Meimonews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank SulutGo (BSG) menggelar edukasi tentang pentingnya menabung kepada ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) di Manado. Kegiatan bertajuk OJK Goes to School ini dilaksanakan di SD Negeri 11 Manado, Rabu (24/7/2024).

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Menabung Indonesia (HMI) tanggal 20 Agustus 2024 ini diikuti lebih dari 300 siswa dari SDN 11, SDN 06, dan SDN 124.

Kepala OJK Sulutenggo Malut Robert Sianipar menjelaslan, edukasi menabung sejak dini sangat penting untuk membangun generasi muda yang melek keuangan dan bijak dalam mengelola keuangan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kebiasaan menabung kepada anak-anak sejak dini. Harapannya, mereka dapat terhindar dari jeratan utang dan mampu merencanakan keuangan mereka dengan baik di masa depan,” ujar Robert.

Direktur Operasional Bank SulutGo Louisa Parengkuan (mewakili Dirut Revino M. pepah), menjelaskan, Bank SulutGo berkomitmen untuk mendukung program edukasi keuangan kepada anak-anak.

“Kami menyediakan berbagai produk dan layanan perbankan yang ramah anak, seperti Simpel (Simpanan Pelajar) dan Tabungan Pelajar. Kami juga aktif menggelar kegiatan edukasi keuangan di sekolah-sekolah,” ujar Louisa.

Dalam kegiatan ini, para siswa mendapatkan materi tentang pentingnya menabung, cara menabung yang efektif, dan manfaat menabung. Mereka juga diajak untuk bermain game edukasi.

Antusiasme para siswa terlihat jelas dari keaktifan mereka dalam mengikuti materi dan bermain game. Mereka juga terlihat antusias saat membuka rekening Simpel dan menabung di Bank SulutGo.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado Steven Tumiwa sangat bangga kegiatan itu digelar di Manado. “Ini memberi dampak positif bagi pendidikan di Kota Manado. Anak-anak memang perlu diberi pemahaman sejak dini manfaat menabung,” ujarTumiwa. (Afer)

Meimonews.com – Bank Indonesia menggelar Urban Economy Digifest 2024 di Hotel Four Pointa Manado, Jumat – Sabtu (19 -20/7/2024).

Kegiatan yang mengusung tema Sinergi Memperkuat Ekonomi dan Keuangan Digital untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan ini dihadiri pejabat pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat umum.

Di momen ini, ada kegiatan penyerahan Kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) oleh Direktur Utama Bank SulutGo, Revino M. Pepah.

Hadir dalam kegiatan ini di antaranya Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf RI, Sekprov Sulut Steve Kepel, Ketua Dekranasda Sulut Ir. Rita Tamuntuan, para Sekretaris Daerah, dan undangan lainnya.

Sebelum acara puncak pada 19-20 Juli ini, telah dilakukan serangkaian kegiatan sejak bulan Juni, di antaranya: Pameran UMKM bekerjasama dengan Pemkab Minut dan Pemkot Manado, Pelatihan pengembangan wiraswasta bekerjasama dengan Dekranasda Sulut.

Business matching pembiayaan UMKM bekerjasama dengan OJK dan perbankan,
Business matching kemitraan UMKM bekerjasama dengan perusahaan ritel Freshmart, Golden, Jumbo, Indomaret, Indogrosir dan Alfamart.

Sosialisasi legalitas usaha bekerjasama dengan DPMPTSP dan Kemenkumham, Pengembangan desa wisata bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Bitung dan Minut, Pembuatan buku wisata (e-book) bawah laut ‘Underwater Paradise of North Sulawesi’ bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan diving center se-Sulut, serta rangkaian kegiatan lomba untuk memeriahkan acara tersebut.

Urban Economy Digifest 2024 merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan digital di Sulawesi Utara.

Kegiatan ini bertujuan pertama, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan digital di masyarakat; kedua, memperkuat sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan digital.

Ketiga, membuka peluang usaha baru dan meningkatkan daya saing UMKM melalui digitalisasi; keempat, mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sulut.

