Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Sidang Senat Terbuka dengan agenda Wisuda Semester Genap Tahap II Tahun Akademik 2025-2026 di Auditorium Maria Walanda Maramis Unima, Tondano, Rabu (24/6/2026).

Ada sebanyak 562 orang lulusan baik strata 1 (S1), S2 maupun S3 yang diwisuda pada sidang senat yang dihadiri pimpinan dan anggota senat Unima, Rektor, para Wakil Rektor dan pimpinan lembaga/staf Unima, para Dekan dan pimpinan fakultas se-Unima, civitas akademika Unima, wisudawan dan keluarga, Kepala Bapelitbang Sulut Yani Lukas (mewakili Gubernur Sulut), pejabat TNI dan Polri, sejumlah pejabat Pemkab Minahasa serta undangan lainnya.

Menariknya dan membanggakan, di antara yang diwisuda, ada yang memiliki keterbatasan (disabilitas) tapi bisa menyelesaikam studinya di universitas yang memiliki visi Menjadi Perguruan Tinggi yang Unggul, Mandiri, Kompetitif, dan Entrepreneurial ini.

Semangat menempuh proses perjalanan perkuliahan ini patut diapresiasi dan diharapkan bisa menjadi motovasi bagi penyandang disabilitas lainnya serta mahasiswa normal lainnya.

Dengan jerih-payah dan tanpa mengenal lelah mereka bersemangat pantang menyerah berupaya dan bekerja keras agar bisa menyelesaikan studinya di Unima.

Dan, upaya serta kerja keras tersebut membuahkan hasil. Mereka bisa diwisuda dan disaksikan banyak orang. Mereka resmi menyandang gelar akademik. Mereka sarjana lulusan Unima.

Prestasi tersebut, tentu menjadi kebanggan diri sendiri, keluarga dan masyarakat serta perguruan tinggi di mana mereka studi bahkan pemerintah.

Sebagai bentuk konkrit apresiasi terhadap mereka, Rektor Unima Joseph Philip Kambey memberikan sertifikat penghargaan kepada mereka saat acara wisuda, yang dilaksanakan bersamaan dengan rekan-rekan mereka yang normal.

Sebagai Wakil Ketua Tim Disabilitas Unima, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Vivi Winny Saroinsong mengungkapkan rasa gembiranya karena walaupun mereka memilik keterbatasan (disabilitas) tapi mereka bisa menyelesaikan studinya.

“Kami (Tim Disabilitas Unima yang diketuai Dekan FIPP Aldjon Dapa) senang dan bersyukur karena mereka bisa menjadi sarjana. Bisa menyelesailkan studinya di Unima,” ujarnya dalam percakapan dengan Meimonews.com di ruang kerjanya, usai acara wisuda. (Lexie Kalesaran)

Meimonews.com – Sebanyak 562 orang yang terdiri dari strata 1(S1) 480 orang, S2 74 orang, dan S3 8 orang lulusan Unima semester genap tahap II tahun akademik 2025-2026 diwisuda pada sidang senat terbuka Unima yang diadakan di Auditorium Maria Walanda Maramis Unima, Tondano, Rabu (24/6/2026).

Para wisudawan tersebut berasal dari Pascasarjana 55 orang (47 S2 dan 8 S3), FT 60 orang (60 S1), FIKKM 40 orang (60 S1), FISH 132 orang (128 S1 dan 4 S2), FEB 78 orang (64 S1 dan 14 S2), FIPP 100 orang (91 S1 dan 9 S2), FMIPAK 45 orang (45 S1), dan FBS 52 orang (52 S1).

Di antara para wisudawan tersebut, ada beberapa orang yang memiliki disabilitas. Oleh karenanya, sebagai bentuk apresiasi terhadap mereka, Rektor Unima Joseph Philip Kambey memberikan sertifikat penghargaan.

Lulusan yang memiliki disabiliitas mendapat penghargaan berupa sertifikat oleh Rektor Unima Joseph Philip Kambey

Acara wisuda ini dihadiri para pimpinan dan anggota senat Unima, pimpinan Unima baik tingkat universitas maupun fakultas, civitas akademika Unima, para wisudawan dan keluarga, Kepala Bapelitbang Sulut Yani Lukas (mewakili Gubernur Sulut), pejabat TNI dan Polri, sejumlah pejabat Pemkab Minahasa serta undangan lainnya.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey, dalam sambutannya mengatakan, hari ini, ia mewisuda 562 anak-anak bangsa dan putra-putri terbaik yang berasal dari seluruh Indonesia.. Atas nama pimpinan Unima, ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang secara resmi menyandang gelar akademik.

