Meimonews.com – Fakultas Hukum (FH) Unsrat menggelar sidang terbuka Senat fakultas dalam rangka memperingati puncak peringatan ke-68 fakultas di aula fakultas, Rabu (19/8/2026).

Acara puncak peringatan hari kelahiran fakultas yang kini dipimpin Jacobus Ronald Mawuntu ini turut dihadiri Wakil Rektor 2 Unsrat Roike Iwan Montolalu (mewakili Plt. Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa), Asisten 2 Sekdaprov Sulut Christian Talumepa (mewakili Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus) dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy.

Di momen yang mengangkat tema Bergerak Unggul, Berdampak bagi Negeri tersebut, Kajati Sulut memberikan Orasi Ilmiah dengan topik Praksis Keadilan Keperdataan dalam Transformasi Jaksa Pengacara Negara Menuju Advocaat General.

Plt. Rektor Unsrat yang diwakili oleh Wakil Rektor 2 (Bidang Administrasi Keuangan dan Umum) dalam sambutannya menegaskan, usia 68 tahun menjadi momentum bagi Fakultas Hukum untuk semakin memperkuat reputasi akademiknya.

“Kita tidak sekadar memperingatinya, tapi kita sedang merayakan perjalanan sebuah institusi yang telah mendidik insan hukum, membangun pemikiran hukum, serta memberi kontribusi bagi penegakan hukum, pembangunan daerah, dan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya membacakan sambutan Plt. Rektor.

Asisten 2 (Bidang Perekonomian dan Pembangunan) Setdaprov Sulut ketika memberikan sambutan mengungkapkan harapan Gubernur agar FH Unsrat terus memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan, penelitian dan pengembangan ilmu hukum di kawasan Indonesia Timur, serta kampus ini, dapat semakin dekat dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Gubernur mengajak sivitas akademika FH Unsrat terus bergerak, berkolaborasi dan berkarya, sehingga FH Unsrat semakin unggul, semakin dipercaya dan semakin besar dampaknya bagi Sulawesi Utara dan Indonesia pada umumnya. (FA)

Meimonews.com – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek RI) Brian Yuliarto menegaskan, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan dan memberikan gelar.

Kampus harus melahirkan manusia Indonesia yang unggul, berintegritas, menguasai ilmu pengetahuan, mencintai bangsanya dan berani mengambil tanggung jawab bagi kemajuan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Mensiktisantek dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Rektor 2 Unsrat Royke Iwan Montolalu mewakili Plt. Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa pada Upacara Peringatan HUT ke – 81 Kemerdekaan RI
di Lapangan Unsrat Manado, Senin (17/8/2026).

 

Upacara ini dihadiri antara lain Wakil-wakil Rektor, .Pimpiman Senat, Pimpinan Lembaga/Biro, Dekan Fakultas se-Unsrat dan staf/pegawai Kantor Pusat.

Oleh karena itu, Mendiktisantek mengajak kita untuk menjadikan setiap ruang kelas sebagai tempat menyiapkan masa depan dan kampus sebagai pusat perjuangan untuk kemajuan Indonesia.

Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 81 ini, jelas Mendiktisantek, tidak diberikan begitu saja, tapi dengan perjuangan, keberanian, pengorbanan, persatuan bahkan darah dan air mata para pahlawan.

“Tugas kita untuk meneruskannya dengan memastikan republik ini berhasil sebagai bangsa, berhasil menghadirkan kesejahteraan, membangun kemandirian dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Montolalu mengutip Mendiktisaintek.

Dalam sambutannya, Plt. Rektor mengemukaksn, dalam masa transisi, prioritas kita harus jelas yakni roda organisasi harus tetap berjalan, proses akademik tidak boleh terganggu, pelayanan kepada mahasiswa harus tetap optimal.

Selain itu, “tugas dosen dan tenaga kependidikan harus memperoleh dukungan yang memadai, serta standar mutu universitas harus terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Wakil Rektor 2 membacakan sambutan Plt. Rektor.

