Meimonews.com – SMA Negeri 8 (Smandel) Manado menyelenggarakan berbagai kegiatan kerohanian dalam momentum bulan suci menyambut Paskah 2026 dan Idul Fitri 1447 Hijriah sebagai wujud pembinaan iman dan karakter peserta didik.

Pada masa Prapaskah, siswa Kristen Protestan melalui Pelsis mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dipimpin Guru Agama Anneke Karaeng. Kegiatan ini menjadi sarana penguatan iman serta refleksi rohani bagi para siswa.

Sementara itu, siswa Katolik melalui ISKA melaksanakan penanaman daun palma di ladang pekuburan Katolik Porta Caeli, Minahasa Utara, sebagai bagian dari tradisi menyambut Minggu Palma.

Pada bulan Ramadhan, siswa muslim mengisi kegiatan kerohanian dengan seminar keagamaan bertema “Ramadhan: Momentum Penguatan Identitas Muslim” yang dibawakan oleh Ustad Ramin Malahedi.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta tentang pentingnya memanfaatkan bulan Ramadhan untuk memperkuat iman, akhlak, dan jati diri.

Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, penyampaian materi, sesi tanya jawab, serta refleksi bersama dengan fokus pada makna Ramadhan, peningkatan kualitas ibadah, dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada Selasa (7/4)2026).  Siswa Kristen Protestan dan Katolik merayakan Paskah melalui ibadah bersama yang dipimpin oleh Pastor Miller Senduk, MSC. Setelah itu, siswa muslim melaksanakan kegiatan Halal bi Halal sebagai ajang mempererat silaturahmi.

Melalui kegiatan yang diadakan di lingkungan sekolah, SMA Negeri 8 Manado pimpinan Mediatrix Maryani Ngantung ini terus menumbuhkan nilai keimanan, toleransi, dan kebersamaan dalam keberagaman. (*/Fer)

Meimonews.com – Program Kamberu yang merupakan program inovasi dan terobosan pimpinan SMA Negeri 8 (Smandel) Manado mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sulut, dalam hal ini, Wakil Gubernur Sulut Steven O. Kandouw.

Apresiasi itu diungkapkan Wagub Sulut ketika ia di dampingi sang istri dr. Kartika Devi Tanos, Asisten I Drs. Denny Mangala, MS dan Kepala Dinas Pendidikan Sulut Dr. Femmy Suluh, MSi berkunjung ke Smandel, Rabu (27/3/2024).

“Inovasi-inovasi seperti ini sangatlah diperlukan untuk meningkatkan minat dan bakat siswa dalam bidang pertanian,” ujar Wagub.

Wagub lagi panen ikan mujair. (Foto : Dokumen eskul perfilman Smandel PSP Kamberu)

Dalam motivasi dan paparannya, Wagub sempat memberikan penilaian atas kenerja sekolah/kepala sekolah dengan nilai 9,8 dari 10 atau 98 dari 100 dan disambut tepuk tangan dan gegap gempita dari 1100-n siswa serta para guru dan yang hadir di lapangan.

Wagub juga menyampaikan hal ini tidak akan terjadi jika tidak ada keberanian kepala sekolah selaku nahkoda kapal yang mau dan berani menekan tombol Enter.

“Kerjasama sekolah dengan Komite bersama semua orangtua sudah nampak nyata dengan terlaksannya program Kamberu ini,” sebutnya.

Ditambahkan, hal ini yang namanya kolaborasi/sinergitas yang kompak, sekolah, komite sekolah, orangtua siswa dan para siswa semua supaya benar-benar membawa dampak untuk waktu sekarang dan bekal positif berwirausaha setelah selesai dari SMA Negeri 8 PSP Kamberu ini.

Dalam kunjungannya di SMA Negeri 8 Manado ini, Wagub dan rombongan memanen kangkung sehat dan ikan mujair yang ada di kompleks sekolah ini

Program Kamberu (kampanye bertani urban) merupakan sebuah rencana aksi wirausaha pertanian di sekolah yang menggerakkan seluruh elemen sekolah untuk menyelenggarakan kegiatan pertanian berkelanjutan sebagai proyek pembelajaran.

Sebagai sekolah penggerak, sebut Kepala SMA Negeri 8 Manado Drs. Mediatrix Maryani Ngantung, M.Pd kepada Meimonews.com di Manado, Rabu (27/3/2024), harus ada inovasi yang dibuat agar sekolah ini maju.

