Meimonews.com – Dalam kurun waktu sebulan, sejak digelar pada 8 Agustus hingga 8 September 2025, Polda Sulut beserta Polres/ta jajaran telah menyalurkan sebanyak 973.325 kg beras SPHP kepada warga masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah Polri dan Bulog.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah Parulian Hasibuan mengungkapkan, berdasarkan hasil analisa dan evaluasi oleh Satgas Gerakan Pangan Murah Mabes Polri, pada Selasa (9/9/2025), Polda Sulut termasuk Polda yang menunjukkan pencapaian trend naik atau positif dalam hal penyaluran beras SPHP Bulog kepada warga masyarakat.
“Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi oleh Satgas Gerakan Pangan Murah Mabes Polri, Polda Sulut juga termasuk Polda yang sudah mencapai 75 persen dari target sebanyak 1.121.579,90 kg beras SPHP,” ujar Kombes Pol Hasibuan kepada wartawan di Mapolda Sulut, Selasa (9/9/2025).
Gerakan Pangan Murah Polri dan Bulog ini, menurutnya, akan dilaksanakan secara berkelanjutan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan dalam rangka mengendalikan inflasi khususnya inflasi pangan.
“Gerakan Pangan Murah ini akan terus berlanjut di Polda Sulut dan jajaran. Ini merupakan bagian dari program Polri untuk Masyarakat. Tujuannya selain membantu meringankan beban ekonomi warga masyarakat, juga sebagai upaya menstabilkan harga beras di pasaran,” sebutnya. (AF)
Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) menggelar Seminar bertajuk Entrepreneurial Leadership : When AI Creates Venus di Ballroom Kantor Pusat BSG, Pierre Tendean Manado, Rabu (3/9/2025).
Kegiatan yang dihadiri para pemimpin divisi dan departemen di lingkungan BSG yang dibuka pelaksanaannya oleh Dirut BSG Revino M. Pepah ini menghadirian Hermawan Kertajaya, pakar marketing terkemuka.
Seminar ini diharapkan menjadi katalis bagi seluruh jajaran pimpinan Bank SulutGo untuk mengasah pola pikir kewirausahaan (entrepreneurial mindset) dan kepemimpinan adaptif.
Dengan semangat kolaborasi antara kecerdasan teknologi dan kreativitas manusia, Bank SulutGo optimistis dapat terus maju, tidak hanya bersaing, namun juga menjadi bank yang terdepan dalam inovasi di kancah perbankan Indonesia Timur.
Dalam sambutannya, Pepah menekankan pentingnya peran kepemimpinan yang adaptif dan visioner dalam menghadapi dinamika industri yang kian cepat, terutama dengan munculnya era kecerdasan buatan (AI).
“Kita tidak bisa lagi hanya reaktif, tapi harus proaktif. AI bukan hanya alat, melainkan ‘partner’ yang bisa membantu kita menciptakan nilai baru, bahkan melampaui ekspektasi,” ujarnya.
Peserta seminar antusias menyimak pemaparan dari Hermawan Kertajaya yang mengulas strategi kepemimpinan yang relevan di era disrupsi.
Hermawan menjelaskan bagaimana AI, yang identik dengan kecerdasan dan efisiensi, dapat disandingkan dengan Venus yang melambangkan keindahan, kreativitas, dan empati.
“Seorang pemimpin masa kini harus mampu mengawinkan kecerdasan buatan dengan keindahan kreativitas dan hubungan manusia. Inilah yang saya sebut Entrepreneurial Leadership,” ujarnya.
Saat AI menciptakan solusi cerdas, tambahnya, pemimpin harus menghadirkan ‘sentuhan Venus’ berupa inovasi yang humanis dan pelayanan yang berkesan.
Para peserta diajak untuk mengubah cara pandang, tidak lagi melihat AI sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang emas untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional.
Diskusi interaktif yang penuh wawasan pun terjadi, di mana para pemimpin Bank SulutGo menggali lebih dalam bagaimana mengimplementasikan konsep tersebut dalam tugas sehari-hari. (Afer)
Meimonews.com – Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank Sulutgo/BSG) terus menunjukkan komitmennya untuk mendukung kemajuan daerah.
Mengukuhkan komitmennya dalam mendukung kemajuen di daerah Kabupaten Kepulauan Talaud, BSG menandatangani 4 (empat) dokumen kerjasama strategis bersama Pemkab Kepulauan Talaud.
