Meimonews.com – Anggota DPRD Kota Manado Ferdinand Djeki Dumais menegaskan, korupsi itu bukan hanya kejahatan tetapi juga penyangkalan peradaban manusia.

“Korupsi itu menghancurkan banyak hal. Kesempatan genetasi muda ke depan hilang karena adanya korupsi,” ujar Dumais dalam percakapan dengan Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (9/12/2024).

Dijelaskan, selama ada korupsi, kita tidak bisa melaksanakan sila kelima dari Pancasila yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ketua Fraksi Gerindra ini menyadari, memberantas korupsi itu tidak mudah. Ibarat penyakit di diagnosa sudah ada obatnya tapi kalau pasiennya tidak minum obatnya maka tidak akan sembuh.

Pemberantasan korupsi itu, sambung Ketua Vox Point Sulut ini, bukan hanya teori. Itu harus betul-betul direalisaskan.

Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto (Presiden) sudah memulainya dan memintakan kepada Pemerintah Daerah (Provinsi, Kabupaten/Kota) untuk melakukan upaya pencegahan dab pemberantasan terhadap korupsi.

Dalam suatu kesempatan, sebut Dumais, Presiden Prabowo telah menegaskan akan ia akan mengejar semua yang melakukan korupsi.

“Untuk pencegahan korupsi, perlu keterbukaan. Pemberantasan terhadap korupsi perlu komitmen yang kuat,” tandas Dumais seraya menyebutkan, korupsi itu sudah kronis.

Sekarang, bagaimana mengatasinya  ? Menurut Anggota Banggar dan Anggota Badan Kehornatan ini memang tidak mudah mengtasinya. Maka perlu kerjasama semua pihak, dan dimulai dari diri sendiri. Memulai dengan membiasakan anti korupsi.

Sebagai anggota komisi 1 DPRD Kota Manado, Dumais telah berkomitmen untuk anti korupsi dan siap melaksanakan upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan terhadap korupsi.

Dia juga membuka ruang kepada masyarakat yang mengetahui adanya korupsi untuk melapor kepada agar ditindaklanjuti. Dia menyatakan kesiapan untuk mengawalnya agar persoalan tersebut bisa tuntas. (alex)

Meimonews.com -;Dirut Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes menegaskan tentang makna dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

“Peringatan HUT RI ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi momentum bagi kita untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme,” ujar dokter Ivonne, sapaan akrab Dirut ketika memberiksn sambutan pada upacara Peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, Sabtu (17/8/2024).

Upacara yang digelar di halaman utama gedung CVBC RSUP Kandou ini diikuti Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan dr. Jehezkiel Panjaitan, SH, MARS, Direktur Layanan Operasional, dr! Wega Sukanto, SpB, TKV (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan Dr, Erwin Sondang Siagian, S.STP, MSi, Direktur SDM dan Penelitian Ns Suwandi I Luneto, S,Kep, M,Kes.Ketua Komite Medik Dr. dr. David Kaunang, Sp.A( K) dan staf/pegawai di lingkungan rumah sakit.

Dokter Ivonne menekankan pula pentingnya memperingati HUT RI sebagai momen untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan.

Oleh karrenya, dokteri Ivonne mengajak seluruh staf RSUP Kandou untuk terus bekerja keras dan berdedikasi dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

“Semoga di usia yang ke-79 ini, RSUP Kandou dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat,” ujarnya berharap.

Upacara berlangsung dengan penuh semangat. Seluruh staf dan tenaga medis RSUP Kandou tampak antusias mengikuti rangkaian upacara dengan menggunakan pakaian adat.

Selain upacara bendera, menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI tahun ini telah dilaksanakan pula berbagai kegiatan seperti jalan sehat, lomba-lomba antar karyawan dan kegiatan sosial.

Lomba lomba yang diadakan Jumat (16/8/2024) tersebut adalah karaokre, mobile legent, makan kerupuk, game balon dan lomba isi pensil dalam botol.

