Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr, RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) meluncurkan Sapaan “Salam Sehat,” flyer pemberitahusn program sebagai ipaya meningkatkan pelayanan dan menciptakan suasana ramah.

Peluncuran program ini dilakukan pada saat apel di halaman kantor pusat rumwh sakit, baru-baru.

Program ini berupa penerapan sapaan “Salam Sehat” yang wajib dilakukan oleh seluruh civitas hospitalia, termasuk pegawai, pengunjung, dan pasien.

Sapaan “Salam Sehat” dilakukan dengan cara menaruh tangan kanan di dada kiri, disertai ucapan “Salam Sehat” dan senyuman. Hal ini diharapkan dapat menciptakan interaksi yang lebih hangat dan humanis antara petugas medis dan pasien, serta di antara pengunjung rumah sakit.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan.

Program ini menekankan pentingnya pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan pasien dan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis.

Penerapan sapaan “Salam Sehat” ini diharapkan dapat meningkatkan citra positif RSUP Kandou Manado sebagai rumah sakit yang ramah dan peduli terhadap pasien. Selain itu, sapaan ini juga diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di antara seluruh civitas hospitalia.

Pihak RSUP Kandou berharap program ini dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi seluruh stakeholders. Sosialisasi dan pelatihan telah dilakukan untuk memastikan seluruh civitas hospitalia memahami dan menerapkan sapaan “Salam Sehat” dengan baik (Fer).

Meimonews.com – ‎Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou Manado menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terkait implementasi Action Plan pencegahan dan penanganan perundungan di ruang rapat kantor pusat rumah sakit, Selasa (24/6/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan efektivitas program dalam menciptakan lingkungan kerja dan belajar yang aman dan saling menghormati. ‎

‎Evaluasi tersebut difokuskan pada mekanisme pelaporan dan sistem pencegahan perundungan yang telah diterapkan oleh rumah sakit yang akrab disebut RSUP Kandou ini.

Pihak rumah sakit berkomitmen untuk membangun budaya kerja yang positif, di mana setiap individu merasa dihargai dan terlindungi dari segala bentuk perundungan.

Kegiatan in, menurut Direktur Utama RSUP Kandou Starry Rampengan, penting untuk memastikan bahwa sistem pencegahan dan penanganan perundungan di RSUP Kandou berjalan efektif dan dapat diandalkan,” ujar Direktur Utama RSUP Kandou Starry Rampengan.

‎“Kami ingin memastikan bahwa rumah sakit ini menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik, staf, tenaga medis, dan pasien.” ujar Dirut.

Hasil evaluasi akan digunakan untuk meningkatkan sistem yang ada dan memperbaiki kelemahan yang mungkin ditemukan.

Ditegaskan, RSUP Kandou berkomitmen untuk terus berupaya menciptakan lingkungan yang bebas dari perundungan dan mendukung terciptanya budaya saling menghormati dan mendukung satu dan lainnya.

‎Dikemukakan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif dari seluruh pihak. Oleh karena itu, RSUP Kandou mengapresiasi kerjasama dan dukungan dari seluruh staf dan tenaga medis dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif.

Dirut bertterima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan, Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek, dan Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kemenkes dapat memonitor dan memberikan solusi yang baikm

‎“Semoga hasil evaluasi ini dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pelayanan dan lingkungan kerja di RSUP Kandou,” ujar alumni SMA Negerin1 Manado ini. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat RSUP Prof. Dr. RD Kandou akrab disebut RS Kandou atau RSUP Kandou berhasil melakukan operasi transplantasi ginjal pada Minggu (28/7/2024).

Keberhasilan operasi bekerjasama dengan tim Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (akrab disebut RSCM) Jakarta (rumah sakit pengampuh nasional) ini menyusul keberhasilan operasi sejenis pada 23 Maret 2023.

Kali ini, resipien/pendonor yang dioperasi tim medis berjunlah 24 orang yang terdiri dari tim RSCM (6 dokter dan 4 perawat) dengan koordinator Dr. dr. M. Bonar H. Marbun, Sp. PD, KGH dan dari RSUP Kandou dengan Ketua Tim Transpatasi Ginjal dr. Wim Damopolii, Sp.B SpU, MM, M.Kes adalah resipien Nadia Salsabila Modeong (22 Tahun) dengan pendonor OK (43 tahun).

