Meimonews.com – Di momen Pertemuan Raya dan Konferensi VII Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado (KBK KM), Kapolda Sulut Irjen Pol. Mulyatno dan Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC melakukan kunjungan ke Taman Pustaka SHS dan makam Sinyo Harry Sarundayang (SHS), Jumat (15/7/2022) siang.

Usai makan siang di rumah keluarga Sarundayang setelah acara pembukaan kegiatan akbar KBK dan menunggu acara Konferensi, Kapolda dan Uskup secara spontan mengunjungi Taman Pustaka SHS dan makam mantan Gubernur Sulut tersebut, yang memang berada di kompleks rumah keluarga Sarundayang.

Setelah mengisi buku tamu, kedua pemimpin yang dekat dengan masyarakat ini melihat langsung apa yang ada di taman pustaka tersebut.

Bagian/sudut demi bagian/sudut dilihat apa yang ada sambil sesekali kedua pemimpin ini berdiskusi dan memuji apa yang tersaji di taman pustaka SHS.

Setelah mengunjungi Taman Pustaka SHS, Kapolda dan Uskup melakukan ziarah ke makam  Sinyo Harry Sarundayang (mantan Duta Besar Filipina, mantan Gubernur Sulut dan mantan Pj. Gubernur Maluku), yang berada di kompleks yang sama.

Kapolda Sulut dan Uskup Manado berada di Kawangkoan adalah dalam rangka Pertemuan Raya dan Konferensi VII KBK KM.

Kapolda memberikan sambutan mewakili Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan membawakan materi pada konferensi sementara uskup memimpin misa pembukaan dan memberikan sambutan sekaligus membuka konferensi serta memantau langsung acara-acara dalam rangkaian dua kegiatan besar tersebut yang diselenggarakan Jumat-Minggu (15-17/7/2022). (Baca : Misa dan Pelepasan Balon, Warnai dan Tandai Pembukaan Pertemuan Raya dan Konferensi VII KBK KM). (af)

Meimonews.com – Paroki St. Kristoforus Gorontalo tampil menarik pada Defile Pertemuan Raya Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado (KBK KM) yang diadakan Minggu (17/7/2022).

Defile yang dilombakan oleh Panitia Pelaksana yang diketuai Theodorus Lumi ini diikuti 50-an KBK yang ada di Keuskupan Manado (tersebar di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah).

KBK Paroki Gorontalo yang diketuai Alex Maramis dengan Pimpinan Rombongan Talulembang Sule tampil menarik dalam defile yang start dari Kompleks Gereja Tompaso dan finis di Gereja Paroki St. Joseph Kawangkoan.

Di dalam rombongan, ditampilkan kreasi modern  pakaian Karawo (kerawang) yang merupakan kekayaan seni budaya Gorontalo.

Bagi Pimpinan Rombongan Talulembang Sule, kegiatan defile tidak sekedar baris-berbaris tapi juga membawa misi untuk mempromosikan kreasi seni budaya khas Gorontalo, dalam hal ini, pakaian Karawo.

“Hal ini dimaksudkan agar semakin dikenal dan dicintai semakin banyak masyarakat,” ujarnya dalam percakapan singkat dengan Meimonews.com di sela kegiatan.

Lembang (sapaan akrab aktivis/penggerak umat ini), mengakui bahwa tampilan dalam defile ini berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo dan mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah Gorontalo.

Lembang berterima kasih kepada warga setempat dan pengunjung defile yang terlihat sangat mengapresiasi tampilan rombongannya. Halmana, antara lain dibuktikan ketika rombongan melewati rute defile, banyak warga yang meminta izin untuk foto bersama peserta defile yang berpakaian karawo.

Pantauan Meimonews.com juga terlihat hal tersebut. Baik ibu-ibu, bapak-bapak bahkan orang muda berusaha untuk minta foto bersama. Ada yang berfoto selfi tapi ada juga yang menggunakan orang lain sebagai fotografernya.

“Mereka (rombongan defile Gorontalo) tampil menarik. Pakaian kreasi adatnya sedap dipandang. Makanya, kami suka mo bafoto (mau berfoto-Red) bersama,” ujar seorang ibu.

For (untuk-Red) kenang-kenangan. Soalnya, ndak tau (tidak tahu-Red) kapan lagi boleh seperti ini,” ujar seorang bapak. (af)

Meimonews.com – Pelepasan balon ke udara oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Kapolda Sulut Irjen Pol. Mulyatno dan Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Bupati Minahasa Royke Roring, Bupati Talaud Elly E. Lasut, Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut dan Wakil Walikota Bitung Henky Honandar menandai pembukaan Pertemuan Raya dan Konferensi VII Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado (KBK KM).