“Gelar yang saudara peroleh bukan sekedar simbol keberhasilan menyelesaikan studi, tetapi juga merupakan amanah untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tandas Rektor.

Foto bersama usai wisuda

Mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unima dan Wakil Rektor Unima ini menyebutkan, wisuda hari ini memiliki makna yang sangat istimewa karena dilaksanakan pada momentum bersejarah dalam perjalanan Unima. Di antaranya, beberapa waktu lalu telah diluncurkan Fakultas Kedokteran (Faked) Unima yang ditandai penyerahan surat keputusan pendirian oleh Mendiktisaintek.

Pencapaian ini, menurut Rektor, merupakan hasil kerja keras, kolaborasi, dan dukungan berbagai pihak yakni Pemerintah RI, Kemendiktisaintek, Kemenkes, Pemprov Sulut, Pemkab Minahasa serta seluruh pemangku kepentingan.

Di kesempatan itu, Rektor juga menyanpaikan apresiasi untuk Prodi Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum dan Prodi Akuntasi FEB yang pada beberapa waktu lalu telah berhasil meraih akreditasi unggul, serta adanya ketambahan Prodi Manajemen pada FEB sehingga semakin meningkatkan kualitas layanan dan standar akademik serta memperkuat reputasi Unima sebagai perguruan tinggi dengan akreditasi unggul.

Rektor juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada mahasiswa-mahasiswa yang telah meraih prestasi bukan hanya di tingkat nasional tapi internasional. Rektor lantas menyebutkan nama-nama mahasiswa yang berprestasi tersebut baik dari fakultas mereka serta prestasi yang diraih di ajang yang mereka ikuti.

Sidang senat Unima dalam rangka wisuda semester genap tahap II tahun akademik 2025+2026 yang dipimpin Herry Sumual (Ketua Senat)

Kepada para dosen dan, tenaga kependidikan serta seluruh civitas akademika, Rektor memberikan apresiasi dan penghargaan karena telah bekerja dengan dedikasi tinggi dalam mendidik dan membimbing mahasiswa hingga mencapai tahap kelulusan.

Kepada para wisudawan, Rektor berpesan agar jangan berhenti belajar, jangan takut menghadapi perubahan, dan jangan ragu untuk bermimpi besar. “Bangunlah masa depan dengan ilmu, karakter, dan semangat pengabdian. Bangsa Indonesia menbutuhkan generasi muda yang cerdas, berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” ajaknya.

Kepala Bapelitbang Sulut Yani Lukas saat membacakan sambutaan tertulis Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus

Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Balitbangda Sulut Yani Lukas menjelaskan, momen wisuda bukanlah sekedwe seremoni akademik atau penyerahan ijazah semata.

“Wisuda adalah tanda keberhasilan dari sebuah proses panjang yang telah dilalui dengan penuh perjuangan, kerja keras, pengorbanan, dan ketekunan. Di balik toga yang dikenakan hari ini terdapat berbagai cerita tentang semangat belajar, tantangan yang dihadapi, kegagalan yang pernah dialami, serta telad untuk terus bangkit dan menyelesaikan pendidikan dengan baik,” ujar mengutip Gubernur.

Karena ini, atas nama Pemprov Sulut, Gubernur menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil mencapai salah satu tonggak penting dalam perjalanan hidupnya. Prestasi ini patut disyukuri, namun sekaligis menjadi awal dari sebuah perjalanan baru.

Unima, menurut Gubernur, merupakan salah satu perguruan tinggi negeri kebanggaan Sulut. Selama bertahun-tahun, Unima telah memberikan kontribuai beaar dalam menghasilkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing.

“Tidak sedikit alumni Unima yang mengabdikan diri sebagai pendidik, akademisi, birokrat, wirausahawan, profesional, maupun pemimpin di berbagai bidang kehidupan,” sebutnya.

Lebih dari itu, tambah Gubernur, Unima juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pembentukan karakter generasi muda. Kehadiran perguruan tinggi tidak hanya berfungsi mencetak lulusan tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan daerah.

