Meimonews.com – Ajudan Presiden RI Prabowo Subianto Hercelino Fraya Wowor dan Staf Khusus (Stafsus) Mendiktisaintek Muhammad Fajar Shiddieq melakukan kunjungan ke Universitas Negeri Manado (Unima), Jumat (5/12/2025).

Wowor dan Shiddieq diterima Rektor Unima Joseph Philip Kambey di dampingi antara lain Wakil-wakil Rektor Unima, beberapa Dekan dan Biro di ruang rapat Lantai 2 Unima, Tondano.

Dalam pertemuan tersebut dibahas arah dan strategi penguatan pendidikan tinggi di Sulaweai Utara.

Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Unima dalam upaya pengembangan institusi, khususnya terkait rencana pendirian program studi baru.

Fokus utama pembahasan adalah pendirian Program Studi (Prodi) Kedokteran dan prodi Teknologi Pertanian sebagai bagian dari pengembangan akademik yang sejalan dengan kebutuhan nasional dan regional.

Pendirian kedua program studi ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi Unima dalam menyediakan sumber daya manusia yang kompeten di bidang kesehatan dan teknologi pertanian, serta memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.

Kunjungan kerja ini juga menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan kapasitas institusi pendidikan tinggi di daerah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Unima dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktiaaintek) RI. (*/FA)

Meimonews.com – Permasalahan Danau Tondano yang berada di Kabupaten Minahasa terus jadi pembicaraan bukan hanya di daerah ini tapi (bahkan) secara internasional.

Bentuk kepedulian terhadap permasalahan Danau Tondano, yang sebenarnya memiliki potensi penting bagi daerah ini, membuat Unima dan Jepang melakukan kolaborasi.

Kolaborasi tersebut diawali penandatangan kerjasama antara Unima dan DEA Consultants, Inc Japan di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Pusat Unima, Kamis (27/11/2025).

Penandatangan telah dilakukan Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan Head of Survey and Measurement Department Fukasawa Takeshi (IDEA Consultants, Inc Japan).

Kolaborasi dengan Tim IDEA Jepang ini untuk melakukan penelitian di Danau Tondano seperti mengontrol perkembangan eceng gondok dan penanggulangan bencana.

Mendampingi Takashi adalah Researcher of Survey and Measurement David Erick Angmalisang dan tim dari IDEA Consultants, Inc. Japan. Dari Unima, hadir Wakil Rektor 3 Unima Lenny Leorina Evinita (mewakili Rektor) dan perwakilan fakultas-fakultas. (FA)

Meimonews.com – Beberapa Kepala Jurusan (Kajur), Kepala Program Studi (Kaprodi) dan Koordinator Pusat (Kapus) pada Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) di Lingkungan Unima dilantik dan diambil sumpah/janji jabatan.

Acara tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Pusat Unima Tondano, Selasa (18/11/2025).

Pelantikan dilakukan Rektor Unima Joseph Philip Kambey di dampingi Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu, Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, Kepala LP3M Patricia M. Silangen dan Karo Kepegawaian, Keuangan dan Umum Joudia Meyke Rangkang.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pesan dan ajakan penting untuk mereka yang dilantik dan diambil sumpah/janji jabatan tersebut.

Rektor berpesan untuk bekerjasama dengan baik, berkinerja dengan baik, menjaga integritas kita dalam bekerja seperti yang sudah dibacakan tadi yakni menjauhkan diri dari perbuatan tercela, menjaga etika jabaran, menghindari diri dari suap dan gratifikasi terutama juga pungli.

“Sehingga kita boleh sama-sama Universitas Negeri Manado lebih baik lagi ke depannya,” ujar Rektor.

Untuk Kaprodi, diminta untuk menjadi garda terdepan, bileh jadi berkat bagi mahasiswa yang akan berkuliah di prodi masing-nasing karena mereka adalah customers kita.

“Jadi, sebagai customers kita harus melayani mereka dengan sebaik-baiknya, jangan jadikan mereka obyek untuk meminta-minta uang,” ujarnya.

Jika ini terlaksana dengan baik, menurutnya, maka mahasiswa-mahasiswa akan menjadi alumni dan mereka-mereka ini akan menjadi marketer kita. (FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) mendapat kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) untuk mengadakan Sosialisasi Program Ekosistim Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari).