Pelaksanaan pembukaan kegiatan yang diawali Perayaan Ekaristi oleh Mgr. Rolly di dampingi Sekretaris Keuskupan Pastor John Montolalu Pr,  sejumlah imam lainnya serta Frater Diakon Deddy Pr tersebut dilaksanakan di Stadion Sarundayang Kawangkoan, Minahasa, Jumat (15/7/2022).

Sebelum pelepasan balon, Mgr. Rolly di dampingi Ketua Caretaker Badan Pengurus KBK KM Edwin Kindangen dan Ketua Panitia Pelaksana Theodorus Lumi menyerahkan cenderamata kepada Gubernur dan Kapolda disaksikan sekitar ribuan peserta Pertemuan Raya dan Konferensi dan undangan lainnya.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya yang dibacakan Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno mengapreasi pelaksanaan kedua kegiatan besar (Pertemuan Raya dan Konferensi KBK KM) tersebut

“Ini menjadi momentum luar biasa, karena sudah tiga tahun tidak berkumpul akibat pandemi. Kita berkumpul dan bersuka cita,” sebut  Kapolri.

Kapolri berharap, umat beragama dapat hidup dalam perbedaan, tapi diikat dengan ideologi Pancasila. Untuk itu penting agar mengembangkan moderasi beragama. “Semoga pelaksaan berjalan lancar sukses,” sebutnya.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutnya memberikan pesan menarik bagi bapak-bapak yang tergabung dalam organisasi Kaum Bapak Katolik. “Kalau boleh, mulai jam 6 sore kase mati HP sampai jam 9 malam,” ujar Gibernur.

Mengapa ponsel harus dimatikan pada jam tersebut ?  Gubernur memberi jawaban yakni agar bapak-bapak Katolik bisa punya waktu untuk bercerita dengan anak dan istri.

Pelaksanaan Pertemuan Raya nantinya diisi dengan sejumlah kegiatan seperti penanaman pohon, donor darah dan lomba-lomba kesenian dan olahraga sedang Konferensi akan diisi sejumlah agenda di antaranya pemilihan Ketua Umum Badan Pengurus KBK KM. (af)

Meimonews.com – Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto P. Sirait menyerahkan sumbangan 5 hewan kurban berupa 4 ekor sapi dan 1 ekor kambing lewat Panitia Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah Polresta Manado untuk diteruskan kepada sasaran di halaman Mapolresta Manado, Selasa (12/7/2022).

Dalam sambutannya, Kapolresta menjelaskan makna Hari Raya Idul Adha yakni meneladani pengorbanan dan ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah SWT. “Hikmah yang dapat kita ambil sebagai umat Islam dari peringatan Idul Adha yakni ketakwaan umat manusia kepada Allah SWT. Kemudian kepedulian sosial serta solidaritas kita kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Diungkapkan, tema yang diangkat Polri dalam peringatan Hari Raya Idul Adha 1443 H tahun 2022 yakni Idul Adha Menanamkan Nilai-nilai Pengorbanan dan Keikhlasan Pengabdian personil guna Mewujudkan Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).

Polri khususnya Polresta Manado,  sebut Kombes Sirait, menjadikan momentum Hari Raya Idul Adha sebagai wujud nyata nilai keikhlasan dan ketaatan dalam menjalankan tugas.

Sejalan dengan tema tersebut, makna Hari Raya Idul Adha ini bagi anggota Polri khususnya Polresta Manado dan jajaran diimplementasikan dalam bentuk memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta Manado juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh umat Muslim. “Saya atas nama pribadi, maupun selaku Kapolresta Manado mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Turut hadir dalam penyerahan hewan kurban, Wakapolresta Manado AKBP Faisol Wahyudi, Kasat Narkoba Kompol Sugeng Wahyudi Santoso, seluruh PJU Polresta Manado, serta dari Panti Asuhan As Shobirin, An Nur, Sitty Hadijah dan Taman Pengajian Aspol Sumompo.

Hewan kurban yang diserahkan tersebut berasal dari sumbangan Kapolresta Manado, Wakapolresta Manado, Kapolsek Tikala dan Kapolsek Pineleng masing-masing seekor sapi dan Kasat Narkoba berupa seekor kambing. (af)

Meimonews.com – Dua pelaku tindak kejahatan terpisah, yang terjadi Minggu (10/7/2022) berhasil diamankan Tim Polresta Manado hari itu juga.

