Meimonews.com – Dunia kerja saat ini menuntut lebih dari sekadar ijasah akademik. Persaingan global dan dinamika industri yang begitu cepat mengharuskan lulusan perguruan tinggi (PT) memiliki proof of competence (bukti nyata kompetensi) yang diakui secara nasional.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Rektor (Warek) 1 Unsrat Arthur Gehart Pinaria pada pembukaan kegiatan Witness BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) Penyaksian Uji Kompetensi LSP P1 Unsrat.
Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Gran Puri Manado, Sabtu (26/9/2026) yang diikuti puluhan mahasiswa Unsrat, para asesor termasuk Dekan FEB Unsrat Victor PK Lengkong dan 4 Wakil Dekan serta pimpinan/staf LPMPP (Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran) Unsrat.

“Pelaksanaan witness oleh BNSP hari ini merupakan tonggak sejarah (milestone)
yang sangat penting sekaligus emosional bagi Unsrat,” ujar Warek 1 mengutip sambutan Plt. Rektor.
Ditegaskan, perjalanan mendirikan LSP (Lembaga Sertifkasi Profesi) ini bukanlah proses yang instan; butuh waktu kurang lebih dua tahun penuh dengan dedikasi, ketekunan, serta koordinasi intensif dari jajaran LPMPP dan tim terkait.
Kehadiran LSP di lingkungan Unsrat ini memberikan keuntungan yang luar biasa strategis bagi institusi Unsrat, terutama dalam memastikan penguatan kompetensi
mahasiswa secara terstandar.

Dengan memiliki LSP sendiri, Unsrat dapat
secara mandiri menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri. Terlebih lagi, saat ini kita telah memiliki 11 skema sertifikasi yang siap untuk melaksanakan uji kompetensi, yang mencakup berbagai bidang keahlian mahasiswa kita.
Hal ini tentu akan mendongkrak daya saing lulusan Unsrat di pasar kerja nasional maupun global. “Sertifikasi profesi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan paspor utama bagi lulusan Unsrat untuk menembus dunia industri dengan penuh rasa percaya diri,” tandasnya.
Atas nama sivitas akademika Unsrat, Plt Rektor Unsrat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pihak Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), khususnya kepada kedua asesor yang hadir yakni Fauziah dan Hasnawati.

“Kehadiran bapak/ibu sekalian adalah kehormatan sekaligus wujud nyata dukungan BNSP dalam memastikan standar kompetensi terbaik bagi lulusan kami,” sebutnya.
Kepada para asesor, Plt Rektor berharap agar seluruh proses dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, objektif, transparan, dan sesuai dengan standar sertifikasi yang berlaku. “Laksanakan tugas dengan profesional, tetapi tetaplah memberikan suasana asesmen yang edukatif dan konstruktif bagi mahasiswa,” pintanya.
Kepada mahasiswa peserta witness, diharap memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya. “Tunjukkan bahwa mahasiswa Unsrat tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga benar-benar kompeten, terampil, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja melalui skema-skema yang telah disiapkan,” pinta Plt. Rektor.
Usai acara pembukaan, diadakan turun lapangan/asesmen ke tempat uji kompetensi (TUK), mengisi berkas-berkas kompetensi, penyerahan berkas dan acara penutupan oleh Kepala LPMPP Unsrat Max RJ Runtuwene.

Dalam sambutannya ketika menutup kegiatan, Kepala LPMPP Unsrat menyampaikan terima kasih kepada dua asesor dari BNSP yang sudah datang dan memberikan asesmen sehingga kegaitan ini bisa berjalan dengan baik.
Kepada para asesor, Runtuwene berterima kasih atas kehadiran dalam kegiatan ini serta dukungan yang telah diberikan selama ini termasuk ketika BNSP menerbitkan lisensi bagi LSP.Unsrat dengan 11 skema.
Runtuwene menyampaikan juga terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah menberikan dukungan seperti mantan Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie sehingga LSP P1 Unsrat mendapat lisensi tersebut.
Ditegaskan, tugas kita belum selesai. Baru mulai untuk menghasilkan mahasiswa yang kompeten. Dan, saat ini, bukan cuma Unsrat tapi juga seperti ITB dan UGM, perlu menghasilkan lisensi banyak skema.
“Hal ini, seperti kata Plt Rektor Unsrat (saat memberikan sambutan pada acara pembukaan), ijasah itu cuma pengantar. Tapi, kompetensi itu yang membawa mereka (para mahasiswa – Red) bisa sukses,” tandas pejabat inovatif, kreatif dan familiar ini.
Ditegaskan pula, kesuksesan bisa dicapai karena adanya kebersamaan. Ada kerja tim. Keberhasilan yang diraih LPMPP termasuk LSP Unsrat tidak terlepas kaitannya dengan dukungan dan kerjasama tim seperti asesor, kaprodi serta pimpinan dan staf LPMPP Unsrat.
Secara terbuka, Runtuwene mengungkapkan rencana LPMPP Unsrat ke depan baik untuk tahun berjalan ini (2026) maupun tahun depan (2027) seperti asesor untuk mahasiswa, penambahan ruang lingkup, dan pelatihan asesor kompetensi.
Ketua LSP P1 Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran kepada Meimonews.com menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah BNSP datang untuk menyaksikan uji kompetensi pertama yang dilakukan LSP P1 LPMPP Unsrat.
“Hal ini merupakan kelanjutan dari diterbitkannya lisensi LSP P1 Unsrat oleh BNSP untuk 11 lisensi,” ujarnya di dampingi Kepala Pusat Pelatihan Kompetensi Reni Lusia Kreckhoff, Manajer Sertifikasi Wisard Kalengkongan, Manajer Teknis Eric Alfonsius dan Bendahara Reynald J. Pakasi.
Saat ini, sebutnya, sudah ada 23 mahasiswa yang berkompeten. Dan, setelah melalui proses sesuai mekanisme yang ada, mereka akan mendapat sertifikat dari BNSP yang berlaku secara nasional dan internasional. (FA)