Dari sekian banyak universitas yang ada, Unima salah satunya yang mendapat kepercayaan tersebut. Olehnya, Rektor Unima Joseph Philip Kambey menyampaikan terima kasih kepada Kemdiktisaintek karena mendapat kesempatan untuk mensosialisasikan kegiatan ini.

Sosialisasi ini, menurut Rektor sangat penting bagi Unima sebagai universitas dengan akreditasi Unggul dan ingin berprestasi lebih baik lagi. Oleh karenya, Rektor berharap semua pimpinan untuk mengikuti dengan cermat karena kegiatan ini juga akan membantu kita semua secara institusi.

 

Aris Winarna saat memaparkan materi yang dimoderatori Kepala LPPM Unima Armstrong F. Sompotan

“Mari kita ikut sosialisasi ini dengan baik sehingga kita boleh mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya,” ujarnya ketika memberikan sambutan pada pembukaan Sosialisasi dan Penandatangan Komitmen Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Usaha Mikro dan Kecil (UMK), Selasa (18/11/2025).

Kegiatan yang diikuti pimpinan dan staf di lingkungan Unima ini diadakan di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Pusat Unima Tondano.

Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan upaya Unima dalam mendukung program pemerintah yang mendorong optimalisasi penggunaan produk dalam negeri di lingkungan instansi pendidikan tinggi.

Penandatanganan komitmen bersama oleh pimpinan Unima menjadi salah satu bagian penting dalam program ini dan menegaskan keseriusan institusi dalam mengimplementasikan kebijakan P3DN secara terstruktur, terukur dan berkelanjutan.

Aris Winarna (Kemdiktisaintek) dalam pemaparan materinya yang berjudul Semesta Bestari Saintek (Laboratorium hidup, menyamai tradisi memanen inovasi) mengawali dengan menjelaskan tentang transformasi saintek untuk menuju masyakat ilmu pengetahuan.

Dijelaskan input dari program ini yang terkait dengan Kebijakan dan anggaran, SDM saintek (dosen, peneliti), Rekasi, jejaring kemitraan, infrastruktur saintek; Aktivitas yang terdiri dari diseminasi dan publikasi pemanfaatan saintek, Diplomasi saintek melalui pemberdayaan asosiasi keilmuan; Penguatan ekosistem dan budaya saintek; Pembangunan repositori; Prakondisi : Dukungan dari sisi angaran dan Adanya sinergi lintas sektor.

Untuk output terdiri dari Produk saintek yang termanfaatkan oleh masyarakat, Exposure saintek ke publik, Kemitraan dan kolaborasi bidang saintek, Dokumen depositori dampak saintek.

Untuk Short Term Outcomers meliputi saintek menjadi agenda publik, perguruan tinggi menjadi katalisator untuk membumikan saintek di masyarakat, serta meningkatnya nilai tambah potensi lokal.

Untuk Medium Term Outcomers meliputi Membuminya saintek pada kehidupan masyarakat sehari-hari, meningkatnya produktivitas pendapatan masyarakat/komunitas, terbangunnya masyarakat yang rasional.

Winarna lantas menguraikan tentang bagimana membentuk masyarakat yang rasional, yang membutuhkan sinergi kreasi masyarakat dan akademisi untuk sains dan teknologi nusantara (Semesta) yakni science literacy, public understanding, public engagement.

Diuraikan pula tentang Mengapa laboratorium hidup, Apa yang dilakukan di laboratorium hidup, Posisi riset ekosistim hidup dan perbandingan model laboratorium dalam proses inovasi.

Setelah memberikan penjelasan awal, Winarna di dampingi Kepala LPPM Unima Armstrong F. Sompotan sebagai moderator, lalu memaparkan Pengenalan program bestari saintek.

Aris Winarna saat tiba di kampus Unima Tondano, yang dijemput Karo PKSHM Unima Vivi Saroinsong

Secara umum, Bestari Saintek merupakan pemanfaatan saintek berbasis potensi daerah yang menghimpun komomitas, talenta dan jejaring lokal untuk menghasilkan solusi yang tepat guna dan terukur.

Siklus kerjanya mencakup penjaringan kebutuhan pemangku kepentingan, perancangan bersama, pengujian di lingkungan nyata, penyempurnaan berbasis umpan balik, hingga adopsi.

