Meimonews.com – Untuk pertama kalinya mahasiswa Unsrat Manado terpilih sebagai peserta Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Nasional Tahun 2023.

Terpilihnya Natalie Gabriela Edravena Tombokan  dari prodi Pendidikan Dokter Unsrat ini sebagai peserta Pilmapres Tingkat Nasional karena ia menjadi juara pertama Pilmapres Tingkat Wilayah Provinsi Sulut, Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Tengah.

Pilmapres yang dilaksanakan di Universitas De La Salle Manado, 10-11/5/2023 itu diikuti 15 lembaga pendidikan tinggi di tiga wilayah provinsi tersebut.

Ketua Panitia Pilmapres Unsrat Tahun 2023 Sherwin Sompie, ST.MT, menjelaskan, selain Juara I Pilmapres Tingkat Wilayah Suluttenggo, Natalia juga menjadi Juara Favorit “Like” Instagram.

Prestasi ini, sebutnya,  tentu saja membanggakan dan mengharumkan nama Unsrat di bidang akademik karena Natalia mewakili Unsrat untuk pertama kali lolos sebagai peserta Pilmapres Tingkat Nasional.

“Karena itu, kami mohon dukungan civitas akademik Unsrat,” ujarnya, seperti dikutip Humas Unsrat Dr. Drs. Max Rembang, M.Sc kepada wartawan, Kamis (11/5/2023). (FA)

Meimonews.com – SMA Katolik St. Ignatius Malalayang menyiapkan 10 orang siswanya untuk mengikuti lomba Olimpiade Siswa Nasional (OSN) Tahun 2022 Tingkat Kota Manado.

” Saat ini, kami sedang mempersiapkan sebanyak 10 siswa untuk ikut lomba OSN tingkat Kota Manado yang akan dilaksanakan pada  24-25 Mei 2022,” ujar Kepala SMA Katolik St. Ignatius Malalayang Manado Henny Purasa kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Kamis (19/5/2022).

Baca juga : Program Guru Penggerak Diharapkan jadi Pendorong Peningkatan Kualitas Pendidikan di Manado

Untuk mengikuti ajang yang baru pertama kali diikuti sekolah yang dipimpimnya, sejumlah petsiapan dilakukan agar hasil terbaik bisa diraih para siswanya di ajang tersebut. Henny lantas menguraikan langkah-langkah persiapan keikitsertaan siswanya pada lomba OSN tahun ini.

Ke-10 siswa yang akan ikut dalam lomba tersebut terbagi dalam bidang geografi 2 siswa ekonomi 2 siswa, matematika 4 siswa dan kimia 2 siswa. Mereka (para siswa peserta lomba OSN) di dampingi 2 orang yakni pegawas Maya Nebuida dan proktor (petugas teknis) Wenny Tomboan.

Baca juga :  Masyarakat Sulut Diajak Manfaatkan Momen Keringanan PKB

Terkait target keikutsertaan lomba, Henny menegaskan, lolos tingkat Kota Manado dulu. “Siapapun dia, sekolah manapun termasuk sekolah kami, tentu berharap hasil yang terbaik dan lolos dalam tingkatan adalah target dan harapan keikutsertaan dalam lomba,” tandasnya seraya menjelaskan, lomba ini baru pertama kali diikuti sekolahnya. (af)

Meimonews.com – Suatu prestasi yang membanggakan dibuat Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. RD Kandou Manado di bawah pimpinan Dr. dr. Jemmy Panelewen, SpB-KBD (Direktur Utama).

Operasi pemisahan kembar siam yang biasanya dilakukan di rumah sakit besar di Jakarta, kini bisa dilakukan di Manado, di RSUP Prof Kandou Manado. Dan, operasi ini adalah yang pertama kalinya.

Ini terlihat saat RSUP Prof. Kandou Manado melaksanakan operasi pemisahan bayi kembar siam pada Kamis (21/4/2022). Bayi kembar siam yang berhasil dipisahkan adalah anak dari seorang anggota TNI AD yang bertugas di Kodim Minahasa. Operasi berlangsung selama 9 jam, lebih cepat dengan estimasi waktu jadual oleh tim operasi yaitu 12 jam.

Operasi  ini disaksikan Panglima Kodam 13 Merdeka Mayor Jenderal TNI Alfret Denny Tuejeh,  Komandan Korem 131/Santiago Brigjen TNI Mukhlis SAP MM, Direktur Utama RSUP Kandou Manado Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD, Direktur SDM Pendidikan dan Umum Dr. dr. Ivonne E. Rotty, M.Kes, Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang, dr Jeheskiel Panjaitan, SH., MARS, dan pejabat terkait RSUP Kandou melalui layar monitor di ruang jantung CVBC RSUP Kandou.

Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Prof Kandou Manado dr Jeheskiel Panjaitan sekaligus sebagai penanggung jawab Tim Terpadu Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam, saat konfrrensi pers, usai operasi mengungkapkan, pemisahan bayi kembar siam dijadualkan pada Kamis karena kedua bayi tersebut berjenis kelamin perempuan.

