Meimonews.com – Pemain bridge Indonesia Tracy Awuy Polii kembali meraih prestasi pada The 2021 WBF Women’s Online Autumn Festival yang digelar World Bridge Federation (WBF) selama seminggu (8-14/2021) melalui platform Bridge Base Online (BBO).

Tracy dengan nick bbo tresi berhasil keluar sebagai juara setelah pada sesi ke 48 meraih juara di nomor individual robot sementara saingannya Luminita Lupu dengan nick lilu64 dari Rumania tidak mendapat point.

Di pertandingan terakhir, walaupun Tracy tidak berhasil meraih poin, angkanya tidak terkejar karena Luminita hanya meraih 0.26 poin. Tracy keluar sebagai juara dengan perolehan 6.53 poin disusul Luminita yang berhasil mengumpulkan 6.28 poin.

Namun hasil ini, sebut Bert Toar Polii (Humas PB Gabsi) kapadia Meimonews.com, Senin (15/11/2021) belum resmi karena mungkin saja ada perubahan skor.

“Biasanya hasil resmi akan diumumkan oleh WBF seminggu kemudian. Namun hasil ini diperoleh dari https://www.bridgebase.com/v3,” ujar Berce, sapaan akrabnya.

Angka ini, menurut Berce, didapat dari 10 skor terbaik yang mereka mainkan dari 49 turnamen yang tersedia. Skor itu didapat ketika pemain mengikuti pertandingan dan berhasil keluar sebagai peringkat yang berhak mendapat BBO poin.

Biasanya, tambah pemain andalan DKI Jakarta ini, juara diganjar 0.75 poin atau 0.70 poin jika pesertanya lebih sedikit dan biasanya sampai peringkat 16 mendapat 0.06 poin.

“Jadi memang untuk mengumpulkan 6.53 poin ini bukan pekerjaan mudah apalagi event ini diikuti ratusan pemain putri dari berbagai penjuru dunia. Dari ratusan pemain yang ikut tercatat hanya 171 pemain yang berhasil meraih BBO poin,” tandasnya.

Di tempat ketiga bertengger Connie Marfell dengan nick pwqn dari Amerika Serikat yang menggeser Rubina Agha nick tagha dari Pakistan. Connie meraih 5.59 point disusul Rubina dengan 5.38 poin.

Pada The 2021 WBF Women’s Online Spring Festival yang lalu Tracy meraih medali perunggu di nomor overall ini dengan demikian ia naik dua peringkat menggantikan Amy Mitura dengan nick arielsp yang pada event ini hanya menempati peringkat 7.

Event ini sudah rutin digelar sejak tahun 2008 setahun ada dua event yaitu Spring dan Autumn. Spring biasanya digelar pada April sedangkan Autumn pada November.

Untuk diketahui event ini memperebutkan 4 gelar juara yaitu overall winner, individual human, individual robot dan pasangan.

“Yang di atas tadi itu untuk overall winner. Sementara untuk nomor individual robot Tracy keluar sebagai juara dengan meraih 5.70 poin,” debut Berce.

Peringkat kedua diraih oleh Louise Nilsen nick wiskey04 dari Norwegia yang mengumpulkan 3.49 poin. Tempat ketiga diduduki Julienne nick dropke dari Belgia yang meraih 3.02 poin.

Untuk nomor individual human juaranya diraih Rubina Agha nick tagha dari Pakistan 3.33 poin, disusul Connie Marfell dengan nick pwqn dari Amerika Serikat 3.18 poin dan peringkat 3 Luminita Lupu dengan nick lilu64 dari Rumania 2.42 poin.

Terakhir,untuk nomor pasangan juaranya adalah Luminita Lupu dengan nick lilu64 dari Rumania 4.14 poin. Juara kedua L. Nilsen nick wiskey04 dari Norwegia yang mengumpulkan 2.95 poin. Sementara untuk juara ketiga diraih juara event yang lalu Amy Mitura nick arielsp dari Amerika Serikat dengan 2.47 poin.

Para pemenang event ini selain mendapat hadiah BBO$ juga mendapat master point resmi dari World Bridge Federation, sertifikat dari World Bridge Federation serta master point dari BBO.

