(Oleh : Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Kalau ada yang bertanya kapan waktu senggang bagi pemain bridge pada semester kedua tahun 2026, ? jawabannya mungkin sederhana yakni hampir tidak ada.

Mulai Juli hingga Desember, kalender turnamen bridge dipenuhi berbagai kejuaraan, baik nasional maupun internasional. Hampir setiap akhir pekan terdapat turnamen yang dapat diikuti. Bahkan, ada beberapa periode ketika dua atau tiga kejuaraan berlangsung hampir bersamaan.

Juli menjadi pembuka dengan Pesta Sukan Singapura dan Walikota Pontianak Cup. Memasuki Agustus, intensitas kompetisi langsung meningkat. Diawali Ernst Gultom Memorial Trophy di Jakarta, kemudian World Youth Transnational Championship di Hefei, Intercity Hong Kong, World Bridge Series di Katowice, hingga Kejuaraan Pasangan HUT ke-81 RI DPP KKK di Jakarta.

Kesibukan berlanjut pada September. Tugu Muda Cup di Semarang menjadi pembuka sebelum disusul EA 2nd International Bridge Championship di Chennai, Kejuaraan Nasional Bridge di Mamuju, APBF Youth Championships di Hainan, serta Gubernur Kanagawa Cup di Jepang.

Belum sempat beristirahat, Oktober langsung diawali HCL International Bridge Championship di New Delhi, dilanjutkan FISU Mind Sports University Games di Liaocheng, China, dan ITS Challenge di Surabaya.

November bahkan menjadi bulan paling padat. Asia Pacific Fall Transnational Championship di Qingdao, Porprov Kalimantan Barat, Festival Online Wanita WBF, Seoul International Bridge Tournament, Rektor UGM Cup, serta kemungkinan Piala Pahlawan Surabaya membuat hampir seluruh akhir pekan terisi agenda bridge.

Desember pun belum menjadi waktu untuk bersantai. Kalender masih menghadirkan 9th SEABF Championships dan 42nd Asian Bridge Clubs Championship (ABCC) di Kuala Lumpur, peringatan HUT GABSI dan Hari Bridge Nasional, serta rencana penyelenggaraan Christmas Bridge Festival di Manado.

Yang menarik, kalender tersebut kemungkinan masih akan bertambah padat.

Memasuki Oktober hingga Desember, sejumlah provinsi diperkirakan menggelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang mempertandingkan cabang olahraga bridge. Hingga saat ini baru Porprov Kalimantan Barat yang telah mengumumkan jadual resminya, sedangkan provinsi-provinsi lain masih menunggu pengumuman resmi.

Artinya, jadual yang sudah padat ini masih sangat mungkin bertambah.

Padatnya kalender tentu membawa tantangan. Atlet harus pandai mengatur jadwal, menjaga kondisi fisik dan mental, serta menentukan prioritas turnamen yang akan diikuti. Pengurus dan penyelenggara juga perlu berkoordinasi agar benturan jadwal dapat diminimalkan.

Namun, di sisi lain, ramainya kalender merupakan indikator positif. Semakin banyak turnamen berarti semakin banyak kesempatan bertanding, semakin banyak pengalaman yang diperoleh atlet, serta semakin besar peluang munculnya pemain-pemain muda berbakat.

Bridge Indonesia tampaknya sedang memasuki fase yang sangat menggembirakan. Aktivitas kompetisi tidak lagi terpusat di beberapa kota saja, tetapi menyebar ke berbagai daerah dan terhubung dengan kalender internasional.

Kini, tantangannya bukan lagi mencari turnamen, melainkan bagaimana mengelola begitu banyak kesempatan tersebut agar benar-benar menghasilkan prestasi.

