Meimonews.com – Sebuah buku berjudul Mendidik Dengan Hati karya Drs. El Constantinus, BA, M.Si yang adalah mantan guru SMA Negeri 1 Manado siap diluncurkan.

Buku setebal 184 halaman ini rencanananya dicetak sebanyak 700 buku, yang hasil jualnya akan didediiasikan ke mantan guru-guru SMA Negeri 1 Manado.

“Buku ini akan diluncurkan pertama pada acara Natal Alumando di Jakarta, Sabtu (24/1/2026) dan kedua pada acara Paskah Rukun Keluarga Guru dan Mantan Tata Usaha (RKGTU) SMA Negeri 1 Manado pada April 2026” ujar El kepada Meimonews.com via telefon, Minggu (18/1/2026).

Buku ini berisikan refleksi atas pengalaman-pengalaman inspiratif bersama siswa dan alumni SMA Negeri 1 Manado.

Ada tujuh bab yang ditulis pria kelahiran Semawi, Kei Kecil pada 15 Mei 1953. Ketujuh bab tersebut adalah pertama, Menjadi guru di SMA Negeri 1 Manado. Kedua, Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas 2007 – 2013. Ketiga, Kunjungan ke universitas, wisata pendidikan dan pentas seni.

Keempat, Sambutan hangat alumni. Kelima, Menjadi guru inspiratif. Keenam, Rukun Keluarga Mantan Guru dan Tata Usaha SMA Negeri 1 Manado. Ketujuh, Apa kata mereka! Kedelapan, Testimoni.

Dalam Kata Pengantarnya, penulis mengungkapkan, panggilan untuk mendidik di lembaga pendidikan ternama, SMA Negeri 1 Manado yang terletak di Jl. Pramuka 102, Manado, 42 tahun lalu merupakan suatu kesempatan emas baginya untuk mengaktualiasi kompetensi, kapabilitas dan kapasitas dalam mendidik para siswa yang dipercayakan kepadanya.

Panggilan tersebut memuat keluhuran karena menyangkut tugas mulia mempersiapkan generasi muda menyusun dan mewujudkan visi masa depan.

Sebagaimana hakekat dari pendidikan yakni “membawa atau mengantar” para anak didik keluar dari ketidaktahuan atau membantu mereka agar sedapat mungkin
mengembangkan semua potensi diri mereka sampai ke tingkat tertinggi maka panggilan
sebagai pendidik menjadi jauh lebih berat dari profesi lain mana pun.

Berbicara tentang pendidikan berarti kita tidak hanya berurusan dengan peningkatan kemampuan kognitif para anak didik tetapi terutama pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai dan pengembangan
kepribadian anak didik dalam etika dan tata krama.

Yang menarik ialah sebagai pendidik,
penulis berhadapan dengan manusia, sosok-sosok yang saling berbeda dalam hal bakat, minat, talenta, potensi dan karakternya.

Dalam mengelola keberagaman para siswa penulis berpendapat bahwa kiat yang
paling efektif ialah mendidik dengan hati, mendekati mereka sebagai person, individu dengan keunikannya, mendengarkan suka duka mereka dan turut merasakan pergumulan-pergumulan mereka.

Dalam rentang waktu 30 tahun mendidik para siswa di SMA Negeri 1 Manado, ia berusaha memahami kepribadian setiap siswa kendati jumlah siswa di SMA Negeri 1 sepanjang sekitar 30 tahun penulis mengajar seringkali “over capacity”, minimal 40 siswa setiap kelas.

Dalam kondisi sekolah dengan jumlah siswa per satu tahun ajaran minimal 1500 siswa maka penulis harus bisa mendedikasikan diri seoptimal mungkin dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran.