Menurut daftar peraih master point online dari World Bridge Federation para pemenang event ini berada di peringkat atas. Tracy Awuy Polii tercatat berada di peringkat 22.

Atas prestasi meraih juara kali ini, Tracy diganjar 200 WBF On-Line Bridge Points (WOBP). Dengan demikian Tracy telah mengumpulkan 300 WBF On-Line Bridge Points (WOBP) dan naik 13 peringkat menjadi peringkat 9.

Sementara itu 3 pemain yang berprestasi di event ini akan meraih gelar “WBF Online Tournament Player (WOTP)” yaitu Connie Marfell dengan nick pwqn dari Amerika Serikat, Amy Mitura nick arielsp dari Amerika Serikat dan Luminita Lupu dengan nick lilu64 dari Rumania karena sdh mengumpulkan minimal 500 WOBP.

Sebelumnya Louise Nilsen nick wiskey04 dari Norwegia dan Rubina Agha nick tagha dari Pakistan sudah meraih gelar WOTP lebih dulu.

Event ini khusus disediakan untuk pemain putri yang sudah terdaftar sebagai pemain di Bridge Base Online atau BBO.

Tracy adalah atlet asal Sulut yang tahun 2020 jadi juara Kejurnas Bridge Patkawan Campuran Antar Kota mewakili Kota Manado. (lk)

(oleh : Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Declarer yang andal sebelum memainkan trik pertama akan menganalisis jalannya penawaran, juga kemungkinan lead dari lawan. Kemudian menghitung trik serta mengatur strategi bagaimana cara terbaik untuk memenuhi kontrak.

Keberhasilan declarer untuk memenuhi kontrak sangat ditentukan oleh bagaimana cara ia mengolah kartu untuk mendapat trik sesuai kontrak yang dicapai.

Salah satu hal yang menjadi pertimbangan adalah bermain seaman mungkin, asal kontrak bisa terpenuhi. Sering sekali jumlah trik yang dibutuhkan akan sangat memengaruhi cara bermain declarer.

Sayang sekali, walaupun declarer telah melakukan perhitungan yang sangat cermat, kadang-kadang distribusi yang ekstrem serta lead yang imajinatif sulit diperhitungkan. Salah satu contoh mengenai hal ini dapat dilihat pada papan di bawah ini:

95. H Q J 6
S/TB S 8 5 3
D Q 2
C K 8 6 5 3
H 7 5 4 3 H A K 8
S J 10 S A Q 9 4 2
D 8 7 6 5 4 D 9 3
C 10 9 C Q 7 4
H 10 9 2
S K 7 6
D A K J 10
C A J 2

Barat Utara Timur Selatan
Shao Perron Rong Chemla
1NT Pass 2NT
//

Closed Room
Barat Utara Timur Selatan
Cronier Xu Lebel Hu
1NT Pass 3NT
//

Papan ini muncul di Kejuaraan Dunia Bermuda Bowl 1995 pada babak perempat final antara Prancis dan China. Sampai menjelang board terakhir, China selalu unggul dalam pengumpulan angka.

Malapetaka muncul dari papan ini. Di Closed Room,. pasangan Prancis yang bermain 16-18 NT tanpa kesulitan bid game. Menerima lead D5 declarer dengan mudah meraih 10 trik karena kedudukan CQ yang menguntungkan.

Di Open Room pasangan China bermain 15-17 NT dan ketika Utara melakukan tawaran invitational, Selatan dengan pegangan 4-3-3-3 memilih pass.

Seandainya pemain Barat memilih lead D5 seperti di Closed Room maka declarer dengan mudah akan meraih 10 trik seperti di Closed Room. Kalau ini terjadi, China hanya kalah 6 Imp dan lolos ke babak semifinal.

Namun, kejelian Perron memilih lead HJ suatu pilihan lead yang mengagumkan karena berdasar perhitungan yang matang. Dengan pegangan hanya 1 HCP, Perron mencoba mencari warna panjang dari partnernya yang jelas memegang lebih banyak HCP.

