Meimonews.com – Dekan Fakultas Teknis Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Fabian J. Manoppo, M.Agr. menjadi pendaftar pertama proses pemilihan ulang Rektor Unsrat Manado Periode Tahun 2022 – 2026.

Manoppo memproklamirkan diri sebagai Balon (bakal calon) Rektor di hari ketiga periode Pendaftaran, Senin (1/11/2022).  Kehadiran pria berkelahiran 14 Oktober 1962 ini di Sekretariat pendaftaran Unsrat  didampingi oleh istri dan para pendukung.

Manoppo merupakan alumni Fakultas Teknik Unsrat Jurusan Teknik Sipil Tahun 1992. Ia menyelesaikan Studi S2 di Saga University Japan Tahun 1996, dan di negara yang sama menyelesaikan Studi S3 di Kagoshima United University. Saat ini, Manoppo adalah Dekan Fakultas Teknik Unsrat untuk periode kedua Tahun 2022-2026.

Dokumen persyaratan diterima oleh Panitia Penjaringan Ulang Bakal Calon Rektor Unsrat Periode 2022-2026 yang diketuai Dr. Ronny Maramis, SH., MH,  Sekretaris Dr. Roike I. Montolalu, S.Pi, M.Sc. dan Anggota Prof. Dr. dr. Freddy Welly Wagey, Sp.OG-K., Prof. Dr. Bernhard Tewal, SE., ME., Prof. Dr. Zetly Estefanus Tamod, SP., M.Si. Dr. Ir. Max R.J. Runtuwene, M.Si. dan Dr. Isnawaty Lydia Wantasen, S.S., M.Hum. (af)

Meimonews.com – Calon-calon pemimpin Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang memiliki kapasitas, kapabel dan tidak transaksional masih banyak.

Mereka itu adalah dosen-dosen yang tersebar di fakultas-fakultas dan lembaga pendidikan di Unsrat yang berpredikat profesor, doktor dan lain-lain.

“Bila dipercayakan kepada mereka, diyakini, Unsrat akan semakin maju dan berkembang,” ujar Prof. Dr. Ir. Fabian J. Manoppo dalam percakapan dengan Meimonews.com di Manado, baru-baru.
Mereka itu, sambung Dekan Fakultas Teknik Unsrat ini,  bisa mengangkat citra/keberadaan Unsrat menjadi lebih baik dari yang ada sekarang, walau diakui, sekarang ini sudah termasuk baik.

Menjadi pertanyaan, apakah mereka (calon-calon pemimpin itu) diberi kesempatan lewat mekanisme yang ada (pemilihan oleh para anggota Senat Unsrat dan perwakilan Kemendikbudristek) untuk menjadi pemimpin (Rektor) Unsrat ke depan, menggantikan Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc, DEA yang akan mengakhir masa kepemimpinan periode keduanya dalam waktu dekat ini ?

Fabian mengungkapkan, saat ini, ada program yang cukup bagus yang  hendaknya dikembangkan termasuk di Unsrat yaitu Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, yang diprogramkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim.

Bila selama ini kita selalu berpikir bahwa sistem pendidikan itu sakral, tidak bisa berubah, papar dosen teladan II Unsrat ini, maka kita akan ketinggalan zaman. Kita mestinya berubah untuk menjadi lebih baik, lebih maju ke depan.

Pengurus Persatuan Insinyur Indonsia (PII) Manado ini menjelaskan, konsep Menteri Makarim dengan konsep belajarnya dengan Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, cocok dengan Revolusi Industri dewasa ini.

Dijelaskan, sistem pendidikan dulu hingga sekarang bukan jelek. Cuma, sistem ini sudah perlu ada perubahan. Harus menyesuaikan dengan keadaan. Dan, itu yang harus diadakan perubahan. “Kalau selama ini torang terlalu kaku dan menganggap terlalu sakral sistem pendidikan kita maka sudah seharusnya diubah,”  ujarnya.

Program Kemendikbudristek itu, tambah Pengurus Forum Dekan Fakultas Teknik Indonesia ini, sangat inovatif dan mengikuti perkembangan zaman. Sebab, dalam dunia pendidikan, hal-hal terkait dengan penelitian bisa berkembang dengan cepat.

Bagi orang yang sudah merasa mapan dengan sistem yang ada sekarang, sebutnya, program yang ditawarkan Menteri dengan lompatan-lompatan yang cukup signifikan untuk memajukan dunia pendidikan mengikuti revolusi industri ini, memang terasa lain, dan masih sulit menerima.

