Meimonews.com – Dua Bhabinkamtibmas (Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarajat) yakni Bhabinkamtbmas Gemeh (Talaud) Brigpol. Oscar Dalita dan Bhabinkamtibmas Beo Brigpol Sarhan Palawa bergerak bersama masyarakat.

Di samping melakukan sesuatu/gerakan bersama masyarakat, kedua abdi negara/bangsa ini melakukan sosialisasi tentang upaya pencegahan penyebaran covid-19.

Brigpol Oscar bersama warga bekerja bakti di lahan ketahanan pangan Kampung Tangguh Sahengtimbang, Desa Gemeh Wantane, Talaud, Rabu (19/8/2020).

Kegiatan yang dilakukan yaitu membersihkan rumput yang tumbuh di sekitar tanaman pangan. Di sela kegiatan tersebut, Brigpol Oscar pun menyampaikan imbauan protokol kesehatan dalam menghadapi era Adaptasi Kebiasaan Baru di tengah pandemi covid-19.

“Kami ajakan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penyebaran covid-19. Di antaranya dengan rajin cuci tangan, jarak, hindari kerumunan dan selalu pakai masker jika bepergian, ”pungkasnya.

Sementara Brigpol Sarhan bersama warga di desa binaan untuk membuka lahan ketahanan pangan di masa pandemi covid-19, Rabu (19/8/2020) pagi.

“Jadi untuk rencana pembukaan lahan ketahanan pangan ini telah kami bahas bersama warga, dan sudah terbentuk kelompok, beberapa hari yang lalu. Di lahan ini akan ditanami berbagai jenis tanaman pangan, ”ujar Brigpol Sarhan.

Saat istirahat, Brigpol Sarhan juga menyampaikan imbauan protokol kesehatan dalam menghadapi era Adaptasi Kebiasaan Baru di tengah pandemi covid-19,

“Kami terus mengajak masyarakat untuk disiplin terhadap protokol kesehatan demi mencegah penyebaran covid-19. Di antaranya, rajin cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan dan pakai masker jika bepergian,” ujarnya. (lk)

Meimonews.com – Pandemi covid-19 sungguh berpengaruh besar terhadap sendi-sendi kehidupan termasuk bidang perekonian. Pendapatan masyarakat berkurang, pembayaran terhadap pajak pun mengalami gangguan.

Berdasarkan data yang ada di Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Sulawesi Utara, hingga pertengahan Agustus ini, PAD (pendapatan asli daerah) baru mencapai 51 persen dari target PAD tahun ini.

Walau demikian, Bapenda Sulut di bawah kepemimpinan Olvie Atteng terus menggenjot PAD di masa Pandemi Covid-19 ini. “Capaian PAD baru demikian karena adanya pandemi. Beberapa bulan belakangan ini sangat berpengaruh pada capaian,” jelas Atteng kepada wartawan usai memimpin rapat dengan seluruh jajaran Bapenda Sulut, baru-baru.

Wanita tangguh ini bersama jajarannya tetap semangat mengejar PAD, walaupun pandemi belum berakhir.

Pihaknya akan terus mencari hingga Desember nanti. ”Mudah-mudahan semangat yang ada di seluruh staf dan pegawai Bapenda tidak pudar. Semangat kemerdekaan ini menjadi momentum untuk lebih bersemangat,” tegasnya.

Pejabat murah senyum ini pun mengurai berbagai upaya siap dilakukan selama lima bulan ke depan. “Kami akan melakukan penelusuran, intestitasnya lebih lagi karena torang sudah lewat saat covid kemarin,” ujarnya bersifat tekad.

Upaya lainnya adalah melakukan labelling. Bahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera turun ke tempat-tempat keramaian, seperti Megamall dan Manado Town Square. “Khan pusat-pusat berbelanjaan sudah mulai dibuka. Itu target kita,” ujarnya.

Berkaitan dengan upaya menggenjot PAD, pihaknya senantiasa melakukan evaluasi terhadap kinerja jajarannya. “Kinerjanya selalu dievaluasi dan kami akan lakukan dorongan lebih konkrit di lapangan, di antaranya door to door,” sebutnya.

Ketua IKA Smansa 81 Manado ini berharap pandemi segera berakhir agar pihaknya lebih ‘berani’ dalam melakukan penelusuran. “Kalau tidak ada pandemi kami yakin bisa tembus target 100 persen. Tapi kalau masih kami berusaha di atas 75 persen,” tekadnya. (lk)

Meimonews.com – Duta Besar RI untuk Republik Demokratik Rakyat Laos Dr. Pratito Soeharyo berharap komunitas Indonesia di Vientiane pada khusunya dan Laos pada umumnya dapat terus menunjukkan citra diri bangsa yang unggul dan bergerak maju.

