Meimonews.com – Setiap tanggal 29 Juni, bangsa Indonesia memperingati hari khusus bagi keluarga. Tiga puluh satu tahun lalu tanggal tersebut, oleh pemerintah, ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas).

Mengambil salah satunya momentum kembalinya para pejuang dari medan laga melawan kolonial penjajah ke dalam pelukan keluarga, menandai penetapan hari itu, untuk selanjutnya dikenang dalam sebuah peringatan Harganas.

Makna terdalam dari peringatan ini tak lain untuk mengingatkan seluruh anak bangsa, bahwa keluarga merupakan wahana utama dan pertama dalam konteks pembangunan bangsa. Kuat keluarga, kuat pula bangsa. Demikian sebaliknya.

Delapan Fungsi Keluarga mendasari upaya BKKBN dalam menjalankan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Termasuk Percepatan Penurunan Stunting (PPS). Kedelapan Fungsi Keluarga dimaksud adalah fungsi Agama, Sosial Budaya, Cinta Kasih, Perlindungan, Reproduksi, Sosialisasi dan Pendidikan, Ekonomi dan Pembinaan Lingkungan.

Sejalan dengan kebutuhan pembangunan keluarga, Percepatan Penurunan Stunting menjadi program yang mengemuka di BKKBN sejak Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting diterbitkan. Presiden mengamanatkan Kepala BKKBN sebagai Ketua Pelaksana PPS, di bawah supervisi atau arahan Wakil Presiden Maruf Amin sebagai Ketua Pengarah PPS.

Hasil capaiannya memang masih berproses dalam penghitungan lebih lanjut. Yang pasti, tren penurunan stunting terus bergulir di sejumlah daerah. Bahkan secara nasional, lompatan penurunannya cukup menarik. Setidaknya dalam periode 2021 2023. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dirilis Kementerian Kesehatan, tercatat prevalensi stunting di Indonesia telah turun sebesar 2,9 persen, dari 24,4 persen di 2021 menjadi 21,5 persen di 2023. (Survei Kesehatan Indonesia-SKI).

Data SKI ini seolah menggambarkan potret yang dinilai belum sesuai dengan kondisi di lapangan. Alhasil capaian itu justru memacu elemen bangsa untuk bergegas kembali mengatasi persoalan pendataan stunting. Sebuah upaya tengah dilakukan yaitu Pencatatan dan Pelaporan dari tingkat posyandu yang dilakukan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan para Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB/PKB) digeber.

Gerakan berbasis masyarakat ini menjadi harapan untuk memperjelas data dan kondisi real yang ada di lapangan. Laporan mereka akan diinput ke dalam ePPGBM (eleketronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat). Bila SKI diibaratkan quick count, ePPGBM diartikan sebagai data real count. Hasil ePPGBM akan diketahui awal Juli ini, untuk kemudian di sepadankan dengan hasil SKI.

Persoalan stunting memang krusial karena sangat mengganggu upaya peningkatan kualitas SDM Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Selain akan berdampak pada tumbuh kembang, kecerdasan dan kesehatan, orang dengan stunting di masa bayi berpotensi memiliki penghasilan 22 persen lebih rendah dari mereka yang tidak stunting. Kondisi ini dapat menurunkan kemampuan ekonomi di kehidupannya kelak.

Bukan sebatas itu saja. Stunting juga menjadi masalah bangsa Indonesia ke depan. Pada gilirannya dapat berpengaruh pada tingkat kesejahteraan dan pendapatan per kapita daerah. Terutama dalam menghadapi bonus demografi yang sedang berlangsung di beberapa wilayah Indonesia saat ini. Kendati sesungguhnya, secara nasional, puncak bonus tersebut sudah terjadi pada 2020 lalu.