Melihat kalender semester kedua tahun 2026, rasanya judul tulisan ini memang sangat tepat : “Ketika Kalender Bridge Nyaris tak Menyisakan Akhir Pekan.” (Penulis adalah Pengurus/pemain bridge)

(Oleh : Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Di seluruh dunia, jutaan orang menunggu babak semifinal Piala Dunia 2026 dengan harapan sederhana : melihat negaranya menjadi juara dunia. Namun, di sebuah warung kopi, ada seorang pria yang justru sibuk menghitung sesuatu yang sama sekali berbeda.

Bukan peluang juara. Bukan probabilitas adu penalti, melainkan peluang siapa yang akan menjadi pencetak gol terbanyak.

Temannya mulai heran. “Negara mana yang kamu dukung ?” Pria itu mengangkat kepala sebentar. “Saya mendukung Mbappé, Messi, Kane… dan tadi sebenarnya Haaland juga.”
“Lho ? Bukannya mereka main untuk negara yang berbeda ?” “Itulah justru indahnya.” Temannya langsung sadar. “Oh… kamu tukang bridge, ya ? Pria itu hanya tersenyum.

Bagi pemain bridge, dunia memang sedikit berbeda. Kalau orang lain melihat bagan pertandingan, mereka melihat jalan menuju trofi. Pemain bridge melihat pohon kemungkinan (game tree).

Kalau orang lain menghitung penguasaan bola, pemain bridge menghitung peluang. Kalau orang lain berteriak “Ayo menyerang!”, pemain bridge malah bertanya, “Kalau Inggris lolos, berarti Kane masih punya dua kesempatan menambah gol. Tapi kalau Norwegia yang lolos, Haaland juga masih hidup. Mana yang lebih menguntungkan ?”

Begitulah otak seorang pemain bridge bekerja. Awalnya, ia memiliki impian yang menurutnya sangat indah. Semifinal diisi oleh Prancis, Inggris, Norwegia, dan Argentina. Empat negara.
Empat monster pencetak gol. Mbappé. Messi. Haaland. Kane.

Semuanya masih hidup sampai akhir turnamen. Persaingan Sepatu Emas dijamin berlangsung sampai detik terakhir. Sayangnya… Sesudah membuka bagan pertandingan FIFA lebih teliti, wajahnya langsung berubah. “Lho…”

“Inggris ketemu Norwegia di perempat final?” Ia menepuk jidat. “Berarti salah satu pasti pulang.” Logika bridge yang begitu rumit akhirnya dikalahkan oleh sesuatu yang sangat sederhana. Bagan pertandingan.

Tetapi pemain bridge jarang menyerah.
Kalau kontrak gagal, masih ada papan berikutnya. Kalau rencana A gagal, buat rencana B. Maka lahirlah skenario baru. Prancis. Argentina. Spanyol. Ditambah salah satu dari Inggris atau Norwegia. Masih lumayan. Minimal perebutan Sepatu Emas tetap panas.

Di sinilah orang biasa dan pemain bridge mulai sulit saling memahami. Seorang penggemar sepak bola berkata, “Saya ingin negara saya juara dunia.” Pemain bridge menjawab, “Saya ingin top skor baru ditentukan pada pertandingan terakhir.” “Jadi kamu tidak peduli siapa juara?” “Bukan begitu.”

“Lalu?” “Kalau juara sudah ketahuan, pertandingan selesai.” “Kalau Sepatu Emas belum selesai, setiap gol masih mengubah cerita.”

Bahkan ia memiliki teori sendiri. Trofi Piala Dunia hanya diangkat satu kali. Tetapi perebutan Sepatu Emas bisa berubah setiap menit. Satu gol. Satu penalti. Satu tendangan bebas. Satu sundulan.

Semuanya bisa mengubah klasemen pencetak gol. Itulah drama yang membuatnya tidak berani meninggalkan televisi, bahkan hanya untuk membuat secangkir kopi.