Pada acara puncak Urban Economy Digifest dilakukan selebrasi dan harvesting hasil sinergi Bank Indonesia bersama pemerintah dan stakeholders terkait, berupa Penandatanganan MoU Kemitraan UMKM dan Ritel, Penandatanganan MoU Sinergi perluasan aplikasi penyusunan laporan keuangan UMKM melalui SIAPIK (Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) bersama Perguruan Tinggi.

Penandatanganan Komitmen Percepatan Implementasi Kartu Kredit Pemerintah Daerah oleh 16 Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota se-Sulut, Penandatanganan Komitmen Opsen Pajak Kendaraan Bermotor oleh 16 Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota se-Sulut.

Penyerahan Simbolis Pilot Project Program Pengembangan Desa Wisata Kahuku dan Batuputih Bawah oleh Kemenparekraf
Penyerahan Simbolis Legalitas UMKM kepada PT Perorangan dan HAKI oleh Kemenkumham.

Penyerahan Simbolis Pilot Project Program Hilirisasi UMKM oleh Bank Indonesia, Penyerahan Simbolis Legalitas UMKM oleh Gubernur Sulut, Penyerahan Simbolis KUR UMKM oleh Pimpinan Bank Mandiri, Launching 360º Virtual Tour Kota Manado yang mempromosikan spot destinasi wisata Kota Manado secara virtual pada web http://360.manadokota.go.id/

Launching Buku Underwater Paradise of North Sulawesi yang mempromosikan pesona Bahari Sulut serta Talkshow Ekonomi dan Keuangan Digital bertema Sinergi Memperkuat Ekonomi dan Keuangan Digital untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan dengan narasumber dari Kemenparekraf, Bank Indonesia, Bank Mandiri dan creativepreneur.

Peragaan Busana Wastra Unggulan Sulut juga menjadi bagian dari puncak Urban Economy Digifest, Peragaan busana ini menjadi ajang showcasing busana kreatif dan inovatif hasil pengembangan UMKM Wastra Sulut.

Implementasi KKPD Sulut, Launching KKPD Kabupaten Minahasa Utara dan Penyerahan Kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) oleh Direktur Utama Bank SulutGo, Revino M. Pepah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut Andry Prasmuko, dalam sambutannya mengatakan, Urban Economy Digifest 2024 diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempercepat digitalisasi ekonomi dan keuangan di Sulut.

“Urban Economy Digifest Sulut 2024 juga bertujuan mengakselerasi pengembangan sektor prioritas berdaya saing seperti UMKM berorientasi ekspor, sektor pariwisata dan komoditas unggulan lain dengan sentuhan digitalisasi,” jelasnya. (Afer)

Meimonews.com – Direktur Operasional Bank SulutGo (BSG) Louisa J. Parengkuan memaparkan program Literasi dan Inklusi Keuangan dalam rangka Hari Indonesia Menabung (HIM) dan KEJAR Award 2024.

Pemaparan yang dilakukan, pekan lalu tersebut atas undangan Otoritas Jasa Keungan (OJK).

Di depan para jurnalis ekonomi, Kepala OJK dan Pimpinan Perbankan di Sulawesi Utara, Direktur Operasional BSG Louisa J Parengkuan di dampingi Public Relations Nicky Laoh menyampaikan rangkaian program untuk mendukung program Pemerintah HIM dan KEJAR 2024.

Adapun dalam presentasi tersebut, yang menjadi sasaran target BSG untuk kegiatan literasi dan inklusi Keuangan sepanjang tahun 2024 ini akan difokuskan ke pelajar/mahasiswa, daerah tertinggal dan para penyandang disabilitas.

“Harapan kami, kami dapat mengurangi gap literasi dan inklusi di Sulut yang masih terpaut sekitar 30 persen (indeks Literasi 56 persen, Inklusi 86 persen),’ ujar Direktur Ops BSG. (Afer)

Meimonews.com – Setelah terhenti beberapa saat karena sesuatu hal, parkir berbayar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Optimalkan Daerah Sehatkan Keluarga (ODSK) kembali dioperasikan mulai Minggu (12/3/2023) sore.

