Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw memimpin rapat teknis soal arus lalulintas di Kota Manado di ruang kerjanya, Selasa (16/11/2021).

Pokok bahasan dalam rapat tersebut menyangkut titik-titik kemacetan di Kota Manado. Bahasan menarik soal kemacetan di seputaran terowongan khususnya simpang tiga masuk ke Bumi Nyiur.

Salah satu masalah inti di lokasi ini adalah baik terowongan maupun ruas jalan keluar terowongan yang masih sempit belum mengikuti lebar jalan ring road yang dua jalur.

Salah satu tindakan yang akan dilakukan adalah pelebaran bahu jalan di sekitaran terowongan. Konsekuensi dari pelebaran bahu jalan ini adalah penertiban kios-kios yang berada di bahu jalan.

Pertemuan dan pembahasan teknis ini melibatkan Kabid Perhubunhan Darat Dishub Kota Manado, Balai Jalan Nasional, Balai Perhubungan Darat, Kasat Lantas Manado dan tim teknis lainnya.

Selesai pembahasan seputaran terowongan, pertemuan dilanjutkan dengan pembahasan dalam kaitan rekayasa arus lalulintas seputaran TKB dan Shopping Centre.

Hal ini dibahas bersama PD Pasar Manado sebab direncanakan beberapa pintu masuk di lokasi ini akan dibuat portal untuk kepentingan parkir yang pengelolaannya oleh PD Pasar Manado.

Hadir dalam permbahasan ini Kabid Perhubungan Darat Kota Manado Donald Wilar, Direktur Umum PD Pasar Manado Lucky Senduk bersama Kasat dan Kanit Lantas Polresta Manado. (lk)

Meimonews.com– Kodim 1309/Manado menggelar kegiatan Pembinaan Kemampuan Keluarga Besar TNI (KBT di Makodim 1309/Manado, Winangun Dua Manado, Senin (15/11/2021).

Kegiatan yang diikuti utusan GM (Generasi Muda) FKPPI Manado, KB (Keluarga Besar) FKPPI Sulut dan Manado yang adalah bagian dari KBT tersebut mengangkat tema Melalui Pembinaan Peningkatan Kemampuan Keluarga Besar TNI, KBT menjadi organisasi masyarakat yang profesional dan militan guna mendukung tugas pokok TNI AD.

Hadir pada kegiatan ini Kolonel Inf Daniel Edgar Syaloom Lalawi (Dandim), Letkol Inf Dedi Junaedi, SE (Kasdim), Mayor Inf Yance Walangitan, SH., MH (Pasi Intel), Mayor Inf M.Z. Efendi (Pasi Pers), Mayor Inf Vence Mamarodia ( Pasiter), dan Kapten Chb Nixon Kukus ( Danramil 1309-02/WTPM).

Tiga narasumber dijadikan pada kegiatan yang dipandu Mayor Inf Vence Mamarodia (Pasiter) yakni Meiske Conny Lantu, SE (Kaban Kesbangpol dan Linmas Manado), Dolvie Makawena, SH (Sekrataris PD GM FKPPI Sulut) dan Ferry Soesanto, S.Sos (PD KB FKPPI Sulut)

Dandim 1309/Manado Kolonel Inf Daniel Edgar Syaloom Lalawi dalam sambutan pembukaan mengemukakan beberapa hal, di antaranya bahwa keluarga besar TNI merupakan salah satu sumber daya atau potensi yang harus dibina terus

Hal tersebut, jelas Dandim, karena negara mengamanatkan pada TNI untuk menyelenggarakan pembinaan ini termasuk dari keluarga besar TNI sehingga kapanpun dibutuhkan mereka siap, kemampuan tetap ada, siap dalam mendukung laju pembangunan untuk kepentingan negara .

“Sehingga mendapatkan bekal untuk menghadapi berbagai perkembangan situasi baik yang ada di TNI-AD maupun dalam lingkungan kita,” kata Dandim.

