Meimonews.com – Rapat Tim Pembina Samsat (sistem administrasi manunggal satu atap) Sulawesi Utara digelar dalam rangka mencari solusi terbaik optimalisasi peningkatan penerimaan daerah dengan peningkatan pelayanan publik.

Rapat yang dibuka pelaksanaannya oleh Sekretaris Provinsi Sulut Steve Kepel (Ketua Tim Pembina Samsat Sulut) ini dilaksanakan di salah satu hotel di Manado, Rabu (5/6/2024).

Hadir pada kegiatan ini, perutusan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut, perutusan Direktorat Lalu Lintas Polda Sulut, perutusan PT Jasa Raharja Sulut, perutusan Bank SulutGo dan perutusan BPKP Sulut.

Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen menegaskan, saat ini perlu ditingkatkan sistem pelayanan publik berbasis digital.

Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen saat memberikan pemaparan

Untuk itu, pihak-pihak terkait seperti perbankan, kepolisian, Jasa Raharja, PT Pos Indonesia dan dealer tentunya diharapkan bisa memberikan solusi terbaik demi peningkatan penerimaan kas daerah.

Disebutkan, terselenggara kegiatan Rakor Pembina Samsat di Sulut, dalam rangka menyikapi berbagai proses pengolahan yang nantinya menjadi dasar bagi Tim Pembina Samsat Sulut dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab memberikan pelayanan publik di bidang Kesamsatan.

Dalam kegiatan ini, harapannya di dalam rapat Pembina Samsat utamanya adalah bagaimana kita menyatukan persepsi, menyatukan ide pemikiran inovasi yang ada di masing-masing untuk kita tuangkan menjadi satu kegiatan positif yang bisa membawa khususnya lintas sektoral serta untuk bisa mengoptimalkan penerimaan masing-masing yaitu untuk Bapenda, Kepolisian dan Jasa Raharja.

“Hal ini yang torang coba rumuskan dalam kegiatan ini. Karena ketika menjadi hambatan di dalam satu di satu pihak, itu akan berdampak juga ke pihak lainnya. Sehingga saat inilah momen kita berkolaborasi sambil memberikan ide masukan, mungkin saran, mungkin juga ada usulan perbaikan,” ujarnya.

Sehingga, sambungnya, menjadi harapan kita bersama dalam rangka utamanya adalah peningkatan penilaian publik. Dari situ tentu saja akan berdampak terhadap optimalisasi penerimaan.

Dalam sambutannya, Sekprov mengajak semua pihak berkomitmen dan bersama bekerja keras dengan mengoptimalkan rapat tersebut guna memperkuat sinergi, kolaborasi dan memperbaiki kinerja dalam melayani masyarakat.

Beberapa point yang ditekankan dalam rapat tersebut antara lain, optimalisasi pelayanan publik, peningkatan kepatuhan wajib pajak, digitalisasi pelayanan samsat, pengawasan dan pengendalian internal, dan kolaborasi dan sinergi.

Ketua Tim Pembina Samsat Sulut ini menegaskan, harus berbenah mengikuti era digitalisasi. Samsat memiliki peranan vital untuk pengelolaan kendaraan bermotor. Di mana, dalam menjalankan tugas tersebut, bukan hanya Bapenda Sulut saja, tapi perlu kerja sama dengan instansi terkait, seperti kepolisian dan Jasa Raharja.

“Kerja sama ini penting dan selalu dikuatkan, dikoordinasikan sehingga sinergitas dapat meningkatkan penghasilan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegas Kepel.

Kepel pun memberikan beberapa catatan untuk peningkatan pelayanan bagi wajib pajak kendaraan bermotor di Sulut.

Pertama, terkait dengan pengembangan digitalisasi pelayanan. Memangkas keberadaan birokrasi bagi warga yang akan membayar pajak. Pemberian kemudahan atau akses lebih luas bagi para pembayar pajak kendaraan bermotor menjadi tantangan.

“Paling tidak tantangan ketersediaan jaringan infrastruktur komunikasi, keberadaan SDM (Sumber Daya Manusia). Itu yang harus dibenahi,” jelasnya

Tantangan lainnya yang menjadi catatan adalah tidak semua wajib pajak kendaraan bermotor adalah kaum milenial dan Generasi Z, yang menguasai digitalisasi. Oleh karena itu, penting menyiapkan help desk, Samsat car, updating software. Ini sesuai pangsa di tengah masyarakat.

Catatan selanjutnya yakni mengenai dengan relaksasi bagi wajib pajak kendaraan bermotor. Program keringanan pajak tersebut dinilainya belum tersosialisasi dengan baik.

Terakhir, bagaimana kepatuhan pajak ini betul-betul konsisten. Untuk menjawab tantangan ini bukan hanya satu instansi, tapi butuh peran instansi terkait lainnya. (elka)

Meimonews.com – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) masuk dalam daftar salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan yang mendapatkan jatah Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) dari pemerintah sebagaimana info yang tersebar di media sosial.

Ketua Presidium PP PMKRI Tri Natalia Urada mengonfirmasi tidak ada pembicaraan soal penawaran pemerintah dalam pengelolaan tambang dengan PMKRI selama ini. “Kalau pun ada penawaran, PMKRI pasti menolak,” ujarnya lewat siaran pers yang diterima Meimonews.com, Rabu (5/6/2024).

Pertimbangan paling mendasar karena tidak mau independensi PMKRI sebagai organisasi kemahasiswaan, pembinaan dan perjuangan terkooptasi dengan kepentingan-kepentingan usaha tambang. Berbagai persoalan yang diakibatkan oleh operasi industri pertambangan akan terus disikapi dan dikritisi.

Ketentuan Ormas Keagamaan yang mendapatkan WIUPK secara perioritas dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat diatur dalam pasal 83A ayat 1 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Melalui peraturan tersebut, ormas keagamaan kini dapat memiliki WIUPK.
Jika merujuk pada pasal 75 UU No. 3 tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, IUPK diberikan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Badan Usaha Swasta mendapat perioritas dilaksanakan dengan cara lelang WIUPK.

“Kita bisa melihat bahwa terjadi ketimpangan dan atau tumpang tindih antara UU Minerba dan PP No. 25 tahun 2024. Selain itu, juga berpotensi menimbulkan konfik yang lebih besar dikemudian hari,” jelas mantan Sekjen PMKRI Pusat ini.