Menerima lead HJ declarer ambil HK dan mulai berhitung. Ia sudah punya 1 trik Heart, 4 trik Diamond dan 2 trik Club. Asalkan Heart tidak terbagi 5-2 adalah sangat aman untuk mencari tambahan 1 trik di Spade. Sebab, kalau ia memilih potong Club dan ternyata kalah, lawan sudah mendapat 6 trik kalau Heart terbagi 4-2.

Pilihan yang ditempuh declarer ternyata salah dan kontrak berakhir mati 1 dan China harus tersingkir secara menyakitkan. Lead yang hebat, declarer play yang cermat telah dipertontonkan secara gemilang oleh kedua pemain. Tapi, dewi fortuna lebih berpihak kepada Prancis. (Penulis adalah pemain bridge dan Humas PB Gabsi)

Meimonews.com – World Bridge Federation (WBF) kembali menggelar WBF Women’s Online Autumn Festival yang akan diadakan pada 8-14 Nopember 2021 melalui platform Bridge Base Online (BBO).

Event ini, jelas Humas PB Gabsi Bert Toar Polii kepada Meimonews.com, Jumat (5/11/2021), sudah rutin digelar sejak tahun 2008 setahun ada dua event yaitu Spring dan Autumn. Spring biasanya digelar pada bulan April sedangkan Autumn pada bulan Nopember.

Pada pelaksanaan The 2021 WBF Women’s Online Spring lalu, pemain Indonesia Tracy Awuy Polii meraih 3 gelar yakni The Winners of the 2021 Women’s Spring Online World Bridge Festival.

Para pemenang event ini biasanya selain mendapat hadiah BBO$ juga mendapat master point resmi dari World Bridge Federation, sertifikat dari World Bridge Federation dan mendapat undangan untuk mengikuti salah satu event tingkat Eropa atau dunia dimana WBF menanggung akomodasi di tempat pertandingan.

Sayangnya untuk tahun ini undangan itu tidak bisa dikeluarkan karena Pandemic Covid-19 di mana event yang dituju masih belum jelas.

Event ini khusus disediakan untuk pemain putri yang sudah terdaftar sebagai pemain di Bridge Base Online atau BBO.

“Bagi pemain putri yang berminat silahkan daftar disini : tps://www.bridgebase.com/v3/,” sebut Berce, sapaan akrabnya.

Untuk para pemenang disediakan hadiah berupa Prizes (Signed certificates from the WBF for top 3 players in each event, BB$ prizes for the top 15 overall leaders, WBF Online Master Points for the top 20 players of the Festival, dan BBO Points will be awarded based on the size of the field).

Namun, untuk bisa mendapatkan hadiah ini pemain arus memainkan minimal 10 seri dari 49 seri yang disediakan. Pemain bisa memainkan lebih dari itu dan skor yang diambil hanya 10 terbaik. (lk)

.

Meimonews.com – Tangani pertama kali Tim Kempo Sulut di ajang pertandingan nasional, Susiana Mopangga (38 tahun) berhasil mengantarkan Tim Kempo menyumbangkan medali untuk Kontingen Sulut.

Sebagai pelatih Tim Kempo, anak asuhannya yakni Novelia Wamafma berhasil meraih medali perunggu ketika bertanding di kelas 60 kilogram PON 2021 Papua, baru-baru.

Di semifinal, atlit Novelia (20 tahun asal Minut) dikalahkan atlit Nusa Tenggara Barat (NTB), yang kemudian menjadi juara di kelas 60.

Prestasi yang ditorehkan ini (medali perunggu) mengantarkan Tim Kempo PON ini ‘memecahkan’ rekor PON sebelumnya (PON 2016 Jawa Barat) yang tidak mendapat medali apapun.

Di PON 2012 Riau, Tim Sulut meraih satu medali perunggu. Itupun yang mendapat medali adalah Susi (panggilan akrab Susiana) saat menjadi atlit dan turun di kelas 48 kilogram.

Novelia adalah atlit baru. Prestasi yang diraihnya adalah ketika tampil di Porprov Sulut 2019 di Bitung. Saat itu, Novelia berhasil mendapat medali perak.