Ketika Mbappé mencetak gol kedelapannya, ia tersenyum. Ketika Messi menyamai jumlah gol itu, ia mengangguk puas. Ketika Kane terus mendekat, ia mulai menghitung ulang. Dan ketika Haaland masih memiliki peluang, ia bahkan sempat berharap Norwegia membuat kejutan. Bukan karena ia orang Norwegia. Melainkan karena persaingan akan semakin seru.

Temannya kembali bertanya. “Kalau nanti Inggris mengalahkan Argentina?” Ia menjawab santai. “Berarti Kane naik.” “Kalau Argentina menang?” “Messi menjauh.” “Kalau Mbappé cetak hat-trick?” “Lebih bagus lagi.” “Kalau tidak ada yang mencetak gol?” Ia menghela napas.
“Itu namanya hasil seri bagi para pemburu Sepatu Emas.”

Akhirnya temannya tertawa. “Sekarang saya mengerti.” “Mengerti apa?” “Kalau menonton sepak bola bersama pemain bridge ternyata berbeda.” “Kenapa?” “Karena kami menonton pertandingan.” “Kalau kamu?” “Aku sedang memainkan probabilitas.”

Dan mungkin, hanya mungkin, di seluruh dunia memang ada segelintir orang yang menonton semifinal Piala Dunia bukan terutama untuk melihat siapa yang akan mengangkat trofi. Melainkan untuk memastikan persaingan Sepatu Emas tetap hidup hingga peluit terakhir final.

Kalau anda bertemu orang seperti itu, jangan heran. Kemungkinan besar, ia adalah seorang pemain bridge. Dan, di kepalanya, setiap pertandingan selalu terasa seperti satu papan besar yang harus dianalisis sebelum kartu pertama dimainkan. (Penulis adalah Pengurus dan Pemain Bridge)

Meimonews.com – Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31, civitas RSUP Kandou Manado menggelar kegiatan Jalan Sehat, Jumat (13/02/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan pegawai ini dilepas secara oleh Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta  Rampengan.

Turut hadir Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian, serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto.

 

Kegiatan jalan sehat ini menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat di lingkungan RSUP Kandou Manado.

Rute jalan sehat dimulai dari Kantor Pusat Administrasi RSUP Kandou dan berakhir di Manado Beach Walk (MBW).

Setibanya di garis finis, kegiatan dilanjutkan dengan senam sehat bersama serta sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan civitas hospitalia dalam suasana perayaan HUT.

Dalam salabutannya, Dirut menegaskan pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik yang teratur.

Diingatkan agar olahraga dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan serta kondisi lingkungan sekitar.

“Kesehatan harus dijaga, salah satunya dengan berolahraga. Namun tetap perhatikan keselamatan dan lingkungan, agar aktivitas yang kita lakukan benar-benar memberi manfaat,” ujarnya.

“Ketua Panitia HUT RSUP Kandou Manado yang juga Manajer Tim Kerja OSDM Ns. Abram Babakal menyampaikan apresiasi dan atas dukungan penuh pimpinan rumah sakit sehingga seluruh rangkaian kegiatan HUT dapat berjalan dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktur Utama Prof Starry Rampengan, beserta jajaran direksi yang terus memberikan dukungan dan support kepada panitia, serta kepada seluruh tim yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan,” ujarnya. (Fer)

 

Meimonews.com – Madang dari Gorontalo dan Meryl Gratia Consolata Nangoi dari Persatuan Atlit Seluruh Indonesia (PASI) Manado menorehkan prestasi membanggakan di ajang Police Run 2026 5 K, Sabtu (14/2/2026).

Madang meriah juara pertama 5 kilometer (5 K) putra dengan catatan waktu 17,21 menit dengan mengalahkan Akbar dari Yonif 712 yang menjadi juara kedua dengan waktu 17,64 menit dan Maivel Pangemanan dari PT Intan Uterx yang menjadi juara ketiga dengan waktu 17,39 menit.