Pemerintah sangat peduli dengan persoalan itu telah mengingatkan, bahwa Stunting masih menjadi masalah besar yang harus segera diselesaikan di tanah air. Apalagi stunting dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia. Bukan hanya berdampak kepada kondisi fisik anak, melainkan juga kesehatan hingga kemampuan berpikir anak. (Rakernas Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting 2023, di kantor BKKBN, Jakarta; 25 Januari 2023)

Memang, kerja belum tuntas. Seluruh potensi anak bangsa harus terus berkolaborasi dan berkonvergensi membuat program terobosan pencegahan, penanganan dan penurunan stunting sesegera mungkin. Untuk itu, Wakil Presiden Maruf Amin telah memberikan arahan agar BKKBN bersama K/L terkait, termasuk jajaran TNI dan Kepolisian, pemerintah daerah serta mitra kerja dan warga masyarakat, segera menuntaskan persoalan stunting.

Lebih khusus lagi, kekinian, oleh Wakil Presiden, komponen-komponen tersebut diarahkan untuk bergerak di bawah payung besar gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting. Dalam gerakan yang digelar sepenuhnya di bulan Juni ini, penimbangan dan pengukuran tinggi bayi di seluruh posyandu yang tersebar di Indonesia, gegap gempita dilakukan. Hasilnya, diinput ke dalam ePPGBM.

Pesan Wakil Presiden, Semua pemangku kepentingan untuk lebih bersungguh-sungguh dan berinovasi, sekaligus meningkatkan kolaborasi dan koordinasi dalam upaya mempercepat penurunan stunting. Dan harus fokus pada intervensi yang mempunyai daya ungkit besar bagi penurunan stunting. Demikian arahan Wakil Presiden di depan peserta Rapat Pembahasan Implementasi Program Percepatan Penurunan Stunting, di Istana Wakil Presiden, 19 Maret 2024 lalu.

Setidaknya ada tiga pendekatan utama dalam pencegahan stunting untuk menghindari lahirnya bayi-bayi stunting baru. Pertama, asupan gizi bagi calon pengantin, ibu hamil dan bayi. Kedua, pola asuh orangtua kepada bayi. Ketiga, sanitasi (air bersih dan jambanisasi khususnya). Ada juga beberapa pendekatan untuk mengenyahkan stunting dari bumi Nusantara menuju terwujudnya keluarga berkualitas di negeri tercinta ini. Di antaranya merencanakan usia pernikahan (21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki), merencanakan kelahiran, mengatur jarak kelahiran, merawat bayi dengan memberikan ASI eksklusif selama dua tahun.

Bila kita mengulik hingga pun membedah upaya pencegahan stunting sebagaimana pendekatan di atas, maka sesungguhnya keseluruhan dari upaya pencegahan itu termaktub di dalam program Bangga Kencana besutan BKKBN. Program ini termuat di dalam UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Adalah benar apa yang dikemukakan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi, bahwa melalui kerja sama yang erat dan didukung partisipasi masyarakat, maka setiap keluarga Indonesia akan menyadari pentingnya menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Menajamkan Program Bangga Kencana
Meski menuai hasil cemerlang di periode lalu, progam Bangga Kencana kembali mendapatkan penajaman oleh pemerintah, dalam hal ini BKKBN, demi terwujudnya keluarga bahagia, sejahtera dan memiliki ketahanan. Untuk itu, BKKBN diantaranya tetap membumikan atau menajamkan program pelayanan KB kepada masyarakat.

Menghidupkan kelompok-kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Pun pula mendorong perkembangan usaha mikro keluarga melalui UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor) hingga menginisiasi adanya Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga).

Tak ketinggalan program kependudukan ikut dikedepankan. Tentunya melalui berbagai program terobosan. Di antaranya ada Kampung KB, Sekolah Siaga Kependudukan, Sekolah Lansia, Siperindu (Sistem Peringatan Dini Kependudukan) hingga pentingnya setiap daerah memiliki Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK).

Kesemua program itu telah menorehkan hasil baik. Ditandainya dengan diraihnya penghargaan bergengsi dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Berupa United Nation Population Award (UNPA) untuk kedua kalinya bagi Indonesia.

Data berikutnya menunjukkan hasil yang juga cukup baik. Tercatat, kekinian, Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia berada di level 1,3 persen. Total Fertility Rate di angka 2,1. Age Spesific Fertility Rate (ASFR) 15-19 tahun tercatat 26,64 per 1.000 Wanita Usia Subur (WUS).

