Meimonews.com – Dalam menghadapi dunia kerja dan masyarakat, para wisudawan akan dihadapkan pada berbagai tantangan dan kesempatan. Jangan pernah berhenti untuk belajar dan mengembangkan diri.

Permintaan tersebut disampaikan Plt. Rektor Unima Chatarina Muliana ketika memberikan sambutan pada Sidang Terbuka Senat dalam rangka Pengukuhan Guru Besar dan Wisuda Semester Ganjil Tahap 2 Tahun Akademik 2024/2025 yang dilaksanakan Gedung Auditorium Maria Walanda Maramis Unima, Kamis (12/12/2024).

Ada sebanyak 635 orang yang diwisuda. Mereka terdiri dari program S2 sebanyak 32 orang, S1 602 orang dan S0 1 orang. Untuk guru besar ada dua orang yang dikukuhkan.

Sidang yang dipimpin Herry Sunual (Ketua Senat) ini dihadiri antara lain para anggota Senat, Plt. Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, Plt. Rektor 2 Joseph Kambey, Plt. Wakil Rektor 3 Donald Matheos Ratu, pimpinan lembaga Unima, para Dekan, wisudawan dan guru besar yang dikukuhkan bersama keluarga mereka serta undangan lainnya.

“Dunia saat ini berkembang dengan sangat cepat, dan kita harus selalu siap beradaptasi dengan perubagan. Jangan takut untuk bermimpi besar dan berani mengambil langkah-langkah yang inovatif,” tandas Chatarina.

Irjen Kemendikbudriatek RI ini mengutip hasil riset Thomas J. Stanley yang dituangkan dalam bukunya The Millionaire Mind yang menjelaskan bahwa dari 10 faktor yang menentukan kesuksesan seseorang bukanlah kecerdasan intelektual atau prestasi akademik semata.

Tiga faktor yang tertinggi dari 100 faktor tersebut adalah kejujuran, disiplin dan mudah bergaul. Mantan Plt. Universitas Sebelaa Maret Surakarta ini lantas menguraikan tiga soft skill tersebut.

Hal yang menarik, menurutnya, adalah bahwa IQ berada di urutan ke 21. Bersekolah di sekolah/kampus favorit berada di urutan 23, dan lulus dengan nilai terbaik atau nilai IPK tinggi berada di urutan ke 30.

“Ini menunjukkan bahwa soft skill serta attitude/karakter memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kesuksesan seseorang,” tandas Chatarina.

Doktor doktor hukum Universitas Aerlangga dan mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini menegaskan, kepintaran tak ada manfaatnya bila tak diiringi karakter yang baikbaik. Karakter yang baik pada diri seseorang akan terlihat dari sikap perilaku attitudenya.

Menurutnya, orang yang berpendidikan itu berbeda baik dalam komunikasinya, pola pikirnya, cara kerjanya, cara menjalankan bisnisnya, menangani segala permasalahanya dan lain-lain.

Oleh karena itu, kuliah bukan semata untuk bekerja tetapi untuk bekal menjalani hidup seumur hiduphidup. Karenanya tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkokoh kemajuan serta memperhalus perasaan. “Buktikan ke depan dengan gelar yang baru diraih hari ini, saudara-saudara semua sebagai manusia terdidik,” ujarnya.

Oleh karena itu, Chatarina berharap para wisudawan tidak hanya mengandalkan ilmu dan pengetahuan yang didapat di bangku kuliah tetapi tetaplah terus mengasah dan mengembangkan soft skill  serta attitude saudara dalam menghadapi tantangan masa depan yang penuh dengan ketidakpastian. Jadilah pembelajar sepanjang hayat.

Terkait dengan pengukuhan dua guru besar yakni Telma Tiwa dan Ruth Umbase, Plt. Rektor Unima menjelaskan, pengukuhan ini merupakan momen yang sangat membanggakan. Gelar profesor tidak hanya merupakan puncak prestasi akademik tetapi juga amanah besar untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat.