Penandatanganan dilakukan Direktur Utama BSG Revino M. Pepah dan Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah di Kantor Pusat Bank SulutGo, Selasa (2/9/2025) dan dihadiri jajaran petinggi dari kedua belah pihak.
Di antaranya Komisaris Utama BSG Ramoy M. Luntungan, Sekeakab Talaud Johanes Kamagi, Kepala Badan Pengelola Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BP2KAD) Jaksen Parapaga, serta Staf Khusus Bupati, para Pemimpin Divisi BSG, dan Pemimpin Cabang Talaud.
Kerjasama ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pengelolaan keuangan daerah hingga peningkatan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Empat dokumen yang ditandatangani tersebut adalah:Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pengelolaan Keuangan dan Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan. Kerjasama ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah melalui layanan perbankan yang efisien dan modern dari BSG.
Kemudian, Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah. Melalui PKS ini, BSG akan menjadi mitra utama dalam mengelola rekening kas daerah, memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap transaksi.
PKS tentang Pemanfaatan Aplikasi Kasda Online Desa yang Terintegrasi dengan Siskeudes Link. Ini merupakan langkah maju dalam digitalisasi keuangan desa. Aplikasi ini akan mempermudah pengelolaan keuangan desa dan menyelaraskannya dengan sistem keuangan yang sudah ada, sehingga tata kelola keuangan menjadi lebih efektif.
Ada juga PKS tentang Pemberian Fasilitas Kredit Konsumtif Umum kepada Staf Ahli Bupati Kepulauan Talaud. PKS ini menjadi wujud kepedulian BSG terhadap kesejahteraan ASN di Talaud, memberikan kemudahan akses permodalan untuk kebutuhan konsumtif.
Melalui kerjasama ini, BSG tidak hanya memperkuat posisinya sebagai mitra strategis pemerintah daerah, tetapi juga menunjukkan peran aktifnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Talaud, khususnya di bidang keuangan dan digitalisasi. (Afer)
Meimonews.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Manado meraih penghargaan bergengsi Public Services of The Year 2025 untuk wilayah Sulawesi Utara.
Penghargaan ini diberikan oleh MCorp Markplus Institute sebagai pengakuan atas komitmen dan kinerja luar biasa dalam memberikan pelayanan publik.
Penghargaan diserahkan Founder & Chairman MCorp Hermawan Kartajaya dan diterima Kepala Dinas Dukcapil Kota Manado Erwin S. Kontu di Hotel Four Points by Sheraton Manado, Selasa (2/9/2025).
Penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi kepada perangkat daerah yang dinilai telah berhasil memberikan pelayanan prima dalan mengimplementasikan inovasi berbasis teknologi serta menciptakan dampak positif yang luas bagi masyarakat selama satu tahun terakhir.
Dinas Dukcapil Manado dinilai unggul dalam menyederhanakan birokrasi dan memudahkan akses layanan administrasi kependudukan bagi seluruh warga kota.
Kontu menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas penghargaan ini. “Penghargaan ini adalah buah kerja keras seluruh jajaran Dukcapil Manado dan tentunya dukungan penuh dari masyarakat serta pimpinan daerah. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk tidak berhenti berinovasi,” ujarnya.
Kontu menegaskan komitmen dinas yang dipmpinnya untuk terus meningkatkan kualitas layanan di masa mendatang. “Kami tidak akan berpuas diri. Ke depan, Dinas Dukcapil Manado berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang lebih cepat, lebih mudah, dan terintegrasi secara digital. Tujuannya satu, yaitu membahagiakan masyarakat melalui pelayanan administrasi kependudukan yang profesional dan modern,” tandasnya. (elka)
Meimonews.com – Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengeluarkan pernyataan sikap terhadap dinamika sosial politik (sosial politik) yang sedang berkembang.
Pernyataan sikap yang ditandatangi Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC dan Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM (Ketua dan Sekretaris KWI) ini dikeluarkan pada Sabtu (30/8/2025).
