Meinonews.com – Dalam dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompleks, tenaga kependidikan memegang peranan penting sebagai pilar utama pendukung keberhasilan tridharna perguruan tinggi.
“Tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis tapi juga kemampuan soft skill seperti komunikasi efektif, kerjasama tim, etika pelayanan, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan,” ujar Wakil Rektor 2 Unsrat Manado Royke Montolalu ketika membacakan sambutan tertulis Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie pada acara pembukaan Workshop Soft Skill Tenaga Kependidikan Unsrat.
Kegiatan yang dilaksanakan Lembaga Penjanintan Mutu dan Pengembangan Pembelaharan (LPMPP) Unsrat di Aula B LPMPP Unsrat Manado ini berlangsung Rabu-Jumat (5-7/11/2025).

Soft skill menurut Rektor, bukan sekedar pelengkap, tetapi merupakan fondasi yang menentukan bagaimana seorang apartur melayani bekerja dan berkontribusi dalam lingkungan akademik yang profesional dan humanis.
Dengan soft skill yang baik, tenaga kependidikan akan mampu membangun suasana kerja yang harmonis, meningkatkan kualitas pelayanan kepada dosen, mahasiswa dan masyrakat, serta menjadi bagian dari budaya kerja unggul di Unsrat.

Rektor berharap workshop ini tidak hanya menjadi ajang transfer pengetahuan tetapi juga wahana refleksi diri dan pembelajaran bersama. ” Jadikan kesenpatan ini untuk saling berbagi pengalaman, membangun jejaring profesional dan memperkuat semangat pengabdian sebagai apartur sipil negara yang berintegritas dan berorientasi pada pelaynan publik yang prima,” ujar Montolalu membacakan sambutan Rektor.
Kepala LPMPP Unsrat Max Runtuwene dalam laporannya menyebutkan bahwa workshop ini menampilkan Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Kepala Biro dan beberapa dosen sebagai narasumber.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengupdate pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan tugas sesuai penugasan masing-masing,” ujar Runtuwene.
Secara khusus, jelasnya, pelatihan mengharapkan peserta mendapat meningkatkan kualitas layanan pelayanan akaremik dan administrasi; Meningkatkan kepuasan penguna layanan.
Selain itu, membangun budaya kerja yang profesional dan ramah; mampu menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan teknologi dan globalisasi; serta mampu meningkatkan produktivitas dan kinerja tenaga kependidikan. (FA)





