Meimonews.com – Wakil Walikota (Wawali) Manado Richard Sualang menghadiri Wisuda Standart 2 Sekolah Lansia Basudara BKL Pelangi Kasih di Ruang Serbaguna Kantor Pemerintah Kota Manado. Jumat (13/6/2025).

Ada sebanyak 35 lansia (lanjut usia) yang diwisuda oleh Wakil Menteri (Wamen) Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Dukbangga)/Wakil Kepala (Waka) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.

Para lansia yang terdiri dari 30 perempuan dan 5 laki-laki berusia 60-85 tahun ini telah menyelesaikan pendidikan di sekolah ini mulai dari 21 Juni 2024  – 13 Juni 2025. Ada 9 materi yang mereka dapatkan pada proses pendidikan dengan metode tatapmuka, diskusi kelompok, senam lansia, konseling individu dan kelompok, kunjungan rumah dan evaluasi berkala.

“Pada kesempatan yang baik ini, kami mendampingi Wakil Menteri Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga BKKBN Ibu Isyana Bagoes Oka, S.Sos dalam kunjungan kerja di Kantor Pemerintah Kota Manado untuk mewisuda sebanyak 35 orang lansia yang telah mengikuti Sekolah Lansia Basudara Standart 2 di bawah naungan BKL Pelangi Kasih yang berlokasi di Kelurahan Mahakeret Barat Kecamatan Wenang,” ujar Wawali.

Mewakili Walikota Manado Andrei Angouw, Wawali menyampaikan banyak selamat kepada oma/opa yang baru saja diwisuda dan kepada Wamen Kemendukbangga/BKKBN RI yang sudah hadir dalam rangka menjalankan program kerja Lansia Berdaya.

 

“Semoga program yang sangat bagus ini tetap berlanjut dan para lansia dapat merasakan manfaatnya dengan lebih menjaga kesehatan di hari tua untuk peningkatan kualitas hidup,” ujar Wawali,

Dalam sambutannya, Wamen mengaku sangat senang dapat bertemu dengan para lansia di Manado. Di matanya para lansia Manado sangat bersemangat. Wamen berharap para lansia dapat sehat, aktif, mandiri, produktif dan bermartabat.

“Senang sekali saya bisa hadir di sini, melihat langsung semangat oma-opa yang luar biasa. Tadi saya lihat ada yang berusia 84 tahun, tapi masih aktif dan antusias belajar,” ujarnya.

Wamen mengungkapkan apresiasinya dan
memuji perhatian Pemkot Manado terhadap para lansia. Kepada Wawali Manado pun demikian, Wamen mengapresiasi Wawali Manado yang telah memfasilitasi kegiatan ini.

Di momen ini, Wamen menyerahkan penghargaan kepada Pemerintah Kota Manado yang diterima Wawali.

Turut hadir, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan, Kepala Dinas Dukcapil Sulut Christo Dharma Sondakh serta jajaran Pemerintah Kota Manado. (Afer)

Meimonews.com – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamen Dukbangga)/Wakil Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka turun ke lapangan (turlap) ke Kelurahan Paniki 2 dan Kelurahan Sindulang 1 Kota Manado, Kamis (12/6/2025).

Turlap yang dilakukan Wamen di dampingi Wagub Sulut Johanis Victor Mailangkey, Wawali Manado Richard Sualang, Staf Kemendukbangga/BKKBN RI, Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan dan staf dimaksudkan untuk meninjau kondisi beberapa keluarga beresiko stunting di daerah ini.

Dalam turlap tersebut, Wamen, Wagub (Wakil Gubernur) Sulut dan Wawali (Wakil Walikota) Manado menyerahkan paket bantuan nutrisi sebagai bagian dari program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) kepada keluarga-keluarga yang dikunjungi.

Menariknya, Wamen tak segan untuk memberikan makan (menyuap) anak stunting sambil berbicara untuk membangun keakraban, sebagaimana lazimnya seorang ibu yang punya kepedulian terhadap anaknya.

Wamen juga mengambil waktu cukup untuk berbincang dengan keluarga stunting untuk mengetahui keadaan/kondisi yang ada.