“Saya berharap para guru besar yang baru dikukuhkan serta seluruh guru besar yang dimiliki Unima mampu menjadi garda terdepan dalam pengembangan kemajuan bangsa yang kita cintai melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi, aktif dalam menghaailkan riset/penelitian,” ujarnya.

Selain itu, semua guru besar Unima dapat menjaga marwahnya sebagai guru besar yang merupakan jenjang jabatan akademik tertinggi, dengan menjadi role modemodel, teladan, panutan sebagai mentor bagi dosen-dosen muda dan berkomitmen mewujudkan ekosistem akademik yang berintegritas, yang bebas dari korupsikorupsi, kolusi dan nepotisme dalam proses pembelajaran di Unima. (FA)

Meimonews.com – Upaya memerangi Narkoba (Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adektif lainnya – Red) tidak dapat dilakukan sendiri. Butuh kerjasama dan kolaborasi semua pihak.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program pencegahan dan pemberantasan narkoba,” ujar Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulut Johnny Suak membacakan sambutan tertulis Gubernur Sulut Olly Dondokambey pada acara Pengukuhan dan Deklarasi Laskar Perangi Narkoba di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Rabu (11/12/2024).

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, akan memperkuat kebijakan, memperluas edukasi dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Terkait sinergi dan kolaborasi Gubernur mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda hingga lembaga pendidikan untuk bersatu padu dalam memerangi narkoba.

“Karena sejatinya, melawan narkoba bukan hanya tugas BNN atau aparat penegakan hukum semata melainkan tugas kita semua,” sebut Gubernur.

Melalui pengukuhan dan deklarasi ini, Gubernur mengajak kita semua untuk mempertegas komitmen menolak segala bentuk.penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Selain itu, meningkatkan pengawasan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta menjadi pelopor dan agen perubahan yang aktif mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba. (alex)

Meimonews.com – Di era sekarang ini, peran penting purna paskibraka sebagai generasi muda yang pernah mengemban tugas besar mengibarkan bendera Merah Putih dalam menguatkan ideologi Pancasila sangatlah strategis.

‘Kalian bukan hanya sebagai simbol kehormatan, tapi juga harapan masa depan bangsa,” sebut Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulut Johnny Suak ketika membacakan sambutan Gubernur Sulut Olly Dondokambey pada Bimbingan Teknis Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Purna Paskibraka Kabupaten Kepulauan Talaud di Hotel Peninsula Manado, Senin, (8/12/2024).

Ditambahkan, sebagai purna paskibraka, kalian memiliki tanggung jawab moral  untuk menjadi pelopor mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat serta menjadi motor penggerak kemajuan dan penguatan persatuan di tengah keberangaman.

Menurut Gubernur, di tengah kemajuan zaman yang semakin modern saat ini, tantangan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila semakin kompleks.

Berita bohong, ujaran kebencian dan ancaman terhadap persatuan bangsa semakin menguat di ruang digital yang tentunya berpengaruh secara langsung dalam kehidupan nyata di tengah-tengah masyarakat. “Di sinilah peran kalian sebagai purna paskibraka menjadi sangat relevan,” tandasnya.

Gubernur mengajak purna paskibraka untuk menjadi duta Pancasila baik di lingkungan keluarga, sekolah, lingkungan kerja maupun di media sosial.

Oleh karena itu, menurut Gubernur, bimbingan teknis pembinaan idelogis Pancasila ini, bukan hanya sebagai rutinitas atau formalitas belaka, namun menjadi langkah nyata dalam upaya bersama untuk memperkuat pemahaman terkait dengan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara yang menjadi dasar dan pedoman kehidupan betbangsa dan bernegara. (alex)

Meimonews.com – Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di bawah kepemimpinan Andrei Angouw dan Richard Sualang sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado terus membuahkan hasil membanggakan.

