Meimonews.com – Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan terus dipacu di Sulawesi Utara.

Sehuhungan dengan hal tersebut, bertempat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Kamis (2/4/2026) telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait Pengelolaan Dana Bantuan Pendidikan Kebanksentralan.

Langkah strategis ini menandai sinergi erat antara bank sentral dengan industri perbankan dalam mendukung keberlanjutan program beasiswa dan edukasi keuangan bagi generasi muda di Bumi Nyiur Melambai.

Acara inti diawali dengan penandatanganan PKS oleh Direktur Utama PT Bank SulutGo (BSG) Revino Maydi Pepah bersama dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Joko Supratikto.

Kerjasama ini kemudian diperluas dengan melibatkan jajaran pimpinan perbankan ternama lainnya di wilayah Sulut, yang bertindak sebagai bank pengelola dana bantuan pendidikan tersebut.

Para pimpinan yang hadir dan menandatangani kesepakatan tersebut antara lain Pemimpin Wilayah BNI Kantor Wilayah Sulut Didi Suprijanto, Plt Branch Manager BTN Cabang Manado Rudy Wairata, Branch Manager BSI Sam Ratulangi Dwipry Andica dan Pimpinan Branch Office Head BRI Tondano Ronald Engelbert

Turut menyaksikan prosesi penting ini, Pemimpin Divisi Pemasaran BSG Yunike Paputungan dan Pemimpin Cabang Pembantu (Capem) Ranotana BSG Clief Mamusung.

Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan ini dirancang bukan sekadar memberikan bantuan finansial, tetapi juga sebagai sarana literasi mengenai fungsi dan peran Bank Indonesia dalam stabilitas ekonomi nasional.

“Sinergi ini merupakan wujud nyata kontribusi sektor perbankan dalam mencetak kader-kader bangsa yang berkualitas. Dengan pengelolaan dana yang transparan dan efisien melalui mitra perbankan, kami berharap bantuan ini tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang,” ujar perwakilan pihak perbankan di sela-sela acara.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah semakin terbuka lebar. Bank-bank yang ditunjuk sebagai pengelola berkomitmen untuk memberikan layanan perbankan terbaik guna memastikan penyaluran dana berjalan lancar tanpa hambatan teknis.

Penandatanganan ini ditutup dengan sesi foto bersama yang melambangkan soliditas perbankan di Sulawesi Utara dalam mendukung agenda pembangunan manusia yang berkelanjutan. (elka)

Meimonews.com – Kantor Perwakilan Bank Indonsia (BI) Gorontalo, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Gorontalo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo luncurkan program Literasi Bersama Gerakan Cegah Stunting dan Cinta Rupiah (Lebegacor) sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas keluarga dan generasi masa depan, Selasa (10/3/2026).

Peluncuran program yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie ini dihadiri Kepala Perwakilan (Kaper) BI Gorontalo Bambang Setya Permana, Kaper BKKBN Gorontalo Diano Tino Tandaju, Wakil Bupati Gorontalo H. Tonny S. Junus, Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo serta berbagai pemangku kepentingan di Provinsi Gorontalo, Selasa (10/3/2026).

Program ini merupakan bentuk kolaborasi dalam mendukung upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kualitas literasi mengenai Cinta, Bangsa dan Paham (CBP) Rupiah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat peran keluarga dalam menjaga kesehatan dan gizi anak sekalgus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang bijak serta penggunaan rupiah dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.

Stunting masih menjadi tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) karena dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik anak, kemampuan koqnitif dan kesehatan jangka panjang.

Berbagai fakta seperti keterbatasan ekonomi, kurangnya akses terhadap pangan bergizi, sanitasi yang belum memadai serta rendahnya literasi gizi menjadi penyebab utama munculnya resiko stunting di tingkat keluarga.

Sejalan dengan itu, literasi pengelolaan uang rupiah yang bijak juga penting diperkuat agar keluarga semakin berdaya dalam membangun generasi sehat dan SDM yang gemilang serta semakin sadar untuk senantiasa menjaga dan merawat uang rupiah yang merupakan simbol nasionalisme NKRI.

Melalui program Lebegacor selain mendapatkan literasi CBP Rupiah para keluarga penerima manfaat, juga akan mendapatkan bantuan nutrisi ,

Program ini direncanakan akan konsisten dilaksanakan dua kali sebulan sepanjang tahun 2026 dengan lokasi berbeda untuk pemerataan.