“Hal ini juga termasuk dalam menunjukkan hubungan persahabatan Indonesia dengan Laos,” ujar Dubes saat memberikan sambutan pada acara ramah tamah berkairan dengan peringatan HUT ke-75 RI.

Acara ramah ramah yang ditandai pemotongan nasi tumpeng HUT ni diadakan usai upacara peringatan HUT ke-75 RI yang diadakan Kedutaan Bessr RI di halaman kedutaan di Vientiane, Senin (17/8/2020) pukul 09.30 waktu setempat.

Hadir pada upacara dan ramah ramah adalah masyarakat dan diaspora Indonesia dan keluarganya serta friends of Indonesia Laos yang adalah peserta kursus bahasa Indonesia di Laos (pelajar, pegawai pemerintah, tentara dan polisi yang mayoritas merupakan warga asli Laos).

Bertindak sebagai pembina upacara adalah Dubes Laos sementara komandan upacaranya Atase Pertahanan Kolonel inf. Rory Ojak Halomoan Sitorus. Upacara tetap dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19.

Dua warga Manado yakni Irene Debby Caroline Rindorindo dan Happy Smile Watulingas-Karubaba bertugas sebagai protokol/MC dan solois lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang mengiringi pengibaran Sang Merah Putih.

Walaupun cuaca mendung, namun tidak mengurangi semangat puluhan peserta menjalani dengan penuh hikmat upacara yang mengandung pesan dan semangat persatuan dan kesatuan seluruh bangsa Indonesia termasuk yang berada di luar negeri seperti di Laos.

Di bagian lain sambutannya, Dubes mengungkapkan adanya perkembangan positif dalam pencegahan penyebaran covid-19 di Laos, yang mendorong Pemerintah Laos memberikan kelonggaran pembatasan pada pergerakan sehingga membuat masyarakat Indonesia di Vientiane dan sekitarnya dapat bertemusapa dan menjalani silaturahmi antarsesama pada momen perayaan HUT ini.

Kepada masyarakat Indonesia di Laos, diingatkan untuk tetap waspada serta menjalankan apa yang menjadi praktek dan anjuran Pemerintah Laos dalam mencegah penyebaran covid-19, utamanya menjaga kesehatan, kebersihan diri dan keluarga serta menjaga jarak di manapun berada.

“Hal ini mengingat virus corona (covid-19) masih melanda di negara-negara tetangga Laos dan di Kawasan ” ujar Pratito. (lk)

Meimonews.com – Enam imam/pastor baru Diosesan Manado menggelar misa perdana di Paroki St. Paulus Lembean, Minahasa Utara, Minggu (9/8/2020).

Misa konselebrasi ini dipimpin P. Koresta Fransiskus Rian Lila Pr (pernah bertugas sebagai frater diakon di paroki ini selama setahun, yang kini mendapat tugas di Paroki Melongguane) sebagai selebran utama di danpingi lima imam baru lainnya sebagai selebran yakni Pastor Jerry Bambalu Torabelaz Pr (Paroki HKY Tomohon), Pastor Jufri Anthonius Dotulong Pr (Paroki St. Thomas Modo), Pastor Malvinas Anthonius Pr Karundeng (St. Yohanes Rasul Tahuna), Pastor Yohanes I Made Pantyasa (Komsos, Radio Montini dan membantu di Paroki St. Joseph Pelindung Pekerja Manado dan Pastor Bernardus I Wayan Sugiarta (membantu di Komisi PSE-KM).

Turut pula mendanpingi sebagai seleban yakni Pastor Wens Mawikere Pr (Pastor Paroki), Pastor Alex Sondakh Pr (pastor rekan/Ketua Panitia Misa Perdana) dan Pastor Maurits Lensun Pr (pastor rekan) serta Frater Diakon Cheryl Angelo Ferdy Tanod Pr (dari paroki Lembean) yang 18 Juli 2020 ditahbiskan sebagai frater diakon serta dilantik sebagai Lektor dan Akolit.

Sejumlah umat dengan junlah terbatas yakni perwakilan dari wilayah rohani dan stasi Paroki Lembean termasuk tokoh umat Piet Luntungan dan pimpinan kelompok kategorial paroki serta perwakilan dari Paroki St. Fransiskus Xaverius Kema (pemekaran dari paroki Lembean) turut hadir pada misa yang disiarkan secara langsung oleh Komsos dan Dokumentasi Paroki Lembean).