Di bidang pendidikan misalnya, komitmen Pemkot Manado dalam upaya membangun dunia pendidikan mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulut menyelenggarakan Anugerah Mapalus Pendidikan 2024 di The Sentra Hotel Manado, Kamis (5/12/2024).

Ada tujuh penghargaan yang diterima Pemkot Manado di ajang ini yang diterima Wakil Walikota Richard Sualang dan Assisten 3/Kaban BKPSDM Donald Supit, yang diserahkan Kepala BPMP Sulut Febry Dien.

Penghargaan tersebut adalah pertama, transformasi pendidikan; kedua, kemitraan strategis program prioritas pendidikan; ketiga, dukungan aktif dalam mendukung program prioritas pendidikan.

Keempat, penetapan target perencanaan bidang pendidikan; kelima, dukungan Pemda terhadap pengimbasan program prioritas pendidikan; keenam, kurikulum pendidikan anti korupsi; dan ketujuh, penguatan numerasi.

Wakil Walikota di dampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado Steven Tumiwa menyebut, penghargaan ini merupakan hasil kerjasama siswa, guru dan orang tua murid. “Dengan penghargaan ini diharapkan jadi motivasi bersama semua insan pendidikan di kota Manado agar pendidikan di kota Manado semakin baik kedepannya,” ujarnya. (Afer)

Meimonews.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Kamis (5/12/2024).

Peluncuran secara nasional dipusatkan di Dusun Cipule, Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dan diikuti secara daring oleh BKKBN Perwakilan se-Indonesia termasuk BKKBN Sulut.

Menteri Dukbangga/Kepala BKKBN Wihaji, Wamen Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, kementerian terkait, jajaran KemendukBangga BKKBN RI, dan para undangan lainnya mengikuti secara luring.

Kepala BKKBN Sulut Diano Tino Tandaju, jajaran dan undangan mengikiti peluncuran GENTING secara nasional lewat daring dari ruang rapat kantor BKKBN Sulut

Kepala BKKBN Sulut Diano Tino Tandaju, Sekban Lady D. Ante dan jajaran serta undangan yakni Kadis PPKB Kota Manado Macky FE Gosal, Kasiter Kolonel Lucy Sonny Maramis (mewakili Danrem 131 Santiago), perwakilan Bappeda Sulut dan perwakilan Dinas Dukcapil Sulut mengikuti kegiatan ini secara daring dari ruang rapat BKKBN Sulut.

Diketahui, GENTING) adalah gerakan gotong royong masyarakat untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, kuat dan tidak stunting, serta untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam pencegahan stunting,

Penyerahan akad peduli stunting yang telah ditandatangani pihak terkait

Menteri Dukbangga/Kepala BKKBN RI
menjelaskan, kegiatan ini merupakan gerakan bantuan bagi keluarga berisiko stunting melalui kepedulian berbagai pihak sebagai orang tua asuh yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah, Swasta, BUMN, BUMD, individu/lerorangan, LSM/komunitas perguruan tinggi/akademisi serta media, dan difasilitasi oleh Petugas Lapangan KB (PLKB) atau Kader BKKBN.

Sasarannya adalah ibu hamil, ibu yang memiliki baduta/menyusui, baduta 0-23 bulan, balita 24-59 bulan dari keluarga berisiko stunting miskin.

Penyerahsn bantuan kepada anak stunting di kota Manado oleh Kepala BKKBN Sulut Diano Tino Tandaju

Ditegaskan, negara punya kewajiban, tetapi jangan semuanya digantungkan kepada negara. Masyarakat juga bisa terlibat sebagai orang tua asuh.

Masyarakat dapat memilih memberi bantuan, mau dalam bentuk nutrisi, nonnutrisi, akses air bersih, atau edukasi, sederhana saja, rakyat hari ini butuh kehadiran kita bersama.