Di awal pernyataan sikap disebutkan, beberapa hari ini, kita merasa prihatin dan sakit menyaksikan kekerasan dan tindakan anarkis di beberapa daerah di negara kita tercinta. Situasi ini kiranya terjadi karena ada kekecewaan besar terhadap perkataan, perbuatan dan kebijakan yang tidak bijaksana dan tidak adil (pro rakyat) yang dibuat oleh pribadi atau institusi pemerintah, wakil rakyat dan aparat tertentu,
“Sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, marilah mawas diri menahan diri dan melakukan aksi nyata yang membuahkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh rakyat Indonesia,” sebut pernyataan sikap tersebut
Oleh karena itu, Konferensi Waligereja Indonesia menyerukan keprihatanan dan harapan. Pertama, kami menyamipaikan rasa duka yang mendalam terhadap saudara-saudari yang mengalami cedera bahkan kehilangan nyawa ketika memperjuangkan kebenaran dan keadilan serta saat mengungkapkan belarasa pada yang terluka dan menderita.
Kedua, kami mengimbau kepada semua lembaga (eksekutif, legislatif, yudikatif) : untuk dengan rendah hati lebih mendengarkan dan memperjuangkan harapan dan kepentingan masyarakat, terutama saudara-saudari kita yang menderita.
Untuk dengan besar hati mengoreksi bahkan membatalkan rencana, kebijakan dan tindakan yang kiranya mencederai rasa keadilan rakyat, menambah beban hidup masyarakat dan makin melukai saudara-saudari kita yang menderita.
Untuk dengan sungguh hati menunjukkan tanda-tanda jelas bahwa memang sedang mengusahakan terwujudnya cita-cita kemerdekaan yang tidak cukup dalam pidato tetapi dalam tata kelola yang transparan, akuntabel dan kredibel.
Ketiga, kami mengajak aparat keamanan untuk benar-benar menjadi pengayom bagi semua warga dan selalu mengedepankan cara-cara humanis dalam menghadapi aksi massa.
Keempat, kami akan tetap bersikap kritis terhadap lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif agar membuat kebijakan dan melakukan tindakan yang memihak kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia sesuai fungsi dan posisi masing-nasing.
Kelima, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pribadi, organisasi dan institusi yang dengan tulus dan lurus memperjuangkan kebaikan dan kebenaran dengan cara-cara yang santun dan damai sesuai nilai-nilai Pancasila.
KWI mengajak untuk berjalan bersama, bergandengan tangan dan bergotong-royong dengan semua orang yang berkehendak baik untuk membangun bangsa menuju Indonesia Emas dengan mengatasi berbagai kecemasan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan bersama.
“Marilah kita menahan diri dari berbagai godaan untuk melakukan tindakan provokatif dan kriminal yang menimbulkan kerusakan dan kerugian serta mengganggu perdamaian dan persatuan bangsa. Marilah kita saling memancarkan energi positif demi Indonesia maju,” ajak KWI. (elka)
Meimonews.com – Dalam dunia hukum, martabat (dignity) bukan hanya tentang kehormatan pribadi tetapi juga tentang menghargai hak asasi setiap manusia. Sedangkan integritas (integrity) menguatkan komitmen kita agar tetap jujur, konsisten dan bertanggung jawab.
“Tanpa keduanya (martabat dan kehornatan – Red), hukum hanyalah teks kosong tanpa nilai,” ujar Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie ketika memberikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka Fakultas Hukum Unsrat dalam rangka acara puncak peringatan Dies Natalis ke-67 Fakultas Hukum Unsrat di kompleks Fakultas Hukum Unsrat Manado, Selasa (26/8/2025).
Hadir pada sidang senat yang dipimpin Ronald Mawuntu (Ketua Senat Fakultas Hukum) ini antara lain Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay, Rektor Unsrat, para Dekan Fakultas se-Unsrat, sejumlah undangan lainnya, civitas Fakultas Hukum Unsrat serta para alumni.
Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie saat memberikan sambutan
Rektor menjelaskan, Unsrat senantiasa berdiri teguh sejak 14 September 1965 di atas falsafah luhur bangsa Minahasa yaitu Sitou timou tumoutou (manusia hidup untuk memanusiakan orang lain).
Falsafah ini mengajarkan kepada kita bahwa ilmu dan pengetahuan yang kita kembangkan di kampus ini haruslah memberi manfaat, membentuk karakter dan menghadirkan nilai kemanusiaan.