Semua hasil yang dicapai oleh BKKBN tak lepas dari dukungan banyak pihak. Bahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, berharap kemitraan KemenPPPA dan BKKBN perlu diperkuat demi mendukung perkembangan optimal anak.

Hal senada dikemukakan juga oleh Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton. Kanada bangga dapat bekerja sama dengan BKKBN. Hal yang juga dikemukakan Duta Besar Rumania Untuk Indonesia, Dan Adrian Balanescu. Indonesia-Rumania terbuka peluang kolaborasi di program pemberdayaan lansia.

Mengambil momentum peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini, sangat diharapkan akan semakin banyak keluarga Indonesia yang memahami peran penting keluarga sebagai pondasi bangsa. Sehingga fungsi keluarga dapat berjalan sebagaimana mestinya, dan kualitas keluarga akan semakin meningkat. Keluarga yang tenteram, mandiri dan bahagia.

Selamat memperingati Hari Keluarga Nasional ke-31 Tahun 2024. Sebuah hari di mana bangsa ini berkomitmen untuk mengubah Indonesia cemas menjadi Indonesia Emas di 2045, saat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) genap berusia 100 tahun. (dr. Hasto Wardoyo/Kepala BKKBN-RI)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) Tingkat Unsrat di Gedung Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unsrat Manado, Selasa-Rabu (14-15/5/2024).

Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng. IPU Asean Eng dalam sambutannya menjelaskan, Peksiminas tingkat Unsrat dilaksanakan dalam rangka Program Manajemen Talenta Nasional.

Program dimaksud dilaksanakan melalui Pusat Prestasi Nasional (Pusprenas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dengan melakukan pembinaan berkelanjutan untuk menghasilkan bibit-bibit talenta unggul di bidang seni dan budaya.

Pusprenas ke-17 akan dilaksanakan di Jakarta pada September mendatang.

Rektor berharap, mahasiswa mampu meningkatkan dan mengembangkan prestasi dan kreasi seni untuk memperkaya budaya bangsa berdasarkan Bhineka Tunggal Ika. (FA)

Meimonews.com – Pembangunan  Zona  Integritas (ZI) bukan sekedar tentang capaian predikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi) yang diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) tetapi juga sebagai instrumen untuk meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Serangkaian dengan Kunjungan Kerja Inspektorat Wilayah 1 BKKBN RI Cinggih  Widanarto, SE, M.Si, Rabu (17/1/2024), BKKBN Perwakilan Sulut melaksanakan Evaluasi Penerapan ZI WBK dan Penilaian Mandiri Pelaksanaan  Reformasi Birokrasi (PMPRB) yang bertujuan untuk meningkatkan komitmen bersama (pimpinan dan seluruh pegawai  BKKBN Perwakilan Sulut) dalam melaksanakan program pembangunan dan evaluasi ZI menuju WBK dan wilayah birokrasi bersih dan melayani di lingkungan BKKBN Tahun 2024.

Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg dalam sambutanya menyampaikan harapan bagi seluruh aparat sipil negara (ASN) tetap terus bekerja dengan baik dan melakukan upaya peningkatan khususnya sesuai dengan tugas layanan masing-masing.

Pembangunan  ZI WBK merupakan upaya untuk pencegahan korupsi dan nepotisme. Selain itu, dalam pembangunan ZI WBK para ASN dituntut untuk berkreasi dan berinovasi.

Usai menyampaikan sambutan, Tandaju bersama Sekretaris Lady  D. Ante, S.Pd, MAP  dan seluruh ASN BKKBN Perwakilan Sulut melakukan penandatanganan komitmen bersama guna mewujudkan ZI WBK dan PMPRB  di BKKBN Perwakilan Sulut.

Inspektur Wilayah 1 BKKBN  RI Cinggih  Widanarto, SE, M.Si menyampaikan hasil evaluasi penerapan ZI WBK dan PMPRB di mana  BKKBN Perwakilan Sulut perlu adanya peningkatan sistem inovasi   yang mempengaruhi capaian kinerja.