Penyerahan bantuan kepada anak stunting oleh Kasiter Korem 131/Stg Kol. Lucy Sonny Maramis

Khusus di Sulut, sebagai bentuk kepedulian telah dilaksanakan penandatanganan Akad Peduli Stunting oleh Kadis PPKB Kota Manado an. Brigita Gappa Kategori Baduta dan Balita Bentuk Bantuan Nutrisi dan Kepala BKKBN Sulut .

Tandaju mengatakan  dengan peluncuran GENTING akan menuntaskan stunting di Sulawesi Utara, dan meningkatkan kerjasama berkolaborasi berbagai pihak dalam pelaksanaan GENTING.

Mengakhiri kegiatan tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN, Kadis PPKB Kota Manado, dan Kasiter Korem 131 Santiago, Sekretaris BKKBN Sulut menyerahkan bantuan kepada anak-anak stunting dari Kota Manado, disaksikan oleh semua peserta yang hadir. (elka)

Meimonews.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut pimpinan June E. Silangen menggelar High Level Meeting di Hotel Aston Manado, Rabu (4/12/2024).

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Sekretaris Provinsi (Sekorov) Sulut Steve Hartke Andries Kepel ini menghadirkan sejumlah narasumber yakni dari Bapenda Sulut, Bank Indonesia dan dari Bank SulutGo (BSG) yakni Linda Moniaga (GH Operasional).

Peserta kegiatan yang bertujuan untuk menyamakan persepsi ide dan gagasan para stakeholder terkait pelaksanaan ETPD se-Sulut dalam mendorong transformasi digital ini dihadiri perwakilan BKAD Sulut, perwakilan Biro Pemerintahan Daerah Setprov Sulut, pimpinan dan perwakilan Bapenda/BPPKAD Kabupaten/Kota se-Sulut serta pejabat struktural Bapenda Sulut.

Dalam sambutannya, Kepel menjelaskan, transformasi digital sudah menjadi keharusan dalam pengelolaan pemerintah yang transparan, efektif dan efisien. ”Pemprov Sulut mendukung program ini sebagai bagian komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang modern dan berintegritas,” ujarnya.

Dijelaskan, tujuan utama digitalisasi adalah menciptakan efisiensi dalam berbagai aspek pengelolaan pemerintah dan layanan publik, sehingga proses kerja menjadi lebih cepat, hemat biaya dan efektif. Bahkan, dapat mendorong transparansi dan akuntabilitaa dengan memastikan setiap transaksi dan aktivitas dapat dilacak secara real time sehingga mengurangi potensi penyimpangan.

Dengan peningkatan transparansi, menurut Kepel, berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, sementara digitalisasi berperan dalam meningkatkan kualitas layanan publik, memberikan kemudahan akses serta mempercepat respons terhadap kebutuhan masyarakat. (elka)

 

Meimonews.com – Plt. Rektor Unima sekaligus Irjen Dikti Kemendikti, Sains dan Teknologi Chatarina Muliana berharap Desember 2024 proses pemilihan Rektor (Pilrek) Unima periode 2024-2028 bisa selesai dan terpilihnya Rektor baru.

“Ditargetkan, dalan Desember ini (tahun 2024) pemilihan Rektor bisa selesai. Sudah ada Rektor baru dalan bulan Desember ini,” ujar Ketua Senat Unima Herry Sumual mengutip harapan Chatarina yang disampaikan saat Rapat Senat, Rabu (4/12/2024).

Diketahui, rapat senat Unima yang dipimpin Sumual diadakan di Ruang Senat EA Worang Lantai 3 Kantor Pusat Unima sementara Chatarina mengukuti secara zoom.

Agar proses Pilrek bisa selesai sesuai target maka beberapa hal penting dan mendesak dibahas dan diputuskan dalam rapat senat tersebut.

Sejumlah terkait itu, menurut Sumual dalam percakapan dengan Meimonews.com, usai rapat senat, disampaikan Plt. Rektor serta juga agar prosesnya sesuai aturan yang berlaku.