Di momen semangat kebangsaan tersebut, Wakil Rektor 2 di danpingi Wakil Rektor 1/Plt Wakil Rektor 3 Arthur Gehart Pinaria dan Wakil Rektor 4 Steenie Edward Wallah menyerahkan piagam penghargaan / sertfikat kepada sejumlah pimpinan prodi, dosen dan mahasiswa beprestasi. (FA)

Meimonews.com – Memasuki perguruan tinggi berarti memasuki fase kehidupan yang menuntut kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab serta kemampuan untuk menentukan arah masa depan. Menjadi mahasiswa bukan sekedar datang ke kampus, mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, kemudian memperoleh gelar.

Masa studi di perguruan tinggi harus menjadi kesempatan untuk membentuk kemampuan akademik, karakter, integritas, kreativitas, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa ketika memberikan sambutan pada Sidang Senat Unsrat dengan agenda kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unsrat 2026 di Auditorium Unsrat Manado, Jumat (14/8/2026).

“Karena itu, sejak hari pertama saudara menjadi mahasiswa Universitas Sam Ratulangi, saya mengajak saudara untuk memiliki satu tekad yang kuat yaitu menyelesaikan studi dengan baik dan tepat waktu,” ujarnya.

Lulus tepat waktu, menurut Rektor Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar ini, bukan berarti sekadar mengejar kecepatan. Lulus tepat waktu berarti mampu mengelola kesempatan, membuat prioritas, menjaga konsistensi, dan bertanggung jawab terhadap pilihan yang telah diambil.

Oleh karenanya, Plt. Rektor mengajak para maba untuk menyusun target akademik sejak awal. Pahami kurikulum, program studi, rencanakan mata kuliah dengan baik, jaga prestasi akademik, dan bangun komunikasi yang aktif dengan dosen pembimbing akademik, dan teman-teman di prodi (program studi).

“Ketika menghadapi kesulitan, jang membiarkan berlarut-larut. Bertanyalah berdiskusilah, dan manfaatkan berbagai fasilitas serta layanan akademik yang telah disediakan oleh universitas,” sebutnya.

Menurut guru besar dan dosen bidang Biologi dan Ekologi Kelautan pada Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas ini, keberhasilan menyelesaikan pendidikan, tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan.

Banyak orang yang memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi keberhasilan membutuhkan membutuhkan lebih dari itu. Dibutuhkan disiplin untuk tetap belajar ketika menghadapi kesulitan, ketekunan ketika hasil belum sesuai harapan, serta keberanian untuk bangkit ketika mengalami kegagalan.

Akademisi kelahiran Takalar (Sulsel), 8 Maret 1967 ini menyentil pula tokoh bangsa asal Sulut (dijadikan nama universitas) yakni Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi yang mewariskan semangat Si Tou Timou Tumou Tou (manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain). “Semangat tersebut harus menjadi bagian dari perjalanan saudara di kampus ini,” tandasnya.

Dikemukakan, pendidikan yang ditempuh bukan hanya untuk memperoleh pekerjaan atau meningkatkan kehidupan pribadi, tetapi juga untuk mempersiapkan diri menjadi manusia yang dapat memberikan manfaat bagi keluarga masyarakat, daerah, bangsa dan negara

Waktu, jelasnya, akan berjalan dengan sangat cepat. Karena itu jangan sia-siakan kesempatan yang telah diperoleh. “Datanglah ke kampus dengan tujuan. Ikutilah setiap proses dengan sungguh-sungguh.Tetapkan target kelulusan sejak sekarang, kemudian buktikan target tersebut melalui disiplin dan kerja keras setiap hari,” ajaknya.

Usai memberikan sambutan, Plt. Rektor di dampingi Wakil-wakil Rektor, pimpinan senat universitas dan panitia, memasangkan atribut almamater kepada perwakilan fakultas-fakultas, yang di dampingi para dekan, setelah itu (sebelum sidang senat ditutup), para maba mengucapkan janji mereka. (FA)

Meimonews.com – Jamaluddin Jompa telah ditunjuk Mendiktisantek RI (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia) sebagai Plt (Pelaksana Tugas) Rektor Unsrat pada 4 Agustus 2026.