Kegiatan  Evaluasi  Penerapan  ZI WBK  dan  Penilaian  Mandiri  Pelaksanaan  Reformasi Birokrasi (PMPRB)  diikuti  oleh  seluruh  ASN BKKBN Perwakilan Sulut. (Fer)

Meimonews.com – Tanggal 7 dan 8 Juni nanti 4 tim nasional bridge Indonesia berangkat menuju Hongkong. 4 tim nasional yang terdiri dari Open, Woman, Mixed dan Senior team akan mengikuti The 53rd Asia Pacific Bridge Federation (APBF) Championship yang akan berlangsung di Hotel Crowne Plaza Kowlon East pada tanggal 8-17 Juni 2023.

Keempat timnas ini akan berangkat dua kloter, tim nasional Open dan Senior yang dibiayai oleh Djarum Bridge Club berangkat dengan Singapore Airlines pada tanggal 7 Juni pukul 14.10 dan tiba di Hongkong tengah malam, Sementara itu dua tim lagi Ladies dan Mixed menggunakan Chatay Pacific tanggal 8 pukul 24.05 dan akan tiba paginya di Hongkong.

Pada 8 Juni memang belum ada pertandingan, hanya acara rapat teknik, upacara pembukaan dan delegate’s meeting. Pertandingannya sendiri baru dimulai 9 Juni.

Target berbeda ditetapkan untuk keempat tim ini. PB Gabsi mentargetkan dua medali emas dari tim putri dan seperti yang mereka raih terakhir pada The 4th Asia Cup tahun 2022 di Jakarta. Sementara untuk Open dan Senior ditargetkan untuk lolos ke Kejuaraan Dunia yang akan berlangsung di Maroko pada tanggal 20 Agustus – 2 September 2023.

Walaupun keempat tim ini terbagi 2 kloter, tapi semuanya bertanding atas nama Indonesia dan didaftarkan secara resmi oleh PB Gabsi.

Pertandingan di Hongkong sendiri akan berlangsung dua tahap. Tahap pertama adalah APBF Championship yang akan memperebutkan :
1.  Rebullida  Cup  Open  Team
2.  President’s  Cup  Ladies  Team
3.  Patrick  Choy  Cup  Mixed  Team
4.  Michael  Bambang  Hartono  Cup  Senior  Team.

Tahap pertama akan berlangsung tanggal 9-15 Juni dengan bermain double round robbin atau triple round robbin tergantung jumlah peserta. Karena di open team ada 13 negara peserta mereka akan bermain double round robbin.  Hal yang sama juga berlaku untuk Woman team 11 peserta dan Mixed Team 12 peserta.

Untuk senior team yang diikuti 8 peserta akan bermain triple round robbin.
Pemenang 1-3 APBF Championship ditentukan pada tahap ini. Semua peserta termasuk peserta tamu Australia, India dan Selandia Baru berhak menjadi pemenang. Juara 1 tahap ini diluar Australia, India dan Selandia Baru otomatis menjadi wakil pertama zone VI APBF untuk mengikuti Kejuaraan Dunia di Maroko. Untuk diketahui, dari Zone VI ada jatah 3 negara di masing-masing 4 nomor yang dipertandingkan.

Selanjutnya tahap kedua pada  16-17 Juni 2023 diadakan Kejuaraan Pasangan. Selain kejuaraan pasangan ada babak knock-out untuk menentukan wakil kedua dan ketiga zone VI APBF yang bisa ikut Kejuaraan Dunia di Maroko.
Peringkat 2-5 dari Zone VI atau di luar Australia, India dan Selandia Baru berhak mengikuti tahap kedua.

Dengan aturan sebagai berikut, pada tanggal 16 Juni peringkat 2 akan berhadapan dengan peringkat 3 demikian juga peringkat 4 akan berhadapan dengan peringkat 5. Pemenang duel peringkat 2 vs 3 otomatis menjadi wakil kedua Zone VI APBF.

Untuk wakil ketika akan ditentukan oleh yang kalah dari wakil kedua berhadapan dengan pemenang peringkat 4 vs 5. Pemenangnya menjadi wakil ketiga zone vi. Babak KO tahap dua ini berlaku untuk 4 nomor pertandingan.