Sebelum misa, diadakan penjemputan di depan piatu masuk gereja bagi para imam yang baru ditahbiskan bersama empat imam Tarekat MSC oleh Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di danpingi Superior Provinsial MSC Indonesia Pastor Samuel Maraanesy MSC dan Rektor Seminari Hati Kudus Yesus (HKY) Pineleng Pastor Melky Malingkas Pr di Kapel Seminari HKY Pineleng, Sabtu (26/7/2020).

Usai misa diadakan santap kasih bersama di aula paroki.

Semua acara, mulai dari penjemputan, misa dan santap kasih bersama dilaksanakan dengan memperhatikan prosedur kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Di penghujung misa, sebelum berkat/pengutusan dari pastor baru kepada tiga pastor di Paroki Lembean dan kepada umat secara umum oleh keenam pastor dan tiga pastor di Paroki Lembean, para imam baru itu diberi kesempatan untuk berbicara, berbagi cerita singkat perjalanan imamat dan pesan mereka.

Ada yang bercerita bahwa ia masuk seminari karena panggilan sendiri tapi ada juga yang karena dorongan dan ingin menyenangkan hati orangtua namun kemudian tergerak untuk menjawab panggilan itu dengan sungguh-sungguh (menjadi panggilan diri), ada yang dari ‘anak jalanan’ yang terpanggil, dan lain-lain sebab sehingga mereka bisa masuk seminari dan ditahbiskan menjadi imam.

Pastor Paroki St. Paulus Lembean Pastor Wens Mawikere Pr berterima kasih dengan kesediaan para imam baru ini memimpin misa perdana di Paroki Lembean.

Mantan Ketua Komsos Keuskupan Manado ini berharap misa perdana ini bisa menjadi pemacu semangat panggilan bagi umat di paroki ini untuk terpanggil/menjadi imam atau suster.

“Ketua OMK Paroki St. Fransiskus Xaverius Kema mengundurkan diri dari jabatannya untuk menjadi suster. Mudah-mudahan, tahun depan Frater Diakon Cheryl Angelo Ferdy Tanod Pr yang putra Lembean ditahbiskan menjadi imam, dan ada lagi yang menjadi pastor dari Paroki Lembean,” ujar Pastor Wens penuh harap.

Kepada para imam baru, Pastor Wens menyanpaikan selamat bergabung dalam kolegial para imam diosesan Manado. (lk)

Meimonews.com – Bupati Minahasa Royke O. Roring (ROR) menyambut gembira inisiatif dari Alumni Smanto 170. 1 lewat programnya yang peduli terhadap Kota Tondano.

Program peduli yang akan dilaksanakan adalah mari menanam bunga di halaman rumah dan pembentukan koperasi dengan salah satu tujuan utama memberdayakan sawah-sawah yang ada di sekitar Danau Tondano.

“Bupati Minahasa menyambut gembira insiatif ini dan berjanji akan mendukung penuh dan memberikan arahan agar yang menjadi anggota koperasi adalah seluruh pemilik sawah dan diharapkan ada database petani pemilik. Disarankan agar Koperasi berbentuk Koperasi Serba Usaha,” ujar Bert Toar Polii, salah satu pengurus Alumni Smanto 170.1 kepada meimonews.com, Rabu (29/7/2020).

Bupati juga menyarankan agar program memperindah Kota Tondano dengan penanaman pohon hias tabebuya diserahkan kepada Denny Mangala.

Dukungan tersebut, jelas Berce (sapaan akrabnya), terungkap saat perwakilan Alumni Smanto 170.1 bertemu dengan Bupati Minahasa yang di dampingi Asisten Setdakab Minahasa Denny Mangala di rumah dinas, baru-baru.

Perwakilan (PIC) yang menghadap bupati adalah mantan Bupati Minahasa Stevanus Freeke Runtu, Dekan Unima Dr. Anetha Lyta Flora Tilaar, Deithy Hermanus Worek, Recky Montong dan anggota DPD RI, Stefanus Liow.

Hasil pertemuan dengan bupati dilaporkan Perwakilan (PIC) pada rapat virtual antara Alumni Smanto 170.1 dengan anggota WAG Tondano Kinatoaunku, semalam.

Dilaporkan oleh Deithy Hermanus Worek (salah satu PIC), untuk program memperindah Tondano dengan pembelian bunga tabebuya, Sekda Minahasa menyatakan akan ikut membeli 300 pohon hias.

