Meimonews.com – Indek keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) Polresta Manado mencapai angka 4,54 dengan kategori kinerja level 5 atau istimewa.

Kendatapun demikian, Polresta Manado dan jajaran (polsek-polsek) tetap terus melakukan berbagai upaya termasuk inovasi-inovasi dalam kaitannya agar kamtibmas di wilayah hukum Polresta Manado tetap aman dan kondusif.

Hal tersebut terungkap saat Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid di dampingi Wakapolresta Manado AKBP Eko Sisbioantoro, Pejabat Utama (PJU) Polresta Manado, serta para Kapolsek jajaran memaparkan Press Release Akhir Tahun 2025.

Puluhan wartawan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat Polresta Manado, Rabu (31/12/2025).

Kapolresta Manado menyampaikan gambaran umum perkembangan situasi kamtibmas serta hasil pelaksanaan tugas Polri di wilayah hukum Polresta Manado sepanjang tahun 2025.

“Secara umum, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polresta Manado masih dalam kondisi aman dan kondusif,” ujar Kapolresta.

Dikemukakan, berdasarkan data, meskipun terjadi peningkatan crime total sebesar 142 kasus atau 9,07 persen, namun crime clearance mengalami penurunan 69 kasus atau 8,78 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini, menurut Kapolresta, menunjukkan adanya tantangan sekaligus upaya berkelanjutan Polresta Manado dalam meningkatkan kualitas penanganan perkara

Sejumlah indikator strategis juga menunjukkan hasil yang sangat baik, di antaranya respon time kehadiran polisi di TKP, pemenuhan pengamanan objek vital dan target rentan, serta kemampuan reduksi potensi gangguan kamtibmas.

Di bidang lalu lintas, tercatat 723 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 56 orang, serta kerugian materiil mencapai lebih dari Rp1,18 miliar. Polresta Manado terus melakukan upaya preventif dan edukatif guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kota Manado.

Pada aspek community policing, Polresta Manado mencatat keberhasilan Bhabinkamtibmas dalam menyelesaikan 850 permasalahan masyarakat melalui problem solving, meskipun dengan jumlah personel yang terbatas.

Selain itu, kehadiran Polisi Lingkungan dan respon cepat Samapta Rayon Presisi melalui layanan Call Center 110 dan 112 mendapat apresiasi positif dari masyarakat dan pemerintah daerah.

Dalam bidang pembinaan dan pengawasan internal, Kapolresta Manado menegaskan komitmen untuk tidak mentolerir pelanggaran anggota. Sepanjang tahun 2025, seluruh laporan pengaduan masyarakat (Dumas) ditindaklanjuti 100 persen, serta terjadi penurunan pelanggaran personel seiring dengan penguatan sistem pembinaan dan pengawasan.

Polresta Manado juga berhasil meraih berbagai penghargaan tingkat nasional dan daerah, di antaranya Kompolnas Award 2025, penghargaan dari Kementerian Keuangan RI, serta apresiasi dari Pemerintah Kota Manado atas kecepatan tindak lanjut laporan masyarakat.

Kapolresta Manado menyampaikan apresiasi kepada seluruh personil Polresta Manado dan masyarakat Kota Manado atas sinergi dan dukungan yang telah terjalin selama tahun 2025.

Polresta Manado, sebutnya, akan terus berkomitmen meningkatkan pelayanan, penegakan hukum, serta menjaga stabilitas kamtibmas demi terwujudnya Manado yang aman dan kondusif. “Mapalus torang jaga Manado aman,” tandasnya. (AF)

Meimonews.com – Sebanyak 25 wisatawan asal Shanghai berkunjung ke Manado selama beberapa hari (Jumat-Senin, 26-29/9/2025).

Selama berada di Kota Manado, para wisatawan tidak hanya menikmati kuliner khas daerah, tetapi juga mengeksplorasi keindahan alam serta merasakan langsung keramahan masyarakat Kota Manado.

Kunjungan rombongan wisatawan ini menjadi bagian dari persiapan pembukaan penerbangan langsung dari Shanghai ke Kota Manado, yang akan segera beroperasi.

Rute baru ini melengkapi penerbangan dari Shenzhen ke Kota Manado yang dijadualkan dibuka pada awal bulan Oktober mendatang.

Kehaduran wisatawan tersebut disambut Walikota Manado Andrei Angouw, di dampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado Ny. Irene Angouw-Pinontoan dan Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel dalam makan malam bersama di Manado Bay, Sabtu (27/9/2025).

Dalam jamuan makan malam tersebut, para wisatawan tampak antusias dan berkali-kali mengungkapkan kekaguman mereka terhadap keindahan alam, kenyamanan kota, serta keramahan masyarakat Kota Manado.

Walikota menyambut baik rencana besar ini dan menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pariwisata di Kota Manado.

