Meimonews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI Tahun 2022, Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Kandou menggelar kegiatan donor darah di beberapa lokasi.

“Kegiatan kemanusiaan berupa donor darah ini digelar di beberapa lokasi di Kota Manado dan sekitarnya dalam rangka HUT ke-77 Kemerdekaan RI, yang dimulai pada Jumat (5/8/2022) di KSP Mapan Pineleng,” ujar Kepala UTD RSUP Kandou dr. Stephen Lapian kepada Meimonews.com di Manado, Minggu (7/8/2022).

Setelah itu, kegiatan donor darah dilakukan jalan Balai Kota Manado pada Sabtu (6/8/2022) dan Minggu (7/8/2022) dilaksanakan di RS Tuminting.

Selanjutnya, di tempat praktik dr. Maria Sambuaga di Kelurahan Koka Lingkungan 2 Kecamatan Mapanget Barat (Selasa, 9/8/2022),  Kantor Asuransi Bumi Putra Tikala (Rabu, 10/8/2022), Dealer Sepeda Motor DAW Maumbi (Kamis, 11/8/2022), Bethany City Walk Kompleks Transmart (Sabtu, 14/8/2022).

Di Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan (Minggu, 14/8/2022), Dealer Hasrat Boulevard (Jumat, 19/8/2022),  Balai Kota Manado (Sabtu, 20/8/2022), Aula Paroki St. Ignatius Manado (Minggu, 21/8/2022), Gereja Petra (Sabtu, 27/8/2022) dan terakhir di Paroki St. Mikhael Perkamil (Minggu, 28/8/2022).

Bila ada warga yang ingin menyumbangkan darahnya untuk kegiatan kemanusiaan ini, dokter yang gesit dan ramah ini mempersilahkan menghubunginya di nomor 081340781386 dan Paul Hendrata (seorang penggiat donor darah) di nomor 08124422014.

“Semoga banyak warga yang tergerak hatinya dan ikut mendonorkan darahnya. Setiap tetes darah, menolong sesama manusia,” ujar mantan pegawai tidak tetap di Gorontalo dan calon PNS di Kalimantan Barat sebelum menjadi PNS di RSUP Prof. Kandou pimpinan Dr. dr Jimmy Panelewen, SpB-KBD. (elka)

Meimonews.com – Momen peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Provinsi Sulawesi Utara menjadi hari berbahagia bagi Polresta Manado dan jajaran.

Betapa tidak, di acara puncak peringatan HAN yang digelar di Rumah Alam, jalan Ring Road I Manado, Sabtu (6/8/2022), Polresta Manado mendapat penghargaan dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang diserahkan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw.

“Kami, Kepolisian Polresta Manado mendapat penghargaan dari Gubernur Sulut atas dedikasi serta keberhasilan dalam menyelenggarakan perlindungan terhadap perempuan dan anak yang responsif,” ujar Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto P. Sirait, SH, SIK kepada wartawan, Sabtu (6/8/2022).

Kombes Pol. Sirait menegaskan, Polresta Manado berserta jajaran akan terus meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak karena sudah menjadi tugas bersama sesuai undang-undang untuk memfasilitasi kepada anak-anak kita, baik mental maupun spritual mereka.

Kegiatan bertema Anak Terlindungi Indonesia Maju tersebut dihadiri para Kepala Dinas Provinsi Sulut, para Kapolres yang menerima penghargaan dan undangan lainnya. (elka)

Meimonews.com – Berkekuatan sembilan personil Samapta Polresta Manado melakukan kegiatan Patroli Presisi di sejumlah lokasi, Jumat (5/8/2022) malam sampai Sabtu (6/8/2022) dinihari.

Adapun yang menjadi sasaran kegiatan, jelas Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto P. Sirait, SH, SIK seperti dikutip Kasat Samapta Polresta Manado Kompol Bartholomeus Dambe, SH kepada Meimonews.com, Sabtu (6/8/2022), antara lain adalah titik rawan Kamtibmas, dan lain-lain.