“Dengan demikian, jika rencana dari Alumni Smanto 170.1 akan menyumbang 500 pohon hias tabebuya maka pada tahap pertama akan langsung ditanam 800 pohon hias,” sebutnya, seperti dikutip Berce.
Pohon hias tabebuya rencananya ditanam di jalur Kasuang-Tataran; Koya-Roong; Leleko-Tonsaru; Kiniar-Touliang Oki; Liningaan-Papakelan; Suluan-Sasaran; Tanggari-Tonsea lama.

“Selain untuk memperindah kota Tondano dengan tanaman hias, dianjurkan juga ada penanaman pohon seho, tanaman serbaguna kebanggaan Tou Minahasa,” ujar Ismail Maskromo dari Balai Penelitian Tanaman Palma di Mapanget.

Salah satu peserta rapat, Mareyke Tairas mengingatkan agar jangan dilupakan soal perawatan terutama menyangkut kebersihan setelah bunganya gugur.

Peserta rapat lainnya, Joice Anshory menekankan agar peduli keindahan Tondano itu berkelanjutan dan tidak hanya tanam bunga saja, tapi ada usaha yang lain, misalnya kuliner (di lokasi kebon sawah); cari lokasi dengan bangun kios yg lebih bagus, menggantikan kios yang penampilannya jelek dan dibuat khas Minahasa tampilannya.

Dua program yang direncanakan yakni Mari Menanam Bunga di halaman rumah atau dalam bahasa Tondano Meimou Tumanem Wungang Waki Kalasan dan program pembentukan koperasi yang salah satu tujuan utama untuk memberdayakan sawah-sawah di sekeliling Tondano terutama di daerah Boulevard Tondano dan di sisi jalan dari Kiniar menuju Touliang Oki, dari Katinggolan menuju Papakelan agar tidak terbiar seperti saat ini diharapkan segera terwujud.

Ketua Alumni Smanto 170.1 Irjen Pol. Carlo Tewu di tengah kesibukannya sempat menyapa peserta rapat dan mengingatkan, Alumni Smanto 170.1 hanya sebagai inisiator sehingga siapapun yang peduli Tondano bisa ikut kegiatan ini. (lk)

Meimonews.com – Banyak kejutan yang terjadi di Kejurnas Bridge Online Antar Kabupaten/Kota 2020 yang mempertandingkan empat nomor pertandingan yaitu open, ladies, mixed dan senior tim dan pertandingan kelompok umur yang terdiri dari U12, U16, U18, U21, U26 dan U31 telah berlangsung dua session babak penyisihan. Session pertama berlangsung tanggal 20 dan 21 Juli kemudian session kedua dimainkan tanggal 22 dan 23 Juli 2020.

“Memang untuk setiap session yang memainkan 16 session pada babak penyisihan disediakan waktu 2 hari untuk menyelesaikan pertandingan,” ujar Ketua Bidang Humas PB Gabsi Bert Toar Polii kepada Meimonews.com, Kamis (23/7/2020).

Untuk babak penyisihan, open, mixed, U26 dan U21 bermain Swiss 9 session @16 papan. Sedangkan untuk nomor U18 walaupun sama memainkan sistim Swiss 9 session tapi berbeda jumlah board hanya memainkan 12 board. Untuk U12 main double round robbin 12 board. Yang main double round robbin juga Ladies yang digabung senior dan U31 tapi mereka memainkan 16 board setiap session.

Pesertanya sendiri, sebut Bertje (sapaan akrabnya), cukup banyak. Di open team diikuti 61 tim sehingga selesai babak penyisihan 16 tim terbaik akan melaju ke babak knock-out. Mixed Team diikuti 19 tim dan langsung diambil 4 tim terbaik untuk melaju ke semi final demikian juga beberapa nomor lainnya, kecuali nomor Junior U26 yang diikuti 25 tim dan U21 dengan peserta 24 tim akan dipilih 8 tim terbaik untuk berlaga di babak knock out dan khusus ladies dan senior langsung ke babak final untuk peringkat 1 dan 2.

“Terjadi cukup banyak kejutan di session pertama di mana Kabupaten/Kota yang selama ini tidak terdengar prestasinya ternyata bisa menunjukan taringnya,” tegasnya.

Wakil Ketua Bidang Luar Negeri ini mengungkapkan, salah satu partai yang cukup mengejutkan adalah tumbangnya tim bertabur bintang Gabungan Vridge Jakarta Utara dengan para pemain Taufik G Asbi/Lusje Bojoh, Jemmy Bojoh/Conny Sumampouw dan Leslie Gontha/Tetty Sianipar dikalahkan secara telak oleh Minahasa di nomor mixed team. Demikian juga tim Bandung dihancurkan oleh Mamuju di nomor yang sama.