Keluarga pasien yang hadir dalam konferensi pers menyampaikan terima kasih atas kesuksesan operasi transplantasi ginjal anggota keluarganya

Atas keberhasilan operasi ini, Dirut RSUP Kandou Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes atas nama direksi dan staf menyampaikan terima kasih kepada semua pihak baik dari RSCM Jakarta dan RSUP Kandou serta keluarga pasien/pendonor.

“Pada hari ini, tanggal 28 Juli 2024,, RS Kandou telah berhasil melaksanakan operasi transplantasi ginjal yang kedua. Kita patut bersyukur kepada Tuhan atas anugerahnya sehingga proses operasi transplantasi ginjal yang kedua ini telah berhasil dengan baik,” ujar dokter Ivon (sapaan akrabnya) saat konferensi pers yang dilaksanakan Unit Hukum dan Humas RSUP Kandou pimpinan Ruslianto Urendeng, SH (Manager), usai pelaksanaan operasi.

Keluarga pasien foto bersama dengan Dirut RSUP Kandou Dr. dr, ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes

Dokter Ivon berharap, keberhasilan operasi transplantasi ginjal ini akan diikuti pada operasi-operasi transplantasi ginjal lainnya yang akan dilaksanakan RS Kandou karena akan ada lagi operasi seperti ini dalam waktu tidak terlalu lama.

Diharapkan pula, di kemudian hari, dan dalam waktu tidak terlalu lama, RS Kandou bisa melakukan operasi transplantasi ginjal secara mandiri sehingga pasien yang membutuhkan transplantasi ginjal tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit di luar daerah ini.

Dirut RSUP Kandou Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes di dampingi antara lain Manager Hukormas Ruslianto Urendeng, SH saat memberikan keterangan tambahan usai konferensi pers

Kepada keluarga pasien, dokter Ivon meminta kerjasamanya dalam proses penanganan lebih lanjut setelah keberhasilan operasi transplantasi ini. Sebab, setelah operasi ini akan ada penanganan lanjutannya yang membutuhkan perhatian dan kerjasama dari keluarga pasien.

Pada konferensi pers yang dipandu Christian Modeong (staf Unit Hukormas), beberapa dokter yang menangani operasi turut memberikan penjelasan seputar pelaksanaan operasi seperti dokter Damopolii, dokter Bonar, Prof! Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.U(K) dan dr. Arry Rodjani, Sp.U(K).

Foto bersama usai konferensi pers

Keluarga pasien (keluarga Modeong-Karundeng) berterima kasih kepada pihak RS Kandou dan RSCM atas kesuksesan/keberhasilan operasi transplantasi ginjal ini. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akran disebut RSUP Kandou atau RS Kandou) kembali menggelar acara penandatanganan kontrak kerja tahun 2024 yang diadakan di aula lantai 2 kantor administrasi rumah sakit, Selasa (5/3/2024).

Kegiatan penandatanganan seperti ini merupakan bagian dari komitmen yang rutin dilakukan setiap tahun.

Penandatanganan dilakukan berjenjang dari Direktur Utama Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes, Direktur Perencanaan dan Keuangan Dr. Erwin Sondang Siagian, SSTP, MSi, Direktur Layanan Operasional dr. Wega Sukanto, Sp.BTKV, Plt Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian Ns Suwandi I Luneto ,S.Kep, M.Kes, dan Ketua SPI dr. Bradley Jimmy Waleleng, Sp PD-KGEH.

Selanjutnya, Dirut dan Ketua-ketua KSM dilanjutkan dengan para Direktur dan Manager, setelah itu antara Manager dan Asisten Manager, dan tim kerja.

“Kontrak kinerja tahun 2024 merupakan kelanjutan dari penandatanganan kontrak sebelumnya antara pimpinan RSUP Kandou dengan Direktorat Jenderal di Kementerian Kesehatan,” ujar Dirut.

Dikemukakan, RSUP Kandou  menetapkan target dan indikator kinerja yang harus dicapai dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, efisiensi operasional, pengembangan sumber daya manusia, serta implementasi inovasi dalam bidang kesehatan.

Dijelaskan pula pentingnya penandatanganan kontrak kinerja sebagai wujud komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.

“Kontrak kinerja tahun 2024 akan menjadi acuan bagi seluruh tim kerja RSUP Kandou dalam menjalankan operasional rumah sakit dengan efektif,” tegasnya.

Ditegaskan pula komitmen bersama RSUP Kandou untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien.