Pelaku tindak kejahatan pertama adalah EH, lelaki berusia 30 tahun yang beralamatkan Kelurahan Tumumpa Lingkungan 2 Manado. Korbannya adalah Kun Pramuji, lelaki berumur 49 tahun yang beralamatkan Kelurahan Bailang Lingkungan 1 Manado.

Tim Opsnal 2 Polresta Manado yang dipimpin  Aipda Gazali Mulyono berhasil mengamankan pelaku EH yang berprofesi nelayan pada hari itu juga (Minggu, 10/7/2022).

Menurut Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto P. Sirait seperti dikutip  Kasie Humas Iptu Sumardi, kronologis kejadiannya adalah pada Minggu (10/7/2022) sekitar pukul 17.00 Wita di Kelurahan Bailang Lingkungan 2 Kecamatan Bunaken,Manado telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh terlapor atas nama EH.

Awalnya, pelapor dengan terlapor di suatu jalan yang berlawanan arah kemudian pelapor melihat ada sekumpulan orang yang sedang berkumpul dan sudah memakai badan jalan, kemudian pelapor mengatakan kepada terlapor pinggirkan dulu kendaraan milik terlapor agar tidak mengganggu aktivitas kendaran yang lain dan tidak terjadi kemacetan.

Selesai mengatakan hal itu pelapor melanjutkan perjalanan pulang. Tetapi, tiba-tiba pelapor tersadar kalau ternyata terlapor telah mengikuti pelapor, saat itu pelapor turun dan terjadi pemukulan kepada pelapor.

Setelah mendapat informasi dari SPKT, hari itu juga Tim Unit 2 Opsnal langsung bergerak, mencari baket tehadap terlapor,. Setelah mengetahui keberadaan pelaku berada di Kelurahan Tumumpa Kecamatan Tuminting, tim langsung menuju ke lokasi yang dimaksud.

Sesampainya di lokasi tim langsung mengamankan pelaku, yang sudah menjadi residivis dan dibawa ke Mako Polresta Manado untuk dipertanggungjawabkan perbuatan tersebut.

Pelaku kedua adalah UK, lelaki berumur 24 tahun, berprofesi indriver yang beralamatkan
Kelurahan Malalayang Satu Timur Lingkungan 4 Kecamatan Malalayang, Manado.

Korbannya adalah Frederik Nayoan, lelaki berumur 76 tahun yang beralamatkan Kelurahan Teling Atas Lingkungan 3 Kecamatan Wanea, Manado

“Minggu, 10 Juli 2022 sekitar pukul 19.30 Wita Tim Resmob dipimpin Kanit Resmob Ipda Heraldy Yudhantara, S.Tr.K telah mengamankan terduga pelaku penganiayaan yang viral di medsos di Jalan Pumorouw, Manado,” sebut Ipda Sumardi, mengutip Kombes Pol. Sirait

Kronologis kejadiannya, korban telah mengalami peristiwa penganiayaan dimana saat dia sedang membawa angkot mikrolet dihadang kendaraan warna putih dan pelaku yang belum diketahui identitas langsung melakukan pemukulan terhadap korban sehingga dari akibat kejadian tersebut dia mengalami luka di mulut korban dan di tangannya. Dia merasa keberatan atas perbuatan pelaku selanjutnya dibuatkan laporan polisi.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Tim Resmob telah mendapatkan informasi dan beberapa petunjuk dari video saat kejadian. Kemudian, tim yang telah mengenali identitas terlapor, langsung melakukan penjemputan terhadap terlapor  dan diamankan ke Sat Reskrim Polresta Manado untuk diproses hukum.

Kedua pelaku tindak kejahatan terpisah tersebut, saat ini sudah diamankan di Mako Polresta Manado dan sedang dalam proses interogasi. (af)

Meimonews.com – Tanggal 8 Juli 2017 menjadi tanggal bersejarah bagi Keuskupan Manado. Pada tanggal tersebut, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC ditahbiskan menjadi Uskup Manado menggantikan Mgr. Yos Suwatan MSC.

Dalam kaitannya dengan lima tahun kegembalaan/kepemimpinannya (2022), dipastikan telah ada hal mendasar dan penting yang dilakukan gembala kelahiran Lembean, 4 Januari 1957 itu.