“Arah program bertumpu pada nilai tambah,” ujarnya seraya menyebut rinciannya yakni mutu produk dan jasa, efisiensi rantai pasok, pembukaan akses pasar, serta peningkatan ekonomi warga dan daerah melalui praktik usaha yang tangguh, adaptif dan berkelanjutan.

Dijelaskan pula tujuan umum dan khusus program inii, siapa sasaran dan targetnya, siapa mitranya, berapa besaran pendanaannya, bagaimana ruang lingkup program ini, bagaimana mekanisme literasilinya, apa luaran akhir program ini, seperti apa alur seleksi program ini, apa yang dinilai pada usulan program ini, kapan mulai mendaftarnya.

Panduan perumusan Semesta Bestari Saintek dipaparkan oleh Winarna yakni agenda dan living labs serta merincikannya satu persatu. (FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Sosialisasi dan Penandatanganan Komitmen Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Kegiatan yang diikuti oleh, antara lain, Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu, Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, pimpinan Senat Unima, pimpinan Senat, pimpinan dan staf tingkat univeritas lainnya serta para Dekan, Wakil Dekan, dan Kaprodi ini diadakan di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Pusat Unima, Tondano, Selasa (18/11/2025) ini.

Ada empat poin penting disampaikan Rektor untuk menjadi perhatian dan ditindaklanjuti terkait nama baik Unima yang kini mendapat predikat Unggul. Empat poin itu adalah soal IKU (indeks kinerja utama), soal surat izin dan soal Plh (Pelaksana Harian) Dekan.

Soal pungli (pungutan liar) terus menjadi perhatian karena hal itu masih terjadi di Unima, sebagaimana data yang dimiliki Rektor baik dari internal maupun eksternal Unima.

Rektor mengingatkan kepada seluruh pimpinan dan staf di lingkungan Unima untuk tidak melakukan punggutan liar (pungli) karena ada sanksinya,

Rektor menegaskan, berulang kali ia sampaikan soal hentikan pungli dan gratifikasi. Ia mendapat laporan dari mahasiswa masih terjadi pungutan liar. ‘Saya ulangi lagi, masih terkadi pungutan kiar di program studi dengan berbagai bentuk modus. Saya tahu prodi mana itu. Jadi, saya ingkatkan kembali, tolong, tolong hentikan pungutan liar di program studi,” ujarnya.

Mantan Plt.Wakil Rektor 2 Unima ini mengungkapkan bahwa ia mendapat laporan bukan hanya dari internal Unima tapi dari eksternal Unima juga. Ada laporan dari luar masuk kepadanya. Rektor lantas memaparkan kromologis terjadinya proses pungli. Nama orang tersebut dan dari fakultas/prodi mana, ada padanya.

Pembacaan Pakta Integritas oleh Sekretaris Rektor Unima Imelda Marcia Watulingas yang diikuti seluruh peserta yang menandatangani pakta integritas

“Sampai saat ini masih terjadi (pungli). Tadi malam saya mendapat laporan dari BEM Unima. Mereka akan mengadakan demo lagi di salah satu fakultas oleh karena ada pungli. “Jadi, sekali lagi, tolong hentikan pungutan liar,” tandas Rektor.

Menurutnya, sebagai pimpinan yang sudah mendapat tunjangan, tukin (tunjangan kinerja) dan gaji, itu sudah cukup. Jadi, diingatkan untuk jangan lagi melakukan pungli.

Diungkapkan, akan ada satu pejabat yang akan mendapat/diberikan sanksi. Rektor berharap, semoga ini (pemberian sanksi) menjadi pembelajaran buat yang lain.

Mantan Dekan FEB Unima ini menyebutkan, ketika dilantik sebagai Rektor, soal pungli ini adalah pesan utama dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek). Ia merasa malu waktu itu.

Pada waktu 70 pejabat yang dilantik (termasuk dia red), ungkapnya, Menteri hanya memberikan pesan kepadanya, “Pak Rektor, hentikan pungli di Unima.”

Dan, itu merupakan tugas yang diberikan kementerian. Oleh karenanya, Rektor berharap kepada pimpinan dan staf di lingkungan Unima yang diangkatnya untuk memberantas pungli di Unima.

“Sampai saat ini masih ada laporan pungli di Unima. “Anda diangkat, dilantik dan anda menandatangani pakta integritas. Jangan lupakan itu,” ujarnya, mengingatkan.