Karena itu, Pemprov Sulut menaruh harapan besar agar Unima terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundayang saat memberikan pesan dan kesan mewakili alumni/wisudawan

Mewakili alumni/wisudawan, Vanda Sarundayang dalam kesan dan pesannya mengungkapkan, momen hari ini bukan habya menjadi tanda selesainya sebuah proses akademik tetapi juga menjadi awal dari tanggung jawab baru untuk mengamalkan ilmu, menjaga nama baik almamater, dan memberi manfaat bukan saja bagi diri sendiri tapi juga mqayarakat.

“Hari ini memgajarkan kita bahwa keberhasilan tidak lahir dari jalan yang mudah. Setiap capaian adalah buah dari ketekunan, doa, pengorbanan, dan proses panjang yang kadang penuh tantangan. Tanpa perjuangan, tidak ada hasil yang sungguh bernilai,” ujarnya.

Wakil Bupati Minahasa ini, menambahkan, tanpa proses, keberhasilan tidak akan memiliki makna yang mendalam. Karena itu, apa yang diterima hari ini adalah cerminan dari usaha, kesabaran, dan komitmen yang telah dijalani.

Ditegaskan, keberhasilan kita (para wisudawan – Red) juga tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. “Untuk itu, dengan penuh kerendahan hati, izinkan saya mewakili oara wisudawan dan wisudawati menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Unima : Rektor, para Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, Kepala UPT, para Dekan dan pimpinan fakultas, para Ketua Program Studi serta seluruh civitas akademika yang telah memberikan arahan, pelayanan, dan ruang belajar terbaik bagi kami,” ujarnya.

Vanda juga menyampaikan penghargaan kepada sejumlah pihak termasuk para dosen serta keluarga wisudawan, para sahabat dan semua orang yang telah menopang para wisudawan-wisudawati dengan doa, kasih sayang, kesabaran serta dukungan yang tiada henti. (FA)

Meimonews.com – Setelah melalui proses panjang, Universitas Negeri Manado (Unima) resmi memiliki Fakultas Kedokteran (Faked), yang merupakan Faked kedua di wilayah Sulawesi Utara, setelah yang pertama Faked Unsrat.

Peresmian (launching) fakultas kedelapan di perguruan tinggi negari yang memiliki visi Unima unggul, mandiri, kompetitif dan intrepreneurial ini dilaksanakan di aula fakultas, Kamis (11/6/2026).

Peresmian ditandai pemukulan tetangkoren oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto, Gubernur Sulut Mayjen TNI Yulius Selvanus dan Rektor Unima Joseph Philip Kambey, penyerahan surat keputusan oleh Mendiktisaintek kepada Rektor Unima.

Selain itu, pemotongan tumpeng syukur oleh Rektor untuk diserahkan antara lain kepada Mendiktisaintek, Gubernur Sulut, Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, Rektor Unklab dan Rektor Unibraw (universitas pendamping), serta penyerahan jaket almamater kepada calon mahasiswa baru Faked Unima.

Ratusan civitas akademika, pimpinan Unima, Senat Unima, pimpinan fakultas se-Unima, Forkopimda Sulut, Rektor Unika De La Salle Manado Pastor Gregorius Hertanto Dwi Wibowo, Ketua YPTU De La Salle Manado Pastor Melky Malingkas, sejumlah pimpinan rumah sakit seperti Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan, Bupati/Walikota se-Sulut dan undangan lainnya serta serta puluhan calon mahasiswa baru Faked Unima hadir pada momen bersejarah ini.

Di penghujung acara, setelah Mendiktisaintek, Gubernur dan sejumlah tamu/undangan VIP mengunjungi sejumlah ruangan di Faked Unima, Tenaga Ahli Kemendiktisaintek Tri Hanggono Achmad memberikan materi pada diskusi yang membahas Academic Health System (AHS) yang diikuti sejumlah tenaga pendidikan dan kependidikan serta mahasiswa baru.

Turut hadir pada diskusi tersebut, Wakil Rektor 1/Plt Dekan Faked Unima Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu dan Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, Ketua Tim Pendiri Faked Unima Joy Ratu, Sekretaris Rektor/Humas Unima Marcia Imelda Watulingas dan Kepala UPT TIK Unima Quido Conferti Kainde.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey dalam laporannya menyebutkan, hari ini tonggak sejarah baru bagi Tanah Minahasa dan Kawasan Indonesia Timur. Berdiri di sini kita tidak hanya merayakan lahirnya sebuah fakultas baru melainkan kita sedang menyaksikan manifesto dari sebuah komitmen panjang untuk menjawab panggilan kemanusiaan, pemenuhan keadilan akses kesehatan, dan pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Ada lima poin penting diurai Rektor terkait catatan sejarah yang telah diukir perguruan tinggi yang memiliki visi Menjadi perguruan tinggi yang unggul, mandiri, kompetitif dan entrepreneurial ini.