Sejalan dengan itu, sebut Rektor, peringatan dies natalis ini mengusung tema yang sangat relevan dan mendalam yaitu Dignity and Integrity (martabat dan integritas). Dua kata ini tidak hanya menjadi nilai dasar profesi hukum tetapi juga menjadi fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay ketika membacakan sambutan tertulis Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus)
Rektor percaya, tema dies yakni Dignity and Integrity (martabat dan kehormatan) ini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa lembaga pendidikan tinggi termasuk Fakultas Hukum Unsrat, harus terus menjaga martabatnya sebagai pencetak insan-insan bermoral, yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berkarakter kuat dan beretika tinggi.
Dies natalis, menurutnya, bukan sekedar seremoni tahunan. Ini adalah momentum untuk refleksi, evaluasi sekaligus proyeksi masa depan.
Dekan Fakultas Hukum Unsrat Emma VT Senewe saat memberikan laporan tahunan
Disebutkan, sejak berdirinya pada 1 Agustus 1958, Fakultas Hukum Unsrat telah menjadi pilar penting dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten di bidang hukum (para hakim, jaksa, pengacara, akademisi, politisi, dan pembuat kebijakan) yang tersebar di berbagai daerah, yang membawa nama baik almamater dengan penuh tanggung jawab.
Sebagai bagian dari komitmen Unsrat, Rektor mendorong Fakultas Hukum untuk terus memperkuat kerjasama dengan institusi nasional dan internasional serta melibatkan alumni dalam pengembangan kurikulum dan penelitian.
Bupati Intan Jaya Aner Maisini saat membawakan Orasi Ilmiah
“Kita terus dorong agar program studi di lingkungan fakultas semakin responsif terhadap tantangan global, seperti transformasi digital dalam sistem peradilan, tantangan keadilan lingkungan serta penegakan hukum berbasis hak asasi manusia,” ajaknya.
Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dalam.sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay berharap kepada seluruh keluarga besar Fakultas Hukum Unsrat senantiasa menjadi yang terdepan, terus berinovasi dan berkomitmen penuh dalam mengembang tri dharma perguruan tinggi demi mewujudkan misi besar Fakultas Hukum dan Unsrat.
Ketua Panitia Pelaksans Dies Natalis ke-67 Fakultas Hukum Unsrat Donna Okthalia Setiabudhi saat memberikan laporan
Diungkapkan, 67 tahun adalah sebuah perjalanan panjang sarat dengan dedikasi dan ketangguhan. Momentum perayaan ini terasa lebih istimewa karena kita masih berada dalam euforia semangat kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 yang belum lama kita rayakan bersama yang mana tema semangat itu adalah bersatu berdaulat rakyat sejahtera Indonesia maju.
Setiap pilar dalam tema tersebut sejatinya bertumpu pada hukum kita tegak melalui hukum yang kuat kesejahteraan rakyat dijamin oleh hukum yang berpihak pada keadilan dan kemajuan bangsa dipacu oleh regulasi hukum yang visioner.
Penyerahsn doorprize oleh Rektor kepada salah satu mahasiswa yang mendapat hadia berupa sepeda
“Karena itu misi yang diemban oleh dunia pendidikan hukum adalah mencetak para patriot hukum yang siap mengawal setiap pilar dari sisi besar bangsa tersebut,” ujar Mailangkay mengutip Gubernur,
Gubernur memberikan apresiasi yang tinggi atas tema yang diangkat yaitu dignity and integrity. Dua kata ini bukan sekedar slogan mainkan pilar fundamental yang harus menjiwai setiap insan hukum.
Dignity atau martabat adalah kehormatan yang kita jaga dalam menegakkan hukum, memastikan setiap individu diperlakukan secara manusiawi sementara integrity (intgeritas) adalah kompas moral yang menjaga konsistensi antara ucapan dan perbuatan antara pengetahuan hukum dan keberanian untuk menegakkan keadilan di tengah derasnya arus informasi.
Menurutnya, kita dihadapkan pada tantangan spesifik yang mengaburkan kebenaran, krisis kepercayaan publik yang mengancam wibawa lembaga dan teknologi yang rawan disalahgunakan.
Untuk kejahatan ini bukan lagi sekedar isu sosial melainkan medan pengujian sesungguhnya bagi profesi hukum. Maka setiap alumni dan mahasiswa hukum harus menjadi bentengnya baik sebagai hakim, pengacara maupun birokrat.
Martabat dan integritas, menurut Gubernur, adalah senjata utama kita. Keduanya menjadi kompas untuk membedakan fakta dan fiksi. Menjadi teladan untuk membangun kembali kepercayaan dan menjaga fondasi etika dalam menghadapi dirupsi digital.