Disebutkan, merujuk pada data dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menunjukkan bahwa saat ini terdapat sebanyak 7.993 izin mineral dan pertambangan (Minerba) dengan luas 10.406.060 hektare. Alhasil operasi ini berdampak pada kerusakan lingkungan yang panjang dan belum dipulihkan.

Atas nama kemajuan ekonomi, pembukaan lahan skala besar justru mencemari air, udara, dan laut yang berdampak pada terganggunya kesehatan manusia, kerusakan pangan lokal, terutama sekitar tapak tambang.

Jadi, jika PMKRI turut terlibat dalam urusan tambang, sama halnya PMKRI melestarikan persoalan-persoalan yang ada dan akan sangat paradoks dengan kerja-kerja yang kami lakukan selama ini, yaitu menjaga kedaulatan lingkungan.

PMKRI menilai, rencana ini juga akan berisiko menimbulkan konflik agraria baru dengan masyarakat dan mempertajam ketimpangan sosial. Berdasarkan data KPA, sepanjang 2023,  tambang menyebabkan 32 letusan konflik agraria di 127.525 hektar lahan dengan 48.622 keluarga dari 57 desa terdampak tambang.

PMKRI tidak memiliki kapasitas SDM dan teknologi yang mumpuni untuk mengurus tambang. Tetapi sebagai elemen masyarakat sipil, kami memiliki komitmen dan sikap yang konsisten untuk melakukan checks and balances atas berbagai kebijakan yang anomali dan ketimpangan lainnya yang dapat merugikan masyarakat, terutama terhadap industri-industri ekstraktif seperti tambang.

“Kami berharap pemerintah menghentikan rencana ini dengan segera merevisi PP Nomor 25 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara,,’ tandas Natalia. (lk)

Meimonews.com – Dirut PT Bank SulutGo Revino M. Pepah menegaskan, sekalipun saat ini merupakan momentum yang menggembirakan, tapi mengingat tahun ini di beberapa wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo mengalami bencana alam serta dalam rangka efisiensi maka hari ini kami merayakan ketambahan usia Torang Pe Bank ini dengan sederhana.

“Kami hanya mengadakan doa syukur di kantor. Tentunya ada rangkaian lomba seni dan olahraga antar karyawan yang telah dan akan berlangsung dalam rangka kebersamaan. Tapi kita perlu fokus pada tujuan yang terutama yaitu tetap bertumbuh dan tangguh demi keberlanjutan Bank ini,” ujarnya terkait dengan peringatan 63 Tahun Bank SulutGo, Senin (3/6/2024)

Diungkapkan, memasuki pertengahan tahun 2024, bank yang akrab disebut BSG ini diperhadapkan dengan beragam tantangan serius dalam rangka mempertahankan keberlanjutan bisnis antara lain pertama, cost of fund yang meningkat signifikan akibat kenaikan BI Rate yang hampir 2 kali lipat dalam dua tahun terakhir. Kedua, pemenuhan modal inti 3 triliun sesuai ketentuan OJK

Ketiga, meningkatkan dan menyempurnakan layanan digital dalam rangka membantu nasabah dalam melakukan transaksi perbankan agar lebih aman; Keempat,  meningkatkan kualitas human capital. Kelima, program efisiensi biaya dalam rangka menekan biaya operasional.

Di bagian lain, Pepah menyebutkan, BSG telah melayani masyarakat selama lebih dari enam dekade, memberikan layanan perbankan serta kontribusi terhadap perkembangan ekonomi daerah.

“Dan pada momentum ulang tahun ke-63 ini, BSG berkomitmen untuk tetap menjadi bank kepercayaan masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo dengan terus bertumbuh dan tangguh dalam kondisi ekonomi yang fluktuatif sekalipun,” ujarnya di Kantor Pusat.

Menurutnya, selama 6 dekade yang telah berlalu, beragam milestone yang berhasil BSG lalui hingga dapat berada pada titik ini, antara lain tahun 1998 ketika Indonesia dilanda krisis moneter,
Bank Sulut berhasil masuk dalam gabungan program Rekapitulasi Bank yang diselenggarakan oleh negara untuk memenuhi modal inti bank minimum 8 persen sehingga dapat tetap beroperasi.

Aset bank per 31 Desember 2023 mencapai 20,86 triliun rupiah; Selama 3 tahun terakhir telah memberikan dividen sebesar Rp. 514.693 miliar kepada para pemegang saham yang dibagikan secara proporsional sesuai jumlah saham yang dimiliki.

Tingkat kesehatan BSG kembali memperoleh peringkat komposit “2” yang secara umum sehat dan dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif dan factor external lainnya.; Per Juni 2023 berhasil menempati gedung kantor pusat yang baru.

“Tak lupa kami juga ucapkan terimakasih kepada Bapak Gubernur selaku pemegang saham pengendali, serta seluruh pemegang saham dan stakeholders. Terutama para nasabah yang kami hormati, terimakasih atas kepercayaan anda sehingga BSG dapat bertumbuh sampai saat ini” ujar Pepah. (Afer)

Meimonews.com – 21 Frater Seminari Tahun Orientasi Rohani Pondok Emaus (TOR) Poem Tateli menerima busana rohani saat misa yang dilaksanakan dalam rangka perayaan sukur 40 tahun seminari tersebut, Minggu (2/6/2024).

Misa dipimpin Mgr. Petrus Turang Pr (Uskup Emeritus Kupang), Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dan Uskup Amboina Mgr. Inno Ngutra Pr di dampingi belasan imam/pastor di antaranya Rektor Seminari TOR Poem Pastor Bonifasius Boro Bin Ola Pr dan Rektor baru Seminari TOR Poem Pastor Danny Surentu Pr serta dihadiri sekitar tamu/undangan dan umat setempat.

Sejumlah hal terkait dengan bagaimana para frater menjalani pembinaan baik selama di Seminari TOR  Poem maupun kelanjutannya di Seminari Pineleng untuk  menjadi seorang imam diosesan disampaikan Mgr. Turang.

Mantan Ketua Komisi PSE Keuskupan Manado ini tak segan untuk mengingatkan agar para calon imam ini tidak melakukan hal-hal yang akhirnya bisa mengganggu proses pembinaan selama di seminari.