Dikemulakan juga, pembinaan kemampuan keluarga besar TNI bertujuan untuk memelihara dan memantapkan rasa cinta Tanah Air, wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara.

Selain itu, terbentuknya kader-kader pemimpin dari keluarga besar TNI yang memiliki kepribadian yang memiliki jiwa Pancasila dan nasionalis, meningkatkan pemahaman tentang mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 45 dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

Kaban Kesbangpol dan Linmas Kota Manado Meiske Conny Lantu, SE Salam pemaparan materinya tentang Peran Pemerintah dalam Pelaksanaan Wawasan Kebangsaan (Permendagri Nomor 17 Tahun 2012 dan Implementasi Bela Negara memberikan penjelasan Tupok dan Fungsi Kesbangpol dan Linmas Kota Manado, pendidikan wasbang, penyelenggaran pendidikan wasbang dan bentuk kegiatannya serta definisi bela negara.

Narasumber berikutnya adalah Ferry Soesanto, S.Sos (PD KB FKPPII Sulut yang membawakan materi tentang Sinergitas FKKPI dengan TNI-POLRI dalam menjaga persatuan bangsa serta Dolvie Makawena, SH (Sekretaris PD GM FKPPI Sulut) dengan materi Profesionalisme dan Sinergitas KB FKPPI, GM FKPPI, PPM dan Hipakad dengan TNI-AD.

Letkol Inf Dedi Junaedi, SE (Kasdim 1309/Manado) menanggapi pertanyaan peserta kegiatan antara lain menjelaskan tentang peranan kebhinekanan dalam menghadapi potensi ancaman yang sangat besar terkait kondisi bangsa dilihat dari banyak aspek.

Salah satunya aspek wilayah yang jadi incaran dan juga diposisikan sebagai ancaman bagi bangsa lain. Hakekat ancaman yang terus berkembang yang perlu diwaspadai. Banyak kerawanan yg jadi sumber konflik, perkuat nasionalisme.

Selain itu, waspadai aksi propaganda yang akan berusaha pengaruhi pemahaman dan perilaku untuk mencapai tujuannya yang bertentangan dengan UUD 45, Pancasila dan NKRI, mengganggu tujuan nasional, lebih bijak dalam penggunaan media dan alat komunikasi cermati agar tidak jadi korban penyalahgunaan IT. (lk)

Meimonews.com – Pemain bridge Indonesia Tracy Awuy Polii kembali meraih prestasi pada The 2021 WBF Women’s Online Autumn Festival yang digelar World Bridge Federation (WBF) selama seminggu (8-14/2021) melalui platform Bridge Base Online (BBO).

Tracy dengan nick bbo tresi berhasil keluar sebagai juara setelah pada sesi ke 48 meraih juara di nomor individual robot sementara saingannya Luminita Lupu dengan nick lilu64 dari Rumania tidak mendapat point.

Di pertandingan terakhir, walaupun Tracy tidak berhasil meraih poin, angkanya tidak terkejar karena Luminita hanya meraih 0.26 poin. Tracy keluar sebagai juara dengan perolehan 6.53 poin disusul Luminita yang berhasil mengumpulkan 6.28 poin.

Namun hasil ini, sebut Bert Toar Polii (Humas PB Gabsi) kapadia Meimonews.com, Senin (15/11/2021) belum resmi karena mungkin saja ada perubahan skor.

“Biasanya hasil resmi akan diumumkan oleh WBF seminggu kemudian. Namun hasil ini diperoleh dari https://www.bridgebase.com/v3,” ujar Berce, sapaan akrabnya.

Angka ini, menurut Berce, didapat dari 10 skor terbaik yang mereka mainkan dari 49 turnamen yang tersedia. Skor itu didapat ketika pemain mengikuti pertandingan dan berhasil keluar sebagai peringkat yang berhak mendapat BBO poin.

Biasanya, tambah pemain andalan DKI Jakarta ini, juara diganjar 0.75 poin atau 0.70 poin jika pesertanya lebih sedikit dan biasanya sampai peringkat 16 mendapat 0.06 poin.