Saat patroli mobile seputaran Dendengan Dalam pada sekitar pukul 20.00 wita, personil menemukan anak-anak muda (AAM) yang sedang miras (minum minuman keras) namun tidak ditemukan senjata tajam (sajam). Miras yang digunakan AAM langsung dimusnahkan.

Selanjutnya, pada sekitar 00.40 wita, personil Samapta melanjutkan patroli mobile ke wilayah Paal 2 memantau kegiatan masyarakat dan belum menemukan AAM yang berkumpul. Situasi aman.

Pukul 00.47 wita, patroli dilanjutkan ke wilayah Mapanget namun situasi terpantau aman. Pukul 00.55 wita, personil Samapta  mendapati AAM yang berada di penginapan Shangrila yang sedang miras lalu digeledah namun tidak ditemukan sajam. Selanjutnya diserahkan kepada Polsek Tuminting.

Pukul 01.05 wita, Patroli Rayon merespon panggilan Call Center 112 bahwa telah terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di wilayah Singkil Lingkungan 3. Kemudian mendatangi lokasi TKP bersama Kapolsek mengamankan pelaku lalu di bawah ke Polsek Singkil.

Pukul 01.30 wita, personil Samapta melanjutkan patroli mobile di lokasi jembatan Sukarno dan mendapati dua AAM (lelaki dan perempuan) yang sedang bertengkar kemudian dilakukan pembinaan selanjutnya diarahkan kembali ke rumahnya masing-masing.

“Lewat kegiatan patroli mobile ini, tercipta situasi kamtibmas yang kondusif dan terkendali,” ujar Barto (sapaan Bartholomeus), mengutip Kapolresta Manado. (elka)

Meimonews.com – Guna memantau kegiatan warga terkait dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personil Bhabinkamtibmas Polsek Tombulu melaksanakan kegiatan Bhayangkara Ronda Sambang (Baronang), Jumat (5/8/2022) pagi.

Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto P. Sirait, SH, SIK menjelaskan, kegiatan Baronang ini dilakukan untuk menyampaikan imbauan dan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat.

“Dalam pelaksanaan kegiatan personil Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk membantu menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Tombulu,” ujar Kapolresta kepada wartawan, Jumat (5/8/2022).

Selain itu, tambahnya, personil Bhabinkamtibmas (Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) mengimbau warga masyarkat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dengan berpedoman pada 5 M.

Kegiatan Baronang tersebut, jelas Kasie Humas Polresta Manado Iptu Sumardi kepada Meimones.com, Jumat (5/8/2022) terlaksana dengan situasi kondusif dan imbauan yang disampaikan personel Bhabinkamtibmas diterima dengan senang hati oleh masyarakat. (elka)

Meimonews.com – Direktur Utama RSUP Prof. Kandou Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD melalui Direktur Medik Penunjang dan Keperawatan dr.Jehezkiel Panjaitan, SH, MARS memastikan tindakan transplantasi ginjal segera dilakukan di RSUP Prof. Kandou.

“Tindakan perdana itu rencananya pada bulan September mendatang,” sebut dr. Jehezkiel Panjaitan kepada wartawan di kompleks rumah sakit, Kamis (4/8/2022).

Penanggung Jawab Tim Transplantasi Ginjal RSUP Prof Kandou ini menjelaskan, tim medis untuk pelayanan transplantasi ginjal tersebut sudah siap. Nantinya ada pendampingan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta dan lainnya.

Terobosan baru ini untuk perkembangan RS agar pelayanan makin prima buat masyarakat. “Kebetulan kasus di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Maluku bahkan Maluku Utara khan banyak, sehingga kami berupaya menjamin keberlangsungan hidup penduduk melalui tindakan transplantasi ginjal ini,” ujar dokter Jehezkiel.