Soal IKU, Rektor mengungkapkan, pada waktu upacara hari Pahlawan tanggal 10 November 2025, ia telah menyampaikan bahwa kalau ada prodi (program studi) yang IKUnya belum tercapai sampai akhir tahun 2025 maka akan diganti.

Semoga ini diperhatikan betul-betul oleh setiap pimpinan jurusan dan Kaprodi. Hal itu selalu ia state berulang dan sudah kedua kali karena ini akan menentukan kinerja dekan dan rektor. Ia tidak main-main untuk ini. Untuk prodi yang tercapai kinerjanya, akan ada konsekuensi.

Ada dua fakultas (Rektor menyebut dua fakultas tersebut red) yang sudah diberi perhatian khusus. Kepada Kajur dan Kapordi diminta untuk memperhatikannya. Karena hal ini terkait dengan kinerja mereka.

Soal izin, Rektor mengungkapkan bahwa kemarin, ia mendapat surat izin yang diteruskan dari dekan karena eebagai dosen akan tugas di luar daerah. Ketika dilihat dan baca, surat itu dikeluarkan oleh satu Dinas (disebutkan dinas tersebut  red) untuk menghadiri salah satu kegiatan.

Rektor menyampaikan kepada dekan-dekan bahwa untuk mendapat izin Rektor, maka dinas terkait itu harus bersurat dalam bentuk surat permohonan. Karena kemarin yang diterima adalah surat perintah. Surat perintah kepada dosen Unima untuk menghadiri. Ia sempat Kabag untuk menanyakan dosen ini kerja di Unima atau dinas tersebut ?

Jadi, kalau ada surat izin, izin dari Rektor. Kepada orang yang diberikan izin, tolong beritahukan kepada intstansi luar Unima yang akan menggunakan keahlian anda atau apalah bermohonlah kepada Rektor untuk diberikan izin.

“Jangan surat perintah. Kalau tidak ada surat permohonan, saya tidak akan memberikan surat izin. Tapi kalau ada saya akan memberiksn surat izin. Karena ini bisa menjadi masalah buat anda ke depan,” ujarnya,

Poin terakhir adalah soal Pelaksana Harian (Plh) Dekan. Rektor mempersilahkan Dekan mengusulkan. Tapi biasanya WD 1 karena berkaitan dengan kegiatan-kegiatan akademik, kecuali WD 1 berhalangan maka WD 2. Kalau WD 2 berhalangan, WD 3. “Tapi permohonannya kepada Rektor, jangan main tunjung sendiri karena aturannya seperti itu,” tandasnya.

Di akhir sambutannya/arahannya, Rektor menegaskan, lebih baik bicara pahit di muka supaya menjadi pembelajaran bersama dan supaya manis di belakang. “Jangan manis-manis di muka kong pait (lalu pahit red) di belakang,” tandasnya.

Di momen tersebut, para Wakil Rektor memberikan pemaparan/penjelasan terkait beberapa program/kegiatan yang telah dilaksanakan/dicapai oleh masing-masing bidang dan rencana ke depan, termasuk menanggapi pertanyaan dan masukkan/saran dari peserta.

Terkait seringnya Rektor mengingatkan soal hentikan pungli, Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Unima Vivi W. Saroinsong kepada Meimonews.com di sela kegiatan, menjelaskan hal itu merupakan komitmen untuk mewujudkan Unima WBK (wilayah bebas korupsi). (FA)

Meimonews.com – Humas Universitas Negeri Manado (Unima) Titof Tulaka menegaskan, proses perkara dugaan plagiasi tulisan ilmiah yang dituduhkan kepada Rektor Unima Joseph Philip Kambey dalan perkara Nomor 207/G/2025/PTUN Jakarta belum memiliki kekuatsn hukum tetap.

“Masih berproses secara hukum. Belum terbukti secara sah dan meyakinkan bahwa Rektor Unima telah melakukan plagiasi,” ujarnya kepada Meimonews.com  via telefon, Kamis (30/10/2025).