Program ini menyasar para tenaga PKB (penyuluh keluarga berencana) yang akan diberikan pengembangan kapasitas di bidang literasi CBP Rupiah dan sistem pembayaran dalam bentuk training of trainer,

Para penyuluh BKKBN yang tersebar di desa dan kelurahan di provinsi Gorontalo akan memberikan edukasi pencegahan stunting dan CBP Rupiah kepada para orangtua secara rutin setiap bulan, (lex)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) meluncurkan program baru bernama BSG BER Cashback sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas nasabahnya.

Program ini memberikan pengembalian tunai bagi nasabah yang melakukan penempatan dana di tabungan BSG dalam periode 3 November hingga 31 Desember 2025.

Lewat program ini, nasabah memiliki kesempatan memperoleh cashback langsung dengan nominal bervariasi sesuai jumlah saldo dan jangka waktu penempatan dana.

Sebagai contoh, dengan penempatan dana Rp 25 juta, nasabah menerima sebesar Rp. 270.719 pertiga bulan atau Rp 541.438 perenam bulan.

Untuk Rp. 1.000.000.000, nasabah akan menerima sebesar Rp. 13.376.712 pertiga bulan dan Rp, 21.657.534 perenam bulan.

Dirut BSG Revino M. Pepah

Dirut BSG Revino M. Pepah menjelaskan, BSG bersyukur dan berterima kasih karena nasabah sudah mempercayakan menyimpan dananya di BSG.

Dengan adanya progran BSG BER Cashback ini diharapkan dapat meningkatkan penghimpunan dana, yang untuk selanjutnya dana ini akan digunakan untuk pemberian kredit bagi masyarakat.

“Dengan meningkatkannya pemberian kredit ini. maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya kepada Meimonews,com via telefon, Sabtu (1/11/2025).

Untuk informasi selengkapnya, pejabat humanis yang merintis dan meniti karier di BSG ini mempersilahkan menghubungi kantor Bank SulutGo terdekat. (*/afer)

Meiminrws.com – Menyambut Natal.2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Johanis Victor Mailangkay lewat Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Sulut meluncurkan program keringanan pajak dengan nama.Keringanan Sukacita Natal.

Program Keringanan Sukacita Natal ini, sebut Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen kepada Meimonews.com, Sabtu (1/11/2025) berlangsung selama sebulan yakni November 2025

“Program keringanan pajak ini berlangsung tanggal 1 sampai 30 November 2025. Dan itu berlaku di seluruh Samsat induk dan beberapa gerai se-Sulut,” ujarnya.

Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen

Persyaratan program ini, sebut June, harus membawa fotokopi (fc) KTP, fc STNK dan notice pajak, fc akte/dokumen pendirian bagi perusahaan, dan materi Rp. 10.000.

Untuk simulasi keringanan, June menyarankan untuk scan QR.

Adapun keringanan yang masuk dalam program ini, jelas Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel yang dihubungi terpisah di ruang kerjanya, Jumat (31/10/2025), ada tujuh item.

Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel

Pertama, bebas 100 persen tunggakan PKB tahun-tahun sebelumnya (roda 2 200 cc ke bawah); kedua, pengurangan 50 persen tunggakan PKB tahun-tahun sebelumnya (roda 2 di atas 200 cc, roda 3 dan roda 4 ke atas); ketiga, keringanan ekuivalen (PKB dan opsen.PKB setara nilai PKB sebelum masa opsen).

Keempat, pembebasan denda PKB 100 persen; kelima, pembebasan tarif PKB progresif; keenam, tambahan diskon PKB 5 persen -10 persen untuk kendaraan yang belum lewat s/d 9 bulan sebelum jatuh tempo (secara langsung, tanpa permohonan); ketujuh, pembebasan denda SWDKLLJ tahun lalu dan tahun-tahun lalu.

Baik June maupun Filma mengingatkan/melarang untuk menitipkan uang pembayaran PKB kepada petugas pelayanan. (elka)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) memiliki produk terbaru dengan nama Tabungan Bohusami Young. Peluncuran produk baru ini dilakukan di Sumbae, Kawasan Megamas Manado, Kamis – Jumat (7-8/8/2025).