“Setelah berkoordinasi dengan tim maka dijadualkan operasi pada tanggal 21 April, karena kedua bayi kembar siam tersebut adalah perempuan sekaligus untuk memperingati Hari Lahir RA Kartini. Puji Tuhan semua boleh berjalan dengan baik dan lancar. Terima kasih atas kerjasama dari semua pihak,” ujarnya seraya menyebut ada 67 tenaga medis yang terlibat dalam operasi ini.

Ketua Tim Terpadu Operasi Pemisahan Kembar Siam RSUP Kandou Dr. dr. Harsali F, Lampus, MHSM, SpBA menambahkan, rencananya operasi ini akan berlangsung selama 12 jam 15 menit. Jam 6 pagi kita sudah mulai persiapan. Tim anestesi sudah mempersiapkan pasien dua jam. Pada jam 08.45 tim dokter sudah siap untuk melakukan operasi dengan kondisi pasien sudah terbius.

“Pada saat jalannya operasi, puji Tuhan kami tidak mendapatkan banyak masalah karena sebelumnya kami sudah melakukan pemeriksaan dan simulasi dengan waktu yang cukup lama,” ujar Lampus seraya menyampaikan terima kasih kepada manajemen RSUP Kandou yang memberikan kepercayaan dan selalu mengsuport bagi tim terpadu.

“Terima kasih kepada pak Dirut yang sudah menyiapkan fasilitas, sarana prasarana, peralatan yang terbaik yang tak kalah saing baik nasional  maupun internasional,” ujarnya pada konferensi pers yang turut dihadiri semua tim dokter yang melakukan operasi, Dandim Minahasa Letnan Kolonel ( Letkol ) Inf Ircham Effendy, serta pejabat terkait lingkup RSUP Kandou.

Dirut RSUP Kandou Manado Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB, KBD menjelaskan, operasi kembar siam ini baru pertama kalinya dilakukan RSUP Kandou Manado, yang sebelumnya setiap kasus kembar siam selalu dikirim ke Jakarta.

Diungkapkan, terlaksananya operasi pemisahan kembar siam tersebut merupakan atensi dari seluruh jajaran TNI-AD, dan dari sisi RSUP Kandou sendiri mampu untuk melaksanakannya. “Saya mendapat kunjungan dari Danrem 131/Santiago pak Mukhlis untuk silahturahmi, tetapi poin utamanya untuk membahas kedua pasien ini, untuk dilakukan operasi pemisahan,” sebut Panelewen.

Panglima Kodam XIII / Merdeka Mayor Jenderal TNI Alfret Denny Tuejeh menyampaikan terima kasih kepada pimpinan RSUP Kandou dan tim dokter yang sudah berjuang untuk kedua anak tersebut.

“Saya selaku Pangdam terharu melihat perjuangan, semangat dari tim dokter yang melaksanakan operasi besar ini, dan semuanya berkat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Apresiasi buat RSUP Kandou sudah membantu anak buah saya, yang mempunyai anak kembar siam ini,” ujar Pangdam seraya berharap ada pemantauan terhadap kedua anak kembar siam ini pasca operasi dan berharap kepada Tuhan agar semuanya lancar. (af)

Meimonews.com – Tangani pertama kali Tim Kempo Sulut di ajang pertandingan nasional, Susiana Mopangga (38 tahun) berhasil mengantarkan Tim Kempo menyumbangkan medali untuk Kontingen Sulut.

Sebagai pelatih Tim Kempo, anak asuhannya yakni Novelia Wamafma berhasil meraih medali perunggu ketika bertanding di kelas 60 kilogram PON 2021 Papua, baru-baru.

Di semifinal, atlit Novelia (20 tahun asal Minut) dikalahkan atlit Nusa Tenggara Barat (NTB), yang kemudian menjadi juara di kelas 60.

Prestasi yang ditorehkan ini (medali perunggu) mengantarkan Tim Kempo PON ini ‘memecahkan’ rekor PON sebelumnya (PON 2016 Jawa Barat) yang tidak mendapat medali apapun.

Di PON 2012 Riau, Tim Sulut meraih satu medali perunggu. Itupun yang mendapat medali adalah Susi (panggilan akrab Susiana) saat menjadi atlit dan turun di kelas 48 kilogram.

Novelia adalah atlit baru. Prestasi yang diraihnya adalah ketika tampil di Porprov Sulut 2019 di Bitung. Saat itu, Novelia berhasil mendapat medali perak.

Susi berterima kasih atas kepercayaan pimpinan Pemprov Perkemi (Persatuan Kempo Indonesia) Sulut yang mempercayakannya sebagai pelatih dan berhasil menyumbangkan medali lewat atlit Novelia.

Di PON Papua ada tiga atlit yang dikirim yakni Michael M. Randori (65 kg),
Dennis S. Randori (60 kg) dan Novelia Wamafma Randori (putri 60 kg).

Saat ini, Susi yang adalah Staf Dispora Sulut menjabat Bendahara Pengprov Perkemi Sulut dan Bidang Olahraga Prestasi Perkemi Pengkot Bitung.(lk)