Itu sebabnya, bila ada pernyataan bahwa Rektor Unima terbukti melakukan plagiasi tulisan ilmiah, maka pernyataan itu dinilai terlalu subjektif dan tidak selaras dengan fakta hukum yang sementara berlangsung/berjalan,

“Kami menghargai pandangan semua pihak, termasuk kuasa hukum penggugat. Namun perlu digarisbawahi bahwa proses hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta masih berlangsung dan belum ada putusan hukum yang berkekuatan tetap. Karena itu, tidak tepat apabila ada pihak yang secara prematur menyatakan seseorang terbukti bersalah,” ujarnya.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey, menurutnya, sejak awal persidangan telah bersikap kooperatif dan menghormati setiap tahapan proses hukum yang digelar secara terbuka.

Ditegaskan, Unima berkomitmen untuk tidak melakukan intervensi apa pun, namun memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah institusi dari pemberitaan yang tidak berimbang.

“Unima adalah lembaga pendidikan tinggi negeri yang menjunjung tinggi kejujuran akademik sekaligus menghormati supremasi hukum. Karena itu, kami menyerukan agar semua pihak bersikap objektif, proporsional, dan menahan diri dalam memberikan penilaian sebelum adanya keputusan resmi majelis hakim,” ujarnya.

Dijelaskan, fakta persidangan tidak bisa ditarik secara parsial atau ditafsirkan sepihak oleh salah satu pihak berperkara. Kebenaran hukum hanya dapat ditegaskan melalui putusan pengadilan yang sah dan berkekuatan hukum tetap.

Terkait dengam proses pemilihan dan penetapan Rektor Unima di mana Joseph Philip Kambey terpilih dan telah dilantik sebagai Rektor Unima, Titof menegaskan, seluruh proses pemilihan dan penetapan Rektor Unima telah dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan dan diawasi langsung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

“Proses pemilihan Rektor Unima berjalan transparan, objektif, dan sesuai regulasi. Karena itu, pernyataan yang mendahului putusan pengadilan bukan hanya tidak etis, tetapi juga berpotensi membentuk opini publik yang keliru,” sebutnya.

Humas Unima mengimbau seluruh civitas akademika, alumni, serta masyarakat luas untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh pemberitaan yang belum terverifikasi, dan menyerahkan seluruh proses kepada lembaga peradilan yang berwenang.

“Mari kita hormati proses hukum dan jaga nama baik Universitas Negeri Manado sebagai rumah besar akademik yang berintegritas. Setelah pengadilan memutuskan, barulah publik dapat menilai secara objektif dan adil,” ajak Titof, (FA)

Meimonews.com – Rektor Unima (Universitas Negeri Manado) menyerahkan surat keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Unima Kemdiktisaintek RI (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia).

Penyerahan SK tersebut dilakukan Rektor pada acara penyerahan SK dan Pengambilan Sumpah Janji di Auditorium Walanda Maramis Unima Tondano, Rabu (29/10/2025).

Mendampingi Rektor pada acara penyerahan SK tersebut antara lain Wakil Rektor 3 Unima Lenny Leorina Evinita, pimpinan Senat Unima, dan Kepala-kepala Biro Unima.

Ada cukup banyak P3K yang mendapat SK pengangkatan tersebut. “Sebanyak 123 P3K yang mendapat SK pengangkatan dari pak Rektor,” ujar Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (PKHM) Unima Vivi W. Saroinsong kepada Meimonews.com, usai acara penyerahan SK.

Suasana gembira baik dari penerima maupun keluarganya terlihat pada saat penyerahan SK dan setelah itu. Mereka bersyukur dan berterima kasih kepada pimpinan Unima atas pengangkatan tersebut. (FA)

Meimonews.com – Guna memperkuat langkah strategis dalam dunia pendidikan tinggi, dan merupakan wujud nyata sinergi dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, Universitas Negeri Tondano (Unima) menjalin kolaborasi dengan Universitas Terbuka (UT) Jakarta.

Kolabrasi tersebut berwujud penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Rektor Unima Joseph Philip Kambey dengan Rektor UT Jakarta Ali Muktiyanto di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Kolaborasi ini menggabungkan keunggulan Unima dalam pengembangan pendidikan karakter dan riset sosial (humaniora) dengan kompetensi UT dalam pembelajaran terbuka dan jarak jauh.

Rektor Unima menjelaskan, kerjasama ini didasarkan pada asas saling mendukung dan memperkuat keunggulan masing-masing institusi.