Acara yang berlangsung meriah selama dua hari ini berhasil menarik perhatian banyak anak muda dengan beragam kegiatan yang diselenggarakan.

Hari pertama acara dibuka dengan semangat kompetisi yang tinggi melalui lomba dance battle 1 on 1. Para peserta menampilkan gerakan terbaiknya untuk memperebutkan hadiah menarik.

Selain hiburan, Bank SulutGo juga mengadakan sosialisasi literasi keuangan yang bertujuan untuk mengenalkan pentingnya menabung dan mengelola keuangan sejak dini kepada generasi muda. Acara ditutup dengan penampilan hiburan yang memukau.

Puncak kemeriahan terjadi pada hari kedua. Acara diawali dengan penampilan band performance yang sukses memanaskan suasana. Selanjutnya, digelar talkshow yang menghadirkan perwakilan dari Bank Indonesia (BI) dan Humas Bank SulutGo untuk membahas topik-topik seputar keuangan yang relevan bagi kaum muda.

Momen yang paling ditunggu-tunggu adalah peluncuran resmi Tabungan Bohusami Young. Direktur Utama Bank SulutGo Revino M. Pepah, menyampaikan sambutan hangat sebelum secara simbolis meresmikan produk ini bersama Dewan Komisaris Jaclyn Kolay dan Djafar Alkatiri, serta jajaran Pimpinan Divisi Bank SulutGo.

Acara peluncuran semakin istimewa dengan pelepasan lampion sebagai bagian dari perayaan Hari Indonesia Menabung.

Puluhan lampion diterbangkan ke udara, menciptakan pemandangan indah yang melambangkan harapan dan komitmen Bank SulutGo untuk mendukung budaya menabung di kalangan masyarakat, khususnya para generasi muda.

Sebagai penutup, acara ditutup dengan penampilan memukau dari artis lokal Dandy Barakati, yang berhasil menghibur seluruh pengunjung dan mengakhiri rangkaian acara dengan kesan yang tak terlupakan.

Melalui acara ini, Bank SulutGo berharap Tabungan Bohusami Young dapat menjadi solusi keuangan yang inovatif dan relevan, serta mendorong kebiasaan menabung yang lebih baik bagi para generasi muda di Sulawesi Utara dan Gorontalo. (Afer)

Meimonews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-61 Provinsi Sulut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) di bawah kepemimpinan Mayjen (Purn) Yulius Selvanus dan Johanis Victor Mailangkay (Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut) mengeluarkan kebijakan terkait dengan keringanan pajak.

Kado khusus bagi masyarakat di Bumi Nyiur Melambai ini diberikan Pemrov Sulut lewat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut di bawah pimpinan June E. Silangen (Kepala) dengan nama Program Keringanan Pajak Merah Putih.

Peluncuran program ini dilakukan Gubernur Sulut bersamaan dengan pencanangan rangkaian kegiatan memperingsti HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang diadakan di halaman kantor Gubernur, Jalan 17 Agustus, Manado, Jumat (8/8/2025).

Hadir acara ini, antara lain Forkopimda Sulut, pejabat tinggi pratama Pemprov Sulut, Ditlantas Polda Sulut, pimpinan Jasa Raharja Sulut, pimpinan dan staf Bapenda Sulut serta perwakilan masyarakat.

“Program ini berlangsung sejak dilaunching/diluncurkan hingga September 2025,” ujar Kepala Bapenda Sulut kepada Meimonews.com, usai acara launching/peluncuran.

Adapun rincian keringanan pajak dalam program ini, sebut Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel yang dihubungi terpisah, ada lima poin/item.

Pertama, diskon PKB 50 persen masa pajak tahun 2024 ke bawah; kedua, diskon PKB 12,5 persen dan diskon Opsen PKB 35 persen masa pajak mulai 5 Januari 2025 yang tidak memiliki tunggakan pajak di tahun-tahun sebelumnya.

Ketiga, pembebasan denda PKB 100 persen; keempat, pembebasan pengenaan tarif PKB progresif; kelima, pembebasan denda SWDKLLJ tahun lalu dan tahun-tahun lalu.

Kebijakan ini, jelas June, dikeluarkan sebagai wujud komitmen Pemprov Sulut untuk membantu/meringankan pembayaran pajak oleh warga di daerah ini.