Susi berterima kasih atas kepercayaan pimpinan Pemprov Perkemi (Persatuan Kempo Indonesia) Sulut yang mempercayakannya sebagai pelatih dan berhasil menyumbangkan medali lewat atlit Novelia.

Di PON Papua ada tiga atlit yang dikirim yakni Michael M. Randori (65 kg),
Dennis S. Randori (60 kg) dan Novelia Wamafma Randori (putri 60 kg).

Saat ini, Susi yang adalah Staf Dispora Sulut menjabat Bendahara Pengprov Perkemi Sulut dan Bidang Olahraga Prestasi Perkemi Pengkot Bitung.(lk)

Meimonews.com – Club Sepakbola Pelajar Mayoma Ternate berhasil merebut juara pertama setelah mengalahkan club Indonesia Muda Ternate di Kejurda Piala Ketua KNPI Sulut pada babak final yang diadakan di lapangan sepakbola Kipan Paniki (Manado), Minggu (31/10/2021).

Di ajang liga pelajar kelompok umur 14 tahun yang digelar Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) Sulut tersebut,.klub ini mengalahkan rivalnya sedaerahnya (Ternate, Maluku Utara) dengan ekor 1-0.

Mayoma melaju ke babak final setelah pada perdelapan final mengalahkan PS Manado dengan ekor tipis 1-0 dan di semifinal mengalahkan Maesa Sulut 1-0.

Indonesia Muda melangkah ke babak final setelah mengandaskan KSS 4-2 lewat adu pinalti di babak semifinal dan mengalahkan GSI Bolmong dengan skor 1-0 di babak perdelapan final.

Untuk juara ketiga dan keempat di ajang pertandingan yang disambut antusias warga baik yang berada di Kota Manado maupun daerah lainnya diduduki Maesa Sulut dan KSS.

Hadiah baik berupa piala maupun dana pembinaan bagi pemenang langsung diserahkan Ketua BLISPI Sulut Hengky Noch Kawalo di dampingi Gimon Rompas (Panitia Pelaksana), usai pertandingan final.

Babak final dan semifinal diadakan di lapangan sepakbola Kipan Paniki sedang babak penyisihan diadakan di lapangan sepakbola GOR Wolter Robert Mongisidi, Sario (Manado), Jumat-Sabtu (29-30/10/2021).

Dipindahkan tempat babak semifinal dan final karena lapangan sepakbola di GOR Wolter Robert Mongisidi tergenang air karena hujan deras beberapa hari ini termasuk Minggu pagi.

Pertandingan usia 14 tahun ini, jelas Ketua BLISPI Sulut Hengky Noch Kawalo kepada Meimonews.com, baru-baru,  merupakan rangkaian pertandingan sepakbola liga pelajar Piala Ketua KNPI Sulut Rio Dondokambey tahun 2021.

Di iven ini, tambah Kawalo, ada tiga kategori usia yang dipertandingkan yakni usia 10 tahun dan 12 tahun yang telah diadakan pada Rabu-Kamis, 27-28/10/2021 dan usia 14 tahun, Jumat-Minggu,.29-31/10/2021.

Ada 21 club, ungkap Anggota DPRD Manado itu, yang ikut dalam pertandingan ini yakni Bina Taruna, Mayoma Ternate dan Modoinding United (Group A); Pisok Junior, Persbitow Minsel dan Bintang Muda Manado Jr (Group B); Garuda Indonesia, Wira Prima dan Maesa Sulut (Group C).

Panter Bahu, Karame Jr dan Matra FC (Group D); KSS, Badak FC dan CSI Bolmong (Group E),; Rajawali Mitra, Forza Wanala Rainis dan Solimongo Bitung (Group F); PS Manado, JSC Likupang dan Indonesia Muda Ternate (Group G).