Makanya, pihaknya membuat terobosan dengan melibatkan Dr. Marten Meruntu, orangtua siswa yang punya kepedulian dan pengetahuan bertani lewat program bertani di sekolah dengan nama Kamberu.

“Lewat program ini, kami ingin agar para siswa tidak malu untuk berkebun/bertani. Sebab, bidang ini cukup menjanjikan, dan bisa membantu masalah-masalah bangsa,” ujarnya.

Dipakainya nama Kamberu, jelas mantan Kepala SMA Negeri 9 Manado ini, terinspirasi dari satu babak dari tarian Maengket yang disebut Maowey Makamberu, di mana gerak dan lagunya mengungkapkan syukur kepada Tuhan atas hasil pertanian yang berlipat ganda.

Secara etimologis, Kamberu berasal dari bahasa daerah suku-suku Minahasa dan beberapa dialek menyebut juga “kan weru” yang berarti makanan baru.

Dalam kunjungannya ke lembaga pendidikan.menengah atas yang berlokasi di Kelurahan Kairagi Dua tersebut, Wagub memberikan pula motivasi kepada para siswa untuk terus giat belajar dan memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan dan perguruan tinggi.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci untuk meraih masa depan yang cerah. “Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan kalian. Oleh karena itu, teruslah belajar dengan tekun dan jangan mudah menyerah,” pesannya.

Dalam kunjungannya di SMA Negeri 8 Manado ini, Wagub dan rombongan memanen kangkung sehat dan ikan mujair yang ada di kompleks sekolah ini. (Fer)

Meimonews.com – Karya kreativitas siswa SMA Negeri 8 (Smandel) Manado dipamerkan di stand pameran yang diselenggarakan di momen Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2022.

Ada dua kegiatan pameran yang diikuti. Pertama, pameran yang diselenggarakan di UPTD Museum Negeri Provinsi Sulut (Museum Dinas Kebudayaan Sulut) Manado pada 14-24 Mei 2022, sedang yang kedua, dilaksanakan di SMA Negeri 1 Guru Lombok Kalawat, Minahasa Utara pada 17-19 Mei 2022.

“Di kedua kegiatan pameran tersebut, sekolah kami menampilkan karya para siswa, yang memiliki nilai-nilai kreatif,” ujar Kepala SMA Negeri 8 Manado Mediatrix M. Ngantung dalam percakapan dengan Meimonews.com, usai kegiatan kerja bakti di sekolahnya, Jumat (20/5/2022).

Baca juga : Pertama kali Ikut Lomba OSN, SMA Katolik St. Ignatius Malalayang Siapkan 10 Siswa

Pada pameran pertama yang ditampilkan di stand sekolah adalah Pameran Seni Rupa. “Yang dipamerkan adalah karya seni berupa lima lukisan siswa,” ujar Hendra (Guru Smandel Manado) yang ditemui terpisah

Pada pameran kedua, tambahnya, ada empat karya siswa yang ditampilkan di stand sekolah yakni pertama, Robotic (pemanfaatan fungsibrobotic dalam kehidupan sehari-hari seperti permodelan traffic light dan rumah digital). Kedua, Virtual reality.

Baca juga : Program Guru Penggerak Diharapkan jadi Pendorong Peningkatan Kualitas Pendidikan di Manado

Ketiga, Mitasi Pemanasan Global berupa pembelajaran berbasis project di BMKG, dalam hal ini project hygroponic. Keempat, karya seni berupa koleksi lukisan. Kelima, Kewirausahaan,  di mana siswa menampilkan produk buatan mereka yakni krepik pisang merdeka dan kacang merdeka.

“Tanpa bermaksud membanggakan, nanun terlihat nyata bahwa pengunjung di lokasi pameran sekolah kami baik yang di Manado maupun yang di Kalawat (Minut) banyak orang yang berdatangan dan mengangumi karya-karya siswa yang ditampilkan,” sebut Kepala Sekolah Penggerak ini.

Baca juga ; Tim Keimigrasian Kemenkumham RI Kunker ke Kantor Imigrasi TPI Bitung

Dan, sangat menggembirakan karya-karya generasi penerus bangsa yang saat ini masih mengeyam pendidikan formal di Smandel Manado ini mendapat apresiasi banyak  pihak, tak terkecuali Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Saat mengunjungi pameran yang diselenggarakan di SMA Negeri 1 Guru Lombok Kalawat, Selasa (17/5/2022), terlihat Gubernur memakai karya kreativitas siswa Smandel Manado yang ada di stand sekolah penggerak itu. (af)