Tanpa keduanya hukum akan lumpuh hanya menjadi kumpulan aturan tanpa jiwa yang kehilangan esensinya sebagai mercusuar keadilan.
Pemerintah Provinsi Sulut, menurut Gubernur, memiliki komitmen untuk mendukung kemajuan pendidikan tinggi di daerah ini. Untuk itu, diajak seluruh civitas akademika Fakultas Hukum Unsrat untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah
Kerjasama dalam menyusun regulasi daerah yang inovatif peningkatan literasi hukum masyarakat serta dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagaimana misi kedua dalam Asta Cta Pembangunan Daerah Provinsi Sulut.
Dekan Fakultas Hukum Unsrat Emma VT Senewe dalam laporan tahunannya menjelaskan, tema dies ke-67 adalah Dignity and Integrity. Dignity atau martabat adalah penghargaan terhadap nilai dan integritas yang dimiliki sementara integrity/integritas adalah sifat konissten terhadap nilai yang diyakni di antaranya kejuran dan tanggubg jawab, dan diakukan dalam tindakan sehingga dignity dan integrity menjadi dua hal penting untuk dimiliki oleh setiap orang.
Kedua hal ini diharaokan dapat menjadi lifestyle bagi sekuruh civitas akademica Fakultas Hukum Unsrat, dan di momen Dies Natalis ini dapat menjadi pengingat bagi kita sekalian untuk kembali memperbaharui dignity dan integrity kita.
Dikemukakan, perubahan zaman dan perkembangan teknologi yang tidak terbendung, menghasilksn angkatan mahasiswa generasi Z yang mempunyai pola pikir dan gaya hidup yang sangat dinamis dan berkarakteristik unik sehingga membutuhkan strategi pendidikan yang kreatiif dan berbagai pertimbangan yang hati-hati.
Perubahan dan inovasi kerukulum dilakukan eecara berkala, bekerjasama dengan pemerintah, swasta dan stakeholder sehingga menghaeilkan kurikulum yang sesuai dan kekinian
Fakultas Hukum Unsrat saat ini menggunakan kurikulum 2020 dan kurikulum 2025 sehirgga mahasiswa angkatan 2025 akan menggunakan kurikulum baru yang telah disahkan oleh senat Unsrat.
Demikian pula dengan dukungan sarana dan prasarana yang baik serta pemanfaatan teknologi dalan kegiatan belajar mengajar, memberikan peran penting dalam keberhasilan dan kelangsungan kegiatan belajar mengajar setiap hari.
Dikemukakan pula, seperti yang disaksikan saat ini, kebudayaan dan peradaban, cenderung telah mengalami pergeseran namun Fakultas Hukum tetap memegang teguh prinsip Bhineke Tunggal Ika sebagai salah satu landasan pelaksanaan Tridarma prguruan tinggi berintegritas dan berwibawa.
.
Reputasi yang dibangun selama 67 tahun, khususnya 4 tahun terakhir, telah membawa Fakultas Hukum pada kampus dengan zona integritas yang anti korupsi, pungli dan gratifikasi.
“Menjaga integritas dan martabat dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-nasing dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi di Fakultas Hukum merupakan bagian yang tidak terpisahkan,” tandasnya.
Di kesempatan itu, Senewe lantas memberikan laporan singkat pelaksanaan kegiatan tridharna di Fakultas Hukum Unsrat selama satu tahun terakhir termasuk perkembamgan jumlah mahasiswa, proses pendidikan dan pelayanan kependidikan, serta jumlah tenaga kependidikan, termasuk prestasi yang diraih
Dalam rangka membangun citra dan networking, Senewe menyebutkan kerjasama-kerjasama yang telah terjalin dengan sejumlah pihak, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Ketua Panitia Pelaksana Dies Natalie ke-67 Fakultas Hukum Unsrat Donna Okthalia Setiabudhi dalam laporannya menyebutkan, dalam dies tahun ini berbagai rangkaian kegiatan telah diselenggarakan, antara lain pertama, Infinix AI Workshop Plan : Empowering productivity with Google Campus Connect pada Rabu (23/4/2025); kedua, Pembukaan Dies pada Senin (9/6/3025).
Ketiga, Ziarah ke makam-makam Dekan Fakutas Hukum Unsrat pada.Jumat (2/5/2025); keempat, Seminar dan sosialisasi hukum serta Lomba debat hukum pada Jumat (11/7/2025).