Untuk 5 K putri, Meryl (PASI Manado) menjadi juara pertama dengan waktu 22,53 menit mengalahkan Avriel Seroi (PASI Minut) yang menjadi juara kedua dengan waktu 24,05 menit dan Raysa Betahai (PASI Manado) yang menjadi juara ketiga dengan waktu 24,19 menit.

Lomba lari yang digelar Polda Sulut pimpinan Irjen Pol. Roycke Harry Langie  dan diikuti ribuan peserta ini mengambil start dan finish di halaman Mapolda Sulut. Start dilepas Irwasda Polda Sulut Kombes Pol Yakub Dedy Karyawan.

Para pemenang lomba langsung diberikan hadiah berupa uang pembinaan dan piagam, sementata semua peserta mendapat medali. (Lexie)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado resmi melepas kontingen Kota Manado untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Sulawesi Utara Tahun 2025.

Prosesi pelepasan yang dilakukan Wakil Walikota Manado Richard Sualang mewakili Walikota Manado Andrei Angouw ini diadakan di Ruang Serbaguna Pemkot Manado, Jumat (14/11/2025.

Ada sebanyak 583 atlet yang akan bertanding pada 34 cabang olahraga di kegiatan Porprov, yang Ketua Umum Panitia Pelaksananya Walikota Manado.

Menurut Ketua Kontingen Kota Manado Reza Rumambi 583 atlet tersebut berasal dari cabang Atletik 21 orang, Arung jeram (10), Balap Sepeda (5), Bola Voli (28), Bola Basket (36), Bridge (15), Biliar (12), Bulutangkis (15), Catur (16), E-sport (41).

Futsal (12), Karate (16), Kick Boxing (14), Menembak (22), Panjat Tebing (14), Sambo (26), Pencak Silat (27), Panahan (22), Hapkido (14) ,Selam (12), Taekwondo (12),nTenis Meja (8), Tenis Lapangan (10), Tinju (19), Wushu (17), Binaraga (9) ,Renang/Aquatic (6) dan Sepak Takraw (12).

Dalam sambutannya, Wakil Walikota menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh unsur olahraga dan menegaskan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan.

“Pemerintah Kota Manado menyampaikan dukungan penuh kepada seluruh atlet dan berharap keikutsertaan ini dapat membawa prestasi terbaik bagi Kota Manado sebagai tuan rumah Porprov XII Sulut 2025,” ujarnya.

Porprov ini, sebut Wawali, bukan sekadar pertandingan. Ini adalah kebanggaan dan kehormatan Kota Manado sebagai tuan rumah. Atlet harus bertanding dengan penuh semangat, sportif, dan menjaga nama baik kota.

Ketua KONI Manado Rio Dondokambey, dalam sambutannya mengingatkan, beberapa tahun lalu Manado sukses menjadi juara umum Porprov dengan raihan lebih dari 100 medali emas padahal saat itu bertanding di luar kota.

Tahun ini, sebutnya, kita bertanding di rumah sendiri, dekat dengan keluarga, dengan waktu istirahat lebih baik, persiapan lebih matang. “Karena itu, target kita 140 medali emas bukan sesuatu yang mustahil,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Kota Manado Steven Dandel,, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Bonyx Saweho. (elka)

Meimonews.com – Tiga (3) siswa SMA Negeri 8 (Smandel) Manado yang merupakan bagian dari kontingen Sulut mengharumkan nama daerah di Kejuaraan Hapkido Indonesia VIII.

Di ajang yang digelar di Gelanggang Olahraga CLS Kertajaya Surabaya, Jawa Timur, Sabtu – Minggu (25-26/10/2025), 3 siswa sekolah pimpinan Mediatrix M. Ngantung ini mencatatkan prestasi dengan meraih 1 medali emas dan 2 perunggu.

Mikhael Takalamingan menjadi juara 1 (medali emas) untuk kategori Daeryun Junior Putra Under 51 kg, Jason Makasiahe juara 3 (medali perunggu) kategori Sasangjulgong Double Stik Junior Putra, dan Tristan Makadada juara 2 (medali perunggu) kategori Hosinsul Beregu Putra.