Kelima poin penting tersebut adalah pertama, Akar sejarah dan fondasi transformasi kelembagaan; kedua, Urgensi strategis dan realitas kesehatan wilayah kepulauan; ketiga, Visi genetic berbasis keadilan spsial; keempat, Peta jalan pengembangan akademik dan infrastuktiur; dan kelima, Sistem rekruitmen afirmatif dan standar mutu ketat.

Rektor menyakini, peresmikan Faked Unima akan menjadi gelombang perusahaan beaar di masa depan. “Dari kampus biru ini, dari tanah Tondano dan.Tomohon ini akan lahir dokter-dokter humanis, petarung kemanusiaan yang siap berlayar menembus ombak, mendatangi pulau-pulau terluar demi memastikan tidak ada satupun anak bangsa di negeri ini yang kehilangan haknya untuk sehat dan sejahtera,” ujarnya.

Tenaga Ahli Kemendiktisantek Tri Hanggono Achmat saat memberikan materi pada diskusi yang membahas AHS

Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus di awal sambutannya mengungkapkan proses pencalonan mahasiswa baru Faked Unima, yang ditopang Pemerintah Provinsi Sulut dan kabupaten/kota ss-Sulut.

Para calon mahasiswa tersebut, sebutnya, diseleksi oleh Tim Seleksi termasuk dari Universitas Brawijaya (Unibraw) yang merupakan mentor/pembimbing, sesuai aturan yang ada, yang dimulai dari kabupaten/kota diseleksi 10 calon menjadi 3 sementara dari provinsi 5 calon.

Gubernur melaporkan kepada Menteri bahwa calon mahasiswa baru Faked Unima masuk tidak dengan adanya KKN. ‘Ini murni. Tidak ada titipan-titipan,” tandas Gubernur.

Para lulusan Faked Unima ini diharapkan Gubernur akan menjadi dokter-dokter yang handel dan nantinya mengabdi di kampung-kampung halamanya

Gubernur menegaskan, lahirnya Faked Unima adalah sebuah angin segar sekaligus tonggak sejarah baru bagi dunia pendidikan tinggi di Sulut.

“Peristiwa ini menjadi sangat esnsial karena Fakultas Kedokteran Unima kini resmi menjadi Fakultas Kedokteran kedua yang berdiri di Sulawesi.Utara,” ujarnya.

Kehadiran Faked Unima, menurut Gubernur, adalah jawaban progesif atas harapan masyarakat dan tantangan pembangunan daerah. Sebagai kepala daerah, Gubernur melihat momentum ini dari sudut pandang strategis.

Mendiktisaintek di awal sambutannya menyampaikan rasa syukur dan gembira Presiden Prabowo Subianto karena telah lahir Faked Unima. Ini adalah inisiatif langsung dari Presiden yang disampaikan kepadanya kemudian dibantu Rektor dan Gubernur Sulut dan teman-teman dari Istana Keprisidenan dan dari kementerian.

“Tidak lebih dari 1 tahun, kita telah melahirkan FK (Fakultas Kedokteran – Red) Unima ini untuk menemani FK di Universitas Sam Ratulangi,” ujar Menteri, yang langsung direspon dengan tepuk tangan dari para hadirin/undangan.

Presiden, menurut Menteri, menitipkan pesan agar menjaga amanah Presiden Prabowo Subianto yakni membesarkan dan melahirkan dokter-dokter yang nantinya penuh semangat dan berdedikasi dengan kemampuan/skill yang sangat baik memberikan yang terbaik untuk rakyat Sulut. (FA)

Meimonews com – Suatu kepercayaan penting diberikan Direktorat Jenderal Bina Talenta Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) kepada Universitas Negeri (Unima).

Hal itu berwujud ditunjuknya Unima untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Talenta Saintek (Kolaborasi Global) Tahun 2026.

Kegiatan yang diadakan di Swiss-Belhotel Manado, Senin – Jumat (8-12/6/2026) ini diselenggarakan Direktorat Jenderal Bina Talenta Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek bekerjasama dengan LLDIKTI Wilayah 16 dan Unima.