“Kami ingin menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan pegawai dan tenaga medis RSUP Kandou. Melalui berbagai lomba ini, kami berharap kita semua dapat merasa bahagia dan bersyukur atas kemerdekaan yang telah kita raih,” ujar dokter Ivonne saat membuka rangkaian kegiatan.

Disebutkan, tema peringatan yakni Nusantara Baru, Indonesia Maju mengingatkan akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam membangun Indonesia yang lebih maju. Dan sub tema yakni Sehat Bersama, Gembira Bersama menekankan pentingnya kesehatan dan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan.

“Kalau nusantara maju, tentunya dimulai dari unit kita, jadi RS Kandou harus maju,” ujar domter Ivonne seraya menambahkan, semoga perayaan HUT ke-79 RI ini dapat menginspirasi kita semua untuk terus berjuang dan memajukan RSUP Kandou demi kesehatan masyarakat Indonesia. (Fer)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Betty Alexander Sompie, M. Eng Asean IPU Eng berharap Lomba Paduan Suara Mahasiswa Nasional (LPSMN) Tahun 2024 bukan hanya ajang kompetisi menghasilkan pemenang tetapi juga menjadi arena untuk saling berbagi ilmu seni paduan suara.

Harapan tersebut disampaikan Rektor saat memberikan sambutan pada acara pembukaan LPSMN Tahun 2024 yang diadakan di Auditorium Unsrat Manado, Senin (1/6/2024). LPSMN ini akan berlangsung hingga Jumat (5/7/2024).

Hatapan tersebut terkait dengan adanya motto Unsrat Manado yakni Sitou Timor Tumou Tou (manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain).

Rektor berterima kasih kepada Mendikbudristek yang telah mempercayakan Unsrat Manado untuk menyelenggarakan LPSMN Tahun 2024 ini.

“Sebagai penyelenggara, maka kewajiban kami untuk melaksanakannya sesuai arahan Badan Pengembangan Talenta Indonesia,” tegas Rektor.

Terkait maskot LPSMN Tahun 2024, Rektor menjelaskan, maskot LPSMN adalah ikan raja laut, yang dalam bahasa Latin disebut Latimeria menadoensis. Ikan ini adalah sejenis ikan purba yang dianggap sudah punah tetapi ternyata masih hidup di perairan Manado.

“Seni paduan suara tidak akan punah, bahkan terus tumbuh, berkembang memperkaya keanekaragakan budaya Negara Kesatuan Republik Indonesia, ‘ ujar Rektor.

Gubernur Sulut Prof. Dr. (Hc) Olly Dondokambey, SE dalam sambutannya yang sibacakan Staf Ahli Gubernur Sulut Bidang Kemasyarakatan dan SDM dr. Devi Kartika Tanos, MARS mengatakan, kehadiran para peserta dari pelbagai penjuruh Indonesia di Sulawesi Utara sungguh sebuah kebanggan dan kehormatan bagi pemerintah dan masyarakat di Bumi Nyiur Melambai.

Oleh karenanya kehadiran tersebut disambutn dengan hangat setiap langkah kaki dengan keindahan alam yang mempesona dan keramahtamahan masyarakatnya dengan tulus.

Menyinggung esensi pelaksanaan LPSMN Tahun 2024, Gubernur menjelasksn, LPSMN ini bukan sekedar ajang kompetisi tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat tali persaudaraan dan kerjasama antar mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

“Melalui harmoniasi suarasuara, kita berharap dapat membangun jembatan-jenbatan persahabatan yang kuat dan kokohkokoh, yang melintasi batas-batas geografis dan budaya., ” ujar Devi (sapaan akrab Staf Ahli Gubernur tersebut) mengutip Gubernur.

Karenya, sebut Gubernur, LPSMN ini adalah sebuah kesempatan emas untuk memperkuat persatuan dan kerukunan serta menimbuhkan semangat toleransi di antara mahasiswa se-Indonesia.