Plt. Rektor mencabut Peraturan Rektor No. 16 tahun 2024 tentang Senat di Lingkungan Unima. Plt. Rektor mengantisipasi dengan membuat Peraturan Rektor khusus yang hanya terdiri dari 5 pasal, dan pemberlakukan Pertor No. 1 tahun 2023, walau pencabutan ini hanya berlaku sampai terpilihnya Rektor baru. Sesudah itu, akan dibuat peraturan baru Rektor.

“Aturan ini hanya dipakai sampai terpilihnya Rektor yang baru,” jelas Sumual terkait Peraturan Rektor khusus yang dikeluarkan Plt. Rektor.

Berhubungan dengan adanya pengunduran diri seorang anggota panitia pilihan karena sesuatu hal maka senat telah telah memutuskan mengangkat Noldi Pelengkahu dari fakultas yang sama, sebagai penggantinya.

Sumual menyebutkan, dalam rapat yang diikuti lebih dari setengah anggota Senat Unima, Plt. Rektor menegaskan, bila Menteri tidak memberikan suaranya pada Pilrek maka pemungutan suara dilakukan oleh Senat. (FA)

Meimonews.com – Mulai 1 Desember hingga Vigili Natal 24 Desember 2024, warga Katolik sedunia memasuki masa Adven. Sejalan dengan itu, Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengeluarkan Surat Adven 2024.

Surat Adven  2024 Uskup Manado yang ditandatangani 28 November 2024 ini dibacakan di semua gereja Katolik Keuskupan Manado baik pusat paroki maupun stasi pada Minggu 1 Adven, 1 Desember 2024.

Surat Adven yang ditujukan kepada warga gereja Katolik baik pastor, frater, bruder, suster maupun umat Katolik yang tersebar di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah ini mengangkat tema Jadilah dirimu sendiri : tulus dan transparan, jadilah gereja yang berbelarasa.

Di awal suratnya, Uskup menjelaskan, kita telah memgakhiri satu tahun liturgi dan dengan memasuki minggu Adven I, kita memulai tahun liturgi yang baru.

 

 

Siklus satu tahun liturgi dimulai dengan suatu masa persiapan kedatangan Tuhan yang pertama, itulah peristiwa Natal, sekaligus juga sebagai masa persiapan kedatangan Tuhan yang kedua di akhir zaman yang kita tidak tahu saatnya.

Masa Adven yang disebut sebagai masa penantian kedatangan Tuhan. Masa persiapan dan penantian ini digambarkan Yohanes Pembabtis dengan menyuarakan kembali seruan nabi Yesaya sebagai sebuah aksi. “Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagiNya.”

Mempersiapkan jalan yang lurus supaya tanpa hambatan kita dapat berjumpa dengan Dia, dan denikian juga Dia dapat berjunpa dengan kita.

Dengan demikian, persiapann atau penantian kita bukanlah suatu suasana atau keadaan menunggu secara pasif melainkan suatu kegiatan aktif, penuh sukacita dan harapan.

Dikemukaiab, firman Tuhan yang kita dengarkan selama masa Adven ini mengajak kita untuk melihat situasi nyata sekarang dan dengan penuh perhatian serta kewaspadaan agar supaya kita siap dan layak untuk menerima kedatangan Tuhan yang pertama maupun yang kedua.

“Itulah mempersiapkan dan menyambut Tuhan dengan hati yang tulus dan transparan. Kita boleh merias tubuh kita, rumah kita, gereja kita, tapi seperti yang dikatakan oleh Paus Fransiscus dalam homilinya pada Hari Raya Kristus Raja, janganlah merias jiwamu dan janganlah merias hatimu. Jadilah dirimu sendiri, tulus dan transparan.

Baiklah dalam masa Adven ini, warga Katolik diajak merenungkan beberapa peristiwa penting yang pantas menjadi perhatian, yang berhadapan dengan situasi Gereja dan masyarakat dewasa ini.

