Meimonews.com – Kabar menggembirakan dan membanggakan ditebarkan/ditunjukkan Scola Cantorum (Paduan Suara SMP Katolik Pax Christi Manado) ketika berlaga pada 15th Bali International Festival (BICF) Tahun 2026.

Pada iven bergensi internasional yang berlangsung di Bali, Minggu – Kamis (26 – 30/7/2026) tersebut siswa sekolah pimpinan Sr. Aniata SJMJ berhasil meraih Gold Medal (medali emas).

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi keluarga besar SMP Katolik Pax Christi Manado, tetapi juga bagi Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, bahkan Indonesia.

Di tengah persaingan yang sangat ketat
dengan peserta dari berbagai daerah dan negara, Scola Cantorum Pax Christi mampu menampilkan kualitas musikalitas, disiplin, serta penghayatan yang memukau sehingga berhasil memperoleh predikat gold medal.

Diketahui, BICF merupakan salah satu festival paduan suara internasional paling bergengsi di Indonesia yang diselenggarakan oleh Bandung Choral Society.

Pada tahun 2026, festival ini diikuti oleh ribuan penyanyi yang berasal dari 11 negara dan 16 provinsi di Indonesia.

Selain kompetisi paduan suara, BICF juga menghadirkan kompetisi solo vokal, lokakarya, konser persahabatan, hingga Grand Prix dengan dewan juri profesional yang berasal dari berbagai negara dan memiliki reputasi internasional di bidang musik paduan suara.

Selama bertahun-tahun, Bandung Choral Society telah menjadi wadah bagi para pecinta musik paduan suara untuk mengembangkan bakat, karakter, kreativitas, serta membangun jejaring persahabatan lintas budaya.

Melalui festival ini, peserta tidak hanya berkompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga belajar menghargai keberagaman, menjunjung tinggi sportivitas, serta membangun semangat kolaborasi melalui bahasa musik yang universal.

Prestasi yang diraih Scola Cantorum Pax Christi, sebut Sr. Aniata SJMJ, merupakan buah dari kerja keras, disiplin, ketekunan, dan semangat pantang menyerah seluruh anggota paduan suara.

Selama berbulan-bulan mereka menjalani proses latihan yang intensif di bawah bimbingan pelatih profesional, disertai berbagai kesempatan pelayanan musik di gereja maupun kegiatan lainnya sebagai sarana membangun pengalaman, kekompakan, dan kepercayaan diri.

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari dukungan penuh pimpinan dan guru SMP Katolik Pax Christi Manado yang senantiasa memberikan ruang bagi setiap peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik.

Sekolah terus berkomitmen membentuk generasi yang beriman, berkarakter, dan berprestasi, sejalan dengan motto sekolah Fides, Mores, Intellectum – iman yang kokoh, karakter yang luhur, dan kecerdasan yang unggul.

Selain itu, pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi yang erat antara sekolah, Yayasan Joseph Esa Ene, pelatih, orang tua, alumni, serta seluruh pihak yang telah memberikan doa, dukungan moral, maupun pengorbanan selama proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.

Kebersamaan tersebut menjadi kekuatan utama yang mengantarkan Scola Cantorum Pax Christi meraih prestasi di tingkat internasional.

Sr. Aniata SJMJ menyampaikan rasa syukur atas anugerah yang diberikan Tuhan serta apresiasi kepada seluruh anggota paduan suara yang telah membawa nama baik sekolah dan daerah.

“Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berani bermimpi, bekerja keras, mengembangkan talenta yang dimiliki, serta mengukir prestasi di berbagai bidang,” ujarnya.

Semoga keberhasilan ini, tambahnya, menjadi langkah awal menuju prestasi-prestasi yang lebih tinggi serta semakin memotivasi generasi muda untuk mencintai seni paduan suara sebagai sarana pembentukan karakter, persaudaraan, dan pelayanan.

Dengan semangat Fides, Mores, Intellectum, sebutnya, SMP Katolik Pax Christi Manado berkomitmen untuk terus melahirkan generasi yang unggul, berintegritas, dan mampu menjadi kebanggaan bagi bangsa dan negara. (*/Fer)

Meimonews.com – PPK Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Manado mencatatkan prestasi membanggakan di ajang Abdidaya PPK Ormawa 2023.

Pada ajangĀ  yang dilaksanakan di Universitas Jember, Jawa Timur, Kamis-Sabtu (7-9/12/2023) PPK Ormawa BEM Faperta meraih medali emas terbaik 1 kategori Poster Terfavorit.

Keberhasilan ini menjadi catatan tinta emas sekaligus sejarah bagi Unsrat yang kini dipimpin Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng. IPU. Asean Eng (Rektor) di kancah nasional karena kegiatan Kemendikbudristek tersebut baru kali pertama diikuti Unsrat.

Sebelumnya, PKM Unsrat juga meraih emas di ajang Pimnas 36 di Bandung, Kamis (30/11/2023), namun bedanya dengan PPK Ormawa kegiatan Pimnas tersebut tiap tahun diikuti Unsrat.

Tema yang diangkat dalam ajang ini adalah Peran generasi milenial desa Kauditan 1 dalam mewujudkan inovasi pertanian dalam menunjang pengembangan kawasan agrodiwisata lewat program Sanggar Tani Muda.

Tim PPK Ormawa Faperta yang ikut dalam ajang yang diketuai Reggy Sepang dengan dosen pendamping/pembimbing Dr. Ir. Diane D. Pioh, M.Si ini menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik di antara 160 peserta lolos Abdidaya Nasional.

Poster tersebut didesainĀ  para mahasiswa PPK Ormawa tersebut dengan motor bidang dokumentasi dan media Stefanus Lumanau.

Adapun materi poster menggambarkan proses kegiatan PPK Ormawa yang selang 8 bulan beraktivitas mendorong Sanggar Tani Muda dan kaum milenial di Desa Kauditan 1 untuk berinovasi demi pengembangan Agrowisata di kawasan tersebut.

Turut hadir dan memberikan dukungan bagi tim adalah Tenaga Ahli Unsrat Drs. Ronny Gosal, M.Si, Deputi Dr. Ir. Pinky Saerang, Dekan Faperta Ir Dedie Tooy, M.Sc, Ph.D, Wakil Dekan 3 Faperta Ir. Tineke Langi, MS

Faperta sendiri adalah salah satu dari tiga fakultas di Unsrat yang lolos pendanaan PPK Ormawa tahun 2023 ini. Selain mereka, juga ada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dan Fakultas Teknik (FT). Dan, Ormawa Faperta bersama FPIK terpilih masuk 160 peserta Abdidaya 2023.

Sebelumnya, awal tahun 2023, telah diajukan proposal program dimaksud ke Kemendikbudristek. Dari 2000- an proposal perguruan tinggi lewat Ormawa fakultas se-Indonesia yang lolos pendanaan 600-an Ormawa termasuk dari Unsrat. (FA)