“Jadi memang untuk mengumpulkan 6.53 poin ini bukan pekerjaan mudah apalagi event ini diikuti ratusan pemain putri dari berbagai penjuru dunia. Dari ratusan pemain yang ikut tercatat hanya 171 pemain yang berhasil meraih BBO poin,” tandasnya.

Di tempat ketiga bertengger Connie Marfell dengan nick pwqn dari Amerika Serikat yang menggeser Rubina Agha nick tagha dari Pakistan. Connie meraih 5.59 point disusul Rubina dengan 5.38 poin.

Pada The 2021 WBF Women’s Online Spring Festival yang lalu Tracy meraih medali perunggu di nomor overall ini dengan demikian ia naik dua peringkat menggantikan Amy Mitura dengan nick arielsp yang pada event ini hanya menempati peringkat 7.

Event ini sudah rutin digelar sejak tahun 2008 setahun ada dua event yaitu Spring dan Autumn. Spring biasanya digelar pada April sedangkan Autumn pada November.

Untuk diketahui event ini memperebutkan 4 gelar juara yaitu overall winner, individual human, individual robot dan pasangan.

“Yang di atas tadi itu untuk overall winner. Sementara untuk nomor individual robot Tracy keluar sebagai juara dengan meraih 5.70 poin,” debut Berce.

Peringkat kedua diraih oleh Louise Nilsen nick wiskey04 dari Norwegia yang mengumpulkan 3.49 poin. Tempat ketiga diduduki Julienne nick dropke dari Belgia yang meraih 3.02 poin.

Untuk nomor individual human juaranya diraih Rubina Agha nick tagha dari Pakistan 3.33 poin, disusul Connie Marfell dengan nick pwqn dari Amerika Serikat 3.18 poin dan peringkat 3 Luminita Lupu dengan nick lilu64 dari Rumania 2.42 poin.

Terakhir,untuk nomor pasangan juaranya adalah Luminita Lupu dengan nick lilu64 dari Rumania 4.14 poin. Juara kedua L. Nilsen nick wiskey04 dari Norwegia yang mengumpulkan 2.95 poin. Sementara untuk juara ketiga diraih juara event yang lalu Amy Mitura nick arielsp dari Amerika Serikat dengan 2.47 poin.

Para pemenang event ini selain mendapat hadiah BBO$ juga mendapat master point resmi dari World Bridge Federation, sertifikat dari World Bridge Federation serta master point dari BBO.

Menurut daftar peraih master point online dari World Bridge Federation para pemenang event ini berada di peringkat atas. Tracy Awuy Polii tercatat berada di peringkat 22.

Atas prestasi meraih juara kali ini, Tracy diganjar 200 WBF On-Line Bridge Points (WOBP). Dengan demikian Tracy telah mengumpulkan 300 WBF On-Line Bridge Points (WOBP) dan naik 13 peringkat menjadi peringkat 9.

Sementara itu 3 pemain yang berprestasi di event ini akan meraih gelar “WBF Online Tournament Player (WOTP)” yaitu Connie Marfell dengan nick pwqn dari Amerika Serikat, Amy Mitura nick arielsp dari Amerika Serikat dan Luminita Lupu dengan nick lilu64 dari Rumania karena sdh mengumpulkan minimal 500 WOBP.

Sebelumnya Louise Nilsen nick wiskey04 dari Norwegia dan Rubina Agha nick tagha dari Pakistan sudah meraih gelar WOTP lebih dulu.

Event ini khusus disediakan untuk pemain putri yang sudah terdaftar sebagai pemain di Bridge Base Online atau BBO.

Tracy adalah atlet asal Sulut yang tahun 2020 jadi juara Kejurnas Bridge Patkawan Campuran Antar Kota mewakili Kota Manado. (lk)

Meimonews.com – Gerakan turun lapangan (turlap) untuk mengecek keberadaan apa adanya di lokasi yang dikunjungi terus dilakukan Walikota Manado Andrei Angouw.