Rektor UT menyambut positif kerjasama ini sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan dan dampak sosial program-program kampus, serta memperkuat jejaring akademik nasional.

Kedua pihak berharap bahwa kemitraan ini akan menghasilkan bentuk-bentuk program bersama seperti pengembangan kurikulum, riset kolaboratif, dan pengabdian masyarakat lintas daerah. (*/FA)

Meimonews.com – Suatu hal yang patut dibanggakan, Universitas Negeri Manado (Unima) masuk urutan 20 Ramah Disabilitas UI GrenMetric.

Oleh karena itu, dan terkait dengan dukungan Unima pimpinan Joseph Philip Kambey (Rektor) terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo, berbagai langkah strategis terus dilakukan Unima untuk program Ramah Disabilitas.

Berbagai langkah tersebut diungkap dan ditekankan untuk terus dilaksanakan ketika Wakil Rektor 1 Unima Mister Gideon Maru memberikan sambutan mewakili Rektor pada pertemuan Unima Ramah Disabilitas yang diselenggarakan Biro Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (PKHM) Unima, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan yang didukung Unit Pelayanan Disabilitas Unima dan dihadiri pimpinan Unima dan Fakultas-fakultas se-Unima ini dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 2 Unima Tondano

Langkah strategis Unima Ramah Disabilitas adalah pertama, penyiapan Unit Layanan Disabilitas; kedua, Penyiapan dokumen SOP layanan disabilitas; ketiga, penyediaan sarana yang aksesibel; dan keempat, pemberian beasiswa ADIK untuk semua mahasiswa disabilitas Unima.

“Hal-hal tersebut sedang dilakukan Unima di bawah kepemimpinan Rektor (Joseph Philip Kambey – Red),” ujar Kepala Unit Pelayanan Disabilitas Unima Aldjon Nixon Dapa (Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Unima) kepada Meimonews,com, usai kegiatan.

Langkah-langkah strategis ini, sebut Kepala Biro PHKM Unima Vivi W. Saroinsong yang dihubungi terpisah di lokasi kegiatan, sejalan dengan amanah Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023 dan guna mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo.

Dalam Permendikbudristek, antara lain diatur tentang akomodasi yang layak pada semua jenjang pendidikan harus ramah disabilitas.

Dapa menyebutkan, di Unima, ada sekitar 32 mahasiswa. (FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan PT BFI Finance Indonesia Tbk di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Pusat, Tondano, Selasa (21/10/2025).

Penandatangan kerjasama berupa Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Tri Dharma Perguruan Tinggi dilakukan Rektor Unima Joseph Philip Kambey dengan Manager Area Sulut PT BFI Finance Indonesia Tbk Leri Melki Sitanggang tentang Tridharna Perguruan Tinggi.

Setelah itu dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) Pelaksanan Kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pemanfaatan serta Penyediaan Sumber Daya Manusia oleh Regional HCBP Head PT BFI Finance Indonesia Tbk Meggy Marheydy Wetter dengan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Aldjon Dapa.

Penandatangan MoA oleh Dekan-dekan Fakultas

Dengan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Sjeddie Rianne Watung. Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat (FIKKM) FA Makadada, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Grace Luntungan dan Wakil Dekan 3 Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Joy Kumaat.

Dalam sambutannya, Sitanggang mengungkapkan sangat bangga dan senang diberikan kesempatan untuk menandatangani MoU dengan Unima.

Penandatangan kerjasama ini, sebutnya, menunjukkan kolaborasi antara dunia pendidikan dan swasta. Kerjasama ini diharapkan menjadi sarana pemberdayaan sumber daya manusia yang unggul, yang tidak hanya memberikan kesempatan akademik tetapi juga untuk dunia usaha.

“Semoga kerjasama ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya seraya berharap lulusan dari Unima bisa bekerja di lingkungan perusahaan mereka.

Rektor Unima dalam sambutannya menjelaskan, dengan adanya kerjasama ini maka dari BFI bisa memberikan materi atau memberikan kuliah umum bagi mahasiswa di Unima berkaitan dengan hal seperti perbankan dan bisnis.

Demikiam pula dengan para dosen Unima bisa melakukan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan-kepentingan penelitian dan pengabdian.

Turut hadir pada kegiatan yang dipandu Sekretaris Rektor Marcia Imelda Watulingas ini, antara lain Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, (FA)