Termotivasi pula oleh akumulasi pengalaman berinteraksi dengan ribuan subyek didik, bergaul akrab dengan rekan-rekan guru, berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan dan secara khusus terinspirasi oleh para alumni yang bukan hanya sukses mewujudkan mimpi mereka tetapi sungguh mencerminkan kehidupan yang bermakna dan kontributif kepadakalian masyarakat maka penulis bertekad untuk menulis “memoir” ini dengan harapan bisa menjadi sumber inspirasi bagi para pendidik muda di SMA Negeri 1 Manado dan pihak-pihak lain yang dapat mengambil manfaatnya.

“Memoir” ini ditulisnya dengan mengacu pada pengalaman sebagai pendidik selama
sekitar 30 tahun di SMA Negeri 1 Manado.

Tulisan ini tidak sekedar menyajikan fakta dan beberapa momen penting tetapi juga memaparkan suasana batiniah, relasi akrab, komunikasi dan interaksi yang intense dengan para siswa maupun rekan guru.

Dan, tentu saja, peran penulis sebagai pendidik yang secara konsisten berupaya memotivasi dan menginspirasi para siswa agar kelak bisa menjadi alumni yang mampu memaknai dan memberi makna atas masa menerima pendidikan di SMA Negeri 1 Manado dan mampu berkontribusi secara signifikan kepada masyarakat sehingga pada gilirannya mengharumkan nama Alma Mater.

“Memoir” ini tidak akan berwujud buku dan menjadi kenyataan kalau tidak mendapat
dukungan riil dari para alumni yang telah bersedia memberikan testimoninya yang begitu indah, menyentuh dan menginspirasi (cf. BAB VIII Testimoni para alumni).

Tidak kalah menarik dan mengesankan ialah kesan dan pesan dari beberapa mitra, para orang tua dan rekan guru yang menulis dengan tulus pesan dan kesan indah mereka (cf. BAB VII Apa kata mereka).

Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang tulus dan apresiasi yang tinggi
kepada para kontributor/alumni yang telah memberikan testimoninya. Mantan yuri Lomba Debat Bahasa Inggris tahunan antar SMA se-Indonesia dari 2002-2008 ini lantas menyebut nama-nama mereka.

Penulis juga mengapresiasi dengan kasih dan rasa hormat kepada para mitra, para orang tua dan rekan guru yang telah menyampaikan kesan dan pesan mereka sebagai afirmasi dan peneguhan bagi penulis dalam mendidik dengan hati. Ia pun menyebutkan nama-nama mereka.

“Last but not the least”, buku ini penulis dedikasikan kepada keluarga kecil penulis, istri terkasih Greety Lembong, putri tercinta Angel bersama menantu Azaryo dan kedua cucu tercinta Chantal dan Charlene. Terima kasih untuk kasih sayang dan pengorbanan kalian.

El menjelaskan, memoir ini merupakan refleksi atas akumulasi pengalaman-pengalaman inspiratif penulis dalam proses mendidik dengan hati yang diperkaya oleh perjumpaan yang menyentuh dan bermakna dengan para siswa, alumni SMA Negeri 1 Manado dan para pemangku kepentingan.

“Banyak sekali momen, kesempatan, peristiwa dalam komunikasi dan interaksi baik di ruang kelas, maupun di luar ruang kelas yang memperkaya wawasan dan pengalaman penulis yang dapat direkam dalam memoir ini walaupun tidak semua,” ujar El yang adalah juga mantan pengajar Bahasa Inggris di SMA Katolik Rex Mundi Manado 2001-2007 dan 2013-2019,

Penulis berharap “memoir” ini dapat menjadi salah satu acuan inspiratif dan edukatif bagi rekan-rekan guru yunior, para siswa SMA Negeri 1 Manado terutama “gen Z” dalam menapaki masa depannya.

Harapan yang sama juga ditujukan kepada para alumni, kiranya memoir ini dapat menjadi cermin kebanggaan terhadap Alma Mater. (Lexie)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) menggelar Literasi pengendalisn internal dan strategi anti Fraud di Ballroom Lantai 9 Kantor Pusat Bank SulutGo (BSG), Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BSG dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan memperkuat pengawasan internal di seluruh lini bisnis.