Pengoperasian parkir berbayar di rumah sakit Pemerintah Provinsi Sulut itu dilakukan oleh Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Sulut.

Pengoperasian kembali diawali ibadah singkat yang dihadiri Direksi PD Pembangunan Sulut yakni Frangky Paat (Direktur Utama), Olvie Atteng (Direktur Perencanaan dan Keuangan) dan Eddy Sepang (Direktur Operasional) serta jajaran staf seperti Sonny Runtuwene (Manager Operasional) dan Voura Kumendong (Manager Perencanaan).

Kepada Meimonews.com,  Senin (13/3/2023), Atteng menjelaskan, pengoperasional parkir di RSUD ODSK kali ini llangsung dikelola PD Pembangunan Sulut dari sebelumnya bekerjasama dengan pihak ketiga. Sistem perparkiran yang dipakai sekarang adalah Mainless Park.

Terkait dengan biaya parkir bagi pengendara yang masuk di kompleks rumah sakit, Runtuwene menjelaskan, untuk 8 menit tidak dipungut biaya alias gratis. Untuk 1-2 jam, kendaraan roda empat dikenakan tarif sebesar Rp. 4.000 sedang kendaraan roda dua Rp. 3.000

Untuk 8-24 jam, dikenakan  tarif sebesar Rp. 10.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp. 8.000 untuk kendaraan roda dua. “Khusus untuk kategori menginap, dikenakan biaya sebesar Rp. 50.000 untuk roda empat.sedang roda dua Rp.25.000.

Runtuwene yang ditemui di Kompleks RSUD ODSK mengungkapkan, pada masa ujicoba ini, perkiraan anggaran yang masuk berkisar Rp. 15-20 juta.

Dijelaskan pula bahwa selain di RSUD ODSK, PD Pembangunan Sulut mengelola pula parkir yang ada di RSUD Manembo-nembo Bitung, yang mulai dioperasionalkan pada 1 Maret 2023.

Cuma, sistem yang dipakai adalah sistem manual memakai karcis, yang nantinya akan dikembangkan dengan menggunakan sistem Mainless Park. (Fer)

Meimonews.com – Meski di tengah pandemi covid-19, Generasi Baru Indonesia Sulawesi Utara bersama Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara melaksanakan sosialisasi Urban Farming dalam rangka menyambut Word Water Day (WWD).

Kegiatan yang dilakukan adalah pengenalan Urban Farming, dengan mengenal cara bercocok tanam secara hidroponik. Kegiatan dilakukan di Panti Asuhan dr. Lucas, Karombasan, Selasa (16/3/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri pihak Bank Indonesia yang juga menjadi pembina dari Generasi Baru Indonesia, perwakilan dari generasi baru Indonesia, dengan pemateri konsultan hidroponik ranoponik.id, dan juga dari pengelola/pengasuh dari panti asuhan dr. Lucas, Karombasan.

Kegiatan yang dilakukan GenBI Sulut dalam rangka WWD ini tentu menjadi pertanda bahwa kaum milenial sudah memiliki kepedulian tinggi dan mampu menjadi pengantar pesan kepada masyarakat akan pentingnya air sebagai sumber kehidupan sekaligus pemanfaatan air yang lebih sedikit dari pertanian konvensional, menjadi bentuk penghargaan terhadap air melalui hidroponik.

“Pihak Bank Indonesia Sulut berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan dan tersebar luas bagi masyarakat Sulut khususnya yang tinggal di wilayah Manado,” ujar Glen Tielung, fasilitator kegiatan kepada Meimonews.com di Manado, Rabu (17/3/2021).

Hidroponik telah dikenal baik di Indonesia maupun dunia internasional sebagai metode bertani yang mampu mendorong pertumbuhan tanaman dan hemat air.

Kekurangan lahan perkotaan dan terbatasnya air menjadi pilihan efektifnya hidroponik dibandingkan bertani secara konvensional oleh para petani milenial. Keinginan untuk mengkonsumsi tanaman sehatpun menguatkan semangat para peserta pelatihan ini.