Pagi hingga siang (Senin, 15/11/2021), sejumlah sekolah dikunjungi lamgsung di antaranya SS Katolik 3 Don Bosco Manado di Jalan Sudirman, SD Negeri 6 Manado dan SD Negeri 11vang berada di Jalan Sarapung serta SD Islamic Center Manado di Jalan WR Supratman.

Saat road show (berkunjung)  ke sekolah-sekolah tersebut, Walikota Andrei Angouw disambut pimpinan sekolah dan staf/guru.

Di SD Katolik 3 Don Bosco Manado yang menjadi sekolah pertama yang dikunjungi, mantan Ketua DPRD Sulut ini diterima Frater Valerie Halawa, SPd (Kepala Sekolah) dan staf pengajar.

Setelah diterima pimpinan sekolah, walikota yang rajin turlap ini langsung melihat Kegiatan Belajat Mengajar (KBM) dan pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Kompetensi (ANBK) di sekolah ini.

Hal yang sama (disambut pimpinan sekolah dan walikota langsung melihat KBM dan ANBK) terjadi di sekolah-sekolah lain yang dikunjungi mantan Anggota Dewan Sulut daerah pemilihan Manado ini. (lk)

Meimonews.com – Pelabuhan Petta di Kepulauan Sangihe belum ada kegiatan yang berkaitan dengan pengawasan Bea Cukai, Imigrasi dan Karantina sebagaimana pelabuhan Internasional lainnya.

“Hal ini perlu menjadi perhatian Pemerintah Pusat agar bisa bekerjasama dengan Pemda Kabupaten Sangihe,” ujar Ketua Tim Asistensi Ditjen Imigrasi Wilayah Sulut Irjen Pol. (Purn) Dr. Ronny F. Sompie kepada Meimonews.com, Senin.(14/11/2021) usai kunjungan ke Kabupaten Sangihe termasuk ke Pelabuhan Petta, pekan lalu.

Kerjasama tersebut adalah dalam memperkuat posisi strategis Pelabuhan Petta dalam menunjang pengawasan kegiatan ekspor dan impor barang masuk dan keluar Indonesia setelah melalui pengawasan di Pos Lintas Batas Laut di Pulau Marore yang berada sangat dekat dengan Philipina Selatan.

Artinya, sebut mantan Dirjen Imigrasi ini, pengawasan bea cukai, imigrasi dan karantina tidak bisa dilepaskan satu sama lainnya, karena perlintasan barang tidak bisa dipisahkan dengan perlintasan orang yg memanage barang tsb masuk dan keluar Indonesia termasuk berkaitan dengan Karantina baik hewan, tumbuhan dan kesehatan.

Diungkapkan, posisi Pelabuhan Petta lebih strategis dibandingkan dengan posisi pelabuhan Nusantara di Tahuna, sehingga kajian Pemerintah Pusat perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas Pelabuhan Nusantara di Tahuna yang posisinya tidak memudahkan kapal-kapal dari arah Philipina Selatan yang akan menuju Pelabuhan Internasional Bitung dalam kegiatan ekspor dan impor apa saja termasuk ikan.

Sementara para nelayan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, menurutnya, akan sangat terbantu bila Pelabuhan Petta bisa menjadi pelabuhan Internasional bagi kegiatan ekspor dan impor di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Hal ini menjadi bagian dari upaya mencegah terjadi ekspor dan impor ilegal di areal pantai Kepulauan Sangihe, karena pengawasannya dapat diperkuat oleh keberadaan bea cukai, Polair, KPLP, dan pengawasan perlintasan orang yang melakukan ekspor dan impor tersebut oleh Pejabat Imigrasi di Kanim Kelas II TPI Tahuna.

Pekan lalu,. Sompie dan Tim mengadakan kunjungan kerja di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang diawali pertemuan dengan Bupati di Kantor Bupati. Mendampingi Bupati adalah Sekda, Asisten 1, Kepala Dinas Dukcapil dan Kabag Kerjasama.