Kalau melihat hail lengkapnya, sambungnya, terlihat jelas banyak Kabupaten/Kota yang selama ini tidak terdengar tapi sekarang malah memimpin di tempat teratas.

Bertje berharap, event online ini bisa menghasilkan bibit-bibit baru yang selama ini terhambat untuk menunjukan kepiawian mereka karena berbagai ffakor penghalang, seperti waktu, biaya dan lain-lain untuk berpartisipasi di turnamen bridge online.

Diakui, pada tahap awal terjadi beberapa ‘kericuhan kecil’ yang patut dimaklumi karena masih banyak pemain yang masih kurang akrab dengan bridge online dan sekaligus juga menerapkan aturan-aturan ketat yang diterapkan panpel.

Regu yang bertanding dan menjadi tuan rumah harus meng’create’ sendiri turnamen di BBO dan ini memerlukan sedikit pengalaman, yang menjadi lawannya harus mengisi line-up dan mengirimkan kepada tuan rumah agar segera bisa di ‘create’ pertandingan team match.
Belum lagi menyangkut koneksi yang belum sama di seluruh Indonesia, dimana ada daerah yang koneksi internetnya tidak stabil. Belum lagi mengambil hasil pertandingan di BBO kemudian melaporkan ke Panpel melalui link dan formulir yang telah disiapkan secara online.

“Tapi untunglah kegesitan Panpel dalam memberikan layanan dan petunjuk mampu mengatasi kericuhan kecil ini sehingga pertandingan kemudian berjalan lancar,” ujarnya.

Berikut hail tiga besar penyisihan antarkabupaten/kota. Untuk open Kabupaten Jember,Kota Balikpapan dan Kota Bekasi.

U26 terdiri dari Kabupaten Pasuruan, Kota Palembang dan Kota Malang. U31 terdiri dari Kota Surabaya, Kabuoaten Jember 1 dan Manado (Gabmo). U21 terdiri dari Kabupaten Sleman, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Minahasa Utara.
U18 terdiri dari Kabupaten Pamekasan.1, Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Padang Pariaman. U12 terdiri dari Kota Tasikmalaya, Manado (Gabmo) dan Kabupaten Jember.

Untuk Ladies terdiri dari GBJU Ladies, Gabsi Kota Semanang SR dan Gabsi Kota Cilegon SR. Untuk Mixed terdiri dari Kabupaten Mamuju, Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Grobogan. (lk)

Penyerahan bantuan sebelum pandemi covid-19

Meimonews.com – Dukungan terhadap para lanjut usia (lansia) di Kota Manado sudah menjadi komitmen dan janji politik sejak awal GS Vicky Lumentut mengajak Mor Dominus Bastiaan menjadi pendamping sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado periode 2016 – 2021. Komitmen dan janji politik ini kemudian diwujudkan dalam salah satu program prioritas dalam RPJMD Kota Manado yakn Bantuan Sosial kepada Lanjut Usia.

Dengan demikian, tahun 2020 merupakan tahun keempat implementasi program dan kegiatan bantuan sosial bagi Lansia. Bahkan ketika membawakan sambutan pada perayaan HUT ke-397 Kota Manado, Walikota G.S. Vicky Lumentut melaporkan realisasi dana bantuan lansia. Sampai dengan akhir tahun 2019, data awal bantuan sosial lansia diperhitungkan 33.000.

Setelah dibuka pendaftaran kembali, ternyata jumlah calon penerima berkisar 45.000. Ketika dilaksanakan validasi di Dinas Dukcapil, jumlahnya menjadi 37.000-an karena ada yang data ganda, meninggal, atau tidak jelas keberadaan/beda data kependudukan.

Kedua, dengan data tersebut, jumlah normal pembayaran seperti tahun 2019 (250.000 per bulan) ditambah kebijakan refocusing dan relokasi anggaran, maka diambil kebijakan pada tahap pertama, dibayarkan Rp 500.000 kepada sekitar 37.000 penerima.

Ketiga, mekanisme pembayaran semula ditawarkan oleh Pemkot Manado untuk dilaksanakan non tunai, tetapi terdapat kendala teknis terkait dengan penyediaan buku tabungan dan kartu ATM dalam wakttu singkat, sehingga pihak bank sendiri yang mengambil keputusan pembayaran dilakukan secara tunai oleh petugas bank BRI di lokasi penyerahan bantuan sosial. Pihak bank memiliki batasan pengeluaran kartu atm dalam jumlah terbatas dan tidak secara simultan memenuhi kebutuhan lansia di Manado.

“Untuk jumlah masih memungkinkan terjadi penambahan mengingat terdapat lansia yang memenuhi persyaratan tapi belum termasuk pada daftar penerima,” tulis Pemerintah Kota Manado dalam akun fbnya, kemarin.