Kegiatan Divisi Social and Community Development GenBI Sulawesi Utara yang didukung penuh oleh Bank Indonesia akan mendampingi anak-anak Panti Asuhan dr. J. Lucas mulai dari pengenalan, proses tanam hingga panen hasil pertanian Hidroponik ini.

Menurut Weski Putra Pratama (Manager Unit Kehumasan Bank Indonesia Kpw Sulut, Bank Indonesia Sulut turut mendukung sekaligus berbangga atas terselenggaranya kegiatan GenBI Sulut di Panti Asuhan dr. J. Lucas melalui gerakan Urban Farming Bersama Generasi Milenial dengan tema Jangan Malu jadi Petani.

Gerakan ini diharapkan mampu memberikan motivasi dan dorongan terhadap anak-anak Panti Asuhan dr. J. Lucas untuk menggiatkan pertanian di perkotaan melalui penanaman tanaman dengan metode hidroponik.

Pengalaman di kota-kota lain di Indonesia yang telah lebih dahulu melaksanakan pertanian urban juga membuktikan bahwa usaha berbasis tanaman hidroponik mampu memberikan penghasilan bagi petani sekaligus mendukung swadaya pangan di lingkungan sekitar.

Ketua Divisi Social and Community Development Generasi Baru Indonesia Serjio Saeh menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja dari Generasi Baru Indonesia, dan juga menyambut WWD dengan kegiatan Urban Farming berbasis tanaman hidroponik,

“Kegiatan tersebut mengajak seluruh masyarakan khusunya para kaum milenial untuk tetap aktif d itengah pandemi, dan juga agar kiranya mereka mampu menghasilkan bahan pangan yang mampu dikonsumsi sendiri atau dijual,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, melalui menanam melalui hidroponik dapat memanfaatkan air sebagai media utama. Konsep kegiatan tersebut juga yakni melakukan perkenalan hidroponik, melakukan pendampingan serta sampai proses panen. (af)

Meimonews.com – Pihak Bank Indonesia (BI) Sulut melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut Olvie Atteng di dampingi Kepala Bidang Pajak dan Kepala Bidang Retribusi LLP Ocvy Leke untuk membahas Surat Keputusan Pembentukan TP2DD.

Pertemuan yang dilakukan di ruang kerja Kepala Bapenda Sulut berlangsung ,Jumat (19/2/2021).

Dari pihak BI hadir Ahmadi Rahman (Kepala Tim Implementasi Kebijakan SP-PUR), Sirtalya J. Rando (Manajer Fungsi Implementasi Kebijakan SP) dan Nanda Perdana (Asisten Manajer Fungsi Implementasi Kebijakan SP).

Kepala Bapenda Sulut akan merevisi Draft SK TP2DD (Tim Perceoatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) untuk disesuaikan dengan kesiapan SKPD yang terlibat, dalam mendukung program Gubernur untuk percepatan digitalisasi di Provinsi Sulawesi Utara.

“Rencananya, TP2DD akan mulai disosialisasikan pada 5 April 2021,” ujar Kepala Bapenda Sulut Olvie Atteng

Pembentukan TP2DD ini untuk mempercepat proses pembayaran Pajak dan Retribusi Daerah dengan transaksi berbasis digital yang akan diberlakukan baik bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara maupun Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Utara.

“Langkah ini diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan pembayaran Pajak dan Retribusi Daerah secara digital,” jelas Atteng. (lk)

Meimonews.com – Pendapatan daerah (Patda) Sulut tahun 2020 memang tidak mencapai 100 persen bahkan lebih, halmana disebabkan sejumlah permasalahan/kendala yang ada termasuk pandemic Covid-19. Olehnya, Bapenda Sulut menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk mengatasi/menanggulangi masalah/kendala yang ada.

Menurut Kepala Bapenda Sulut Olvie Atteng, ada enam permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam upaya pencapaian target penerimaan patda tersebut.