Ditambahkan, proses tindakan ini tidak mudah. Selain penerima ginjal harus disiapkan juga pendonor. “Jadi, kami harus berhati-hati dalam melakukan ini baik itu regulasi atau status hukum bahkan sistem pelayanannya,” tegasnya (elka)

Meimonews.com – Kolaborasi beberapa organisasi yakni Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM), Tim Penggerak PKK Sulut, Badan Narkotika Nasional, Kementerian Kominfo dan Pemprov Sulut menggelar Sosialisasi Anti Narkoba di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Kamis (4/8/2022).

Ratusan siswa, mahasiswa dan masyarakat hadir dalam kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Ketua Umum OASE KIM Tri Suswati Karnavian, yang ditandai pemukulan tetengkoren.

Laporan kegiatan disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara dr. Kartika Devi Kandouw Tanos (Sekretaris TP PKK Sulut dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulut, sementara sambutan oleh Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw dan Ketua Umum  OASE KIM Tri Suswati Karnavian.

Di momen pembukaan, ada penampilan choir yang membawakan mars BNN serta fragmen peserta Ketahanan Keluarga 2022 bersama dengan BNNP Sulut (Dian Yuni Seria, S.I.Kom) dan TP PKK Prov. Sulut (Dr. Preysi Siby, M.Psi).

Setelah itu, pembahasan mengenai Program Ketahanan Keluarga oleh Penyuluh Narkoba Ahli Madya Rotua Sihotang dari Direktorat Advokasi BNN RI dan diskusi panel Anti Narkoba oleh Direktur Advokasi BNN RI  Drs. Jafriedi M.M, dan Deputi Rehabilitasi BNN RI Dra. Riza Sarasvita, MHS., M.Si., Ph.D.

Diangkatnya tema sosialisasi anti narkoba dan literasi digital, menurut Tri Suswati Karnavian adalah karena narkoba saat ini sudah menjadi bencana nasional dan sudah mencapai level yang paling menguatirkan pada tingkat anak-anak muda. Bahkan juga didapati pada anak-anak di tingkat Sekolah Dasar.

“Kita juga di sini membuat literasi digital di mana ini penting karena kita juga tahu bersama bahwa teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan kita sebagai manusia. Di mana setiap orang umumnya sudah mempunyai gadget atau alat informasi. Ini menjadi sasaran yang paling sering dicari oleh para pengedar narkoba dikarenakan mereka sangat rentan dan mudah untuk diajak menggunakan,” ujar.

Ketum OASE KIM ini mengingatkan seluruh generasi muda agar menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba. “Kepada anak-anak semua, ingat kalian harus mengetahui bahwa kalian adalah sasaran utama dari penyalahgunaan narkoba ini,” tandasnya.

Jadi, sambungnya, kalian harus betul-betul sadar dan melindungi diri kalian untuk terhindar dari penyalahgunaan narkoba ini. Mudah-mudahan dengan sosialisasi anti narkoba ini kalian lebih paham lagi bagaimana efek negatifnya.

Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw dalam sambutannya menegaskan, penyalahgunaan narkoba harus diberantas dengan penanganan holistik atau berhubungan dengan sistem keseluruhan yang mampu melibatkan semua komponen masyarakat sehingga tak parsial atau hanya menjangkau penggunaannya saja tapi mampu memberantas narkoba hingga ke bandarnya.

“Saya percaya untuk penanganan dan antisipasi terhadap narkoba ini perlu tindakan-tindakan yang holistik tidak hanya parsial, termasuk ada keterlibatan dan kerja sama seluruh komponen masyarakat,” ujarnya. (elka)

Meimonews.com – Personil Polresta Manado yang terdiri dari Tim Opsnal dan Rayon Samapta melaksanakan program unggulan Polresta Manado yakni Sibulan (sikat pemabuk jalanan), Rabu (3/8/2022) malam.