Kelima, Bakti sosial dan Anjangsana ke Desa Wangurer untuk mengunjungi Panti Asuhan Suara Kasih dan Panti Asuhan Umul MukminMariah Al-Qibtiyah Muhammadiyah/Aisiyah Bitung pada Sabtu (26/7/2035), dan keenam, Acara puncak dies pada Selasa (26/8/2025).
Donna melaporkan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, ada kolaborasi/kerjasama dengan pihak tertentu seperti Google dan Infinix, Pemeribtah Kabupaten Minahasa, Kejaksaan Negeri Bitung serta Ikatan Alumni Fakultas Hukum Unsrat Kota Bitung.
Acara puncak kali ini diwarnai pula dengan, antara lain Orasi Ilmiah oleh Bupati Intan Jaya Aner Maisini, pemasangan lilin ulang tahun oleh Wakil Gubernur dan Rektor,.pemberian cenderanta serta doorprize dan makan bersama. (FA)
Meimonews.com – Mahasiswa Angkatan Tahun 2022 Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (FH Unsrat) Manado Daniella Vanessa Wowor mengharumkan nama lembaga pendidikannya dan daerah Sulut di dunia internasional.
Hal itu terjadi karena anak tunggal keluarga Wowor – Waleleng ini terpilih sebagai President Asia Law Students International (ALSA) International 2025-2026.
Keterpilihannya ini melalui proses yang tidak mudah. Cucu Ben Wowor (penulis/saksi/pelaku sejarah peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946) ini harus melewati seleksi bertahap dari Juli melalui beberapa kali zoom presentasi hingga puncak pemilihan pada 23 Agustus 2025 dalam Conference Alsa International di UGM Yogyakarta.
Prestasi kelahiran Manado pada 12 Juli 2004 yang tidak hanya membanggakan keluarganya tapi juga membanggakan dan mengharumkan nama institusi/lembaga pendidikannya dan daerah Sulawesi Utara ini kiranya menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya di Bumi Nyiur Melambai.
Diketahui, ALSA adalah organisasi mahasiswa hukum Asia dengan anggota yang tersebar di negara antara lain Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Cina, Hongkong, Brunai, Taiwan, Laos, Vietnam, Srilangka, Myanmar, India, dan Macau.
Beberapa prestasi yang pernah diraih mahasiswa dengan IPK 4 dan pernah kuliah 1 semester di Universitas Durhum Inggris ini, antara lain Ketua OSIS SMA Eben Haeser Manado, Pemenang Putri Valentine 2015, Juara 1 Lomba Debat Mahkamah Konstitusi Tingkat Nasional Tahun 2022, Juara 2 Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Unsrat Tahun 2023 dan Juara 1 Mahasiswa Berprestasi FH Unsrat Tahun 2025. (FA)
Meimonews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank Sulutgo/BSG) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu bank daerah yang solid dengan meraih peringkat yang stabil dari lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings.
Penilaian ini membuktikan komitmen dan kinerja Bank Sulutgo yang terus menunjukkan pertumbuhan positif di tengah tantangan ekonomi.
Berdasarkan surat resmi No.: 149/DIR/RATLTR/VIII/2025 yang diterima Bank Sulutgo pada 20 Agustus 2025, Fitch Ratings Indonesia menetapkan beberapa peringkat penting.
Surat penilaian Fitch Ratings tersebut ditandatangani oleh Direktur PT Fitch Ratings Indonesia Olly Prayudi.
Beberpa peringkat penting tersebut adalah pertama, Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Sulutgo diafirmasi di level ‘A (idn)’ dengan Outlook Stabil; kedua, Peringkat Nasional Jangka Pendek diafirmasi di level ‘F1+ (idn),’ ketiga, Peringkat Nasional Jangka Panjang untuk Obligasi Berkelanjutan I Bank Sulutgo Tahap I Tahun 2021 juga diafirmasi di level ‘A (idn)’.
Peringkat ‘A (idn)’ menunjukkan bahwa Bank Sulutgo memiliki risiko gagal bayar yang rendah dan kapasitas yang kuat untuk memenuhi kewajiban finansialnya. Sementara itu, peringkat ‘F1+ (idn)’ menandakan kemampuan Bank Sulutgo dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya sangat kuat.