Sejumlah tugas utama dipercayakan Mendiktisaintek RI untuk dilaksanakannya, sebagaimana sudah dipaparkan saat Rapat Pimpinan Unsrat, Rabu (5/8/2026).

Sejalan dengan itu dan untuk tindaklanjutnya maka sebagai Plt Rektor, Jumpo akan mengadakan konsolidasi dan ingin membangun Unsrat tetap kokoh dan tidak boleh tergoyahkan karena adanya status Plt Rektor.

“Plt Rektor hanyalah administratif, tetapi yang melaksanakan tugas Plt harus sukses dan bertanggung jawab,” ujarnya kepada wartawan usai memberikan sambutan pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unsrat Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Di dampingi Wakil Rektor 2 Roike Iwan Montolalu, Wakil Rektor 4 Steenie Edward Wallah, Humas Unsrat Max Rembang dan Staf Khusus Bidang Kemahaaiawan Ronny Gosal, Jompa menegaskan, ia harus all out dan memastikan seluruh proses akademik tetap berjalan dengan baik, proses tridharma perguruan tinggi tidak boleh ada yang terkurang, apalagi terhenti hanya karena adanya status Plt.

Ia berharap kehadirannya di Unsrat akan memberi angin segar. Ia memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan amanat Mendiktisaintek RI yang mengangkatnya menjadi Plt Rektor.

“Karena perintah Menteri maka saya memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan perintah tersebut. Harus menyediakan waktu dan energi untuk melaksanakan perintah tersebut,” ujar guru besar dan dosen di bidang Biologi dan Ekologi Kelautan pada Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas.

Ia ingin agar Unsrat memiliki SIM (sistem informasi managemen). Oleh karenanya, ia akan memproses program digital office electronic. Surat-surat yang keluar harus menggunakan sistem tersebut.

Diakui, memang sulit membagi waktu karena ada dua jabatan yang diembannya sekarang (Rektor Unhas Makassar dan Plt. Rektor Unsrat Manado). Bolak – balik Manado – Makassar. Oleh karena itu, ke.depan AI (Artificial intelligence) akan dijadikan program prioritas.

Ditegaskan, kepemimpinan harus berbasis AI administrasi. Kita harus membuat sistem agar keluhan masyarakat bisa segera dilayani. Agar ada kepuasan dari masyarakat.

“Saya pendatang baru tapi saya ingin agar Unsrat akan lebih maju lagi,’ ujar akademisi kelahiran Takalar (Sulsel), 8 Maret 1967 ini. (Lexie)

Meimonews,com – Pelaksana Tugas Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa melakukan road show untuk memantau pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unsrat Tahun 2026, Kamis (13/8/2026)

Sebelas fakultas yang ada di lingkungan Unsrat dikunjungi Plt Rektor yang di dampingi Wakil Rektor 1 / Plt Wakil Rektor 3 Arthur Gehart Pinaria, Wakil Rektor 2 Royke Iwan Montolalu, dan Wakil Rektor 4 Steeni Edward Wallah.

Ketika tiba di fakultas-fakultas, Plt.Rektor dan tim diterima para Dekan dan Wakil Dekan serta staf. Setelah itu, Plt Rektor dan tim menuju tempat pelaksanaan PKKMB.

Selain menyapa para mahasiswa baru (maba), Plt. Rektor dan tim menyempatkan waktu untuk foto bersama.

Walau hanya dalam waktu singkat/terbatas, para maba sangat antusias melaihat kehadiran Plt. Rektor Unsrat, yang adalah Rektor Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar.

Sesuai jadual, Plt Rektor akan bertatap muka lagi dengan para maba tapi dengan junlah terbatas di Auditorium Unsrat, Jumat (14/8/2026) pagi. (FA)

Meimonews.com – Ada tujuh tugas utama dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI kepada Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa yang harus jadi perhatian dan tanggung jawab bersama.

Tugas tersebut, pada ppkoknya adalah memastikan layanan akademik harus berjalan baik dan lancar, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi tetap optimal, serta seluruh aktivitas kampus berjalan secara normal, tertib, aman, dan kondusif.

