Meimonews.com – Tim Keuskupan Manado mengadakan sosialisasi Aksi Puasa Pembangunan (APP) Tahun 2023 kepada Pimpinan Umat Paroki St. Kristoforus Gorontalo dan Paroki St. Theodorus Kaaruyan.

Kegiatan sosialisasi kepada pimpinan umat dari dua paroki di Provinsi Gorontalo ini diadakan di Aula Paroki St. Kristoforus Gorontalo, Sabtu (11/2/2023).

Kegiatan diawali pengantar kata oleh Pastor Paroki St. Kristoforus Pastor Ronny Singal Pr, setelah doa pembukaan untuk seterusnya pemaparan materi oleh Ketua Komsos Keuskupan Manado Pastor I Made Pantyasa dan Direktur Diosesan KKI Manado Marson Pungis Pr.

Pastor Singal mengapresiasi dan menyambut baik pelaksanaan sosialisasi ini sehingga diharapkan pimpinan umat yang mendengarkan sosialisasi ini bisa diteruskan ke seluruh umat yang ada di paroki.

Disampaikan terima kasih kepada Tim Keuskupan Manado yang akan menyampaikan sosialisasi ini karena sangat bermanfaat bagi umat Katolik di dua paroki ini.

Pastor Wayan mengulas tentang  catatan awal APP kemudian menjelaskan tema APP 2023-2025 dan khusus tahun 2023 adalah Keterlibatan Gereja dalam mewujudkan gerakan sosio-ekonomi berkeadilan ekologis.

Pastor Wayan juga mengulas tentang titik tolak tema : sadar akan realitas krisis, mendalami tema keadilan eko-sosial;  mendalami tema keadilan ekologis; menemukan 3 akar/penyebab krisis ekologis; enam amanat Injil dan ajaran Gereja.

Selain itu, tema 2023 : keadilan ekologis bagi seluruh ciptaan (semakin mengasihi dan lebih peduli); Keuskupan Manado berAPP; inspirasi iman; dan aksi dan gerakan : makin mengasihi dan lebih peduli.

Pastor Marson akan membawakan materi identifikasi situasi paroki/stasi/wilayah rohani dan kelompok kategorial. Diadakan perumusan masalah di tiap paroki dan cara menyelesaikannya.

“Materi ini dibahas dalam diskusi kelompok dan dipresentasikan pada diskusi pleno. Model seperti ini dilakukan hingga tingkat wilayah rohani, stasi dan kelompok kategorial,’ ujar Sergio Saeh, anggota Tim Sosialisasi kepada Meimonews.com di sela kegiatan. (Fer)

Meimonews.com РParoki St. Theodorus Kaaruyen Boalemo Provinsi Gorontalo genap berusia 3 tahun pada 19 Agustus 2021. Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) tersebut diadakan Misa Syukur, Pemberkatan Gua Maria dan Perayaan Syukur.

Ketiga kegiatan yang diadakan pada Minggu (22/8/2021) tersebut tetap mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang dikeluarkan Pemerintah.

Misa dipersembahkan Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC bersama Pastor Nicodemus M. Rumbayan MSC (pastor paroki) dan Pastor Robert Mawuntu Pr serta di dampingi Frater Diakon Firovani Adikila Pr.

Paduan suara dari Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparawi Katolik Daerah (LPK3D) Provinsi Gorontalo pimpinan Handoyo Sugiarto turut mengisi lagu-lagu misa.

Sejumlah undangan tampak hadir di antaranya Pembimaskat Gorontalo Reine Koraag, mantan Ketua DPP St. Christoforus Gorontalo (paroki induk dari Paroki St. Theodorus sebelum dimekarkan jadi paroki) John Lasut Talulembang Sule (humas LPK3D Gorontalo dan Depertim PMKRI Gorontalo), serta Elok Kurniawan (Bendahara KBK Paroki St. Christoforus Gorontalo).

Usai misa di gereja, diadakan pemberkatan Gua Maria Bunda Hati Kudus dan penandatanganan prasasti oleh Mgr. Rolly, sapaan akrab Uskup yang disaksikan umat dan undangan.

Acara dilanjutkan dengan perayaan syukur. Ada pengipasan lilin menyala dan penyerahan kue HUT dari Uskup di dampingi Pastor Nico, sapaan akrab pastor Paroki kepada sejumlah umat, pimpinan DPP seperti Handoyo Sugiarto dan tamu/undangan serta di akhiri makan bersama.

Mgr. Rolly dalam sambutannya menyampaikan selamat atas peringatan tiga tahun Paroki hasil pemekaran dari Paroki St. Christoforus Gorontalo ini. Hal ini bisa terjadi karena ada penyelenggaraan Tuhan.

“Ada rahmat dan pemberian Tuhan yang diberikan khususnya kepada perintis paroki ini sehingga bisa seperti ini, ada seperti sekarang,” ujar Mgr. Rolly yang menguraikan secara detail bagaimana paroki ini bisa mekar, menjadi paroki mandiri.

Dengan kisah sejarah dari perintis / pemuka umat, ungkap Mgr. Rolly, itu bisa terjadi karena yang mengikat, ada yang menyambut, bagaikan benang merah. Menyambung kisah umat.pertama yang datang ke sini sampai saat ini.

“Tentu ada yang menyambung terus sebagai benang merah. Dan, kita yakin dan percaya, itu adalah Tuhan. Ada Tuhan yang menuntun perjalanan dari Paroki ini. Tentu dengan garapan agar apa yang didambakan umat di sini dengan segala kegiatan yang ada, bisa membuat yang terbaik,” sebut Mgr. Rolly.

Uskup mengakui, dengan gambaran tadi, umat kecil di stasi-stasi tapi imannya kuat. Swadaya umat luar biasa sehingga membanggakan walau tersebar di mana-mana.

Paroki ini memang kecil. Jumlah umatnya seperti disampaikan Pastor Nico, hanya 322 jiwa. “Namun jumlah bukan menjadi ukuran tapi yang penting kualitasnya,” tandas uskup

Dalam laporannya, Pastor Nico menjelaskan, paroki ini masih balita, baru berusia 3 tahun berdasarkan SK Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC No..77/U/SK/VIII/2018 tanggal 19 Agustus 2018 yang ditetapkan pada 8 Agustus 2018.

Sebagai pastor baru di paroki ini, yang menjabat pada 14 Juni 2021, Pastor Nico menegaskan, hal pertama yang akan dilakukan adalah mengefektifkan pelayanan kepada umat Allah melalui pastoral keluarga, katekese umat dan perayaan ekaristi. (lk)