Di awal kegembalaannya, Mgr. Rolly (sapaan akrabnya) telah melakukan beberapa hal dan melanjutkan apa yang sudah dibuat uskup-uskup sebelumnya yakni Mgr. Josef Suwatan MSC, Mgr. Theodorus Hubertia Antonius Jakobus Moors MSC,  Mgr. Verhoeven dan saat masih menjadi Prefek/Vikaris oleh Pastor Panis, Pastor Vester dan lain membentuk pelayanan lokal dari sebelumnya dari Surabaya, Batavia yang membangun center for excellent.

“Saya melanjutkan apa yang telah dibuat dengan membangun persekutuan terutama ketika menemukan dalam FGD (Forum Group Discustions) seperti kebutuhan umat akan katekese, kebutuhan akan pemahaman iman,”  ujarnya kepada Meimonews.com di Manado, baru-baru.

Hal tersebut dilakukan agar umat tahu dan paham apa itu ajaran iman dan perlu ditingkatkan lagi dengan perkembangan-perkembangan yang ada, umat semakin banyak, hidup dalam heterogenitas dengan masyarakat lainnya, kebutuhan akan pemahaman iman Katolik semakin perlu bukan untuk menjadi kelompok eksklusif tapi supaya menyadari imannya dan agar menjadi garam dan terang bagi orang lain.

Kemudian, bagaimana memberdayakan kekuatan umat dalam memberdayakan ‘harta benda gereja.’  Itu merupakan sarana membangun.

“Itu awal-awal yang dilakukan. Mengadakan Sinode, Jalan Bersama Umat untuk mengadakan refleksi apa yang sudah terjadi, lalu ke depan kita mengharapkan apa setelah ini. Lalu, input-input dari lapangan termasuk dari para ahli, diadakan Sinode Keuskupan Manado,” paparnya.

Baru satu tahun memegang ‘tongkat kegembalaan’, mantan Provinsial MSC Indonesia ini mendengar dan memulai dengan Sinode untuk melihat apa yang akan dilakukan ke depan. Di awal kegembalaannya, Mgr. Rolly membuat suatu sistem. Membangun gereja dengan suatu sistem.

Berkaiitan dengan tantangan ke depan, Mgr. Rolly menegaskan, dengan umat yang tersebar  di wilayah yang luas, ada yang di pulau-pulau, tantangannya adalah bagaimana membangun suatu persekutuan, termasuk yang ada di pulau-pulau kecil, seperti yang ada di Talaud, yang dianggap pinggiran/terluar (berbatasan dengan negara lain) di mana kita menanamkan rasa persatuan, sebagai sahabat dan bagaimana mengajak mereka berpikir besar walau kecil di sini, hanya satu keluarga di satu kampung atau dua-tiga keluarga di satu stasi tapi berbuat yang besar.

Tantangan karena daerah luas, Mgr. Rolly suka hadir di mana-mana. Semua paroki (74 paroki) sudah dikunjungi. Ia bercita-cita, lima tahun ini semua stasi sudah dikunjungi namun terkendala dengan Pandemi Covid-19 sekitar dua tahun, sehingga terhenti. Dari 470 stasi, sudah 351 yang dikunjungi.

Jadi itu tantangannya. Daerah yang luas tapi bagaimana menjaga kesatuan itu dengan kehadiran berupa kunjungan ke paroki-paroki atau stasi-stasi. Tapi yang mau ditekankan bahwa kehadiran itu bukan hanya uskup tapi, terutama, kehadiran para pastor/imam di tengah-tengah umat. “Laut dan medan yang sulit tidak boleh jadi alasan sehingga umat tidak dikunjungi,” tegasnya.

Menyinggung hal yang sudah dicapai dalam 5 tahun kegembalaan, Mgr. Rolly menjelaskan, hal pertamanya adalah lewat Sinode yang sudah dibuat, setelah satu tahun (menjadi Uskup) khan suatu langkah yakni Jalan Bersama Umat dan sudah disosialisasikan dan diimplementasikan.

Diagendakan turun ke lapangan lewat kegiatan yang disebut monitoring. Akan dilihat apa yang sudah dikerjakan. Ia menemukan, sebagian sudah jalan, dan karena ini hal baru sehingga masih dalam penyusunan-penyusunan.

Tapi, minimal orang mulai melihat bahwa ini yang harus dikoreksi/diperbaiki. Ini kita punya ideal ke depan, yang disesuaikan dengan visi, misi dan renstra, pola bersama yang mau dilaksanakan di paroki, stasi, wilayah rohani, kelompok kategorial , dan lain-lain. Itu sudah jalan, tinggal melihat. Tahun depan, ada evaluasi untuk lima tahun berikut.

