Meimonews.com – Komitmen dan kerja keras tanpa mengenal lelah ditunjukkan pimpinan dan staf Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat.

Itu terlihat ketika lembaga yang dipimpin Max RJ Runtuwene (Kepala) dan Easry O. Laoh (Sekretaris) fokus untuk menuntaskan Dokumen Audit Mutu Internal yang diadakan di Villa Emitta Tomohon, Kamis – Sabtu (12-14/2/2026).

Di saat ASN (aparat sipil negara)/PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) menikmati hari tidak masuk kerja karena libur, mereka tetap bersemangat untuk menuntaskan dokumen itu lewat Focus Group Discussion (FGD).

Lebih menarik, semangat Valentine Day menambah semangat mereka untuk mengerjakan tugas dengan penuh kegembiraan walau keseriusan kerja tetap dijaga.

Pimpinan dan staf LPMPP Unsrat memanfaatkan hari kasih sayang (Sabtu,14/2/2026) sebagai bentuk kebersamaan untuk kemajuan Unsrat, dimana pada hari ini LPMPP Unsrat berkomitmen untuk tetap menuntaskan dokumen tersebut.

Dokumen ini menjadi tolak ukur untuk penjaminan mutu Unsrat (yang kini dipimpin Rektor Oktovian Berty Alexander Sompie) sebagaimana yang di amanatkan Permenristediktisaintek RI No. 39 Tahun 2025.

“LPMPP Unsrat berkomitmen semua kegiatan/program yang telah direncanakan dan telah tertuang dalam anggaran Unsrat outputnya jelas untuk mutu lulusan Unsrat,” ujar Runtuwene seperti dikutip Reynald J. Pakasi (staf) kepada Meimonews.com di Kantor LPMPP Unsrat, Sabtu (14/2/2026). (FA)

Meimonews.com – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Eavaluasi Sistem Penjaminan Mutu Internal di Villa Emitta Tomohon, Kamis – Sabtu (12-14/2/2026).

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat Arthur Gehart Pinaria (mewakili Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie) yang dikoordiner Easry O. Laoh (Sekretaris LPMPP Unsrat) ini diikuti para Kepala Pusat dan seluruh pegawai LPMPP Unsrat.

Pinaria menegaskan, FGD ini sangat penting untuk mengadakan evaluasi/revisi dan sinkronisasi untuk disesuaikan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Permendiktisaintek) nomor 39 Tahun 2025.

Selain itu, sebut Pinaria saat pembukaan kegiatan, Kamis (12/2/2026), dokumen mutu Unsrat ini wajib diimplementasikan untuk memberikan dampak untuk kemajuan Unsrat Manado.

Dalam sambutannya, Kepala LPMPP Unsrat Max RJ Runtuwene menjelaskan tentang hal-hal yang dibahas dalam FGD ini. Pertama, FGD ini difokuskan untuk menyelesaikan dokumen mutu (revisi dan sinkronisasi) terhadap draf yang sebelumnya telah diajukan di Senat Unsrat untuk disahkan.

Kedua, finalisasi form pembelajaran yang ada di website LPMPP dimana form tersebut sangat dibutuhkan dalam proses akreditas; ketiga, revisi standar operasinal prosedur (SOP) BKD (beban kinerja dosen). Keempat, final pembuatan SOP Kurikulum (penggantian dan perumusan).

Kepada Meimonews.com, BPP LPMPP Renakd J. Pakasi menjelaskan, FGD ini juga untuk optimalisasi anggaran di awal tahun dengan otput yang memberikan dampak nyata untuk kemajuan UnsratUnsrat. (FA)

Meimonews.com – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat mengadakan Ibadah Menyambut Natal Yesus Kristus di Ruang Rapat LPMPP Unsrat Manado, Selasa (2/12/2025).