Walikota Manado G.S. Vicky Lumentut, Senin (20/07/2020) menyempatkan diri berbaur dengan para lansia di Kecamatan Bunaken Kepulauan, Kelurahan Alungbanua dan di Kecamatan Bunaken, di Kantor Camat Bunaken.

“Hari ini mulai disalurkan dana lansia di beberapa kecamatan, mohon maaf agak terlambat karena kami fokus pada refocusing anggaran khususnya untuk bantuan sosial bagi masyarakat terdampak covid-19. Dan kami berharap dana lansia ini dapat bermanfaat bagi para lansia di kota Manado, “ ujar Walikota.

Suami tercinta dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado, Pror. Dr/ J. P. A. Runtuwene mengimbau dalam penyaluran dan lansia agar tetap berpedoman pada protokol kesehataan covid-19. “adi, kepada para petugas penyalur baik dari Bank BRI dan aparatur Pemerintah Kota Manado, lia akang bae-bae ini penyaluran. Tolong bantu Oma deng Opa supaya lancar terima itu bantuan. Jangan lupa kase inga terus agar mengikuti protokol kesehatan dalam penyaluran bantuan,” pinta Walikota. (lk)

Meimonews.com – Guna memajukan Kota Tondano, Kabupaten Minahasa (Sulawesi Utara) ide menarik ditawarkan Bert Toar Polii (BTP), Pemerhati Budaya Minahasa yang adalah juga PB Gabsi (Gabungan Bridge Seluruh Indonesia).

Dalam percakapan lewat telefom dengan Meimonews.com, Selasa (14/7/2020), Berce, sapaan Bertje Toar Polii (BTP) mengurai panjang lebar seputar ide untuk memajukan Kota Tondano yang adalah Ibukota Kabupaten Minahasa itu.

“Saya coba kumpulkan beberapa ide menarik untuk memajukan Kota Tondano yang selama ini ada di ‘kepala torang sandiri ‘ Kota Tondano adalah kota mati dan tidak maju-maju,” ujarnya.

Pertama, ungkap BTP, orang Tondano harus menghapus stigma jelek yang telah tertanam di benak orang bahwa Tondano itu kota yang tidak aman.

Biarkanlah Pemda Minahasa bekerja keras untuk membuat Kota Tondano hidup selama 24 jam tanpa henti dan itu sudah terlihat kenyataanya sekarang. Ada Alfa Mart dan lain-lain yang bahkan buka 24 jam. Ada KFC dan café yang menjamur yang menandakan Kota Tondano itu aman karena memang orang Tondano dari sananya adalah pambae dan sangat menerima perbedaan.

Contoh nyata ada Kampung Jawa, Kampung Gorontalo, ada Synagoga dan peranakan China tidak merasa berbeda demikian juga orang India yang puluhan tahun membuka toko di pasar bawah. Tapi orang bukan menyebut dari India tapi Bombay kota asal mereka.

“Chella yang tinggi menjulang tidak merasa risih sekolah bareng-bareng kami Tondano asli dan teman-teman dari Kampung Jawa,” ujar BTP soraya menjelaskan, Chella anak dari Bombay ini sekelas dengannya di SMA Tondano.

Dasar ini, sebutnya, sudah bagus sekali untuk memulai mengajak para investor untuk mau datang membuka usaha di Tondano.

Kota Tondano bisa disebut kota yang tata kotanya tergolong rapih karena dibuat oleh Inggeris dulu zaman penjajahan. Ada dua jalan lurus Touliang dan Toulimbat di tengahnya ada teberan Tondano yang membelah kota Tondano.

“Bisa dibayangkan kalau teberan Tondano bisa dibuat lagi seperti dulu, air mengalir dan bersih serta perahu hilir mudik dari Danau Tondano membawa ikan hasil tangkapannya untuk di jual di pasar bawah Tondano,” tutur penyandang World Life Master Senior dari World Bridge Federation ini.

Dikemukalan, bayangkan kemudian kalau di pasar bawah Tondano dibangun “fish mart” di mana para pembeli bisa membeli ikan segar dan sayuran kemudian ada rumah makan tempat sewa untuk makan sekaligus memasaknya. Pembeli tinggal bilang mau dimasak apa, pedas atau tidak dan seterusnya. Tidak harus hanya ikan dari Danau bisa ditambah juga ikan laut dan lain-lain.