Disebutkan, karena masih hal baru, tentu ada tantangan-tantangannya, membutuhkan waktu. Tantangannya, itu torang harus turun ke daerah-daerah atau wilayah-wilayah yang cukuo luas.

Terkait dengan hubungan dengan umat beragama lain, diungkapkan, sudah berjalan dengan baik. Sudah terjadi di mana-mana. Selain lewat center-center (pusat-pusat) pendidikan di mana persekolahan-persekolahan Katolik menerima murid-murid bukan hanya Katolik tapi beragama lain maka hubungan itu sudah terjalin dengan baik.

Selain itu, saat berkunjung ke paroki-paroki atau stasi terlihat hubungan antarumat beragama terjalin dengan baik. “Saya melihat umat Katolik dekat dengan umat beragama lain. Saya bahkan terharu, terperangah, ada di suatu stasi yang hanya ada beberapa umat Katolik sudah ada gereja, yang pembangunannya ada keterlibatan umat beragama lain,” sebut Mgr. Rolly.

Begitu pun, kalau ada kegiatan-kegiatan gereja, terlihat ada umat beragama lain yang ikut membantu. Begitu sebaliknya, umat Katolik membantu, ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan umat beragama lain.

Kalau ada iven-iven keagamaan, umat beragama lain berpartisipasi seperti menjaga gereja/tempat-tempat ibadah.Begitu juga sebaliknya umat Katolik seperti yang tergabung dalam LC (Legio Christi) turut berpartisipasi menjaga gereja/tempat-tenpat ibadah saat umat beragama lain merayakan iven keagamaan mereka. (af)

Meimonews.com – Guna membahas kinerja pendapatan daerah (Patda) triwulan dua semester satu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut menggelar rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev).

Rapat yang dipimpin Kepala Bapenda Sulut Olvie Atteng di dampingi Conny Kuhon (Sekretaris Badan sekaligus pemandu rapat) dilaksanakan di ruang rapat Bapenda Sulut, Senin (4/7/2022).

Rakorev yang diikuti pejabat struktural Bapenda Sulut serta pimpinan dan staf UPTD se-Sulut diadakan secara paralel dengan rekonsolidasi penerimaan bulan Juni oleh Bendahara Penerima, rekonsolidasi Belanja, dan rekonsolidasi Barang Milik Daerah di ruang masing-masing.

Dalam sambutan dan arahannya, Atteng menyampaikan beberapa hal di antaranya soal evaluasi indikator kinerja utama (IKU), evaluasi penerimaan PAD posisi Juni, evaluasi pelaksanaan PKB dan penetapan strategi pencapaian  PAD.

Ada sejumlah yang disampaikan Kaban (Atteng-Red), sebut Kuhon kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Rabu (6/7/2022). yang hendaknya menjadi perhatian dan ditindaklanjuti peserta Rakorev. (af)

Meimonews.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut melakukan kegiatan turun ke bawah (turba) untuk maksud pengecekan kendaraan-kendaraan dinas (kendis) milik kantor.

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sistem Administrasi Satu Atap (Samsat) Bapenda yang ada di Sulut dilakukan turba dengan melakukan apel kendis oleh Tim Bapenda Sulut. Pimpinan Bapenda Sulut Olvie Atteng (Kepala), Conny Kuhon (Sekretaris) dan para Kepala Seksi/Sub Bagian terlihat di lokasi.

Kegiatan ini dilakukan.pekan lalu di UPTD-UPTD, sedang di UPTD Samsat Manado dilakukan Jumat (1/7/2022) pagi yang dipimpin Conny Kuhon di dampingi antara lain Kasubag Umum Richard Sumaraiw dan Kepala UPTD Samsat Manado Herlina Karepu.

Langkah yang dilakukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Sulut yakni Bapenda Sulut tersebut sungguh bijak dan patut dicontohi serta perlu diapresiasi.

Kepada Meimonews.com via telefon, Jumat (1/7/2022), Kepala Bapenda Olvie Atteng menjelaskan, pemeriksaan kendaraan dinas telah dilakukan di seluruh UPTD yang ada di Sulut.

Tujuan Apel kendis ini, sebut Atteng, adalah untuk menginventarisir sekaligus mengecek kendaraan berdasarkan kelengkapan kondisi serta kelengkapan administrasi kendaraan, yang merupakan aset-aset pemerintah daerah.