Turut hadir instansi terkait yang berkompeten seperti Ditjen Perhub Laut cq KPLP dan unsur terkait yang bertugas di Wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe,l yakni Kodim, Polres, dan pemangku kepentingan lainnya.

Usai bertemu Bupati, Tim Asistensi berkunjung ke Pelabuhan Petta yang merupakan lokasi sangat strategis bagi kegiatan ekspor dan impor di Sulut dan Philipina Selatan sejak jaman sebelum kemerdekaan sampai saat ini.

Sompie juga berharap agar jangan menyebut warga Sangihe Philipine apalagi disingkat, karena akan menyakiti perasaan torang pe sodara di Sangihe deng Talaud.

“Jadi pake istilah warga tanpa dokumen baik kependudukan maupun kewarganegaraan, sehingga mereka tanpa paspor deng KTP pasti nyanda punya visa deng izin tinggal waktu maso deng melakukan kegiatan di Sulut terutama melalui perairan Sangihe – Talaud sampai Bitung,” imbaunya.

Sementara dorang, sebut Ketua Umum KKK Indonesia tersebut, ada yang menduduki wilayah di Manado dan sebagian besar di Bitung. (af)

Meimonews.com – Tidak hanya mendengar laporan semata, namun turun lapangan (turlap) dan melakukan peninjauan langsung dilakukan Walikota Manado Andtei Angouw.

Sabtu (13/11/2021), AA (Walikota Manado Andrei Angouw) mengunjungi Teling Bawah untuk melihat progres pelaksanaan perbaikan bendungan untuk pencegahan meluapnya air sekitar lokasi Teling Bawah.

Perbaikan bendungan dilakukan sebab di Teling Bawah sering terjadi luapan air jalan-jalan dan halaman rumah penduduk jika hujan deras.

Di dampingi Plt Kadis PUPR Manado Johny Suwu, mantan Ketua DPRD Sulut ini melihat soal pengerjaan perbaikan bendungan termasuk mencari tahu target penyelesaiannya.

Perbaikan drainase dan parit-parit termasuk normalisasi sungai, anak sungai dan bendungan di Kota Manado adalah untuk menghindari ancaman banjir serta air tergenang di jalan raya.

Program ini selain meminimalisir banjir, juga ada kaitan dengan mekanisme pengelolaan sampah di Kota Manado. Makanya Walikota selalu berharap agar ada kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan apalagi sampai dibuang di parit dan drainase yang membuatnya tersumbat.

“Saya harap masyarakat punya kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan. Ketidak sadaran inilah yang sering membuat Manado dilanda banjir jika hujan lebat,” kata Walikota. (lk)

Meimonews.com – Covid-19 telah memberikan dampak global maupun nasional. WHO mengumumkan status pandemi global terhadap Covid-19 pada 12 Maret 2020..

Langkah kebijakan yang diambil kebanyakan negara adalah pelarangan atau pembatasan (travel ban / restriction) dan penutupan perbatasan serta memperketat lalulintas antarnegara.

Selain itu, penutupan perbatasan total (total border shutdown), pembatasan partial (partial border shutdown), lockdown dalam skala domestik.

Covid 19 : dari tragedi kesehatan menjadi sosial masyarakat dan selanjutnya merambat ke aspek ekonomi yang riskan memicu terjadinya krisis. Pandemi Covis-19 telah menghentikan berbagai aktiivitas sosial, bisnis dan kegiatan ekonomi.

“Sejak Covid-19 melanda (Indonesia) pada 2 Maret 2020, Pemerintah telah mengeluarkan Perpres No. 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tanggal 13 Maret 2020, Perpres No. 9 Tahun 2020 tAngela 20 Maret 2020,” ujar Hakim Konstitusi Mahkamah Konstitusi (MK) RI Dr. Manahan MP Sitompul, SH, Mhum.