Selanjutnya keterbelakangan Tondano dalam pembangunan justru kita jadikan berkat dengan mempertahankan bangunan-bangunan tua yang sudah berusia 50 tahun ke atas untuk tetap dipertahankan. Pemerintah memberi subsidi kepada keluarga yang bersedia memberikan bibit bunga untuk ditanam di halaman rumahnya dan tentu saja perawatan.

“Dengan demikian bisa dipertahankan Tondano sebagai kota tua. Bisa melihat contoh New Delhi dan Old Delhi serta beberapa kota lainnya di dunia “.jelas mantan pegawai asuransi PT Jiwasraya ini.

Selanjutnya, karena lalulintas juga belum macet maka ini perlu dipertahankan dengan menjadikan Kota Tondano sebagai “green city” dan kota sepeda. Adakan rutin kegiatan bersepeda keliling Danau Tondano dan untuk para lansia yang cukup banyak di Tondano cukup dari Stadion Maesa Sasaran ke Benteng Moraya.
Kegiatan lain seperti yang sudah akan dibuat adalah membuat Koperasi untuk menangani persawahan di Tondano sehingga bisa memberi manfaat yang positif buat para pemiliknya. Dengan demikian keinginan untuk menjual otomatis berkurang dan keindahan bisa dinikmati, entah dari sawah yang menghijau atau tanaman lain yang mungkin lebih produktif tapi tetap indah untuk dipandang.

Ide lain adalah membuat lomba menghias pekarangan rumah dengan bunga atau tanaman hias lainnya. Ini memang khas Tondano dulu kala dimana hamper semua rumah berlomba-lomba menghias pekarangan rumahnya.

Kemudian menyangkut parawisata agar ada One Day Tour Tondano dan Danau Tondano dengan demikian perlu dibenahi objek-objek wisata yang akan dikunjungi. Mulai dari Masarang, Lodji Tondano, Makam Dr. Sam Ratulangi, Makam Kiay Modjo, Gereja Sentrum, Synagoga, kemudian Pura Danu Mandara yang berada di antara Kiniar dan Touliang Oki. Selanjutnya ada Gereja Tua di Watumea. Pulau Likri sedikit diperluas dibangun Gereja Oikumene.

Selanjutnya ada bekas lapangan terbang di Tasuka dan mungkin di Sumaru Endo Remboken dibuat sebagai pusat olahraga air dan lain-lain.

Kemudian di Benteng Moraya dibuat berbagai atraksi kesenian dan pertunjukan terciptanya Danau Tondano diselang-seling dengan kisah heroik Perang Tondano.

Selanjutnya membantu pemerintah melestarikan Danau Tondano jangan sampai berkat Tuhan yang luar biasa buat Minahasa ini bernasib sama dengan Danau Limboto. “Ini banyak masalah terutama menyangkut penanganan enceng gondok dan penghutanan kembali DAS Tondano,” papar pria kelahiran tahun 1953 ini.

Ada ide menanam seho seperti anjuran salah satu Tokoh Kawanua Alm. Om Ventje Sumual. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah membuat program adopsi pohon. Misalnya, koperasi sudah berdiri bisa saja ada satu bagian yang menangani ini.

Cukup banyak tanah yang menganggur dan pemiliknya bersedia menjadikan tanahnya untuk ditanami pohon. Bisa seho tapi juga bisa apa saja. Selanjutnya, koperasi akan menghitung biaya yang dibutuhkan sampai tanaman ini bisa mandiri.
Berdasar hitungan ini maka ditetapkan bagi yang berminat adopsi pohon diwajibkan membayar sejumlah dana. Kepada mereka diberikan penghargaan berupa sertifikat, namanya dicantumkan di pohon yang di adopsi dan lain-lain.
Penyuluhan untuk mencintai lingkungan harus terus digalakkan, seperti misalnya dalam kegiatan lomba sepeda ada kegiatan menanam pohon serta kuis-kuis yang menyangkut lingkungan hidup. Poster dan lain-lain juga membantu.

“Terakhir muncul untuk membuat miniature Jerusalem di Danau Tondano dan sekitarnya. Memang di bukit-bukit apakah di sebelah timur atau barat Danau Tondano jika ada tempat untuk kegiatan religious dan hotel pasti akan menarik minat turis.

Mungkin ini juga, sebut BTP, bisa dikombinasikan dengan rumah jompo modern yang dilengkapi dengan rumah sakit berkelas untuk menarik para lansia dari Jepang dan Belanda yang mungkin saja ingin menghabiskan masa tuanya di daerah tropis yang tenang.