“Aset pemerintah termasuk kendaraan dinas terutama di lingkup Bapenda harus dicek agar dapat diketahui mana yang harus diperbaiki dan layak dipakai,” ujar Atteng.

Menurutnya, sebagai operasional kantor, kendaraan dinas sangat penting dalam mendukung aktivitas guna merealisasikan target yang diberikan dalam peningkatan PAD sehingga Sulut semakin hebat dan sejahtera. (af)

Meimonews.com – Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB, KBD yang saat ini menjadi Dirut RSUP Prof. Kandouw resmi menjadi Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sulut masa bakti tahun 2022-2025.

Pelantikan Panelewen sebagai Ketua Persi Sulut dan pengurus lainnya dilakukan Ketua Umum Pengurus Pusat dr. Bambang Wibowo SpOG(K) Mars, FISQua, Kamis (30/6/2022). Turut dilantik pula, Ketua Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (Makersi) Sulut Dr. dr. Erling David Kaunang, WpA (K).

Pelantikan yang dilaksanakan di Grand Kawanua Convention Center tersebut  ditandai pembacaan surat keputusan oleh Sekretaris Umum Persi, penyematan Pin, dan penyerahan Pataka Persi.

Dalam kepengurusan inti Persi Sulut,  Panelewen di dampingi oleh Wakil Ketua dr. Abraham Talumewo, Sekretaris Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, MKes, Wakil Sekretaris dr. Erwin Kristanto, SpF SH, Bendahara Frets Melope, SE MM dan Wakil Bendahara Ahnec L Sepang, SE.

Pelantikan turut disaksikan Ketua Umum Makersi Pusat Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, SH, MSi, SpFM(K), Kadis Pendidikan dan Kebudayaan dr. Grace Punuh, MKes (mewakili Gubernur Sulut), Ketua IDI Wilayah Sulut dr. Frankie Maramis, dan sejumlah undangan.

Acara ini juga dirangkaikan dengan seminar nasional dan workshop akreditasi rumah sakit, dan pameran kesehatan yang berlangsung selama dua hari. (af)

Meimonews.com – Tahapan konsolidasi berupa Musyawarah Cabang (Muscab) Serentak Partai Demokrat se-Sulut dengan agenda utama Pemilihan Calon Ketua DPC telah digelar.

Pelaksanaan Muscab-muscab di Hotel Peninsula yang dijadualkan dua hari (Sabtu-Minggu, 25-26/6/2022) telah berhasil dirampungkan dalam sehari.

Dalam forum Muscab yang dibuka secara virtual oleh Wakil Sekjen DPP Renada Bachtar dan pemukulan tetengkoren oleh Sekretaris Majelis Tinggi Andi Alfian Malarangeng di dampingi (antara lain) Ketua DPP Partai Demokrat Sulut Dr. dr. Elly Engelbert Lasut dan Ketua-ketua DPC Partai Demokrat se-Sulut, telah terpilih calon-calon Ketua DPC.

Sesuai mekanisme organisasi di partai ini, dan sebagaimana disampaikan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang disampaikan pada pembukaan Muscab, para calon Ketua tersebut harus mengikuti fit and proper test.

“Masih ada tahapan yang akan dilewati para calon ketua DPC yg terpilih, yakni Tahapan Fit and Proper Test,” ujar Ruben Fredrik Kalalo (Bidang Publikasi dan Dokumentasi Panitia Muscab Serentak) kepada Meimonews.com via telefon Minggu (26/6/2022).

Muscab, tambahnya,  sudah rampung. Tapi sesuai PO (Peraturan Organisasi), para bakal calon ketua DPC akan mengikuti tahapan berikutnya yakni fit dan proper test yang dilakukan oleh tim 5 yakni Ketum DPP, Sekjen DPP, Kaban BPOKK, Ketua DPD dan Sekretaris DPD. Bila tahapan ini lancar maka menjadi Ketua DPC terpilih kemudian persiapan dilantik.

Adapun beberapa nama yang telah terpilih sebagai calon Ketua DPC adalah Nortje Van Bone (Manado), Stendy Rondonuwu (Minut), Royke Kaloh (Minsel), Deilly Watulingas (Minahasa), Marthen Manoppo (Tomohon), Lady Lumantow (Bitung), Katrien Mokodaser (Mitra), Poppie Pandeiroth (Bolmong), Karel Bangko (Bolmut), Argo Sumayku (Boltim). (af)