“Jangan lewatkan kesempatan berharga ini. Manfaatkan sekarang juga, !” ajak pejabat kreatif dan rajin turun lapangan ini. (elka)

Meimonews.com – Wakil Walikota Manado Richard Sualang di dampingi Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulut Dr. Jeanny Yola Winokan, MAP dan Kepala Sekolah Manado Happy Land Deysi Sonya Rumondor, SPd meluncurkan program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Selasa (27/5/2025).

Peluncuran program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) RI ini dilakukan di Tempat Penitipan Anak (TPA) Manado Happy Land, Jalan Bethesda Manado.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris TP PKK Sulut Dr. Merry Elisabeth Kalalo, SH, MH (mewakili Ketua TP PPK Sulut Ny. Anik Yulius Selvanus), Wakil Ketua TP PKK Manado dr. Merry Mawardi, SpA, Kepala Dinas Dukcapil Sulut, Kepala Dinas P3 Sulut, Kepala.Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Kepala Dinas Sosial Sulut, Kadis PPKB Kota Manado ir. Mecky Gosal, MSi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, dan Pengelola TPA Iradat dan TPA Rajawaliku,

Dalam kegiatan tersebut Winokan.melaporkan bahwa telah menyosialisasikan Program Tamasya kepada kementerian/lembaga, pemerintah daerah, mitra kerja, swasta, dan masyarakat, demi meningkatkan sinergitas dan kolaborasi pelaksanaan program Tamasya.

Program ini bertujuan memperkuat sistem pengasuhan anak yang aman, nyaman, dan berkualitas, khususnya di lingkungan kerja yang melibatkan banyak perempuan.

Winokan berharap dengan tersosialisasinya program Tamasya dapat membangun pemahaman bersama mengenai tujuan, mekanisme, dan layanan utama program Tamasya, terciptanya sinergitas dan kolaborasi antar berbagai pihak yaitu kementerian/lembaga, pemerintah daerah, mitra kerja, swasta, dan masyarakat dalam mendukung program ini.

Wakil Walikota Manado dalam sambutannya mengapresiasi peluncuran yang mengangkat tema Orangtua Tenang Bekerjs Anak Ceria Bersama Tamasya yang merupakan terobosan Kemendukbangga/BKKBN ini.

Wakil Walikota mengingatkan agar program Tamasya bukan menjadi sekedar program seremonial tapi bentuk nyata komitmen dan upaya untuk memastikan setiap anak usia dini mendapatkan pengasuhan yang berkualitas dan penuh kasih sayang, sejalan dengan program Pemerintah Kota Manado yang selalu mengutamakan perlindungan anak dalam setiap kebijakan pembangunan.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Manado ini mengajak semua pihak untuk menjadikan program Tamasya sebagai gerakan kolektif, karena membesarkan anak bukan hanya tanggung jawab orangtua tapi tanggung jawab bersama.

“Dengan demikian melalui program ini bisa membentuk generasi Kota Manado yang lebih sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan cinta tanah air,” ujarnya. (elka)

Meimonews.com – PT Bank SulutGo (BSG) resmi meluncurkan produk terbaru, Tabungan Bohusami Plan (TBP), dengan tagline “Rencanakan hari ini, wujudkan impian masa depan”.

Peluncuran produk tabungan berjangka yang dilaksanakan di lantai 1 Kantor Pusat BSG, Jalan Piere Tendean No. 100 Manado, Senin (5/5/2025) inin dihadiri jajaran manajemen serta tamu undangan.

Tabungan Bohusami Plan dirancang sebagai solusi tabungan dengan setoran bulanan dan jangka waktu yang fleksibel, untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam merencanakan keuangan masa depan.

Produk ini menyasar nasabah perorangan berusia 16 hingga 78 tahun di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.

Dengan setoran awal hanya Rp50.000 dan setoran bulanan tetap mulai dari Rp100.000 hingga Rp10.000.000, TBP menawarkan pilihan jangka waktu mulai dari 24 bulan hingga 120 bulan.

Di akhir periode tabungan, nasabah akan memperoleh reward dalam bentuk uang tunai, sehingga semakin memotivasi masyarakat untuk menabung secara disiplin sesuai tujuan finansial masing-masing.