Literaa ini menghadirkan pakar yang sangat berpengalaman di industri keuangan yakni Beston Panjaitan

Sebagai mantan Pejabat Pengawas Perbankan OJK Pusat, Beston membedah secara mendalam mengenai pola-pola mitigasi risiko serta pentingnya sistem pengendalian internal yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan modus kejahatan perbankan terkini.

Direktur Utama BSG Revino M.Pepah menegaskan, kepercayaan nasabah adalah fondasi utama perbankan. Pengendalian internal bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, melainkan budaya kerja yang harus mendarah daging di setiap insan BSG.

“Kita harus memiliki zero tolerance terhadap segala bentuk kecurangan,” tegas Revino yang juga menjadi pembicara utama.

Puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah penandatanganan Pakta Integritas Anti Fraud secara kolektif yang dilakukan oleh seluruh Branch Manager (Pemimpin Cabang) dan Sub Branch Manager (Pemimpin Cabang Pembantu) BSG.

Penandatanganan ini disaksikan oleh jajaran direksi dan narasumber, menandakan komitmen hitam di atas putih para pimpinan cabang untuk menjaga wilayah kerja mereka dari praktik-praktik yang merugikan perusahaan maupun nasabah.

Dengan adanya literasi ini diharapkan seluruh jajaran pimpinan di tingkat cabang mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah potensi fraud, sekaligus memastikan operasional bank berjalan sesuai dengan standar etika dan hukum yang berlaku.

Kegiatan ini diwanai pula dengan sesi diskusi interaktif, di mana para pemimpin cabang berkonsultasi langsung dengan Beston terkait tantangan riil pengendalian internal di lapangan. (elka)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengadakan Ibadah Natal Yesus Kristus Tahun 2025 di Auditorium Unsrat Manado, Rabu (14/1/2026).

Ibadah yang dipimpin Wakil Ketua BPMS Sinode GMIM Pdt. Djefry Saisab sementara Doa oleh Pastor Dismas Saletia Pr ini dihadiri pimpinan baik tingkat iniversitas maupun fakultas, Pimpinan Dharma Wanita Unsrat, sivitas akademika Unsrat dan para undangan lainnya.

Kegiatan yang diketuai Billy Johnson Kepel (Dekan Fakultas Kedokteran) ini mengangkat tema Ketaatan membawa sukacita.(Yoh 15 : 10-11).

Tema ini, menurut Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, mengingatkan kita bahwa ketaatan kepada Tuhan bukanlah beban melainkan jalan menuju sukcuta sejati. “Jikalau kamu menuruti peribtahKu, kamu akan tinggal di dalan kasihKu. Supaya sukacitaKu ada di dalan kamu dan sukacitanu menjadi penuh,” ujar Rektor mengutip kitab Yohnes.

Dalam konteks perguruan tinggi, sebut Rektor dalam sambutannya, ketaatan berarti kesetiaan kita pada visi, misi dan tanggung jawab akademik yang telah dipercayakan.

Visi Unsrat yakni Unsrat unggul dan berbudaya berstandar internasional, yang mencerninkan komitmen untuk menjadi univertas berkualitaa dunia namun tetap menjunjung nilai budaya lokal.

Dikemukakan, strategi yang dirunuskan mencakup peningkatan mutiu lulusan, penguatan kapasitas dosen dan tenaga kependudikan, pengembangan kurikulum betbasis capaian pembelajaran serta reformasi tata kelola kinerja.

“Semua iini hanya dapat terwujud melalui ketaatan yang konsiste dari sekuruh sivitas akademika,” tandasnya.

Dijelaskan, dosen yang taat pada panggilan akademik dengan mengajar, meneliti dan mengabdi secara konsisten akan menghadirkan sukacita berupa ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarajat.

Tenaga kelendidikan yang taat pada tugas pelayanan administratif dengan integritas dan profesionalisme akan menghadirkan sukacita berupa tata kelola yang transparan dan efisien.