Melihat nama-nama peserta yang ikut keempat timnas kita akan menghadapi jalan terjal karena persiapan peserta dari sdh dilakukan jauh sebelumnya. Persiapan yang mereka lakukan terutama menunju Asian Games 2022 di Hangzhou, China pada tanggal 23 September – 8 Oktober 2023.

Selain itu persiapan kita juga sempat terkendala karena Pelatnas untuk putri dan mixed sempat terhenti. Selain itu, terjadi perubahan di tiga tim Ladies, Mixed dan Senior.

Di Senior team, Bambang Hartono dan Denny Sacul berhalangan ikut diganti dengan Harsudi Supandi dan Belly Rumengan.

Sementara itu di Ladies team masuk pasangan baru Monica Ayu Triana/Fransisca Tri Martanti yang menggantikan Roro Tungga Dewi/Elsya Sakti Ningtyas. Awalnya Roro berpasangan dengan Rahma Shaumi.

Di Mixed team juga ada sedikit perubahan dimana Robert Parasian yang awalnya bermain dengan Elsya diganti berpasangan dengan Rahma.
Semoga pergantian ini bisa memperkuat tim.

Susunan tim Indonesia terdiri dari
Open Team : PC Paulus Sugandi
Pemain, Paulus Sugandi, Jemmy Bojoh, Stefanus Supeno, Leslie Gontha, Agus Kustrijanto dan Anthony Soebroto;
Woman Team : NPC Syahrial Ali
Pemain, Fera Damayanti, Riantini, Conny F Sumampouw, Rury Andhany, Monica Ayu Triana dan Fransisca Tri Martanti.

Mixed Team : NPC Syahrial Ali
Pemain, Lusje O Bojoh, Kristina Wahyu Murniati, Rahma Shaumi, Taufik G Asbi, Robert Parasian dan Noldy George;
Senior Team : PC Bert Toar Polii
Pemain, Bert Toar Polii, Tanudjan Sugiarto, Harsudi Supandi, M Apin Nurhalim, Sugeng Triworo dan Belly Rumengan.

Official yang mendampingi Beni J Ibradi, Verry Pangkerego yang sekaligus akan mewakili PB Gabsi untuk mengikuti Delegate’s Meeting APBF yang akan berlangsung tanggal 8 Juni. Selain itu Handojo Susanto, Kamto yang khusus mendampingi tim Open dan Senior. (Bert Toar Polii/PB Gabsi)

Oleh :

Dr. Paulus Januar, drg, MS, CMC

Meimonews.com – Pandemi Covid-19 dampaknya melanda seluruh kehidupan masyarakat, termasuk di bidang kedokteran gigi. Profesi kedokteran gigi mengalami disrupsi yang tidak ringan. Meski Pandemi Covid-19 belum usai, namun di samping upaya mengatasinya, perlu dilakukan pemulihan pelayanan kedokteran gigi, bersamaan dengan pemulihan seluruh sektor kehidupan masyarakat lainnya.

Telah hampir tiga tahun dunia dilanda Covid-19. Kasus pertama Covid-19 terdeteksi di Wuhan Cina pada Desember 2019. Sejak itu, Covid-19 menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Pada 30 Januari 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Covid-19 sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat internasional (Public Health Emergency of International Concern), kemudian pada 11 Maret 2020 ditetapkan sebagai pandemi.

Di Indonesia kasus Covid-19 pertama kali ditemukan pada 2 Maret 2020. Selanjutnya, dengan cepat penyakit tersebut menyebar ke pelbagai wilayah Indonesia. Hingga 12 September 2022, di seluruh Indonesia telah 6.394.340 orang terkonfirmasi Covid-19 dan 157,787 di antaranya meninggal.  Sedang di seluruh dunia sebanyak 603.711.760 orang telah terkena dan 6.484.136 orang meninggal karena Covid-19.

Disrupsi Kedokteran Gigi
Pandemi Covid-19 telah menimbulkan disrupsi terhadap pelayanan kedokteran gigi yang dapat dikatakan terparah di zaman modern ini. Dokter gigi dalam menjalankan profesinya rentan terhadap penularan Covid-19. Walaupun sebenarnya selama ini dokter gigi telah melakukan upaya pengendalian infeksi secara ketat, namun dengan merebaknya Covid-19 ternyata tidaklah memadai.