Diungkapkan, tahun ini sebanyak dua kali para uskup kita mengadakan sidang tahunan KWI dirangkaikan dengan perayaan Yubileum 100 KWI (15 Mei 2024) dengan tema Berjalan bersama membangun gereja dan bangsa, searah dengan tema Sidang Sinode para Uskup tahap I di Roma (2023) : Berjalan bersama : persekutuan, partisipasi dan misi.

“Para uskup menyadari bahwa Gereja sebagai satu persekutuan yang menjalankan misinya membangun Gereja dan bangsa membutuhkan semangat sinodalitas yakni berjalan bersama di mana di dalamnya ada semangat persaudaraan, kebersamaan, keterlibatan, keterutusan dan belarasa,” jelasnya.

Gereja Katolik Keuskupan Manado dengan visinya Gereja Keuskupan Manado mengembangkan jati diri dan martabatnya dalam komunitas berbasis sabda, iman, persaudaraan, kerasulan dan masyarakat, menurut Mgr. Rolly (sapaan Uskup Manado), telah mengadakan evaluasi dan menyusun program kerja serta budgetnya tahun 2025, tahun kedua dari tahap II sebagai tahap pengembangan dari tahap I sebagai tahap penataanpenataan.

Ada banyak keberhasilan tapi ada juga jalan yang berliku dan berlobang yang dihadapi seperti sikap pasif, kurang partisipatif, kurang betjalan bersama, keterbatasan sarana dan dana, dan lain-lain.

Marilah di masa adven ini sebagai persiapan datangannya atau lahirnya sebuah keuskupan yang jati dan martabat umatnya berkembang, selaras dengan semangat sidang KWIKWI, kita bangun dan kembangkan semangat berjalan bersama, persaudaraan, kebersamaan, kesetiakawanan, saling berbagi dan berbelarasa dalam melaksanakan misi sebagaimana tertuang dalam program dan budget.

“Kita kembangkan komitmen kita untuk berpartisipasi aktif dan berjalan bersama serta bekerjasama,” ajak Uskup kelahiran Lembean ini.

Dipaparkan, tahun ini, negara kita juga telah mengadakan dua kegiatan besar dan penting yaitu Pemilihan Anggota Legislatif dan Pemilihan Presiden (Februari 2024) serta Pemilihan Kepala Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Menjelang pemilihan, masyarakat dan umat karena perbedaan partai, pandangan politik, agama, suku, dan lain-lain sering terlibat dalam sikap atau aksi yang mengganggu persaudaraan, kebersamaan, kerukunankerukunan. Terjadi konflik karena ujaran kebencian dan fitnah. Banyak orang kehilangan hati nurani yang jernih dan tulus.

Masa pasca Pilkada ini, di masa adven ini, warga Katolik diajak untuk menyiapkan jalan yang lurus dan rata dengan meluruskan hati kita yang telah bengkok dan berlobang supaya datanglah dan lahirlah kembali persatuan dan persekutuan kita yang rukun dan damaidamai.

“Marilah menjadikan diri kita sendiri lagi dengan memiliki hal yang tulus dan transparan serta hati nurani yang murni,” ajak Mgr. Rolly.

Disebutkan, memghadapi situasi masyarakat dan Gereja sekarang ini, para uskup melalui Pesan Sidang KWI 2024, mengajak kita sebagai satu persekutuan agar di masa Adven dan selanjutnya, sebagai warga Gereja dan bangsa untuk memberi perhatian demi datangnya dan lahirnya Gereja yang sehati dan solider, peduli dan berbelarasa.

Yang dimakaud tersebut adalah hadir sebagai sahabat bagi saudara-saudari yang miskin, lemah, tersingkir, difabel, sakit, perantau, pengungsi serta anak-anakanak-anak, kaum mudamuda dan orang lanjut usiausia; Pemberi harapan dan bantuan bagi teman-teman yang menjadi korban kerusakan lingkungan hidup serta bencana alam.