Bertindak sebagai wasit di iven ini adalah Nontje Sangkop, Iqbal Tegela, Ovirson Lae dan Aso. (lk)

Meimonews.com– Sebanyak 21 club sepakbola baik yang berasal dari Sulawesi Utara maupun Maluku Utara sedang bertarung di ajang pertandingan sepakbola Liga Pelajar Usia 14 Tahun yang digelar Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) Sulut, di lapangan sepakbola GOR Wolter Robert Mongisidi, Manado, Jumat-Minggu (29-31/10/2021).

“Ada 21 club sepakbila usia 14 tahun yang ambil bagian dalam Kejurda (Kejuaraan Daerah) Piala Ketua KNPI Sulut Rio Dondokambey ini,” ujar Ketua BLISPI Sulut Hengky N. Kawalo kepada Meimonews.com di sela pertandingan, Sabtu (30/10/2021).

Pertandingan usia 14 tahun ini, sambung Kawalo yang di dampingi Bendahara Panitia Gidion Rompas dan Koordinator Seksi Pertandingan Jeffry Junus, merupakan rangkaian pertandingan sepakbola liga pelajar usia 10 tahun dan 12 tahun (27-28/10/2021) dan 14 tahun (29-31/10/2021).

Club-club tersebut adalah Bina Taruna, Mayoma Ternate dan Modoinding United (Group A); Pisok Junior, Persbitow Minsel dan Bintang Muda Manado Jr (Group B); Garuda Indonesia, Wira Prima dan Maesa Sulut (Group C); Panthe Bahu, Karame Jr dan Matra FC (Group D).

KSS, Badak FC dan CSI Bolmong (Group E),; Rajawali Mutra, Forza Wanala Rainis dan Solimongo Bitung (Group F); PS Manado, JSC Likupang dan Indonesia Muda Ternate (Group G).

Pertandingan ini dipimpin Nontje Sangkop, Iqbal Tegela, Ovirson Lae dan Farid Husain sebagai wasit.

Kepala Pelatih Pisok Junior Essau Wambrauw di dampingi Pelatih Abries Janes mengapresiasi upaya yang dilakukan BLISPI Sulut dengan menggelar pertandingan ini.

“Kalau cuma latihan-latihan, tidak akan terlihat perkembangan atau kemajuan dari latihan-latihan di sekolah sepakbola atau club sepakbola. Makanya, perlu ada pertandingan,” ujar Wambrauw kepada Meimonews.com ketika ditemui terpisah.

“Terima kasih kami sampaikan kepada BKISPI Sulut yang diketuai Pak Hengky Kawalo yang telah memberi perhatian terhadap pembinaan sepakbola usia diri, ” tanbah Janes. (lk)

Meimonews.com – Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) Sulawesi Utara menggelar Kejurda Sepakbola Pelajar Usia 10 tahun, 12 tahun dan 14 tahun Piala Ketua KNPI Sulut di Lapangan Sepakbola GOR Wolter Robert Mongisidi, Sario (Manado), 27-30/10/2021.

Khusus usia 10 dan 12 tahun masing-masing diikuti 25 klub Sepakbola baik yang berasal dari Sulut maupun daerah lain yakni dari Maluku Utara.

Pertandingan dua usia tersebut dilaksanakan pada 27-28/10/2021 sedang usia 14 tahun akan dilaksanakan pada 29-30/10/2021.

Keluar sebagai juara (1-3) kategori usia 10 tahun adalah Masa Sulut, Pisok Junior dan BMM. Khusus untuk pelatih terbaik diraih Hendra, penjaga gawang terbaik Firly, top scorer Bryan dan pemain terbaik Given.

Untuk kategori 12 tahun, keluar sebagai juara pertama hingga ketiga adalah.(berturut-turut) Maesa Sulut, Solimongo dan Tunas Palapa. Pelatih terbaik Palapa, penjaga garang terbaik Yosi, top scorer Yoshua dan pemain terbaik Deo.

Penyerahan hadiah piala sumbangan Ketua KNPI Sulut Rio Dondokambey dan dana pembinaan dari Ketua BLISPI Sulut Hengky Kawalo kepada para pemenang dan yang terbaik untuk kategori usia 10 tahun dan 12 tahun dilakukan, Kamis (28/10/2021) oleh Hengky Kawalo.