Hal ini menyebabkan jatuhnya korban yaitu dokter gigi yang terkena Covid-19 ketika menjalankan praktiknya, serta terdapat pula yang hingga meninggal. Akibatnya, dokter gigi menutup praktiknya, atau pun hanya secara terbatas pada kasus gawat darurat yang tidak dapat ditunda perawatannya. Di kalangan masyarakat juga terdapat rasa kuatir untuk menjalani pelayanan kedokteran gigi.

Keadaan ini menyebabkan hambatan aksesibilitas untuk mendapatkan pelayanan kedokteran gigi. Sedang di lain pihak, kebutuhan untuk mendapatkan pelayananan kedokteran gigi merupakan kebutuhan yang memang nyata terdapat di masyarakat.

Normal Baru Kedokteran Gigi
Agaknya praktik kedokteran gigi di masa mendatang tidak akan kembali seperti sebelum Pandemi Covid-19. Pelayanan kedokteran gigi mengalami perubahan seturut perkembangan yang terjadi. Prosesnya tidak mudah karena sama sekali tidak ada persiapan menghadapi bencana Covid-19 yang tiba-tiba muncul.

Namun, profesi kedokteran gigi tidak hendak larut terpuruk dalam disrupsi yang terjadi, melainkan berusaha bangkit mengatasinya. Berkembang pola pelayanan kedokteran gigi di era normal baru yang terjadi karena Covid-19.

Berkembang upaya pelaksanaan perlindungan pasien maupun dokter gigi pada pelayanan kedokteran gigi. Selain itu, berkembang pula penggunaan teledentistry, semakin disadari perlunya pencegahan penyakit gigi dan mulut, serta meningkatnya pemahaman mengenai pentingnya kesehatan dalam kehidupan masyarakat.

Kini pelayanan kedokteran gigi sudah mulai dibuka kembali, namun dengan pengamanan yang ketat untuk menghindari penularan Covid-19 terutama dalam bentuk penggunaan APD (Alat Pelindung Diri), peralatan untuk mengendalikan aerosol pada kegiatan praktik dokter gigi, penggunaan disinfektans secara meluas, dan tindakan pengendalian infeksi lainnya. Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan terhadap tenaga kesehatan gigi serta masyarakat luas juga mendukung dibukanya kembali pelayanan kedokteran gigi.

Selain tindakan untuk pengendalian infeksi dalam pelaksanaan praktik kedokteran gigi juga semakin dikembangkan kedokteran gigi dengan tindakan invasif seminimal mungkin (minimally invasive dentistry). Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan bukan hanya tenaga kesehatan namun juga pasien pada pelaksanaan praktik kedokteran gigi.

Berkembang teledentistry yakni pelayanan kedokteran gigi menggunakan peralatan komunikasi untuk menghubungkan pasien dengan dokter gigi. Dengan teledentistry tidak lagi seluruh pelayanan kedokteran gigi perlu berlangsung secara tatap muka.

Teledentistry mengisi kebutuhan pada era pandemi Covid-19 ketika pelayanan kedokteran gigi terbatas, atau bahkan sama sekali tidak dapat dilaksanakan. Terjadinya pandemi Covid-19 telah mengakselerasi peningkatan perkembangan teledentistry. Keadaan ini diperkirakan akan berlangsung terus meskipun kelak pandemi Covid-19 telah berlalu.

Teledentistry bermanfaat pula untuk proses seleksi terhadap pasien yang sebenarnya tidak perlu melakukan kunjungan ke klinik gigi. Selanjutnya teledentistry efektif pula untuk melaksanakan pendidikan kesehatan gigi serta pencegahan penyakit gigi dan mulut dengan cakupan wilayah serta jumlah peserta yang meluas.

Covid-19 menyebabkan kesulitan dalam aksesibilitas untuk mendapatkan pelayanan kedokteran gigi. Pada situasi ini tumbuh kesadaran mengenai semakin pentingnya pencegahan penyakit gigi dan mulut. Sebenarnya, penyakit gigi dan mulut tidak perlu terjadi, apalagi sampai menimbulkan dampak yang parah, bila dilakukan upaya pencegahan.