“Jika dipasarkan dengan baik dan ditangani dengan benar ini bisa memberikan pemasukan devisa untuk Minahasa khususnya dan Sulut pada umumnya,” ujar BTP seraya berterima kasih untuk teman-teman yang telah menyumbangkan ide. (lk)

Meimonews.com – Guna ikutserta dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 di Kota Manado, RBSS (Relawan Bravo Sulut Satu) gencar melakukan aksi sosial berupa pembagian marker.

Ribuan marker merah bertuliskan AA dibagikan kepada warga di tempat-tempat keramaian yang ada di Ibukota Provinsi Sulut ini.

Dalam.percakapan dengan meimonews.com di Manado. Minggu (12/7/2020), Joppy Komaling (Ketua RBSS) menjelaskan, baru-baru ini pihaknya melakukan aksi sosial berupa pembagian masker di Pelabuhan Manado, dan diperuntukkan bagi para buruh bagasi pelabuhan dan para warga yang beraktivitas di sekitar pelabuhan.

“Kegiatan ini dilakukan guna mencegah mewabahnya virus Covid-19 ini. Kami membagikan secara gratis masker bagi para warga yang beraktivitas di sekitar pelabuhan,” ujarnya.

Aksi sosial ini, ungkapnya, dilakukan atas kepedulian bakal calon walikota Manado Andrei Angouw (AA) yang bakal diusung PDIP. Sebab, Kota Manado merupakan daerah yang terbanyak terjangkit penyebaran virus mematikan ini.

“Sebagai relawan, kami terus berkomitmen bersama-sama masyarakat melawan penyebaran COVID-19, dan sekaligus mendukung Andre Angouw (AA) for Manado Satu,” tegas Komaling.

Ketua RBSS ini mengungkapkan, selain berbagi masker, RBSS juga memberikan edukasi tentang anjuran memakai masker agar terhindar dari virus tak terlihat dan mematikan tersebut.

Penyebaran virus ini sangat cepat, sehingga perlu adanya kerja bersana, saling bahu-membahu bersama antarsemua elemen masyarakat melakukan pencegahan. “Semua pasti berharap pandemik ini segera berlalu,” ujarnya.

Dikemukakan, meski pemerintah sudah memberlakukan tatanan hidup baru atau normal baru, namun bukan berarti covid-19 sudah berakhir. “Kami relawan RBSS akan tetap melanjutkan pembagian masker untuk masyarakat yang membutuhkan, meskipun pada fase normal,” jelas Komaling (lk)

Meimonews.com – Robby Lumi baru beberapa hari.lalu dipercayakan Walikota Manado GSV Lumentut sebagai Kepala SMPN 1 Manado. Jabatan sebelumnya adalah Wakil Kepala SMPN 1 Manado.

“Ketika dipercayakan oleh Pemerintah lewat Walikota Manado maka yang pertama yang saya harus lakukan adalah melakukan kegiatan berupa program-program yang telah dilakukan oleh pimpinan/kepala sekolah lama dan juga hal-hal yang terkait dengan kepentingan pendidikan untuk menuju kepada sekolah yang berprestasi dan akan melakukan dengan teman-teman guru yang adalah juga rekan sekerja,” ujarnya.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com di sela syukurannya memperingati HUT ke-55 dan syukuran jabatan barunya yang digelar bersama komunitas olahraga MSC/Manado Sport Club pimpinan Hengky Mogi (Lumi adalah salah satu anggotanya) di lapangan basket terbuka Kompleks GOR Wolter Monginsidi Sario, Selasa (7/7/2020) pagi Lumi mengurai singkat tekad dan harapannya dalam jabatan barunya.

Selain itu, sambung Penatua salah satu Kolom Gereja GMIM Musafir Kleak ini, dengan konitmen bersama membangun kebersamaan agar apa yang dicita-citakan untuk satu tujuan melalui pendidikan boleh meraih sukses dengan prestasi yang baik ke depan.

Dan, tentunya hal-hal yang terkait dengan kondisi sekolah, paling tidak ada yang harus dibenahi diperbaiki dan selanjurnya membuat sekolah itu nyaman, kondusif dan akan menampakkan keasrian yang membawa suasana bagi peserta didik untuk belajar dengan tenang dan nyaman.

“Sebab, dari dalamnya akan tercermin bagaimana sekolah yang terbaik, yang bisa menciptakan prestasi untuk dunia pendidikan lebih khusus di Kota Manado dan Sulawesi Utara,” tandasnya.

Harapan ke depan nanti, sambung Ketua PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) Kota Manado ini, dengan apa yang dimilikinya, ia akan berjuang, berbuat apa yang terbaik untuk pendidikan di Kota Manado dan Sulawesi Utara.

Acara syukuran dilaksanakan secara sederhana dan tetap menggunakan protokol kesehatan. (lk)