Mahasiswa yang taat pada proses pembelajaran dengan disiplin, kreativitas dan semangat inovasi akan merasakan sukacita berupa prestasi dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Rektor lantas mengutip Kolose 3 : 23, segala sesuatu yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti ujtuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Rektor menegaskan, ketaatan ini juga sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sians dan Teknologi (Kemeiktisaintek) melalui program Diksaintek Berdampak yang menekankan riset dan inovasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Unsrat berkomitmen menghadirkan karya yang berdampak baik melalui penelitian, pengabdian kepada masyrakat maupun inovasi tepat guna,” ujar Rektor.

Rektor mengajak untuk menjadikan perayaan Natal ini sebagai momentum untuk memperkuat ketaatan keoqasa Tuhan dan panggilan kebangsaan melalui pendudikan tinggi. Dengan ketaatan itu, sukacita Natal akan nyata hadir di tengah keluarga besar Unsrat dan masyarakat luas,

Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus yang diwakili Plt. Kepala Balitbangda Sulut Novita Lumintang dalam sambutannya menegaskan, ketaatan bukanlah beban, melainkan wujud iman dan kepercayaan kepada Tuhan, yang pada akhirnya menghasilkan damai dan sukacita yang tidak bergantung pada situasi dan keadaan.

Menurut Gubernur, dalam kehidupan konteks akademik, ketaatan tercermin dalam komitmen untuk menjunjung tinggi integritas, kejujuran ilmiah, etika akademik, serta tanggung jawab moral dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. (FA)

Meimonews.com – Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima Aldjon Nixon Dapa menegaskan, jadual dan daftar hadir penguji Seminar Hasil Penelitian Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIPP yang mencantumkan nama oknum dosen berinisial DM sebagai dosen penguji merupakan jadual ujian lama yang disusun sebelum status DM dinonaktifkan oleh pihak Unima.

“Jadual dan daftar hadir yang beredar tersebut adalah jadual ujian lama yang disusun sebelum status DM dinonaktifkan oleh pimpinan Unima,” ujarnya kepada Meimonews.com via telefon, Rabu (14/1/2026).

Unima juga telah memberikan klarifikasi terkait beredarnya di media sosial tentang dokumen jadual dan daftar hadir yang ada nama DM, yang menjadi polemik publik.

Unima pimpian Joseph Philip Kambey menegaskan komitmennya untuk menjalankan proses akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta memastikan seluruh kebijakan institusi dijalankan secara transparan dan akuntabel

“Dokumen yang beredar di media sosial itu adalah jadual dan daftar hadir penguji yang masih mencantumkan nama DM berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan pada 24 Desember 2025,” ujar Dapa.

Dijelaskan, berdasarkan SK tersebut, pelaksanaan ujian dibatasi hanya untuk lima mahasiswa. Ujian sejatinya dijadualkan berlangsung pada 25 Desember 2025, sehari setelah SK diterbitkan. Namun, pelaksanaannya ditunda karena bertepatan dengan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Dengan dimulainya kembali aktivitas akademik pada awal Januari 2026, Rektor Unima mengeluarkan Surat Edaran tentang penyesuaian pelaksanaan ujian. Dari lima mahasiswa yang semula dijadualkan mengikuti ujian, hanya tiga mahasiswa yang diizinkan melanjutkan proses akademik.

“Pada hari kerja pertama, 5 Januari 2026, dilakukan revisi terhadap SK ujian. Dalam revisi tersebut, nama DM diganti dengan pimpinan Prodi PGSD karena yang bersangkutan telah dinonaktifkan sebagai dosen Unima dan tidak lagi diperkenankan terlibat dalam aktivitas akademik maupun berada di lingkungan kampus,” kata Aldjon.

Pelaksanaan ujian pada 12 Januari 2026, sebutnya, telah sepenuhnya menyesuaikan dengan SK revisi dan tidak melibatkan DM dalam bentuk apa pun.

Hal senada disampaikan salah satu mahasiswa Prodi PGSD FIPP Unima I Kadek Aryodana, yang namanya tercantum dalam SK ujian tersebut dan diketahui merupakan mahasiswa bimbingan akademik DM.