Keluarga yang dikunjungi Wamen dan rombongan di Kelurahan Paniki Dua Lingkungan 1 adalah Keluarga Rivaldo Pandita (pekerjaan buruh) dan Jeniver Astrid Lomboan (ibu rumah tangga), dengan satu orang anak bernama Akila Pandita (perempuan berusia 1 tahun 8 bulan), yang masuk dalam kategori baduta dan keluarga desil 1. Anak tersebut lahir dengan BBL 3000 gram, berat badan Mei 2025 sebesar 9600 gram, dan panjang badan 80 cm.

Kondisi tempat tinggal keluarga tersebut adalah rumah menumpang dengan jamban tidak layak. Pendampingan yang diberikan berupa bantuan makanan matang, protein hewani (telur), dan beras sebagai bagian dari intervensi spesifik percepatan penurunan stunting.

Di Kelurahan Sindulang 1, ada beberapa keluarga KRS yang tinggal di wilayah padat penduduk dan beresiko tinggi terhadap permasalahan gizi.

Mereka adalah pertama, keluarga Harun Usman dan Nurmila Kadir (40 tahun) yang memiliki 6 anak, di antaranya Nursamsia Usman (usia 34 bulan, berat badan 13 kg) dan Erman Usman (usia 50 bulan); kedua, keluarga Alvis Makarilang dan Refi Syukur (22 tahun) yang memiliki 1 anak yakni Alfatih Makarilang (usia 17 bulan, tinggi badan 78 cm, berat badan 8 kg)

Ketiga, keluarga Arfan Lagautu dan Nur Fani Kadir (36 tahun) yang memiliki 5 anak, di antaranya Arham Dzulfani Lagautu (usia 6 bulan, TB 66 cm, BB 7 kg) dan.Adzkia Ramadhani Lagautu (usia 57 bulan)

Dari total 12 anak dari ketiga keluarga tersebut terdapat 5 anak berada dalam kondisi berisiko tinggi terhadap stunting. Rumah yang ditempati merupakan milik orang tua, dengan atap seng, lantai semen kasar, dan dinding beton.

Fasilitas sanitasi tidak memadai, dengan jamban leher angsa yang memiliki septic tank penuh dan tidak berfungsi, sehingga aktivitas buang air besar dilakukan dengan menumpang ke rumah tetangga.

Keluarga menggunakan metode KB suntik, dan akses air minum berasal dari air isi ulang. Lokasi rumah berjarak sekitar 1 km dari balai penyuluhan.

Sebagai bentuk intervensi dari Program Genting keluarga-keluarga ini menerima bantuan nutrisi berupa makanan matang bergizi, protein hewani (telur), susu formula anak dan beras.

Kunjungan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan percepatan penurunan stunting (PPS) di daerah.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional dalam rangka percepatan penurunan stunting melalui kegiatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah (Genting)

Wamen menjelaskan, pemerintah terus berupaya hadir langsung ke masyarakat yang paling terdampak untuk memastikan bahwa program intervensi gizi berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Intervensi yang langsung menyasar keluarga risiko stunting sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak. Perlu dukungan lintas sektor dan kolaborasi aktif semua pihak agar kita dapat mencapai target penurunan stunting nasional,” ujarnya.

Kunjungan ini merupakan langkah konkrit dalam menjawab tantangan stunting di lapangan, sekaligus memastikan bahwa kebijakan dan program yang dirancang benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan.

Wagub Sulut dan Wawali Manado menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap perhatian Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemendukbangga/BKKBN RI berkaitan dengan program PPS di Bumi Nyiur Melambai Sulut. (elka)

Meimonews.com – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mewakili Mendukbangga/Kepala BKKBN RI Wihaji mengikiti Sidang International Conference on Population and Development) ke-58 di New York, Amerika Serikat, Selasa (8/4/2025).

Dalam sidang yang diselenggarakan dalam rangka mendukung Rencana Aksi ICPD dan pencapaian Agenda 2030 tersebut, Isyana menegaskan pentingnya Rencana Aksi (ICPD) dan komitmen Indonesia dalam pembangunan manusia yang berkelanjutan (SDGs).

Saat sesi komisi kependudukan dan pembangunan (Commission on Population and Development/CPD) Isyana menjelaskan pentingnya implementasi Rencana Aksi ICPD, yang menempatkan pembangunan manusia sebagai pusat dari strategi pembangunan nasional.