Pembukaan kegiatan dihadiri Direktur Bina Talenta Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek Adi Nuryanto, Kepala LLDIKTI Wilayah 16, Munawir Sadzali Razak, Ketua Tim Kerja Fasilitasi Talenta Saintek di Kancah Internasional, Roosida Taufani, serta Ketua Tim Kerja Sama dan Kemitraan Penguatan Talenta Saintek, Carolina.

Turut hadir para pakar Bimtek Kolaborasi Global yaitu Wisnu Sardjono Soenarso, I Made Wirayana, dan Ruben Silitonga bersama para Wakil Rektor Unima, narasumber, tim Ditjen Bina Talenta Sains dan Teknologi, tim LLDIKTI, tim kerja Unima, serta seluruh peserta Bimtek.

Dalam sambutannya, Rektor Unima Joseph Philip Kambey, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Negeri Manado sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Bimtek Kolaborasi Global merupakan program strategis yang dapat memperkuat kapasitas dan kapabilitas talenta sains dan teknologi di lingkungan perguruan tinggi.

“Kami menyambut baik dan sangat mendukung kegiatan ini karena dapat membekali talenta dan sumber daya perguruan tinggi agar mampu menginisiasi, menjalin, dan mengelola kemitraan strategis internasional yang kompetitif,” ujar Rektor.

Rektor juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang berasal dari perguruan tinggi di wilayah LLDIKTI 16 yang meliputi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.

Rektor berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan selama lima hari, mulai 8 hingga 12 Juni 2026, sehingga ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari para pakar dan narasumber dapat memberikan manfaat optimal bagi penguatan kolaborasi global di masing-masing institusi.

Rektor menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Bina Talenta Sains dan Teknologi, LLDIKTI Wilayah 16, serta seluruh tim pelaksana yang telah bekerja sama menyukseskan penyelenggaraan Bimtek Kolaborasi Global yang menjadi pelaksanaan perdana di tiga wilayah Indonesia.

Di akhir sambutannya, Rektor menegaskan komitmen Unima untuk terus mendukung berbagai program strategis dan siap memperluas kolaborasi pada kesempatan-kesempatan mendatang sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia di kancah internasional. (*/FA)

Meinonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Evaluasi Lapangan Usulan Pembukaan Fakultas Kedokteran Program Sarjana Kedokteran dan Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Dokter di Gedung Fakultas Kedokteran, Tondano, Senin (25/5/2026).

Kegiatan strategis ini dipimpin Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan dihadiri jajaran pimpinan universitas serta tim kerja penyusunan pembukaan Fakultas Kedokteran (Faked) Unima.

Tahapan evaluasi ini merupakan kelanjutan dari koordinasi intensif antara Unima dan pemerintah pusat.

Proses evaluasi lapangan ini melibatkan tim evaluator dari berbagai unsur, antara lain T. Basaruddin, Tri Hanggono Achmad, Munawir Sadzali Razak, Henriette Minerva Wenno, Apriaekawati Utami, Arum Atmawikarta, Arianti Anaya, Andi Wahyuningsih, dan Wisnu Barlianto.

Dalam pemaparannya, Rektor menjelaskan, Unima telah menyiapkan berbagai instrumen penting, mulai dari kurikulum, kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga rencana pembangunan rumah sakit pendidikan sebagai penunjang utama proses pendidikan kedokteran.

Hadirnya Faked Unima diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga dokter di Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.

Rektor menegaskan komitmen Unima untuk menjaga kualitas pendidikan kedokteran sejak awal pendirian program studi.

Menurutnya, kualitas akademik dan tatakelola harus menjadi prioritas utama agar Faked Unima mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing. (*/FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di halaman kantor pusat Unima, Tondano, Rabu (20/5/2026).

Upacara yang diikuti pimpinan dan staf/pegawai kantor pusat dan fakultas-fakultas di lingkungan Unima ini dipimpin Rektor Unina Joseph Philip Kambey.

Di momen penting dan bersejarah ini, Rektor Unima membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi RI Meutya Viada Hafid.

Peringatan Harkitnas tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, kolaborasi, serta inovasi dalam membangun pendidikan dan masa depan bangsa.

Semangat kebangkitan harus terus hidup di lingkungan kampus yakni melahirkan generasi yang unggul, adaptif, dan berdampak bagi Indonesia.

Tema yang diangkat yakniJaga tunas bangsa demi kedaulatan negara iini, menurut Menkomdigi, sejalan dengan filosofi peringatan yang merepresentasikan semangat untuk bergerak maju bersama melalui perlindungan para tunas bangsa.