Selain itu, Peduli dengan sahabat-sahabat yang aktif merawat dan melestarikan alam ciptaan; Membangun persekutuan yang partisipatif dan berkomitmen untuk berjalan bersama dengan semua pihak yang berbeda agama, suku, budaya dan golongan dalam mewujudkan tata kehidupan yang lebih bermartabat.

“Marilah di masa Adven ini dan selanjutnya, tahap demi tahap kita sebagai ‘peziarah pengharapan’ (tema Yubelium 2025 yang akan dibuka Paus pada malam Natal 2024), mengambil langkah-langkah kongkrit yang nyata untuk benar-benar mewujudkan wajarh Gereja kita yang peka dan peduli serta berbelarasa di tengah-tengah situasi dan persoalan yang dihadapi Gereja dan bangsa selama ini,” sebutnya.

Melaksanakan semua itu juga sesuai dengan semangat tema Sinode Para Uskup tahap II di Roma yaitu Bermisi dan berbelarasa, sebagaimana Bapa Suci Paus Fransiscus telah memberikan contoh yang cemerlang bagi kita selama kunjungannya ke Indonesia. (lk)

Meimonews,com – Menjadi suatu kehormatan bagi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Utara karena pimpinannya bisa diterima bertatapmuka dengan Menteri dan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Dukbangga), yang belum lama ini dilantik.

Kepala BKKBN Sulut Diano Tino Tandaju diterima Menteri Kependudukan dan Keluarga Berencana/Kepala BKKBN-RI Wihaji dan Wakil Menteri/Wakil Kepala BKKBN-RI Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka di ruang kerja Menteri, Jumat (28/11/2024).

Dalam tatap muka tersebut, Menteri meminta kepada Kepala Perwakilan untuk menyukseskan program Gerakan Orang tua Asuh Atasi Stunting (GENTING) yang merupakan program unggulan baru dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN.

Program GENTING ini rencanannya akan di Launching pada tanggal 5 Desember 2024 serentak seluruh Indonesia.

Tandaju langsung merepons positif permintaan tersebut dan menyatakan kesiapan BKKBN Sulut dan jajaran untuk menindaklanjutinya, apalagi program unggulan tersebut sejalan program BAAS di daerah ini. (elka)

Meimonews.com – Data merupakan kekuatan yang besar untuk menjalankan program. Data keluarga memuat data ‘by name by address’ yang dilengkapi dengan informasi karakteristik: kependudukan, pemakaian kontrasepsi, pembangunan keluarga, karaktristik rumah layak huni, informasi geospasial, juga dilengkapi dengan karakteristik sosial ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN H. Wihaji saat Rilis Hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2024 di Auditorium Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, Jakarta, Jumat (29/11/2024).

Acara dihadiri juga Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Wakil Menteri Kememdukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka serta perwakilan dari BKKBN Sulut yakni Diano Tino Tandaju (Kepala), Lady D Ante (Sekretaris), Ignasius P. Worung (Katimja Dalduk) dan Ferrow RI Ratu (Katimja Advokasi KIE dan Humas)

Kegiatan yang dilaksanakan usai upacara Peringatan HUT ke-53 KORPRI di halaman Kemendikbangga/BKKBN Pusat ini diselenggarakan dalam rangka penyebarluasan dan peningkatan pemanfaatan akses dan data hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2024 (PK-24) kepada seluruh stakeholder dan mitra kerja.

Perwakilan BKKBN Sulut yang dipimpin Diano Tino Tandaju yang mengikuti acara di Kemendukbangga/BKKBN Pusat

Dengan intervensi berbasis data, diharapkan program dapat lebih tepat sasaran.

Selama ini, data tersebut telah dimanfaatkan sebagai landasan pengambilan kebijakan oleh kementerian/lembaga terkait, seperti Kemenko PMK, Badan Informasi Geospasial, dan Kementerian PUPR. (elka)