Meimonews.com – Guna mendengarkan curahan hati (curhat) warga yang ada di wilayah kerjanya, Polsek Wenang menggelar Jumat Bacirita di Warung Kopi La Como, Kelurahan Komo Luar Lingkungan 3 Kecamatan Wenang, Jumat (13/1/2022).

Kegiatan yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama ini dipimpin Kapolsek Wenang Kompol Hanny Lukas.

Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Parlindungan Sirait melalui Kompol Lukas menjelaskan, kegiatan Jumat Bacirita ini dilaksanakan untuk mendengar langsung curahan hati dan aduan warga terkait dengan pelayanan kepolisian.

Dalam kegiatan ini, sebutnya, Polri dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, untuk mendengarkan saran, kritikan, masukan, aduan dan keluhan warga yang berada di wilayah hukum Polsek Wenang Polresta Manado.

Kompol Lukas berharap, dengan digelarnya kegiatan Jumat Bacirita, dapat menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.

Dijelaskan, keluhan warga terkait knalpot racing,  sudah dilakukan patroli dan penindakan terhadap pengendara yang motornya menggunakan knalpot racing .

“Terkait lokasi-lokasi yang sering dilakukan oleh anak-anak muda untuk melakukan miras dan lem, pihak kepolisian Polsek Wenang akan terus melakukan patroli baik itu siang maupun malam untuk menindaklanjuti hal tersebut,” ujarnya.

Diungkapkan, kegiatan Jumat Bacirita ini merupakan program Kapolri untuk kemajuan institusi Polri sekaligus untuk meningkatkan pelayanan Polri kepada masyarakat sehingga Polri bisa benar-benar menjadi pelindung, pengayom dan pelayan kepada masyarakat. (AF)

Meimonews.com – Varian baru virus corona B.1.1.529 terdeteksi di Afrika Selatan. Hal ini berdasarkan release dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada Jumat (26/11/2021), dan ditetapkan sebagai variant of concern (VOC) bernama Omicron.

“Berdasarkan bukti yang disajikan, yang menunjukkan perubahan merugikan dalam epidemiologi Covid-19, TAG-VE menyarankan WHO bahwa varian ini harus ditetapkan sebagai VOC,” rilis WHO, akhir pekan lalu.

WHO mengungkapkan, varian Omricon telah terdeteksi pada tingkat penularan yang lebih cepat dari lonjakan infeksi sebelumnya di Afrika Selatan. “Menunjukkan, varian ini mungkin memiliki keunggulan pertumbuhan,” sebut WHO.

Sementara itu, Pemerintah Pusat kembali mengubah durasi karantina bagi WNA dan WNI dari luar negeri. Aturan itu imbas dari varian Omicron.

“Pemerintah juga akan meningkatkan waktu karantina bagi WNA dan WNI yang dari luar negeri di luar negara-negara yang masuk daftar pada poin A menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari,” ujar Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam jumpa pers, Minggu (28/11/2021).

Menindak lanjuti hal itu, Pemerintah Kota Manado lewat Walikota Andrei Angouw menegaskan, seluruh warga Manado agar lebih waspada dengan varian baru virus tersebut.

Walikota meminta agar protokol kesehatan (prokes) selalu diterapkan dalam kegiatan. Karena waktu gelombang kedua serangan C19 pertengahan tahun ini, kota Manado mengalami peningkatan jumlah korban yang tertular Virus Delta C19.

” Jangan terjadi lagi serangan gelombang ketiga virus Omricon di Kota Manado, ” ujar walikota, seperti dikutip Kadis Indokom Manado Erwin Kountu kepada Meimonews.com, Senin (29/11/2021).

Pemimpin yang rajin turun ke bawah (turba) ini pun meminta agar seluruh warga Manado untuk ikut program Vaksinasi. “Yang belum vaksin, segera di vaksin. Yang baru pertama divaksin, segera tuntaskan vaksinasi sampai kedua kali,”.pintanya.

Karena bila sudah tuntas divaksin, jelas mantan Ketua DPRD Sulut ini, sistem imun kita segera terbentuk sempurna dan kita akan kebal dari serangan virus C19. (lk)

Meimonews.com – Bintara Pembina Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) Lanud Sam Ratulangi (Lanudsri) mengajak warga Desa Tasuka untuk membersihkan area sekitar Landasan Udara di pinggir Danau Tondano (Minahasa), Rabu (20/10/2021).

Babinpotdirga Lanudsri Serka Marsoni, seperti dikutip Kepala Penerangan Lanudsri Mayor (Sus) Michiko Moningkey kepada Meimonews.com, Rabu (20/10/2921), menginisiasi pembersihan dan pemangkasan rumput di area Landasan Udara Tasuka.

Menurut Marsoni, kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan potensi dirgantara yang gencar dilaksanakan oleh TNI dalam rangka Ketahanan Nasional.

Pada tahun 1950-an, Landasan Udara Tasuka dikhususkan bagi pendaratan pesawat-pesawat amphibi di atas permukaan air Danau Tondano.

Landasan udara ini termasuk dalam cagar budaya yang dilindungi oleh Pemerintah RI. Sebab, terdapat tiga bangunan benteng yang kokoh hingga saat ini, lengkap dengan gudang-gudang mesiu, penjara bawah tanah dan posisi tinjau di atas bukit.

Menurut sejarah TNI Angkatan Udara, Basjir Soerya Komandan Lanud Tasuka, namanya diabadikan menjadi nama ruang rapat di Komando Pemeliharaan Material TNI AU di Bandung. Tahun 1957 menjabat sebagai pimpinan Lanud Tasuka.

Melihat kondisi landasan sekarang ini, dapatlah dibayangkan seperti apa keadaannya di tahun 1950-an. Belanda di awal abad 19 telah membangun benteng pertahanan di Tasuka, daerah di kaki bukit tepat di bibir Danau Tondano. Tempat take off dan landingnya pesawat Amphibi. Di tempat ini juga terdapat helipad yang kadang tenggelam kala air danau pasang.

Masih terdapat pula, beberapa rumah dinas AURI yang kondisinya ditempati oleh putra-putri pensiunan TNI AU.

Dari Landasan Tasuka dapat terlihat bekas runway Landasan Kalawiran yang saat ini sudah tertutup permukaannya menjadi hamparan pematang sawah.

Kegiatan bersih-bersih ini didukung sepenuhnya oleh Perwakilan Lanudsri Letda Sus Andri Shawaludin dan Komandan Regu Paskhas Pos Kalawiran Serka Muhadi bersama Regu Satuan Tugas Pengamanan Aset TNI Angkatan Udara. Satuan tugas ini melaksanakan perintah BKO (Di bawah Komando Operasi) Panglima Koopsau. (lk)