Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado telah menerapkan bebas skripsi sejak tahun 2019. “Ya, kami (Unsrat) memang sudah melaksanakan hal itu sejak tahun 2019,” ujar Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Grevo Soleman Gerung.

Dalam percakapan via WhatsApp, Sabtu (9/9/2023), Gerung menjelaskan, Unsrat menerapkan hal itu sebagaimana tertulis dalam pasal-pasal pada Peraturan Akademik Unsrat Tahun 2019.

Dalam peraturan tersebut, sambungnya mewakili Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng. Asean IPU, mahasiswa dapat dinyatakan lulus dengan menyelesaikan tugas akhir/skripsi/tesis/disertasi.

“Sejak saat itu, Unsrat telah meluluskan mahasiswa program sarjana S-1 dengan bebas skripsi,” tegasnya.

Diungkapkan, mahasiswa yang memperoleh penghargaan juara nasional pekan ilmiah mahasiswa nasional dengan kategori penalaran tidak perlu membuat skripsi.

Kelompok mahasiswa yang hasil karya ilmiah mereka juara nasional sudah dianggap sebagai ‘tugas akhir’ atau skripsi dan biasanya satu kelompok terdiri dari tiga mahasiswa, maka seluruh mahasiswa dalam kelompok tersebut dikategorikan ‘bebas skripsi.’

Selanjutnya, menurut Gerung, Unsrat akan inovatif terhadap kebijakan Kemendikbudristek yang bisa menyetarakan  ‘tugas akhir’ sebagai syarat pengakuan akademik terhadap proses pembelajaran yang akan menjadi indikator kelulusan. (FA)

Meimonews.com – Berbagai upaya dilakukan pimpinan, staf dan jajaran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado agar perguruan tinggi ini selain dibanggakan tapi juga benar-benar memberikan kontribusi positif bagi kemajuan dunia pendidikan bukan hanya di daerah ini tapi juga Indonesia bahkan dunia.

Salah satu yang berhasil dilakukan adalah menerapkan teknologi kekinian untuk menjaga dan melindungi data akademik lewat teknologi blookchain.

“Unsrat Manado membuktikan diri sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang mampu menerapkan tekonologi kekinian untuk menjaga dan melindungi data akademik, yakni teknologi blookchain,” ujar Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Octavian Berty Alexander Sompie, M.Eng seperti dikutip Humas  Drs. Max Rembang, M.Si kepada Meimonews.com di Manado, Rabu (1/2/2023).

Diketahui, Blockchain adalah teknologi penyimpanan data secara terdistribusi yang menggunakan penanda digital dengan teknologi kriptografi. Dengan adanya teknologi blockchain, data dan dokumen digital yang telah dibuat tidak dapat diubah lagi sehingga meningkatkan keamanan dan integritas data tersebut.

Diungkapkan, setiap pembaruan terhadap data dicatat dan dapat ditelusuri kembali sehingga memudahkan untuk mendeteksi perubahan data secara ilegal.

Dengan suksesnya implementasi teknologi blockchain ini, sebutnya, semua data, dan dokumen digital yang tersimpan di pangkalan data Portal INSPIRE sebagai portal layanan akademik di Unsrat terlindungi.

Humas Unsrat Drs. Max Rembang, M.Si

“Blockchain menjadi single and trusted view of the truth untuk semua data yang terlibat dalam proses akademik untuk mahasiswa, dari awal masuk hingga studinya selesai,” paparnya.

Menurutnya, pengimplementasia teknologi blockchain menjadi bagian dari upaya Unsrat untuk meningkatkan kualitas keamanan layanan data akademik yang tersimpan di pangkalan data serta meminimalkan upaya kecurangan maupun kesalahan yang tidak terdeteksi.

“Dengan diimplementasikannya teknologi blockchain, Unsrat akan menyediakan juga layanan verifikasi data akademik berbasis blockchain kepada pihak eksternal,” tandas Rembang.

Layanan teknologi ini akan bermanfaat bagi pihak industri yang ingin merekrut lulusan Unsrat untuk dapat melakukan verifikasi data identitas dan prestasi akademik lulusan secara lebih akurat dan terpercaya sehingga dapat berkontribusi  pada peningkatan serapan lulusan di dunia kerja.

Selain itu, tambahnya, hal ini juga menunjukkan tekad Unsrat untuk terus berinovasi menuju perguruan tinggi yang unggul dan berbudaya serta ikut mendukung pilar teknologi di Era Revolusi Industri 4.0, (AF)