Direksi BSG menegaskan, peluncuran TBP merupakan bagian dari komitmen bank milik pemerintah daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo untuk memperluas akses keuangan dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Produk ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), khususnya tabungan, yang ditargetkan tumbuh hingga 49,78 % atau sekitar Rp1,3 triliun pada tahun 2025.

“Tabungan Bohusami Plan hadir sebagai wujud nyata BSG dalam memberikan solusi keuangan yang mudah, terjangkau, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Kami optimis produk ini akan menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin mewujudkan impian masa depan,” ujar salah satu perwakilan manajemen BSG.

Sebagai bank yang tumbuh bersama masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo, BSG terus berinovasi menghadirkan layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Afer)

Meimonews.com – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Pemkab Bolmong) meluncurkan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) dan Kartu Kredit Indonesia (KKI) dalam acara yang berlangsung di Hotel The Sentra Manado, Selasa (10/12/2024).

Peluncuran ini menandai langkah maju dalam upaya digitalisasi dan peningkatan efisiensi pengelolaan keuangan di Kabupaten Bolaang Mongondow, sejalan dengan program pemerintah untuk memperluas digitalisasi di seluruh daerah.

Peluncuran dilakukan secara simbolis oleh Direktur Operasional (Dirops) Bank SulutGo (BSG) Louisa J. Parengkuan kepada Kepala Badan Keuangan Kabupaten Bolmong Ashari Sugeha.

Acara ini merupakan bagian dari Kegiatan High Level Meeting TP2DD (Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah) dan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Provinsi Sulawesi Utara.

Peluncuran KKPD dan KKI ini diharapkan dapat mendukung upaya digitalisasi dan pengelolaan keuangan yang lebih efisien di tingkat daerah.

Dalam sambutannya, Louisa menyampaikan, inisiatif ini langkah penting dalam mendukung transformasi digital di sektor pemerintahan daerah. “Dengan adanya KKPD dan KKI, kami berharap dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya.

Ashari menyambut baik peluncuran ini dan menyatakan komitmennya untuk memanfaatkan fasilitas ini demi kemajuan Kabupaten Bolaang Mongondow. “Kami berterima kasih kepada BSG atas dukungannya dan siap untuk mengimplementasikan penggunaan KKPD dan KKI dalam operasional keuangan kami,” katanya. (Afer)

(Oleh : Dr. Paulus Januar)

Meimonews.com – Kelainan refraksi (refractive error) merupakan gangguan penglihatan yang paling banyak dialami. Diperkirakan, lebih dari setengah penduduk dunia menderita kelainan refraksi.

Secara global, kelainan refraksi menyebabkan sekitar seperlima dari seluruh kasus kebutaan. Kelainan refraksi merupakan penyebab kebutaan kedua setelah katarak.

Kelainan refraksi yang terbanyak adalah miopia (rabun jauh). Selain itu, terdapat pula hipermetropia (rabun dekat), astigmatisme (mata silindris), presbiopia (rabun dekat usia lanjut).

Miopia atau rabun jauh adalah gangguan tidak dapat melihat obyek yang jauh dengan jelas. Hipermetropia atau rabun dekat adalah gangguan tidak dapat melihat obyek yang dekat dengan jelas.
Astigmatisme atau mata silindris adalah gangguan penglihatan menjadi buram ataupun mengalami distorsi dalam melihat obyek yang dekat maupun jauh.

Presbiopia atau rabun dekat usia lanjut adalah gangguan pada daya akomodasi lensa mata yang berkurang, umumnya pada usia di atas 40 tahun, hingga kemampuan melihat dekat serta membaca berkurang.

Mengatasi kelainan refraksi umumnya dengan mengenakan kacamata koreksi.  Selain itu dapat dengan menggunakan lensa kontak. Kemudian, dapat pula dilakukan bedah retraktif seperti LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis) maupun dapat dilakukan dengan menanamkan lensa intraokular di mata.

Berdasarkan World Report on Vision, diperkirakan di seluruh dunia terdapat 4,7 miliar orang yang mengalami kelainan refraksi dan memerlukan tindakan koreksi. Namun, ternyata, dari mereka yang mengalami kelainan refraksi, 2,7 miliar di antaranya tidak dikoreksi dan sebagian besar merupakan penduduk negara berkembang.