Dalam sambutannya sebelum penyerahan hadiah, Kawalo mengingatkan, menang atau kalah, gembira atau sedih dalam setiap pertandingan adalah hal biasa. “Itulah hidup. itulah pertandingan,” ujarnya.

Makanya, kepada para pemenang Anggota DPRD Manado ini memintakan untuk tidak sombong dan jumawa. Sementara yang kalah diharapkan untuk tidak patah semangat, teruslah berlatih. (lk)

Meimonews.com – Keberhasilan Tim Tinju Sulawesi Utara di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 Papua terletak pada kekompakan semua stake-holder (pemangku kepentingan).

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengprov (Pengurus Provinsi) Pertina (Persatuan Tinju Nasional) Sulut Reyno Franciano Bangkang dalam percakapan lewat telefon dengan Meimonews.com, Rabu (14/10/2021).

“Kunci keberhasilan Tim Tinju Sulut di PON kali ini adalah karena adanya kekompakan semua pihak, pemangku kepeentingan baik petinju, pelatih, pengurus, Pemprov Sulut, Pemkot Manado dan dukungan dari masyarakat,” ujar Bangkang.

Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Manado ini menjelaskan, bila tidak ada kekompakan tersebut, ia tidak meyakini Tim Tinju mendulang keberhasilan seperti yang dicapai yakni dua medali emas, satu perak dan satu perunggu dari lima petinju yang diutus ke ajang PON Papua.

Pada PON 2016 di Jawa Barat, Tim Tinju Sulut hanya berhasil meraih dua perunggu yakni dari Irvan Tetonda dan Novly Engkeng dari enam petinju yang diutus.

“Oleh karena keberhasilan ini, saya selaku Ketua Umum Pengprov Pertina Sulut menyampaikan terima kasih atas kekompakkan semua pihak dan dukungan dari masyarakat,” ujarnya.

Tim Tinju Sulut untuk PON 2021 dilatih oleh Bonix Saweho (Ketua Komtek dan Kepelatihan Pengprov Pertina Sulut), I Wayan Sudia dan Patrick Timbowo. Para petinjunya adalah Veronika Nicolas (kelas 54 kg putri), Juandly Abbas (kelas 46 kg putra, Adrianus Salamisy (kelas 60 kg putra),. Farrand Papendang (kelas 64 kg putra), dan Toar Sompotan (kelas 81 kg putra).

Sebelum keberangkatan tim, Bangkang mengungkapkqn target yang akan dicapai setelah melihat latihan yang dilakukan Tim Pelatih dan motivasi yang diberikan adalah dua medali emas. Dan, ternyata berhasil. Bukan hanya dua medali emas tapi juga ditambah satu perak dan satu perunggu.

Dengan keberhasilan ini, perolehan medali Tim PON Sulut jadi bertambah dan meningkatkan urutan perolehan medali dan peringkat secara keseluruhan.

Secara terpisah, Bonix Saweho mengungkapkan rasa terima kasihnya atas keberhasilan ini karena adanya keterlibatan dan dukungan dari banyak pihak dan (terutana) perkenanan Tuhan.

“Terima kasih untuk semuanya itu,” ujar Camat Tuminting itu kepada Meimonews.com. (lk)

Meimonews.com – Suatu Prestasi luar biasa ditorehkan Tim PON Sulut dari Cabang Olahraga (cabor) tinju di Pekan Olahraga Nasional.(PON) 2021 Papua.

Di momen hari – hari terakhir penyelenggaraan PON, cabor pimpinan Rayno Bangkang ini berhasil mendapatkan dua medali emas lewat petinju Juandri Abast (kelas 46 kg) dan Farrand Buyung Papendang (kelas 64 kg).

Di partai final Juan (sapaan akrab Juandri) berhasil mengalahkan petinju tuan runah (Papua) Syariel Rumaropen dengan angka mutlak sementara Farrand mengandaskan harapan Albino Nanlohi, petinju asal Jawa Barat, juga dengan kemenangan mutlak.

Satu petinju lagi yang masuk final yakni Toar Sompotan yang turun di kelas 81 kg berhasil meraih medali perak setelah dalam pertandingan di babak final dikalahkan dengan knock-out oleh petinju Jawa Barat Bram Betaubun.