Pertama, regulasi yang belum jelas mengenai pajak alat berat sehingga terkendala bagi aparatut penagih pajak untuk memungut pajak alat berat terhadap wajib pajak. Kedua, dana bagi hasil dari Pemerintah Pusat yang terkadang terhambat dipenuhi kepada Pemerintah Daerah, apalagi terkait dengan dana bagi hasil sumber daya alam, serta realisasi pajak yang lebih kecil dari target.

Ketiga, belum memadainya jumlah personal pada UP5D-PPD pembantu serta belum ada keseragaman pemahaman pegawai mengenai pengelolaan keuangan dan pajak daerah.

Keempat, masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak kendaraan, terutama di saat masyarakat diperhadapkan dengan dampak pandemic Covid-19, yang mengakibatkan penerimaan pendapatan masyarakat menurun sehingga kecenderungan pengalihan pembiayaan dialihkan untuk kebutuhan perlindungan kesehatan.

Kelima, relatif masih kurangnya pemahaman dan kesadaran masyaralat tentang kewajiban membayar pajak daerah dan retribusi daerah, bahkan masih banyak yang menghindari kewajiban pajak daerah/retribusi daerah.

“Keenan, belum berjalan dengan baik koordinasi antarinstansi terkait dan juga Pemerintah Kabupaten/Kota dalam mensuport upaya optimalisasi PAD,” ujar Atteng kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (1/2/2021)

Untuk mengatasi/menanggulangi masalah/kendala tersebut, Bapenda Sulut menyiapkan langkah-langkah antisipasi. “Setidaknya, ada sebelas langkah antisipasi yang akan dilakukan,” ujar Atteng dan ditambahkan Sekretaris Bapenda Sulut Conny Kuhon, saat ditemui terpisah.

Langkah antisipasi tersebut, jelas Kuhon adalah pertama, efektifitas dan efisiensi pelayanan dengan beroperasinya Samsat online, Sambalados, penggunaan mesin electronic data capture (EDC), pelayanan Samsat Malam Minggu penambahan gerai pelayanan di semua kantor kas BSG di Sulut tahun 2020, yang diharapkan lebih memudahkan wajib pajak kendaraan bermotor untuk membayar pajak agar peningkatan pendapatan dari sektor pajak lebih optimal.

Kedua, menerapkan Pergub No. 33 tahun 2020 tentang Pemberian Keringanan dan Pengurangan Pokok serta Pembebasan Denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) yang berlaku sejak 19 September – 31 Desember 2020

Ketiga, melengkapi sarana dan prasarana/fasilitas pelayanan termasuk menyeragamkan prototipe Samsat, menyederhanakan sistem dan prosedur pelayanan serta melaksanakan bimbingan teknis peningkatan kapasitas aparatur pelayanan pajak dengan berpedoman pada peraturan perpajakan yang berlaku dan prinsip-prinsip pelayanan prima.

Keempat, menambah fasilitas-fasilitas pelayanan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kelima, mempercepat penambahan/pemekaran unit pelayanan di wilayah Kabupaten/Kota yang potensial.

Keenan, mengintensifkan pelatihan/pembinaan teknis pendataan dan penagihan pajak bagi aparat pemungut/calon pemungut pajak daerah dan retribusi daerah. Ketujuh, melaksanakan rasionalisasi pegawai untuk memenuhi kebutuhan jumlah dan kapasitas aparatur dalam rangka peningkatan pelayanan.

Kedelapan, meningkatkan kerjasama dengan Pemerintah Daerah di Kabupaten/Kota hingga ke tingkat Kecamatan dan Desa/Kelurahan dalam rangka sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban membayar pajak daerah dan retribusi daerah.

Kesembilan, meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan instansi pemungut dan instansi teknis terkait lainnya guna mengintensifkan penerimaan/pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah serta upaya untuk menjaring para penunggak pajak daerah dan retribusi daerah.