“Saya adalah mahasiswa yang tercantum dalam SK ujian itu. DM memang dosen pembimbing akademik saya, tetapi yang bersangkutan sudah dinonaktifkan dan tidak diperbolehkan hadir di lingkungan kampus,” ujar Kadek melalui pernyataan di media sosial.

Dijelaskan, proses administrasi ujian telah berjalan jauh sebelum kasus yang menjerat DM mencuat ke publik. SK ujian diproses sebelum peristiwa tersebut dan baru terbit pada Jumat (5/1/2026), sementara pelaksanaan ujian berlangsung pada Senin (12/1/2026).

“Pada saat ujian dilaksanakan, DM sudah digantikan oleh Koordinator Program Studi PGSD sebagai penguji. Karena itu, informasi yang menyebut DM masih terlibat dalam ujian tersebut tidak benar,” tegasnya.

Kadek juga mengimbau masyarakat, khususnya warganet, agar lebih bijak dalam menyebarkan informasi di media sosial. “Jangan menyebarkan informasi jika belum mengetahui kebenarannya. Mari bersikap bijak dalam bermedia sosial,” ujarnya.

Diketahui, DM adalah oknum dosen Unima yang diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap EM, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Unima (telah meninggal dunia), yang kasusnya sementara berproses hukum. (FA)

Meimonews.com – Setidaknya, ada (6) lembaga yang telah memberikan dukungan kepada Dr. Frits Herman Pangemanan, M.Sc untuk menjadi Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Filipina.

Keenam lembaga tersebut menilai bahwa pria kelahiran Manado, 19 Oktober 1956 ini pantas dan layak untuk menduduki jabatan perwakilan pimpinan di negara tetangga Indonesia ini.

Penilaian tersebut dilatarbelakangi rekam jajak positif dari suami Johana Mantiri, SE dengan dua orang anak (Camellia Maria Pangemanan, MD dan Johanes Prajogo Pangemanan ini.

Dukungan tersebut dibuat dan ditujukan pimpinan keenam lembaga tersebut kepada Presiden RI Prabowo Subiiyanto.

Frits Herman Pangemanan (memegang buku) saat bertemu dengan Ketua KWI/Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin

Keenam lembaga tersebut adalsh Asian Social Institute, Tebtebba (Indigennous People’s International Centre for Policy Research and Education dan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Sulawesi Utara.

Selain itu, Keuskupan Aging Merauke, Keuskupan Amboina dan Keiskupan Manado.

Sejumah tokoh masyarakat di Indonesia juga menyuport mitra kerja Drs. Sinyo Harry Sarundayang (mantan Gubernur Sulut) ketika menjadi Dubes Indonesia untuk Filipina.

Bersama Ketua PWI Sulut Voucke Lontaan (kemeja putih)

Mereka di antaranya, Ketua KWI/Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Letjen TNI Purn. Agum Gumelar (mantan Gubernur Lemhannas).

Selain itu, tokoh Kawanua Minahasa Mayjen TNI Purn. Glenny Kairupan, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Angelica Tengker, dan Patris Rumbayan (ibu dari Letkol Teddy Indra Wijaya. (Lexie)

Meimonews.com – Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksamana Madya Amarullah Octavian dan Tim berkunjung ke Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Jumat (9/1/2026).

Waka BRIN dan tim diterima Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie di dampingi Wakil-wakil Rektor dan tim di Ruang Rapat Rektorat.

Dalam pertemuan ini didiskusikan soal penguatan kemitraan infrastruktur riset dan inovasi.

Rektor Unsrat dalam sambutannya mengatakan, diskusi ini sangat strategis, karena kita semua memahami bahwa daya saing perguruan tinggi dan bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan membangun ekosistem riset mulai dari infrastruktur, talenta, kolaborasi hingga hilirisasi inovasi. (FA)

Meimonews.com – Sejak tahun 1996 hingga 2025, sudah 20-an buku dihadirkan DR. Frits Herman Pangemanan, M.Sc baik yang ditulis sendiri maupun bersama beberapa rekan penulis.