Sebagai calon Rektor, hal-hal yang sudah bagus harus dipertahankan sementara bila ada hal-hal yang perlu diubah/ditingkatkan hendaknya dilakukan dan mengikuti perkembangan yang ada, menuju Revolusi Industri 5.0.

Apalagi dengan adanya program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, para mahasiswa diberikan kesempatan belajar yang besar. Bukan karena sipil (jurusan) maka yang dipilih/diajarkan cuma hal-hal yang terkait dengan sipil melainkan, di samping hal-hal sipil tapi juga hal-hal lain agar kelak, setelah para mahasiswa lulus mereka bisa melakukan hal-hal yang diperoleh selama masa pendidikan seperti menjadi enterpreneurship, kewirausahaan. Mereka bisa siap pakai dan mandiri.

“Kalau selama ini torang hanya terfokus dengan kampus itu sendiri maka dengan adanya program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar  maka torang boleh berkolaborasi dengan universitas besar dan top dunia. Dan, itu ada. Torang boleh berkolaborasi dengan universitas lain dalam hal penelitian,” ujarnya.

Ditegaskan, dengan adanya Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, sekat-sekat yang ada, yang bisa menghambat kemajuan pendidikan jadi terhapuskan.
Dan, masih banyak lagi keunggulan-keunggulan dan manfaat jangka panjang dari program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar. Diyakini, bila pemimpin-pemimpin ke depan melaksanakan apa-apa yang ada dalam program tersebut maka lembaga pendidikan tinggi ini akan lebih maju dan berkembang.

Berkaitan dengan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bersih Melayani (WBM), yang diyakini mengangkat citra/keberadaan Unsrat bila diterapkan, Fabian menyebutkan, program tersebut semestinya dilaksanakan karena merupakan program Presiden Joko Widodo yakni Reformasi Birokrasi di mana di dalamnya ada program Zona Integrasi.

Di dalam program  Zona Integritas ada dua yakni Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bersih Melayani (WBM). Bersih dari korupsi dan melayani. Birokrat yang bersih dan melayani. Bukan bos ! Mindset ini yang mesti diubah. Dan, memang tidak gampang.
“Contoh yang paling gampang, torang (pimpinan) cenderung, mahasiswa dan dosen perlu pa torang. Torang beking torang pe suka-suka. Itu khan mental yang lama. Mestinya torang (pemimpin) melayani kepada mereka,” tandasnya.

Memang, sambungnya, mengubah itu susah tapi tergantung pimpinannya. Kalau dia mau dan mampu, itu bisa dilakukan. Kalau cuma bikin administrasi saja tapi tidak melaksanakannya, percuma. Dan, musti ada pengawasannya.

Di Fakultas Teknik sudah diterapkan. Makanya, Fakultas yang dipimpinnya telah mendapat predikat Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan sudah diikutkan dalam program WBM.

Bila terpilih sebagai Rektor Unsrat Periode 2022-2026, dengan prestasi atau capaian yang diperoleh termasuk sebagai Dekan Fakultas Teknik Unsrat dua periode, Fabian akan melaksanakan program Presiden Joko Widodo yakni Reformasi Birokrasi, program Kampus Merdeka, Merdeka Belajarnya Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim inovasi-inovasi dan program-progran lain yang sudah disusunnya dalam visi, misi dan program sebagai Calon Rektor Unsrat. (fer)

Meimonews.com – Prof. Dr. Ir. Fabian J. Manoppo maju sebagai calon Rektor periode 2022 – 2026 bukan hanya sekedar “iko rame” tapi berbekal sejumlah prestasi yang diraih, kapasitas dan kapabiltasnya serta keinginan dan komitmen yang kuat untuk membuat Unsrat lebih maju dan berkembang.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com di Manado akhir pekan lalu, ia memaparkan latarbelakang ketertarikan / inspirasi untuk maju dalam kontestasi pemilihan Rektor Unsrat masa jabatan 4 tahun ke depan serta visi, misi dan program kerja prioritasnya.

Inspirasi itu adalah ia pernah menjadi Kepala Laboratorium Geoteknil Fatek Unsrat, Koordinator Prodi Magister (S2) Teknik Sipil Pasca Sarjana Unsrat, Ketua Jurisan Teknik Sipil Fatek Unsrat, Dekan Fatek Unsrat (2 perode), dosen teladan I di tingkat Fatek Unsrat dan dosen teladan II di tingkat Unsrat.