Mgr. Turang berharap agar para calon imam ini fokus pada proses pembinaan agar bisa menjadi imam yang diharapkan bagi keuskupan maupun keluarga.

Uskup Amboina Mgr. Inno Ngutra Pr dalam sambutannya pada pada acara syukuran di halaman seminar mengungkapkan bagaimana saat ia menjalani proses pembinaan di seminari itu beberapa tahun lalu.

Ia bisa menjadi imam dan bahkan menjadi uskup pertama lulusan Seminari TOR Poem ini karena ia menjalani pembinaan di seminari ini sesuai dengan aturan yang diberlakukan.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dalam sambutannya mengingatkan agar para frater fokus pada proses pembinaan yang ada.

Uskup Amboina Mgr. Inno Ngutra saat memberikan sambutan

Para frater yang menerima busana rohani menjalani proses pembinaan di tahun rohani seperti juga Seminari TOR Poem yang bisa memasuki 40 tahun itu karena ada proses panjang.

Para frater menjalani proses pembinaan tak kurang dari sembilan bulan. Ibarat anak dalam kandungan ibu, yang nanti lahir, hadir di dunia setelah sembilan bulan lebih. “Ada prosesnya. Ada perjalanannya,” ujar Mgr. Rolly.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC saat memberikan sambutan

Disebutkan, dalam proses di tahun rohani hingga menerima busana atau jubah rohani pasti ada banyak dukungan baik dari lingkungan seminari maupun keluarga dan umat.

Ada proses yang dialami para frater. Selama dalam pembinaan para frater belajar dan bertumbuh baik jasmani maupun rohani dan kemudian bisa menerima busana / jubah rohani.

Ketika diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesannya mewakili para frater penerima busana rohani, Frater Savio Kuntak menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu mereka saat dalam pembinaan di Seminari TOR Poem dan bisa menerima busana rohani.

Banyak pengalaman diperoleh dan menjadi pedoman bagi mereka selama dalam masa pembinaan di seminari ini.

Des Kembi mewakili orangtua frater penerima busana rohani saat memberikan kesan dan pesan

Hal senada disampaikan Des Kembi mewakili Keluarga Frater. Disampaikan terima kasih kepada mereka yang telah membantu sehingga para frater bisa menerima busana rohani di momen perayaan syukur 40 tahun Seminari TOR Poem.

Dikatakan, hari ini merupakan hari yang penuh suka cita bagi orangtua karena momen ini dihadiri tiga uskup serta anak-anak kami (frater-frater) boleh melewati satu fase di jalan panggilan mereka, dimana mereka boleh menerima pakaian rohani. “Ini Satu kebanggaan tentu bagi para frater dan juga kami orang tua,” ujarnya.

Sebagai orangtua, mereka menyadari bahwa untuk sampai pada tahap ini bukanlah hal yang mudah bagi para frater. Para frater sudah berusaha menunjukkan kepada kita apa yang menjadi komitmen mereka sebagai calon calon imam dengan mengikuti pembinaan di seminari ini.

Namun, peran para pembina tentu sangat menentukan sehingga anak-anak mereka boleh tiba pada tahap ini. Banyak juga peran umat yang telah membantu dan juga para donatur dengan caranya masing-masing memberikan support dan motivasi untuk mendukung perjalanan panggilan anak-anak mereka.

Memang ini baru langka awal bagi mereka dalam perjalanan panjang yang akan mereka tempuh sebagai calon calon imam. Perjalanan panjang ini pasti juga membutuhkan perjuangan yang lebih berat.

“Akan ada banyak kerikil-kerikil tajam yang akan mereka lalui, dan dari semua itu tentu perjuangan yang paling berat yang akan mereka alami adalah mereka harus melawan diri mereka sendiri, melawan keinginan keinginan yang menjadi menghambat dan batu sandungan bagi perjalanan panggilan hidup mereka sebagai calon imam diosesan,” ujarnya.

Tentu menjadi harapan bagi orangtua agar 21 frater yang menerima pakaian rohani ini akan tetap memakai jubah ini sampai mereka mencapai cita-cita mereka. Jangan seiring perjalanan waktu satu persatu sudah mulai melepaskan jubah.

Ini tentu akan membawa rasa kecewa bukan saja orangtua tetapi  semua yang telah mendukung perjalanan panggilan kamu, umat para pembina dan tentu saja ketiga Uskup  yang hadir bersama.

Jadi, sambungnya, semoga mereka tidak menyia-nyiakan apa yang menjadi harapan kami dan semua umat. Ingatlah bahwa pakaian rohani yang dipakai itu melambangkan kehormatan dan martabatmu.

“Di manapun kamu berada dengan memakai jubah ini kamu akan dihormati, disegani dan dihargai. Oleh karena itu, jagalah selalu kehormatan dan martabatmu, jaga kehormatan dan martabat keluargamu dan jaga kehormatan dan martabat gerejamu. Itulah harapan kami semua orang tua umat dan uskupmu,” pintanya.

Peniupan lilin HUT Seminari TOR Poem

Menutup rangkaian acara memperingati 40 Tahun Seminari TOR Poem di mana misa penerimaan busana rohani merupakan salah satu acaranya, diadakan peniupan lilin perayaan, yang diadakan di halaman seminari.

Berdasarkan data, Mgr. Theodorus Moors MSC adalah Inisiator Pendirian Seminari TOR Poem. Promotor pencarian dananya adalah Pastor Jan Van Paasen MSC.

Pada Juli 1984 dimulai angkatan pertama dan Pastor Wenceslaus Aloysius Maweikere Pr sebagai Direktur Tahun Orientasi Rohani yang pertama.

P.astor J. Talibonso MSC meletakkan dan memberkati batu dasar pembangunan seminari TOR. Pada 2 Juni 1987
Seminari ini ditahbiskan dan diresmikan oleh Duta besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Francesco Canalini.

Tak terasa 40 tahun Seminari TOR Poem sudah berkarya dalam pembinaan calon Imam di Keuskupan Manado. Telah banyak dedikasi tinggi seluruh tim pembina sejak awal berkarya hingga saat ini. Dukungan doa dan cinta dari seluruh umat akan terus membawa harapan untuk seminari TOR Poem. (lk)

Meimonews.com – Proses pendaftaran calon Rektor baru Universitas Negeri Manado (Unima) untuk menggantikan Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd yang telah menduduki jabatan rektor dua periode telah ditutup pada 27 Mei 2024.