Diketahui, Kejurnas Hapkido Indonesia VIII ini diikuti sekitar enam ratusan atlit dari provinsi-provinsi yang ada di Indonesia termasuk Sulawesi Utara, di mana Takalamingan, Makasiahe dan Makadada menjadi bagian dari perwakilannya.

Kejurnas ini menjadi momentum penting bagi Hapkido Indonesia untuk memperkuat pembinaan atlet dan mempersiapkan mereka menuju kejuaraan internasional serta PON XXIII yang akan dilaksanakan di NTB-NTT tahun 2028. (Fer)

Meimonews.com – Football Club Bank Sulutgo (BSG) berlaga dalam Piala Gala Karya Nasional Tahun 2025 yang digelar di Jakarta, Senin-Minggu (6-12/2025).

Tim yang dimanajeri Nicky Laoh dan pelatih Felix Lasut ini siap selain berpartisipasi dalam iven ini tapi sekaligus juga memberikan hasil yang maksimal.

Sebelum berangkat ke Jakarta, tim dilepas Direktur Kepatuhan BSG Machmud Tutuis.

Sesuai jadual (drawing), Senin (6/10/2025) pagi, tim akan memulai pertandingan pertama berhadapan dengan Teluk Wondama (tim dari Papua Barat.

Untuk pertandingan kedua, Selasa (7/10/2025), Tim BSG akan berhadapan dengan Bakeuda Sambas (Tim dari Kalimantan Barat). (Afer)

Meimonews.com – Setelah melalui proses Musyawarah Provinsi (Musprov) Sulut pada Oktober 2024, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Indonesia (PBSI) Sulawesi Utara Masa Bakti 2024 – 2028 dilantik oleh Pengurus Besar (PB) PSI.

Pelantikan Pengrov baru PSI Sulut tersebut dilakukan Sekretaris Jenderal PB PBSI Ricky Subagja (mewakili Ketua Umum M. Fadil Imran) di Gran Puri Hotel Manado, Sabtu (19/7/2025).

Hadir pada acara yang ditandai penandatangan berita acara pelantikan dan penyerahan pataka organisasi ini antara lain Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulut Jimmy Ringkuangan (mewakili Gubernur Sulut Mayjen Purn. Yulius Selvanus), perwakilan Forkopimda Sulut.

Selain itu, Wakil Ketua Umum KONI Sulut / Staf Khusus Gubernur Christian Youkung, Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, Kadispora Minsel Fibert Raco dan Ketua-ketua PBSI Kabupaten/Kota se-Sulut.

Dalam sambutannya, Ketua Pengprov Sulut Adrian Umboh mengungkapkan rasa bersyukurnya karena boleh dilantiknya Pengrov baru PBSI Sulut, setelah melalui proses Musprov Oktober 2024.

“Tentunya, tanggung jawab yang dipercayakan dengan komitmen bersama, semua pengurus PBSI Sulut akan menjalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Sekjen PB PBSI Ricky Subagja saat membacakan sambutan Ketum PB PBSI Fadil Imran

Beberapa program seperti konsolidasi organisasi di semua tingkatan baik di PBSI Provinsi maupun Kabupeten/Kota dan pelaksanaan Kejuaraan Sulut Open akan terus dilaksanakan.

Tak kalah pentingnya, tambahnya, yang akan diakukan bahkan sementara berjalan adalah peningkatan jumlah atlit di seluruh PBSI.

Ketua Umum Pengrov PBSI Sulut Adrian Umboh ketika memberikan sambutan

Ketua Umum PB PSI dalam sambutannya menjelaskan, acara pelantikan ini merupakan momentum yang penting dalam menjalankan roda organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta Peraturan Organisasi PBSI.