Selain itu, sambungnya ketika memberikan Kuliah Umum kepada mahasiswa dan dosen Fakultas Hukum Unsrat Manado, pandemi Covid-19 memberikan efek domino pada aspek sosial, ekonomi dan keuangan; pemutusan hubungan kerja di berbagi sektor usaha; dan terhentinya kegiatan ekspor-impor yang berdampak pada sektor keuangan dimana profitabilitas dan solvablitas perusahaan terus menerus.

Kuliah Umum yang diikuti 70 peserta dan dimoderatori Dr. Flora Prisilla Kslalo, SH, MHum tersebut dilaksanakan bersama dengan acara peresmian Ruangan Video Conference (Vicon) dan pemanfaatan Smart Board sebagai Mini Courtroom Mahkamah Konstitusi.(MK) RI hasil kerjasama Fakultas Hukum (FH) Unsrat Manado dan MK-RI, Sabtu (13/11/2021).

Untuk mengatasi secara nasional gejolak pandemi Covid-19, ungkap Sitompul dalam kuliah umum yang mengangkat tema Perlindungan Hak Konstitusional Warga Negara di Masa Pandemi, dapat dipedomani dengan pasal 22 ayat (1) UUD 1945 dan pasal 1 angka 4 UU No..12 Tahun 2011 jo UU No..15 Tahun 2019. Diapun menyebut pasal-pasal tersebut yang menjadi dasar Kewenangan Deskresi Pemerintah Administrasi Negara.

Diungkapkan, untuk mengatasi secara nasional gejolak pandemi Covid-19 telah dikeluarkan Kepres No. 11 Tahun 2020 tentang Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) untuk penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat, dan Kepres No. 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) sebagai bencana nasional bencana nonalam.

Selain itu, dikeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) No. 1 Tahun 2020 tentang Kebijakam Keuangan Negara dan Stabilitas Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian dan/atau Stabilitas Sistem Keuanganan (Perpu Covid-19) sebagaimana telah disahkan menjadi UU No. 2 Tahun 2020.

Mengenai perlindungan terhadap hak-hak konstituaional warga negara, Sitompul menjelaskan. bahwa hal itu tetdapat dalam batang tubuh UUD 1945 yakni Pasal 28A ayat (1) dan Pasal 28h ayat (1).

Dalam Pasal 28A ayat (1) disebutkan setiap orang berhak untuk hidup dan berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya (perubahan kedua), sedang Pasal 28H ayat (1) disebutkan setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan (perubahan kedua). (lk)

Meimonews.com – Ruangan Video Conference (Vicon) dan pemanfaatan Smartboard sebagai Mini Courtroom Mahkamah Konstitusi.(MK) RI hasil kerjasama Fakultas Hukum (FH) Unsrat Manado dan MK-RI diresmikan penggunaannya, Sabtu (13/11/2021).

Peresmian tersebut dilakukan Hakim Mahkamah Konstitusi Dr. Manahan M.P Sitompul, SH, M.Hum sekaligus memberikan kuliah umum.

Dekan Fakultas Hukum Unsrat Manado Dr. Flora Prisilla Kalalo, SH, M.Hum dalam sambutannya mengungkapkan, kerjasama FH Unsrat Manado dan MK-RI telah terjalin sejak tahun 2008 berupa penempatan peralatan video conferece (vicon).

“Kerjasama lainnya adalah Pembentukan Pusat Kajian Konstitusi, yang salah satu kegiatannya adalah memberikan penanaman kepada masyarakat umum tentang konstitusi dan kewenangan Mahkamah Konstitusi melalui media elektronik yaitu melalui Radio Republik Indonesia,” ujar Kalalo.

Disebutkan, kerjasama yang masih berjalan hingga saat ini adalah penempatan dan pemanfaatan peralatan vicon. Pemanfaatan vicon untuk persidangan jarak jauh, kuliah umum, seminar, dan konsultasi hukum konstitusi.