Ada sebanyak 11 kandidat yang resmi mendaftar pada Panitia Pemilihan Rektor Unima yang diketuai Prof. Dr. Freddy Semuel Kawatu, M.Si dengan Sekretaris Dr  Devie SR Siwij, SIP, MAP dan dilengkapi beberapa anggota.

Kesebelas kandidat tersebut adalah Dr. Rymond J. Rumampuk, M.Si;  Dr. Drs. Intama J. Polii, M.Pd; Dr. Armstrong Sompotan, M.Si; Dr. Patricia M. Silangen, S.Pd., M.Si; Recky Harold Elby Sendouw, SP., MM., Ph.D; Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si; Prof. Dr. Tinneke Sumual, M.Si, DEA; Dr. Joseph Philip Kambey, S.Ak., MBA; Prof. Nihta V. F. Liando, M.A., Ph.D; Dr. Aldjon Dapa, M.Pd; dan Dr. Roos Maria Stela Tuerah, S.Pd., M.Pd.

Kawatu menjelaskan, proses pemilihan rektor akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. “Para kandidat calon rektor saat ini sedang menjalani serangkaian tahapan seleksi yang meliputi seleksi administrasi 28-31 Mei 2024, penetapan bakal calon 3 Juni 2024, dan pengumuman bakal calon pada 10 Juni 2024 mendatang,” ujarnya.

Setelah tiga tahapan tersebut, selanjutnya bakal calon rektor yang dinyatakan lulus administrasi dan telah ditetapkan akan mengikuti penyampaian visi misi pada 19 Juni 2024, serta penilaian program kerja, dan presentasi kepada civitas akademika Unima khususnya kepada anggota Senat dan panitia dalam rapat Senat Terbuka yang nantinya dihadiri perwakilan dari Kemendikbud Ristek RI.

Ditambahkan, pada 20 Juni 2024 dilakukan penyaringan dan penetapan 3 (tiga) calon rektor dalam rapat Senat Tertutup. Kemudian, 25 Juni 2024 penyampaian 3 nama calon rektor kepada Mendikbud Ristek RI Nadiem Makarim di Jakarta.

Pada 30 Juli 2024 akan dilaksanakan pemilihan rektor Unima periode 2024-2028, serta penyampaian hasil pemilihan rektor kepada Mendikbud Ristek RI di Jakarta. Dan, tahapan paling akhir adalah penetapan dan pelantikan rektor Unima terpilih periode 2024-2028 pada bulan September 2024.

“Dengan demikian, proses pemilihan rektor Unima akan menjadi sorotan utama dalam beberapa waktu ke depan, mengingat pentingnya peran rektor dalam mengemban amanah sebagai pemimpin perguruan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya

Olehnya, sambung Kawatu, harus diteliti, dipilih dengan mempertimbangkan berbagai aspek sehingga betul-betul dapat melanjutkan kepemimpinan ke arah yang lebih baik ke depan.

Panitia Pilrek berharap, kepada 11 kandidat bakal calon rektor (Bacarek) yang telah terdaftar agar dapat menjalani proses tahapan pemilihan dengan sportivitas dan integritas yang tinggi.

Panitia berharap agar setiap kandidat dapat mempresentasikan visi dan misi serta program kerja mereka dengan jelas dan meyakinkan kepada seluruh civitas akademika Unima. Selain itu, panitia juga akan melaksanakan proses pemilihan rektor berjalan lancar, adil, dan transparan.

“Diharapkan kandidat yang terpilih nantinya akan mampu memimpin Unima dengan baik, mengimplementasikan program-program yang inovatif, serta mampu meningkatkan kualitas dan daya saing Unima di tingkat nasional maupun internasional. (FA)

Meimonews.com – Dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui optimalisasi pajak daerah, digelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) dan upaya peningkatan pajak daerah melalui alat rekam pajak.

Rapat ini juga menjadi forum bagi Bapenda se-Sulawesi Utara untuk berbagi pengalaman dan best practice dalam optimalisasi pajak daerah melalui alat rekam pajak.

Diharapkan melalui rapat ini, dapat terjalin sinergi yang kuat antara KPK, Bank SulutGo, dan Bapenda se-Sulawesi Utara untuk meningkatkan PAD dan mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Pusat Bank SulutGo, Manado, Jumat (31/5/2024) ini diikuti Tim KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Tim Bank SulutGo dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) se-Sulawesi Utara.

Kasatgas Wilayah IV KPK Andy Purwana menyampaikan pentingnya sinergi antara KPK, Bank SulutGo, dan Bapenda se-Sulawesi Utara dalam meningkatkan PAD melalui optimalisasi pajak daerah.

“Alat rekam pajak merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan PAD. Alat ini dapat membantu Bapenda dalam memantau dan mengawasi transaksi keuangan wajib pajak secara real time, sehingga potensi kebocoran pajak dapat diminimalisir,” ujar Andy Purwana.

Direktur Kepatuhan Bank SulutGo Machmud Turuis menyatakan komitmen Bank SulutGo untuk mendukung upaya peningkatan PAD melalui penyediaan layanan yang mudah dan cepat bagi wajib pajak.

“Bank SulutGo siap bekerjasama dengan Bapenda se-Sulawesi Utara dalam menyediakan layanan pembayaran pajak yang mudah dan cepat. Kami juga akan terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya membayar pajak,” ujar Turuis. (Afer)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng menegaskan,  patut berbangga dan bersyukur saat ini  seluruh civitas akademika Fakultas Kedokteran Unsrat merayakan Dies Natalis ke-65.

“Banyak pencapaian luar biasa yang dicapai oleh segenap civitas akademika FK Unsrat, baik dalam pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, pengembangan SDM dan kegiatan kemahasiswaan,” ujar Rektor saat memberikan sambutan pada acara puncak Peringatan Dies Natalis ke-65 Fakultas Kedokteran Unsrat Manado.

Puncak peringatan hari jadi Fakultas Kedokteran Unsrat yang diadakan di auditorium fakultas, Selasa (28/5/3024) ini dilaksanakan dalam Sidang Senat Terbuka yang dipimpin Prof. dr. Linda WA Rotty, Sp.PD. KHOM (Ketua) di dampingi Ns. Sefti SJ Rompas, S.Kep, M.Kes (Sekretaris).