“Kota Manado terbuka bagi wisatawan dunia. Kami akan terus menjaga kota ini agar semakin layak menjadi destinasi kelas dunia,” ujar Walikota. (elka)

Meimonews.com – Erupsi Gunung Ruang yang terletak di Kecamatan Tagulandang Kabupaten Kepulauan Sitaro (Siau Tagulandang Biaro) kembali terjadi pada Selasa (30/4/2024) pagi.

Dampak erupsi yang sudah pada level empat tersebut terasa sampai di beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Utara termasuk di Kota Manado.

Oleh karena itu, karena Kota Manado terkena dampaknya seperti abu vulkanik yang tersebar cukup banyak maka Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Andrei Angouw sebagai Walikota dan Richard Sualang sebagai Wakil Walikota bertindak cepat.

Lewat akun facebook (fb) Pemerintah Kota Manado mengeluarkan imbauan agar masyarakat yang beraktivitas di luar rumah agar mewaspadai abu vulkanik tersebut.

“Masyarakat diimbau selalu menggunakan masker untuk menghindari paparan abu vulkanik dan mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak diperlukan,” akun fb tersebut.

Dijelaskan, abu vulkanik yang terhirup bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti radang saluran pernapasan atas akut, radang pada selaput mata, serta dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan radang di paru-paru. (lk)

Meimonews.com – Pada awal tahun ini (2023), Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Manado telah merilis bahwa akan ada cuaca ekstrim di Sulawesi Utara termasuk di Manado.

Cuaca ekstrim ini disebabkan oleh adanya curah hujan yang tinggi, adanya angin barat yang mengarah ke Sulawesi Utara termasuk Manado.

Dan, Pemerintah termasuk Pemerintah Kota Manado telah mengantisipasi keadaan yang dirilis BMG itu dan menindaklanjutinya dengan mempersiapkan instansi terkait dengan penanggulangan bencana.

“Ada instruksi dari Walikota  pak Andrei Angouw untuk siaga dan waspada terhadap kondisi alam yang sewaktu-waktu cepat berubah ini,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado Donald Sambuaga dalam percakapan dengan Meimonews.com di sela satu kegiatannya di Kelurahan Calaca, Jumat (13/1/2023).

Dan untuk menindaklanjuti instruksi Walikota itu, sambungnya, BPBD Manado, sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat lewat flayer dan lain-lain agar masyarakat waspada terhadap kondisi demikian.

Untuk masyarakat yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana, angin puting beliung, dengan gelombang pasang termasuk juga banjir diimbau untuk mewaspadai kondisi alam ini.

Instruksi walikota itu, menurutnya, sudah sampai kepada Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan serta telah diteruskan kepada masyarakat untuk tetap waspada.

Diungkapkan, sejak adanya cuaca ekstrim ini, ada beberapa peristiwa atau bencana yang terjadi. Selang 1 – 12 Januari 2023 sebanyak 26 peristiwa/kejadian akibat cuaca ekstrim terjadi di Manado.

Peristiwa yang terjadi meliputi angin kencang yang mengakibatkan atap rumah terangkat dan merusak bagian rumah seperti terjadi di Bunaken, Manado Tua dan di beberapa kecamatan yakni Wanea dan Tikala.

Kemudian, ada juga pohon tumbang yang mengena rumah seperti di Sindulang, Tuminting, Paal IV dan beberapa kelurahan lain.

Ada juga tumbangnya pohon yang menutup akses jalan. “Ini juga salah satu fasilitas umum yang terhambat karena adanya pohon tumbang. Seperti di Kelurahan Tanjung Batu, Kelurahan Kleak dan Sario. Ada juga di Politeknik, Mapanget,” ujarnya.

Pemerintah Kota Manado termasuk BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup telah mengamati dan mencermati kondisi alam ini dengan tetap waspada. Keadaan ini, menurutnya, sudah diantisipasi karena dari awal tahun hingga saat ini (saat wawancara), Pemerintah sudah melakukan pemangkasan pohon-pohon yang rawan tumbang dengan maksud agar tidak membahayakan masyarakat.

Berdasarkan informasi dari BMG, ungkapnya,  potensi curah hujan tertinggi adalah pada bulan Januari ini. Oleh karena itu, kepada masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Masyarakat yang tinggal di daerah-daerah rawan longsor dan bila kondisi hujan lebih fari 1 jam, sebutnya, agar segera mencari tempat yang lebih aman.

Sambuaga bersyukur kepada Tuhan karena walaupun hari-hari ini masih ada hujan, namun dengan adanya perbaikan-perbaikan sarana/prasarana atau fasilitas umum seperti jalan, saluran air dan lain-lain maka sudah tidak ada lagi genangan-genangan air.

“Kita melihat adanya perbaikan fasilitas umum baik jalan, saluran air dan daerah DAS yang sudah diadakan perbaikan dan pengerukan oleh Pemerintah Kota bersama dengan instansi-instansi maka keadaan ini sudah mulai aman.

Bila ada informasi terkait dengan bencana atau hal-hal lain yang membutuhkan perhatian dari Pemerintah Kota Manado, Sambuaga menyarankan kepada masyarakat untuk menghubungi call center 112. (Lexie Kalesaran)