Patroli Sibulan dilaksanakan di berbagai lokasi yang diduga sebagai titik-titik berkumpul para pelaku miras (minuman keras)

Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto P. Sirait, SH.,SIK menjelaskan, patroli Sibulan dilaksanakan untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di malam hari dan untuk mencegah adanya pesta miras oleh anak- anak muda serta warga masyarakat.

“Karena tidak lain akibat dari miras yang ditimbulkan hanyalah gangguan kamtibmas seperti berbuat onar atau tindak pidana lainnya,” ujarnya.

Saat patroli personil menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga masyarakat dan melakukan pemeriksaan badan terhadap anak-anak muda yang sedang berkumpul hingga larut malam dan diarahkan untuk membubarkan diri kembali ke rumah masing-masing.

“Patroli akan terus dilakukan untuk menciptakan situasi Kota Manado yang aman dan tertib dari gangguan kamtibmas,” tegas Kombes Pol. Sirait.

Seluruh kegiatan yang dilaksanakan berakhir dalam keadaan aman dan kondusif. (elka)

Meimonews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Polisi Wanita (Polwan) 1 September 2022, Polwan Polresta Manado mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos), Selasa (2/8/2022).

Sasaran kegiatan baksos berupa penyerahan bantuan berupa paket sembako adalah anak-anak sekolah di Kecamatan Bunaken, Manado.

Tema peringatan tahun ini adalah Polri yang Presisi, Polwan Siap Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural Mewujudkan Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh.

Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto P. Sirait, SH, SIK menjelaskan, kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dalam rangka HUT ke-74 Polwan.

Kegiatan bakti sosial HUT ke-74 ini, sebut Kapolresta, adalah bentuk kepedulian Polwan Polresta Manado terhadap masyarakat yang kurang mampu.

“Kami berharap kegiatan sosial seperti ini bisa terus berlanjut, baik oleh lembaga Polri maupun lembaga lainnya guna membantu masyarakat yang hidupnya masih kekurangan, sehingga uluran tangan kita dapat meringankan saudara kita yang sangat membutuhkan,” ujar Kapolresta.

Turut hadir dalam kegiatan bakti sosial Perwira Kordinator Polwan AKBP Noni Sengkey beserta rombongan, Kabag SDM Polresta Manado Kompol Agnes Timbuleng bersama anggota polwan Polresta Manado, Kapolsek Bunaken Iptu Erwin Mantiri, SH., Anggota Polsek Bunaken, Camat Bunaken dan masyarakat kecanatan Bunaken. (elka)

Meimonews.com – Langkah antisipasi rutin dilakukan Polsek Wori, Polresta Manado terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) termasuk yang dilakukan pemabuk jalanan.

Hal tersebut terlihat Minggu (31/7/2022) di mana personil Polsek Wori melakukan patroli dalam kaitannya dengan program unggulan Polresta Manado, Sibulan (Sikat Pemabuk Jalanan). Operasi dilakukan di ruas jalan raya Manado-Likupang.

Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto P. Sirait S.H.,S.IK menjelaskan, Sibulan dilaksanakan Polresta Manado dan jajarannya untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di malam hari.

“Selain itu, untuk mencegah adanya pesta miras oleh anak- anak muda serta warga masyarakat karena tidak lain akibat dari miras yang ditimbulkan hanyalah gangguan Kamtibmas seperti berbuat onar atau tindak pidana lainnya,” ujar Kapolresta seperti dikutip Kasie Humas Iptu Sumardi kepada Meimonews.com.

Dalam patroli, sambungnya,  personil menyampaikan pesan- pesan kamtibmas dan mengimbau para masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan serta mengajak untuk bekerjasama dengan polisi dalam menjaga situasi Kamtibmas.