Di momen ini pula ada oraai ilmiah oleh dr. Linda Maya Tompodung, MpdKed, Sp Rad tentang Peran magnetic resonance imaging pada penentuan bening dan malignan massa ginekologi (Karakterisasi leimyoma uteri tipikal, atipikal dan leiomyoaarcoma) dan Dr. Stephanus JC Tangel, Sip.B, Subsp, BVE(K) tentang Pengaruh hipoalbumin terhadap kejadian disfungsi kateter henodialisis tunnel pada pasien anak dengan penyakit ginjal tahap akhir di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo.

Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng saat memberikan sambutan

Hadir pada acara ini, Kepala Dinas Kesehatan Sulut Dr. Debby Kalalo, Ph.D, Ketua DPRD Sulut/Ketua Ikatan Alumni FK Kedokteran Unsrat Manado dr. Fransiscus Andi Silangen, SpB-KBD, pimpinan lembaga Unsrat, Dekan Fakultas se-Unsrat, Dirut RSUP Kandou Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes, Ketua IDI dr. Franky Maramis, mantan-mantan Dekan FK Unsrat, Civitas Akademi FK Unsrat, dan undangan lainnya.

“Saat ini, sudah banyak kemajuan-kemajuan di bidang kesehatan. Fakultas Kedokteran harus bergerak cepat dalam pengembangan teknologi dan kesehatan,” ujar Rektor.

Orang nomor satu di Unsrat ini lantas memberikan contoh yakni produksi alat-alat kedokteran di mana sampai saat ini negara kita masih banyak menggunakan alat-alat teknologi impor. Seluruh civitas akademika Fakultas Kedokteran harus bergerak cepat dalam melakukan riset-riset di bidang teknologi kedokteran dan kesehatan.

Kadis Kesehatan Sulut Debie KR Kalalo, M.Sc, PhD saat membacakan sambutan Gubernur Sulut Prof. Dr. (Hc) Olly Dondokambey, SE

Menurut Rektor, momen peringatan dies natalis ini, mengingatkan seluruh civitas akademika FK Unsrat untuk mengintrospeksi apa upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan para dokter, dokter gigi, perawat yang berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan khususnya pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dan kesehatan.

Disebutkan, Fakultas Kedokteran merupakan salah satu fakultas tertua di Universitas Sam Ratulangi Unsrat. Melalui perayaan dies natalis ini banyak kegiatan yang dilakukan sehingga diharapkan dapat menjaga atmosfir fakultas yang solid dan kondusif karena ini adalah modal bersama untuk mengembangkan fakultas kedokteran yang lebih baik.

Sidang Senat Terbuka Fakultas Kedokteran Unsrat memperingati Dies Natalis ke-65 Fakultas Kedokteran Unsrat Manado

Gubernur Sulut Prof. Dr. (Hc) Olly Dondokambey, SE dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr. Debie KR Kalalo, M.Sc, Ph.D menegaskan, dies natalis ini bukan hanya perayaan bertambah usia, tetapi juga momen refleksi dan apresiasi atas berbagai pencapaian yang telah diraih selama ini.

Fakultas Kedokteran Unsrat, menurut Gubernur, telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan daerah Sulawesi Utara.

Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat Manado Prof. Dr. dr. Nova Hellen Kapantow, DAN, M.Sc, Sip.GK saat menyampaikan laporan tahunan

“Selama 65 tahun, Fakultas Kedokteran Unsrat telah melahirkan banyak tenaga medis profesional yang berdedikasi tinggi dan berkompeten. Banyak dari para lulusan FK Unsrat tidak hanya berkiprah du Sulawesi Utara tetapi juga di berbagai penjuru tanah air bahkan di luar negeri,” sebut Gubernur.

Ditambahkan, kontribusi para alumni sangat terasa dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah ini. “Untuk itu, saya atas nama pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara secara khusus mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya,” ujar dokter Debie mengutip Gubernur.

Acara penutupan lilin oleh Rektor Unsrat dan Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat di dampingi sejumlah tamu/undangan

Memperhatikan perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini, terutama dalam bidang teknologi kesehatan, sebutnya, memberikan tantangan sekaligus peluang bagi kita semua. Teknologi seperti telemedicine, artificial intellegence (AI) dalam diagnosis penyakit, serta berbagai inovasi medis lainnya, telah mengubah wajah dunia kesehatan.

Untuk itu, Fakultas Kedokteran Unsrat harus mampu beradaptasi dan mengikuti perkembangan ini agar tetap relevan dan dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Rektor Unsrat Manado dan Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat Manado saat memasang lilin Dies Natalis

“Saya berharap, melalui kurikulum yang terus diperbaharui dan program-program pelatihan yang inovatif, fakultas ini dapat terus menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global masa depan,” sebut Gubernur.

Selain itu, gubernur menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, praktisi dan pemerintah dalam memajukan dunia kesehatan di Sulut. Sinergi yang baik antara ketiga pihak ini akan menghasilkan solusi-solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya mengajak Fakultas Kedokteran Unsrat untuk terus memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional,” harap Gubernur.

Fakultas Kedokteran Unsrat diharap juga dapat terus menjadi pusat penelitian yang menghasilkan tumpuan-tumpuan baru di bidang kesehatan. Penelitian yang berkualitas tinggi tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan tetapi juga akan memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dekan FK Unsrat Prof. Dr. dr. Nova Hellen Kapantow, DAN, M.Sc, Sp GK dalam laporan tahunannya memaparkan kondisi FK saat ini termasuk sejumlah prestasi yang dicapai serta beberapa evaluasi keberhasilannya.

Akreditasi program studi (prodi),sebut Dekan, dari 16 prodi yang ada, 7 masuk kategori unggul, 4 baik sekali, 1 A, 3 B dan 1 dalam proses.

Jumlah mahasiswa per April 2024 berjumlah 2125 orang. Penerimaan mahasiswa S1 tahun akademik 2023-2024 berjumlah 477 orang. Lulusan sarjana tahun 2023-2024 SE sebanyak 148 orang. Lulusan program profesi 192 orang.

