Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar Sidang Terbuka Senat untuk Pengukihan 8 guru besar di Auditorium Unsrat Manado, Senin (29/9/2025).
Sidang senat yang dipimpin RALF Kairupan ini turut dihadiri Wakil Walikota Manado dr. Richard Sualang dan istri dr. Merry Mawardi, Sp.A (mewakili Walikota Manado Andrei Angouw) dan undangan lainnya.
Kedelapan guru besar yang dikukuhkan Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng, IPU berdasarkan SK Mendiktisaintek RI Brian Yuliarto tersebut berasal dari Fakultas Kedokteran (1 orang), Fakultas Teknik (3 orang), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (1 orang), Fakultas Hukum (1 orang) dan Fakultas Peternakan (2 orang).

Mereka adalah Prof. Dr. dr. Jeanette Irene Christiene Manoppo, Sp.A(K), Prof. Ir. Isri Ronald Mangangka ,M..Eng, Ph,D, Prof. Dr. Eng Ir. Liany Amelia Hendrata, M.Si, Prof. Dr. Eng Meita Rumbayan, ST, M.Eng, Prof. Dr Eng Ir. Lusia Manu, M.Sc, Prof. Dr. Emma Valentina Teresha Senewe SH, MH, Prof. Dr. Ir Jola Josephien M. Roosje Londok M.Si, IPU, ASEAN Eng dan Prof . Dr. Ir .Lusia Toar, MP.
Sebelum dikukuhkan para guru besar tersebut menyampaikan orasi ilmiah. Prof. Manoppo memaparkan orasi ilmiah dengan judul Peran gut brain axis pada tumbuh kembang bayi prematur. Prof. Isri tentang Bangunan terjun miring USBR tipe IX dengan stulling basin. Prof. Hendrata tentang Perubahan penggunaan lahan di daerah tangkaan air tantangan dan strategi pengelolaan berkelanjutan.

Prof. Rumbayan tentang Pengembangan energi terbarukan yang berdampak dan berkelanjutan dari peta jalan ke penerapan. Prof. Manu tentang Integrasi oseanografi dan marikulutur : strategi adaptif budiadaya lobster tropis dalam dinamika perubahan iklim.
Prof. Senewa tentang Harmonisasi kebijakan luar negeri Indonesia dalam menangani perdagangan manusia melalui kerjasama kawasan Asean regional coorperation. Prof. Londok tentang Optimalisasi potensi fitobiotik dalam pakan pada produksi daging ayam fungsional. Prof. Toar tentang Inovasi pemanfaatan serangga sebagai pakan ternak yang ramah lingkungan.

Rektor Unsrat dalam sambutannya mengungkapkan, Universitas Sam Ratulangi berdiri di tanah Minahasa yang diwarisi falsafah luhur (dari GSSJ Sam Ratulangi – Red) Si Tou Timou Tumou Tou/ST4 (Manusia hidup untuk memanusiakan manusia).
“Falsafah ini sejalan dengan hakikat guru besar bahwa ilmu pengetahuan bukan hanya untuk dikumpulkan melainkan untuk dimanfaatkan demi membangun sesama, bangsa dan dunia,” ujar Prof. Sompie.

Ditegaskan, dengan bertambahnya 8 guru besar hari ini, kita semakin percaya diri untuk memperkuat Unsrat dalam tiga hal.
Pertama, meningkatkan kualitas pembelajaran dan inovasi akademik. Kedua, mendorong penelitian unggulan yang relevan dengan kebutuhan bangsa khususunya kawasan Timur Indonesia. Ketiga, memberi kontribusi nyata dalam menjawab tantangan global – transformasi digital, keberlanjutan lingkungan, dan kesehatan masyarakat – dengan tetap berpijak pada kearifan lokal.

“Peran ini sejalan dengan visi Universitas Sam Ratulangi yaitu menjadi Unsrat unggul dan berbudaya berstandar internasional,” ujar Rektor.
Visi ini, sambung Rektor, hanya dapat diwujudkan bila para guru besar tampil sebagai garda terdepan dalam memimpin pengembangan ilmu, menjaga integritas akademik dan memperkuat budaya universitas yang berdaya saing global namun tetap berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.
Sejalan dengan itu, komitmen Unsrat juga mendukung agenda nasional yang digariskan dalam Asta Cita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, khususnya Asta Cita ke-4 yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas.
“Universitas Sam Ratulangi melalui peran para guru besar siap menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut, sekaligus berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Rektor berharap, momen pengukuhan guru besar ini sebagai semangat baru untuk terus berkarya berinovasi dan mengabdi.
Dengan sinergi seluruh sivitas akademika, sebutnya, Universitas Sam Ratulangi akan semakin kokoh – bukan hanya sebagai rumah ilmu tapi juga rumah pengabdian yang menebar terang bagi bangsa dan dunia. (FA)