Penggunaan vicon untuk kegiatan persidangan jarak jauh inisiatif Mahkamah atau berdasarkan permintaan para pihak setelah memperoleh persetujuan dari Mahkamah.

“Video conference Fakultas Hukum Unsrat Manado telah beberapa kali digunakan pada persidangan jarak jauh seperti sengketa hasil pemilu legislatif Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utata tahun 2019,” kata mantan Wakil Rektor II Unsrat Manado ini.

Diungkapkan, seminar dan kuliah umum sebelum Pandemi Covid-19 hampir setiap bulan diikuti dosen dan mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat Manado melalui media vicon MK-RI. Kegiatan lainnya berupa penggunaan vicon oleh organisasi kemahasiswaan ALSA.

Dengan adanya peralatan vicon MK-RI, menurutnya, sangat membantu FH Unsrat Manado untuk pengembnagan dan pendidikan hukum sesuai Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka di mana diharapkan dapat menjadi jawaban atas tuntutan Education 4.0.

Merdeka Belajar merupakan wujud pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipta kultur yang inovatif, tidak mengekang dan tidak sesuai kebutuhan mahasiswa.

“Proses pembelajaran dalam Kampus Merdeka merupakan salah satu perwujudan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered leaening) yang sangat esensial,” tandasnya.

Sebagai Dekan FH Unsrat Manado, Kalalo berterima kasih atas kepercayaan yang masih diberikan MK-RI untuk pemanfaatan perangkat baru vicon dalam bentuk Smard Board, yang dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan akademik. (lk)

Meimonews.com – Ketua Tim Asistensi Ditjen Imigrasi Wilayah Sulut Dr. Ronny F. Sompie, SH, MH berharap perlunya memperkuat seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dalam rangka mencari solusi terhadap warga / penduduk yang undocumented.

Demikian pula, pelintas masuk dan keluar wilayah laut Indonesia bagian Utara tanpa dilengkapi dokumen keimigrasian izin masuk dan keluar juga belum jelas kewarganwgaraan.

Harapan tersebut disampaikan Sompie ketika bertemu dengan Walikota Bitung Maurits Mantiri di rumah Dinas Walikota, Jumat (12/11/2021).

“Mereka biasanya adalah para nelayan yang tangguh menghadapi tantangan alam di wilayah perairan laut di utara Sulut,” ujar Sompie.

Dengan begitu, sambung mantan Dirjen Imigrasi itu,.bila mereka didata dan diberikan hak kewarganegaraannya, apalagi bisa sebagai WNI melalui sebuah terobosan kreatif yg solutif, maka akan diperoleh manfaat yg sangat positif bagi negara, daerah dan kesejahteraan mereka sendiri.

Kunjungan Ketua Tim Asistensi Ditjen Imigrasi Wilayah Sulut Dr. Ronny F. Sompie, SH, MH terkait Kerjasama Penanganan Warga Asing tanpa Dokumen yang melintas masuk dari utara Indonesia, khususnya wilayah perairan laut Sulawesi dan berkegiatan di Kota Bitung.

Perhatian Walikota Bitung untuk urusan kerjasama antar instansi Pemerintah, menurut Sompie kepada Meimonews.com, Sabtu (13/11/2021), sangat besar.

Sompie mengungkapkan, Kabupaten Sangihe merupakan Kabupaten yang di bagian Utara Indonesia dan berbatasan laut dengan Philipina. Bitung juga menjadi tempat mereka untuk melakukan aktivitas bahkan tinggal.

“Solusi Pemkot Bintung dipimpin Bapak Walikota Bitung perlu juga diberikan apresiasi dalam berupaya memberikan pengayoman,” ujar Ketua Umum KKKi (Kerukunan Keluarga Kawanua Indonesia) ini. (lk)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI melalui Direktorat Intelijen Deputi Bidang Pemberantasan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Pemanfaatan Geospatial Science untuk Penanganan Kejahatan Narkotika di Hotel Avenzel, Jawa Barat, Kamis (11/11/2021).