Jumlah peserta program pendidikan dokter spesialis-1 (PPDS-1) per April 2024 sebanyak 635 orang. Data lulusan PPDS-1 periode April 2023-Mei 2024 berjumlah 109.

Ketua Panitia Pelaksana Dies Natalis ke-65 Fakultas Kedokteran Unsrat Manado Dr. dr. Mendy J. Hatibie Oley, Sp.BP(K)RE dalam laporannya menyampaikan program panitia dalam rangka hari jadi FK Unsrat Manado tahun ini.

Pada 4 Mei 2024, Panitia telah melaksanakan acara untuk membuka Peringatan Dies Natalis dengan beberapa agenda yaitu Jalan Pagi, Lomba lari, dan Lomba Yel yel. Dalam acara tersebut, panitia memberikan golden tiket kepada para peserta yang lolos pada tahap selanjutnya dalam lomba lari.

Kemudian, serangkaian kegiatan kesenian seperti pemilihan Putra Putri FK, Faked Got Talent, Medical Voice , kegiatan olahraga yang dimulai serangkaian pertandingan kebersamaan di mana setiap bagian yang terlibat berusaha memberikan yang terbaik.

Lalu, tanggal 21 Mei 2024 panitia melakukan Ziarah di makam para Dekan yang sudah berjasa bagi almamater. Bentuk penghormatan ini dilakukan agar kita tetap mengingat akan ilmu yang mereka berikan tanpa hentinya.

Pada 22-24 Mei 2024,  panitia melaksanakan serangkaian kegiatan Ilmiah yang sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pada 22 Mei diadakan kegiatan simposium pertama yang dilaksanakan di Aula FK dengan sistem hybrid. Simposium di hari pertama ini mengangkat tema Transformasi Kedokteran Melalui Peningkatan Riset dan Inovasi Teknologi Kesehatan dengan Pemateri yang sudah expert di bidangnya. Peserta yang hadir sebanyak 1299 orang (onsite 217 dan online 1083).

Pada 23 Mei, pelaksanaan kegiatan ilmiah bertempat di Aula RSUP Prof. Kandou dengan 2 agenda yakni Simposium Leadership By Example: Medical Education And Hospital Management yang dibawakan oleh Dekan-dekan Fakultas Kedokteran yang berasal dari berbagai Universitas dan yang paling dibanggakan sebagian dari mereka merupakan Alumni dari Fakultas Kedokteran Unsrat. Pesertanya sebanyak 654 orang (onsite 124 dan online 529 orang).

Pada sesi kedua di hari itu adalah Mini Simposium dengan tema Illuminating Insights With Ultrasonography dengan pemateri pata ahli di bidangnya dengan peserta 188 orang (onsite 105 orang dan online 83 orang). Pada mini simposium ini juga diberikan demo dengan menggunakan alat usg sehingga peserta juga lebih aktif dalam kegiatan ini.

Pada hari ketiga, panitia mengadakan kegiatan di 3 tempat berbeda dalam waktu yang bersamaan yaitu di Aula FK UNSRAT, Aula RSUP Prof. Kandou dan Gedung Bedah RSUP Kandou. Kegiatan ini terdiri atas Manado Surgical Update 6 dengan total peserta 56 orang (onsite 47 dan online 9).

Selanjutnya, kegiatan Basic Surgical Skill, di mana peserta diberikan materi yang lebih mendalam dengan pemateri yang berasal dari Divisi Bedah Plastik. Peserta diajarkan dengan sangat terarah bahkan diberikan sesi untuk mempraktrekan langsung. Total peserta pada kegiatan ini adalah 19 orang dan semuanya di laksanakan Onsite.

Setelah kegiatan BSS, dilanjutkan dengan Seminar dan Workshop yang berjudul Emergency in Orthopaedic. Para peserta dalam kegiatan ini dituntut untuk harus bisa mempraktikkan langsung apa yang dipelajari. Sehingga membuat para perserta dapat lebih mendalami materi tidak hanya dari teoritis tetapi juga praktikal. Kegiatan ini diikuti oleh 24 orang.

Selanjutnya, ada kegiatan workshop yang membahas tentang penulisan dan publikasi di mana narasumber yang memberikan materi adalah pakar yang sudah diakui. Kegiatan ini diikuti oleh 77 orang dengan sistem onsite.

Pada 25 Mei 2024, Panitia mengadakan 2 kegiatan, yakni adalah Baksos di desa Sampiri. Di hari yang sama Panitia juga melangsungkan kegiatan Hari Baku Dapa yang bertujuan untuk menjadi hari berkumpul bagi semua Alumni tanpa terkecuali, baik yang tua dan muda.
Panitia juga masih memiliki agenda satunya yaitu Lomba Taman dan tentunya diharapkan keikutsertaan dari setiap bagian yang telah dibagi.

“Dan, pada hari ini, adalah peringatan puncak Dies Natalis, dengan beberapa agenda kegiatan,” ujar dokter Mendy. (FA)

Meimonews.com – Dukungan kepada Ir. Rita Maya Tamuntuan untuk menjadi Kepala Daerah (Gubernur) Sulawesi Utara periode tahun 2024-2029 terus berdatangan.

Kali ini, sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Sahabat RTM (Ir. Rita Maya Tamuntuan) mengungkapkan aspirasi mereka agar RMT diusung jadi Gubernur Sulut masa empat tahun mendatang.

“Ir. Rita Maya Tamuntuan layak diusung untuk memimpin Sulawesi Utara ke depan. Sebagai Srikandi Sulut Hebat, tentunya memiliki peran penting dalam memajukan Sulut,” ujar Sekjen Sahabat RMT Pnt. Ir.  Dicky Syaranamual saat Temu Sahabat RMT di kompleks Pasar Bersehati Manado, Sabtu (25/5/2024) pagi.

Sekjen Sahabat RMT Pnt. Ir. Dicky Syaranamual saat berbicara di Temu Sahabat RMT di Pasar Bersehati, Sabtu (25/5/2024) pagi

Setidaknya, ada tiga alasan sehingga RMT dinilai layak menjadi orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai ini. Pertama, pribadi/kapasitas. RMT adalah religius. RMT dan keluarganya taat beribadah. RMT merakyat dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Salah satunya Ketua Ika Unsrat Manado dan Ketua Ika Faperta Unsrat Manado.