Direktur Utama Bank SulutGo Revino M. Pepah menjelaskan, peringkat yang diberikan oleh Fitch Ratings merupakan cerminan dari fundamental bisnis Bank Sulutgo yang sehat.
“Kami berterima kasih kepada Fitch atas penilaian ini. Capaian ini menjadi bukti bahwa strategi yang kami terapkan berjalan dengan baik, didukung oleh tata kelola perusahaan yang kuat dan pengelolaan risiko yang hati-hati,” ujarnya.
Penilaian positif dari Fitch Ratings ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan para investor, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan terhadap Bank Sulutgo.
Ini juga menjadi motivasi bagi Bank Sulutgo untuk terus meningkatkan kinerja, memberikan layanan terbaik, serta berkontribusi lebih besar bagi pembangunan ekonomi di Sulawesi Utara dan Gorontalo. (Afer)
Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar wisuda sarjana tahun akademik 2025/2026 dalam sidang senat terbuka di Auditoium Unsrat Manado, Kamis (21/8/2025).
Ada 1292 sarjana yang diwisuda. Mereka terdari dari 135 Pascasarjana (program doktor/S-3 sebanyak 14 orang, program magister/S-2 sebanyak 86 orang, program profesi/Ir sebanyak 35 orang).
Fakultas Kedokteran 237 orang (program pendidikan dokter spesialis – 1 sebanyak 46 orang, program profesi 123 orang dan progran sarjana/S-1 sebanyak 68 orang). Fakultas Teknik 173 orang, Fakultas Pertanian 60 orang, Fakultas Peternakan 12 orang.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 38 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 85 orang, Fakultas Hukum 151 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 93 orang, Fakultas Ilmu Budaya 28 orang, Fakultas MIPA 163 orang dan Fakultas Kesehatan Masyarakat 117 orang.
Dalam sambutannya, Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie menjelasksn, semangat Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 80 harus menjadi landasan bagi kita semua. Para pahlawan kita berjuang merebut kemerdekaan dan kini giliran kalian mengisi kemerdekaan,
“Tunjukkan bahwa lulusan Universitas Sam Ratulangi adalah pribadi yang tangguh, inovatif, dan siap berkontribusi nyata untuk masyarakat,” ujarnya.
Hari ini, menurut Rektor, bukan hanya penanda keberhasilan akademik, tetapi momentum untuk melangkah ke fase kehidupan yang baru sarat dengan tantangan, kompetisi dan dinamika global yang terus berubah.
Rektor mengajak seluruh lulusan untuk terus belajar, terus berkembang menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai kebaikan dan kemajuan bagi masyarakat.
Gubernur Sulut/Ketua Dewan Penyantun Unsrat Mayjen TNI Purn Yulius Selvanusn, yang diwakili Sekretaris Dewan Penyantun Unsrat Kolonel TNI (Purn) Hendrik Manueke dalam sambutannya mengatakan, momentun ini menjadi titik awal pengabdian nyata kepada masyarakat, daerah dan bangsa.
“Universitas Sam Ratulangi merupakan mitra strategis dalam membangun SDM unggul, melalui sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi, kita bersama mendorong transformasi Sulawesi Utara menjadi menjadi daerah yang tangguh, adaptif dan berdaya saing,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Sulut, menurutnya, siap mendukung penuh kontribusi alumni Unsrat khususnya dalam agenda sinergis, seperti ketahanan pangan, transformasi digital, peningkatan layanan publik dan pembangunan ekonomi daerah. (FA)
Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan tema Transformasi tata kelola pendidikan yang berintegeitas, adaptif yang merata dan berdampak di Training Center Unima, Tondano, Kamis – Sabtu (21-23/8/2025).
5 (lima) narasumber (narsum) penting dihadirkan pada kegiatan yang diikuti hampir 30O peserta yang merupakan pimpinan dan staf serta perwakilan mahasiswa Unima.
Kelima narsum tersebut adalah Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, Irien Kemdiktisaintek Chatarina Muliana, Kepala LLDIKTI Wilayah XVI Munawir Sadzali, Kepala KPN Manado Saripudin, dan Dirjen Dikti Kemdiktisaintek Khairul Munadi.
Penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Irjen Kemeiktisaintek Chatarina Muliana
Turut hadir pada acara pembukaan dan pemaparan materi Gubernur Sulut, sejumlah pejabat eselon 2 Pemerintah Provinsi Sulut di antaranya Asisten 1 Denny Mangala dan Kepala Kesbangpol Jhony Suak.