Ibadah yang dipimpin Pdt. Joice Wokas ini dihadiri Wakil Rektor 1 Unsrat Arthur G. Pinaria, Wakil Rektor 4 Unsrat Stennie Edward Wallah, serta beberapa Dekan, Kepala Biro dan Korprodi di lingkungan Kantor Pusat Unsrat.

Dari internal LPMPP Unsrat, hadir Max RJ Runtuwene (Kepala), Esry Laoh (Sekretaris), Reynal Pakasi (Bendahara), Kepala-kepala Pusat, dan staf/pegawai/THL

Di momen sukacita tersebut, ada pemberian diakonia yang diserahkan Wakil Rektor 1 dan Wakil Rektor 4 kepada Satuan Pengamanan, Tenaga Honorer dan Sopir LPMPP Unsrat.

Dalam sambutannya mewakili Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, Warek 1 menegaskan, tema yang diangkat pada perayaan ini yakni Terang Kristus, Pembaharuan Hidup mengingatkan kita bahwa kehadiran Kristus membawa cahaya yang menyingkirkan kegelapan : membarui hati, pola pikir, dan cara hidup kita. Seperti tertulis dalam Yohanes 8 : 12 yakni Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.

“Terang Kristus bukan hanya simbol spiritual; ia adalah kekuatan yang mengubah manusia untuk hidup dalam kasih, integritas, dan pelayanan,” ujar Pinaria.

Dikemukakan, panggilan untuk pembaruan hidup sangat relevan dengan tugas kita sebagai bagian dari dunia pendidikan tinggi. Universitas Sam Ratulangi sedang bergerak menuju peningkatan mutu dan daya saing yang semakin kuat.

Dalam upaya ini, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat memegang peran strategis, memastikan bahwa sistem mutu internal, pembelajaran, akreditasi, dan budaya akademik selalu berkembang sesuai tuntutan zaman.

Sejalan dengan tema Natal tahun ini, Pinaria menggarisbawahi tiga pembaruan penting. Pertama, Pembaruan pola pikir (mindset). Bekerja bukan sekadar kewajiban, tetapi wujud pengabdian bagi bangsa dan kemuliaan Tuhan.

Kedua, Pembaruan budaya kerja. Integritas, profesionalisme, dan kolaborasi harus menjadi fondasi setiap pelayanan akademik.

Ketiga, Pembaruan semangat Terang Kristus menuntun kita untuk bekerja dengan sukacita, bukan sekadar memenuhi target.

“Jika esensi tema ini benar-benar hidup dalam diri kita, maka peningkatan mutu bukan sekadar program kelembagaan, tetapi buah dari karakter dan ketulusan kerja setiap pribadi,” tandasnya.

Pdt. Wokas dalam kotbahnya menjelaskan, Natal adalah pernyataan kasih Allah melalui hadirnya Yesus Kristus sebagai Terang Dunia. Ia datang untuk membebaskan manusia dari kegelapan dan menuntun kepada kehidupan yang sejati.

“Yesus sendiri menyatakan dalam
Yakobus 8 : 12 yang menegaskan bahwa hanya dalam Kristus kita menerima pembaruan yang memulihkan seluruh aspek kehidupan,” ujarnya.
.
Bagi Unsrat, khususnya LPMPP, menurutnya, terang Kristus menjadi dorongan untuk melaksanakan tugas penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran yang unggul, profesional, dan penuh integritas.

Seluruh pimpinan dan staf bahkan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Unsrat, dipanggil untuk menghadirkan terang Tuhan dalam seluruh tugas dan tanggung jawab.

Melalui kerja yang berorientasi pada kebaikan, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama, Unsrat dapat terus memperbarui diri sebagai institusi yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat.

“Terang Kristus yang lahir pada Natal ini, kiranya terus menuntun langkah kita,
memperbaharui semangat pelayanan, dan memampukan kita untuk menjadi,” sebutnya.

Dalam sambutannya, Kepala LPMPP Unsrat berterima kasih atas kehadiran pimpinan Unsrat, beberapa Dekan, Kepala Biro, Koorprodi dan lainnya pada ibadah menyambut Natal Yesus Kristus ini.