“Patroli seperti ini akan terus dilakukan untuk menciptakan situasi Kota Manado yang aman dan tertib dari gangguan kamtibmas tanpa adanya miras,” tandasnya. (af)

Meimonews.com – Sementara pandemi Covid-19 belum ju^a usai, kini dunia dicemaskan dengan merebaknya penyakit cacar monyet (monkey pox). Perihal penyakit cacar monyet patut untuk diwaspadai agar dapat dilakukan antisipasi secara tepat.

Hingga kini, di Indonesia belum ada kasus cacar monyet yang ditemukan. Namun, sampai minggu terakhir Juli 2022, di seluruh dunia cacar monyet sudah ditemukan di 75 negara dengan kasus lebih dari 18 ribu penderita.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 23 Juli 2022 menetapkan cacar monyet sebagai kedaruratan kesehatan internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC). Penetapan sebagai darurat kesehatan internasional mengandung makna bahwa WHO menyerukan untuk memobliisasi upaya dalam rangka menghentikan penyebaran cacar monyet.

Dalam hal ini kedaruratan internasional (PHEIC) belum tentu akan berkembang menjadi pandemi yang menyebar secara cepat ke seluruh dunia. Beberapa penyakit lain seperti zika, polio, dan ebola yang pernah dinyatakan sebagai kedaruratan internasional ternyata tidak berkembang menjadi pandemi.

Meski demikian, cacar monyet tetap perlu diwaspadai penularan maupun penyebarannya. Kewaspadaan perlu dilakukan terutama melalui pencegahan dan deteksi dini serta pelaporan. Selain itu juga perlu dilakukan karantina untuk memantau di pintu masuk Indonesia.

Cacar Monyet
Penyakit ini disebut cacar monyet karena pertama kali ditemukan di tahun 1958 pada monyet yang dipelihara untuk tujuan penelitian. Awalnya penyakit ini hanya terdapat pada binatang monyet, tupai, dan tikus tapi kemudian pada 1970 mulai ditemukan pada manusia.

Selama ini, cacar monyet merupakan penyakit endemis yang tingkatnya konstan rendah di beberapa negara Afrika.  Namun sejak Mei 2022 dilaporkan terjadi pada beberapa negara non-endemis di Eropa, Amerika, dan Pasifik Barat. Berdasarkan kenyataan tersebut maka WHO selanjutnya menetapkan cacar monyet menjadi penyakit yang patut menjadi perhatian masyarakat global.

Penyebab penyakit ini adalah virus cacar monyet (monkeypox virus) yang merupakan virus genus Orthopoxvirus yang termasuk dalam famili Poxviridae. Cacar monyet semula merupakan penyakit zoonosis, yakni penyakit yang penularannya ke manusia berasal dari hewan. Namun karena virusnya mengalami mutasi genetik maka kini penularannya bukan hanya terjadi dari hewan ke manusia namun juga dari manusia ke manusia.

Cacar Monyet merupakan penyakit infeksi yang menular melalui kontak langsung dengan penderita, ataupun binatang yang terinfeksi, serta dapat pula melalui benda yang terkontaminasi. Penularan melalui kontak langsung dengan penderita dapat terjadi lewat darah, cairan tubuh, lesi pada kulit, termasuk kontak seksual.

Sebenarnya, cacar monyet tidak mudah menular secara cepat dan meluas, karena penularannya memerlukan kontak erat. Namun pencegahan dan kewaspadaan tetap perlu dilakukan agar tidak semakin merebak.

Masa inkubasi yaitu jangka waktu antara terinfeksi virus hingga mulai timbulnya gejala cacar monyet umumnya antara 6 hingga 13 hari. Penderita cacar monyet menunjukkan gejala yang mirip dengan penyakit cacar (small pox) namun jauh lebih ringan.

Penderita cacar monyet umumnya mengalami gejala awal demam tinggi >38,5 derajat Celcius, sakit kepala hebat, pembengkakan getah bening (limfadenopati) di leher, ketiak, ataupun selangkangan, mengalami nyeri otot (myalgia), sakit punggung, dan badan lemas (astenia). Pembengkakan kelenjar getah bening merupakan gejala yang khas pada cacar monyet dan tidak terdapat pada jenis cacar lainnya.