Tema ini juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat.

Menkomdigi mengajak menjadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital dan memastikan setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama. (FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar kegiatan Halal Bi Halal 1447 H / 2026 M di Training Center Fakultas Kedokteran Unima, Tondano, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah serta meneguhkan nilai toleransi di lingkungan kampus.

Acara tersebut dihadiri Rektor Unima Joseph Philip Kambey bersama jajaran pimpinan universitas, Ketua Kerukunan Muslim Unima Arijani, serta panitia pelaksana yang diketuai Delly Sabudu.

Turut hadir pula pimpinan dan seluruh civitas muslim Unima yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan kebersamaan.

Dalam rangkaian kegiatan, ceramah agama disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Utara Ulyas Taha.

alam tausiyahnya, Taha mengajak seluruh civitas akademika untuk terus memperkuat keimanan, menjaga persaudaraan, serta mengedepankan sikap saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. (*/FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di halaman kantor Pusat Unima, Tondano, Senin (4/5/2026).

Upacara yang diikuti pimpinan, staf dan pegawai di lingkungan Unima ini dipimpin Rektor Unima Joseph Philip Kambey.

Rektor membacakan sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek RI) Brian Yuliarto pada peringatan yang mengusung tema Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Tema ini, sebut Rektor membacakan sambutan Mendiktisaintek RI, sejalan dengan Asta Cita keempat Preiden RI Prabowo Subianto.

Selain itu, menjadi orientasi pembangunan Kemendiktisaintek yang tertuang dalan Renstra 2025-2029 dengan visi Terwujudnya pendidikan tinggi  sains dan teknologi yang inklusif, adaptif dan berdampak dalam mewujudkan transformasi bangsa meuju Indonesia Emas 2045.

Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat sebagai wujud komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan ini diisi pula dengan penyerahan Satya Lencana Karya Satya kepada para PNS yang telah mengabdi secara terus-menerus selama 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan loyalitas dalam pelayanan kepada bangsa dan negara.

Selain itu, Rektor turut memberikan apresiasi kepada 4 program studi (prodi) yang berhasil meraih akreditasi Unggul yakni prodi.Ilmu Kesehatan Masyarakat, prodi Pendidikan Bahasa Inggris, prodi Akuntansi dan prodi Geografi.

Tak kalah menarik, di momen ini, Rektor memberikan pula apresiasi kepada Orbanus Naharia, dosen Unima yang menjadi satu-satunya perwakilan Sulawesi Utara dalam meraih pendanaan Bestari Saintek. (FA)

Meimonews.com – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) Tahun 2026 Universirtas Negeri Manado (Unima) mulai berlangsung di Gedung TIK Unima, Selasa (21/4/2026).

Pembukaan pelaksanaan penerimaan calon mahasiswa baru perguruan tinggi akreditasi Unggul ini dilakukan Rektor Unima Joseph Philip Kambey.

Dengan persiapan matang dan komitmen pelayanan terbaik, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar.

Momentum ini menjadi awal bagi para peserta dalam meraih cita-cita menuju pendidikan tinggi yang lebih baik.(*/FA)

Meimonews.com – Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Wamenkes RI) Benjamin Paulus Octavianus bersama Ajudan Presiden RI Hercekino Fraya Wowor mengadakan kunjungan ke Universitas Negeri Manado (Unima), Kamis (9/4/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari proses evaluasi sekaligus penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran, khususnya di wilayah Sulawesi Utara.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Pusat Unima, Tondano, Rektor Unima Joseph Philip Kambey memaparkan berbagai aspek kesiapan institusi, meliputi pengembangan kurikulum, kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta rencana pembangunan rumah sakit pendidikan sebagai penunjang utama proses akademik.

Rektor menyampaikan, pembukaan Fakultas Kedokteran (Faked) Unima merupakan langkah strategis Unima dalam menjawab kebutuhan tenaga medis yang terus meningkat, sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Wamenkes menegaskan, pemerintah memberikan perhatian serius terhadap upaya peningkatan jumlah dan pemerataan tenaga dokter di Indonesia.

Dijelaskan, kehadiran Fakultas Kedokteran Unima diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Wamenkes juga menekankan pentingnya menjaga standar mutu pendidikan kedokteran agar lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang unggul dan siap menghadapi tantangan di dunia kesehatan.

Kegiatan ini mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan institusi pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. (*/FA)