Tugas tersebut, jelas Wakil Rektor 2 Unsrat Royke Iwan Montolalu dalam siaran persnya, telah disampaikan Plt Rektor Unsrat pada saat Rapat Pimpinan Unsrat yang diadakan di ruang rapat Rektorat, Rabu (5/8/2026).

Rapat ini dihadiri para Wakil Rektor, Ketua Senat universitas, para Kepala Lembaga dan Biro universitas serta para Dekan se-Unsrat.

Tugas pertama adalah memastikan layanan akademik berjalan lancar. Seluruh fakultas, program pascasarjana, program studi, biro, dan unit pelayanan akademik harus menjamin mahasiswa memperoleh layanan yang cepat, tepat, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Seluruh proses akademik, mulai dari perkuliahan, registrasi, pengisian rencana studi, pembimbingan akademik, ujian, seminar, penelitian mahasiswa, penyelesaian tugas akhir, yudisium hingga kelulusan harus berjalan sesuai kalender akademik.

Tugas kedua adalah memastikan seluruh aktivitas kampus tetap berjalan normal. Kegiatan tersebut meliputi administrasi, keuangan, kepegawaian, kemahasiswaan, serta kerja sama.

Tugas ketiga adalah memperkuat koordinasi dan komunikasi antarpimpinan. Dalam masa pelaksanaan tugas ini koordinas menjadi sangat penting. “Sebagai Plt Rektor saya meminta agar tidak ada unit kerja yang berjalan sendiri-sendiri dan setiap persoalan lintas unit segera diselesaikan melalui koordinasi yang cepat dan efektif,” ujar Jompa.

Tugas keempat, para wakil rektor, dekan, direktur, ketua lembaga, dan kepala biro agar menyampaikan laporan berkala mengenai perkembangan program, kendala yang dihadapi, serta langkah penyelesaian yang telah dilakukan.

Masalah yang dapat diselesaikan di tingkat fakultas atau unit kerja agar segera diselesaikan tanpa harus menunggu arahan dari tingkat universitas. Namun, persoalan strategis yang berdampak luas harus segera dilaporkan agar dapat ditangani bersama-sama.

Tugas kelima, menjaga tata kelola, integritas, dan kepatuhan terhadap peraturan. Seluruh keputusan dan tindakan administrasi harus berpedoman pada perundang-undangan serta ketentuan internal universitas.

Tugas keenam, menjaga suasana kampus yang aman, damai, dan kondusif. Universitas Sam Ratulangi adalah rumah bersama bagi seluruh sivitas akademika.” Oleh karena itu, kita semua bertanggung jawab menjaga suasana akademik yang sehat, saling menghormati, dan bebas dari intimidasi maupun konflik yang tidak produktif,” ujarnya.

Ditambahkan, setiap perbedaan pendapat hendaknya diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan mekanisme kelembagaan yang tersedia. Jangan membiarkan perbedaan berkembang menjadi persoalan yang mengganggu pelayanan akademik dan aktivitas kampus.

Tugas ketujuh, menjaga keberlanjutan program strategis universitas. Program yang telah direncanakan dan sedang berjalan harus tetap dilaksanakan sepanjang sesuai dengan ketentuan dan memberikan manfaat bagi kemajuan universitas.”Saya mengajak seluruh pimpinan bekerja dengan semangat kebersamaan. Tanggung jawab menjaga keberlangsungan universitas bukan hanya berada pada Plt Rektor, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh unsur pimpinan universitas,” ujarnya

Rektor Universitas Hasanudin (Unhas) Makasar ini mengajak kepada pimpinan Unsrat untuk menjalankan dengan mengutamakan kepentingan institusi, kepentingan mahasiswa, dan kepentingan masyarakat. Harus juga dipastikan bahwa setiap keputusan yang diambil memberi kepastian, menjaga stabilitas, dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Jompa mengharapkan dukungan, kerja sama, loyalitas terhadap institusi, serta komitmen kuat dari seluruh pimpinan, serta mengajak agar bekerja secara profesional, cepat, tepat, dan tetap berhati-hati dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku. (FA)