Kegiatan yang diikuti 50 peserta perwakilan satuan kerja di lingkungan BNN serta perwakilan dari PPN/Bappenas, Polri, Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, Badan Keamanan Laut (Bakamla), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Badan Informasi Geospasial (BIG) ini menghadirkan narasumber di antaranya Sekretaris Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Dr. Benny J. Mamoto, S.H., M.Si., dan Kriminolog Universitas Indonesia, Prof. Dr. Adrianus Meliala, M.A. M.Si..

Kasubdit Intelijen Teknologi Robby Karya Adi, S. Ik yang mewakili Direktur Intelijen BNN-RI dalam sambutannya menyampaikan tujuan dan manfaat dari kegiatan Kajian Peta Dasar Daerah Penyulundupan dan Psikotropika dari luar negeri secara umum adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan data dan informasi geospasial (peta) dan non-spasial (statistik dan lainnya) yang akan digunakan dalam analisis-analisis spasial dalam upaya menghasilkan informasi intelijen yang akurat mengenai faktor-faktor pembentuk dalam proses kejahatan narkotika seperti halnya penyelundupan dan peredaran narkotika dan prekursor narkotika.

Informasi intelijen ini, tambah Robby, nantinya akan dijadikan dasar dan acuan dalam proses tactical analysis di dalam kegiatan tindakan penanganan (pemberantasan), serta digunakan sebagai salah satu acuan utama dalam proses strategic analysis untuk program penanganan kejahatan narkotika jangka panjang.

“Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan FGD ini sendiri adalah untuk melakukan identifikasi berbagai jenis model penyelundupan dan peredaran narkotika serta faktor-faktor pembentuknya, juga melakukan identifikasi dari kegiatan dan sub-kegiatan dalam proses terjadinya kejahatan narkotika baik dari proses penyelundupan maupun peredaran,” jelasnya.

Sekretaris Utama BNN-RI Drs. I Wayan Sukawinarya, M.Si menjelaskan, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan menjadi salah satu katalis dari integras pemanfaatannya dalam proses penanganan tindak pidana kejahatan, termasuk narkotika.

Salah satu yang demikian erat dan hampir digunakan di seluruh dunia, menurutnya, adalah pemanfaatan geospatial science dan technology.

“Hal ini disebabkan oleh nature atau sifat dari kejahatan itu sendiri yang akan selalu memiliki dimensi ruang dan waktu. Dimana sebuah kejadian terkait dengan kejahatan narkotika merupakan kombinasi dari reasoning aktor-aktor yang terlibat didalamnya, yang semuanya melibatkan aspek ruang dan waktu,” sebut Sestama.

Permasalahan narkoba, rilis Biro Humas dan Protokol BNN-RI, merupakan permasalahan serta tanggung jawab bersama.

Oleh karena itu diharapkan dengan diadakannya diskusi, peserta dapat menjelaskan permasalahan pada masing-masing satuan kerjanya serta dapat memberikan pendapat dan masukan agar tim kajian BNN mampu mengidentifikasi dan merumuskan model atau struktur pembentuk dari kejahatan narkotika.

Itu semua nantinya akan diturunkan menjadi sebuah proses yang di dalamnya terdiri dari kegiatan dan sub-sub kegiatan yang membentuk sebuah kejahatan tindak pidana narkotika sehingga dapat memperkuat kerjasama dan koordinasi dengan berbagai pihak.

Sebagaimana diketahui letak geografis Indonesia yang strategis terbuka menyebabkan narkoba mudah masuk dan menyebar di seluruh wilayah Indonesia baik melewati jalur darat, laut, dan udara, di seluruh wilayah Indonesia dengan modus operandi yang berkembang.

Oleh karena itu, perlu adanya terobosan untuk mempermudah pendeteksian dini dan pemantauan melalui sebuah peta geospasial.

Keseriusan mengenai penanggulangan peredaran gelap narkoba dibuktikan dengan adanya FGD tersebut. (lk)