“Sampai saat ini, sudah 20-an buku yang saya buat, baik secara pribadi maupun ada beberapa bersama teman,” ujar Frits dalam percakapan dengan Meimonews.com via telefon, Sabtu (9/1/2026).

Ada lima buka yang dibuat pria kelahiran Manado, 19 Oktober 1956 ini di awal tahun-tahun dalam karyanya sebagai penulis yakni dari tahun 1996 hingga 1999.

Buku pertama yang dihadirkan berjudul Sejarah Perrtambangsn Minyak Indonesia. Buku yang diterbitkan Majalah Uang & Efek Jakarta pada Oktober 1996 ini ditulisnya bersama dua teman wartawan.

Buku yang kedua ditulis secara penuh (dengan hanya 1 artikel diambahan sebagai sumbangan dari seorang kawan wartawan Budi Purnomo) berjudul Panorama Bursa Jiran: Dari Malaysia Hingga Singapura – Dialog Persahabatan AEI (Asosiasi Emiten Indonesia) (Jakarta: Penerbit Grafika Sacra, terbitan November 1997).

 

Buku ketiga adalah Mengapa Harus Reksa Dana? (Jakarta: Majalah Uang & Efek, terbitan Desember 1997 — Co-Author).

Buku keempat berjudul Tragedi Peradaban: Refleksi Kehidupan Sosial (Jakarta: Grasindo & Hati Baru, terbit Maret 1999).

Buku kelima berjudul Mencinta Hingga Terluka: Refleksi Peradaban Cinta (Jakarta: Grasindo & Hati Baru, terbit Maret 1999).

Penulis lepas buk dan publikask Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manilia (Filipina yang dijagokan menjadi Duta Besar RI untuk Filipina ini lantas menjelaskan buku-buku lainnya yang dihasilkan hingga tahun 2025.

Di antara lebih dua puluh karya publikasi bukunya di dalam maupun luar negeri, tersaji di sini panorama karya ilmiah bukunya. Di antaranya, pertama, A Short History of Indonesia: Land, People, and Society (Manila dan Yogyakarta: Kedutaan Besar Republik Indonesia Manila dan Penerbit Pohon Cahaya, Edisi-1 2019 dan Edisi-2 2024).

Kedua, Melihat dari Dekat Sistem Pendidikan Filipina (Manila dan Yogyakarta: Kedutaan Besar Republik Indonesia Manila dan Penerbit Pohon Cahaya, 2024). Ketiga, Sun-Shattering Mythology of Tanimbar, Indonesia – A Transformative Journey To Humanity (Manila: The Asian Social Institute, 2022).

Keempat, Myth Within Us – Revisiting Mythology from Eliade, Campbell, and Jung (Manila: The Asian Social Institute, 2020). Kelima, HUMANITY: From Without and From Within – People-Centered Models of Field Studies in Applied Cosmic Anthropology (Co-writer and assisting editor), (Manila: Asian Social Institute, 2019).

Keenam, Journeys toward Transformative Praxis (Co-writer and assisting editor), (Manila: Asian Social Institute, 2018). Ketujuh, Restorasi Misi Katolik di Kepulauan Maluku: 1888-1994 – Sebuah Catatan Kronologis (Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2016).

Kedelapan, Masuknya Agama Katolik di Awear, Pulau Fordata, Tanimbar (MTB) – Percikan Dinamika Kebudayaan (Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2014). Kesembilan, Uskup Johannes Aerts MSC: Vikaris Apostolik Papua Belanda – 1921-1942, Tewas oleh Kekejaman Pasukan Jepang (Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2012).

Kesepuluh, Pengantar Umum Kitab Suci (Jakarta: Grafika Sacra, 2011). Kesebelas, Sejarah Gereja Katolik di Tanimbar 1910-2010 (Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2010). Keduabelas, Refleksi 50 Tahun Hidup Membiara MSC: ‘Ad omne opus bonum paratus’ (Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2010).

