yang direncanakan akan mengadakan seleksi online pada November untuk menentukan 3 tim open yakni 3 tim ladies, 3 tim senior dan 3 tim mixed yang akan mewakili zone VI di event ini.
Indonesia sedang mempersiapkan 4 tim untuk mengikuti seleksi online zone VI. Even terakhir tahun 2019 di Wuhan, China, Indonesia mengirimkan Open, Senior dan Mixed Team.

“Mengingat pandemi covid-19, mungkin saja ada zone yang tidak bisa mengirim wakilnya. Sebagai pengganti pertama diambil dari zone 1 kemudian zone vi dan kalua masih ada lagi Kembali diberikan kepada zone 1,” kata Berce.

Biasanya pada event dua tahunan ini, WBF menggelar World Open Transnational Teams yang terbuka untuk umum. Namun mengingat situasi pandemi covid-19 belum jelas maka diputuskan event tersebut diganti World National Teams Trophy.

Pesertanya hanya terbatas pada tim yang tidak lolos ke babak 8 besar dari semua kategori dan nantinya juga tim yang tidak lolos ke semi final.

Peserta World National Teams Trophy adalah gabungan dari peserta 4 kategori yang tidak lolos ke babak 8 besar. Karena peserta yang ikut setiap kategori ada 24 tim maka peserta World National Teams Trophy diperkirakan maksimum 54 tim di awal. (lk)

Meimonews.com – Komandan Pangkalan Udara Sam Ratulangi (Danlanudsri) Manado Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo berhasil mencatat prestasi cukup menggembirakan pada Lomba Menembak Kapolda Sulut Cup 2021.

Dalam kategori 20 M Pistol Precision untuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopomda) Sulut, Danlanudsri menempati posisi tiga besar.

Dalam ajang uji menembak yang diinisiasi Satuan Brigade Mobil (Sat. Brimob) Polda Sulut di lapangan tembak SPN Karombasan Manado, baru-baru, Danlanudsri menempati parisi ketiga.

Untuk posisi pertama ditempati Danlantamal VIII sedang posisi media ditempati Wakapolda Sulut, demikian antara lain yang disebutkan dalam siaran pers Penerangan Lanudsri Manado, Kamis (1/7/2021).

Lomba Menembak untuk kategori Forkopomda dan umum yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-75 Bhayangkara tersebut merupakan ajang silaturahmi serta sinergitas TNI, Polri dan masyarakat pada umumnya.

Penyerahan jadilah bagi pemenang lomba baik untuk Forkopimda maupun umum dilaksanakan pada acara puncak peringatan, Kamis (1/7/2021).

Upacara peringatan Hari Bhayangkara secara nasional dipimpin Presiden RI Joko Widodo melalui tele-conference di ruang Tribarata di Polda Sulut. Dilanjutkan dengan acara syukuran di ruangan catur Prasetya, Mapolda Sulut.

Saat acara syukuran, diadakan penyerahan jadilah kepada pemenang lomba untuk semua kategori.

Hadir dalam kegiatan upacara virtual tersebut antara lain Kapolda Sulut Irjen Pol. Nana Sudjana, Danlantamal VIII Manado Brigjend Mar I Wayan Ari Wijaya, Danrem 131 Santiago Brigjend TNI Prince Meyer Putong, Kasdam XIII/Merdeka Brigjend TNI Wirana Prasetya Budi, Ka Zona Bakamla Maritim Tengah Laksamana Pertama TNI Hanarko Djodi Pamungkus.

Selain itu, Kajati Sulut A. Dita Prawitaningsih, Kabinda Sulut Laksma TNI Andriansyah, Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi ManadoRozi Wahab, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, serta Ketua DPRD Sulut Fransiskus Silangen. (lk)

Meimonews.com – Salah satu kelebihan daripada olahraga bridge adalah emansipasi wanita. Dalam Kejuaraan Dunia Bridge tidak dikenal istilah Man Team walaupun ada Women Team.

“Mengapa ini terjadi ? Karena di nomor open team ini siapapun bisa ikut, boleh Man dan bisa juga Women ikut,” ujar Humas PB Gabsi Bert Toar Polii kepada Meimonews.com, Selasa (29/6/2021).

Di beberapa negara tertentu ungkap Berce (sapaan akrabnya), ada pemain yang hampir tidak bersedia main di Women Team karena merasa kemampuannya setara dengan kaum pria.

Di Jepang, Kyoko Ohno hampir tidak pernah memperkuat tim putri tapi sering memperkuat tim putra.

Dikemukakan, beberapa tahun yang lalu ada beberapa pemain putri Perancis sering lebih suka berkompetisi di arena open team ketimbang woman team.
Konon, kabarnya, Jose Damiani mantan Presiden World Bridge Federation berhasil membujuk mereka ikut dan akhirnya juara Venice Cup.

“Bahkan, di salah satu kejuaraan dunia ketika mereka berhak memilih lawan, USA yang dipilihnya padahal yang lain pada takut,” ujar pemain andalan DKI Jakarta ini.

Ditambahkan,.di Bermuda Bowl tahun 2001 Roze Meltzer menjadi wanita pertama yang menjadi juara dunia Bermuda Bowl di Paris.

Tahun 2017 menarik karena ada dua wanita yang berkompetisi dengan para pria di Bermuda Bowl di Lyon Perancis.
Yang pertama adalah Diana Damianova dari Bulgaria dan yang kedua adalah salah satu pemain putri terbaik, Sabine Auken dari Jerman.

Sabine Auken sudah pernah meraih juara dunia di Venice Cup telah meraih dua gelar Grand Master baik putra dan putri karena ia juga Juara Open Pairs Kejuaraan Dunia 2016.

“Pada tahun 2016 di Wroclaw Polandia, ia bisa memilih main di mixed pair yang lebih ringan tapi ia tidak mau. Saya kebetulan waktu itu berpasangan dengan Hartono beberapa kali bertemu mereka. Memang partnershipnya bagus, hampir tanpa komentar tapi pengertian antar partnership dengan Roy Welland yang juga suaminya hampir sempurna,” sebut Berce. (lk)