SPECS 2030 : Mengatasi Kelainan Refraksi dan Mengupayakan Asesibilitas Kacamata Koreksi
Pada 14 Mei 2024 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meluncurkan SPECS 2030 initiative. SPECS 2030 merupakan inisiatif agar setiap orang yang membutuhkan perawatan kelainan refraksi mendapatkan pelayanan kesehatan mata yang berkualitas, terjangkau, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dengan dilaksanakannya SPECS 2030 diharapkan dapat dicapai target global yakni pada tahun 2030 terdapat peningkatan cakupan efektif pelayanan kelainan refraksi sebesar 40 persen. Target tersebut ditetapkan pada Pertemuan Kesehatan Dunia (World Health Assembly) di tahun 2021.

SPECS 2023 dikonotasikan pada singkatan dari spectacles yang dalam bahasa Inggris berarti kacamata. Selanjutnya, program utama yang dilaksanakan dirumuskan sebagai SPECS yang merupakan akronim dari :pertama, Services : pengembangan akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mata, terutama untuk mengatasi kelainan refraksi; Kedua, Personnel : pengembangan kapasitas tenaga kesehatan mata.

Ketiga, Education : meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mata; Keempat, Cost. mengatasi pembiayaan kacamata dan pelayanan kesehatan mata; Kelima, Surveilance: meningkatkan pengumpulan data dan penelitian

Selama ini, terdapat kebutuhan pelayanan kesehatan mata untuk mengatasi kelainan refraksi yang tidak dapat terpenuhi. Padahal terdapat cara yang tidak terlalu sulit dan relatif tidak berbiaya tinggi untuk mengatasinya yaitu dengan mengadakan kacamata untuk mengkoreksi kelainan refraksi.

SPECS 2023 terutama ditujukan agar mereka yang mengalami kelainan refraksi dan tidak dikoreksi dapat memperoleh kacamata. Dalam rangka mewujudkannya dibutuhkan kolaborasi dalam tingkat global hingga dapat terlaksana peningkatan yang signifikan dalam cakupan pelayanan kesehatan mata untuk mengatasi kelainan refraksi.

Dengan SPECS 2030 diharapkan dapat menunjang upaya agar setiap orang akan memiliki penglihatan yang baik. Dengan penglihatan yang baik maka dapat mengaktualisasikan potensi diri untuk kehidupan yang lebih baik.

Penanggulangan Kelainan Refraksi di Indonesia
Program penanggulangan kelainan refraksi di Indonesia merupakan bagian dari pelaksanaan Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030 yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peta jalan tersebut merupakan rencana kerja penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia untuk kurun waktu 2017-2030.

Pelaksanaan Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030 terintegrasi dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dijalankan oleh Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Kesehatan  (BPJS Kesehatan).

Tujuan umum yang hendak dicapai adalah tersedianya pelayanan kesehatan mata yang berkualitas untuk seluruh masyarakat lndonesia yang membutuhkan tanpa adanya hambatan ekonomi sehingga setiap orang di Indonesia mempunyai penglihatan optimal dan dapat sepenuhnya mengembangkan potensi diri.

Berdasarkan Peta Jalan tersebut penanggulangan gangguan penglihatan di lndonesia dibagi menjadi dua. Pertama, mengatasi gangguan penglihatan akibat katarak yang merupakan penyebab terbesar terjadinya kebutaan. Kedua, mengatasi gangguan penglihatan bukan akibat katarak seperti kelainan refraksi, retinopati diabetikum, glaukoma, retinopati prematuritas, dan low vision. Khusus untuk kelainan refraksi prioritasnya adalah menjamin terkoreksinya penglihatan anak usia sekolah yang mengalami kelainan refraksi.

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang diselenggarakan Kementerian kesehatan pada tahun 2023, hasilnya menunjukkan disabilitas atau ketidakmampuan penglihatan dialami 0,6 persen penduduk. Sedangkan 11,7 persen penduduk menggunakan alat bantu penglihatan  kacamata, lensa kontak, dan lensa tanam.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82/2020, mengenai penanggulangan gangguan penglihatan ditetapkan target pada tahun 2030 tercapai penurunan prevalensi gangguan penglihatan sebesar 25 persen dari prevalensi di tahun 2017. (Penulis adalah staf pengajar dan Akademi Refraksi Optisi Kartika Indra Persada Jakarta)