RMT bisa jadi teladan. RMT.bersih dalam segala hal selama ini, dan memberi teladan yang baik bagi seluruh perempuan Sulawesi Utara.

Kedua, konektivitas. RMT memiliki jaringan/relasi;  berpengalaman mendampingi sang Maestro Sulut Olly Dondokambey, yang melahirkan relasi luar biasa untuk berkolaborasi membangun Sulut terus hebat.

Ketiga, berkelanjutan. Pembangunan menuju Sulut Lebih Hebat butuh keberlanjutan. 2 periode kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey wajib dilanjutkan oleh Srikandi Hebat RMT supaya pembangunan akan terus maju dan ini berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Dengan demikian maka Sahabat RMT dengan ini mendeklarasikan diri untuk kerja dalam doa dan sosialisasi untuk mendukung ibu Ir. Rita Maya Tamuntuan menuju Sulut One,” ujarnya.

Terkait dengan adanya Sahabat RMT, Sonya S. Kembuan (Tim Sahabat RMT) dalam percakapan dengan Meimonews.com di sela Temu Sahabat RMT menjelaskan, Sahabat RMT dibentuk usai acara Dies Natalis Unsrat dan Faperta Unsrat Manado beberapa waktu lalu.

“Ada teman-teman alumni baik Unsrat maupun Faperta di WAG yang melontarkan gagasan agar Ibu Rita Maya Tamuntuan maju dalam pencalonan sebagai Kepala Daerah, dalam hal ini Gubernur Sulut dalam Pilkada 2024. Dan, teman-teman lainnya menyambut dengan positif,” ujarnya.

Pengusaha yang akrab disebut SSK ini lantas menambahkan, sambutan positif tersebut ditindaklanjuti dengan dibuatnya Sahabat RMT ini sebagai sarana menampung dan menyalurkan aspirasi untuk RMT maju sebagai Gubernur Sulut ke depan.

“Karena keinginan teman-teman agar Srikandi Sulut ini mau maju jadi Kepala Daerah (Gubernur) Sulut maka teman-teman secara spontanitas membentuk Sahabat RMT,” tambah SSK tentang Sahabat RMT yang dikoordiner Dr. Herry Pinantik.

Acara Temu Sahabat RMT diawali doa
dilanjutkan dengan olahraga /line dance, foto bersama dan diakhiri ngopi/sarapan pagi bersama. (Afer)

Meimonews.com – Empat (4) Dekan, Dua (2) Direktur Utama Rumah Sakit, satu (1) Dewan Pengawas dan satu (1) Direktur berbagi ilmu/pengalaman kepada 400-an mahasiswa dan dokter/dosen pada kegiatan Simposium Leadership by Example Medical Education and Hospital Management.

Simposium yang diselenggarakan Panitia Pelaksana Dies Natalis ke-65 Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat Manado ini diadakan di Auditorium Kantor Pusat Rumah Sakit Umum Pusat Dr. RD Kandou Manado, Kamis (23/5/2024).

Mereka yang berbagi ilmu dan pengalaman itu adalah Dekan Faked UPH Prof. Dr. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono, Sp.BS (K), Dekan Faked Unpad Prof. Dr. Youdi Mulyana Hidayat dr. SpOG, SubSp Onk DMAS, Dekan Faked Uncen dr. Inneke Viviane Sumolang, Sp.DVE dan Dekan Faked UPN Veteran Jakarta Dr. dr. Taufik Fredrik Pasiak, M.Kes, M.Pd.I.

Kemudian, Dirut RSUP Kandou Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes, Dirut RSUP Hasan Sadikin Bandung Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB Subsp.BD (K), Ketua Dewan Pengawas RSHS Bandung Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, DFM, SH, M.Si, Sp.F (K), serta Direktur Pelayanan PT Jasa Raharja Hervanka Tri Dianto, ST, MM, QRGP.

Para pembicara/narasumber yang adalah dokter berbagi ilmu dan pengalaman ketika mereka menjadi dokter dan saat menjalani profesi mereka di keadaaan yang masih sangat terbatas baik soal infrastruktur (sarana dan prasaran) serta alat kesehatannya maupun lainnya.

Sejumlah terobosan yang dibuat untuk penanganan masalah kesehatan pasien termasuk operasi-operasi yang awal-awalnya lebih banyak pasiennya ke luar negeri tapi dengan terobosan yang dibuat pasien bisa dioperasi di Indonesia walau dana yang dibutuhkan tidak sedikit.

Para pembicara sesi pertama

Pembicara/narasumber lainnya berbagi ilmu dan pengalaman yang mereka ketahui sesuai tupoksinya.

Simposium dibagi dua sesi dengan pemandu sesi pertama Dr. dr. Maximilliam Ch. Oley, Sp.BS (K) SPINE, FINPS, FINSS sedang sesi kedua Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang RSUP Kandou dr. Yehezkiel Panjaitan, SH, MARS.

Berbagi ilmu dan pengalaman ini dimaksudkan para pembicara/narasumber agar peserta bisa mendapat bahan/bekal agar ke depan mereka maju dan berkembang.

Para pembicara sesi kedua

Dokter Eka berbagi langsung cara ia berhadapan dengan kondisi yang ada mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana hingga saat ini.

Dengan penuh pengabdian dan dengan berbagai terobosan yang dilakukan  sebagai seorang pemimpin sehingga berbagai persoalan yang ada mulai bisa tertanggulangi.

“Leadership dan enterpreneurship, menurut dokter Eka, menjadi kata kunci,” ujar Prof. Eka dalam materinya yang berjudul Tantangan Dunia Pendidikan.

Salah satu pembicara menyampaikan materi lewat daring

Dokter Taufik  menegaskan, dokter itu perlu tahu tentang politik. Sebab, banyak kebijakan yang dibuat termasuk di bidang kedokteran dan pendidikan terkait dengan politik. Merupakan keputusan politik.

“Biar cuma sedikit para dokter musti paham tentang politik,” tandas mantan aktivis mahasiswa ini dalam pemaparannya yang berjudul Tantangan Dunia Pendidikan Kedokteran dalam Situasi Sosial, Politik dan Budaya.