“Dengan lima tahun tersisa menuju Agenda 2030, sangat penting bagi kita untuk melaksanakan Rencana Aksi ICPD, dengan menempatkan pembangunan manusia sebagai pusat pembangunan,” ujarnya, seperti dikutip Biro Hubmas dan Informasi Publik Kemendukbangga/BKKBN RI.

Ini, tambahnya, untuk memastikan bahwa kemajuan pembangunan bukan hanya terukur dalam angka, tetapi juga mencerminkan populasi global yang berkembang, bermartabat, dan sejahtera, serta memenuhi janji untuk no one left behind (tidak ada yang tertinggal).

Isyana menekankan bahwa Pemerintah Indonesia telah mengintegrasikan tren dan dinamika kependudukan ke dalam perencanaan pembangunan nasional, dengan menempatkan pembangunan manusia di posisi teratas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang merupakan bagian integral dari kebijakan dan program untuk mencapai SDGs.

”Dalam upaya ini, kami ingin berbagi beberapa strategi kunci berdasarkan pengalaman Indonesia,” sebutnya seraya menambahkan, Indonesia memprioritaskan kolaborasi lintas sektor sebagai langkah kunci dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan inisiatif kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.

Melalui pendekatan ini, Indonesia berhasil menurunkan Angka Kelahiran Total (TFR) dari 5,6 pada tahun 1970 menjadi 2,1 pada tahun 2020, serta menurunkan angka kematian ibu dari 305 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 menjadi 189 pada tahun 2020.

“Strategi kami yang mengusung prinsip ‘think globally, act locally’ yang menekankan penerapan praktik terbaik global yang disesuaikan dengan norma dan nilai lokal, telah berkontribusi pada pencapaian SDG 3 dan SDG 5, yang membawa Indonesia meraih Penghargaan Kependudukan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa pada tahun 2022,,” ujarnya

Dalam hal ini, Indonesia juga menekankan pentingnya memperkuat kapasitas masyarakat dengan dukungan sektor swasta dan masyarakat sipil sebagai kunci untuk memajukan sektor-sektor prioritas seperti kesehatan, pendidikan, dan gizi.

“Kerjasama internasional sangat penting, dan kita perlu bekerja menuju kemitraan global yang lebih kolaboratif dan terintegrasi melalui multilateralisme yang menguntungkan semua pihak. Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular juga harus lebih dimaksimalkan untuk mendukung negara berkembang dalam mencapai SDGs” tambahnya.

Sebagai penutup, Isyana menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam rangka mencapai SDGs melalui kebijakan yang terintegrasi, investasi dalam pengembangan kapasitas manusia, serta upaya kolaborasi internasional yang solid.

Ambassador Krassimira Beshkova Bulgaria untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengapresiasi pernyataan intervensi Wamen Isyana yang menekankan pada semua peserta sidang akan pentingnya koordinasi yg baik antara Institusi yang bergerak pada bidang kependudukan dengan perencanaan nasional dan pentingnya investasi pada pembangunan manusia.

Anatolio Ndongmba, Ambassador Negara Guinea untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa juga memuji Indonesia atas pencapaian SDGs 3 dan 5 yang telah disampaikan oleh Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN.

Dengan partisipasi delegasi RI khususnya Kemendukbangga/BKKBN sebagai focal point CPD, Indonesia menunjukkan peran aktif dalam memperjuangkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berkeadilan untuk semua.

Selain aktif dalam sesi expert panel, Wamen juga aktif dalam menjajaki kerjasama luar negeri secara bilateral yang saling menguntungkan. Salah satunya pertemuan bilateral dengan Pemerintah Jepang yang berlangsung pada pukul 9 pagi hari.

Dalam kesempatan itu, Wamen menyampaikan program prioritas Presiden Prabowo dan Quick Win Mendukbangga/Kepala BKKBN, serta mengajak Jepang bekerjasama dalam menghadapi fase ageing population yang dihadapi oleh kedua negara.

Diketahui, Kemendukbangga/BKKBN adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan keluarga berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Kemendukbangga/BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. (elka)