Runtuwene berharap, Unsrat ke depannya semakin maju dan memberi dampak positif bagi kemajuan daerah, bangsa dan negara.(FA)

Meimonews.com – Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat Manado Arthur Gehart Pinaria mengingatkan para dosen pembimbing agar memberikan pelayanan maksimal kepada mahasiswa dalam hal penyusunan skripsi atau tugas akhir.

Hal tersebut disampaikan Pinaria mewakili Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexander Sompie ketika memberikan sambutan pada acara Workshop Dosen Pembimbing Akademik/Skripsi/Tugas Akhir/Magang di Aula LPMPP) Unsrat Manado, Kamis (13/11/2025).

“Para dosen pembimbing harus melaksanakan hal tersebut karena merupakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka,” ujar Pinaria di dampingi Kepala LPMPP Unsrat Max RJ Runtuwene.

Wakil Rektor 1 Unsrat Arthur Gehart Pinaria di dampingi Kepala LPMPP Unsrat Max RJ Rumengan saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Workshop Dosen Pembimbing Akademik/Skripsi/Tugas Akhir/Magang

Tupoksi dosen pembimbing, sebut Pinaria, sangat menentukan keberhasilan studi mahasiswa dan harus dilakukan secara bertanggung jawab.

Para dosen harus melakukan apa yang disebutkan Pinaria karena agar tercipta lulusan yang berkualitas, terampil dalam berkomunikasi dengan orang lain dalam melakukan pembimbingan akademik dan menganalisa permasalahan yang ditemukan dalam penulisan skripsi atau tugas akhir.

Kepala LPMPP Unsrat kepada Meimonews.com menjelaskan, tujuan workshop adalah untuk menyediakan para pelaksana profesional (para dosen) yang secara ekfektif dan efisien siap membantu mahasiswa dalam proses belajar-mengajar terutama berkaitan dengan pembimbingan akademik untuk tugas akhir/skripsi sebagai persyaratan mahasiswa untuk menyekesaikan studi di perguruan tinggi.

Untuk manfaatnya, sebut Runtuwene di dampingi Bendahara LPMPP.Reynal Pakasi, ada dua yakni peserta memperoleh wawasan umum lewat worksop tentang peran dan fungsi dosen/pembimbing akademik, serta peserta terampil dalam berkomunikasi dalam melakukan pembimbingan akademik skripsi/tugas akhir.

Salah satu pembicara saat menyampaikan materi

Workshop yang diikuti oleh para dosen fakultas-fakultas se-Unsrat (tiap fakultas 4 orang) ini diselenggarakan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat.

Sejumlah pembicara tampil pada workshop ini yakni Kepala Pusat (Kapus) Kajian dan Pengembangan Pembelajaran Saroyo yang membawakan materi peran, etika, dan regulasi pembimbing, Sekretaris LPMPP Olly Esry Laoh tentang Menyusun kontrak pembimbingan, Kapus Penjaminan Mutu Internal Grace Esther Caroline Korompis tentang Teknik merumuskan masalah, peta literatur, kerangka teori dan pengelolaan referensi.

Mariam Pandean tentang Pentingnya bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam penulisan tugas akhir, Novie PL Pangemanan tentang Komunikasi, umpan balik yang menggerakan dan manajemen resiko, Hanny F. Sangian tentang Integritas akademik, etik riset, dan penulisan akhir.

Di penghujung workshop, diadakan praktik yang dipandu Saroyo dan penugasan oleh Kapus Pembelajaran Mata Kuliah Kepribadian dan Muatan Universitas (penanggung jawab kegiatan) Hervian Yulia Rumengan.

Untuk moderator terdiri dari Wisard Kalengkongan, Erick Alfonsius Lenak, Sary Paturusi, Kapus Pelatihan Kompetensi Reni Lucia Kreckhoff, Hanny H. Komaling, Vanda Kumu, dan Lapihu. (FA)