“Dengan penandatanganan kontrak kinerja tahun 2024 ini, RSUP Kandou menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat sesuai target dan indikator kinerja yang ditetapkan, dapat tercapai dengan baik demi kemajuan RSUP Kandou serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Dirut. (Fer)

Meimonews.com – Direktorat Tata Kelola Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. DR Kandou Manado, Selasa (6/2/2024).

Monev ini dilakukan dalam rangka pengecekan sistem informasi monitoring kehadiran dan kinerja dokter di rumah sakit yang akrab disebut RSUP Kandou atau RS Kandou ini.

Direktur Utama RSUP Kandou Manado Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes di dampingi Direktur Layanan Operasional dr. Wega Sukanto, SpB TKV menyambut baik kegiatan ini menganggapnya sebagai sebuah kehormatan.

“Ini menjadi satu kehormatan bagi kami seluruh civitas rumah sakit Kandou, di mana salah satu inovasi RS Kandou boleh dilakukan monev oleh Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Kemenkes,” ujar dokter Ivonne, saat menerima tim monev di aula lantai 2 kantor pusat administrasi.

Menariknya, RSUP Kandou termasuk dalam tiga rumah sakit vertikal di seluruh Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk dilakukan monev oleh Kementerian Kesehatan. Ini menunjukkan komitmen RSUP Kandou dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

“Monev ini dilakukan untuk memastikan sistem tersebut berjalan dengan baik dan dapat memberikan data yang akurat tentang kehadiran dan kinerja dokter, dan kamipun. siap memberikan data informasi yang diperlukan,” ujarnya.

“Hasil dari monev ini tentunya akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI.  Sehingga pelayanan kesehatan di RSUP Kandou dan rumah sakit lainnya di Indonesia dapat lebih optimal lagi,” tambahnya. (Fer)

Meimonews.com – Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan verifikasi izin operasional fasilitas kedokteran nuklir diagnostik in vivo dan terapi di Poliklinik Kedokteran Nuklir Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. DR Kandou.

Pelaksanaan verifikasi izin ini dilakukan Tim Verifikasi Bapeten selama tiga hari mulai Senin-Rabu (5-7/2/2024).

Tim verifikasi disambut hangat oleh Direktur Utama Dr. dr Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes di dampingi Dewan Direksi rumah sakit yang akrab disebut RSUP Kandou ini di aula lantai 2 kantor administrasi.

Verifikasi ini merupakan bagian penting dari proses untuk memastikan bahwa fasilitas dan operasi poliklinik mematuhi semua standar dan regulasi yang berlaku.

Ini juga menunjukkan komitmen RSUP Kandou untuk transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi di bidang kedokteran nuklir.

“Kami sangat berterima kasih dan apresiasi atas upaya serta dedikasi tim verifikasi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten),” ujar dokter Ivonne (sapaan akrab Dirut).

Verifikasi ini juga, tambahnya, membantu pihaknya untuk terus meningkatkan dan memastikan bahwa RSUP Kandou memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk para pasien.

RSUP Kandou, menurutnya, terus berkomitmen bahwa semua fasilitas dan peralatan medis mematuhi standar tertinggi.

“Kami akan terus berusaha untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa RSUP Kandou adalah pilihan utama bagi pasien yang mencari pelayanan kesehatan dengan memiliki peralatan kesehatan serta sarana prasarana berkualitas dan memenuhi standar operasional yang berijin,” tandasnya.

Tim Verifikasi dari Bapeten yang berjumlah 5 orang akan melakukan sejumlah tugas penting saat melakukan verifikasi izin operasi fasilitas kedokteran nuklir di Poliklinik RS Kandou antara lain melakukan inspeksi langsung ke lokasi fasilitas kedokteran nuklir.

Mereka memeriksa berbagai aspek dari fasilitas, termasuk peralatan, prosedur operasional, dan standar keselamatan.

Tim juga akan memastikan bahwa rumah sakit telah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh Bapeten untuk operasi fasilitas kedokteran nuklir. Ini bisa mencakup berbagai hal, mulai dari persyaratan peralatan hingga standar keselamatan dan pelatihan personil.

Selain itu, tim juga melakukan pengecekan dokumen untuk memastikan bahwa semua izin dan dokumen terkait lainnya ada dan valid.

Dengan demikian, setelah inspeksi, tim memberikan feedback dan rekomendasi kepada RSUP Kandou. Ini dapat mencakup area yang perlu ditingkatkan atau perubahan yang perlu dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar dan regulasi. (Fer)