Ketigabelas, Profil Negara-Negara Filipina (The Republic of the Philippines) (Manila: KBRI Manila, 2008). Kesempatbelas, Let’s Speak Indonesian – An Introduction to Indonesian Grammar (Manila: Indonesian Embassy, 2007).
Karya terjemahan:

Karya terjemahan sang penulis mencakup, antara lain Bila Warga Ikut Menata Negara: Wacana Negeri-Negeri Jiran, Thailand, Indonesia, Filipina (Manila: IPD, 2005) dari karya asli Citizen Participation in Local Governance: Experiences from Thailand, Indonesia, and the Philippines (2004); dan Buku Panduan Strategi Advokasi dan Pengembangan Teknik-teknik (Manila: IPD, 2004) dari karya asli Handbook on Advocacy Strategy and Techniques Development (Manila: IPD, 2004).

Dalam bidang editing (sebagai editor penulis), Kepala Pusat Publikasi Ilmiah Graduate Studies Institute Ilmu-ilmu Sosial Asia Manila, Filipina ini juga menyunting sejumlah buku filsafat sosial, teologi, sejarah, dan pastoralia.

Produk tersebut, antara lain Perang Melanda Kepulauan Kei (Penerbit Kanisius, 2012); Tanah “Langgur: Sebuah Mutiara dari Timur (Penerbit Kanisius: 2010); Sejarah Gereja Katolik di Kepulauan Aru (Penerbit Hati Baru, 2009); Buah-Buah Iman dalam Peziarahan Iman:

Antara Refleksi dan Pemikiran (Penerbit Hati Baru, 2009); Buah-Buah Iman dalam Praksis Pastoral – Sebuah Dialog Teologal di Ranah Sosial Politik (Penerbit Hati Baru, 2009); Umat Yang Terkasih (Penerbit Hati Baru, 2009); dan Oase Kehidupan: Wacana Refleksi Kegembalaan, Seri-1 (Penerbit Kanisius, 2011). (Lexie)

Meimonews.com – Polresta Manado melaksanakan kegiatan Sosialisasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2026, penandatanganan Pakta Integritas, serta penyerahan Rencana Pendistribusian Anggaran (Rendisgar) kepada seluruh jajaran Polresta Manado, di Aula Lantai III Polresta Manado, Jumat (9/1/2025).

Kegiatan yang dipimpin Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid ini dihadiri Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, serta perwira dan personel Polresta Manado.

Dalam sosialisasi tersebut, disampaikan penjelasan mengenai kebijakan anggaran DIPA TA 2026, mekanisme pelaksanaan anggaran, serta penekanan terhadap transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas penggunaan anggaran di lingkungan Polresta Manado.

Penandatanganan Pakta Integritas menjadi wujud komitmen bersama seluruh jajaran dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri yang bersih, profesional, dan bebas dari penyimpangan.

Kapolresta Manado dalam sambutannya menegaskan bahwa DIPA merupakan pedoman utama dalam pelaksanaan program dan kegiatan kepolisian, sehingga harus dipahami dan dilaksanakan secara bertanggung jawab oleh seluruh satuan kerja.

“Melalui sosialisasi DIPA TA 2026 ini, saya menekankan kepada seluruh jajaran agar anggaran yang telah dialokasikan dapat digunakan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku. Penandatanganan Pakta Integritas ini adalah komitmen moral dan institusional kita bersama untuk mendukung terwujudnya Polri yang Presisi,” ujarnya.

Kapolresta Manado mengingatkan agar Rendisgar yang telah diserahkan dapat menjadi pedoman dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan operasional di masing-masing satuan, sehingga pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan optimal dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta sinergitas seluruh jajaran Polresta Manado dalam pengelolaan anggaran negara, sekaligus memperkuat komitmen integritas dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri ke depan. (AF)

Meimonews.com – Direktur Utama RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado H. Starry Rampengan menyambangi langsung empat pasien korban bencana banjir yang dirujuk dari Kabupaten Kepulauan Sitaro, Selasa (6/1/2026).‎

‎Keempat korban banjir tersebut, saat ini, tengah mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Kandou Manado.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan para pasien memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal dan cepat, mengingat kondisi darurat yang mereka alami akibat bencana alam.