Selain itu, Fatek Unsrat dipercayakan oleh Kemendikbudristek sebagai penyelenggara Pameran Virtual 30 Harteknas 2021, Tenaga Ahli di bidang geoteknik baik tingkat nasional (KKJTi) maupun regional, Ketua HATI, Pengurus PII Cabang Manado, Pengurus Forum Dekan Teknik Indonesia., serta Fakultas Teknik yang dipimpinnya mendapat penghargaan pembangunan ZI untuk WBK dari Kemendikbudristek.

Apa yang akan dibuatnya bila terpilih sebagai Rektor Unsrat ? “Itu ada dalam visi, misi dan program kerja prioritas,” tegasnya seraya menambahkan bahwa dalam pelaksanaan kepemimpinannya bila terpilih sebagai Rektor akan  bersinergi dengan Pemerintah Daerah.

“Pelaksanaan visi, misi dan program kerja prioritas tersebut akan bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk Sulut Hebat di Era Rebolusi Indistri 4.0 dqn Society 5.0,” ujar profesor kelahiran 14 Oktober 1962 ini.

Menjadi pertanyaan, apa visi, misi dan program kerja prioritasnya sebagai Calon Rektor yang telah dipresentasikan pada Rapat Senat Unsrat di tahapan penyaringan untuk penetapan tiga balon Rektor, baru – baru ?

“Menjadi Universitas Unggul dan Berbudaya (To Be Excellent and Cultured University), itu visi saya sebagai calon Rektor,” tegas Manoppo.

Penjabaran dari visi tersebut, Manoppo menetapkan empat misi yakni pertama, melaksanakan tridharma dengan mengembangkan budaya mutu dan berstandar internasional dengan mengangkat kearifan lokal; kedua, membangun zona integritas (ZI) Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bebas Melayani (WBBM).

Ketiga, menghasilkan outcome yang memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual; dan keempat, melaksanakan teknologi metaverse dalam pelaksanaan tridharma serta pemberdayaan aset dan sumber daya manusia di era revolusi industry 4.0 dan society 5.0.

Manoppo menetapkan milestone untuk empat tahun kepemimpinan. Tahun 2022 peningkatan kesejahteraan lewat remunerasi BLU dan peningkatan income generating serta persiapan akreditasi. Tahun 2023 pemetaan infrastruktur pendidikan dan pemguatan pemanfaatan sumber daya.

Tahun 2024 penguatan tridharma berdasarkan program MBKM, standar mutu dan standar internasional dengan inovasi teknologi metaverse. Tahun 2025 30 persen prodi mendapat akreditasi internasional dan 30 pereen fakultas mendapat predikat ZI. Tahun 2026 iniversitas berstandar internasional dan berbudaya.

Untuk mewujudkan itu, Manoppo menyusun program – program kerja prioritas. Ada 13 program kerja prioritas. Pertama, melaksanakan program Merdeka Belajar Kampis Merdeka lebih inovatif. Kedua, melaksanakan kelas internasional dan berkolaborasi dengan universitas dengan universitas ranking QS 100.

Ketiga, membuka prodi S1, S2, S3 sesuai dengan tuntutan pasar kerja. Keempat, melaksanakan kelas metaverse virtual reality dan augmented reality untuk tercapai efisiensi sekaligus mempersiapkan outcome yang mampu berkompetisi di era revolusi industry 4.0 dan society 5.0.

Kelima, peningkatan universitas 10 – 50 besar pada berbagai lembaga peningkatan (4ICU, wenometric, Kemendikbudristek, dan lain – lain). Keenam, akreditasi prodi dan laboratorium terakreditasi internasional 30 persen (AUN, ASSIN, ABET, IABEE, JABEE, KAAB, OSO, dan lain – lain).

Ketujuh, penguatan SDM tenaga pendidik, laboratotium dan tenaga kependidikan. Kedelapan, unit pengelola kenaikan jabatan lektor kepala dan guru besar. Kesembilan, klaster penelitian mandiri berbais outcome untuk menaikkan publikasi internasional dan HAKI.

Kesepuluh, anggaran penelitian dan pengabdian mengikuti rasio dosen – mahasiswa sesuai kebutuhan akreditasi masing – masing prodi.
Kesebelas, subsidi dana modal awal penelitian masing – masing laboratorium. Kedua belas, perpustakaan metavrrse. Ketigabelas, unit penulisqn jurnal terakreditasi nasional dan internasional untuk penulisan proposal hibah kompetisi penelitiwn nasional dan internasional. (af)