Petinju lain yakni Veronica Nicolas berhasil meraih medali perunggu. Satu petinju lainnya kalah di babak sebelumnya sehingga belum berhasil menyumbangkan medali.

Dengan hasil dua medali emas, satu perak dan satu perunggu tersebut berarti target Pemprov Pertina Sulut di bawah kepemimpinan Reyno Bangkang sebagai Ketua Umum telah tercapai.

Sebab, sebelum keberangkatan tim tinju asuhan Bonix Saweho sebagai pelatih Kepala , Pemprov Pertina Sulut telah menargetkan dua medali di ajang PON kali ini. (Meimonews.com 23 September 2021 : Cabor Tinju Targetkan Dua Medali Emas di PON Papua 2021).

“Untuk PON Papua (tahun 2021, kami menargetkan atlit / petinju kita mendapat dua medali emas,” ujar Ketua Umum Pengprov Pertina (Persatuan Tinju Nasional) Sulut Reyno Franciano Bangkang kepada Meimonews.com di Manado, Kamis (23/9/2021) siang.

Target demikian, menurut Bangkang, tidak muluk – muluk karena persiapan yang dilakukan sudah cukup memadai. Apalagi Sulut adalah gudang petinju nasional dan sangat diperhitungkan di kancah nasional.

Kerja keras dari baik para petinju, pelatih (Bonix Saweho, I Wayan Sudia dan Patrick Timbowo) maupun Pengurus telah menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi Daerah Sulut. (lk)

Meimonews.com – Cabang olahrqga (cabor) tinju targetkan mendapat dua medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 Papua. Target demikian dikarenakan persiapan yang dilakukan sudah cukup memadai.

“Untuk PON Papua (tahun 2021, kami menargetkan atlit / petinju kita mendapat dua medali emas,” ujar Ketua Umum Pengprov Pertina (Persatuan Tinju Nasional) Sulut Reyno Franciano Bangkang kepada Meimonews.com di Manado, Kamis (23/9/2021) siang.

Target demikian, menurut Bangkang, tidak muluk – muluk karena persiapan yang dilakukan sudah cukup memadai. Apalagi Sulut adalah gudang petinju nasional dan sangat diperhitungkan di kancah nasional.

Dikemukakan,. Pengprov Pertina Sulut menargetlan demikian agar para petinju berusaha untuk mencapai target tersebut. “Dengan demikian, para petinju akan fokus bertanding dan berusaha meraih prestasi tertinggi (medali emas),” ujar Bangkang.

Ketika disinggung dari kelas mana saja yang akan mendapat medali emas, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Manado ini enggan menyebutkan. “Rahasia,” tegasnya singkat sambil tertawa.

Kendati demikian, Bangkang menyebutkan, semua petinju berpeluang mendapat medali emas. Apalagi nereka semua (para petinju Tim PON Sulut) sudah berlatih keras di bawah koordinasi Ketua Komtek dan Kepelatihan Bonix Saweho.

Semuanya, jelas Bangkang adalah hasil seleksi yang ketat dari petinju – petinju terbaik di daerah ini.

Menyinggung tentang daerah – daerah mana saja yang menjadi lawan terberat, Bangkang menegaskan, “semua daerah. Apalagi semua daerah .baik DKI, Papua, Sumatera dan lain terlihat cukup siap dan tak mau kalah dengan target medali emas.

“Itulah sebabnya kita tidak boleh pandang enteng. Harus fokus, full perhatian, harus mengerahkan semua kekuatan yang ada,” tandas mantan Kapolsek Malalayang ini.

Lima petinju Sulut yang dipersiapkan untuk berlaga di ajang PON Papua 2021adalah Veronika Nicolas (54 kg putri), Juandly Abbas (46 kg putra), Adrianus Salamisy (60 kg putra), Farrand Papendang (64 kg putra) dan Toar Sompotan (81 kg putra).

Mereka dilatih oleh Bonyx Saweho, I Wayan Sudia dan Patrick Timbowo. (lk)