Menurut Gubernur, dalam setiap harmoni yang diciptakan, tersimpan pesan- pesan damai dan persaudaraan yang harus dijaga dan dipelihara bersama. “Untuk itu, mari kita jadikan ajang ini sebagai simbol kebhinekaan yang memperkaya kita semua, ” pinta Gubernur.

Kepada para peserta, Gubernur berharap  dapat menunjukkan penampilan terbaik dalam perlombaan ini. Jadikan setiap nada dan melodi sebagai wujud ekspresi diri dan kecintaan terhadap seni.

Diingatkan, setiap kompetisi yang terpenting bukan hanya tentang kemenangankemenangan, tetapi juga tentang proses pembelajaran dan pengalaman berharga yang didapat.

Turut hadir pada acara pembukaan yang ditandai pemukulan tetengkoren ini adalahp ara Wakil Rektor Unsrat, Pimpinan Lembaga/UPT/Biro Unsrat, Senat Unsrat, sejumlah Dekan se-Unsrat, perwakilan PT se-Indonesia, dan undangan lainnya. (FA)

Meimonews.com – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unsrat Manado Dr. Daud Markus ‘Ferry’ Liando, SIP, M.Si menegaskan produk institusi pendidikan perguruan tinggi diarahkan tidak hanya berorientasi hasil atau output namun juga yang terpenting adalah berorientasi outcome atau dampak.

Penegasan tersebut disampaikan Ferry (sapaan akrabnya) dalam percakapan dengan Tim PodCast Unsrat Dr. Odi Kaunang di Kantor PTI Manado, Senin (3/6/2024).

Disebutkan, target lulusan perguruan tinggi tidak hanya sebatas pada capaian jumlah seperti target lulusan pertahun, jumlah mahasiswa mencapai IPK tertinggi, jumlah mahasiswa mendapat predikat tertinggi atau pencapaian lain yang sifatnya numerik atau angka.

Dalam kepemimpinan sebagai Dekan, Liando akan berupaya akan menjadikan para lulusan dipersiapakan tidak hanya pada bekal ilmu pengetahuan atau teori semata, namun perlu juga dibekali dengan keterampilan kerja dan karakter yang baik.

“Menjadikan mahasiswa cerdas, itu suatu kewajiban bagi institusi pendidikan. Namun cerdas saja tidak cukup untuk bisa berkompetisi di dunia kerja kelak. Mahasiswa harus punya skill dan karakter yang baik,” tandasnya

Dosen kepemiluan dan acapkali jadi pembicara di beberapa kegiatan/dialog ini akan merancang sebuah grand design pendidikan baik pembenahan tujuan pembelajaran masing-masing mata kuliah maupun metode pembelajaran.

“Kita tidak perlu mengubah mata kuliah, namun tujuan masing-masing mata kuliah harus diperbaiki. Masing-masing mata kuliah didorong untuk menghasilkan tiga capaian yakni penguasaan teoritik, skill atau keterampilan khusus dan pembentukan sikap atau karakter,” jelasnya.

Ditambahkan, agar mahasiswa memiliki bekal keterampilan maka para dosen perlu juga didorong untuk pengembangan dan pengalaman empirik. Secara teoritik, SDM di Fisip sangat mumpuni. Sebagian besar telah bergelar S3. Sebagiannya meski tidak S3 tapi mereka telah lama menjadi dosen, sehingga kapasitas mereka tidak diragukan.

Namun soal pengalaman empirik di dunia pekerjaan sebagian masih harus dikembangkan. Kita butuh dosen yang ahli dalam penyusunan peraturan seperti perundang-undangan, Perda dan Perdes. Kita akan mempersiapkan dosen ahli dalam bidang perencanaan pemerintahan seperti RPJMD, RKPD, ahli sebagai analis kebijakan pemerintahan, ahli dalam keuangan dan penyusunan anggaran pemerintahan, ahli dalam penyusunan APBD ataupun APBDes.