Di sela-sela kunjungannya, Dirut menegaskan, seluruh korban bencana alam wajib memperoleh pelayanan kesehatan prioritas tanpa terkendala persoalan administrasi, termasuk apabila dokumen identitas pasien hilang akibat bencana.

Namun demikian, pelayanan prioritas tersebut tetap dilaksanakan tanpa mengesampingkan hak dan pelayanan pasien lainnya yang sedang dirawat di RSUP Kandou.

“Keselamatan dan pemulihan kesehatan pasien menjadi fokus utama kami. Penanganan korban bencana dilakukan secara prioritas, namun tetap menjaga mutu pelayanan bagi seluruh pasien yang ada,” tegasnya.

Dirut menginstruksikan jajaran tenaga kesehatan di IGD untuk memberikan perhatian khusus serta pelayanan humanis kepada para korban bencana, sebagai bentuk kehadiran negara melalui rumah sakit rujukan nasional di Sulawesi Utara.

Menurut Humas RSUP Kandou, RSUP Kandou terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan yang responsif dan berkeadilan, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana, sejalan dengan tugas dan fungsi rumah sakit sebagai pusat rujukan dan pelayanan kegawatdaruratan regional untuk Kandou yang lebih baik. (Fer)

Meimonews.com – Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. dr. RD Kandou Manado Starry H. Rampengan, memimpin apel perdana civitas hospitalia rumah sakit yang akrab disebut dengan nama RSUP Kandou atau RS Kandou di awal tahun 2026, yang dilaksanaksn di halaman kantor pusat rumah sakit, Senin (5/1/2026).

Apel yang menjadi momen konsolidasi sekaligus pemberian motivasi kepada seluruh jajaran dalam menghadapi tantangan dan target kerja ke depan ini turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto, Direktur SDM, Pendidikan dan Diklat Yune Laukati, serta Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian.

Dalam amanatnya, Dirut menyampaikan rasa syukur karena seluruh civitas RSUP Kandou dapat melewati tahun 2025 dengan baik dan kembali berkumpul dalam keadaan sehat serta diberkati.

Mewakili Direksi, Starry memberikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi seluruh pegawai RS Kandou sepanjang tahun 2025.

“Di tahun 2026 ini kita akan menghadapi banyak tugas besar, salah satunya akreditasi rumah sakit. Saya tegaskan, mutu dan keselamatan pasien tidak bisa ditawar lagi, itu sudah harga mati. Ini adalah prioritas pertama dan utama,” ujar Starry.

Dirut menekankan pentingnya penguatan budaya patient safety, pelaksanaan audit internal mutu yang konsisten, serta kesiapan seluruh unit dalam memenuhi standar dan indikator akreditasi. Menurutnya, seluruh aspek pelayanan harus berjalan selaras dengan komitmen peningkatan mutu berkelanjutan.

Dirut mengajak seluruh ASN RSUP Kandou untuk terus meningkatkan profesionalisme kerja.

Para gawai didorong agar memperdalam ilmu pengetahuan, meningkatkan kualitas diri melalui berbagai pelatihan, serta siap beradaptasi dengan perkembangan sistem digital menuju smart hospital.

Dirut berharap setiap direktorat mampu membuktikan bahwa RSUP Kandou telah melakukan berbagai perbaikan signifikan di tahun 2026.

Untuk itu, Dirut memberikan tantangan kepada seluruh direktorat agar kembali menciptakan sebanyak-banyaknya prestasi di tingkat nasional.

“Tantangan ini saya berikan sebagai motivasi dan penyemangat, agar di tahun 2026 kita semua tetap solid, bersemangat, dan membawa RS Kandou menjadi rumah sakit yang semakin maju dan lebih baik,” ujernya. (Fer)