Acara tiga hari ini dibuka pelaksanaannya oleh Irjen Kemdiktisaintek, yang didahului sambutan Ketua Panitia Donal Matheos Ratu (Wakil Rektor 2) dan Rektor Unima Joseph Philip Kambey.
Penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Rektor Unima Joeeph Philip Kambey
Dalam Raker ini, selain pemaparan dari 5 narsum tersebut, para Wakil Rektor dan perwakilan lembaga/satuan kerja yang ada di lingkungan Unima memaparkan pagu anggaran dan sinkronisasi pagu anggaran.
Bertindak sebagai moderator para Wakil Rektior yakni Warek 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 2, Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Humas Vivi W. Saroinsong serta Kepala Biro Kepegawaian, Keuangan dan Umum Meyke Rangkang, sementara pembawa acara Sekretaris Rektor Marcia Imelda Watulingas.
Foto bersama usai Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus memberikan materi
Rektor Unima dalam sambutannya menjelaskan, Raker ini merupakan momen penting dalam perumusan arah strategis dan pengembangan institusi kita (Unima – Red) ke depan.
“Rapat kerja ini bukan sekedar agenda tahunan, tetapi merupakan platform bersama untuk merefleksikan pencapaian, mengidentifikasi tantangan serta menyusun langkah-langkah strategis yang konkrit dan terukur dalam mencapai visi dan misi universitas, Unima unggul, mandiri, kompetitif dan enterpreneurial,” ujarnya.
Raker ini, tambah Rektor, bukan sekedar forum evaluasi dan perencanaan. Raker ini merupakan momentum untuk menyatukan visi, menyelaraskam langkah dan membangun komitmen kolektif menuju universitas yang unggul, inklusif dan berdampak.
Terkait tema, Rektor menegaskan, tena yang diangkat yakni Transformasi Tata Kelola Pendidikan yang berintegeitas, adaptif yang merata dan berdampak bukan sekedar rangkaian kata.
Rektor Unima Joseph Philip Kambey saat memberikan sambutan
Tema ini, menurutnya, adalah seruan perubahan, arah kebijakan sekaligus komitmen bersama untuk menghadirkan tata kelola pendidikan tinggi yang relevan dengan dengan tantangan.zaman, berpihak pada keadilan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Irjen Kemdiktisaintek dalam sambutannya mengungkakan, tema Raker ini sangat tepat dan relevan dengan tantangan dunia pendidikan tinggi hari inii, di mana universitas dituntut bukan hanya unggul dalam akademik tetapi juga mampu menghadirkan tata kelola yang bersih transparan dan akuntabel.
Irjen Kemdiktisaintek Chatarina Muliana ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan Raker Unima
Raker ini, menurutnya, bukan sekedar forun administrasi, melainkan ruang strategis untuk menyatukan visi, memperkuat kolaborasi dan sinergi, serta memastikan arah pembangunan kampus berjalan seiring dengan kebijakan nasional pendidikan tinggi.
“Dalam konteks ini, Unima memiliki peran penting sebagai lokomotif transfornasi pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia khususnya di Sulawesi Utara,” tandas mantan Plt. Rektor di tiga universitas termasuk Unima
Sebagai Irjen, Chatarina berharap agar Unima semakin memantapkan langkahnya sebagai PTN BLU (Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum – Red). Status BLU adalah peluang untuk mendorong fleksibilitas pengelolaan keuangan yang akuntabel untuk mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas sehingga menuntut komitmen integritas yang tinggi dari pimpinan PTN BLU dan seluruh jajaran dalam mewujudkan tansformasi tata kelola pendidikan yang berintegeitas, adaptif yang merata dan berdampak (tema Raker – Red).
Irien berharap pula seluruh pimpinan Unima segera melakukan sinkronisasi seluruh program kampus dengan kebijakan strategis dan prioritas Kemeiktisaintek. Baik dalam hal transformasi digital penguatan tridharma perguruan tinggi maupun pengembangan ekosistem riset dan inovasi.
“Sinkronisasi ini akan menentukan setiap langkah Unima lebih terarah, terukur, dan memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Asta Cita Presiden (Prabowo Subianto – Red) untuk penguatan SDM Indonesia yang unggul dan peningkatan kualitas sains dan teknologi,” ujar mantan Kajari Bekasi dan Karo Hukum KPK ini. (FA)