Menurutnya, di beberapa instansi pemerintahan memang memerlukan pendampingan. Di pemerintahan desa menyediakan banyak anggaran untuk pendampingan. Ada permintaan untuk pembuatan website desa, pendampingan pembuatan Perdes, APBDes serta tata kelola BUMDes.

Di DPRD membutuhkan tenaga ahli dalam penyusunan Perda. Di Bappeda Propinsi, Kabupaten dan Kota butuh ahli perencana dan analis kebijakan. Demikian juga dengan institusi lain yang kerap membutuhkan konsultan, tenaga ahli atau tim pakar.

Dalam hal kepemimpinan pemerintahan maka memerlukan dosen yang ahli dalam strategi pengambilan keputusan, resolusi konflik, mediator, public speaking. “Kita juga mempersiapkan dosen yang ahli di bidang teknologi pemerintahan, akuntansi pemerintahan, jurnalistik dan humas serta keahlian lain yang dibutuhkan mahasiswa ketika mereka masuk dunia kerja kelak,” ujarnya.

Jika para dosen kita sarankan memiliki keahlian khusus maka penerima manfaat bukan hanya bagi mahasiswa yang diuntungkan, namun juga bagi dosen yang bersangkutan. Sebab baik lembaga pemerintahan, swasta ataupun organisasi non pemerintah kerap membutuhkan konsultan, tim ahli, tim pakar dari perguruan tinggi.

Mereka menyiapkan banyak anggaran untuk itu. Yang dibutuhkan oleh lembaga-lembaga tersebut bukan hanya sekedar kepakaran di bidang keilmuan, namun dibutuhkan kepakaran dalam merancang sesuatu untuk menghasilkan produk pemerintahan seperti naskah akademik ataupun policy paper.

Keahlian para dosen juga akan sangat mendukung Indikator Kinerja Utama atau IKU dan akreditasi Prodi. Bahwa dosen harus didorong berkegiatan di luar kampus sebagai penunjang tri dharma perguruan tinggi.

Semua itu butuh proses panjang. “Saya yakin ini bisa. Apalagi terget ini sangat sejalan dengan Visi Rektor Prof. Dr. Ir. Oktovian Alexander Berty Sompie, MEng Asean IPU Eng yakni menjadikan Unsrat Unggul dan Berbudaya menuju World University,” tandasnya.

Dikemukakan, selain penguatan kurikulum dan pengembangan keahlian dosen, perlu juga pengembangan kegiatan extra kurikuler mahasiswa. Belajar di kelas tidak cukup untuk melatih mereka memiliki kapasitas yang dibutuhkan dunia kerja kelak. Sehingga pengembangan kepemimpinan mahasiswa harus di dorong lewat organisasi kemahasiswaan.

Terdapat beberapa mata kuliah yang harusnya wajib mensyaratkan kegiatan kemahasiswaan untuk bisa lulus. Misalnya mata kuliah Agama, wajib mahasiswa untuk ikut kegiatan-kegiatan kerohanian baik oleh BKK, KMK dan Badan Tadzkir. Mata kuliah organisasi dan manajemen diwajibkan bagi mahasiswa menjadi anggota di organisasi lingkungan kampus atau wajib mengikuti kegiatan LKMM fakultas atau universitas. Mata kuliah metodologi atau kapita selekta di wajibkan bagi mahasiswa untuk ikut lomba LKTI.

Jadi, nantinya tujuan pembelajaran masing-masing mata kuliah tidak hanya diarahkan pada penguasaan pengetahuan teoritik semata, namun pengalaman kepemimpinan mahasiswa harus dijadikan target juga guna mempersiapkan diri mereka untuk berkompetisi di dunia lapangan pekerjaan ketika mereka lulus kelak atau untuk pengembangan karier mereka dalam dunia kerja.

“Ada link and match antara mata kuliah yang diajarkan dengan kebutuhan dunia kerja,” tandas Ferry. (FA)