Kemajuan olahraga Bulutangkis saat ini, menurutnya, sudah sangat berkembang dengan pesat, baik secara nasional maupun internasional.

Foto bersama Pengrov PBSI Sulut masa bakti 2024-2028 bersama Sekien PB dan undangan khusus

“Jika kita ingin regenerasi atlet-atlet bulutangkis Indonesia dapat mengimbangi prestasi dari negara-negara lainnya, maka dibutuhkan komitmen dan kerjasama untuk terus membangun organisasi yang solid, dinamis, dan berdaya guna, demi tercapainya visi dan misi yang kita perjuangkan bersama antara Pusat dengan Daerah,” ujar Sekjen membacakan sambutan Ketua Umum PB.

Ia yakin, dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, kita akan mampu mewujudkan harapan-harapan tersebut.

Ditegaskan, sinergi antara Pengurus Pusat dan Pengurus PBSI Sulawesi Utara serta anggota PBSI lainnya adalah kunci keberhasilan kita,” tegasnya seraya menambahkan untuk jangan segan-segan memberikan masukan, kritik yang membangun, serta ide-ide kreatif demi kemajuan organisasi.

Kepada pengurus dan anggota PBSI diajak untuk terus menjaga semangat solidaritas, kejujuran, dan profesionalisme dalam menjalankan roda organisasi.

“Pelantikan ini bukan hanya simbol seremonial, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab besar yang harus kita emban bersama,” sebutnya.

Oleh karenanya, ia mengajak agar sama-sama bekerja keras dan berkontribusi dalam menjalankan tugas-tugas pengurus dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab, membangun organisasi bulutangkis sebagai olahraga yang selalu memberikan kebanggaan dan kegembiraan bagi masyarakat Indonesia, serta mengharumkan nama bangsa dan negara RI yang kita cintai ini.

Sekretaris Pengrov Sulut Donald K. Monintja kepada Meimonews.com, usai pelantikan menjelaskan, pelantikan Pengurus baru PBSI Sulut hasil Musprov Oktober 2024 ini mengacu pada Surat Keputusan PB PBSI Nomor : SKEP/008/PBSI/I/2025 yang ditandatangani Ketum dan Sekjen.

Pengprov PBSI Sulut masa bakti 2024 – 2028 ini, sebutnya, dan ditambahkan Koordinator Bidang Humas Vouke Lontaan, terdiri dari beberapa Penasehat dan Pengawas serta Pengurus Harian dan Bidang – Bidang.

Ketua Umum Adrian Umboh, Ketua Harian Josef Wawolumaya, Ketua 1 – 3 yakni Stvrie Tenda, Allen Kalangi dan Jesse Rico Fernandus, Sekretaris Umum Donald K. Monintja, Wakil Sekretaris Umum Deky Taarugam, Bendahara Umum Reynald Takumangsang dan Wakil Bendahara Umum Dennis Wuisantono.

Pengurus Harian ini dilengkapi Koordinator dan Anggota dari delapan bidang. (elka)

Meimonews.com – Dharma Wanita Persatuan Unima (Universitas Negeri Manado) yang diketuai Jeannet Kumaat mengadakan olahraga bersama, yang rutin dilaksanakan setiap Jumat.

Kali ini, Jumat (18/7/2025), di momen olahraga bersama yang dilaksanakan di kawasan Megamas Manado turut dihadiri Ny. Fauzan, istri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI.

Dari lingkungan Unima, selain pengurus dan anggota Dharma Wanita, dikuti pula oleh Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan beberapa pimpinan Unima lainnya.

Dalam olahraga bersama ini dilakukan jalan sehat dan senam bersama. Suasana keakraban dan kegembiraan terlihat di momen ini.

Ny. Fauzan mengungkapkan, ia sangat senang karena bisa berolahraga bersama di tempat yang indah pemandangannya. “Manado adalah kota yang sangat baik dan indah pemandangannya,” ujarnya. (FA)