Setelah gejala awal tersebut pada penderita cacar monyet akan muncul ruam (bintil bintil kemerahan). Ruam terutama terdapat pada wajah, telapak tangan dan kaki, mukosa, alat kelamin, dan selaput lendir mata. Seiring waktu, ruam akan berubah menjadi koreng lalu akhirnya rontok.

Penyakit cacar monyet umumnya bersifat ringan yang berlangsung 2 – 4 minggu lalu sembuh. Namun pada beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi medis, yang bila tidak bisa diatasi dapat menimbulkan dampak serius. Komplikasi dari cacar monyet antara lain infeksi kulit sekunder, radang paru dan saluran pernapasan, gangguan kesadaran, dan masalah pengelihatan.

Sebagaimana penyakit virus pada umumnya, cacar monyet merupakan penyakit yang bersifat self-limited yaitu pada tahap tertentu virus penyebabnya akan terhenti sendiri perkembangannya dan penderita akan sembuh. Meskipun demikian terhadap penderita yang menunjukkan gejala perlu segera mendapatkan pelayanan medis terutama untuk mengatasi komplikasi yang mungkin ditimbulkannya.

Pengobatan terhadap cacar monyet bersifat menghilangkan gejala dan suportif. Tingkat kematian karena cacar monyet relatif rendah (3-6 %), dan kematian terutama karena fasilitas kesehatan yang kurang memadai.

Orang yang pernah mendapatkan vaksinasi cacar (smallpox) menunjukkan imunitas terhadap infeksi cacar monyet. Namun bila pernah terkena cacar air (chiken pox) ternyata tidak memberikan perlindungan terhadap cacar monyet. Hal ini karena cacar air disebabkan virus varicella yang berbeda dengan virus cacar monyet.

Vaksinasi cacar dapat memberikan efektivitas proteksi sebesar 85% dalam mencegah infeksi cacar monyet. Namun persoalannya, cukup banyak orang mungkin belum mendapat vaksinasi cacar, karena vaksinasi tersebut dihentikan setelah penyakit cacar pada 1980 berhasil dieradikasi (dimusnahkan total) di seluruh dunia.

Cacar Monyet di Indonesia
Meski di Indonesia belum terdapat kasus cacar monyet, namun Kementerian Kesehatan RI telah melakukan serangkaian langkah mitigasi untuk mencegahnya serta juga persiapan untuk menghadapinya. Dalam rangka mencegah penyebaran cacar monyet dilakukan pemantauan dan segera melaporkan bila ditemukan kasus cacar monyet. Selain itu telah disediakan alat dan bahan untuk deteksi dini bagi kasus terduga terkena cacar monyet. Lebih jauh lagi telah pula disiapkan obat, sarana serta tenaga kesehatan bila terdapat penderita cacar monyet.

Di kalangan masyarakat luas dilakukan dengan menyebarluaskan informasi mengenai cacar monyet serta upaya pencegahan maupun mengatasinya. Hal penting yang perlu dijalankan adalah melakukan pencegahan penularan dengan menghindari kontak langsung dengan penderita cacar monyet. Di samping itu perlu pula secara teratur membersihkan dan melakukan disinfeksi terhadap permukaan benda-benda yang sering disentuh yang bisa saja terkontaminasi.

Kalau mengalami kontak langsung dengan penderita cacar monyet sebaiknya dilakukan observasi dan isolasi mandiri. Sedangkan bila timbul gejala cacar monyet, segera menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan.

Memang menghadapi cacar monyet perlu kewaspadaan agar dapat dilakukan langkah yang tepat untuk mengantisipasinya, karena kita tidak boleh kecolongan apalagi sampai kebobolan. (Dr. drg. Paulus Januar/Pakar Kesehatan Masyarakat)