Peningkatan kesadaran terhadap pencegahan penyakit gigi dan mulut perlu ditanggapi dengan baik oleh kalangan profesi kedokteran gigi. Perlu dirancang program pencegahan penyakit gigi dan mulut secara lebih intensif dan meluas. Inilah kesempatan untuk meningkatkan kegiatan seperti pendidikan kesehatan gigi bagi masyarakat, anjuran menyikat gigi secara teratur dan benar, pengendalian diet, hingga fluoridasi serta juga pemeriksaan untuk deteksi dini penyakit gigi dan mulut,

Dampak Covid-19 yang menimbulkan distrupsi dalam seluruh sektor kehidupan masyarakat juga semakin menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dalam kehidupan masyarakat. Dengan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya kesehatan, terdapat pula peluang bagi profesi kedokteran gigi untuk menumbuhkan pemahaman masyarakat bahwasanya kesehatan gigi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh kesehatan tubuh.

Pulih Bersama dengan Senyum Sehat Indonesia
Kementerian Kesehatan sejak 2011 menetapkan tanggal 12 September sebagai Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN). Hari Kesehatan Gigi Nasional merupakan momen untuk menggugah kesadaran mengenai peran kesehatan gigi dalam menunjang kesejahteraan masyarakat serta menggalang kebersamaan untuk mengatasi permasalahan kesehatan gigi dan mulut.

Kebersamaan bukan hanya di kalangan profesi kedokteran gigi, namun juga dengan tenaga kesehatan lainnya, pemerintah, para pengambil keputusan, LSM, perguruan tinggi, dunia usaha, serta seluruh masyarakat. Dengan keterpaduan bersama diharapkan melahirkan tekad bersama untuk ditingkatkannya upaya kesehatan gigi.

Tahun ini, dalam kaitan dengan bangkit dan pulihnya kehidupan masyarakat dari Pandemi Covid-19, maka tema HKGN 2022 adalah: Pulih Bersama Dengan Senyum Sehat Indonesia. Tema ini menunjukkan komitmen profesi kesehatan gigi untuk berperan serta dalam upaya seluruh masyarakat untuk bangkit dan pulih dari pandemi Covid-19.

Pelbagai kegiatan dilakukan dalam rangka HKGN 2022 seperti bakti sosial pemeriksaan dan pengobatan gigi, seminar, penyuluhan, perlombaan, kampanye kesehatan gigi, dan juga talk show serta konperensi pers. Dalam rangka hari kesehatan gigi dilakukan pula program penjangkauan masyarakat secara meluas melalui media massa maupun media sosial.

Walau Pandemi Covid-19 belum berakhir, namun kegiatan HKGN di tahun 2022 ini lebih leluasa dilakukan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian harus tetap taat menjalankan protokol kesehatan.

Hal yang menonjol pada HKGN tahun 2022 ini adalah PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) menyelenggarakan kegiatan sikat gigi massal bagi siswa sekolah yang dijalankan di seluruh wilayah Indonesia. Dicanangkan kegiatan sikat gigi massal diikuti sekitar 700 ribu siswa dari 2.521 sekolah dasar di seluruh Indonesia, serta dicatatkan sebagai rekor MURI.

Kegiatan sikat gigi massal dijalankan sesuai dengan kesadaran untuk pencegahan penyakit gigi yang semakin tumbuh di era Pandemi Covid-19. Selain itu pada HKGN 2202 juga dijalankan bentuk baru yaitu kegiatan bakti sosial berupa teledentistry yang semakin berkembang akhir-akhir ini.

Kegiatan HKGN 2022 merupakan dedikasi kalangan profesi kesehatan gigi untuk pemulihan bersama kehidupan masyarakat. Pulih bersama termasuk pula di bidang kesehatan gigi sebagai bagian integral seluruh kehidupan masyarakat. Dengan pulihnya pelayanan kesehatan gigi berarti akan semakin mewujudkan senyum sehat Indonesia!

Selamat Hari Kesehatan Gigi Nasional 2022. (Penulis: Dr Paulus Januar, drg, MS, CMC – anggota Pengurus Besar PDGI)