Momen tanya-jawab

Dokter Jimmy dalam pemaparan tentang  Development of Hospital Service Facilities mengulas soal sarana, prasarana dan alkes yang yang ada dan bagaimana memanfaatkannya untuk pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Dijelaskan tentang regulasi fasilitas rumah sakit, fasilitas rawat inal standar (KRIS) serta kinerja utilitas alkes (OEE).

Mantan Dirut RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado (akrab disebut RSUP Kandou atau RS Kandou) ini lantas menjelaskan soal penerapan sistem manajemen pemeliharaan dan pengelolaan aset Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung berbasis digital SAMRS.

Dokter Ivonne mengulas soal perundungan (bullying). Mengutip instruksi Menteri Kesehatan, dokter Ivonne lantas merincikan apa itu perundungan, bentuk-bentuk perundungan dan bagaimana mencegahnya, bahkan sanksi hukum bagi mereka yang melakukan perundungan.

“Bentuk-bentuk perundungan terdiri dari perundungan fisik, verbal, siber dan non fisik,” ujar dokter Ivonne seraya menjelaskan perundungan-perundungan tersebut, sebagaimana termuat dalam materinya Breacking the Silent : Eradicating Bullying.

Dokter Ivonne menegaskan bahwa di RSUP Kandou telah dibentuk 2 tim anti perundungan. Dan, tim ini telah bekerja termasuk melakukan pendampingan kepada pasien RSUP Kandou yang dibullying.

Dokter Sumolang memaparkan tentang peran pendidikan kedokteran dan era inovasi dan teknologi.

Pelbagai tantangan yang dihadapi dunia kedokteran di Papua termasuk di Faked Universitas Cendrawasih serta trik-trik mengatasi problematika yang dihadapi diungkapnya.

Prof. Yudi dalam pemaparannya menjelaskan tentang Curiculum transformations medical education in line with transfornation health service.

Prof. Agus memaparkan tentang perlindungan terhadap Pimpinan dan Tenaga rumah sakit. Sejumlah aturan.terkait itu dijelaskannya. Undang-undang yang mengatur hal tersebut dirincikan sebagai bahan pertimbangan/pegangan.

Pembicara terakhir adalah Direktur Pelayanan PT Jasa Raharja Hervanka Tri Dianto, ST, MM, QRGP yang memaparkan materi tentang Mengutamakan Pelayanan dan Meningkatkan Kendali Mutu.

Tupoksi Jasa Raharja yang diatur dalam Undang-undang nomor 33 dan 34 Tahun 1964 dijelaskannya. Diungkapkan pula perkembangan korban lalu lintas termasuk yang telah diberikan santunan oleh Jasa Raharja

Berbagi pengalaman tersebut mendapat respon positif dari peserta karena hal-hal yang dipaparkan tersebut sangat bermanfaat bagi mereka. Pada sesi tanya-tanya, sejumlah peserta memanfaatkannya dengan mengajukan pertanyaan dan memberikan masukkan untuk menjadi pengalaman bersama.

Ketua Panitia Pelaksana Dies Natalis ke-65 Faked Unsrat Dr. dr. Mendy Hatibie Oley, Sp.BP saat memberikan laporan panitia

Ketua Panitia Dies Natalis ke-65 Faked Unsrat Manado Dr. dr. Mendy Hatibie Oley, Sp.BP (K) dalam laporannya menjelaskan, mulai 1 Maret 2024 SKP yang diakui hanyalah SKP yang terintegrasi dengan Pelataran Sehat. Kebutuhan akan SKP ini membuat panitia mencoba untuk mengkolaborasikan Dies Natalis ini agar dapat memberikan manfaat yang signifikan, jelas dan bermutu.

Hal ini tentu tidaklah mudah untuk dilakukan mengingat dengan begitu singkatnya waktu yang diberikan. Persiapan demi persiapan dilakukan guna menghasilkan kegiatan yang bermanfaat dan berkualitas.

Simposium (dan Mini Simposium yang pelaksanaannya usai simposium) ini  memiliki nilai SKP. Sama halnya dengan kegiatan yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya (22/5/2024) yang dilaksanakan di Auditoriun Faked Unsrat dan kegiatan Jumat (24/5/2024) di Swadana Room RSUP Kandou.

Selaku ketua panitia tentunya sangat berterima kasih terhadap semua pemateri yang menyempatkan waktu dan boleh hadir saat ini. Para Dekan yang boleh menyempatkan waktu untuk datang bahkan dengan semangat mendukung kegiatan ini untuk terlaksana.

Panitia, menurut dokter Mendy, sangat berterima kasih kepada semua pemateri dan peserta yang telah menyempatkan diri hadir dan bersemangat mendukung  kegiatan ini.

“Dukungan besar ini tentu menjadi penyemangat untuk kami panitia dan membuat kami berusaha agar kegiatan ini harus terlaksana,” ujarnya seraya menyampaikan terima kasih panitia kepada  Direktur Utama Prof. dr. RD. Kandou dan jajaran yang boleh memberikan fasilitas tempat pelaksanaan kegiatan.

Hadir pada kegiatan simposium di antaranya Wakil Dekan 1 Dr. dr. Nurdjannah Jane Niode, Sp.DVE, Subsp.Ven (mewakili Dekan Faked Unsrat Prof. Dr. dr. Nova Hellen Kapantow, DAN, MSc, Sp.GK dan panitia pelaksana seperti Dr. dr. Erwin Kristanto, SH, SpFM, SubSpPF(K), FISQua. (FA)

Meimonews.com – Setelah proses penerimaan mahasiswa baru (Maba) lewat Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Test (SNBT) maka Universitas Negeri Manado (Unima) menyiapkan penerimaan jalur B2P (Baku Beking Pande).

Penerimaan jalur mandiri ini, jelas Rektor Unima Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Rabu (22/5/2024)  dibuka pada 6 April hingga 21 Juni 2024.

“Silahkan bagi siswa-siswa lulusan SMA/SMK sederajat untuk mendaftarkan diri untuk ikut penerimaan Maba jalur Mandiri Baku Beking Pande (B2P),” ujarnya.

Fakultas/Pasca Sarjana yang menerima maba adalah Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat (FIKKM), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Teknik (Fatek), Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Kebumian (FPMIPAK), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), serta Pascasarjana.

Untuk informasi lebih lanjut disilakan melihat di https://www.unima.ac.id/data_b2p. (FA,)