Kesepuluh, terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan pihak Kantor Pajak Sulutenggo, Pemerintah Kabupaten/Kota dan PT Bank Sulut dalam rangka kerjasama pembukaan pelayanan kas di semua UPTD-PPD/Samsat. Kesebelas, melakukan penyesuaian tarif retribusi yang diatur melalui perubahan peraturan daerah tentang retribusi daerah. (lk)

Meimonews.com – Pemprov Sulut melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut kembali memperpanjang program keringanan tunggakan pajak dan pembebasan denda serta pengurangan biaya bea balik nama kendaraan sampai dengan 100 persen.

Kepala Bapenda Sulut, Olvie Atteng menhelaskan, perpanjangan program relaksasi pajak kendaraan tersebut atas arahan langsung dari Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut, karena peduli dan untuk meringankan beban masyarakat Sulut di masa pandemi covid-19. 

“Keringanan pajak kendaraan ini berlaku buat kendaraan pribadi dan perusahaan, di mana pokok denda yang menunggak diberi keringanan dari 50 – 100 persen dan pembebasan sanksi administratf PKB,  serta BBNKB 50-100 persen,” kata Atteng kepada meimonews.com di Manado, Rabu (2/9/2020).

Kepala Bidang Pajak Daerah Jun Silangen menambahkan, respons masyarakat masih sangat berharap dengan adanya perpanjangan program keringanan ini.

“Semoga kebijakan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dan membawa banyak manfaat bagi masyarakat Sulawesi Utara,” ujar Silangen.

Baik Atteng maupun Silangen berharap program ini segera dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Untuk iinformasi lebih lanjut, disilahkan menghubungi Kantor Samsat setempat atau dapat hubungi melalui Tlp/WA di 08114371069 (Humas), 081356544091 (Kepala Bapenda), 082343329089 (Bid. Pajak) . (lk)

Meimonews.com – Pandemi covid-19 sungguh berpengaruh besar terhadap sendi-sendi kehidupan termasuk bidang perekonian. Pendapatan masyarakat berkurang, pembayaran terhadap pajak pun mengalami gangguan.

Berdasarkan data yang ada di Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Sulawesi Utara, hingga pertengahan Agustus ini, PAD (pendapatan asli daerah) baru mencapai 51 persen dari target PAD tahun ini.

Walau demikian, Bapenda Sulut di bawah kepemimpinan Olvie Atteng terus menggenjot PAD di masa Pandemi Covid-19 ini. “Capaian PAD baru demikian karena adanya pandemi. Beberapa bulan belakangan ini sangat berpengaruh pada capaian,” jelas Atteng kepada wartawan usai memimpin rapat dengan seluruh jajaran Bapenda Sulut, baru-baru.

Wanita tangguh ini bersama jajarannya tetap semangat mengejar PAD, walaupun pandemi belum berakhir.

Pihaknya akan terus mencari hingga Desember nanti. ”Mudah-mudahan semangat yang ada di seluruh staf dan pegawai Bapenda tidak pudar. Semangat kemerdekaan ini menjadi momentum untuk lebih bersemangat,” tegasnya.

Pejabat murah senyum ini pun mengurai berbagai upaya siap dilakukan selama lima bulan ke depan. “Kami akan melakukan penelusuran, intestitasnya lebih lagi karena torang sudah lewat saat covid kemarin,” ujarnya bersifat tekad.

Upaya lainnya adalah melakukan labelling. Bahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera turun ke tempat-tempat keramaian, seperti Megamall dan Manado Town Square. “Khan pusat-pusat berbelanjaan sudah mulai dibuka. Itu target kita,” ujarnya.

Berkaitan dengan upaya menggenjot PAD, pihaknya senantiasa melakukan evaluasi terhadap kinerja jajarannya. “Kinerjanya selalu dievaluasi dan kami akan lakukan dorongan lebih konkrit di lapangan, di antaranya door to door,” sebutnya.

Ketua IKA Smansa 81 Manado ini berharap pandemi segera berakhir agar pihaknya lebih ‘berani’ dalam melakukan penelusuran. “Kalau tidak ada pandemi kami yakin bisa tembus target 100 persen. Tapi kalau masih kami berusaha di atas 75 persen,” tekadnya. (lk)